ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB PERAN KEPALA DESA TERHADAP KESEHATAN MASYARAKAT DALAM PROGRAM PENURUNAN STUNTING DESA GARUNGGUNG KECAMATAN TANJUNG KABUPATEN TABALONG KALIMANTAN SELATAN Liska* . Wahyu Subadi Liskaa. liss@gmail. Wahyusubadi5@gmail. Program Studi Administrasi Negara Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Tabalong Komplek Stadion Olah Raga Saraba Kawa Pembataan Tanjung-Tabalong Telp/Fax . 2022484 Kode Pos 71571 Email : info@stiatabalong. ABSTRAK Masalah gizi stunting merupakan salah satu masalah gizi yang krusial/gawat khususnya pada negara-negara miskin dan berkembang, kekurangan gizi pada masa tumbuh kembang anak di usia dini mengakibatkan terhambatnya perkembangan fisik, menurunnya imun pada anak yang mengakibatkan sering sakit, menghambat perkembangan mental dan yang paling fatal mengakibatkan kematian balita. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui Peran Kepala Desa Terhadap Kesehatan Masyarakat Dalam Program Penurunan Stunting Desa Garunggung Kecamatan Tanjung Kabupaten Tabalong Kalimantan Selatan. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan 5 informan yang dianggap memiliki pengetahuan yang berhubungan dengan penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, dokumentasi dan wawancara. Sedangkan teknik analisis data menggunakan model interaktif yaitu Pengumpulan Data (Data Collectio. Reduksi Data (Data Reductio. Penyajian Data (Data Displa. Penarikan Kesimpulan atau Verifikasi Data (Conclution Drawing atau Data Verifikatio. Hasil penelitian menunjukan bahwa Peran Kepala Desa Terhadap Kesehatan Masyarakat Dalam Program Penurunan Stunting Desa Garunggung Kecamatan Tanjung Kabupaten Tabalong Kalimantan Selatan dikategorikan Cukup Berperan Kata Kunci: Peran Kepala Desa. Kesehatan Masyarakat. Stunting THE ROLE OF THE VILLAGE HEAD IN PUBLIC HEALTH FOR THE STUNTING REDUCTION PROGRAM IN GARUNGGUNG VILLAGE. TANJUNG DISTRICT. TABALONG REGENCY. SOUTH KALIMANTAN ABSTRACT Stunting is a critical nutritional issue, particularly in low-income and developing countries. Malnutrition during a child's early growth and development can lead to inhibited physical development, weakened immunity causing frequent illness, hampered mental development, and most critically, an increased risk of infant mortality. This research aims to explore the role of the Village Head in public health within the stunting reduction program in Garunggung Village. Tanjung District. Tabalong Regency. South Kalimantan. This study employs a qualitative descriptive research method. The research utilized a purposive sampling technique, involving 5 informants selected for their relevant knowledge regarding the study. Data was gathered through observation, documentation, and interviews. The data analysis followed an interactive model, encompassing Data Collection. Data Reduction. Data Display, and Conclusion Drawing or Data Verification. The findings indicate that the role JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB of the Village Head in public health for the stunting reduction program in Garunggung Village. Tanjung District. Tabalong Regency. South Kalimantan, is categorized as Moderately Involved. Keywords: Role of Village Head. Public Health. Stunting PENDAHULUAN Latar Belakang Secara umum beberapa negara sepakat bahwa kesehatan merupakan indikator penting dalam mewujudkan kemajuan bangsanya banyak permasalah dalam bidang kesehatan didunia yang hingga saat ini masih menjadi perbincangan di berbagai kalangan dari sekian banyaknya permasalahan dalam bidang kesehatan adalah tingginya kematian ibu dan anak didunia terutama yang terjadi di Indonesia di wilayah perdesaan, masalah gizi stunting merupakan salah satu masalah gizi yang krusial/gawat khususnya pada negaranegara