STRATEGI KEPEMIMPINAN UNTUK MEWUJUDKAN MADRASAH YANG UNGGUL DAN ISLAMI DI MI NURUL ISLAM WONOGIRI LEADERSHIP STRATEGY TO REALIZE AN EXCELLENT AND ISLAMIC MADRASAH IN MI NURUL ISLAM WONOGIRI Giyarmi Novitasari MI Unggulan Nuris Wonogiri Email : giyarminovitasari@gmail. Diterima : 17 April 2025 Direvisi : 26 Mei 2025 Disetujui : 26 Mei 2025 ABSTRAK Tujuan dilakukan pelitian ini adalah untuk mengetahui Model kepemimpinan yg Diterapkan Kepala Madrasah di MI Nurul Islam Wonogiri. Strategi Yang Diselenggarakan Kepala Madrasah MI Nurul Islam Wonogiri, dan Hasil Yang Dicapai Dari Model Kepemimpinan Kepala Madrasah MI Nurul Islam Wonogiri. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (Field Researc. Adapun metode penelitian ini sifatnya deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data penelitian melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi. Hasil penelitian yakni: . Model kepemimpinan kepala madrasah MI Nurul Islam Wonogiri dalam mewujudkan sekolah yang unggul dan Islami memiliki peranan yang sangat penting karena kepala madrasah bertugas selaku manajer, leader, pengawas, pendidik, administrator, inovator, motivator serta penentu saat pengambilan keputusan maupun kebijakan di madrasah. Strategi yang dilaksanakan kepala madrasah terhadap perwujudan sekolah yang unggul dan Islami di MI Nurul Islam Wonogiri adalah dengan menganalisis keperluan warga madrasah, pembuatan visi dan misi, penentuan tujuan serta sasaran madrasah, penyusunan program, menyelenggarakan program yang sudah disiapkan serta Hasil yang dicapai dari model tersebut ialah: sebagian besarnya lulusan bisa meneruskan ke sekolah menengah pertama baik negeri ataupun swasta bisa bersaing pada lomba baik tingkat daerah maupun nasional. Sedangkan, capaian lainnya ialah mutu serta profesionalismenya guru akan meningkat, guru akan lebih tertib dalam administrasi, lebih terlatih serta kreatif mendidik Kata Kunci : Model. Strategi. Dampak ABSTRACT The purpose of this study was to determine the leadership model implemented by the principal of MI Nurul Islam Wonogiri, the strategies implemented by the principal of MI Nurul Islam Wonogiri, and the results achieved from the leadership model of the principal of MI Nurul Islam Wonogiri. The type of research used was field research. The research method was descriptive qualitative. Data collection techniques were through observation, interviews, and documentation. The results of the study were: The leadership model of the principal of MI Nurul Islam Wonogiri in realizing an excellent and Islamic school has a very important role because the principal serves as a manager, leader, supervisor, educator, administrator, innovator, motivator and determinant when making decisions or policies in the madrasah. The strategy implemented by the principal of the madrasah towards realizing an excellent and Islamic school at MI Nurul Islam Wonogiri is by analyzing the needs of the madrasah community, creating a vision and mission, determining the goals and objectives of the madrasah, compiling programs, implementing programs that have been prepared and evaluating. The results achieved from the model are: most of the graduates can continue to junior high schools, both public and private, can compete in competitions at both regional and national levels. Meanwhile, other achievements are that the quality and professionalism of teachers will increase, teachers will be more orderly in administration, more trained and creative in educating their students. Keywords: Model. Strategy. Impact Strategi Kepemimpinan Untuk Mewujudkan. Giyarmi Novitasari PENDAHULUAN Kepemimpinan sebagai keahlian kepala madrasah dalam melaksanakan peran serta tugasnya secara memadai dengan cara memberi pengaruh kepada guru guna mewujudkan tujuan sekolah yang sudah ditentukan. Selaku pemimpin pendidikan, bertugas serta bertanggung jawab yang berat mengenai peran madrasah, semangat kerja sama yang pengembangan pendidikan, kenyamanan lingkungan kerja dan pengembangan kualitas profesional guru. Selain itu, dianggap pimpinan yang efektif bila mampu mengarahkan serta menjalankan prosedur kepemimpinan yang memberi pengaruh serta membimbing aktivitas maupun perilaku kelompoknya. Kreativitas serta inisiatifnya kepala madrasah menuju perkembangan madrasah ialah bagian yang tidak terpisahkan dari wewenang maupun tanggung jawabnya. Fungsi utamanya ialah mewujudkan aktivitas pembelajaran yang efisien serta efektif (Sumainah. Perkembangan kepala madrasah melaksanakan perannya, bertanggung jawab atas semua aktivitas. Jadi, beliau wajib bertugas mengoptimalkan mutu guru serta senantiasa meningkatkan etos kerja guru agar tiap guru