Yayan Mulyana. Yulianto JOURNAL OF TOURISM AND ECONOMIC Journal of Tourism and Economic Vol. No. 1, 2019. Page 39-47 ISSN: 2622-4631 . ISSN: 2622-495X . Email: jurnalapi@gmail. Website: https://jurnal. id/index. php/jtec/article/view/85 DOI: https://doi. org/10. 36594/jtec/jscgdt75 Strategi Pengembangan Pesisir Pantai Selatan Sebagai Objek Pariwisata Kabupaten Kulon Progo Yayan Mulyana Universitas Bina Sarana Informatika yml@bsi. Yulianto Universitas Bina Sarana Informatika Yulianto. ylt@bsi. ABSTRACT The coastal area of Kulon Progo Regency has a batik industry center that makes this batik unique enough that the Lendah sub-district. Bugel Beach Tourism in Galur Subdistrict is also a good tourist area to be enjoyed by tourists, there is a center of dragon fruit gardens in the bugel beach area to beautify the panoramas in Galur sub-district. Tourism development studies in these two sub-districts need to be carried out so that the development of the coastal tourism area in Kulon Progo area becomes more crowded and popular, so this research has the theme of the Strategy of South Coast Coastal Development as a Tourism Object of Kulonprogo Regency. Data processing technique using the SWOT analysis conducted to identify strengths, weaknesses, opportunities, and threats faced in the development of tourism in the coastal area of Sub Sub Lendah and Galur. A descriptive analysis was used to derive trends, developments, a comparison, in the management of the area The position of the southern coast . ub Galur and Lenda. as a region which will declare the tourist development program exists at the position among the high market growth due to tourism being one of the more improved and also more sights and position a strong competitive because there has been an object of interest in the vicinity which already stands. Thus the position of the South coast there are in quadrant I have match the tendency to carry out the following strategies managerial training effort for Key word: the coast, swot analysis, object tourism Journal of Tourism and Economic Vol. No. 1, 2019 Yayan Mulyana. Yulianto ABSTRAK Kawasan pesisir Kabupaten Kulon Progo mempunyai sentra industri batik yang menjadikan batik tulis ini cukup unik adalah daerah kecamatan Lendah. Wisata Pantai Bugel di Kecamatan Galur juga merupakan kawasan wisata yang bagus untuk dinikmati oleh wisatawan, adanya sentra kebun buah naga di area pantai bugel memperindah panorama yang ada di kecamatan Galur. Kajian pengembangan wisata di dua kecamatan ini perlu dilaksanakan agar pengembangan kawasan wisata pantai di daerah Kulon Progo semakin ramai dan populer, sehingga penelitian ini dengan tema Strategi Pengembangan Pesisir Pantai Selatan sebagai Obyek Pariwisata Kabupaten Kulonprogo. Teknik pengolahan data menggunakan analisis SWOT dilakukan untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, kesempatan, dan ancaman yang dihadapi dalam pengembangan pariwisata di kawasan pesisir Kecamatan Galur dan kecamatan Lendah. Analisis deskriptif digunakan untuk memperoleh kecenderungan, perkembangan, perbandingan, dalam pengelolaan kawasan tersebut. Posisi pesisir selatan . ecamatan Galur dan Lenda. sebagai wilayah yang akan mencanangkan program pengembangan wisata ada pada posisi diantara pertumbuhan pasar yang tinggi karena peminat wisata makin meningkat dan objek wisata juga makin banyak dan posisi kompetitif yang kuat karena telah ada obyek-objek wisata di sekitarnya yang sudah berdiri. Dengan demikian posisi pesisir selatan ada pada