miskin dan berkembang, kekurangan gizi pada masa tumbuh kembang anak di usia dini mengakibatkan terhambatnya perkembangan fisik, menurunnya imun pada anak yang mengakibatkan sering sakit, menghambat perkembangan mental dan yang paling fatal mengakibatkan kematian balita yang mengalami masalah gizi stunting maka Auintelektual, produktivitas, resiko mengalami penyakit di masa mendatang berdasarkan data UNICEF dan WHO angka prevalansi stunting Indonesia menepati urutan tertinggi ke-27 dari 154 negara yang memiliki data stunting, menjadikan Indonesia berada pada di urutan ke-5 diantara negara-negara di Asia. (KEMENKO PMK, 2. Stunting di Indonesia dimulai pada tahun 2007 rikerdesa tahun 2007 menunjukkan bahwa stunting di Indonesia berada pada kisaran 36,8% mengalami penurunan pada tahun 2010 menjadi 35,6% dan pada tahun 2013 stunting di Indonesia mengalami peningkatan menjadi 37,2% data tertinggi pada Riskesdes, setelah kasus peningkatan angka stunting pada tahun 2013 mulai menjadi perhatian khusus Indonesia JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 dilaksanakan untuk mengurangi atau menekan angka stunting di Indonesia. Di buktikan dengan penurunan angka stunting di Indonesia pada tahun 2016 secara global Indonesia dikategorikan tinggi dan belum mencapai target pada tahun 2019 sebesar 3,1% penurunan kasus stunting belum mencapai target yang telah ditetapkan oleh pemerintah percepatan penurunan stunting pada balita menjadi program prioritas pemerintah dalam RPJMN 2020-2024 (Intoniswan. Angka stunting di Indonesia masih cukup tinggi yaitu 21,6% berdasarkan hasil Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, hasil riset (SSGI) dimana pada tahun 2022 terdapat 18,5% bayi dilahirkan dengan panjang badan kurang dari 48% hasil riset tersebut cukup memprihatinkan resiko terjadi stunting meningkat sebesar 1,6 kali dari kelompok umur 6-11 bulan ke kelompok umur 12-23 bulan . % ke 22,4%) yang mana hal ini terjadi di karenakan faktor AokegagalanAo pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) sejak anak umur 6 bulan baik dari segi kesuaian umur, frekuensi, jumlah, tekstur, dan variasi makanan (Kemenkas RI, 2. Masalah yang dihadapi oleh pemerintah dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat terjadi karena keterbatasan kemampuan pemerintah dalam penyediaan biaya operasional pelayanan kesehatan. Indonesia masih dianggap sebagai negara yang kurang mampu memberikan prioritas pelayanan kesehatan untuk masyarakatnya, hal ini dibuktikan masih rendahnya alokasi dana pemerintah untuk sektor kesehatan yang jumlahnya hanya mencapai 2% dari PDB, yang mana jumlah ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB direkomendasikan organisasi kesehatan dunia (World Health Organizatitio. merekomendasikan dana untuk sektor kesehatan minimal 5% dari PDB (Trinantoro, 2. Masa anak-anak merupakan masa kritis yang sangat responsif terhadap kondisi sekitar sehingga diperlukan kewaspadaan yang lebih tinggi, terutama dalam hal gizi tahap balita merupakan fase pertumbuhan dan perkembangan yang pesat sangat penting bagi orang tua memastikan bahwa anak menerima gizi yang cukup baik kuantitas maupun kualitas yang di konsumsi anak, pada umur 12-23 bulan AobalitaAo biasanya melakukan aktivitas fisik tingkat tinggi dalam proses belajar keinginan tau tentang dunia luar. Apabila suatu negara melahirkan anak dalam kondisi kesehatan yang prima perkembangan jasmani dan rohani yang baik dan memperoleh pendidikan yang bermutu maka generasi tersebut akan memberikan kontribusi yang baik untuk kemajuan negara, stunting dikategorikan dengan tinggi badan anak dibawah rata-rata dibandingkan anak lain di usia mereka, pentingnya pencegahan stunting tidak hanya isu kesehatan masyarakat tetapi juga sebagai investasi negara jika