dapat melakukan tugasnya dengan baik. Pencapaian tujuan madrasah baik secara kualitas ataupun kuantitas tak bisa dipisahkan dari individu yang tergabung diorganisasi sekolah. Kepala Madrasah adalah pimpinan pendidikan yang diharuskan mengawasi, menjalankan tugas, serta bertanggung jawab dengan sebaik mungkin. Perannya sangatlah menentukan arah serta akan menjadi apa organisasi yang dipimpin. Jadi, organiasai yang mempunyai kekuatan guna mengembangkan serta menumbuhkan Kepala madrasah adalah pimpinan lembaga pendidikan formal Utami, 2. Madrasah tergantung siapa yang menjalankannya. Dengan demikian, keahlian tiap pemimpin untuk memberi pengaruh bawahannya sangatlah berdampak pada perkembangan pola tingkah laku, misalnya tindakan, perbuatan, ataupun cara dalam segala aktivitas yang dipakai terhadap pencapaian tujuan madrasah. Langkah untuk memberi pengaruh bawahannya tersebut umumnya diwujudkan berbentuk pola perilaku tertentu yang dikenal sebagai perilaku Kepala mengoptimalkan kualitas sekolah. Guru selaku unsur penting harus mampu menjadi guru yang profesional, khususnya guna menyelesaikan beragam persoalan terkait pengembangan kualitas pendidikan. Salah satu cara guru supaya menjadi guru yang profesional ialah melalui upaya kepala madrasah untuk meningkatkan kualitas guru, sehingga profesionalismenya tak akan ada ataupun berlangsung baik tanpa usaha dari kepala madrasah. Berhasilnya suatu lembaga bergantung pada kepemimpinan kepala sekolahnya. Pemimpin madrasah ialah kepala lembaga ditentukan yayasan ataupun ditentukan pemerintah (Usman, 2. Madrasah sebagai sekolah yang barlabel agama, merupakan lembaga pendidikan yang harus selalu mendapatkan pendidikan yang bermutu, bermoral serta tanggungjawab lebih kepada peserta Yang dibutuhkan ialah mutu perubahan yang timbul dimasyarakat yang diperlukan di era yang makin maju ini. Tentu saja, masalah yang paling utama menyangkut mutu pendidikan, serta pendidikan yang bermutu merujuk kepada pendidikan yang berkualitas. Pendidikan yang berkualitas berasal dari pemimpin madrasah yang berkualitas. Pemimpin madrasah yang berkualitas ialah yang Dengan demikian, kepala Jurnal JARLITBANG Pendidikan. Volume 11 Nomor 1 CJuni 2025 madrasah mewujudkan visi, misi maupun tujuannya Pimpinan madrasah harus profesional dalam tugasnya sertamemiliki beragam cara untuk mengoptimalkan mutu dan mencapai hasil output maupun input yang bermutu. Kemudian, selaku pimpinan lembaga pendidikan, kepala madrasah wajib mampu mengatur seluruh aspek ataupun lapisan pegawai agar seluruh tugas terlaksana baik sejalan tujuan. Peranan pemimpin adalah bagian utama dilembaga sekolah (Wahyudi, 2. Berdasarkan pendahuluan yang dilakukan di MI Nurul Islam Wonogiri menjelaskan kebanyakan pemimpin madrasah kurang mempunyai keahlian akademik, motivasi diri, serta kurang percaya diri sebagai pemimpin, maupun kurang mampu memberi pengaruh bawahannya guna meningkatkan semangat Peristiwa tersebut dikarenakan faktor prosedur penyaringan yang kurang sesuai dengan kompetensi maupun prosedur, kurang terbuka, nuansa/isi yang banyak, daya saing yang kurang serta faktor eksternal maupun internalnya kepala pertumbuhan dan perkembangannya yang Profesionalisme yang rendah berakibat pada minimnya produktivitas pimpinan madrasah terhadap peningkatan mutu pendidikan (Muhidin, 2. Persoalan pendidikan yang kini pendidikan, terutama pendidikan dasar maupun menengah. Beragam usaha peningkatan kualifikasi guru, menyediakan serta memperbaiki infastruktur pendidikan pengelolaan madrasah. Tetapi, berbagai paramater kualitas pendidikan belum memperlihatkan peningkatan yang merata. Beberapa madrasah khususnya di kotakota terlihat mengalami peningkatan kualitas, tetapi beberapa madrasah masih (Kurniawan. Contoh parameter yang bisa diketahui di MI Nurul Islam Wonogiri ialah etos kerja guru yang tidak memenuhi syarat pendidikan minimal pendidik sehingga rataan ujian di tingkat pendidikan dasar Kondisi tersebut mendatangkan pertanyaan tentang peranan kepala sekolah selaku pemimpin dalam peningkatan mutu pendidikan, serta bergantung pada semangat kerja guru yang didukung peranan kepala madrasahnya. Terdapat beberapa peneltian yang signifikat terhadap penelitian berikut, yakni: Penelitian Monica Esca dan Acep. Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol. No. September 2022. Judul Upaya Kontribusi Kepala Sekolah Dalam Pengembangan Profesionalitas Tenaga Pendidik Di Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Darussalam Subang. Jawa Barat. Hasilnya bahwasannya usaha kepala sekolah terhadap peningkatan kinerja guru yakni melibatkan guru dalam pelatihan, penyediaan fasilitas yang dibutuhkan mendorong/mengingatkan guru agar menggunakan fasilitas yang sudah diberikan, membebaskan guru terhadap pemanfaatan teknik pembelajaran, penyediaan presensi serta memeriksa secara teratur, mengatur meja guru guna memudahkan komunikasi, mengawasi memberi contoh pada guru, menegur guru yang kurang dispilin serta kepala sekolah tranparan maupun memberi contoh pada guru (Monica, 2. Penelitian oleh Muhammad Said, dkk. Tipologi Kepemimpinan Kepala Madrasah Meningkatkan Kualitas Pendidikan yang meneliti kepemimpinan kepala sekolah terhadap etos kerja guru. Metodenya yang dipergunakan yakni Hasilnya yang dilaksanakan pada guru SMP Kabupaten Sukoharjo memperlihatkan bahwasannya kepala Strategi Kepemimpinan Untuk Mewujudkan. Giyarmi Novitasari sekolah memiliki kualifikasi yang serta kualifikasi yang tinggi terhadap semangat kerja Adanya korelasi penting diantara Kontribusinya kepemimpinan kepala sekolah kepada semangat kerja guru sebesar 19,6% ( Said, 2. Penelitian Marisa, dkk, tahun 2022, berjudul Kinerja Kepala Madrasah Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Di Mts. Al-Wasliyah Gedung Johor Medan. Hasilnya kepemimpinan kepala sekolah serta kemampuan guru pada kinerjanya bidang produktif jurusan manajemen bisnis memiliki dampak signifikan (Marisa,2. Keempat. Penelitian MarAoatul Azizah, pada tahun 2021 yang berjudul Peran Kepala Madrasah Sebagai Supervisor Peningkatan Kinerja Guru. Hasilnya menjelaskan peranan kepala sekolah guna mengoptimalkan mutu PAI lewat manajemen berbasis sekolah yaitu selaku pemimpin, motivator, inovator, edukator serta pengawas. Peranan guru PAI guna meningkatkan kualitas PAI lewat manajemen berbasis sekolah ialah menerapkan teknik yang beragam untuk menyediakan bahan ajar, meningkatkan kompetensi guru, mendampingi siswa dalam kegiatan membimbing serta memberi contoh Bila dipenelitian terdahulu mengkaji terkait peranan pemimpin madrasah dalam peningkatan kinerja guru dan lebih khusus lagi tentang peran pemimpin madrasah terhadap peningkatan kualitas pendidikan pada mata pelajaran tertentu sehingga dipenelitian berikut lebih kepemimpinannya pemimpin madrasah secara langsung guna meningkatkan kualitas pendidikan (Azizah, 2. Permasalahan yang hendak dikaji ialah bagaimana strategi kepemimpinan yang diterapkan kepala madrasah dalam mewujudkan madrasah yang unggul dan islami di MI Nurul Islam Wonogiri. Melalui sehingga tujuannya penelitian berikut kepemimpinan, strategi, dan dampak kepemimpinan yang diterapkan kepala madrasah dalam mewujudkan madrasah yang unggul dan islami di MI Nurul Islam Wonogiri. LANDASAN TEORI Kepemimpinan Kepemimpinan berasal dari kata AupimpinAy yang berarti tuntun, bina atau bimbing, dapat pula berarti menunjukan jalan yang baik atau benar, tetapi dapat pula berarti mengepalai pekerjaan atau Kepemimpinan dapat pula di definisikan sebagai seni mempengaruhi dan mengarahkan orang dengan cara kepatuhan, kepercayaan, kehormatan, dan kerjasama yang bersemangat dalam mencapai tujuan bersama. Sedangkan Robbins AuKepemimpinan adalah kemampuan untuk memepengaruhi suatu kelompok untuk pencapaian tujuanAy. Menurut Wahjosumidjo, dalam praktek organisasi, kata AumemimpinAy mengandung konotasi menggerakkan, mengarahkan, membimbing, melindungi, bantuan, dan sebagaimana. Anoraga mengartikan AuKepemimpinan sebagai hubungan dimana satu orang yakni pemimpin mempengaruhi pihak lain untuk bekerjasama secara sukarela dalam usaha tugas-tugas berhubungan untuk mencapai hal yang diinginkan oleh pimpinan tersebutAy. Sebagai fokuskan kepada apa yang dilakukan oleh para peimpin, yaitu proses dimana para pemimpin menggunakan pengaruhnya untuk memeperjelas tujuan organisasi bagi Jurnal JARLITBANG Pendidikan. Volume 11 Nomor 1 CJuni 2025 para pegaawai, bahawan, atau yang dipimpinya, memotovasi mereka untuk mencapai tujuan tersebut, serta membantu menciptakan suatu budaya produktif dalam Adapun karakteristik yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Kepala Madrasah Kata Au KepalaAu dapat diartikan sebagai ketua atau pimpinan dalam suatu Sedangkan madrasah adalah sebuah lembaga yang menjadi tempat menerima dan memberi pelajaran. Dengan demikian secara sederhana kepala madrasah dapat didefinisikan sebagai seorang tenaga fungsional guru yang diberi fungsi untuk menyelenggarakan proses belajar. Sebagai seorang kepala madrasah yang dipercaya dalam memimpin sebuah madrasah harus mengetahui perannya sebagai seorang pemimpin sehingga dalam mengalami kendala, disamping itu tujuan yang ditetapkan dalam madrasah akan tercapai dengan mudah. Dalam lembaga pendidikan yang dipimpin seorang kepala madrasah terdiri dari bermacam elemen, yaitu dewan guru, staf dan siswa. Elemen yang ada