kuadran I yang mempunyai kecocokan kecenderungan untuk melaksanakan strategi-strategi berikut ini pelatihan manajerial usaha bagi pengusaha. Kata kunci: Pesisir pantai selatan, analisis SWOT. Obyek wisata Journal of Tourism and Economic Vol. No. 1, 2019 Yayan Mulyana. Yulianto PENDAHULUAN Perkembangan Indonesia selama beberapa tahun terakhir cukup menggembirakan. Hal ini ditandai dengan masuknya sektor pariwisata sebagai salah satu dari 5 . sektor prioritas pembangunan nasional, sebagaimana yang tercantum dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2017. Lima sektor tersebut adalah sektor pangan,energi, maritim, pariwisata, kawasan industri, dan kawasan ekonomi khusus (KEK). Dalam KEK sendiri juga terdapat KEK Pariwisata, yang menunjukkan adanya upaya sungguh-sungguh untuk mengembangkan pariwisata nasional. (BPS DIY, 2. Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta merasa perlu untuk malakukan kajian-kajian yang terkait dengan potensi wisata dan analisis strategi pemasaran untuk mendapatkan gambaran yang komprehensif dari satu destinasi dan menjadi kawasan yang Keanekaragaman destinasi di D. Yogyakarta merupakan modal yang menjanjikan sebagai destinasi yang selalu menarik untuk dikunjungi dan dikunjungi lagi, tetapi terbatasnya wilayah geografis yogyakarta 80 km2 membuat ketertarikan wisatawan tidak Peningkatan wisatawan baik wisatawan nusantara maupun wisatawan asing, memerlukan peningkatan fasilitas yang Antisipasi untuk situasi tersebut selaras dengan rencana pembangunan bandara baru di wilayah Kulon Progo yang ditargetkan beroperasi tahun 2019/2020, diikuti percepatan pembangunan jalur jalan lintas selatan (JJLS) untuk mendukung pembangunan bandara, jalan lintas selatan akan menghubungkan wilayah Kabupaten Kulon Progo dengan Kabupaten yang lain. Penataan wilayah jalur tersebut dengan fasilitas publik maupun prasarana/sarana pariwisata akan memberikan manfaat besar bagi pengguna jalur, wisatawan diantaranya dan manfaat ekonomi yang tinggi bagi masyarakat setempat. Kabupaten Kulon Progo mempunyai sentra industri batik diantaranya adalah Kecamatan Galur, dan Kecamatan Lendah. Salah satu daerah yang menjadikan batik tulis ini cukup unik adalah daerah Lendah. Berdasarkan sejarahnya para pemilik industri batik tulis tersebut sebelumnya adalah para Wisata Pantai Bugel di Kecamatan Galur Juga merupakan kawasan wisata yang bagus untuk dinkmati oleh wisatawan, adanya sentra kebun buah naga di area pantai bugel memperindah panorama yang ada di kecamatan galur. Oleh karena itu kajian pengembangan wisata di dua kecamatan ini perlu dilaksanakan. Keacamatan Panjatan sebagai wahana wisata yang perlu dikembangkan lebih lanjut. Agar pengembangan kawasan wisata pantai di daerah Kulon Progo semakin ramai dan populer di wilayah Kecamatan Galur. Kulon Progo-Kecamatan Lendah. Kulon Progo dan Kecamatan Panjatan Kulon Progo maka penataan wilayah jalur tersebut dengan fasilitas publik maupun prasarana/sarana pariwisata akan memberikan manfaat besar bagi pengguna jalur, wisatawan diantaranya dan manfaat ekonomi yang tinggi bagi masyarakat setempat. Kecamatan Lendah. Kecamatan Galur dan Kecamatan Panjatan, merupakan kawasan yang akan menjadi pintu masuk/keluar ke Kulon Progo dari sisi barat dan menjadi akses pilihan menuju Kota Yogyakarta. TINJAUAN LITERATUR Konsep Daerah Pesisir Menurut Masyhudzulhak Proceeding Book Simposium Nasional Ilmu Administrasi Negara . , daerah pesisir adalah pertemuan antara pengaruh daratan dan lautan, ke arah darat sampai pada daerah masih