Heryanti. Clara S HUBUNGAN PARITAS DAN PENDIDIKAN DENGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG TANDA BAHAYA KEHAMILAN DI PUSKESMAS TULUNG SELAPAN TAHUN 2020 Heryanti1. Clara Sintia Mahesa2 Program Studi Di Kebidanan STIKES Pembina Komplek Kenten Permai Blok J No 9-12 Bukit Sangkal Palembang 30114 Email : antie_jose@yahoo. Abstrak Kehamilan melibatkan perubahan psikologis maupun fisiologis dari ibu dan perubahan sosial di dalam Tanda bahaya kehamilan yaitu gejala yang menunjukkan bahwa ibu dan bayi dalam keadaan Tujuan penelitian ini untuk diketahuinya hubungan paritas dan pendidikan ibu dengan pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan di Puskesmas Tulung Selapan tahun 2020. Penelitian ini menggunakan metode survey analitik. Populasi penelitian ini yaitu seluruh ibu hamil TM i yang datang ke Puskesmas Tulung Selapan pada bulan Desember 2020. Pengambilan sampel pada penelitian ini dengan metode accedental sampling. Sampel pada penelitian ini berjumlah 37 responden. Dari hasil analisa univariat didapatkan responden yang berpengetahuan baik . ,0%) lebih banyak dibanding kandengan ibu yang berpengetahuan cukup dan kurang yaitu masing-masing . ,5%). Paritas ibu dengan paritas tinggi. ,3%) lebih banyak dibandingkan dengan ibu paritas rendah . ,7%). Ibu dengan pendidikan tinggi. ,6%) lebih banyak dibandingkan dengan ibu yang berpendidikan rendah . ,4%). Dari hasil analisa bivariat didapatkan ada hubungan paritas dengan pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan di Puskesmas Tulung Selapan tahun 2020 . value = 0,. Ada hubungan pendidikan ibu dengan pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan di Puskesmas Tulung Selapan tahun 2020 . value = 0,. Saran dari peneliti hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi bagi Puskesmas Tulung Selapan sehingga dapat meningkatkan pelayanan antenatal care, dapat lebih meningkatkan perhatian kepada masyarakat terutama ibu hamil dalam pemberian pelayanan sesuai standar asuhan kehamilan. Kata kunci: Paritas. Pendidikan. Tanda bahaya kehamilan. Abstract Pregnancy involves psychological changes or physiologic from mother and social changes in family. Pregnancy alert is syndrome which indicates that mother and baby are in dange. The aims of this research is to find out the correlation parity and motherAos education with pregnant motherAos knowledgeabout pregnancy alert in Tulung Selapan Health Care year 2020. This research used analytic survey method. This research population is all maternities TM i who come to Tulung Selapan Health Care in December 2020. Sample taking of this research is acedental sampling method. Sample of this research is 37 respondents. From the result of univariate analysis obtained well - knowledge respondent . ,0%) more than enough - knowledge motherand lack namely each one . ,5%). MotherAos parity and high parity . ,3%) more thanwith motherAoslow parity . ,7%). Mother with high education . ,6%) more than with mother with low education . ,4%). From the result of bivariate analysis reached that there is correlation between parity with maternityAos knowledge about pregnancy alert in Hj. Zuniawaty Apprentice Palembang year 2020 . uU ycycaycoycyce = 0,. There is correlation between mother with pregnant motherAos knowledge about pregnancy alert in Tulung Selapan Health Care year 2020 . uU ycycaycoycyce = 0,. Suggestion from researcher that this research result can be as evaluation subtance for