Jurnal Pendidikan. Bahasa dan Budaya Volume. 5 Nomor. 2 Juni 2026 E-ISSN . : 2962-1143. P-ISSN . : 2962-0864. Hal. DOI: https://doi. org/10. 55606/jpbb. Tersedia: https://journal. id/index. php/jpbb Peran Media Digital terhadap Perkembangan Pembelajaran Bahasa Arab Santri PPTQ AR-ROYYAN Pacitan Aldi Prastiawan1*. Sanjaka Yekti2 Institut Studi Islam Muhammadiyah Pacitan. Indonesia Email: aldiprastt01@gmail. com1, sanjakayekti20@gmail. *Penulis Korespondensi: aldiprastt01@gmail. Abstract. This study aims to describe the role of digital media in Arabic language learning development at PPTQ Ar-Royyan Pacitan, including its implementation, challenges, and impacts. The research employed a qualitative method using semi-structured interviews and direct observation of the learning process. The participants consisted of students, university students, and teachers at PPTQ Ar-Royyan Pacitan. The findings show that digital media plays a supportive role in Arabic language learning through the use of platforms such as YouTube, the AlMaAoani dictionary application, e-books, and social media. These tools help students improve their understanding of learning materials, expand vocabulary mastery, and develop Arabic language skills through more engaging audio-visual presentations. Digital media also provides learning flexibility, as it can be accessed anytime and However, several challenges were identified, including limited internet access, reduced learning concentration due to social media distractions, and decreased direct interaction between students and teachers. The study also reveals that excessive use of digital media may lead to dependency and reduce studentsAo motivation to study classical Islamic texts directly. Therefore, digital media is considered only as a supporting tool in pesantren education and cannot replace the traditional system that emphasizes direct interaction, moral values, and teacher role modeling. With proper supervision, digital media can effectively support Arabic language learning in Islamic boarding schools. Keywords: Arabic Language Learning. Digital Media. Islamic Boarding School. Islamic Education. Students. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran media digital dalam perkembangan pembelajaran bahasa Arab di PPTQ Ar-Royyan Pacitan, meliputi penerapan media digital, kendala yang dihadapi, serta dampak yang ditimbulkan dalam penggunaannya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara semi-terstruktur dan observasi langsung terhadap proses pembelajaran. Subjek penelitian terdiri atas santri, mahasantri, dan ustadz di lingkungan PPTQ Ar-Royyan Pacitan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media digital berperan sebagai sarana penunjang pembelajaran bahasa Arab melalui pemanfaatan berbagai platform seperti YouTube, aplikasi kamus digital Al-MaAoani, e-book, serta media sosial. Media digital membantu santri dalam meningkatkan pemahaman materi, memperkaya mufrodat, serta melatih keterampilan berbahasa Arab melalui sajian audio dan visual yang lebih menarik. Selain itu, media digital memberikan fleksibilitas belajar karena dapat diakses kapan saja dan di mana saja. Namun demikian, penggunaan media digital juga menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan akses internet, gangguan konsentrasi akibat distraksi media sosial, serta keterbatasan interaksi langsung antara santri dan ustadz. Penelitian ini juga menemukan bahwa penggunaan media digital secara berlebihan berpotensi menimbulkan ketergantungan serta mengurangi semangat santri dalam mempelajari kitab-kitab keislaman secara langsung. Oleh karena itu, media digital di lingkungan pesantren dipandang hanya sebagai sarana