MEWUJUDKAN TOLERANSI ANTAR UMAT DI RT 002 RW 001 DUSUN PEKAU DESA JERORA SATU KECAMATAN SINTANG KABUPATEN SINTANG Paulus Higang Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak Paulushigang1986@gmail. Abstrak Sikap toleransi diperlukan dalam kehidupan masyarakat yang beragama. Masyarakat RT 002 RW 001 dusun Pekau desa Jerora Satu kecamatan Sintang kabupaten Sintang sendiri memiliki Namun keberagaman tersebut tidak serta merta menumbuhkan sikap intoleransi. Penelitian ini menggunakan metode library Research atau pendekatan penelitian perpustakaan pendekatan observasi dan pendekatan wawancara. Dengan adanya penelitian, diharapkan sikap toleransi di Masyarakat RT 002 RW 001 dusun Pekau desa Jerora Satu kecamatan Sintang kabupaten Sintang terus terjaga dan bisa mempengaruhi masyarakat di tempat lain. Kata kunci: Agama. Masyarakat. Toleransi. Abstract An attitude of tolerance is needed in the life of a religious society. The community of RT 002 RW 001 Pekau hamlet. Jerora village. Sintang sub-district. Sintang district itself has diversity. However, this diversity does not necessarily foster an attitude of intolerance. This research uses the library research method or library research approach, observation approach and interview approach. With this research, it is hoped that the attitude of tolerance in the community of RT 002 RW 001 Pekau hamlet. Jerora Satu village. Sintang sub-district. Sintang district will continue to be maintained and can influence communities in other places. Key words: Religion. Society. Tolerance. PENDAHULUAN Indonesia merupakan negara yang mempunyai keanekaragam yang luar biasa. Keanekaragaman ini tampak dalam suku, budaya, bahasa, agama, dll. Keanekaragaman ini bisa menjadi kekayaan bagi suatu masyarakat yang multietnis, multiagama. Dalam kehidupan sehari-hari, dengan perbedaan-perbedaan yang ada bisa saja muncul sikap intoleransi baik itu secara etnis atau agama. Karenanya perlu pemahaman mengenai toleransi dan bagaimana penerapannya di tengah masyarakat multikultur. Dalam tulisannya. Cristianto menulis pendapat Lesslie Newbigin. Lesslie mengungkapkan AuKita sudah terbiasa mengatakan bahwa kita hidup di dalam masyarakat yang majemuk, bukan hanya masyarakat yang pada kenyataannya majemuk dalam bermacam-macam kebudayaan, agama, dan gaya hidup, tetapi juga majemuk dalam arti bahwa kemajemukan ini dirayakan sebagai perkara yang disepakati dan dihargaiAy (Sulistio, 2. Secara khusus penelitian yang dilakukan ini mau menyoroti keanekaragaman agama pada masyarakat di RT 002 RW 001 dusun Pekau desa Jerora Satu kecamatan Sintang kabupaten Sintang. Meskipun di tempat tersebut juga memiliki keanekaragaman berupa suku dan bahasa, namun keanekaragama berupa agama menjadi suatu yang menarik karena dilakukan sejak lama. Dalam beberapa penelitian yang dilakukan sebelumnya, seperti Rani Novalia dengan judul AuPenanaman nilai toleransi antar umat beragama di kalangan siswa SMP di YogyakartaAy (Rani Novalia, 2. Wulan Puspita Wati dengan judul AuPeran Guru PAI dalam Penanaman Nilai-nilai Toleransi Antar Ummat Beragama Siswa untuk Mewujudkan Kerukunan di SMP Negeri 4 YogyakartaAy (Wulan Puspita Wati, 2. , penulis melihat bahwa kedua penelitian tersebut masih dilakukan di sekolah. Tentu saja, penelitian yang dilakukan masyarakat langsung menjadi sesuatu yang menarik meskipun hanya skala wilayah RT. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perwujudan sikap toleransi di RT 002 RW 001 dusun Pekau desa Jerora Satu kecamatan Sintang kabupaten Sintang. Dengan melihat sikap toleransi di tengah masyarakat tersebut, sikap toleransi bisa diwujudkan di dalam lingkungan masyarakat mana pun, seperti sekolah, kantor, dsb. METODE Pada tulisan ini, pendekatan penelitian yang digunakan ialah pendekatan penelitian library Research atau pendekatan penelitian perpustakaan pendekatan observasi dan pendekatan wawancara. Pendekatan penelitian perpustakaan ini dilakukan dengan membaca buku-buku dan jurnal. Pendekatan observasi dilakukan dengan melihat secara langsung situasi masyarakat di di RT 002 RW 001 dusun Pekau desa Jerora Satu kecamatan Sintang kabupaten Sintang. Sementara itu, pendekatan wawancara dilakukan mewawancarai tokoh masyarakat di sana. Penelitian ini akan membahas lebih dulu mengenai arti toleransi dan prinsip-prinsipnya. Selanjutnya akan dijabarkan mengenai masyarakat di RT 002 RW 001 dusun Pekau desa Jerora Satu kecamatan Sintang kabupaten Sintang. HASIL DAN PEMBAHASAN PENGERTIAN TOLERANSI Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, toleransi atau toleran berarti bersikap atau bersifat menenggang . enghargai, membiarkan, membolehka. endapat, pandangan kepercayaan, kebiasaan, kelakua. yang berbeda atau bertentangan dengan pendirian sendiri (Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, 2. Soerjono Sukanto sendiri mendefinisikan toleransi sebagai suatu sikap yang merupakan perwujudan pemahaman diri terhadap sikap pihak lain yang tidak disetujui (Sukanto. Menurut Purwadarminta yang ditulis oleh Lubis menyatakan tentang pengertian toleransi. Menurutnya, toleransi adalah sikap atau sifat menenggang berupa menghargai serta membolehkan suatu pendirian, pendapat, pandangan, kepercayaan maupun yang lainnya yang berbeda dengan pendirian sendiri (Lubis, 2. Dengan kata lain, toleransi berarti suatu sikap untuk memahami diri dan orang lain dan menghargai perbedaan diri dengan orang lain. PRINSIP-PRINSIP TOLERANSI BERAGAMA Dalam menjalankan sikap toleransi beragama, sebelumnya perlu diketahui dan dipahami tentang dasardasar dan prinsip-prinsip toleransi. Menurut Abdul Mukti Ali yang tulis oleh M. Abizar menyebutkan bahwa ada dua dasar dalam membina kerukunan hidup umat beragama di Indonesia. Dasar-dasar tersebut ialah . bersifat filosofis, yakni dasar berupa falsasah negara Pancasila yang mengandung nilainilai dan prinsip-prinsip yang dapat diterima oleh semua pihak dan golongan. bersifat pragmatis, yakni tugas nasional dalam rangka pembangunan bangsa di mana semua pihak berkewajiban melaksanakan dan menyukseskan (M. Abizar, 2. Sementara itu, dalam tulisan jurnalnya. Rhifky Arfiansyah mendeskripsikan prinsip-prinsip toleransi beragama (Rhifky Arfiansyah dkk, 2. Prinsip- prinsip ini memampukan manusia untuk mencapai kebahagiaan dan ketentraman. Prinsip-prinsip tersebut ialah: Kebebasan Beragama Salah satu hak yang fundamental bagi manusia adalah hak kebebasan. Hal ini membedakan manusia dengan lainnya. Menurut Boisard Marcel A, kebebasan beragama merupakan salah satu hak asasi manusia, yaitu manusia bebas memilih suatu agama yang menurut mereka paling benar dan membawa keselamatan tanpa adanya yang memaksa kemerdekaan yang telah menjadi salah satu pilar demokrasi dari tiga pilar revolusi di dunia. Kebebasan atau kemerdekaan merupakan satu dari tiga pilar yakni persamaan, persaudaraan, kebebasan (Boisard, 1. Penghormatan dan Eksistensi Agam lain Menghormati dan memberikan kebebasan dalam beragama merupakan sikap menghormati eksistensi agama lain. Hal ini memberikan sebuah pengertian untuk menghormati keberagaman dan perbedaan ajaran-ajaran pada setiap agama. Dengan demikian, ada etika yang harus dilaksanakan dari sebuah sikap tolerasi. Dengan semangat menghargai eksistensi dan saling menghormati agama lain yaitu dengan tidak bertindak sewenang-wenang dan tidak mencela pemeluk agama lain. Agree in Disagreement (Setuju di dalam Perbedaa. Menurut Mukti Ali prinsip tentang perbedaan yaitu perdamaian