MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 1 Juni 2019 e- ISSN: 2622-7762 FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPUASAN PELAYANAN PASIEN BPJS DI PUSKESMAS KEMARAYA KOTA KENDARI Factors Related to Patient Satisfaction Services in The Health Kemaraya BPJS City Kendari Andi Waldi1 . Tasman2 . Hartian Dode3 Program Studi Kesehatan Masyarakat Stikes Mandala Waluya Kendari . askartinggi03@gmail. com, 082296450. ABSTRAK Kepuasan adalah tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan antara kinerja atau hasil yang dirasakan dengan yang diharapkannya. Pada dasarnya kepuasan kerja merupakan hal yang bersifat individual karena setiap individu akan memiliki tingkat kepuasan yang berbeda-beda sesuai dengan nilai-nilai yang berlaku dalam diri setiap individu. Semakin banyak aspek yang sesuai dengan keinginan individu, maka semakin tinggi tingkat kepuasan yang dirasakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-faktor yang berhubungan dengan kepuasan pelayanan pasien BPJS di Puskesmas Kemaraya Kota Kendari. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan rancangan cross sectional study. Populasi adalah seluruh peserta BPJS di Puskesmas Kemaraya Kota Kendari. Jumlah sampel sebanyak 82 responden. Penelitian ini menggunakan uji Chi-square test. Hasil uji statistik pada tingkat signifikasi x2tab 3,841, diperoleh hasil ada hubungan antara kecepatan pelayanan dengan kepuasan pasien BPJS . 2hit= 15,. , ada hubungan antara sikap pelayanan dengan kepuasan pasien BPJS ( x2hit= 17,935 ), ada hubungan antara ketersediaan obat dengan kepuasan pasien BPJS . 2hit= 6,502 ). Kesimpulan menunjukkan bahwa kepuasan pelayanan pasien BPJS berhubungan dengan semua variabel penelitian. Olehnya itu disarankan perlu memperhatikan keluhan dari pasien dalam memberikan pelayanan, membuat program dalam memberikan pelayanan yang sesuai dengan standar yang berlaku kepada pasien. Kata Kunci : Kepuasan pelayanan pasien BPJS. Kecepatan pelayanan. Sikap pelayanan. Ketersediaan obat ABSTRACT Satisfaction is the level of one's feelings after comparing the perceived performance or results to those expected. Basically the job satisfaction is an individual thing for each individual will have a different level of satisfaction varies according to the values prevailing in every individual. The more aspects in accordance with the desires of the individual, the higher the perceived level of satisfaction. This study aims to determine the factors related to satisfaction of patient care at the health center BPJS Kemaraya Kendari. This research is an analytic study with cross sectional study. The population is all participants in the health center BPJS Kemaraya Kendari. The total sample of 82 respondents. This study using Chi-square test. The results of statistical tests at the significance level x2tab 3,841, the result is no relationship between the speed of service and patient's satisfaction BPJS . 2hit = 15. , there is a relationship between an attitude of service to the patient satisfaction BPJS . 2hit = 17. , there is a correlation between the availability of the drug to the patient's satisfaction BPJS . 