penunjang pembelajaran dan tidak dapat menggantikan tradisi pendidikan pesantren yang menekankan interaksi langsung, adab, dan keteladanan guru. Dengan pendampingan dan pengawasan yang tepat, media digital dapat dimanfaatkan secara bijaksana untuk mendukung perkembangan pembelajaran bahasa Arab di pondok pesantren. Kata Kunci: Media Digital. Pembelajaran Bahasa Arab. Pendidikan Islam. Pondok Pesantren. Santri. LATAR BELAKANG Bahasa arab merupakan bahasa yang sangat penting untuk dipelajari setiap muslim terutama bagi para santri yang berada di pondok esantren. Karena dalam mengkaji ilmu agama Islam sangat diperlukan keahlian berbahasa arab seperti nahwu dan shorof. Al-QurAoan diturunkan melalui perantara malaikat Jibril Aoalaihissalam kepada Rasulullah A Adengan bahasa Arab, sebagaimana firman Allah AoAzza wa Jalla: Naskah Masuk: 30 Maret 2026. Revisi: 26 April 2026. Diterima: 28 Mei 2026. Terbit: 10 Juni 2026 Peran Media Digital terhadap Perkembangan Pembelajaran Bahasa Arab Santri PPTQ AR-ROYYAN Pacitan aA a aOUc Eac aEacE eI a eCaE eOIA a AaIac a eIa eE IN C e IUA Artinya : AuSesungguhnya Kami menurunkannya (Kitab Suc. berupa Al-QurAoan berbahasa Arab agar kamu mengerti. Ay (Q. S Ysuf . : . Allah AoAzza wa Jalla juga aA aaOUc EacaEacE eI a eCaE eOIA a AaIac aa eE IN C e IUA Artinya : AuSesungguhnya Kami menjadikannya sebagai Al-QurAoan yang berbahasa Arab agar kamu mengertiAy (Q. S Az-Zukhruf . Penggunaan bahasa Arab dalam dunia pendidikan islam bukan hanya sekedar alat komunikasi. Akan tetapi juga sebagai wasilah untuk memahami sumber-sumber ilmu seperti. Al-QurAoan, hadist-hadist, kitab-kitab Aoulama, dan berbagai sumber ilmu yang lainnya. Maka dari itu pembelajaran bahasa Arab merupakan unsur yang sangat penting bagi pendidikan pondok pesantren. Bahasa Arab tidak hanya berfungsi sebagai alat pemahaman teks-teks agama, tetapi juga memperkuat identitas keislaman dan daya saing santri di kancah internasional. Penguasaan bahasa ini memungkinkan santri memahami Al-QurAoan dan Hadits secara langsung, tanpa ketergantungan penuh pada terjemahan, yang penting untuk menjaga keakuratan tafsir (Ahmad Wasil, 2. KAJIAN TEORITIS Pada saat ini perkembangan teknologi telah mengalami kemajuan yang sangat pesat. Perkembangan dan lompatan teknologi informasi yang semakin cepat, memberikan dampak perubahan bagi kehidupan manusia. Hampir seluruh sendi kehidupan manusia merasakan imbasnya, sosial-ekonomi, politik, pendidikan, perilaku keagamaan dan lainnya. Dengan hadirnya teknologi digital, menjadikan informasi dalam genggaman. Teknologi digital tersebut tentunya mempengaruhi pola kehidupan masyarakat, termasuk perihal beragama (Haq, 2. Sehingga pondok pesantren juga harus melakukan penyesuaian pesatnya perkembangan Banyak dampak yang dialami oleh pondok pesantren dari pesatnya perkembangan teknologi digital. Menurut Hakim & Yulia . , dengan adanya teknologi digital yang telah berkembang pesat maka guru dapat mengembangkan pembelajaran menjadi lebih inovatif melalui pemanfaatan berbagai perangkat teknologi. Dijelaskan juga bahwa banyak guru masih menerapkan metode pembelajaran yang terkesan kuno, sedangkan peserta didik sudah lebih maju dalam hal digital. Akibatnya, timbul ketidaksesuaian dengan gaya mengajar guru pada murid di zaman ini. Tentu ini menjadi tantangan tersendiri bagi lembaga pendidikan. Di era digital saat ini, banyak sekali dampak positif yang didapatkan melalui media digital dalam dunia pendidikan. Media digital memungkinkan siswa untuk mengakses materi Jurnal Pendidikan. Bahasa dan Budaya - Volume 5. Nomor. 