adanya pengaruh perembesan air laut dan angin laut, dan ke arah laut sampai pada daerah masih ada pengaruh air tawar dan memiliki beragam sumberdaya yang pulih maupun tidak pulih. Secara sosial ekonomi wilayah pesisir tempat aktivitas manusia Journal of Tourism and Economic Vol. No. 1, 2019 Yayan Mulyana. Yulianto bersosialisasi, yaitu kepemerintahan, sosialekonomi-budaya-pertahanan keamanan. Konsep Pengembangan Daerah Pesisir Menurut Masyhudzulhak dalam Proceeding Book Simposium Nasional Ilmu Administrasi Negara untuk Indonesia . perspektif pengelolaan wilayah pesisir dapat didasarkan kepada otonomi daerah bagi kabupaten/kota karena dapat menumbuh kembangkan pembangunan di berbagai bidang, termasuk pengelolaan sumberdaya wilayah pesisir. Menurut UU No. 32 tentang Pemerintahan Daerah Pasal 18 ayat 4 pemerintahan provinsi, kota dan kabupaten. Provinsi diberi wewenang mengelola sejauh 12 mil mil laut, sementara kota serta kabupaten diberi wewenang 1/3 dari wilayah Konsep Pariwisata Istilah pariwisata berhubungan erat dengan perjalanan wisata, yaitu sebagai suatu perubahan tempat tinggal seseorang di luar tempat tinggalnya karena suatu alasan dan bukan untuk melakukan kegiatan yang menghasilkan upah. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa perjalanan wisata merupakan suatu perjalanan yang dilakukan oleh seseorang atau lebih dengan tujuan antara lain untuk mendapat kenikmatan dan memenuhi hasrat ingin mengetahui sesuatu. Dapat juga karena kepentingan yang berhubungan dengan kegiatan olah raga untuk kesehatan, konvensi, keagamaan dan keperluan usaha yang lainnya (Gamal Suwantoro, 2004: 3-. Pengertian Kepariwisataan Sesuai Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan, beberapa istilah kepariwisataan antara lain sebagai berikut ini: Pariwisata adalah berbagai macam kegiatan wisata yang didukung oleh disediakan oleh masyarakat, pengusaha, pemerintah, dan pemerintah daerah. Wisata adalah suatu kegiatan perjalanan yang dilakukan oleh individu atau kelompok mengunjungi suatu tempat dan bertujuan untuk rekreasi, pengembangan pribadi, atau untuk mempelajari keunikan daya tarik suatu tempat wisata yang dikunjungi dalam waktu sementara. Daya Tarik Wisata Berdasarkan Potensi Daerah Produk wisata merupakan suatu rangkaian jasa yang tidak hanya mempunyai segi-segi yang bersifat ekonomis, tetapi juga bersifat sosial, psikologis dan alam. Dengan demikian, produk wisata merupakan rangkaian dari berbagai jasa yang saling terkait, yaitu jasa yang dihasilkan berbagai perusahaan . egi ekonomi. , jasa masyarakat . egi sosia. dan jasa alam. Ada 4 komponen produk pariwisata menurut Cooper, 2015 Attraction atau Daya Tarik Wisata Atraksi disebut juga obyek dan daya tarik wisata merupakan komponen yang signifikan dalam menarik wisatawan. Untuk menemukan potensi kepariwisataan di suatu daerah orang harus berpedoman kepada apa yang dicari oleh wisatawan. Modal atraksi yang menarik kedatangan wisatawan ada tiga yaitu atraksi wisata alam, atraksi wisata budaya, atraksi Amenities atau Fasilitas Secara umum pengertian fasilitas adalah segala macam prasarana dan sarana yang diperlukan wisatawan selama berada di daerah tujuan wisata. Sarana dan prasarana yang dimaksud seperti : usaha penginapan (Hotel. Guest house. Homestay. Losmen. Perkemahan. Vill. , usaha makanan dan minuman . estoran, warung atau toko oleh-ole. dan infrastruktur . ir, jalan, listrik, pelabuhan, bandara, pengolahan limbah dan sampa. Access atau Aksesibilitas Jalan masuk atau pintu masuk utama ke daerah tujuan