dan tidak ada permusuhan antar pemeluk agama lain, karena sebuah perbedaan pasti ada pada dunia ini dan sebuah perbedaan tidak harus menimbulkan pertentangan (Abdul Mukti Ali, 1. Said Al Munawar juga mengemukakan pendapatnya seperti yang dikutip oleh Rhifky bahwa beberapa pedoman atau prinsip, yang perlu diperhatikan secara khusus dan perlu disebarluaskan seperti kesaksian yang jujur dan saling menghormati, prinsip kebebasan beragama, berpikir positif dan percaya dan prinsip penerimaan (Rhifky Arfiansyah dkk, 2. Berdasarkan prinsip-prinsip toleransi beragama di atas, masyarakat pun dituntun untuk memiliki sikap dan tindakan yang bisa memelihara hubungan yang harmonis antar umat beragama (Rhifky Arfiansyah dkk, 2. Sikap dan tidakan yang bisa memelihara hubungan yang harmonis bisa dibagi berdasarkan arahnya yakni toleransi eksternal dan toleransi internal. Sikap toleransi internal berarti sikap yang berlaku bagi seorang pribadi kepada pribadi itu sendiri. Sikap toleransi internal tersebut yaitu sikap empati, koreksi diri dan sikap terbuka. Sementara itu sikap toleransi eksternal berarti sikap yang berlaku dari seorang pribadi kepada pribadi yang lain. Sikap toleransi eksternal yaitu meningkatkan pemahaman, penghayatan, implementasi akan wawasan kebangsaan yang berkaitan dengan toleransi, meningkatkan dialog timbal balik antar umat beragama. Menurut Walzer yang ditulis oleh Misrawi menyatakan bahwa toleransi harus mampu membentuk kemungkinan-kemungkinan sikap yakni . sikap untuk menerima perbedaan, . mengubah penyeragaman menjadi keragaman, . mengakui hak orang lain, . menghargai eksistensi orang lain dan . mendukung secara antusia terhadap perbedaan budaya dan keragaman ciptaan Tuhan YME (Misrawim Zuhairi, 2. GAMBARAN MASYARAKAT RT 002 RW 001 DUSUN PEKAU DESA JERORA SATU KECAMATAN SINTANG KABUPATEN SINTANG Desa Jerora Satu merupakan salah satu desa yang tidak jauh dari pusat kota Kabupaten Sintang. Secara administratif. Desa Jerora Satu masuk ke dalam wilayah kecamatan Sintang. Kabupaten Sintang. Sebelumnya, desa Jerora Satu merupakan salah satu anak Kelurahan Tanjung Puri sampai pada tahun Di desa Jerora Satu sendiri terdapat masyarakat yang memiliki suku dan agama yang beragam. Di RT 002 RW 001 sendiri, terdapat 102 Kepala Keluarga1. Dengan adanya keberagaman suku dan agama, maka tidak jarang terjadi interaksi sosial di dalam masyarakat, khususnya di RT 002 RW 001 seperti kegiatan pemerintahan desa, rapat RT, kerja bakti, kunjungan silahturahmi antarumat khususnya dalam perayaan besar keagamaan seperti Idul Fitri dan Natal. Sebagian besar dari masyarakat RT 002 RW 001 merupakan petani. Ada juga yang merupakan karyawan swasta baik di sekolah maupun di sebuah Perusahaan Kelapa Sawit. INTERAKSI SOSIAL PADA MASYARAKAT DI RT 002 RW 001 DUSUN PEKAU DESA JERORA SATU KECAMATAN SINTANG KABUPATEN SINTANG Menurut Soekanto, seperti yang dikutip oleh Eri Purwanti dalam tulisannya yang berjudul AuPendidikan Toleransi Dalam Masyarakat MultikulturalismeAy. Interaksi sosial masyarakat indonesia memiliki ciri yakni eratnya kedekatan sosial dan emosional antarwarga masyarakat (Purwanti and Idris. Sementara itu, menurut Soerjono bentuk-bentuk interaksi sosial yakni berupa kerjasama . , persaingan . , bahkan berbentuk pertentangan atau pertikaian . Salah satu ciri khas interaksi sosial di Indonesia menurutnya adalah eratnya kedekatan sosial dan emosional antar warga masyarakat. Hal ini tercermin dalam adanya solidaritas sosial yang tinggi dan nilai-nilai gotong royong dalam masyarakat (Soerjono Soekanto, 1. Dalam konteks masyarakat multikultural, masyarakat Indonesia dikenal memiliki sistem nilai dengan kekhasannya yang telah membentuk karakter masyarakat Indonesia yang toleran dan memiliki semangat kebersamaan yang tinggi. Masyarakat Indonesia telah terbiasa hidup berdampingan dengan berbagai macam kebhinekaan yang ada, seperti perbedaan suku, agama, budaya, dan bahasa. Kehidupan multikultural ini telah memupuk sikap toleransi dan saling menghargai antar kelompok, yang tercermin dalam adanya kebiasaan untuk saling membantu, menghormati, dan merayakan perbedaan tersebut. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang lebih besar dari semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, untuk terus memperkuat semangat toleransi dan mengatasi setiap bentuk diskriminasi atau kekerasan yang mungkin terjadi. Menurut Nadia Juli Indrani, sebuah bentuk eksistensi sangat perlu untuk diberikan kepada orang lain kepada kita, karena dengan adanya sebuah respon dari orang sekitar, kita dapat membuktikan bahwa keberadaan kita diakui (Nadia dan Indrani, 2. Menurut Surbakti, yang ditulis oleh Rhifky, jika seseorang tidak mampu menghargai keberdaan orang lain, maka dipastikan bahwa kerja sama tidak akan terwujud (Rhifky Arfiansyah dkk, 2. Hal serupa juga dikemukan oleh Ilmy bahwa jika individu atau sebuah kelompok tidak menerima umat lain maka akan tercipta suatu konflik di daerah tersebut (Ilmy dan Bachrul, 2. Dalam masyarakat RT 002 RW 001 dusun Pekau desa Jerora Satu kecamatan Sintang kabupaten Sintang, kehidupan kebersamaan dengan keberagaman yang ada tidak menjadikan masyarakat setempat jauh dari kata intoleransi atau tidak menghargai perbedaan yang ada. Peristiwa nyata yang terjadi tampak ketika adanya perayaan keagamaan, baik Idul Fitri atau pun Natal. Kedua belah pihak saling mengunjungi, mengucapkan selamat bahkan saling memberikan parcel sebagai bentuk penghormatan kepada anggota masyarakat yang merayakan. Kebiasaan ini telah berlangsung sejak lama yang masih dipertahankan sampai sekarang. Tindakan dari masyarakat RT 002 RW 001 dusun Pekau desa Jerora Satu sesuai dengan pendapat Ilmy yang menyatakan bahwa sebuah toleransi dibutuhkan oleh masyarakat Hasil wawancara dengan Ketua RT, bapak Paulus untuk menjaga hubungan baik antara sesama manusia untuk mewujudkan persaudaraan, persahabatan dan persatuan pada suatu masyarakat (Ilmy dan Bachrul, 2. KESIMPULAN Dari hasil pembahasan di atas maka bisa disimpulkan bahwa . Keberagaman masyarakat di RT 002 RW 001 dusun Pekau desa Jerora Satu kecamatan Sintang kabupaten Sintang telah menjadi suatu kekayaan yang patut dibanggakan. Tradisi pemberian parsel kepada anggota masyarakat yang merayakan keagamaan menjadi suatu kebanggaan tersendiri di tengah maraknya sikap intoleransi umat beragama. Masyarakat RT 002 RW 001 dusun Pekau desa Jerora Satu kecamatan Sintang kabupaten Sintang terus menjaga kebiasaan yang baik ini. Kebiasaan yang baik ini yakni sikap toleransi di masyarakat tentu saja akan mempengaruhi kehidupan masyarakat di tempat yang lain. Masyarakat RT 002 RW 001 dusun Pekau desa Jerora Satu kecamatan Sintang kabupaten Sintang memiliki dan mengembangkan sikap toleransi baik secara internal maupun eksternal. Hal ini terbukti dengan hubungan yang terjalin di antara umat beragama. Masyarakat RT 002 RW 001 dusun Pekau desa Jerora Satu kecamatan Sintang kabupaten Sintang mengakui suatu kelompok yang berbeda. Pemberian parsel kepada umat beragama lain merupakan bentuk pengakuan akan kehadiran mereka di suatu wilayah. Dari fenomena yang terjadi, penulis ingin memberikan saran agar masyarakat Indonesia melakukan hal yang serupa mengingat bahwa negara Indonesia merupakan negara yangg majemuk dari sisi budaya dan Tujuannya tentu saja untuk mencegah konflik yang terjadi sehingga negara Indonesia menjadi suatu negara yang menjadi simbol toleransi beragama dan berbudaya. DAFTAR PUSTAKA