JSI (Jurnal Sistem Informas. Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma p-ISSN: 2355-9675 e-ISSN: 2541-3228 OPTIMASI USER INTERFACE APLIKASI MOBILE MAXIM MENGGUNAKAN USER CENTERED DESAIN DENGAN MENERAPKAN KNOWLEDGE MANAGEMENT Ummu Radiah1. Hario Jati Setyadi2*. Muhammad Labib Jundillah3 Program Studi Sistem Informasi. Fakultas Teknik. Universitas Mulawarman. Indonesia Ummuradiah13@gmail. com, hario. setyadi@unmul. id, muhammadjundillah@ft. Article Info Article history: Received December 18, 2024 Accepted December 22, 2024 Published Januari 2, 2025 Kata Kunci: Maxim UCD Knowledge management Usability Testing UI/UX UML ABSTRAK Persaingan ketat di industri transportasi online mendorong Maxim untuk meningkatkan kepuasan dan pengalaman pengguna. Berdasarkan observasi dan pengujian usability pada 20 pengguna, aplikasi Maxim memperoleh skor SUS 56,23 . rade D, rating poo. Untuk mengatasi hal tersebut, dilakukan perancangan ulang UI/UX menggunakan metode User Centered Desain (UCD), usability testing, dan penerapan knowledge Data yang digunakan berupa kualitatif . dan kuantitatif . uesioner SUS). Proses redesain mencakup penyusunan UML . se case, activity, sequence, dan class diagra. serta pembuatan wireframe, mockup, dan prototipe yang interaktif. Hasil pengujian dengan Maze menunjukkan kemudahan penggunaan dengan skor 93%, sementara hasil SUS meningkat menjadi 81,25 . rade A, rating Excellen. Peningkatan 24,62 poin ini menandakan desain baru lebih informatif, mudah digunakan, dan meningkatkan pengalaman pengguna secara Hasil redesain dinilai berhasil membantu Maxim bersaing di pasar yang kompetitif dengan meningkatkan retensi pengguna. Corresponding Author: Hario Jati Setyadi. Program Studi Sistem Informasi. Fakultas Teknik. Universitas Mulawarman. Email: hario. setyadi@unmul. PENDAHULUAN Penggunaan smartphone dimasyarakat secara umum, telah mendorong perusahaan-perusahaan untuk memanfaatkan bisnis berbasis online, seperti layanan transportasi online. Telah banyak perusahaan tranposrtasi online baik dari dalam negeri maupun luar negeri yang mengembangkan bisnisnya di Indonesia. Munculnya berbagai perusahaan transportasi online meningkatkan intensitas persaingan didalam bisnis tersebut (Sonani & Yulia, 2. Maxim merupakan salah satu layanan transportasi online, yang menyediakan layanan transportasi, mulai dari pelayanan antar makanan dan minuman, hingga pelayanan antar penumpang menggunakan mobil dan motor. Maxim unggul dengan harganya yang terjangkau dan telah mengalami peningkatan pengguna dari tahun 2018 hingga 2020 sebesar 1. 000 pelanggan. Namun, kepuasan pelanggan tidak dapat dijamin hanya dari jumlah pengguna, melainkan dari kualitas layanan, fasilitas, dan citra merek yang positif ( Liana et al. , 2. Berdasarkan hasil penyebaran kuesioner System usability scale kepada 20 responden, menghasilkan perhitungan rentang skor nilai rata-rata berada pada tingkat rendah, yaitu 56,23 yang berarti mendapatkan grade nilai D dengan adjective rating poor. UCD merupakan metode desain yang menempatkan pengguna sebagai fokus utama dari awal hingga akhir (Daffa. Dakhilullah, & Suranto, 2. Usability testing digunakan untuk mengidentifikasi ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) kendala dan efisiensi suatu system saat digunakan, menilai sejauh mana system memenuhi harapan pengguna, mengidentifikasi masalah, dan menentukan efektivitas, efisiensi, serta kepuasan pengguna (Welda. Putra, & Dirgayusari, 2. Penerapan knowledge management menciptakan fitur-fitur yang lebih informatif dan meningkatkan daya saing perusahaan dengan meningkatkan efisiensi dalam menciptakan, berkomunikasi, dan menerapkan pengetahuan yang relevan untuk mencapai nilai bisnis yang