Tulung Selapan Health Care so that can increase antenatal care service, can enhance attention to people mainly to maternity in giving service according to prenatal care. Key Words : Parity. Education. Pregnancy Alert Jurnal Kesehatan dan Pembangunan. Vol 12. No 24. Juli 2022 Heryanti. Clara S PENDAHULUAN Kehamilan merupakan penyatuan dari spermatozoa dan ovum dan dilanjutkan dengan nidasi Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin. Lamanya hamil normal adalah 280 hari . minggu atau 9 bulan 7 har. di hitung dari haid pertama dan haid Kehamilan psikologis maupun perubahan fisiologis dari ibu serta perubahan sosial di dalam Sulit diketahui sebelumnya bahwa kehamilan akan menjadi masalah. Sistem penilaian resiko tidak dapat memprediksikan apakah ibu hamil akan bermasalah selama (Prawirohardjo, 2. Menurut Data World Health Organization Tahun 2017 Ibu hamil beresiko menghadapi komplikasi yang timbul selama kehamilan, dan sekitar 15% dari semua ibu hamil mengalami komplikasi kehamilan dan persalinan. Angka kematian ibu masih sangat tinggi, sekitar 295. wanita meninggal selama dan setelah kehamilan dan persalinan pada tahun 2017. Sebagian besar 94% Wanita meninggal akibat komplikasi selama dan setelah kehamilan dan persalinan. Sebagian besar kehamilan dan sebagian besar dapat dicegah atau diobati. Komplikasi lain mungkin ada sebelum kehamilan tetapi memburuk selama kehamilan, terutama jika tidak ditangani sebagai bagian dari asuhan. Komplikasi utama yang menyebabkan hampir 75% dari semua kematian ibu adalah perdarahan pervaginam, infeksi, tekanan darah tinggi selama kehamilan . re-eklamsia dan eklamsi. , komplikasi dari persalinan, aborsi tidak aman. (WHO, 2. Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia menurut Badan Pusat statistik melalui hasil data SUPAS (Survei Penduduk Antar Sensu. Tahun 2015 sejumlah 305/100. KH, angka ini menunjukkan Indonesia termasuk Negara dengan AKI tertinggi di negara ASEAN setelah negara Laos dan yang memiliki AKI terendah di ASEAN adalah Negara Malaysia 34/100. 000 KH. AKI Ibu disebabkan oleh komplikasi kehamilan dan persalinan yaitu eklampsi, perdarahan, infeksi (Kemenkes, 2. Keadaan mempengaruhi kehidupan janin. Ibu seharusnya mempunyai kesehatan yang prima, sehingga dapat melahirkan bayi yang sehat rohani dan jasmani. Mengetahui kesehatan umum ibu hamil dan melakukan pengawasan hamil, dapat meningkatkan kesehatan optimal ibu dan janinnya untuk mencapai keadaan prima. (Manuaba, 2. Pada umumnya kehamilan berkembang dengan normal dan menghasilkan kelahiran bayi sehat cukup bulan melalui jalan lahir namun kadang-kadang tidak sesuai yang Sulit diketahui sebelumnya bahwa kehamilan akan menjadi masalah. (Saifuddin, 2. Dengan bertambahnya usia kehamilan dan semakin membesarnya perut, akan timbul rasa tidak nyaman, baik dari segi fisik maupun penampilan. Umumnya wanita hamil mengalami gangguan ringan, kadang gangguan ringan merupakan tanda adanya masalah yang (Pitaloka, 2. Tanda bahaya kehamilan adalah gejala yang menunjukkan bahwa ibu dan bayi dalam keadaan bahaya. Tanda bahaya dalam kehamilan diantaranya adalah perdarahan vagina, sakit kepala yang hebat, menetap, dan tidak hilang, nyeri abdomen yang hebat, demam, bayi kurang bergerak seperti biasa, gravidarum, anemia, dan kejang. (Jannah, 2. Dari 5. 