dalam lembaga tersebut mempunyai karakteristik, budaya, sifat, sikap yang satu sama lainnya Dengan keberagaman itulah peran kepala madrasah sebagai pemimpin sangat dibutuhkan. Sebagai pendidik, kepala madrasah yang dipercaya dalam memimpin sebuah madrasah harus mampu memberikan dipimpinnya yang berkaitan dengan moral, fisik, dan artistik sehingga tidak terjadi ketimpangan dalam keorganisasi lembaga pendidikan tersebut. Disamping itu, sebagai pemimpin kepala madrasah, harus mampu memberikan contoh . kepada elemen yang dipimpinnya yang berkaitan dengan moral, fisik dan artistik tersebut sehingga dengan pengertian dan contoh yang diberikan oleh kepala madrasah dengan baik tidak memberikan warna pemikiran yang lain dari Madrasah yang Unggul dan Islami. Madrasah unggul dan Islami, dalam konteks teori pendidikan, adalah madrasah yang memiliki karakteristik unggul dalam berbagai aspek, baik dalam bidang akademik, keislaman, maupun sosial, dengan tetap memprioritaskan nilai-nilai Islam. Keunggulan ini mencakup kualitas guru, sarana prasarana, kurikulum yang relevan, serta pengembangan karakter Islami yang kuat pada siswa. Elaborasi: Komponen Madrasah yang Unggul dan Islami : Sumber Daya Manusia (Gur. : Guru yang berkualitas, profesional, dan memiliki kemampuan mengajar yang baik, serta memiliki pengetahuan yang luas dalam bidang agama Islam. Sarana dan Prasarana: Fasilitas yang laboratorium, dan fasilitas pendukung lainnya yang menunjang proses potensi siswa. Kurikulum: Kurikulum yang relevan dan sesuai dengan kebutuhan siswa, serta mampu mengembangkan potensi akademik dan keislaman mereka secara Nilai-nilai Islam : Pembelajaran dan pengajaran yang mengedepankan nilainilai Islam, seperti akhlakul karimah, iman, dan taqwa. Program Ekstrakurikuler : Kegiatan pengembangan bakat dan minat siswa, kepemimpinan dan kerjasama. Tujuan Madrasah yang Unggul dan Islami adalah mencetak lulusan yang unggul dalam berbagai bidang, baik Menanamkan nilai-nilai Islam secara kuat dan mendalam pada siswa. Mengembangkan potensi siswa secara Strategi Kepemimpinan Untuk Mewujudkan. Giyarmi Novitasari optimal, baik fisik, intelektual, maupun METODE PENELITIAN Kajian berikut berupa penelitian lapangan melalui pendekatan kualitatif pada perilaku kepemimpinan pimpinan madrasah guna mengembangkan kualitas Datanya berbentuk kata tertulis, lisan ataupun tingkah laku yang bisa diketahui lewat wawancara, observasi Sugiyono popularitasnya belum lama yang disebut dikarenakan didasarkan kepada filosofi post-positivisme, serta dikatakan juga metode artistik sebab tahap penelitiannya lebih artistik . urang berpol. dan metode interpretatif sebab data penelitiannya lebih mementingkan dilapangan (Sugiyono, 2. Moleong berpendapat penelitian kualitatif adalah penelitian yang menunjuk pada aspek alam, bukan kuantum ataupun numerik (Moelong, 2. Untuk alasan tersebut, penelitian kualitatif ditafsirkan non-perhitungan. Penelitian kualitatif berlandaskan kepada usaha untuk membentuk gambaran yang rinci, terumuskan, holistik serta rumit. Pengertian berikut melihat perspektif emik dipenelitian, yakni melihat sesuatu sebagai usaha untuk menciptakan pandangan yang mendetail, membentuk kata, gambaran holistik serta rumit (Moelong, 2. Dipenelitian menentukan lokasi penelitian yakni MI Nurul Islam Wonogiri yang berharap dapat menerima informasi selaras kebutuhannya. Agar mendapatkan informasi tersebut, peneliti memutuskan guna mengumpulkan informasi dari individu yang dinilai mengetahui apa yang terjadi, yakni kepala sekolah beserta guru madrasah yang Dipenelitian berikut sumber datanya ialah kepala madrasah beserta guru MI Nurul Islam Wonogiri dengan rinciannya 7 informan yakni 1 orang kepala madrasah serta 6 orang guru kelas. Melalui subjek penelitian tersebut berharap bisa mendukung penelitian serta akhirnya diwaktu yang relatif singkat, memberi banyak informasi utuh serta relevan terkait meningkatkan kualitas pendidikan. Metode pengumpulan datanya yang digunakan melalui 6 cara, yakni: Observasi, yakni dilaksanakan sebagai awalan dari usaha peneliti untuk mendekatkan pada objek yang diinginkan dapat mengungkapkan data yang detail serta benar. Observasi ataupun pengamatan ialah teknik mengumpulkan data melalui mengamati aktivitas yang sedang berjalan (Sukmadinata, 2. Wawancara, dilaksanakan dua orang yakni pewawancara serta informan (Moelong, 2. Teknik wawancara dipakai guna memperoleh informasi secara lisan serta bertatap muka informannya sehingga peneliti bisa mendapat data yang jelas serta bisa dipertanggung Dokumentasi, yakni dipakai guna membuat catatan yang akurat sesuai Dokumen ialah segala sesuatu yang tertulis ataupun dicetak yang bisa