2 Juni 2026 E-ISSN . : 2962-1143. P-ISSN . : 2962-0864. Hal. pembelajaran kapan saja dan di mana saja, sehingga memberikan fleksibilitas yang lebih besar dibandingkan dengan metode pembelajaran konvensional. Dengan adanya e-book, video pembelajaran, aplikasi interaktif, dan platform pembelajaran daring, siswa dapat belajar sesuai dengan waktu dan tempat yang mereka inginkan. Hal ini sangat bermanfaat terutama bagi siswa yang berada di daerah terpencil atau memiliki keterbatasan akses terhadap buku teks fisik (Rohmiati, 2. Selain pengaruh positif, penggunaan media digital juga memiliki potensi dampak buruk bagi peserta didik jika tidak ada pendampingan dan edukasi. Teknologi bagi pendidikan selain berpengaruh positif, namun ada juga pengaruh negatifnya. Dalam dunia pendidikan keterampilan bicara dan komunikasi ini merupakan salah satu keterampilan yang harus Ketika pembelajaran melalui internet maka komunikasi akan berkurang, oleh sebab itu mereka lebih cenderung berinteraksi dengan teknologi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peranan media digital dalam perkembangan pembelajaran bahasa arab di PPTQ Ar-Royyan Pacitan. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan di Pondok Pesantren Tahfizhul QurAoan Ar-Royyan Pacitan yang berlokasi di Dusun Gunungcilik. Desa Purwoasri. Kecamatan Kebonagung. Kabupaten Pacitan. Pondok pesantren ini telah berdiri sejak tahun 2019. Adapun jenjang pendidikan yang diampu yaitu Madrasah AoAliyah Tahfizh Al-Ulum Asy-SyarAoiyyah dan juga MaAohad AoAly Mulazamah Al-Ulum Asy-SyarAoyyiah. Pelaksanaan penelitian dilakukan pada tahun ajaran 2025/2026 sesuai kalender pendidikan nasional. Pada saat penelitian berlangsung, jumlah peserta didik di PPTQ Ar-Royyan Pacitan mencapai 75 santri dan mahasantri yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Metode Penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Sedangkan pengumpulan data digunakan adalah melalui wawancara secara semi-terstruktur disertai dengan observasi secara langsung bagaimana kegiatan pembelajaran berlangsung. Mengenai hal ini Firmansyah dkk. menyatakan bahwa data yang digunakan adalah data-data kualitatif berupa pernyataanpernyataan narasumber. Adapun yang menjadi subjek penelitian yaitu santri dan mahasantri sebagai peserta didik dan juga para ustadz selaku tenaga pengajar. Wawancara dilakukan dengan cara bertatap muka secara langsung agar mendapatkan informasi yang jelas dan mendalam mengenai peranan media digital, kendala yang dihadapi, dan dampak yang dialami dalam penggunaan media digital dalam pembelajaran bahasa Arab. Peran Media Digital terhadap Perkembangan Pembelajaran Bahasa Arab Santri PPTQ AR-ROYYAN Pacitan HASIL DAN PEMBAHASAN Perkembangan teknologi yang sangat pesat mempunyai dampak perubahan yang sangat signifikan pada aspek kehidupan. Dalam dunia pendidikan transformasi digital telah mendorong pergeseran metode pembelajaran konvensional menuju berbasis digital. Media konvensional merupakan media pembelajaran tradisional yang dikenal dengan pembelajaran ceramah, metode ini telah dipergunakan sejak dulu sebagai media komunikasi lisan dan tulisan antara pendidik dengan peserta didik dalam proses belajar dan pembelajaran (Yuniarti dkk. Kini lembaga pendidikan banyak yang memanfaatkan media digital untuk melakukan aktivitas pendidikan. Mulai dari mengelola data peserta didik sampai sebagai media pembelajaran yang ada dikelas. Media digital dianggap lebih menarik perhatian peserta dalam kegiatan belajar dengan adanya sajian visual yang ditampilkan. Sehingga pembelajaran yang dilaksanakan tidak terkesan membosankan. Menurut Maritsa dkk. , . dalam menjelaskan pengaruh teknologi dalam dunia pendidikan yaitu, adanya metode baru yang dapat mempermudah dalam proses belajar siswa di sekolah. Dengan teknologi maka terciptalah