Henlindra dan Santioso: Faktor Faktor yang Mempengaruhi Cash Holding Sebagai . FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI CASH HOLDING SEBAGAI VARIABEL DEPENDEN PADA SEKTOR PERINDUSTRIAN Catherine Oktovella Henlindra dan Linda Santioso Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tarumanagara Jakarta *Email: Catherine. 125190172@stu. Abstract: The main objective of this study is to analyze the effect of leverage, firm size, net working capital, and growth opportunity on cash holding in industrial sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2019Ae2021. This study uses a purposive sampling technique with the number of companies obtained as many as 38 companies that are included in the purposive sampling criteria. The data used are secondary data from the company's annual report obtained through the Indonesia Stock Exchange website and the company's official website. Data processing uses the E-Views 12 application program with a quantitative method. The results of this study indicate that the independent variables leverage, firm size, & growth opportunity have no effect on the dependent variable cash holding, and net working capital has a positive effect on cash holding. Keywords: Leverage. Firm Size. Cash Holding. Abstrak: Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh leverage, ukuran perusahaan, net working capital, dan growth opportunity terhadap cash holding pada perusahaan sektor perindustrian yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2019Ae Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah perusahaan yang diperoleh sebanyak 38 perusahaan yang termasuk ke dalam kriteria purposive sampling. Data yang dipakai merupakan data sekunder dari laporan tahunan perusahaan yang diperoleh melalui situs Bursa Efek Indonesia dan website perusahaan yang resmi. Pengolahan data menggunakan program aplikasi E-Views 12 dengan metode kuantitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa variabel independen leverage, firm size, & growth opportunity tidak memiliki pengaruh terhadap variabel dependen cash holding, dan net working capital memiliki pengaruh positif terhadap cash holding. Kata kunci : Leverage. Ukuran Perusahaan. Cash Holding. Pendahuluan Perkembangan ekonomi yang pesat serta persaingan bisnis global menuntut perusahaan untuk mampu bersaing dengan perusahaan baru dan beradaptasi terhadap perubahan zaman. Sektor perindustrian mengalami pertumbuhan yang sangat positif dan pesat, yang tercermin dari peningkatan pendapatan perusahaan-perusahaan yang Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 1174-1188 Henlindra dan Santioso: Faktor Faktor yang Mempengaruhi Cash Holding Sebagai . terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sektor ini menjadi salah satu yang paling menonjol di antara perusahaan-perusahaan yang terdaftar di BEI. Agar para pelaku bisnis dapat mempertahankan keberlangsungan usaha di masa depan, mereka perlu terus mengembangkan bisnis di tengah persaingan yang semakin ketat. Namun, sebuah perusahaan tidak dapat menggunakan seluruh dana yang dimilikinya untuk pengembangan bisnis, karena terdapat beberapa faktor yang harus dipertimbangkan. Salah satu faktor penting yang dapat memengaruhi kinerja operasional perusahaan adalah arus kas. Menurut Saputri dan Kuswardono . , mengatakan bahwa kas merupakan aset yang paling likuid, sehingga harus dimiliki untuk memenuhi kebutuhan operasional Ada banyak keuntungan dan kerugian memiliki uang dalam jumlah besar. Manfaat dari usaha yang mempunyai kas dalam nominal besar adalah dapat memnuhi kebutuhan kas perusahaan yang tidak terduga dan diperlukan kontribusi dalam membantu kelangsungan kegiatan perusahaan, namun memiliki kas yang tersedia dalam jumlah besar juga dapat menimbulkan kerugian bagi usaha seperti kerugian usaha dalam peluang menghasilkan pendapatan untuk bisnis karena kas yang tidak terpakai atau teranggurkan . dle fun. Memiliki uang tunai merupakan salah satu hal penting bagi perusahaan karena tanpanya tidak ada operasional bisnis yang dapat berjalan dengan Menurut Gill dan Shah . 