000 wanita hamil di Indonesia, sejumlah 27% akan mengalami komplikasi atau masalah yang bisa berakibat fatal, sehingga apabila tidak ditangani segera dapat menyebabkan kematian pada ibu. (Rismalinda, 2. Di Provinsi Sumatera Selatan pada tahun 2018 terdapat Kematian Ibu sebanyak 120 orang meningkat dari tahun 2017 sebanyak Jurnal Kesehatan dan Pembangunan. Vol 12. No 24. Juli 2022 Heryanti. Clara S 107 orang. Penyebab kematian ibu adalah Perdarahan. Hipertensi Dalam Kehamilan (HDK). Infeksi. Gangguan Sistem Peredaran Darah (Jantung. Stroke, dl. Gangguuan Metabolik (Diabetes Mellitus, dl. , dan lain-lain. (Dinkes, 2. Kematian ibu berdasarkan penyebab kematiannya di Sumatera Selatan yaitu sebanyak 46 orang yang meninggal karena perdarahan, 29 orang karena Hipertensi dalam Kehamilan, 2 orang karena Infeksi, 14 orang karena Gangguan Peredaran Darah, 1 orang karena Gangguan Metabolik, dan 28 orang disebabkan karena lain-lain. Berdasarkan data tersebut, kematian Ibu di kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) sebanyak 12 orang, diantaranya 3 orang karena perdarahan, 3 orang karena HDK, 5 orang karena gangguan sistem peredaran darah, 1 orang disebabkan karena lain-lain. Kasus kematian ibu di Kabupaten Ogan Komering Ilir yang terbesar di Puskesmas Tulung Selapan sebanyak 4 (Dinkes, 2. Sebagian besar komplikasi kebidanan bersifat unpredictable atau tidak dapat diprediksi, kapan akan terjadi dan siapa yang akan mengalami. Secara tidak langsung kematian ibu dapat dipengaruhi oleh keterlambatan mengenali tanda bahaya kehamilan dan membuat keputusan untuk segera mencari pertolongan. Keterlambatan mencapai fasilitas kesehatan dan terlambat mendapat pertolongan pelayanan kesehatan. Oleh karenanya, deteksi dini oleh tenaga kesehatan dan masyarakat tentang adanya faktor resiko dan komplikasi, serta penanganan yang adekuat sejak sedini mungkin, merupakan kunci keberhasilan dalam penurunan angka kematian ibu dan bayi yang dilahirkannya. Kurangnya pengetahuan ibu tentang tanda bahaya kehamilan, menyebabkan ibu tidak dapat melakukan identifikasi terhadap tandatanda yang nampak sehingga tidak dapat (Kemenkes, 2. Seorang menyatakan bahwa ketidakmampuan ibu hamil utuk melakukan deteksi dini tanda bahaya kehamilan diantaranya disebabkan karena kurangnya pengetahuan, serta kurangnya informasi dalam mengenal tanda bahaya kehamilan. Sehingga masih banyak pandangan dan sikap ibu hamil kurang baik tentang kesehatannya. Pengetahuan itu sendiri dipengaruhi oleh faktor pendidikan Pengetahuan hubungannya dengan pendidikan, dimana diharapkan bahwa dengan pendidikan yang tinggi maka orang tersebut akan semakin luas pengetahuannya. (Agutriani, 2. Bidan harus mengadakan pendekatan langsung kepada ibu hamil atau pendekatan dapat dilakukan melalui dukun terlatih, kader posyandu, atau peminat KIA. Upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya Ibu hamil juga dapat dilakukan dengan melakukan pengumpulan data ibu hamil, memberikan pendidikan kesehatan kepada ibu hamil melalui kelas ibu hamil, memberikan motivasi kepada ibu hamil untuk mau melakukan kunjungan ANC minimal 4 kali, melakukan evaluasi pengetahuan ibu hamil dengan pretest dan posttest setelah dibelikan pendidikan (Walyani, 2. Bedasarkan uraian di atas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul AuHubungan Paritas dan Pendidikan dengan Pengetahuan Ibu Hamil tentang Tanda Bahaya Kehamilan di Puskesmas Tulung Selapan Palembang Tahun 2020Ay. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode survei analitik, dengan pendekatan cross sectional dimana data yang menyangkut variabel bebas dan variabel terikat dikumpulkan dalam waktu yang bersamaan. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu hamil Trimester i yang datang berkunjung pada saat penelitian berlangsung ke Puskesmas Tulung Selapan dari tanggal Jurnal Kesehatan dan Pembangunan. Vol 12. No 24. Juli 2022 Heryanti. Clara S Pengetahuan Ibu Hamil tentang Tanda Bahaya Kehamilan Baik Cukup Kurang Total Frekuensi Persentase . (%) pertanyaan >75%), cukup . ika ibu mendapat skor menjawab pertanyaan 5675%) dan kurang (Jika ibu mendapat skor menjawab pertanyaan <56%). Tabel 1 10-17 Desember 2020. Jumlah sampel penelitian sebanyak 37 responden yang diambil menggunakan teknik accidental sampling yaitu pengambilan sampel pada saat penelitian berlangsung. Dalam penelitian ini data diperoleh secara langsung dari responden dengan menggunakan instrumen Analisa yang digunakan yakni analisa univariat yang bertujuan untuk mengetahui distribusi frekuensi dari variabel independen . aritas dan pendidika. , dan variabel dependen . engetahuan ibu tentang bahaya kehamila. , analisa bivariat yang dilakukan untuk mengetahui hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-square kemaknaan =0. 05 dimana analisa data dilakukan dengan sistem komputerisasi, sehingga didapatkan nilai A value untuk melihat tingkat kemaknaan. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Analisa Univariat Analisis univariat yaitu analisa yang dilakukan tiap-tiap variabel penelitian untuk mengetahui distribusi frekuensi dan . engetahuan ibu tentang tanda bahaya kehamila. dan variabel independen . aritas dan pendidika. Pengetahuan Ibu tentang tanda bahaya Hasil analisa univariat pada variabel pengetahuan ibu tentang bahaya kehamilan dikelompokan menjadi 3 kategori yaitu : baik (Jika ibu mendapat skor menjawab Distribusi Frekuensi Pengetahuan Ibu Hamil bahayakehamilan di Puskesmas Tulung Selapan Tahun 2020 Sumber : Diolah dari hasil penelitian, 2020 Dari tabel 1 menunjukan bahwa responden yang memiliki pengetahuan Baik tentang tanda bahaya kehamilan sebanyak 27 responden . ,5%) lebih dibandingkan dengan yang memiliki pengetahuan cukup 5 responden . ,5%) dan yang berpengetahuan kurang baik sebanyak 5 responden . ,5%). Paritas Ibu Paritas ibu hamil dalam penelitian ini dikelompokkan menjadi 2 yaitu paritas tinggi . ika paritas ibu > . , paritas rendah . ika paritas ibu O . Tabel 2 Distribusi Frekuensi Paritas Ibu dengan Pengetahuan Ibu Hamil tentang Tanda Bahaya Kehamilan di Puskesmas Tulung Selapan Tahun 2020 Frekuensi Persentase Paritas . (%) 1 Tinggi 2 Rendah Total Sumber : Diolah dari hasil penelitian, 2020 Dari tabel 2 di atas menunjukan bahwa responden yang memiliki paritas tinggi sebanyak 26 responden . ,3%) lebih banyak dari responden yang memiliki paritas rendah yaitu 11 responden . ,7%). Pendidikan Pendidikan dikelompokkan menjadi 2 kategori yaitu kategori pendidikan tinggi . ika pendidikan ibu Ou SMA), dan pendidikan rendah . ika ibu pendidikan ibu < SMA). Hasil distribusi frekuensi pendidikan dapat dilihat pada Tabel 3 di bawah ini : Jurnal Kesehatan dan Pembangunan. Vol 12. No 24. Juli 2022 Heryanti. Clara S Tabel 3 Distribusi Frekuensi Pendidikan dengan Pengetahuan Ibu Hamil tentang Tanda Bahaya Kehamilan di Puskesmas Tulung Selapan Tahun 2020 No Pendidikan Frekuensi Persentase . (%) Tinggi Rendah Total yang berpengetahuan kurang yaitu 1 responden . ,8%). Sedangkan dari 11 berpengetahuan baik sebanyak 4 responden . ,4%), yang berpengetahuan kurang sebanyak 4 