metode yang bersifat menarik perhatian siswa dalam belajar, dan memudahkan memahami Dalam lingkup pondok pesantren, perkembangan teknologi memberikan dinamika perubahan tersendiri. Pesantren yang selama ini dikenal dengan sistem pendidikan tradisional mulai beradaptasi dengan kemajuan teknologi tanpa meninggalkan ciri khasnya yaitu ngaji kitab kuning. dengan platform e-learning, santri dapat belajar secara mandiri di luar jam pelajaran reguler, mengakses materi pembelajaran, mengerjakan tugas, dan mengikuti ujian sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing, memberikan fleksibilitas dalam proses pembelajaran (Junaidi & Hitami, 2. Namun dengan demikian, penerapan media digital di pondok pesantren hendaknya dilakukan dengan kesiapan yang layak. Dalam penerapannya pesantren harus mampu melakukan pendampingan yang bagus agar tetap sejalan dengan nilai-nilai pendidikan Islam serta tidak menimbulkan dampak negatif bagi santri. Maka diperlukan kebijakan dan pengawasan yang tepat dalam pemanfaatan teknologi, sehingga dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi proses pembelajaran tanpa mengurangi esensi pendidikan pesantren itu PPTQ Ar-Royyan Pacitan sendiri memberikan kesempatan bagi para santri dan mahasantri untuk menggunakan smartphone atau laptop pribadinya di hari jumAoat setiap satu Berdasarkan uraian tersebut, media digital memiliki peluang sekaligus tantangan tersendiri bagi lembaga pendidikan. Oleh karena itu, penting untuk mengkaji lebih lanjut Jurnal Pendidikan. Bahasa dan Budaya - Volume 5. Nomor. 2 Juni 2026 E-ISSN . : 2962-1143. P-ISSN . : 2962-0864. Hal. bagaimana penerapan teknologi ini sebagai media pembelajaran. Sehingga tidak menimbulkan pengaruh negatif yang dapat merugikan. Berdasarkan hasil dari wawancara terhadap santri dan ustadz yang ada di PPTQ Ar-Royyan, ditemukan bahwa media digital telah digunakan sebagai sarana pendukung dalam pembelajaran bahasa arab. Maka dalam pembahasan kali ini peneliti membaginya menjadi tiga aspek utama yaitu peran media digital, kendala yang dihadapi, serta dampak yang ditimbulkan dalam penggunaannya. Penerapan media digital Media digital berperan sebagai penunjang pembelajaran bahasa arab di lingkungan PPTQ Ar-Royyan. Banyak santri yang memanfaatkannya dengan berbagai platform digital seperti Youtube, aplikasi kamus Al-MaAoani. E-book, serta berbagai media sosial seperti Instagram dan Tiktok. Tak hanya itu terkadang santri juga membuat konten media sosial menggunakan bahasa Arab sehingga secara tidak sadar melatih kepercayaan diri mereka dalam berbahasa Arab. Keberagaman media ini menunjukkan bahwasanya santri tidak hanya mengambil khazanah keilmuan dari satu sumber saja, akan tetapi juga telah memanfaatkan potensi media digital sebagai sarana belajar. Secara umum, media digital memberikan kemudahan bagi penggunanya untuk mengakses suatu informasi dimana saja dan kapan saja. Dengan adanya teknologi ini santri ataupun ustadz bisa menyaksikan kajian ilmiah dimanapun dan kapanpun. Hal ini membuktikkan bahwa perkembangan teknologi menjadikan seorang penuntut ilmu tidak lagi terbatas ruang dan waktu. Novela et al. , . dalam penelitiannya mengungkapkan. Keunggulan media pembelajaran digital terletak pada aksesibilitasnya yang luar biasa, siswa dapat memanfaatkan berbagai perangkat digital seperti komputer, tablet, atau handphone untuk mengakses media pembelajaran digital dan belajar kapanpun dan dimanapun mereka inginkan. Aumedia digital memudahkan saya dalam belajar karena mudah diakses kapan saja dan dimana saja,Ay ungkap Rifki, santri kelas XII Madrasah Aliyah. Sebagai bentuk edukasi kepada wali santri sekaligus laporan pencapaian santri dalam belajar. PPTQ Ar-Royyan Pacitan juga mengadakan kajian parenting melalui kelas daring sehingga bisa diikuti oleh seluruh wali mengingat santri banyak yang berasal dari luar daerah. Selain itu, media digital juga dapat meningkatkan kualitas pemahaman materi. Terkadang pembelajaran melalui media digital didukung oleh ilustrasi visual sehingga memudahkan santri dalam menggambarkan suatu masalah yang sedang dipelajarinya. Berdasarkan hasil wawancara, santri menyatakan bahwa media digital membantu meningkatkan pemahaman mereka dalam belajar bahasa Arab karena sajian audio dan visual yang lebih menarik. Misalnya, video kajian yang ada di YouTube, santri dapat menyaksikan majelis ilmu tanpa Peran Media Digital terhadap Perkembangan Pembelajaran Bahasa Arab Santri PPTQ AR-ROYYAN Pacitan harus menghadirinya. Dalam aspek keterampilan seperti metode simaAoi santri juga bisa mendengarkannya dari berbagai konten media sosial. Melalui sosial media para penuntut ilmu juga bisa praktek berbicara bahasa arab dan menjadikannya sebagai konten video ringan untuk melatih kepercayaan diri mereka dihadapan kamera. Media digital juga berperan sebagai penguasan mufrodat bagi santri. Banyak santri PPTQ Ar-Royyan menggunakan aplikasi kamus digital seperti Al-MaAoani. Aplikasi semacam ini menjadikan penggunanya sangat terbantu karena bisa mencari kata secara cepat dan akurat. Banyak juga konten edukatif yang bisa meningkatkan penguasaan terhadap mufrodat bahasa Arab. Dalam melakukan evaluasi pencapaian santri pondok pesantren juga menggunakan aplikasi berbasis IT yang berjalan di sistem android sehingga orang tua bisa saja memantau perkembangan belajar anaknya. Aplikasi ini selain digunakan sebagai laporan belajar juga bisa digunakan untuk mengecek keuangan santri bahkan pelanggaran yang dilakukan jika ada. Aplikasi yang diberi nama SIAKAD ini merupakan hasil dari pengembangan yang dirancang oleh pondok pesantren sebagai upaya transparansi prestasi belajar santri dan mahasantri. Harapannya dengan adanya aplikasi ini bisa menyampaikan informasi dengan lebih cepat dan akurat serta orang tua bisa menilai apa yang perlu dibenahi oleh anak-anak mereka. Namun demikian, dari hasil penilitian menunjukkan bahwasanya media digital hanya sebagai sarana penunjang saja. Hal ini selaras dengan prinsip pembelajaran yang ada di pondok pesantren yaitu qudwah khasanah sehingga mengharuskan santri dan ustadz bertatap muka secara langsung. Selain itu, belajar dengan membaca kitab-kitab turots karangan ulamaAo salaf dipercaya akan mendatangkan keberkahan sebagai bentuk taAodzim kepada pengarang kitab. Dari bentuk adab penuntut ilmu. Ibrahim bin IsmaAoil, . menjelaskan bahwa, tidaklah seseorang mencapai . edudukan muli. kecuali karena menjaga kehormatan, dan tidaklah seseorang jatuh kecuali karena meninggalkan kehormatan. Kendala yang Dihadapi Pada dasarnya penggunaan teknologi bisa meningkatkan efektivitas dalam suatu Namun, hal itu tentu tidak terlepas dari yang namanya kendala dalam Salah satu kendala yang dialami santri PPTQ Ar-Royyan adalah keterbatasan akses internet. Melalui hasil wawancara. Daffa santri kelas II Madrasah Aliyah mengatakan Ausinyal internet yang kurang mendukung masih menjadi kendala saya saat belajar menggunakan media digitalAy. Hal ini harusnya menjadi perhatian khusus bagi pihak yang berwewenang untuk segera melakukan pemerataan kelancaran internet. Pada saat menggunakan media digital ditemukan bahwa santri mengalami kesulitan untuk memahami suatu materi secara langsung. Hal ini mengindikasikan bahwa dalam Jurnal Pendidikan. Bahasa dan Budaya - Volume 5. Nomor. 