wisata merupakan akses Journal of Tourism and Economic Vol. No. 1, 2019 Yayan Mulyana. Yulianto penting dalam kegiatan pariwisata. Airport, pelabuhan, terminal, dan segala macam jasa transportasi lainnya menjadi Tersedianya alat transportasi adalah salah satu kunci sukses kelancaran aktivitas Ancillary Service atau Pelayanan Tambahan Pelayanan tambahan atau sering disebut juga pelengkap yang harus disediakan oleh pemerintah daerah dari suatu daerah tujuan wisata, baik untuk wisatawan maupun untuk pelaku pariwisata. Pelayanan yang pembangunan jalan raya, rel kereta, air minum, listrik, telepon, dan lain-lain. METODE. DATA. DAN ANALISIS Metodologi yang digunakan dalam penelitian yang bersifat deskriptif analitis, diperlukan data untuk diolah meliputi data Sekunder dan data Primer. Teknik Pengumpulan Data dilakukan dengan cara : Desk Study metode untuk mendapatkan kajian teori, konsep, dan peraturan yang terkait dengan Pengembangan dan Pengelolaan Pariwisata. Field Study metode untuk mendapatkan informasi dengan melakukan kunjungan langsung ke lapangan dan memperoleh data yang dibutuhkan. Dalam field study, tim pelaksana akan dengan kelompok sadar wisata/ pamong desa/ tokoh masyarakat dan pemuda yang . Wawancara merupakan pengajuan pertanyaan ke berbagai pihak pernyataan baik tertulis maupun lisan. Focus Group Discussion (FGD) Pihak lain yang dianggap ahli diundang untuk mendiskusikan topik. Teknik menggunakan analisis SWOT dilakukan untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, kesempatan, dan ancaman yang dihadapi dalam pengembangan pariwisata di kawasan pesisir Kecamatan Galur dan kecamatan Lendah. Dan analisis deskriptif dilakukan baik terhadap data kuantitatif maupun data Analisis deskriptif digunakan untuk memperoleh kecenderungan, perkembangan, perbandingan, dalam pengelolaan kawasan Analisis deskriptif lainnya adalah berupa uraian naratif. HASIL DAN PEMBAHASAAN Potensi Wisata Pesisir Selatan Kecamatan Galur dan Kecamatan Lendah dikembangkan pariwisatanya seperti industri batik, agrobahari, agrowisata, dan kesenian di kedua wilayah ini dapat menjadi daya tarik wisata, beberapa objek wisata di kawasan Galur dan Lendah: Pantai Trisik Pantai Trisik masuk dalam wilayah Kecamatan Galur, tepatnya di Banaran. Pantai ini termasuk objek wisata yang sudah lama dibuka dan dikenal luas di Yogyakarta. Jarak pantai dengan Ibukota Kabupaten sekitar 20 km. Wisatawan yang mengunjungi pantai ini dapat melihat pemandangan alam, deburan ombak, dan Desa Wisata Agrobahari Imorenggo Mayoritas pencaharian sebagai petani lahan pasir, karena memang pedukuhan ini berada di pinggir pantai. Jika berkunjung ke desa wisata ini akan didapati berbagai macam tanaman hortikultura, seperti semangka, melon, cabai, pepaya, dan buah naga. Komplek Pabrik Gula Sewoegaloer Pabrik gula didirikan dan dikelola oleh Belanda, pada awal abad 20 pabrik tersebut masih beroperasi, memiliki jaringan kereta api yang mengangkut tebu dan hasil produksi. Wisata bekas komplek pabrik gula merupakan wisata budaya yang menarik khususnya bagi pecinta sejarah dan arsitektur, wisatawan dapat Journal of Tourism and Economic Vol. No. 1, 2019 Yayan Mulyana. Yulianto mempelajari dan mengenali sejarah dan arsitektur asing di negeri kita. Kerajinan Batik Lendah Sentra kerajinan batik tepatnya di desa Gulurejo dan desa Ngentakrejo. Batik hasil produksi dipasarkan tidak saja di wilayah DIY, tetapi juga keluar daerah. Batik yang diproduksi pun beragam motifnya, mulai dari batik klasik hingga geblek renteng yang