responden . ,4%) lebih banyak dibandingkan dengan responden yang berengetahuan cukup sebanyak 3 responden . ,3%). Dari uji Chi-square didapatkan nilai A value = 0,004 berarti lebih kecil dari . , artinya ada hubungan yang bermakna antara paritas ibu dengan pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan di Puskesmas Tulung Selapan Tahun 2020, terbukti secara statistik. Sumber : Diolah dari hasil penelitian, 2020 Berdasarkan menunjukkan bahwa responden dengan pendidikan tinggi sebanyak 25 responden . ,6%) lebih banyak dibandingkan dengan responden yang memiliki pendidikan rendah yaitu sebanyak 12 responden . ,4%). Hubungan Pendidikan Pengetahuan Ibu Hamil tentang Tanda Bahaya Kehamilan di Puskesmas Tulung Selapan Tahun 2020 Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara pendidikan dengan Pengetahuan Ibu Hamil tentang Tanda Bahaya Kehamilan di Puskesmas Tulung Selapan Tahun 2020. Analisa Bivariat Hubungan Paritas dengan Pengetahuan Ibu Hamil tentang Tanda Bahaya Kehamilan Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara paritas ibu hamil dengan pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan di Puskesmas Tulung Selapan Tahun 2020. Tabel 5 Hubungan Paritas Ibu hamil dengan Pengetahuan Ibu Hamil tentang TandaBahaya Kehamilan di Puskesmas Tulung Selapan Tahun 2020 Paritas Tinggi Pengetahuan tentang Tanda Bahaya Kehamilan Kurang Baik Cukup 23 88,5 2 Total A value 0,004 36,4 11 100 (Berm Jumlah Sumber : Diolah dari hasil penellitian, 2020 Rendah Berdasarkan menunjukkan dari 26 responden paritas tinggi, yang memiliki pengetahuan Baik sebanyak 23 responden . ,5%), lebih banyak dibandingkan dengan responden yang memiliki pengetahuan cukup yaitu sebanyak 2 responden . ,7%) dan responden Tabel 4. 6 Hubungan Pendidikan dengan Pengetahuan Ibu Hamil tentang Tanda Bahaya Kehamilan di Puskesmas Tulung Selapan Tahun 2020 Pengetahuan tentang Tanda Bahaya Kehamilan Pendidikan Baik Total Cukup Kurang Tinggi Rendah 25,0 12 100 Jumlah Sumber : Diolah dari hasil penellitian Berdasarkan tabel 6 di atas menunjukan dari 25 responden pendidikan tinggi, yang memiliki pengetahuan tinggi sebanyak 22 ,0%) dibandingkan dengan responden yang berpengetahuan cukup yaitu 1 responden . ,0%), dan responden yang berpengetahuan kurang yaitu 2 responden . ,0%). Sedangkan dari 12 responden yang Jurnal Kesehatan dan Pembangunan. Vol 12. No 24. Juli 2022 0,010 (Berm Heryanti. Clara S berpendidikan rendah yang memiliki pengetahuan tinggi sebanyak 5 responden . ,7%) lebih banyak dibandingkan dengan responden yang berpengetahuan yaitu 4 responden . ,3%) dan yang responden . ,0%). Dari uji statistic Chi-square didapatkan nilaiA value = 0,010 berarti lebih kecil dari . , artinya ada hubungan yang bermakna antara pendidikan dengan pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan di Puskesmas Tulung Selapan Tahun 2020, terbukti teruji secara statistik. Pembahasan Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif yang bersifat survey analitik dengan rancangan cross sectional yaitu penelitian dimana data variabel Independen . aritas dan pendidikan ) dan data variabel dependen . engetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamila. dikumpulkan dalam waktu yang bersamaan, atau semua subjek penelitian diamati pada waktu yang Pembahasan hasil penelitian ini memberikan kontribusi untuk mengetahui adanya Hubungan antara paritas dan pendidikan dengan pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan di Puskesmas Tulung Selapan Tahun 2020. Hubungan Paritas dengan Pengetahuan Ibu Hamil tentang tanda bahaya Hasil analisis univariat dari 37 responden menunjukan bahwa responden yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 27 responden . ,5%) lebih banyak di pengetahuan cukup dan kurang baik yang masing-masing sebanyak 5 responden . ,5%). Hasil analisa univariat paritas menunjukan bahwa responden yang memiliki paritas Tinggi sebanyak 26 responden . ,3%) lebih banyak dari responden yang memiliki paritas rendah yaitu 11 responden . ,7%). Hasil analisa bivariat menunjukkan menunjukkan dari 26 responden paritas tinggi, yang memiliki pengetahuan Baik sebanyak 23 responden . ,5%), lebih banyak dibandingkan dengan responden yang memiliki pengetahuan cukup yaitu 2 responden . ,7%) dan responden yang berpengetahuan kurang yaitu 1 responden . ,8%). Sedangkan dari 11 responden paritas rendah yang berpengetahuan Baik sebanyak 4 responden . ,4%), yang berpengetahuan kurang sebanyak 4 responden . ,4%) lebih banyak dibandingkan dengan responden yang berengetahuan kurang sebanyak 3 responden . ,3%). Dari uji Chi-square didapatkan nilai A value = 0,004 berarti lebih kecil dari . , artinya ada hubungan yang bermakna antara paritas ibu dengan pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan di Puskesmas Tulung Selapan Tahun 2020, terbukti secara statistik. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian (Budiarti. Putri, & Amelia, 2. , yang melakukan penelitian tentang Au Hubungan Karakteristik Ibu hamil dan pengetahuan Ibu hamil tentang tanda-tanda bahaya kehamilan, paritas ibu dalam pelitian ini dibagi kedalam tiga kategori yaitu nullipara 13 responden . ,6%), primipara 10 responden . ,2%), dan multipara 9 responden . ,1%) dimana didapatkan frekuensi tertinggi yaitu dengan kategori Nullipara 13 responden . ,6%) dan frekuensi terendah pada multipara 9 responden . ,1%). Hasil uji statistik antara menunjukkan nilai p value = 0,049 yang berarti signifikan karena p value < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara paritas ibu dengan tingkat Jurnal Kesehatan dan Pembangunan. Vol 12. No 24. Juli 2022 Heryanti. Clara S Sejalan dengan hasil penelitian (Sulyani, 2. yang meneliti tentang AuHubungan Karakteristik Ibu Hamil Pengetahuan Ibu Hamil terhadap Tanda Bahaya Kehamilan di Puskesmas Bandar Kabupaten Bener Meriah. Banda AcehAy menunjukkan bahwa ada hubungan antara paritas dengan tingkat pengetahuan tentang tanda bahaya kehamilan dengan nilai 0,000 . <0,. Sejalan juga dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh (Astuti, 2. tentang AuHubungan Karakteristik Ibu Hamil dengan Tingkat Pengetahuan tentang Tanda Bahaya pada Kehamilan di Puskesmas Sidoharjo Kabupaten Sragen responden dengan frekuensi terbanyak yaitu primipara 23 responden . %), multipara 18 responden . %) dan yang paling sedikit primigravida 12 responden . %), menurut hasil uji statistik menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara paritas dengan tingkat kehamilan dengan nilai 0,040 . <0,. Paritas adalah keadaan wanita berkaitan dengan jumlah anak yang dilahirkan. Semakin banyak paritas semakin banyak pula pengalaman dan pengetahuannya sehingga mampu memberikan hasil yang lebih baik dan suatu pengalaman masa lalu mempengaruhi belajar. Semakin banyak paritas ibu maka pengalaman dan pengetahuannyapun akan bertambah (Astuti. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Puskesmas Tulung Selapan peneliti berasumsi bahwa paritas dapat mempengaruhi pengetahuan ibu khususnya tentang tanda bahaya kehamilan, hal ini dikarenakan semakin banyak paritas ibu memungkinkan ibu mendapatkan lebih banyak pengalaman dan informasi baik dari pemeriksaan ANC. Pengalaman menghadapi persalinan, ataupun pengalaman lain yang dapat menambah pengetahuan ibu mengenai tanda bahaya kehamilan. Pengalaman pribadi seorang ibu dapat digunakan sebagai Hal tersebut dapat dilakukan pengalaman yang pernah diperoleh atau dialaminya dalam memecahkan persoalan yang dihadapi dalam masa yang akan Pengalaman dalam melewati masa kehamilan akan berdampak terhadap pola pikir atau pandangan, sikap dan tindakan ibu pada kehamilan berikutnya. Hubungan Pendidikan Pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan Hasil analisis univariat dari 37 responden menunjukan bahwa responden yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 27 responden . ,5%) lebih banyak di pengetahuan cukup dan kurang baik yang masing-masing sebanyak 5 responden . ,5%). Hasil analisis univariat pada data pendidikan didapatkan dari 37 responden yang memiliki pendidikan tinggi sebanyak 25 responden . ,6%) lebih banyak dibandingkan dengan responden yang memiliki pendidikan rendah yaitu 12 responden . ,4%). Hasil analisis bivariat menunjukan dari 25 responden pendidikan tinggi, yang memiliki pengetahuan tinggi sebanyak 22 ,0%) dibandingkan dengan responden yang berpengetahuan cukup yaitu 1 responden . ,0%), dan responden yang berpengetahuan kurang yaitu 2 responden . ,0%). Sedangkan dari 12 responden yang berpendidikan rendah yang memiliki pengetahuan tinggi sebanyak 5 responden . ,7%) lebih banyak dibandingkan dengan responden yang berpengetahuan cukup yaitu . ,3%) responden . ,0%). Dari uji statistic Chi-square didapatkan nilaiA value = 0,010 lebih kecil dari . , artinya ada hubungan yang bermakna antara pendidikan dengan pengetahuan ibu hamil Jurnal Kesehatan dan Pembangunan. Vol 12. No 24. Juli 2022 Heryanti. Clara S tentang tanda bahaya kehamilan di Puskesmas Tulung Selapan Tahun 2020, terbukti teruji secara statistik. Penelitian ini sejalan dengan penelitian oleh (Budiarti. Putri, & Amelia, 2. yang melakukan penelitian tentang AuHubungan Karakteristik Ibu hamil dan dukungan suami dengan tingkat pengetahuan Ibu hamil tentang tanda-tanda bahaya kehamilan, dari hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan dengan frekuensi tertinggi adalah dengan hasil baik yaitu sebanyak 14 ibu . ,8%), dan sebagian besar pendidikan adalah pendidikan tinggi sebanyak 20 ibu . ,5%). Ibu yang memiliki pengetahuan yang baik lebih banyak ditemukan pada kelompok pendidikan tinggi sebanyak 11 ibu . ,4%). Hasil uji statistik pengetahuan menunjukkan p value= 0,037 yang menandakan p value < 0,05. Hal ini bermakna antara tingkat pendidikan dengan pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya Penelitian ini sejalan dengan penelitian (Andaruni. Pamungkas, & Lestari, 2. AuGambaran pengetahuan Ibu hamil tentang tanda-tanda bahaya kehamilan Trimester 1 di Puskesmas Karang PuleAy, didapatkan Karakteristik responden berdasarkan pendidikan sebagian besarresponden berpendidikan dasar yaitu sebanyak 19 orang atau . ,3%) dan sebagian kecil responden berpendidikan tinggi yaitu sebanyak 3 orang atau . %). Berdasarkan tabulasi silang antara pegetahuan dengan pendidikan ternyata yang memiliki pengetahuan baik lebih banyak dari Penelitian oleh Sulyani . yang meneliti