2hit = 6. The conclusion showed that satisfaction BPJS patient services relating to all the variables. him that suggested need to consider the complaints of the patient to provide services, create a program to provide services in accordance with applicable standards for patients. Keywords : Patient services BPJS satisfaction. Service speed. Service attitude. Drug availability MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 1 Juni 2019 e- ISSN: 2622-7762 sampai dengan Mei 2015, di Indonesia tercatat PENDAHULUAN Kesehatan adalah hak asasi manusia 122,3 juta pekerja yang terdiri dari sektor dan unsur kesejahteraan yang harus diwujudkan formal 51,4 juta jiwa . ,06%) dan sektor sesuai cita-cita bangsa Indonesia sebagaimana informal 70,9 juta jiwa . ,94%). Dilihat dari di maksud dalam pancasila dan pembukaan konsep program Jaminan Kesehatan Nasional. UUD 1945, untuk mewujudkan komitmen sektor informal dalam kepesertaan di BPJS global setiap negara mengemban Universal Kesehatan termaksud kategori Peserta Pekerja Health Bukan Penerima Upah (PBPU), dimana capaian penduduk, maka Pemerintah bertanggung jawab kepesertaan kelompok ini masih rendah yaitu atas pelaksaan program Jaminan Kesehatan 7% dari keseluruhan dari jumlah penduduk Nasional (JKN). Badan penyelenggara jaminan Indonesia. Coverage (UHC) Pasien sosial telah diatur dengan Undang-Undang No. Tahun Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). kualitas pelayanan kesehatan yang diperoleh sama atau melebihi dari apa yang menjadi harapannya dan sebaliknya, ketidakpuasan akan kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat timbul atau perasaan kecewa pasien akan terjadi yang dilayaninya dalam menentukan cara yang paling efektif menyelenggarakan pelayanan diperoleh itu tidak sesuai dengan harapannya. BPJS Kesehatan BPJS Berdasarkan studi pendahuluan yang Kesehatan berdasarkan UU terbagi dua yakni, dilakukan oleh peneliti maka didapatkan data peserta penerima bantuan iuran (PBI) dan bahwa kunjungan pasien pada periode Januari bukan penerima bantuan iuran (Bukan PBI), berjumlah 854 kunjugan yang terdiri dari 567 dan untuk masyrakat yang miskin atau warga pasien BPJS dan pasien non BPJS berjumlah 287 orang, mengalami penurunan pada periode Peserta Februari kesehatan daerah yang telah terintegrasi ke kunjungan dengan pasien BPJS adalah 523 dalam program BPJS Penerima Bantuan Iuran pasien dan non BPJS berjumlah 285 orang dan (PBI). kembali mengalami penurunan pada periode Target program jaminan kesehatan April 2018 berjumlah 720 kunjungan yang terdiri dari pasien BPJS 473 orang dan Non nasional yang menyeluruh pada tahun 2019 atau Universal BPJS berjumlah 247 orang. Health Coverage (UHC). Untuk mencapai BPJS METODE PENELITIAN Kesehatan tidak hanya wajib bagi pekerja di Jenis penelitian ini adalah penelitian sektor formal, namun pekerja informal juga analitik dengan rancangan cross sectional study diwajibkan menjadi peserta BPJS Kesehatan yakni penelitian yang hendak menganalisis berdasarkan data pusat statistic diketahui bahwa MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 1 Juni 2019 e- ISSN: 2622-7762 independen yakni hubungan antara kecepatan penelitian ini adalah kuesioner. Uji statistik pelayanan, sikap pelayanan, dan ketersediaan penelitian ini menggunakan uji Chi squre test. obat dengan penunggakan BPJS mandiri dan penelitian yang dilakukan pada waktu dan HASIL PENELITIAN tempat secara bersamaan. Penelitian ini telah Hasil penelitian Tabel 1 menunjukkan