menjadi khas Lendah. Kerajinan batik ini telah menjadi menyerap tenaga kerja dari warga sekitar. Offroad Perbukitan Cubung Lendah Bukit yang digunakan untuk offroad tersebut dahulunya merupakan bekas tambang batu kapur, kondisi bukit yang merupakan suatu tantangan menarik bagi para offroader. Lokasi ini sudah sering digunakan oleh komunitas-komunitas offroad untuk menguji adrenalin dan keterampilan dalam berkendara di alam. Bendungan Sapon Bendungan Sapon terletak di desa Sidorejo. Tujuan utama dibangunnya bendungan Sapon adalah untuk pengairan persawahan di Kulon Progo. Namun, tempat ini pun menarik untuk dijadikan objek wisata. Di sekitar bendungan pun sudah dibangun taman bagi warga atau wisatawan yang ingin bersantai. Curug Kedung Ingas Curug kedung Ingas merupakan tempat wisata air terjun di desa Sidorejo kecamatan Lendah. Kondisi curug dan alam sekitarnya masih terbilang asri dengan adanya banyak pepohonan rindang yang menjaga kesejukan curug dan lingkungan sekitar. SWOT Pengembangan Pesisir Selatan Konsep Strategi Menurut Nawawi . secara etimologis . sal kat. penggunaan kata strategi dalam manajemen sebuah organisasi diartikan sebagai kiat, cara, dan taktik utama yang dirancang secara sistematik dalam melaksanakan fungsi-fungsi manajemen, yang terarah pada tujuan organisasi. Berbicara tentang strategi tidak dapat dipisahkan dari pengertian manajemen Menurut Siagian . manajemen strategik adalah serangkaian keputusan dan tindakan mendasar yang dibuat diimplementasikan oleh jajaran suatu organisasi dalam rangka pencapaian tujuan organisasi tersebut. Menurut Fred David . manajemen strategik dapat didefinisikan sebagai seni dan pengetahuan dalam merumuskan, mengimplementasikan, serta mengevaluasi keputusan-keputusan lintas fungsional yang memampukan sebuah organisasi mencapai tujuannya. Tahap dalam proses manajemen strategik meliputi pengembangan visi dan misi, analisis SWOT, pencarian strategi alternatif, dan pemilihan strategi. Analisis SWOT adalah indentifikasi secara sistematis untuk merumuskan strategi perusahaan, termasuk strategi pemasaran. Analisis ini . , . , . , dan threats . Proses pengambilan keputusan strategis selalu berkaitan dengan pengembangan misi, tujuan, strategi, dan kebijakan perusahaan. Dengan demikian strategic planner (Perencana Strategi. harus menganalisis faktor-faktor strategis perusahaan (Kekuatan. Peluang. Kelemahan, dan Ancama. dalam kondisi aktual saat ini. Hal ini disebut dengan analisis Sesuai dengan yang dikemukakan oleh Suwantoro . ada beberapa kebijaksanaan pengembangan pariwisata yang dikenal dengan Sapta Kebijaksanaan Pengembangan Pariwisata. Kebijaksanaan tersebut dapat menjadi strategi dalam penyelenggaraan pengembangan pariwisata yaitu sebagai berikut: Promosi Promosi melaksanakan upaya pemasaran. Kulon Progo the jawel of java, serta Journal of Tourism and Economic Vol. No. 1, 2019 Yayan Mulyana. Yulianto mengikuti pameran pariwisata di tingkat regional maupun nasional. Ada beberapa sarana lain yang dapat digunakan untuk mengoptimalkan promosi wisata pantai, antara lain melalui duta wisata dan promosi daya tarik wisata berbasis budaya. Aksebilitas Aksebilitas yang dimaksud adalah akses jalan untuk menuju objek pariwisata. Oleh karena itu pemerintah perlu memperbaiki dan menyediakan akses jalan yang mudah untuk menuju objek pariwisata. Perbaikan aksebilitas tersebut adalah salah satu upaya untuk memperbaiki fasilitas yang berkunjung ke daya tarik wisata yang ada di wilayah pesisir selatan. Kawasan Pariwisata Kawasan dengan