2 dalam Saputri & Kuswardono, 2019 ), kas mempunyai definisi yaitu kas yang tersedia bagi suatu perusahaan yang diinvestasikan dalam bentuk aset berwujud serta petrusahaan dapat mendistribusikannya kepada investor. Variabel cash Holding juga merupakan kas yang dimiliki oleh perusahaan sekaligus merupakan aset penting perusahaan. Kepemilikan uang tunai ini mungkin termasuk uang tunai, cash di bank, atau surat berharga. Setiap perusahaan mempunyai kebijakan nya sendiri yang berbeda untuk mengelola dan memelihara cadangan kas. Hal ini karena kondisi dan karakteristik masing-masing perusahaan berbeda, dan motif serta cara pengendalian kas yang berbeda. Kas akan menjadi sangat penting ketika suatu perusahaan dalam kesulitan untuk mendapatkan pendanaan dari luar, maka dari itu dengan menempatkan suatu perusahaan dalam kesulitan keuangan yang dapat menyebabkan kebangkrutan. Oleh karena itu, perusahaan harus mampu menangani dan mempertahankan kas dalam jumlah yang optimal agar dapat bersaing dengan perusahaan lain (Aristi. Khalida & Azmi, 2. Perusahaan melihat suatu kas dalalm bentuk aset yang akan digunakan untuk hal yang bermanfaat ketika terdapatnya peluang dikemudian hari. Perusahaan biasanya menggunakan dana ini bagi investasi yang baik, dalam investasi yang berbentuk fisik maupun finansial. Contoh kasus terkait cash holding yaitu perusahaan Grup Femina yang melaporkan kas negative pada tahun karena lemahnya dalalm mengelola cash holding, sehingga suatu perusahaan dituntut harus tetap membayar kewajibannya yaitu THR karyawan secara mencicil atau cicilan . https://w. com/, 18 juni 2. Kajian Teori Trade Off Theory. Trade Off Theory diperkenalkan pertama kali pada tahun 1963 oleh Modigliani dan Miller, teori ini mengatakan bahwa gagasan tentang seberapa tinggi tingkat utang yang dialami perusahaan dan seberapa tinggi ekuitas yang dimiliki perusahaan untuk menyeimbangkan biaya dan manfaat. Teori ini menyatakan bahwa ketika sebuah perusahaan over-leveraged atau under-leveraged, yang akan memiliki Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 1174-1188 Henlindra dan Santioso: Faktor Faktor yang Mempengaruhi Cash Holding Sebagai . rasio leverage yang optimal dan mencoba untuk menyesuaikan leverage yang sebenarnya ke titik optimal. Dalam kondisi yang stabil, perusahaan akan menyesuaikan tingkat hutangnya kepada tingkat rata-rata hutangnya dalam jangka panjang. Menurut Miller dan Orr . , mengatakan bahwa suatu perusahaan menentukan besarnya cash holding yang baik harus dari membandingkan antara manfaat dengan pengeluaran pada cash holding. Trade-off theory mengevaluasi besarnya cash holding pada tingkat yang baik dengan mempertimbangkan pembiayaan atau dana yang disebabkan oleh pemegang kas yang mempertimbangkan keuntungan yang akan diberikan kepada Pecking Order Theory. Pecking order theory menurut Myers dan Majluf . , menjelaskan ketika meminimalkan pengeluaran assymetric information dan sumber pembiayaan diluar itu, suatu perusahaan harus lebih awal membayar investasi mereka menggunakan pendapatan yang ditahan, lalu hutang yang terjaga maupun hutang yang memiliki risiko, serta yang terakhir dapat menggunakan modal sendiri. Teori ini menjelaskan tentang tidak ada ketingkatan cash holding yang baik untuk suatu perusahaan, situasi yang tidak mendukung menurut pemahaman trade-off theory dimana memiliki artian bahwa terdapat tingkat cash holding perusahaan yang optimal. Assymetric information merupakan situasi dimana satu antara pihak mempunyai informasi yang lebih baik dari pihak-pihak lain. Dalam situasi ini, bagian manajemen harus lebih banyak mendapatkan informasi perusahaan daripada pemegang saham. Perusahaan dapat membayarkan biaya lebih besar apabila perusahaan mampu mengeluarkan saham yang terbaru yang berkaitan dengan Assymetric information, sehingga pendanaan internal akan lebih dipilih oleh perusahaan dibandingkan pendanaan eksternal ketika melakukan investasi disuatu perusahaan. Cash Holding. Menurut Wulandari dan Setiawan . , mengatakan bahwa cash holding merupakan sejumlah kas dan setara kas yang dengan mudah di konversikan ke dalam wujud uang tunai pada perusahaan yang dimilikinya. Menurut Gill dan Shah . , mengatakan bahwa cash holding adalah kas perusahaan yang dimiliki perusahaan dan kas yang dapat dengan mudah diinvestasikan kedalam wujud aset serta siap jika didistribusikan ke pihak investor. Penelitian senada juga dijelaskan oleh Ogundipe dkk. 2 dalam Suherman, 2. , mengatakan bahwa cash holding juga salah satu kas yang tersedia di dalam perusahaan serta disediakan dalam investasi bagi aset fisik dan juga diberikan ke pihak investor. Menurut Elnathan dan Susanto . , berpendapat bahwa kas yang disimpan oleh perusahaan biasa disebut sebagai cash Cash holding digunakan untuk menjalankan kegiatan operasional didalam perusahaan dan mampu melakukan investasi dalam bentuk aset wujud maupun Setiap bagian perusahaan diharuskan untuk mempunyai kemampuan dalam menentukan jumlah kas yang akan dimiliki berdasarkan kegiatan suatu perusahaan. Besarnya kas yang dikeluarkan harus sesuai, tidak dapat terlalu besar dan tidak terlalu Leverage. Menurut Weston dan Copeland . , menyatakan bahwa leverage adalah rasio yang menjelaskan seberapa jauh tingkat perusahaan bergantung kepada kreditur dalam pembiayaan aset perusahaan. Menurut Saputri dan Kuswardono . , mengatakan bahwa leverage ialah rasio dalam keuangan dengan membagi total hutang pada total aktiva suatu perusahaan. Perusahaan cenderung mempunyai tingkat leverage yang tinggi ketika melakukan pendanaan aset miliknya dengan mempergunakan hutang Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 1174-1188 Henlindra dan Santioso: Faktor Faktor yang Mempengaruhi Cash Holding Sebagai . Dalam menghitung rasio leverage, resiko tak tertagihnya suatu hutang dapat terlihat, maka dari itu data tentang leverage didalam perusahaan sangat penting bagi pihak investor maupun kreditur. Menurut Darmawan dan Nugroho . , menjelaskan bahwa leverage merupakan kemampuan perusahaan menggunakan hutangnya untuk mendanai kebutuhan operasional pada sebuah perusahaan. Semakin tinggi tingkat hutang suatu perusahaan, maka akan semakin tinggi juga hutang yang digunakan perusahaan tersebut yang berttujuan untuk membiayai kegiatan perusahaannya, sehingga perusahaan dengan tingkat leverage tinggi biasanya kurang diminati oleh pihak investor karena lebih meningkatkan resiko tidak terbayarnya hutang yang dapat mengakibatkan terjadinya kebangkrutan. Firm Size. Firm Size Menurut Ferri dan Jones . , mengatakan bahwa firm size merupakan skala yang dapat dikelompokkan besar kecil suatu perusahaan berdasarkan berbagai rumus, antara lain penjualan, total aktiva, log size, nilai pasar saham, kapitalisasi pasar, dan lain-lain yang mengandung korelasi tinggi. Menurut Darmawan dan Nugroho . , mengatakan bahwa firm size adalah suatu