dilaksanakan pada bulan september Tahun 2018 bahwa dari 82 responden, kelompok umur yang bertempat di Puskesmas Kemaraya Kota terbanyak yaitu kelompok umur >40 tahun Kendari. Populasi dalam Penelitian ini adalah sebanyak 38 responden . ,3%) dan terkecil seluruh orang yang terdaftar sebagai peserta kelompok umur 26 - 30 tahun yaitu 3 responden BPJS yang berada di wilayah kerja Puskesmas . ,7%). Untuk pendidikan dari 82 responden Kemaraya Kota Kendari tahun 2018 yakni sebanyak 473 orang ( Periode April 2018 ), dan sebanyak 43 responden . ,4%) dan terkecil SD sampel dalam penelitian ini sebanyak 82 yaitu 8 responden . ,8%). Untuk pekerjaan dari responden dengan metode pengambilan sampel PNS/TNI/POLRI Intrumen atau alat pengumpulan data dalam terbanyak yaitu SMA sebanyak 32 responden . ,0%) dan terkecil ibu rumah tangga yaitu 4 responden . ,9%). Tabel 1. Karakteristik Responden Berdasarkan Umur. Pendidikan dan Pekerjaan di Wilayah Kerja Puskesmas Kemaraya Karakteristik Umur >40 Pendidikan SMP SMA Perguruan Tinggi Pekerjaan PNS/TNI/POLRI Pedagang Wiraswasta Ibu Rumah Tangga Sumber : Data primer, 2019 Hasil penelitian Tabel 2 menunjukkan . ,1%) responden dan tidak puas sebanyak 8 bahwa dari 82 . %) responden, pasien yang . ,8%). Sedangkan responden yang kecepatan mendapat kecepatan pelayanan baik sebanyak 45 . ,9%) responden, yang puas sebanyak 37 responden, yang puas 14 . ,1%) dan tidak . ,1%) MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 1 Juni 2019 e- ISSN: 2622-7762 . ,4%) responden dan tidak puas sebanyak 12 Berdasarkan hasil uji statistik Chi-Square tes . ,6%). Sedangkan responden yang kecepatan diperoleh nilai x hitung = 15,177. Nilai . ,9%) x2hitung lebih besar dari nilai x2tabel = 3,841 responden, yang puas 8 . ,8%) dan tidak puas . 2hit > x2tab ), maka hipotesis yang berarti sebanyak 19 . ,2%) responden. Berdasarkan bahwa H0 ditolak atau H1 di terima yang berarti hasil uji statistik Chi-Square test diperoleh nilai ada hubungan antara kepuasan pasienBPJS x2hitung = 17,935. Nilai x2hitung lebih besar dengan kecepatan pelayanan pasien. dari nilai x2tabel = 3,841 . 2hit > x2tab ), maka Hasil penelitian Tabel 2 menunjukkan hipotesis yang berarti bahwa H0 ditolak atau H1 bahwa dari 82 responden . %), pasien yang di terima yang berarti ada hubungan antara mendapat sikap pelayanan baik sebanyak 55 kepuasan pasien BPJS dengan sikap pelayanan . ,1%) responden, yang puas sebanyak 43 Tabel 2. Hubungan Kecepatan Pelayanan. Sikap Pelayanan. Ketersediaan Obat dengan Kepuasan Pasien BPJS dengan di Puskesmas Kemaraya Tahun 2018 Kepuasan Pasien BPJS Variabel Puas Kecepatan Pelayanan Baik Kurang Sikap Pelayanan Baik Kurang Ketersediaan Obat Baik Kurang Sumber : Data Primer 2019 Tidak Puas Total (%) (%) Uji Statistik (%) x2 tabel = 3,841 x hitung = 15,177 I = 0,445 x2 tabel = 3,841 x2 hitung = 17,935 I = 0,471 x tabel = 3,841 x hitung = 6,502 I = 0,283 Hasil penelitian Tabel 2 menunjukkan lebih besar dari nilai x2tabel = 3,841 . 