digunakan sebagai bukti. Dokumentasi penghimpunan serta menganalisa dokumen terkait yakni tertulis, (Sukmadinata, 2. Triangulasi, menggunakan sesuatu selain data teruntuk kebutuhan Triangulasi tersebut dilaksanakan melalui membandingi apa yang dinyatakan dipublik serta membandingi hasil wawancaranya terhadap muatan dokumen serta Jurnal JARLITBANG Pendidikan. Volume 11 Nomor 1 CJuni 2025 melakukan percakapan terhadap banyak pihak guna mewujudkan pemahaman terkait beragam hal (Sukmadinata, 2. Member check, yakni tahap mengecek data yang didapat peneliti pada pemberi data. Tujuannya ialah memahami seberapa jauhnya data yang didapat sejalan informasi yang (Sukmadinata, 2. Catatan lapangan, yakni memakai referensi berupa pendukung guna Contohnya, data wawancara harus (Sukmadinata, 2. Analisis data dipenelitian kualitatif mengumpulkan data dalam jangka waktu Dipenelitian berikut, peneliti berteknik analisis data Miles and Huberman (Sugiyono, 2. yang menganalisis data kualitatif dilaksanakan secara interaktif maupun dilaksanakan berkesinambungan hingga data tersebut Aktivitas yang dilaksanakan yakni reduksi, penyajian data serta kesimpulan. Kemudian mengolah datanya yang diambil dari lapangan supaya lebih sederhana. Langkah analisisnya dijelaskan melalui gambar, yakni: Gambar 1. Komponen dalam analisis data nteractive mode. Sumber : Moelong, 2014 HASIL DAN PEMBAHASAN Melalui responden serta observasi dilaksanakan sehingga peneliti kemudian menyampaikan hasil temuannya di lapangan serta menganalisis sesuai fokus penelitiannya, yakni: Model kepemimpinan yang Diterapkan Kepala MI Nurul Islam Wonogiri Kepemimpinan ialah faktor terpenting diorganisasi sebab sebagian besar berhasil Kepemimpinan Kepala Madrasah MI Nurul Islam Wonogiri ialah salah satu unsur pendidikan yang paling besar peranannya terhadap peningkatan kualitas Kepala MI Nurul Islam Wonogiri memiliki model kepemimpinan penggerakan serta menyelaraskan sumberdaya pendidikan yang tersedia guna mencapai keberhasilan semua tujuan. Pimpinan madrasah adalah salah satu faktor yang bisa mendukung madrasah guna mencapai visi, misi, tujuan serta target lewat program madrasah yang direncanakan serta bertahap maupun terciptanya sekolah unggul dan Islami (Efendi, 2. Untuk menjadi pemimpin Madrasah wajib berkualifikasi serta mempunyai kemampuan tertentu yang harus dipenuhi. Pimpinan wewenang yang perlu dilaksanakan secara baik, khususnya untuk memajukan pendidikan madrasah serta pendidikan nasional pada umumnya, serta untuk menciptakan sekolah unggul maupun Islami. Pada peranannya selaku kepala madrasah mempunyai wewenang serta fungsi yang wajib dijalankan (MuAoamalah. Hasilnya menjelaskan sesuai wawancara bersama responden beserta kepemimpinan kepala madrasah guna meningkatkan kualitas pendidikan MI Nurul Islam Wonogiri, sehinga peneliti kemudian menyatakan hasil penelitiannya Strategi Kepemimpinan Untuk Mewujudkan. Giyarmi Novitasari serta penelitiannya, yakni. Model madrasah guna menciptakan sekolah unggul serta Islami di MI Nurul Islam Wonogiri ialah salah satu faktor terpenting bagi organisasi sebab sebagian besar Kepemimpinannya kepala madrasah MI Nurul Islam Wonogiri ialah unsur pendidikan yang paling besar peranannya terhadap peningkatan kualitas Pemimpin MI Nurul Islam Wonogiri, memiliki model kepemimpinan penggerakan serta menyelaraskan sumberdaya pendidikan yang tersedia untuk mencapai keberhasilan Pimpinan madrasah ialah faktor yang bisa mendukung madrasah agar mencapai visi, misi, tujuan maupun sasaran lewat rogram madrasah yang Untuk menjadi pemimpin Madrasah wajib berkualifikasi serta mempunyai kemampuan tertentu yang madrasah mempunyai peran yang perlu dilakukan secara baik khususnya untuk memajukan pendidikan madrasah maupun pendidikan nasional pada umumnya. Pada peranannya selaku kepala madrasah mempunyai peran serta fungsi yang wajib dijalankan (Herlinda, 2. Temuan bahwasannya model kepemimpinan kepala madrasah guna menciptakan sekolah yang unggul dan Islami di MI Nurul Islam Wonogiri, sangatlah diperlukan terhadap perwujudan sekolah unggul serta Islami sebab beliau dipandang selaku pemimpin yang menjadi penentu sentral arah kesuksesan madrasah serta selaku inovator guna menjadikan boarding school selaku media peningkatan Melalui kepempimpinan yang demokratis sehingga kepala sekolah menyerap semua masukan yang mendidik dari semua anggota. Sedangkan kepemimpinan kepala madrasah di MI Nurul Islam Wonogiri dalam mewujudkan sekolah yang unggul dan Islami berperan penting meningkatkan kualitas pendidikan di madrasah tersebut. kondisi tersebut diketahui melaui pimpinan yang bertugas selaku motivator, leader, manajer, dan pengawas bagi seluruh Gambar 2. Kepala Madrasah Sedang Memberi Motivasi Pada Siswa Sumber : Dokumentasi MI Nuris, 2025 Melalui karakter kepemimpinan yang demokratis sehingga kepala madrasah di MI Nurul Islam Wonogiri menyerap semua masukan yang mendidik semua anggota, termasuk siswa guna memajukan Kemudian, kepala madrasah melaksanakan perannya selaku motivator, leader, manajer serta pengawas teruntuk semua anggota, hal itu ditunjukkan ketika kepala madrasah memberikan motivasi bagi siswa dan guru Ae guru. Model kepemimpinan tersebut dilakukan dengan seimbang, digambarkan melalui diagram dibawah ini : Sumber : Data MI Nuris, 2025 Gambar 3. Diagram 1. 