Jurnal Pendidikan Multidisipliner Volume 7 Nomor 7, Juli 2024 ISSN: 27342488 MENGANALISIS KESALAHAN SINTAKSIS DALAM PIDATO PRESIDEN JOKO WIDODO Nurul Arifin1, Fadhli Agustino2, Ahmad Maskur Subaweh3 Email: nurultjk04@gmail.com1, fadhliagustino.12@gmail.com2, ahmadmaskur4@gmail.com3 Universitas Darul Ma'arif ABSTRAK Penelitian ini menggunakan metode literatur review atau meninjau ulang penelitian terdahulu yang sudah ada, sehingga dapat menjadi acuan untuk di tinjau ulang bagian isi terkait penelitian yang penulis inginkan, kesalahan sintaksis merupakan salah satu kesalahan berbahasa yang sering terjadi dalam pidato. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan sintaksis yang terdapat dalam pidato Presiden Sidang Tahunan PMR RI Tahun 2023. Data penelitian diperoleh dari rekaman video pidato Presiden tersebut. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 5 kesalahan sintaksis dalam pidato tersebut. Kesalahan-kesalahan tersebut dikategorikan menjadi tiga jenis, yaitu kesalahan fungsi kata, kesalahan struktur kalimat, dan kesalahan konstruksi kalimat. Kesalahan fungsi kata yang paling sering terjadi adalah kesalahan penggunaan kata depan. Kesalahan struktur kalimat yang paling sering terjadi adalah kesalahan urutan kata dalam kalimat. Kesalahan konstruksi kalimat yang paling sering terjadi adalah kesalahan penggunaan kata kerja. Penelitian ini menunjukkan bahwa Presiden Joko Widodo masih sering melakukan kesalahan sintaksis dalam pidatonya. Kesalahankesalahan tersebut dapat membuat kalimat menjadi tidak efektif dan sulit dipahami. Oleh karena itu, perlu dilakukan perbaikan dalam pidato-pidato Presiden Jokowi di masa mendatang Kata Kunci: Kesalahan Sintaksis, dalam pidato Presiden Joko Widodo. ABSTRACT This research uses a literature review method or reviewing existing previous research, so that it can be a reference for reviewing the content related to the research that the author wants. Syntactic errors are one of the language errors that often eccur in speech. This research aims to analyze syntactic errors contained in the speech of the President of the 2023 PMR RI Annual Session. Research data was obtained from video recordings of the President's speech. Data analysis was carried out using qualitative descriptive methods. The results showed that there were 5 syntactic errors in the speech. These errors are categorized into three types, namely word function errors, sentence structure errors. and sentence construction errors. The most common word function errors that occur are errors in the use of prepositions. The most common sentence structure error that occurs is the error in the order of words in the sentence. The most common sentence construction errors that occur are verb usage errors. This research shows that President Joko Widodo still often makes syntactic errors in his speeches. These errors can make sentences ineffective and difficult to understand. Therefore, improvements need to be made in President Jokowi's speeches in the future. Keywords: Syntactic errors in President Joko Widodo Equations. 52 PENDAHULUAN Kesalahan berbahasa adalah penggunaan bahasa yang menyimpang dari pedoman bahasa yang digunakan. Bahasa menurut Mubarokah dan Rosita (2019) merupakan faktor yung menjamin kelangsungan komunikasi sosial baik tertulis maupun lisan. Penggunaan bahasa yang baik dan benar dalam korespondensi mempunyai tujuan untuk menjamin data dapat tersampaikan dengan baik. Bahasa sebagai perangkat khusus dapat dikomunikasikan dalam bahasa dan bahasa tersusun Manusia perlu menguasai keterampilan berbahasa agar dapat berbicara dengan baik..(Debi et al., 2021) Terdapat empat kemampuan memahami, kemampuan berbicara, kemampuan mendengarkan, dan kemampuan mengarang. Salah satu kemampuan retorika Karena banyak orang sering ditunjuk untuk menyampaikan pidato atas nama kelompoknya, berbicara di depan umum biasanya dilakukan oleh seseorang yang dikenal dalam kelompoknya, sehingga para pembicara profesional dapat meyakinkan peserta tentang tujuan kelompok pada acara mendatang. Dalam menyampaikan pidato, seorang pembicara perlu memperhatikan dengan baik apa yang disampaikannya karena sebagian masyarakat Indonesia masih kurang memiliki kemampuan menulis dalam bahasa yang cukup rumit. Untuk dapat mengungkapkan gagasan dalam bahasa tulis secara runtut, runtut, dan sesuai kaidah kebahasaan, keterampilan menulis memerlukan ketelitian dan pengetahuan yang luas. (Ahmad Dedi Mutiadi & Indah Patima, n.d.) (Saputri. n.d.) Wacana merupakan pendekatan individu dalam mengundang sesuatu atau memberikan data secara lisan dan terbuka. Alamat sangat penting untuk digunakan dalam acara nyata dan juga acara yang diadakan hanya untuk hiburan. Pembicara biasanya adalah orang penting seperti pemimpin, presiden, kepala sekolah, atau seseorang yang berpidato di suatu pertemuan. Oleh karena itu, mereka yang ingin menyampaikan pidato perlu melakukan segala daya untuk mempersiapkannya. Tidak