2hit > bahwa dari 82 responden . %), pasien yang x2tab ), maka hipotesis yang berarti bahwa H0 mendapat ketersediaan obat baik sebanyak 49 ditolak atau H1 di terima yang berarti ada . ,8%) responden, yang puas sebanyak 36 hubungan antara kepuasan pasien BPJS dengan . ,9%) responden dan tidak puas sebanyak 13 ketersedian obat. ,9%). Sedangkan ketersediaan obat kurang sebanyak 33 . ,2%) PEMBAHASAN responden, yang puas 15 . ,3%) dan tidak Kecepatan . %) kegiatan atau uraian kegiatan yang terjadi Berdasarkan hasil uji statistik Chi-Square Test dalam interaksi langsung antara seseorang diperoleh nilai x hitung = 6,502. Nilai x hitung MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 1 Juni 2019 Dalam e- ISSN: 2622-7762 BPJS cukup baik. Sedangkan pada kepuasan kamus besar Bahasa Indonesia dijelaskan pelayan melayani kebutuhan orang lainnan menyatakan cukup puas dengan pelayanan sebagai usaha melayani kebutuhan orang lain. Hasil uji statistik SpearmanAos Rho Hasil penelitian menggunakan uji Chi- Correlation menyatakan terdapat hubungan Square menunjukkan bahwa dari 82 responden antara mutu pelayanan kesehatan BPJS dengan . %), pasien yang mendapat kecepatan kepuasan pasien di Poli Klinik THT Rumkital Dr. Ramelan Surabaya (A=0,. ,9%) responden, yang puas sebanyak 37 . ,1%) Melihat . ,2%) responden hal ini disebabkan responden sudah pelayanan rumah sakit dengan tingkat kepuasan puas terhadap pelayanan yang di dapatkan dan pasien BPJS selama menjalani perawatan di . ,8%) RSUD Mohamad sudah mendapatatkan pelayanan dengan cepat kesimpulan bahwa semakin baik kualitas namun sikap pelayanan petugas kesehatan yang pelayanan kesehatan yang diberikan maka akan semakin tinggi pula tingkat kepuasan yang dirasakan oleh pasien. Rumah sakit sebagai penyedia layanan kesehatan yang kompleks . ,1%) tentunya menjadi harapan besar untuk dapat Sedangkan responden, yang puas 14 . ,1%) hal ini Jika pelayanan yang diberikan mendapatkan pelayanan dengan cepat namun rumah sakit dirasakan baik oleh pasien maka sikap petugas dalam memberikan pelayanan akan memicu pasien kembali menggunakan jasa puas, dan Syarif dikarenakan responden mengatakan walaupun Alkadrie Sultan tidak puas Banyaknya jumlah pasien sebanyak 23 . %) responden, dan nilai yang berkunjung dan kembali memanfaatkan x hitung = 15,177. Nilai x hitung lebih besar jasa pelayanan kesehatan, maka dapat dikatakan dari nilai x2tabel = 3,841 . 2hit > x2tab ), maka pasien merasa puas dan memiliki kepercayaan hipotesis yang berarti bahwa H0 ditolak atau H1 terhadap penyedia layanan yang diberikan. di terima yang berarti ada hubungan antara kepuasan pasien BPJS dengan Dalam menghadapi persaingan antar rumah sakit yang semakin ketat, maka rumah pelayanan pasien di Puskesmas Kemaraya Kota sakit bersaing untuk memikat agar para Kendari tahun 2018. pasiennya tetap loyal dalam menggunakan jasa Hasil penelitian ini sejalan dengan rumah sakit dalam pelayanan kesehatannya, penelitian yang dilakukan oleh Rahman. Hasil salah satunya sikap pelayanan terhadap pasien, penelitian menunjukkan sebanyak 44 responden dimana semakin baik sikap petugas terhadap . ,8%) mengatakan mutu pelayanan kesehatan pasien semakin membuat pasien betah dan MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 1 Juni 2019 nyaman untuk selalu menggunakan jasa dari rumah sakit terserbut. e- ISSN: 2622-7762 menyatakan cukup baik sebanyak 41 responden . ,1%), dan 19 responden . ,7%) yang Hasil penelitian menggunakan uji Chi- Square menunjukkan bahwa dari 82 responden . %), pasien yang mendapat sikap pelayanan baik sebanyak 55 . ,1%) responden, yang Kemampuan memberikan pelayanan puas sebanyak 43 . ,4%) responden hal ini yang