1 Model Kepemimpinan Jurnal JARLITBANG Pendidikan. Volume 11 Nomor 1 CJuni 2025 Melalui penjelasan tersebut, peneliti kepemimpinan memanglah sangat penting. Kondisi tersebut berhubungan dengan fungsi kepemimpinannya kepala madrasah Beberapa keputusan kepala madrasah dilaksanakan dengan demokratis sebab keinginannya warga madrasah diperhitungkan dengan baik dengan memperhatikan masukan warga madrasah. Dan tentunya harapan serta saran warga madrasah tak lain ialah terciptanya sekolah yang unggul serta Islami. Strategi Yang Diselenggarakan Kepala MI Nurul Islam Wonogiri Tercapainya sangatlah bergantung kepada kemampuan madrasah selaku pimpinan pendidikan. Strategi kepala madrasah ialah faktor utama guna mewujudkan sekolah unggul serta Islami di MI Nurul Islam Wonogiri. Kondisi tersebut dikarenakan kepala madrasah adalah pejabat organisasi madrasah berperan mengelola seluruh sumber organisasi serta bekerja sama dengan guru guna mendidik siswanya agar Kepemimpinan menjadi strategis serta penting dalam peran serta tugas yang melekat dijabatan kepala madrasah. Strategi mewujudkan tujuan madrasah. Pimpinan yang baik ialah pemimpin yang mempunyai cara yang baik untuk mengembangkan madrasah. Tanpa adanya strategi, sehingga program madrasah tak akan berhasil. Strategi merupakan tahapan pertama serta penting saat pemimpin berusaha mengembangkan madrasah. Sehebat apapun pemimpin, program tidak akan berarti tanpa strategi yang tepat. Kepemimpinan tak hanya didasarkan pada kompetensi pemimpin, tetapi juga pada strateginya (Ridwan, 2. Hasil penelitian menjelaskan metode yang dilaksanakan kepala madrasah terhadap peningkatan kualitas pendidikan didasarkan pada analisis kebutuhan warga madrasah, penciptaan visi dan misi, penetapan tujuan serta sasaran madrasah, penyusunan program . ahunan, semester. RKM), menjalankan progam yang sudah dirancang, serta mengevaluasi. Kemudian, peningkatan mutu maupun profesionalisme guru, mengawasi guru secara berkala yaitu supervisi dalam hal penguasaan materi ajar dan metode pengajaran, dan mendukung menumbuhkan sekolah yang unggul dan Islami dengan kegiatan-kegiatan seperti : Kegiatan keagamaan seperti : shalat berjamaah, kajian akbar, rumah qurAoan, tahfidz. Mabit. Muqoyyam QurAoan Nuris,Rumah QurAoan Kegiatan pembelajaran ilmu Ae ilmu pengetahuan agama, seperti : fiqih, aqidah, hadits, bahasa arab. BTA dan ilmu Aeilmu pendidikan Kegiatan bersama masyarakat meliputi baksos, pembagian air bersih, hewan qurban, taAojil, kajian akbar setiap malam jumAoat. Kegiatan komite dan wali siswa, meliputi parenting, pertemuan rutin sebulan sekali, kegiatan rihlah, dan buka bersama. Kegiatam mengikuti beragam aktivitas guna mengembangkan diri misalnya seminar, workshop serta bimtek. Selain dari strategi di atas, pihak sekolah mendorong siswanya diajang perlombaan, seperti tingkat kecamatan, kabupaten serta nasional seperti lomba karya tulis ilmiah, lomba sains, lomba keterampilan pramuka dan lain-lain. Strategi kepala Madrasah di MI Nurul Islam Wonogiri dalam keinginan seperti visi, misi maupun tujuan madrasah sesuai hasil analisis kondisi madrasah dikomunikasikan pada warga madrasah beserta komite untuk bersama-sama menetapkan keputusan. Strateginya diatas Strategi Kepemimpinan Untuk Mewujudkan. Giyarmi Novitasari dapat dilihat dibawah ini : Kegiatan Keagamaan kegiatan komite kegiatan guru Diagram 4. Strategi Kepemimpinan Madrasah Sumber : Data MI Nuris, 2025 Umumnya, tiap madrasah mempunyai program yang bisa digunakan selama berlangsungnya pendidikan madrasah. Metode pemimpin mengelolakan programnya ialah dengan dirancang untuk menanamkan ilmu dasar dan akhlak kepada siswa. Kondisi berikut partisipasi serta kerjasama diantara pihak yang terlibat. Strategi Kepala Madrasah MI Nurul Islam Wonogiri dalam mengevaluasi madrasah yakni melalui memonitoring serta penilaian berupa monitoring serta penilaian internal maupun eksternal. Strategi pengawasan serta penilaian kepala madrasah dilaksanakan melalui refleksi aktivitas serta tahap pendidikan selama