meningkatkan peran serta pemerintah, masyarakat dan swasta dalam Hal ini berkaitan dengan pengembangan sarana dan perasarana seperti akomodasi, restoran, usaha rekreasi dan hiburan umum, gedung pertemuan, perkemahan, pondok wisata, pusat informasi wisata dan pramuwisata. Pemerintah masyarakat sekitar daerah pesisir pantai telah mencoba untuk menyediakan sarana akomodasi, restoran dan pondok wisata di sekitar objek pariwisata pesisir selatan. Wisata bahari Jenis pariwisata pantai menawarkan wisata Pesisir selatan yang sering dikunjungi oleh wisatawan Oleh karena itu promosi bahari juga sangat potensial untuk Produk wisata Produk wisata yang dimaksud adalah keindahan yang ditawarkan oleh pantaipantai Produk wisata juga bisa berarti produk-produk unggulan dan khas dari daerah yang dapat ditawarkan di daerah daya tarik wisata. Untuk wilayah pesisir selatan karena banyak terdapat laut dan pertanian dipesisir, maka hasil laut dan pertanian menjadi produk unggulan. Selain itu juga terdapat sentra batik Lendah yang dikreasikan menjadi berbagai suvenir Sumber Daya Manusia Salah pengembangan pariwisata pantai adalah sumber daya manusia. Sumber daya manusia yang dimaksud dapat berupa pramuwisata yang bertugas untuk memberikan jasa pelayanan pariwisata dan juga masyarakat sekitar daerah Wisatawan akan lebih tertarik dan merasa nyaman bersama masyarakat yang ramah terhadap wisatawan. Analisis SWOT . Matriks Kekuatan. Kelemahan. Peluang dan Ancaman (SWOT)Berdasarkan matriks SWOT tersebut, dapat dihasilkan enam alternatif pilihan strategi yang dapat dipilih beberapa strategi yang mungkin untuk dilakukan dengan melihat menjalankan strategi mengingat dalam menjalankan strategi harus disertai dengan sumber daya yang cukup agar hasil dari implementasi strategi sesuai dengan yang diharapkan. Tabel 1 Matrik SWOT INTERNAL KEKUATAN (STRENGTHS-S) Bervariasinya jenis usaha yang ada Tersedianya tenaga kerja dan pengelola Tata desa yang Dukungan dari pemerintah desa Kemudahan akses EKSTERNAL PELUANG (OPPORTUNIT IES-O) Lembaga study tour Kebijakan wisata pesisir Penggalakan n oleh Kemudahan ANCAMAN (THREATS-T) Munculnya objek-objek wisata baru di daerah sekitar Mapannya objek wisata di daerah Journal of Tourism and Economic Vol. No. 1, 2019 STRATEGI SO Mempromosika n pesisir selatan sebagai tujuan Membentuk wadah dan wisata pesisir yang diprakarsai pemerintah desa STRATEGI ST Menciptakan objek wisata lain, terutama terkait wisata KELEMAHAN (WEAKNESS-W) Belum usaha masyarakat Terbatasnya Rendahnya masyarakat dalam wisata pesisir Beberapa usaha Manajemen usaha masih sederhana STRATEGI WO Memperbaiki manajemen usaha & meningkatkan level usaha melalui peran masyarakat dan Menanamkan mindset tentang keuntungankeuntungan yang ditawarkan jika mempunyai objek wisata agrobahari dan kerajinan STRATEGI WT Tidak membuat mutlak dengan kompetitor dalam program promosi & pengembangan Yayan Mulyana. Yulianto . Matriks Strategi Besar Matriks Strategi Besar didasarkan pada dua dimensi evaluatif yaitu posisi kompetitif dan pertumbuhan pasar. Posisi kompetitif terbagi menjadi dua yaitu posisi kompetitif yang kuat dan lemah. Sementara itu, pertumbuhan pasar juga terbagi dua menjadi pertumbuhan pasar yang tinggi dan rendah. Berikut matriks strategi besar untuk Pengembangan Pesisir Selatan : Tabel 2 Tabel Kuadran KUADRAN II Promisi Agresif Peningkatan mutu Perbaikan dan pengadaan fasilitas Mempertahankan budaya local KUADRAN i Beralih pada bidang usaha yang lain Membatalkan rencana pembentukan wisata pasir KUADRAN