gambaran yang memperlihatkan tingkat besarnya suatu perusahaan, jika semakin besar suatu perusahaan, maka dapat disimpulkan bahwa perusahaan tersebut semakin kuat dan meningkatkan ketertarikan bagi pihak investor dalam berinvestasi. Ukuran perusahaan terbagi dalam 3 kategori yaitu perusahaan besar . arge fir. , perusahaan menengah . edium fir. , dan perusahaan kecil . mall fir. Net Working Capital. Net working capital yang sering disebut modal kerja bersih ialah suatu kewajiban serta aset lancar yang perusahaan miliki dan juga dapat dijadikan modal kerja yang positif ketika aset lancar lebih tinggi dibandingkan kewajiban lancar (Sari & Hastuti, 2. Net working capital juga bagian aktiva lancar yang dipergunakan dalam membiayai kebutuhan suatu perusahaan tanpa merugikan Menurut Najema dan Asma . , berpendapat bahwa net working capital memiliki artian modal kerja bersih, yaitu bagian dari investasi suatu aset lancar yang biasa sering digunakan dalam mengelola operasi dalam kegiatan suatu perusahaan. Menurut Sari dan Hastuti . , menyatakan bahwa net working capital dapat mengganti cash holding suatu perusahaan, karena net working capital sangat mudah diubah ke dalam kas ketika suatu perusahaan mengalami keadaan yang tidak terduga. Growth Opportunity. Growth opportunity adalah besarnya peluang pertumbuhan didalam perusahaan yang membuat suatu perusahaan diharuskan mendapatkan pendapatan yang lebih dengan baik dengan usaha yang profitable (Saputri & Kuswardono, 2. Menurut Maxentia dkk. , menyatakan bahwa growth opportunity merupakan suatu rasio yang menjaga posisi perusahaannya di tengah pertumbuhan ekonomi serta persaingan di dalam suatu industri tersebut. Tingkat growth opportunity yang berbeda dimiliki setiap perusahaan, maka diperlukan keputusan dalam menghadapi growth opportunity perusahaannya oleh pihak manajer perusahaan. Menurut Maxentia dkk. , mengatakan juga bahwa growth opportunity adalah kesempatan bertumbuh bagi perusahaan di masa depan. Growth opportunity merupakan rasio dimana berguna untuk mengukur kegiatan operasi dan didalam pertumbuhan ekonomi yang secara mengglobal untuk mengetahui seberapa besar kemampuan yang dimiliki perusahaan dalam mempertahankan keadaanya. (Alicia dkk. , 2. Kaitan Antar Variabel Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 1174-1188 Henlindra dan Santioso: Faktor Faktor yang Mempengaruhi Cash Holding Sebagai . Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 1174-1188 Henlindra dan Santioso: Faktor Faktor yang Mempengaruhi Cash Holding Sebagai . Leverage Terhadap Cash Holding. Menurut Angelia dan Dwimulyani . , mengatakan bahwa leverage ketika terdapat dalam suatu perusahaan dapat mempunyai pengaruh terhadap cash holding perusahaan, jumlah kas yang ditahan perusahaan juga akan berpengaruh, jika perusahaan membayar hutangnya. Dalam mempergunakan leverage, tidak hanya mendapatkan keuntungan yang didapat perusahaan tetapi juga perusahaan dapat mengalami kerugian, karena leverage diartikan perusahaan sebagai beban yang mempunyai risiko kepada pemegang saham yang dapat mempengaruhi return saham. Masalah leverage akan selalu menjadi pertimbangan di dalam suatu perusahaan, termasuk ketika perusahaan diharuskan melakukan penanggungan pada berbagai pembiayaan. Leverage yang besar umumnya cenlebih akan melakukan penahanan kas lebih banyak disuatu perusahaan untuk membiayai kebutuhannya dan membayar hutang yang ada. Argumen ini didukung oleh penelitian yang dilakukan Sitorus. Simbolon, dan Hajanirina . , yang menunjukkan leverage berpengaruh negatif dan signifikan terhadap cash holding. Pecking order theory mengatakan bahwa tingkat cash holding