suatu negara menangani kasus stunting maka adanya upaya meningkatkan kualitas gizi sejak awal kehidupan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pola makan yang seimbang menjadi langkah awal dalam mengatasi stunting. Kesehatan merupakan bagian hal yang sangat penting yang menentukan sumber daya manusia disebuah negara. Selama ini program kesehatan yang ada di Indonesia pelayanan kesehatan yang dilakukan pada upaya agar bayi dapat lahir dengan selamat dan kelangsungan hidup anak tetapi belum terintegrasi secara penuh untuk mencapai tumbuh kembang anak secara optimal. Dibuktikan pada daerah Kalimantan Selatan. Masalah pada kasus stunting berdasarkan hasil SKI . Provinsi Kalimantan Selatan mengalami kenaikan menjadi 24,7%, naik 0,1%. Kemudian secara Kabupaten/ Kota yang mengalami kenaikan adalah Kabupaten Tanah Laut . ,7%). Kabupaten JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 Tanah Bumbu . ,1%). Kabupaten Hulu Sungai Utara . ,0%). Kabupaten Hulu Sungai Selatan . ,4%). Kota Banjarmasin . ,5%). Kabupaten Banjar . ,1%), dan Kabupaten Balangan . ,4%) (KEMENDAG RI). Hal ini harus dijadikan evaluasi, terkait TPPS Provinsi. Kabupaten/Kota. Kecamatan Desa. Pemerintah desa sangat berperan penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat maka dari itu perlu adanya kewenangan dan kebijakan dari pemerintah desa untuk meningkatkan kesehatan masyarakatnya dalam program pelayanan terhadap kesehatan anak dan balita salah tahu program dan kegiatan kesehatan terhadap anak dan balita salah satu program pelayanan kesehatan yang dapat diupayakan di Desa adalah kegiatan Pos Layanan Terpadu (Posyand. Posyandu ialah wadah pemberdayaan masyarakat oleh pemerintah desa yang dibentuk melalui musyawarah desa/kelurahan yang dikelola oleh pengelolaan posyandu. Undangundang Nomor 23 Tahun 1992 kesehatan sudah tidak lagi dengan perkembangan, tuntunan, dan kebutuhan hukum dalam masyarakat sehingga perlu diganti dengan Undang-undang tentang kesehatan yang baru posyandu diharapkan dapat memberikan layanan secara terpadu kepada masyarakat, khususnya pada balita diantaranya pemeriksaan kesehatan dan peningkatan gizi. Peran Kepala Desa di Desa Garunggung Kecamatan Tanjung Kabupaten Tabalong Kalimantan Selatan dalam penanganan kasus stunting belum terlihat jelas bagaimana progresnya karena yang terjadi di Desa Garunggung Kecamatan Tanjung Kabupaten Tabalong dapat dikatakan program-program pemerintah desa dalam pencegahan stunting masih bisa dikatakan belum optimal. Hal ini dapat dilihat dari jumlah balita yang masuk kategori stunting di desa Garunggung Kec. Tanjung. Kab. Tabalong yang semakin bertambah tercatat pada tahun 2022 ada 11 balita dan 2023 ada 12 balita yang masuk dalam kategori stunting dan mengalami gizi kurang ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB berdasarkan pendataan pada tahun 2024 ada 17 balita di kategori Stunting terjadi peningkatakan angka stunting dari tahun 2023 sebelumnya, sehingga kasus stunting di desa Garunggung pada bulan Januari 2025 ada . balita yang terdampak Menyikapi hal tesebut pemerintah Desa Garunggung harus mempunyai kebijakan dalam kepemimpinan dan tindakannya untuk mengatasi permasalahan stunting dengan adanya suatu tindakan dari kepala desa untuk menangani kasus stunting setidaknya dapat untuk mencegah dengan melakukan rencana dan pelaksanaan programprogram, pembagian vitamin makanan bergizi sebagai upaya pencegahan masalah stunting. Kebijakan yang dilakukan desa Garunggung yaitu melakukan penganggaran dari Dana Desa (ADD) melalui (KPM) Kader Pembangunan Manusia untuk memberikan makanan yang bersifat menambah gizi. Penelitian ini akan dilakukan di Desa Garunggung Kecamatan Tanjung Kabupaten Tabalong dalam hal ini kepala desa, masyarakat, orang tua dari anakanak yang