2 Juni 2026 E-ISSN . : 2962-1143. P-ISSN . : 2962-0864. Hal. pembelajaran keberadaan guru tidak bisa digantikan. Terlebih ketika seeorang mempelajari ilmu agama dikhawatirkan terjadinya penyimpangan pemahaman yang berakibat fatal. Agustina Tarik & Kurjum, . mengungkapkan bahwa transformasi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, di mana informasi dapat diakses dengan cepat dan mudah, namun sering kali tidak diverifikasi atau tidak relevan. Karena itu, seorang pendidik perlu mampu menavigasi lingkungan digital dengan bijaksana, sambil tetap berpegang pada nilai-nilai Islam, khususnya yang diajarkan dalam hadits terkait pendidikan dan pembinaan Kendala berikutnya yang dialami oleh santri PPTQ Ar-Royyan Pacitan dalam penggunaan media digital adalah terganggunya konsentrasi belajar. Notifikasi media sosial atau konten hiburan yang lain dapat menyebabkan konsenstrasi belajar terganggu. Berdasarkan hasil wawancara, santri menyadari bahwa penggunaan media digital dapat mengganggu konsentrasi belajar apabila tidak ada pendampingan yang baik. Dampak negatifnya media sosial yang digunakan secara berlebihan sering kali berakhir pada distraksi atau gangguan pada proses belajar siswa. Salah satu dampak utama media sosial sebagai distraksi belajar adalah gangguan terhadap konsentrasi siswa. (Padmasari & Safitri, 2. Selain itu, karena adanya peraturan pondok yang harus dipatuhi maka santri juga memiliki waktu yang terbatas dalam penggunaan media digital. Tentu hal ini dilakukan oleh pondok pesantren sebagai upaya untuk mengurangi resiko penyalahgunaan media digital seperti bermain game misalnya. Sebagaimana yang diungkapkan Maritsa dkk. , . dalam penelitiannya, seringnya siswa atau mahasiswa yang sering mengakses sesuatu di internet maka dapat dikhawatirkan mereka jika mereka memanfaatkan apa yang ada di teknologi informasi namun tidak dengan optimal melainkan mereka mengunakannya untuk hal yang lain atau mereka malah mengakses informasi yang mengandung hal yang tidak baik, seperti pornografi dan game online. Menariknya, kebanyakan santri menyatakan bahwa secanggih apapun perkembangan teknologi tetap tidak bisa menggantikan tradisi keilmuan Islam seperti yang telah di contohkan oleh para kalangan sahabat, tabiAoin, dan tabiAout tabiAoin. Sebagaimana hadist yang menjelaskan diantara keutamaan sahabat para nabi AuSebaik-baik manusia ialah pada generasiku, kemudian generasi berikutnya, kemudian generasi berikutnya. Ay Muhaimin Ashuri, . Banyak sekali catatan sejarah yang menceritakan bagaimana cara mereka menuntut ilmu serta melazimi para pemilik ilmu. Adapun kendala yang dialami dalam hal ini ialah kurangnya interaksi dua arah antara santri dan ustadz dalam proses pembelajaran yang berlangsung. Dampak yang Dialami dalam Penggunaan Media Digital Peran Media Digital terhadap Perkembangan Pembelajaran Bahasa Arab Santri PPTQ AR-ROYYAN Pacitan Pada dasarnya ustadz yang mengajar di PPTQ Ar-Royyan tidak menggunakan media digital dalam proses pembelajaran formal. Keberadaan media digital memberikan dampak signifikan yang dapat mempengaruhi proses pembelajaran. Terkadang media digital memberikan pengaruh positif, akan tetapi tidak sedikit pula yang memberikan pengaruh Hal ini ditentukan dari kebijakan setiap diri santri masing-masing dalam penggunaannya dan bagaimana kebijakan pondok dalam menanganinya. Adapun dampak positif yang dirasakan oleh santri yaitu media digital memberikan fleksibilitas dalam belajar. Peserta didik tetap bisa belajar secara mandiri di luar jam formal. Sehingga tetap bisa menambah wawasan keilmuan bahasa Arab dan yang lainnya meskipun diluar jam kelas. Saat ini telah banyak kelas online yang bisa diakses oleh santri cukup dari tempat masing-masing tanpa harus menghadiri secara langsung. Dampak positif lainnya adalah