berkurang ketika kebutuhan investasi melebihi laba ditahan dan meningkat ketika kebutuhan investasi kurang dari laba ditahan. Penelitian lain yang dilakukan oleh Davison dan Rasyid . , menunjukkan hasil yang berbeda bahwa leverage berpengaruh positif dan signifikan terhadap cash holding. Firm Size Terhadap Cash Holding. Menurut Alicia dkk. menjelaskan bahwa semakin besar perusahaan, maka semakin mudah perusahaan tersebut untuk mendapatkan pendanaan dari luar yang membuat perusahaan lebih mengarah agar tidak menahan uang tunai dalam jumlah besar yang bahkan perusahaan tidak mampu menyediakan cadangan kas. Keputusan yang berbeda dalam suatu perusahaan dengan ukuran besar maupun ukuran kecil dapat menentukan tingkat cash holding. Perusahaan besar mengalokasikan dananya dengan kemampuan yang baik untuk berinvestasi maupun menghindari kejadian yang tidak diinginkan terjadi di masa depan. Maka dari itu, perusahaan besar lebih akan menyimpan kasnya lebih besar daripada perusahaan yang berukuran kecil. Penelitian yang dilakukan oleh Zunairoh dan Fathurrohman . yang menyatakan bahwa firm size memiliki pengaruh negatif terhadap cash holding, sedangkan hasil penelitian yang ditelah diuji oleh Elnathan dan Susanto . menunjukkan antara firm size dan cash holding memiliki hubungan positif dan signifikan. Net Working Capital Terhadap Cash Holding. Net working capital tinggi yang dimiliki pada suatu perusahaan akan lebih memilih untuk mempunyai cash holding dalam jumlah sedikit. Menurut Suci dan Susilowati . berpendapat bahwa dalam suatu perusahaan ketika mempunyai net working capital di keadaan yang negatif yang akan terbentuk sendiri cadangan pada kas didalam perusahaan, namun jika perusahaan mendapatkan net working capital yang positif akan lebih mengarah kepada pengurangan saldo kas perusahaan. Pendapat ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Guizani . dan Sudarmi dan Nur . yang menyatakan bahwa hasil net working capital mempunyai pengaruh negatif dan bersignifikan terhadap cash holding. Penelitian tersebut sesuai dengan teori trade off yang berpendapat bahwa terdapat pengaruh negatif antara net working capital terhadap variabel cash holding di suatu Hasil penelitian lain yang dilakukan oleh Abbas. Eksandy, dan Mulyadi . , menyatakan hasil berbeda bahwa net working capital yang mempunyai pengaruh positif dan bersignifikan terhadap cash holding. Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 1174-1188 Henlindra dan Santioso: Faktor Faktor yang Mempengaruhi Cash Holding Sebagai . Growth Opportunity Terhadap Cash Holding. Tingkat growth opportunity yang dimiliki setiap perusahaan berbeda-beda, sehingga manajer perusahaan perlu mengambil keputusan dalam menghadapi kegiatan growth opportunity disuatu Perusahaan yang sedang mengalami pertumbuhan maka akan memiliki kesempatan yang tinggi juga dalam kasnya dikarenakan sedang mengalami pertumbuhan dalam penjualan. Peluang pertumbuhan yang baik dalam suatu perusahaan lebih membutuhkan pendanaan yang besar di masa depan agar mampu merealisasikan peluang pertumbuhan dalam perusahaan (Aspasia, 2. Berdasarkan penjelasan yang dikemukakan dalam Sari dan Hastuti . , growth opportunity dapat diartikan sebagai kesempatan dalam berinvestasi di masa depan yang didukung oleh perusahaan dengan aset yang dimilikinya. Hal ini menyatakan growth opportunity adalah suatu kesempatan dalam berinvestasi dalam perusahaan yang memiliki kemungkinan didapat oleh suatu perusahaan. Perusahaan dikatakan sedang mengalami pertumbuhan ketika memiliki peluang yang lebih besar dalam usaha melakukan pengendalian kas yang lebih besar dikarenakan meningkatnya penjualan