Hasilnya disampaikan pada pengurus komite maupun orangtua siswa. Menyikapi situasi tersebut, kepala madrasah melakukan beragam bentuk pembenahan serta pengembangan kepemimpinan, misalnya memaksimalkan partisipasinya warga madrasah serta dorongan lembaga ataupun pihak terkait terhadap usaha menciptakan sekolah unggul serta Islami yang efektif. SDM MI Nurul Islam Wonogiri ialah guru serta kependidikan yang memiliki signifikan terhadap peningkatan kualitas pendidikan madrasah. Cara yang digunakan pimpinan madrasah untuk memberdayakan guru besera kependidikan ialah dengan memotivasi Sedangkan, prioritas pimpinan madrasah ialah guru serta kependidikan supaya profesionalitasnya dalam pekerjaannya melalui ikut serta beragam aktivitas misalnya seminar, workshop serta bimtek. Pengawasan ialah bagian utama guna memahami bagaimana tahapan aktivitas suatu organisasi berlangsung. Pengawasan yang dilaksanakan di MI Nurul Islam Wonogiri bertujuan kekuatan maupun kelemahannya program organisasi yang berdampak positif pada kesuksesan tujuannya organisasi. Kualitas luaran pendidikan bisa diukur melalui pencapaian prestasinya siswa meliputi akademik . retasi belaja. serta non akademik . eni, pramuka, pendidikan jasmani serta perilak. yang wajib diselesaikan tiap tahun pelajaran, semester serta bulanan. Metode kepala madrasah untuk mewujudkan sekolah yang unggul serta Islami di MI Nurul Islam Wonogiri dilaksanakan melalui memaksimalkan tahap pembelajaran serta melaksanakan sekaligus bermain. Gambar 5. Model Pembelajaran Dengan Metode Belajar Sambil Bermain Dalam menjalankan strategi diatas tentu banyak faktor penunjang maupun Hasilnya menjelaskan faktor pendukung dalam mewujudkan sekolah yang unggul dan Islami di MI Nurul Islam Wonogiri yaitu: terdapat semangat jihad pengajar dalam mendidik. Jurnal JARLITBANG Pendidikan. Volume 11 Nomor 1 CJuni 2025 b. kompaknya warga madrasah. terdapat SDM yang bermutu. infrastruktur yang mendukung. peserta didik yang baik serta bisa dididik. terdapat pengajar yang sejalan linearitasnya mata pelajaran. Kondisi menimbulkan kondisi belajar. Jika guru mengajar dengan lesu sehingga siswanya tak akan bersemangat, begitu juga Kondisi tersebut tentunya dialami guru yang peka terhadap misi Kunci untuk bersemangat mengajar ialah kemauan bergembira serta berkembang menekuni amanah selaku Keinginan berkembang guna memenuhi semua tantangan pada tahap pembelajaran dapat diatasi. Berkembang ialah berubah yang senantiasa menjadi lebih baik. Berubah guna menemukan potensi diri serta selanjutnya mewujudkannya pada kehidupan sehari-hari. Mundur serta majunya Madrasah tak bisa terpisahkan dari kekompakannya pemimpin madrasah. TU, bendahara, staf serta pengajar (Azizah, 2. Sebab melalui kompaknya Madrasah masyarakat MI Nurul Islam Wonogiri produktivitas kerja disegala bidang serta bisa dilakukan secara baik, lancar serta mudah, dari yang paling kecil hingga tetap bersatu dan menghindari kelompok kecil yang nantinya memecah belah guru Semua berlangsung di MI Nurul Islam Wonogiri sangat kompak dan terjalin dengan baik sebab semua warga madrasah senantiasa bergotong royong. Tahap pendidikan di MI Nurul Islam Wonigiri dapat dikembangkan bahkan mungkin menjadi nilai tambah bagi madrasah tersebut dikarenakan pendidikan ialah kehidupan itu sendiri, bukan persiapan untuk hidup. Maknanya Tentunya kondisi tersebut tak terpisahkan dari SDMnya. Maka dari itu di MI Nurul Islam Wonogiri dilakukan pengoptimalan peningkatan SDM dengan mengikuti diklat, penataran. MGMP, bimtek, seminar, dan workshop. Tak bisa terelakkan pada tahap pendidikan di MI Nurul Islam Wonogiri, pendidikan tersebut juga di standarnya madrasah ataupun lembaga pendidikan yang terlibat. Infrastruktur sangat memberi pengaruh keterampilan siswa dalam belajar. Gambar 7. Kegiatan Worksop dan Bimtek Gambar 6. Berbaurnya Keluarga Madrasah Dengan Masyarakat Dalam fungsi kepemimpinan kepala madrasah di MI Nurul Islam Wonogiri mengarahkan, mendorong semua guru agar Kondisi bahwasannya infrastruktur memegang peranan penting guna mendukung mutu pembelajaran siswa. Misalnya, madrasah di perkotaan mempunyai fasilitas lab komputer langsung kepada siswa, tetapi madrasah desa tak mempunyai fasilitas tersebut serta tak mengetahui cara Strategi Kepemimpinan Untuk Mewujudkan. Giyarmi Novitasari mengambil kursus di luar madrasah. Apalagi sosok guru memegang peranan sentral pada tahap pembelajaran di MI Nurul Islam Wonogiri. Guru tak hanya harus memberikan materi di kelas, tetapi juga menumbuhkan nilai positif dalam tahap pembelajaran kepada siswanya. Jadi, melalui tahapan tersebut bisa menciptakan generasi muda yang bermutu. Agar selayaknya guru mempunyai