tentang AuHubungan Karakteristik Ibu Hamil dengan Tingkat Pengetahuan tentang Tanda Bahaya pada Kehamilan di Puskesmas Sidoharjo Kabupaten SragenAy menunjukkan bahwa ada hubungan antara pendidikan dengan tingkat pengetahuan tentang tanda bahaya kehamilan dengan nilai 0,007 . <0,. Pendidikan secara umum merupakan mempengaruhi orang lain baik individu, kelompok atau masyarakat sehingga mereka melakukan apa yang diharapkan oleh pelaku Sehingga mempunyai pendidikan yang baik, mereka mampu mengupayakan rencana untuk mendapatkan pengetahuan oleh pelaku pendidikan, akan tetapi pendidikan rendah tidak memungkinkan membuat seseorang untuk berpikir yang lebih luas, jika pendidikan rendah juga memiliki banyak pengalaman maka lebih luas juga pengetahuan, sama juga dengan pendidikan tinggi, semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang akan semakin mudah dalam menerima informasi. (Notoadmodjo, 2. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Puskesmas Tulung Selapan menunjukan bahwa ada hubungan antara pendidikan dengan pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan. Ibu dengan pendidikan tinggi akan lebih mudah menerima informasi sehingga akan membuat ibu tersebut semakin banyakmemiliki tentang tanda bahaya kehamilan sehingga ibu dapat melakukan deteksi dini secara mandiri untuk mencegah komplikasi Tingkat pendidikan dapat mempengaruhi daya pikir seseorang untuk dapat menerima segala informasi dari lingkungan sekitarnya. Pendidikan yang tinggi atau baik dapat memperluas ilmu pengetahuan ibu hamil. Ibu hamil yang berpendidikan tinggi mempunyai kepedulian kehamilannya terutama untuk mengetahui tanda bahaya kehamilan sebagai upaya mencegah timbulnya komplikasi dalam Sementara itu, jika seorang ibu hamil yang mempunyai pendidikan rendah maka dapat mengakibatkan terhambatnya atau kurangnya pengetahuan atau informasi yang bisa di peroleh pada tingkat pendidikan Jurnal Kesehatan dan Pembangunan. Vol 12. No 24. Juli 2022 Heryanti. Clara S yang lebih tinggi. Jadi, semakin tinggi pendidikan maka akan semakin mudah seseorang dalam menerima informasi sehingga lebih mudah untuk meningkatkan KESIMPULAN Ada hubungan antara paritas dengan pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan di Puskesmas Tulung Selapan Ada hubungan antara pendidikan dengan pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan di Puskesmas Tulung Selapan Saran Bagi Puskesmas Tulung Selapan Diharapkan pada pihak Puskesmas Tulung Selapan dapat meningkatkan pelayanan antenatal care, dapat lebih meningkatkan perhatian dan empati kepada masyaraka terutama ibu hamil dalam pemberian pelayanan sesuai standar asuhan kehamilan, pemberian informasi serta penyuluhan tentang tanda bahaya terjadinya komplikasi kehamilan, mengajak suami dan keluarga ibu hamil untuk berperan aktif dalam mengawasi dan memotivasi ibu agar dapat menjalani kehamilan yang sehat, serta memfasilitasi ibu hamil dalam pemberian informasi dalam Asuhan selama masa kehamilan. Persiapan persalinan. Rujukan jika diperlukan, secara Bagi Peneliti Selanjutnya Diharapkan peneliti yang akan datang mampu mengembangkan penelitian tentang pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan dengan menguji hubungan variabelyang berbeda misalnya (Umur, dukungan suami, pekerjaa. , metode penelitian yang berbeda atau dengan dengan metode kualitatif, sehingga dapat memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai tanda bahaya dan komplikasi DAFTAR PUSTAKA