sesuai secara akurat dan terpercaya, sikap simpatik dan dengan akurasi yang tinggi kepada pelayanan yang baik dari pelayan kesehatan dan para pasien. Dimensi Reliability diukur dengan tidak puas sebanyak 12 . ,6%) hal ini tindakan pelayanan yang akurat oleh tenaga disebabkan walaupun responden mendapatkan medis di Rumah sakit, profesionalisme dalam sikap pelayanan dengan baik namun waktu menangani keluhan pasien oleh para tenaga tunggu dan tidak aktifnya peran pelayan medis di Rumah Sakit, melayani dengan baik kesehatan dalam menangani kebutuhan obat dan ramah saat melakukan pengobatan dan responden saat obat yang ingin dikonsumsi perawatan, memberikan pelayanan dengan tepat responden saat kosong sedangkan responden dan benar sesuai dengan prosedur yang ingin di beri masukan atau saran saat obat yang ditetapkan dalam memberikan pelayanan selalu di cari responden kosong. Sedangkan responden sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. yang kecepatan pelayanan kurang sebanyak 27 Sikap baik petugas medis dan non medis akan . ,9%) responden, yang puas 8 . ,8%) hal ini kelihatan pada saat melakukan pelayanan disebabkan karena responden mendapatkan pelayanan yang cepat dan adanya interaksi tang Obat merupakan sedian atau paduan baik dari pelayan kesehatan yang membuat bahan-bahan responden puas dan tidak puas sebanyak 19 mempengaruhi atau menyelidiki sistim fisiologi . ,2%) responden, dan nilai x2hitung = 17,935. atau keadaan patologi dalam rangka penetapan Nilai x hitung lebih besar dari nilai x tabel = 3,841 . hit > x tab ), maka hipotesis yang berarti bahwa H0 ditolak atau H1 di terima yang Ketersediaan berarti ada hubungan antara kepuasan pasien BPJS Puskesmas Kemaraya Kota Kendari tahun penyelenggara kesehatan. Hasil penelitian menggunakan uji ChiSquare menunjukkan bahwa dari 82 responden Penelitian ini sejalan penelitian Anwar. %), pasien yang mendapat ketersediaan Dimana hasil penelitian menunjukkan bahwa obat baik sebanyak 49 . ,8%) responden, yang responden yang berdasarkan dimensi reliability puas sebanyak 36 . ,9%) responden hal ini yang menyatakan mutu pelayanan kesehatan itu baik sebanyak 4 responden . ,2%), yang obat yang dibutuhkan responden tersedia dengan baik dan tidak puas MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 1 Juni 2019 e- ISSN: 2622-7762 sebanyak 13 . ,9%) hal ini disebabkan misalnya, mengidentifikasi bahwa kecepatan pelayanan, sikap petugas, pemberian informasi kurangnya interaksi antara responden dengan obat (PIO), dan lokasi adalah faktorfaktor petugas, dimana responden ingin mendapatkan pelayanan farmasi yang berpengaruh secara informasi mengenai obat yang fungsinya sama Sedangkan Hasil penelitian Risqi, data tingkat ketersediaan obat indikator yang minimal sama ketersediaan obat kurang sebanyak 33 . ,2%) dengan safety stock sebanyak 56 item obat dan responden, yang puas 15 . ,3%) hal ini yang kurang dari safety stock sebanyak 8 item disebabkan karena responden mendapatkan obat dari keseluruhan item obat indikator yang pelayanan yang baik serta adanya interaksi yang tersedia yaitu 125 item obat. Hasil persentase baik antara petugas dan responden sehingga responden tidak canggung untuk menanyakan ketersediaan obat indikator yaitu sebesar 87,9% sesuatu kepada petugas dan tidak puas sebanyak untuk obat yang memiliki