stabil (Sugama, 2. Penerapan UCD, knowledge management, dan usability testing dalam redesain aplikasi menghasilkan produk yang efektif memenuhi kebutuhan pengguna dan meningkatkan pengalaman pengguna secara keseluruhan. Metode UCD menempatkan pengguna sebagai pusat dari seluruh proses desain, mulai dari tahap perencanaan hingga implementasi (Awaludin. Yasin, & Risyda, 2. Metode ini menekankan keterlibatan pengguna secara langsung dalam setiap iterasi, sehingga menghasilkan produk yang benarbenar sesuai dengan kebutuhan, preferensi, dan keterbatasan pengguna. Kelebihan metode UCD sangat cocok untuk proyek yang memprioritaskan usability, accessibility, atau peningkatan pengalaman pengguna (User Experience/UX) secara spesifik. Keunggulan dibandingkan UCD metode Design Thinking lebih cocok untuk proyek yang memerlukan solusi kreatif terhadap masalah kompleks tanpa titik akhir yang jelas. Metode UCD lebih sistematis dan terstruktur, menjadikannya ideal untuk desain produk yang berorientasi pada kebutuhan dan kepuasan pengguna secara terukur. Metode pengembangannya yang lain antara lain Agile UX lebih Mengintegrasikan praktik UX ke dalam pengembangan perangkat lunak, menggunakan Agile, memungkinkan iterasi cepat dan kolaborasi tim yang efektif. Kemudian metode yang lain terdapat Lean UX berfokus pada pengurangan pemborosan dan peningkatan efisiensi dengan mendapatkan umpan balik secepat mungkin, cocok untuk lingkungan yang dinamis dan membutuhkan adaptasi cepat (Khadijah, 2. METODE Gambar 2. Metode Penelitian ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) Penelitian ini menggunakan beberapa metode baik dalam pengumpulan data maupun dalam mengatasi masalah yang ada. Tahapan penelitian pada Gambar 2. 1 sebagai berikut: Pengumpulan data Pengumpulan data merupakan proses yang penting untuk mengumpulkan informasi yang releven dan menetapkan tujuan mengapa penelitian perlu dilakukan. Metode yang digunakan untuk pengumpulan data, yaitu: Studi Literatur Pada tahap studi literatur melakukan kajian dengan mempelajari buku, jurnal, serta sumber media lain yang relevan dengan penelitian. Observasi Observasi dilakukan dengan menggunakan langsung aplikasi Maxim untuk mengetahui alur kerja pemesanan layanan Maxim bike dan Maxim food. Penyebaran Kuesioner Penyebaran kuesioner dilakukan dengan menggunakan SUS kepada 20 responden pengguna aplikasi Maxim. Perhitungan skor kuesioner SUS melibatkan beberapa aturan, di mana untuk item pertanyaan genap, kontribusi skornya dikurangkan 5 dari posisi skala, sementara untuk item pertanyaan ganjil, dikurangkan 1 dari posisi skala (Haikal & Suharto, 2. Hasil data dari kuesioner dapat dilihat pada link berikut : s. id/ummu2024 Ocycu ycuI = ycu . ycuI = Skor rata-rata Oc ycu = Jumlah skor SUS ycu = Jumlah responden Perhitungan selanjutnya, rata-rata skor dari setiap responden dapat dihitung dengan menjumlahkan semua skor dan membaginya dengan jumlah responden. Seperti yang ditunjukkan persamaan . Uraian skor SUS dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2. Representasi Sauro Lewis CGS SUS Score Range Grade A77. B71. C51. Sumber : (Wahyuningrum, 2. Percentile Range Berdasarkan hasil perhitungan rentang skor pada Tabel 2. 2 menunjukkan bahwa, nilai rata-rata berada pada tingkat rendah, yaitu 56,23 menandakan penerimaan nilai D dengan adjective rating Sehingga, diperlukan peningkatan signifikan dalam hal usability dengan melakukan perancangan ulang terhadap aplikasi Maxim. ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) Tabel 2. Skor Perhitungan SUS Sebelum Redesain Skor hasil perhitungan SUS Q3 Q4 Q6 Q7 Q8 Jumlah Nilai Jumlah x 2,5 Q10 R10 R11 R12 R13 R14 R15 R16 R17 R18 R19 R20 Rata-rata score 56,63 Metode Pengembangan Sistem Metode yang digunakan oleh penulis dalam penelitian adalah user centered design dan knowledge management, selain itu penulis juga menggunakan metode usability testing sebagai alat untuk melakukan pengujian diakhir (Putri et al. , 2. Knowledge management System Life Cycle (KMSLC) merupakan siklus yang digunakan dalam membangun atau mengembangkan suatu system agar menjadi system manajemen pengetahuan yang efektif (Gunawan. Agustina, & Kunang, 2. Specify The Context Of Use Pada Langkah specify the context of use penulis menentukan kriteria dan melakukan wawancara kepada pengguna aplikasi Maxim untuk mendapatkan pemahaman mendalam tentang kebutuhan serta permasalah yang dihadapi pengguna saat menggunaka aplikasi Maxim. User and Organizational Requirement Langkah selanjutnya dilakukan analisis kebutuhan dan identifikasi masalah saat menggunakan aplikasi maxim beserta solusi dari permasalahan yang ditemukan. Knowledge Capture Knowledge capture menjelaskan penangkapan pengetahuan berupa pengetahuan tacit dan explicit, dengan tahapan sebagai berikut: Analisis System Berjalan Tahap Analisis system berjalan dan system usulan, menggunakan Knowledge management cycle (KMC) mayer dan zack, yang terdiri dari 5 tahap, yaitu acquire, refine, store, distribution, dan presentasi (Setiawan, 2. Identifikasi Masalah Setelah dilakukan Analysis System aplikasi Maxim yang sedang berjalan dilakukan identifikasi ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) Analisis System Usulan Berdasarkan identifikasi masalah pada tahap sebelumnya, diusulkan suatu fitur baru pada aplikasi Maxim untuk melengkapi System manajemen pengetahuan yang ada Identifikasi Knowledge Capture Identifikasi pengetahuan terdiri dari dua proses konversi yaitu tacit ke explicit maupun Analisis Kebutuhan System Tahap analisis kebutuhan system untuk membangun system manajemen pengetahuan yang diusulkan, dengan menentukan persyaratan yang terkait dengan system aplikasi Maxim. Design KM Blue Print Pada tahap desain KM blue print akan dilakukan perancangan ulang berdasarkan analisis yang dilakukan pada tahap knowledgecapture. Tahap ini akan merancang UML, skema database dan perancangan ulang antarmuka aplikasi maxim yang akan dilakukan pada tahap selanjutnya yaitu product desain solution. Product Design Solution Tahap product desain solution akan merancang ulang desain antarmuka aplikasi Maxim dengan membuat user flow terlebih dahulu, design system, membangun sketsa dasar berupa wireframe, hingga desain akhir yang komprehensif dalam bentuk prototype (Cavanaugh, 2. Evaluate Desain Against User Requirement and Validate the KM System Tahap terakhir dalam metode UCD dan knowledge management yaitu menguji hasil dari desain ulang yang telah dibuat dengan menggunakan usability testing. Pengujian usability testing dibagi menjadi 2 langkah yaitu evaluasi efesiensi dan efektivitas menggunakan maze dan pengujian satisfaction menggunakan SUS (Fatwa & Nafisah, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisa (Perancangan Redesain Aplikasi Maxi. Specify The Context Of Use Kriteria Demographics Georaphics Pyschographics Behavior Tabel 2. Kriteria Pengguna Keterangan A Perempuan dan laki-laki A Usia: 15-50 Tahun Tinggal Di Samarinda A Pengguna smartphone A Pelanggan Maxim Pernah menggunakan layanan Maxim bike dan Maxim food Kriteria pengguna yang ditentukan pada Tabel 2. 3 akan digunakan sebagai acuan menentukan konteks pengguna yang akan diwawancarai dan responden kuesioner SUS. Gambar 2. 2 merupakan user persona yang diperoleh dari hasil wawancara yang dilakukan. User persona berisi data diri, pain point serta kebutuhan pengguna. Gambar 2. User Persona ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) User and Organizational Requirement Tabel 2. 