dalam Penelitian yang dilakukan oleh Maxentia dkk. yang menyatakan hasil uji bahwa growth opportunity memiliki pengaruhyang positif dan bersignifikan terhadap cash holding. Berbeda dengan hasil yang didapatkan Sanjaya dan Widiasmara . dimana mengatakan hasil growth opportunity tidak terdapat pengaruh yang signifikan terhadap cash holding. Pengembangan Hipotesis Menurut hasil penelitian terdahulu maka posisi pengujian yang akan dilakukan adalah secara kuantitatif berupa laporan keuangan yang tersaji ke dalam Bursa Efek Indonesia tahun 2019-2021 dengan menggunakan data sekunder. Kerangka pemikiran dalam penelitian ini seperti digambarkan dibawah ini. Leverage Firm Size Cash Holding Net Working Capital Growth Opportunity Gambar 1. Kerangka Pemikiran Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 1174-1188 Henlindra dan Santioso: Faktor Faktor yang Mempengaruhi Cash Holding Sebagai . Hipotesis adalah jawaban yang bersifat dugaan dari suatu penelitian. Dugaan ini harus dapat dibuktikan dengan adanya data empiris, hipotesis yang diperoleh berdasarkan kaitan antar variabel dengan penelitian terdahulu antara lain: H1: Leverage mempunyai pengaruh negatif terhadap Cash Holding. H2: Firm Size mempunyai pengaruh negatif terhadap Cash Holding. H3: Net Working Capital mempunyai pengaruh positif terhadap Cash Holding. H4: Growth Opportunity mempunyai pengaruh positif terhadap Cash Holding. Metodologi Pada pengujian ini metodologi yang akan digunakan adalah penelitian data sekunder secara kuantitatif yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia Pertukaran pada tahun 2019-2021. Metode yang digunakan dalam pemilihn sampel adalah purposive sampling yaitu . Perusahaan sektor perindustrian yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2019-2021, . Perusahaan pada sektor perindustrian yang menyajikan laporan keuangan yang telah diaudit dan berakhir tanggal 31 Desember selama tahun 2019-2021, . Perusahaan sektor perindustrian yang terdaftar yang menyajikan laporan keuangannya dengan mata uang rupiah selama tahun 2019-2021. Jumlah keseluruhan sampel yang didapatkan dan valid adalah sebesar 38 perusahaan. Berikut tabel variabel operasional dan pengukuran yang akan digunakan adalah: Tabel 1. Variabel Operasional Dan Pengukuran Tabel 2. Hasil Uji Statistik Deskriptif Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 1174-1188 Henlindra dan Santioso: Faktor Faktor yang Mempengaruhi Cash Holding Sebagai . Berdasarkan pengujian data statistik deskriptif yang diolah, ini menunjukkan bahwa variabel dependen LOG_Y atau cash holding memiliki nilai nilai rata-rata . 936477 dengan standar deviasi sebesar 1. Nilai standar deviasi ini memiliki nilai yang lebih besar dibandingkan nilai rata-rata variabel, sehingga variabel ini memiliki data yang bervariasi. Variabel cash holding memperoleh nilai minimum 6. 561169 yang ada di perusahaan Multifiling Mitra Indonesia Tbk periode 2019, dengan nilai yang dimiliki maksimum yaitu -0. 371712 yang ada di perusahaan Arkha Jayanti Persada Tbk periode 2020. Hasil Uji Model dan Kesimpulan Terdapat tiga model pendekatan yang akan digunakan dalam memilih model regresi data panel, diantaranya Common Effect Model (CEM). Fixed Effect Model (FEM), dan Random Effect Model (REM). Tujuan pemilihan model ini untuk mengestimasi regresi data panel dalam menentukan model regresi panel yang terbaik dari ketiga model regresi tersebut. Dalam pengujian model estimasi regresi data panel yang terbaik selanjutnya akan melakukan pengujian terhadap uji chow dan uji hausman sebagai Tabel 3. Uji Chow Berdasarkan dari hasil tabel uji chow di atas, hasil yang diperoleh adalah p-value memiliki besaran yaitu 0. 