masuk dalam kategori stunting dan berbagai Lembaga sosial lainya seperti Kader KPM yang berhubungan dengan penelitian tersebut, penelitian ini penting dilakukan karena berkaitan dengan ilmu pemerintahan untuk mengetahui persoalan dalam Peran Kepala desa dalam penanganan stunting di Desa Garunggung Kec. Tanjung Kab. Tabalong. Dari latar belakang tersebut maka peneliti tertarik untuk mendeskripsikan tentang peran Kepala Desa dalam meningkatkan kesehatan anak usia lima tahun kebawah . yang ada di Desa Garunggung Kecamatan Tanjung Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan. Meningkatnya Stunting pada Desa Garunggung oleh karena itu peneliti melakukan penelitian dengan judul AuPeran Kepala Desa Terhadap Kesehatan Masyarakat Dalam Program Penurunan Stunting Desa Garunggung Kecamatan Tanjung. Kabupaten Tabalong. Kalimantan SelatanAy. JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 Rumusan Masalah Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penulisan penelitian ini adalah sebagai berikut : Untuk Mengetahui Peran Kepala Desa Dalam Program Penurunan Stunting Terhadap Kesehatan Masyarakat Desa Garunggung Kecamatan Tanjung Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penulisan penelitian ini adalah sebagai berikut : Untuk Mengetahui Peran Kepala Desa Dalam Program Penurunan Stunting Terhadap Kesehatan Masyarakat Desa Garunggung Kecamatan Tanjung Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan. Manfaat Penelitian Kategori pertama yaitu manfaat secara Teoritik dan kedua yaitu manfaat secara praktis, berikut penjelesan manfaat penelitian ini yaitu : Manfaat Teoritik : Teori peran menurut (Miftah Thoha, 2. yang mengemukakan indikator-indikator peran kebijakan pemerintah bahwa ada tiga indikator yaitu peran sebagai figure . , peran sebagai pemimpin . , peran sebagai penghubungan . Manfaat Praktis Akademis Manfaat praktis yaitu untuk memecahkan masalah, bila peneliti dapat menemukan mengandalkan suatu gejala (Sugiyono. Maka hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan masukan bagi aparat desa Garunggung khususnya Kepala Desa penurunan stunting terhadap kesehatan masyarakat Desa Garunggung di bidang ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Untuk pemerintahan daerah Kabupaten Tabalong sebagai evaluasi perbaikan peran Kepala Desa dalam program penurunan stunting di bidang kesehatan selanjutnya. Penulis Selain itu bagi peneliti lain, penelitian ini dapat dijadikan sebagai acuan informasi tambahan serta perbandingan, khususnya yang melakukan penelitian terhadap masalah yang serupa. LANDASAN TEORI/TINJAUAN PUSTAKA Paradigma Ilmu Administrasi (Nicholas Henry,2. Mengemukakan ada lima paradigma dalam administrasi publik yakni : Paradigma Pertama. Dikotomi antara politik dan Administrasi . fokus dari ilmu administrasi negara terbatas pada masalahmasalah Paradigma kedua. Prinsip-prinsip Administrasi Negara . Fokus dari administrasi negara masalah dalam paradigm ini yaitu yang penting fokusnya "prinsip-prinsip administrasi" dipandang dapat berlaku universal pada setiap bentuk organisasi dan setiap lingkungan seosial dan budaya pada masa ini administrasi negara memiliki prinsip-prinsip yang jelas yakni administrasi negara dapat diterapkan di negara mana saja walaupun berbeda, kebudayaan, lingkungan, visi dan lainnya sebab fokus memegang peranan yang penting dibandingkan lokus, prinsip administrasi yang terkenal dari Gulick dan Urwick adalah POSDCORB . lanning, organization, staffing, directing, reporting and budgetin. Paradigma Ketiga. Administrasi Negara sebagai Ilmu Politik . Paradigma ini merupakan suatu usaha menetapkan JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 administrasi negara dengan ilmu politik konsekuensi dari usaha ini adalah keharusan untuk merumuskan