4 berisi kebutuhan dan masalah yang dihadapi pengguna beserta solusi, yang disusun berdasarkan hasil dari tahap specify the context of use. Problem Alamat maps kurang lengkap Fitur Metode non tunai Harus mencari ulang alamat yang sering digunakan Tabel 2. Kebutuhan Pengguna Kebutuhan Pengguna Membutuhkan fitur maps yang melengkapi lokasi yang tidak terdapat di Maxim. Membutuhkan fitur keamanan agar perjalanan merasa lebih Membutuhkan fitur food yang menyediakan informasi yang lebih detail. Membutuhkan fitur non tunai yang lebih mudah digunakan Membutuhkan fitur khusus untuk menyimpan Alamat yang sering digunakan Solusi Fitur pelaporan alamat Fitur kemanan Fitur food yang informatif Fitur non tunai Fitur menyimpan Alamat yang sering digunakan Knowledge Capture Pada langkah knowledge capture dilakukan analisis mendalam dan lebih detail mengenai permasalahan dan kebutuhan pengguna,dengan tahapan sebagai berikut: Analisis System Berjalan Hasil analisis system berjalan, bahwa pengguna Maxim menghadapi beberapa kesulitan saat menggunakan layanan food dan bike Identifikasi Masalah Beberapa masalah utama yang dihadapi pengguna, yaitu tidak adanya fitur pelaporan lokasi yang tidak akurat, kekurangan informasi pada fitur food seperti menu, jarak, dan voucher, serta belum adanya fitur keamanan untuk pengguna layanan Maxim bike di malam hari. Selain itu, metode top-up saldo masih terbatas pada minimarket dan mobile banking, serta belum tersedia fitur khusus untuk menyimpan alamat yang sering digunakan, yang mengurangi efisiensi dan kenyamanan pengguna. Analisis System Usulan Sistem Maxim dapat mengumpulkan data dari pengguna dan mitra restoran untuk meningkatkan akurasi lokasi serta menyediakan informasi restoran yang lebih lengkap, termasuk menu, harga, dan penilaian. Data yang diperoleh diproses, disaring, dan disempurnakan agar relevan dengan kebutuhan pengguna sebelum disimpan dalam database. Informasi kemudian dibagikan kepada pengguna sesuai kebutuhan, seperti koreksi alamat yang diperbarui, tampilan menu berdasarkan kategori, detail menu makanan, dan informasi voucher yang tersedia. Identifikasi Knowledge Capture Identifikasi pengetahuan terdiri dari dua proses konversi yaitu tacit ke explicit maupun sebaliknya yang dapat dilihat pada Tabel 2. 5 dibawah ini. Tabel 2. Knowledge Capture Dari/Ke Tacit/Explicit Pemilik resto menginput data/informasi mengenai Pengguna menginput penilaian pada aplikasi setelah selesai menggunakan layanan. Explicit/Tacit Mengelompokkan data menjadi beberapa Mengolah data penilaian lalu membagikan informasi penilaian mengenai restoran dan driverr kepada pengguna lain. ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) Dari/Ke Tacit/Explicit Explicit/Tacit Pengguna melaporkan alamat yang tidak lengkap System mengolah laporan yang diinput atau akurat, dengan menginputkan alamat pengguna lalu memperbaiki, mengolah, keaplikasi Maxim. menyimpan lalu dibagikan ulang kepada Data pesanan makanan atau rute perjalanan yang disimpan dalam database dapat direkomendasikan kepada pengguna ulang. Membagikan cara top-up dengan beberapa metode kepada pengguna yang ingin melakukan top-up. Analisis Kebutuhan System Analisis kebutuhan system terdiri dari dua yaitu kebutuhan fungsional pada Tabel 2. 