semua orang di dunia ini memilikinya. ME TODE PE NE LITIA N Metode yang digunakan adalah menggunakan metode literatur review atau meninjau ulang penelitian terdahulu yang saat ini ada, sehingga cenderung dijadikan semacam perspektif di tinjau ulang bagian isi terkait penelitian yang penulis inginkan. Sang penulis mencari referensi melalui artikel, jurnal, situs, buku dan lain sebagainya untuk mengembangkan pembahasaan isi yang kuat dalam penelitian menemukan kesalahan dalam ilmu sintaksis ini menggunakan sistematis systematic literature review sehingga pencarian datanya menggunakan pencarian atau meninjau jurnal-jurnal lain. i i i i i HASIL DAN PEMBAHASAN Tata bahasa adalah salah satu cabang ilmu linguistik yang menitik beratkan pada penggunaan bahasa sebagai alat ekspresi dan integrasi dengan bahasa lain sebagai satu bahasa yang komprehensif (Chaer, 2012: 206). Menurut Sawalmeh (2013), kata-kata itu digunakan dalam susunan sintaksis adalah kata-kata yang terdapat pada frasa, klausa, dan bilangan. Kajian sintaksis terkait dengan susunan kata dalam klausa, kalimat, dan frase. Oleh karena itu, dalam menulis suatu perhitungan, penting untuk mempertimbangkan struktur perhitungan yang besar sesuai dengan kaidah perhitungannya. Menurut Setyawati (2013:15), penyebab munculnya tingkat tata bahasa disebabkan oleh penggunaan kata depan mana yang salah, komponen yang mana tidak tepat, superlatif yang tidak tepat, pluralisasi, kata-kata yang tidak pantas, dan timbal balik tidak tepat. Sebaliknya, permasalahan yang teridentifikasi pada metode perhitungan bidang sebagai berikut: non subjektif, non prediktif, tumpang tindih objek antara predikat dan objek, dan penggandaan. 53 1. Penggunakan Konjungsi. Contoh: “Kita harus memastikan bahwa vaksinasi ini dapat berjalan dengan cepat dan tepat sasaran.” Kalimat tersebut seharusnya menggunakan konjungsi "agar" untuk menghubungkan dua klausa "kita harus memastikan" dan "vaksinasi ini dapat berjalan dengan cepat dan tepat sasaran." Penggunaan konjungsi "dan" dalam kalimat menjadi ambigu. 2. Penggunaan kata yang tidak baku Contoh: “Pemerintah akan terus mendorong peningkatan ekspor.” Kalimat tersebut seharusnya menggunakan kata "eskpor" yang baku, bukan "eksport." 3. Penggunaan kata kerja pasif yang tidak tepat Contoh: “Pada tahun 2021, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan akan mencapai 5,2%”. Kalimat tersebut seharusnya menggunakan kata kerja aktif "mencapai" agar makna kalimat menjadi lebih jelas. Penggunaan kata ganti yang tidak tepat Contoh: "Krisis, resesi, dan pandemi itu seperti api. Kalau kita bisa hindari, kalau bisa kita hindari. Tetapi jika hal itu tetap terjadi, banyak hal yang bisa kita pelajari." Kalimat tersebut seharusnya menggunakan kata ganti "itu" untuk merujuk pada api" pada kalimat pertama. 4. Penggunaan kata yang tidak tepat Contoh: “Pemerintah akan terus mendorong peningkatan inventasi.” Kalimat tersebut seharusnya menggunakan kata "investasi" yang baku, bukan "inventasi." Kesalahan-kesalahan sintaksis dalam Pidato Presiden Joko Widodo Dalam Sidang Tahunan MPR 2021 dapat disebabkan oleh beberapa variabel, antara lain: a. Tidak adanya kendali tata bahasa Indonesia b. Kurang persiapan dalam menyusun pidato c. Kesalahan dalam menyampaikan pidato Kesalahan-kesalahan tersebut dapat mengurangi efektivitas pidato dan menimbulkan kerancuan makna lagi para pendengar. Oleh karena itu, penting bagi seorang pembicara untuk menguasai tata bahasa Indonesia dengan baik dan mempersiapkan pidatonya dengan matang. KESIMPULAN Berbahasa dengan baik dan benar bertujuan untuk berkomunikasi dengan intensif dengan menyampaikan gagasan atau ide-ide yang berwawasan tinggi melalui berbahasa yang dapat dipahami lawan bicara. Meskipun berucap menggunakan bahasa yang baik dan benar itu memang sangat sulit. Banyak dari sekian banyak orang yang pengucapan bahasanya terlihat sulit untuk berinteraksi pluralisasi, kata-kata yang tidak pantas, dan timbal balik. Eksplorasi ini menunjukkan bahwa Presiden Joko Widodo masih sering melakukan. kesalahan sintaksis dalam pidatonya. Kesalahan- kesalahan tersebut dapat membuat kalimat menjadi tidak efektif dan sulit dipahami. Oleh karena itu, perlu dilakukan perbaikan dalam. pidato-pidato Presiden Joko Widodo di masa mendatang. DAFTAR PUSTAKA Ahmad Dedi Mutiadi & Indah Patima. (nal. ANALISIS KESALAHAN MORFOLOGIS DAN SINTAKSIS PADA PIDATO PRESIDEN JOKO WIDODO PERIODE JANUARI 2015. Debi, F., Riyaningnum, L., Dewi, LY., & Ulya, C. (2021). Analisis kesalahan berbahasa taranin sintaksis pada pidato Presiden Jokowi dalam Sidang Umum PBB. Jurna 1 Genre. 3 Saputri, K. (n.l.) ANALISIS KESALAHAN MORFOLOGI PADA PIDATO PRESIDEN JOKO WIDODO DALAM RANGKA PELANTIKAN PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN TERPILIH PERIODE 2019-2024. Mubarokah. E., & Rosita. F.Ya. (2019). Kesalahan Sintaksis pada Esai Siswa (Kesalahan Tata Bahasa dalam Esai Siswa), JALABAHASA. 15(2), 163-172. 54