kualifikasi dibidangnya masing-masing. Guru wajib bisa mendidik muridnya dengan baik. Untuk memastikan keahlian kognitif, berkembang selaras harapan, salah satu upaya pemerintah ialah memastikan mutu guru melalui menyesuaikan linieritas guru bersertifikat pengajar. Hasil Yang Dicapai Dari Model Kepemimpinan Kepala MI Nurul Islam Wonogiri Standar Nasional Pendidikan ialah standar minimum untuk sistem pendidikan di semua wilayah hukum NKRI. Bisa dipahami bahwasannya sistem pendidikan Indonesia bertujuan untuk mewujudkan cita-cita pendidikan yang ideal guna menciptakan peradaban Indonesia yang Seseuai pernyataan pada UU No. 20/2003 tentang Sisdiknas Pasal 4 . AuPendidikan bertujuan membentuk manusia beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak dan berbudi mulia, sehat, berilmu, cakap, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggungjawab terhadap kesejahteraan masyarakat dan tanah airAy (Abdullah. Hasil dicapai ialah meningkatnya jumlah siswa yang semakin bertambah ditiap tahunnya, hal itu dapat dilihat dari diagram dibawah ini : 2021 Murid Diagram 8 Setiap Tahun Jumlah Meningkat Menurut data dari sebaran alumni MI Nurul Islam Wonogiri menunjukkan bahwa sebagian besar lulusan sekolah menengah pertama bahkan yang masuk kepondok pesantren modern yang ternama, banyak calon penghafal Al AeQurAoan bahkan sudah ada yang hafal 5juz, di dalam siswa MI Nurul Islampun bisa bersaing diarena lomba, baik tingkat daerah maupun nasional dengan meraih prestasi seperti juara tahfidz, bulu tangkis, sains, serta masih banyak lainnya. Dalam bidang dibangunnya perluasan dan menambah Al-Quran, timbulnya interaksi suasana nyaman dalam berkerja. Dan pencapaian yang lain adalah dengan sering diikutsertakannya para guru dalam pengembangan diri seperti bimtek, workshop, lokakarya. MGMP profesionalismenya guru sedikit demi sedikitnya menunjukkan perkembangan, pembelajaran seperti dalam pembuatan RPP, terkadang guru memberikan inovasi pembelajaran sejalan apa Perkembangan kemampuan guru akan lebih baik lagi dalam hal administrasi dan Jurnal JARLITBANG Pendidikan. Volume 11 Nomor 1 CJuni 2025 KESIMPULAN Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini, yakni: Model madrasah MI Nurul Islam Wonogiri dalam mewujudkan sekolah yang unggul dan Islami memiliki peranan yang sangat penting karena kepala madrasah bertugas selaku manajer, serta penentu saat pengambilan keputusan maupun kebijakan Strategi yang dilaksanakan madrasah terhadap perwujudan sekolah yang unggul dan Islami di MI Nurul Islam Wonogiri adalah madrasah, pembuatan visi dan misi, madrasah, penyusunan program . rota, prome. , menyelenggarakan program Kemudian, melaksanakan pelatihan guru guna profesionalismenya, mengawasi guru secara berkala serta memberikan fasiltas minat maupun bakatnya siswa melalui kegiatan seperti agama, sains, tahfidz serta lainnya, mendorong siswa mengikuti lomba tingkat kecamatan, kabupaten maupun nasional. Cara lain menekankan pada perbaikan kualitas guru yaitu dengan cara mengayomi guru- guru untuk selalu aktif mengikuti kegiatan MGMP, seminar, workshop, dan pelatihan. Aspek penunjang, penghambat serta usaha dilaksanakan kepala madrasah guna mewujudkan sekolah yang unggul dan Islami di MI Nurul Islam Wonogiri yakni melalui semangat guru terhadap pengajaran yang baik, kekompakan warga madrasah. SDM bermutu, infrastruktur yang cukup memadai. Sedangkan, penghambatnya ialah banyaknya infrastruktur yang telah usang serta perlu pemutakhiran, baik gedung, kendaraan maupun peralatan Melalui kebijakan perguruan yang kadang membatasi serta mengikat Kemudian, motivasi guru agar siswanya maju serta berprestasi. Meningkatkan mengikutsertakan guru pada pelatihan. MGMP, bimtek serta lainnya. Di sisi lain, faktor penghambatnya ialah situasi budaya masyarakat desa yang belum mendidik anak, serta pihak madrasah berusaha memberi pengetahuan pada masyarakat sekitarnya untuk memahami perlunya mendidik anak melalui pengadaan pendekatan pada tokoh masyarakat yang dilaksanakan humas Hasil yang dicapai dari model ialah: sebagian besarnya lulusan bisa meneruskan ke sekolah menengah pertama baik negeri ataupun swasta bisa bersaing diarena lomba baik tingkat daerah maupun nasional, dibidang infrastrukur kini tengah melakukan perluasan dan penambahan memaksimalkan hafalan Al-QurAoan siswa, menjalin komunikasi yang baik terwujudnya lingkungan kerja yang administrasi serta guru melengkapi Sedangkan, capaian lainnya ialah mutu serta profesionalismenya guru akan meningkat, guru akan lebih tertib dalam administrasi, lebih terlatih serta kreatif mendidik muridnya. Strategi Kepemimpinan Untuk Mewujudkan. Giyarmi Novitasari DAFTAR PUSTAKA