6 dan kebutuhan nonfungsional pada Tabel 2. Tabel 2. Kebutuhan Fungsional FKMS-1 Deskripsi System menyediakan fitur untuk menyimpan Alamat yang sering digunakan. FKMS-2 System menyediakan metode Top-up menggunakan ATM. FKMS-3 System menyediakan fitur search dan informasi menu yang lebih detail seperti menampilkan menu atau restoran berdasarkan kategori. FKMS-4 System menyediakan fitur pemesanan food yang lebih lengkap seperti request penggun, harga, voucher, jarak serta estimasi waktu makanan sampai dilokasi pengguna. FKMS-5 System menyediakan fitur pengajuan maps yang masih kurang lengkap dan akurat. FKMS-6 System menyediakan fitur keamanan Tabel 2. Kebutuhan Nonfungsional Deskripsi NFKMS-1 Metode System menggunakan pengembangan System KMS Life Cycle dengan pemodelan UML. User centered design dan usability testing dengan System usability testing (SUS). NFKMS-2 System ini dikembangkan dengan menggunakan tools figma, draw io dan maze Analisa Kebutuhan Aplikasi Maxim Tahap ini akan membuat unified modelling language (UML) yang terdiri dari usecase, activity diagram, sequence diagram dan class diagram. Sebagai metode pemodelan visual, yang digunakan untuk memvisualisasikan desain system berorientasi objek (Damayanti, 2. ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) Gambar 3. Usecase Diagram Usecase diagram pada Gambar 3. 1 menunjukkan pengguna dapat melakukan top-up, menggunakan layanan Maxim food dan Maxim bike dengan syarat harus login terlebih dahulu kedalam system aplikasi Maxim. Driverr dapat melakukan aktivitas yang berhubungan dengan Maxim food dan Maxim bike seperti merima pesanan pengguna. Mitra restoran hanya terhubung dengan usecase Maxim food, yang berarti mitra restoran hanya dapat melakukan aktivitas dalam system yang berhubungan dengan usecase Maxim food, seperti menerima pesanan lalu memprosesnya dan memberikan informasi terkait restoran atau menu yang tersedia. Activity diagram pada Gambar 3. 2 menggambarkan alur proses login pada aplikasi Maxim, baik dari sisi pengguna maupun system. Gambar 3. Activity Diagram ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) Gambar 3. Sequence Diagram Sequence diagram pada Gambar 3. 3 menggambarkan proses pemesanan layanan Maxim bike secara detail mulai dari penginputan lokasi, pencarian driver hingga penyelesaian pesanan dengan permintaan penilaian kepada pengguna, alur Sequence Diagram adalah sebagai berikut : Input Lokasi: Pengguna memasukkan lokasi tujuan dan lokasi penjemputan melalui halaman Maxim Bike. Sistem memproses permintaan ini dengan mengambil data dari db_bike dan mengembalikan informasi alamat yang ditemukan. Input Metode Pembayaran: Pengguna memilih metode pembayaran. Pengolahan Harga:Sistem memproses inputan pengguna dan menghitung harga pesanan. Harga pesanan dan deskripsi perjalanan ditampilkan kepada pengguna. Pemesanan: Pengguna menekan tombol "pesan". Sistem menyimpan pesanan di database dan mencari driver terdekat. Driver Ditemukan atau Tidak: Jika driver tidak ditemukan:Sistem mengirim pesan bahwa driver belum ditemukan. Jika driver ditemukan: Sistem menampilkan detail driver dan deskripsi perjalanan kepada Proses Pemesanan: Pesanan diproses di sisi halaman driver. Sistem mengirimkan data pesanan ke driver, dan driver menerima pesanan tersebut. Pelaksanaan Perjalanan: Driver menjemput pelanggan di lokasi penjemputan. Driver mengantar pelanggan ke lokasi tujuan. Permintaan Penilaian: Setelah perjalanan selesai, sistem meminta pengguna untuk memberikan ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) penilaian terhadap layanan yang diberikan oleh driver. Gambar 3. Class Diagram Class diagram pada Gambar 3. 4 menunjukkan bagaimana elemen-elemen dalam system Maxim saling berinteraksi (Pressman, 2. Setiap kelas memiliki relasi, interaksi dan tanggung jawab tertentu, seperti mengelola informasi pengguna, driverr, restoran mitra, hingga proses pemesanan dan ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) Gambar 3. ERD Aplikasi Maxim Tahap skema database menggunakan ERD untuk memberikan gambaran rancangan database yang dibuat (Afiifah et al. , 2. Gambar 3. 