peningkatan keterampilan bahasa secara bertahap. Melalui media digital dan dengan pendampingan ustadz santri bisa mengakses pembelajaran yang lebih bervariatif, seperti video ceramah bahasa arab, konten motivasi nadzom, dan kelas online belajar nahwu dan sorof. Beberapa santri juga sudah ada yang belajar membuat konten positif di media sosial menggunakan bahasa Arab sehingga bisa memicu bahasa Arab mereka untuk lebih baik dan lebih fasih lagi. Santri yang sedang menuntut ilmu harus disertai dengan motivasi yang bagus. Dengan hal tersebut menjadikan santri semangat dalam belajar. Upaya dalam memuncul Namun demikian, penggunaan media digital tanpa kendali yang baik juga memiliki dampak negatif bagi santri. Salah satu ustadz PPTQ Ar-Royyan menjelaskan bahwa dengan penggunaan media digital terlalu sering akan membawa santri tertuju kepada suatu yang Tanpa adanya pengawasan yang baik dalam penggunaan media digital ini justru bisa menjadikan santri bergantung kepada media digital. Karena akses yang begitu mudah dan bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja membuat santri kurang bersemangat untuk membuka buku ilmiah, kamus, dan lainnya. Dampak negatif lainnya yaitu dapat mengurangi interaksi langsung antara santri dan ustadz. Mengingat dalam pendidikan pesantren, interaksi langsung memiliki peran penting dalam mengkaji ilmu dan nilai-nilai keislaman. Oleh karena itu, penggunaan media digital yang berlebihan berpotensi mengurangi kualitas interaksi dalam Menurut hasil wawancara bersama dengan salah satu ustadz dampak yang ditimbulkan berikutnya adalah ketika media ini digunakan terlalu sering pada pembelajaran justru dapat menghambat perkembangan santri. Jurnal Pendidikan. Bahasa dan Budaya - Volume 5. Nomor. 2 Juni 2026 E-ISSN . : 2962-1143. P-ISSN . : 2962-0864. Hal. Penggunaan media digital yang berlebih dinilai mengurangi esensi dari bahasa Arab itu Meskipun media digital memiliki banyak sekali kemudahan dalam menunjang proses pembelajaran, akan tetapi ada beberapa kegiatan pembelajaran di pondok pesantren yang tidak bisa digantikan melalui media digital seperti penerapan muhadatsah dalam keseharian. Metode muhadatsah menekankan adanya interaksi dan komunikasi dua arah, antara mutakallim . rang pertam. dan mukhaatab . rang kedu. Dalam prosesnya, percakapan melibatkan orang ketiga atau al-ghaoib. Al-ghaoib bisa juga berupa benda. Penjelasan di atas menunjukkan bahwa muhadatsah adalah salah satu bentuk berbicara menggunakan dan mengimplementasikan bahasa Arab dalam berbagai situasi(STAIN Watampone & Nur, 2. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di PPTQ Ar-Royyan Pacitan, dapat disimpulkan bahwa perkembangan media digital memberikan pengaruh yang cukup besar dalam perkembangan pembelajaran bahasa Arab di lingkungan pondok pesantren. Media digital berperan sebagai sarana penunjang pembelajaran yang membantu santri dalam mengakses berbagai sumber ilmu dengan lebih mudah. Berbagai platform digital seperti YouTube, aplikasi kamus Al-MaAoani, e-book, serta media sosial telah dimanfaatkan oleh santri sebagai media belajar bahasa Arab. Dengan adanya media digital telah membantu meningkatkan pemahaman santri melalui sajian audio dan visual yang lebih menarik serta mudah dipahami. Selain itu, media digital memberikan kemudahan bagi santri untuk belajar kapan saja dan dimana saja. Melalui media digital, santri dapat menyaksikan kajian ilmiah, mengikuti kelas daring, memperkaya mufrodat, serta melatih keterampilan berbicara bahasa Arab melalui berbagai konten media sosial. Dalam aspek administrasi pembelajaran, pondok pesantren juga telah memanfaatkan aplikasi berbasis digital sebagai bentuk transparansi laporan perkembangan