kecukupan minimal 18 . %) responden, dan nilai x2hitung = 6,502. Nilai x2hitung lebih besar dari nilai x2tabel = diantisipasi saat obat yang dibutuhkan lagi 3,841 . hit > x tab ), maka hipotesis yang akutabilitas kinerja dari Direktorat Bina Obat berarti bahwa H0 ditolak atau H1 di terima yang Publik berarti ada hubungan antara kepuasan pasien ketersediaan obat dan vaksin di puskesmas D. BPJS dengan ketersediaan obat di Puskesmas Yogyakarta sebesar 92,73% didapatkan nilai Kemaraya Kota Kendari tahun 2018. tertinggi jika dibandingkan dengan puskesmas Hasil penelitian ini sejalan dengan Eva Perbkkes lain di Indonesia. KESIMPULAN DAN SARAN pelayanan farmasi berpengaruh positif dan Berdasarkan hasil dan pembahasan maka signifikan terhadap kepuasan pasien dengan dapat ditarik kesimpulan Ada hubungan cukup nilai koefisien sebesar 0,881. Hal ini berarti semakin baik pelayanan farmasi yang diterima kepuasan pelayanan pasien BPJS di wilayah kerja Puskesmas Kemaraya Kota Kendari, ada Demikian pula sebaliknya, semakin hubungan cukup kuat antara sikap pelayanan dengan kepuasan pelayanan pasien BPJS di menurunkan kepuasan pasien. Hasil wilayah kerja Puskesmas Kemaraya Kota Kendari, sebelumnya oleh huda , yang menyatakan ketersedian obat dengan kepuasan pelayanan bahwa pelayanan farmasi berpengaruh positif pasien BPJS di wilayah kerja Puskesmas dan signifikan terhadap kepuasan pasien. Kemaraya Kota Kendari MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 1 Juni 2019 Berdasarkan penelitian yang dilakukan, ada beberapa saran dalam penelitian ini yakni. Memperhatikan memberikan pelayanan sesuai dengan standar e- ISSN: 2622-7762 Province. http://w. Bpjs-kesehatan. Diakses tanggal 10 juni 2018. Pohan. Imbalo S. Dasar-Dasar Jaminan Mutu Pelayanan Kesehatan. Jakarta: Kesaint Blanc. Puskesmas Kemaraya. Profil yang berlaku kepada pasien. Selalu memberikan Puskesmas Kemaraya Kota Kendari 2016. Kendari: Puskesmas Kemaraya. melaksanakan kinerja perawat sesuai standar Menciptakan kondisi kerja yang nyaman agar perawat bisa menjalin hubungan yang baik dengan pasien. Wijono. Djoko. Puskesmas-Kebijakan Manajemen Strategi. Surabaya: CV. Duta Prima Airlangga. Wahab. Pengaruh Kepuasan Kerja dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Bank Mandiri (Perser. TBK Makassar [Skrips. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis menyampaikan dengan penuh rasa Rahman. Arip. Analisis Kepuasan hormat, mengucapkan terima kasih yang tidak Pasien Rawat Inap di RS Islam Tasikmalaya Ucapan terima kasih yang sebesar- [Tesi. FKM Universitas Indonesia Jakarta. besarnya penulis sampaikan pula pada pihak Yayasan Mandala Waluya Retnowati. Noor Hubungan Antara Anggraini. Tingkat Pendidikan memberikan kesempatan kepada kami dalam Formal Dengan Kesediaan Melakukan Tes HIV (Human Immunodeficiency Viru. di khususnya dibidang pendidikan. Pihak yang Surakarta [Skrips. Fakultas Kedokteran terkait hal ini masyarakat peserta BPJS yang Universitas Sebelas Maret Surakarta. berada di Wilayah Kerja Puskesmas Kemaraya Rosyidi. Kholid. Kota Kendari terima kasih atas ketersediaan Kepemimpinan waktu dan lokasi selama penelitian, dan seluruh Jakarta: Trans Info Media. pihak atas motivasi dan dukungannya. Dalam Manajmen Keperawatan. Karinawati. Tina, dkk. Hubungan Inerja Perawat dengan Kepuasan Pasien DAFTAR PUSTAKA