0000<0. 05, yang berarti dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Maka dari itu, fixed effect model adalah model yang terbaik dari common effect model. Hasil uji chow yang menolak hipotesis nol, maka pengujian data berlanjut ke uji hausman Tabel 4. Uji Hausman Berdasarkan dari hasil penelitian uji hausman diatas, didapatkan nilai p-value adalah 0075<0. Pengujian ini menyatakan fixed effect model adalah model yang terbaik Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 1174-1188 Henlindra dan Santioso: Faktor Faktor yang Mempengaruhi Cash Holding Sebagai . daripada random effect model. Pada penelitian yang sudah di uji menyatakan bahwa fixed effect model adalah model yang terbaik yang akan digunakan dipenelitian ini, yang berarti tidak pelru melakukan Uji Lagrange Multiplier. Hasil Uji Statistik dan Kesimpulan Uji Asumsi Klasik, sebelum dilakukannya pengujian hipotesis akan dilakukan uji asumsi klasik terlebih dahulu yaitu terdiri dari, uji nomrailitas, uji multikolinieritas, uji heteroskedasitas, dan yang terakhir uji autokorelasi. Tabel 5. Hasil Uji Normalitas Hasil uji normalitas model fixed effect model menggunakan transformasi log pada variabel dependen atau Y mendapatkan hasil probability sebesar 0. Nilai uji 941387 sudah lebih besar dibandingkan taraf signifikansi 0. 05, sehingga hasil pengujian dari transformasi log pada Y yang digunakan dalam penelitian memiliki distribusi normal dan memenuhi kriteria normalitas. Tabel 6. Hasil Uji Multikolinieritas Berdasarkan dari hasil pengujian diatas didapatkan bahwa besar suatu koefisien korelasi pada setiap variabel independen tidak >0. 8, kondisi ini menyatakan bahwa tidak adanya suatu hubungan korelasi antara masing-masing variabel independen, yang berarti dapat disimpulkan model pada pengujian ini terbukti tidak adanya masalah Tabel 7. Hasil Uji Heteroskedasitas Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 1174-1188 Henlindra dan Santioso: Faktor Faktor yang Mempengaruhi Cash Holding Sebagai . Dari hasil uji heteroskedastisitas di atas menunjukkan heteroskedastisitas yang menggunakan uji Breusch-Pagan Godfrey (BPG) memperoleh nilai sebesar 0. yang berarti lebih besar daripada 0. 05, sehingga tidak ada terjadi masalah pada pengujian heteroskedastisitas. Tabel 8. Hasil Uji Autokorelasi Berdasarkan hasil pengujian autokorelasi yang menggunakan data unstructured menunjukkan bahwa Durbin Watson sebesar 1. 060245, yang berarti nilai Durbin Watson berada diantara -2 sampai 2, sehingga tidak terdapat masalah autokorelasi. Tabel 9. Hasil Uji Regresi Linear Berganda Berdasarkan uji model yang telah dilakukan, model yang layak digunakan adalah fixed effect model. Dengan memperhatikan nilai koefisien regresi dari fixed effect model maka diperoleh persamaan regresi linear berganda pada penelitian ini sebagai berikut: Y = 4. 318177 - 0. 103458X1 - 0. 260574X2 1. 230696X3 - 0. 003450X4 e Berdasarkan persamaan analisi regresi linear diatas, dapat disimpulkan bahwa pertama, nilai koefisien regresi X1 atau leverage sebesar -0. 103458, hal ini menunjukkan pengaruh negatif antara leverage dengan cash holding, jika variabel leverage ditingkatkan sebesar 1 satuan maka nilai cash holding akan berkurang 103458 satuan yang mengasumsikan variabel lain dianggap konstan. Nilai X2 atau firm size pada penelitian ini yang didapat yaitu -0. Negatif yang berada pada koefisien regresi menyatakan pengaruh antara variabel firm size pada besarnya cash holding berpengaruh negatif, yang berarti apabila firm size ditingkatkan sebesar 1 satuan maka nilai cash holding akan berkurang sebesar 0. 