5 menunjukkan alur proses database system usulan aplikasi Maxim. Tampilan Redesain Aplikasi Maxim Gambar 3. Mockup Login Gambar 3. 6 merupakan tampilan halaman login untuk pengguna. sistem akan meminta persetujuan kepada pengguna seperti akses lokasi dan data telepon. Selanjutnya system akan meminta nomor telepon yang digunakan lalu memverivikasi nomor telepon dengan memberikan kode melalui Gambar 3. Mockup Halaman Beranda Halaman tampilan beranda pada Gambar 3. 7 terdiri dari 3 halaman yaitu halaman utama saat pengguna pertama kali membuka atau login kedalam aplikasi. Halaman tampilan kedua merupakan tampilan beranda saat pengguna klik fitur Maxim food. Halaman tampilan terakhir merupakan tampilan beranda saat pengguna klik fitur Maxim bike. ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) Gambar 3. Mockup Fitur Keamanan Halaman fitur keamanan pada Gambar 3. 8, pengguna bisa mengaktifkan fitur keamanan dengan mengklik opsi "Share Perjalananmu". Jika memilih untuk membagikan perjalanan melalui WhatsApp, tampilan pesan yang dikirim akan terlihat seperti pada Gambar di tengah. Penerima pesan akan mendapatkan sebuah tautan yang, ketika diklik, akan memperlihatkan informasi perjalanan pengguna secara lengkap, termasuk rute perjalanan dan detail driver. Gambar 3. Mockup Halaman Top up Halaman top-up pada Gambar 3. 9 menyediakan berbagai metode pengisian saldo e-wallet, seperti melalui mobile banking. ATM, dan minimarket. Pengguna memiliki kebebasan untuk memilih salah satu metode yang paling sesuai dengan preferensi dan kebutuhan mereka. ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) Testing Hasil usability testing mengukur efesiensi dan efektivitas, yang dilakukan dengan menggunakan Maze pada 20 responden dapat dilihat pada Tabel 3. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sebagian besar tugas di aplikasi Maxim dapat diselesaikan dengan sukses oleh responden . Tabel 3. Hasil Pengujian Maze Task Login Mengklik menu pada task bar Top-up Menggunakan fitur alamat tersimpan dengan mengganti lokasi dihalaman utama Fitur pencarian Maxim food Order Maxim food Order Maxim bike Peresentase Penyebaran kuesioner SUS pada Tabel 3. 2 menghasilkan skor 81,25, yang termasuk dalam kategori grade scale A, dengan rating excellent dan tingkat acceptability yang dapat diterima. Tabel 3. Skor Perhitungan SUS Setelah Redesain Skor hasil hitung SUS Q4 Q5 Q6 Q7 Q8 Q10 Jumlah Nilai Jumlah x 2,5 R10 R11 R12 R13 R14 R15 R16 R17 R18 Rata-rata score 81,25 R19 R20 ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dengan menggunakan metode UserCentered Desain (UCD), serta menerapkan manajemen pengetahuan dan usability testing sebagai alat evaluasi, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Penggunaan metode UCD dengan penerapan manajemen pengetahuan dan usability testing pada Redesain aplikasi Maxim telah menghasilkan rancangan yang memenuhi kebutuhan pengguna. Rancangan tidak hanya meningkatkan kemudahan penggunaan, tetapi juga menyediakan informasi yang dibutuhkan, sehingga aplikasi menjadi lebih informatif dan mampu mengatasi masalah yang dihadapi oleh pengguna. Hasil perhitungan dari penyebaran kuesioner System Usability Scale (SUS) menunjukkan bahwa rancangan yang dihasilkan layak dijadikan rekomendasi sebagai solusi dari masalah usability. Peningkatan skor SUS sebesar 24,62 poin, dari skor sebelumnya 56,63 dengan rating D dan adjective rating poor, hingga mencapai skor 81,25 setelah Redesain, menunjukkan kategori grade scale A dengan rating excellent dan tingkat acceptability yang dapat diterima. Hasil dari pengujian menggunakan Maze menunjukkan skor yang cukup baik, yaitu 93%. Skor tersebut menandakan bahwa, rancangan aplikasi tidak hanya mudah digunakan, tetapi juga lebih DAFTAR PUSTAKA