belajar santri kepada wali santri. Namun demikian, penggunaan media digital dalam pembelajaran bahasa Arab juga memiliki beberapa kendala yang perlu diperhatikan. Keterbatasan akses internet masih menjadi hambatan bagi sebagian santri dalam menggunakan media digital secara optimal. Selain itu, pemanfaatan media digital tanpa pengawasan yang baik justru dapat mengganggu konsentrasi belajar santri disebabkan adanya distraksi media sosial dan konten hiburan. Penggunaan media digital yang terlalu sering juga dikhawatirkan dapat menimbulkan ketergantungan serta mengurangi semangat santri dalam membaca kitab dan sumber keilmuan Islam lainnya. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa secanggih apapun perkembangan teknologi tidak dapat menggantikan tradisi pembelajaran di pondok pesantren yang menekankan interaksi langsung Peran Media Digital terhadap Perkembangan Pembelajaran Bahasa Arab Santri PPTQ AR-ROYYAN Pacitan antara santri dan ustadz sebagai qudwah. Dalam tarbiyah islami, keberadaan guru sebagai tenaga pendidik peran dan tanggungjawab yang sangat besar dalam membimbing dan mendampingi murid-muridnya untuk menuntut ilmu. Oleh karena itu, media digital di PPTQ Ar-Royyan Pacitan digunakan sebagai sarana penunjang pembelajaran, bukan sebagai pengganti metode pembelajaran pesantren yang selama ini telah diwariskan oleh para ulama. Dengan demikian, penggunaan media digital di lingkungan pondok pesantren perlu disertai dengan pendampingan, pengawasan. Melalui pemanfaatan media digital yang bijaksana, diharapkan pembelajaran bahasa Arab di PPTQ ArRoyyan Pacitan dapat berkembang lebih baik serta tetap menjaga nilai-nilai keilmuan dan adab Islami. Selain itu, keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dengan tetap memperhatikan pelestarian tradisi pembelajaran pesantren menjadi hal penting agar santri tetap memiliki karakter, kedisiplinan, dan semangat menuntut ilmu sesuai nilai-nilai Islam. DAFTAR REFERENSI Agustina Tarik. , & Kurjum. Telaah hadits keutamaan dan urgensi menuntut ilmu di era digital: Relevansi dengan tantangan pendidikan modern dan kriteria pendidik Studia Religia: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam, 8. , 186Ae198. https://doi. org/10. 30651/sr. Ahmad Wasil. Urgensi pembelajaran bahasa Arab sebagai bahasa kedua di Pondok Pesantren Ngalah Pasuruan. Muhadasah: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab, 6. , 280Ae https://doi. org/10. 51339/muhad. Arsyad. Media pembelajaran. Rajawali Pers. Aziz. , & Baharun. Digital transformation in Islamic boarding schools: Opportunities and challenges. Jurnal Pendidikan Islam, 6. , 145Ae158. Firmansyah. Masrun. , & Yudha S. Esensi perbedaan metode kualitatif dan kuantitatif. Elastisitas: Jurnal Ekonomi Pembangunan, 3. , 156Ae159. https://doi. org/10. 29303/e-jep. Hidayat. , & Syahrani. Pembelajaran bahasa Arab berbasis teknologi informasi di Arabiyatuna: Jurnal Bahasa Arab, 5. , 1Ae15. https://doi. org/10. 29240/jba. Hakim. , & Yulia. Dampak teknologi digital terhadap pendidikan saat ini. Jurnal tidak disebutkan, 3. Haq. Pembelajaran bahasa Arab di era digital: Problematika dan solusi dalam pengembangan media. MUKADIMAH: Jurnal Pendidikan. Sejarah, dan Ilmu-ilmu Sosial, 7. , 211Ae222. https://doi. org/10. 30743/mkd. Ibrahim bin IsmaAoil. Syarh taAolim al-mutaAoallim. Junaidi. , & Hitami. Dampak transformasi digital terhadap metode pengajaran di Pondok Pesantren Kabupaten Kampar: Peluang dan tantangan. Jurnal tidak disebutkan. Jurnal Pendidikan. Bahasa dan Budaya - Volume 5. Nomor. 2 Juni 2026 E-ISSN . : 2962-1143. P-ISSN . : 2962-0864. Hal. Kitab Al-QurAoan Al-Fatih dengan alat peraga tajwid kode Arab. PT Insan Media Pustaka.