Pelatihaan manajerial usaha bagi pengusaha Promosi ke Lembaga Pendidikan Kerjasama dengan Peningkatan Pembentukan organisasi dan wadah usaha KUADRAN IV Kerjasama dengan objek wisata yang Memspesifikasikan objek industry Sumber : hasil olahan Posisi pesisir selatan . ecamatan Galur dan Lenda. sebagai wilayah yang akan mencanangkan program pengembangan wisata ada pada posisi diantara pertumbuhan pasar yang tinggi karena peminat wisata makin meningkat dan objek wisata juga makin banyak dan posisi kompetitif yang kuat karena telah ada obejk-objek wisata di sekitarnya yang sudah berdiri. Dengan demikian posisi pesisir selatan ada pada kuadran I yang mempunyai kecocokan kecenderungan untuk melaksanakan strategistrategi berikut ini Pelatihan manajerial usaha bagi pengusaha. Promosi ke lembaga pendidikan. Kerja sama dengan pemerintah. Peningkatan Pembentukan organisasi dan wadah usaha (Paguyuba. KESIMPULAN Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah sebagai berikut: Strategi implementasi yang diterapkan yaitu perencanaan, pengorganisasian, koordinasi dan kontrol. Strategi evaluasi. Evaluasi internal terjadi di dalam tubuh organisasi sebagai salah satu respon terhadap evaluasi eksternal yang dilakukan oleh masyarakat. Faktor pendukung dalam pengembangan pariwisata pantai adalah memiliki potensi daya tarik wisata atau objek pariwisata berupa kerajinan batik di kecamatan lendah dan pesisir pantai yang cukup luas didukung pertanian di kawasan pantai, adanya dukungan masyarakat terhadap pengembangan pariwisata, pemerintah yang peduli dalam bidang pengembangan Hal-hal tersebut didukung dengan peluang yang ada yaitu adanya sistem pengembangan pariwisata yang berkelanjutan, tidak kenal waktu, batas dan Faktor penghambat pengembangan pesisir argobahari dan kerajinan batik adalah terbatasnya Sumber Daya Manusia internal pariwisata dan pengelola baik secara kualitas maupun secara kuantitas, pariwisata, misalnya akses jalan menuju obyek pariwisata, serta terbatasnya dana yang tersedia dalam pengembangan kawasan pesisir dan kerajinan batik sebagai obyek pariwisata. Pengelolaan yang belum optimal terhadap kawasan tersebut, pengelolaan masih dikelola masyarakat penggerak wisata dan belum didukung sarana prasarana yang Journal of Tourism and Economic Vol. No. 1, 2019 Yayan Mulyana. Yulianto SARAN Beberapa pengembangan pariwisata di wilayah pesisir selatan adalah sebagai berikut: Melakukan pengelolaan pariwisata secara optimal di tingkat masyarakat sebagai pengerak wisata, yang harus di imbangi dengan kompetensi sumber daya manusia yang mumpuni dan adanya penyediaan sarana dan prasarana guna memperlancar pengembangan pariwisata di wilayah pesisir selatan Meningkatkan kuantitas dan kualitas sumber daya manusia dalam melakukan pengembangan pesisir selatan sebagai obyek pariwisata agrobahari Mengupayakan adanya sarana dan prasarana pariwisata, misalnya akses jalan mengusahakan adanya ketercukupan dana pengembangan kawasan pesisir dan kerajinan batik sebagai obyek pariwisata. Lexy Moleong. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Masyhudzulhak Djamil. Pengelolaan Sumber Daya Wilayah Pesisir Dalam Perspektif Otonomi Daerah (Tinjauan Kota Bengkulu dan Kabupaten Bengkulu Selatan. Proceeding Book Simposium Nasional Ilmu Administrasi Negara Untuk Indonesia. Siagian. Sondang P. Manajemen Strategik. Jakarta: PT Bumi Aksara UU No. 32 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah Pasal 18 ayat 4. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan. DAFTAR PUSTAKA