260574 satuan dengan mengasumsikan bahwa variabel lain dinilai konstan. Nilai X3 atau net working capital Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 1174-1188 Henlindra dan Santioso: Faktor Faktor yang Mempengaruhi Cash Holding Sebagai . Nilai tersebut menyatakan hubungan net working capital dengan cash holding berpengaruh positif. Variabel Net working capital ditingkatkan sebesar 1 satuan yang mengakibatkan adanya peningkatan pada suatu cash holding, yaitu 1. satuan dengan mengasumsikan bahwa variabel lain dinilai konstan. Nilai koefisien regresi X4 atau growth opportunity pada penelitian ini diperoleh -0. Nilai negatif pada koefisien regresi menyatakan hubungan antara variabel growth opportunity dengan besarnya cash holding berpengaruh negatif, yang berarti apabila growth opportunity dinaikkan sebesar 1 satuan maka nilai cash holding berkurang sebanyak 003450 satuan dengan mengasumsikan variabel lain dinilai konstan. Tabel 10. Hasil Uji Koefisien Determinasi Berdasarkan hasil pengujian koefisien determinasi diatas, dapat dikatakan bahwa perhitungan yang didapatkan besar hubungan variabel independen terhadap variabel dependen pada model regresi ini sebesar 81%, dapar dilihat dari nilai Adjusted RAe Squared sedangkan nilai 19% yaitu sisanya yang dipengaruhi oleh variabel lainnya yang tidak diuji pada pengujian ini. Tabel 11. Hasil Uji F Berdasarkan hasil dari pengujian uji F. P-value F-stat yang didapat, yaitu 0. yang berarti p-value <0. 05, sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Lalu pada F-tabel nilainya sebesar 2. 684916, sedangkan nilai F-stat sebesar 12. 91496 yang berarti F-stat > F-tabel. maka H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian, disimpulkan jika model regresi layak digunakan dan variabel leverage, firm size, net working capital, dan growth opportunity secara bersamaan atau simultan berpengaruh terhadap cash holding. Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 1174-1188 Henlindra dan Santioso: Faktor Faktor yang Mempengaruhi Cash Holding Sebagai . Tabel 12. Hasil Uji t Berdasarkan hasil perhitungan diatas, apabila hasil probabilitas t-hitung <0. 05 maka H0 ditolak dan H1 diterima. Sebaliknya, jika nilai probabilitas t-hitung>0. 05 maka H0 diterima dan H1 ditolak. Beberapa metode dapat dilakukan dengan memperhatikan nilai t-hitungt-tabel, maka H0 ditolak dan H1 diterima. Maka dari itu didapatkanlah nilai probabilitas pada variabel leverage, yaitu 0. 8641>0. 05 dan besar t-hitung yang didapatkan yaitu senilai -0. 171814 lebih kecil dari nilai t-tabel yaitu 1. 98118, yang berarti H0 diterima dan H1 ditolak. Dapat disimpulkan secara parsial leverage tidak memiliki pengaruh negatif dengan cash holding. Besar nilai probabilitas variabel firm size adalah 0. 5763>0. 05 serta nilai t-hitung yang didapatkan sebesar -0. 561408 kecil dari t-tabel yang bernilai 1. 98118, yang berarti H0 diterima dan H1 ditolak. Dapat disimpulkan secara parsial variabel firm size tidak berpengaruh negatif dengan cash Besar probabilitas variabel net working capital adalah 0. 0459<0. 05 serta nilai t-hitung yang didapatkan sebesar 2. 031910 lebih besar dari t-tabel yang bernilai 98118, yang berarti H0 ditolak dan H1 terima. Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa secara parsial variabel net working capital berpengaruh secara positif dengan cash Besar probabilitas variabel growth opportunity yaitu 0. 5527>0. 05 serta nilai thitung yang didapatkan yaitu -0. 596493 kecil dari t-tabel yang besarnya adalah 1. yang berarti H0 diterima dan H1 ditolak. Maka dari itu, dapat disimpulkan secara parsial growth opportunity tidak mempunyai pengaruh negatif dengan cash holding. Diskusi