bidang ini paling sedikit dalam hubungan dengan fokus keahliannya yang esensial dalam fase ini Waldo memprotes perlakuan ilmu politik sebagai suatu disiplin dari ASPA (American Political Science Assocatio. Dalam periode ini juga terjadi sedikitpun sebab setiap prinsip administrasi ada suatu counter prinsip dan karena itu menyebabkan keseluruhan ide- dari prinsipprinsip tersebut dapat dibantah dalam keseluruhan ide dari prinsip-prinsip tersebut dapat dibantah. Dalam bukunya Elements of Public Administration yang disunting oleh (Kertati, 2010:. menunjukkan bahwa administrasi tidak akan bebas nilai dan sebenarnya nilai yang ada adalah politik. Kebijakan Secara etomologis istilah kebijakan atau policy berasal dari bahasa Yunani AupolisAy berarti negara, kota yang kemudian masuk ke dalam bahasa latin menjadi AupolitiaAy yang berarti negara. Kemudian di terjemahkan ke dalam bahasa inggris AupolicieAy yang artinya berkenaan dengan masalah-masalah administrasi pemerintahan. Istilah AukebijakanAy atau AupolicyAy dipergunakan untuk menunjuk perilaku seseorang aktor . isalnya pejabat, kelompok, maupun suatu badan pemerinta. kebijakan yang lebih bersifat ilmiah dan sistematis menyangkut analisis kebijakan publik. Kebijakan publik adalah serangkaian tindakan yang dilaksanakan atau tidak dilaksanakan oleh pemerintah yang bertujuan atau berorientasi pada tujuan tertentu demi kepentingan seluruh masyarakat. (Jones,1. Goal, atau tujuan yang diinginkan Plan/proposal yaitu pengertian yang spesifik untuk mencapai tujuan Program yaitu upaya yang berwenang untuk mencapai tujuan ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Decision ialah tindakan-tindakan untuk menentukan tujuan, membuat rencana, melaksanakan, dan menilai rencana Effect yaitu akibat-akibat dari rencana . isengaja atau tidak, primer atau skunder, diperhitungkan sebelumnya atau tidak, diestimasi sebelumnya atau tida. Secara umum kebijakan dipergunakan untuk menunjukkan perilaku seseorang aktor misalnya pejabat, suatu kelompok, maupun lembaga tertentu untuk memecahkan masalah yang sedang dihadapi pada dasarnya terdapat banyak penjelasan dengan batasan-batasan atau pengertian mengenai Program Kesehatan Desa Program kesehatan desa bertujuan untuk memperbaiki status gizi, meningkatkan kesadaran akan pentingnya pola makan sehat, dan memberikan intervensi yang tepat bagi keluarga dan masyarakat di tingkat desa. Beberapa program yang dapat dilakukan antara lain : Penyuluhan Gizi kepada Masyarakat Program penyuluhan tentang pentingnya gizi seimbang untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita dapat dilakukan di tingkat desa. Penyuluhan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif, makanan bergizi, serta pencegahan kekurangan gizi pada anak. Pemantauan Status Gizi Anak Pemantauan rutin terhadap status gizi anak balita . engukuran berat badan dan tinggi bada. di posyandu (Pos Pelayanan Terpad. merupakan program yang krusial. Dengan pemantauan ini, dapat diketahui secara dini anak-anak yang mengalami gizi buruk atau stunting, sehingga dapat segera diberikan intervensi yang sesuai. Program Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) Program untuk memastikan anak mendapatkan MP-ASI yang bergizi pada usia yang tepat . JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 bula. adalah langkah penting untuk mencegah Desa dapat mengembangkan program pemberian MP-ASI yang berbasis pada bahan pangan lokal yang bergizi. Melalui pendekatan yang menyeluruh dengan melibatkan masyarakat, pemerintah desa, dan tenaga medis, program kesehatan desa diharapkan dapat mengurangi angka stunting secara Penyuluhan, intervensi yang tepat menjadi kunci dalam menciptakan perubahan yang berkelanjutan (Rahmi,2. Peran Peran seperangkat tingkah yang diharapkan dimiliki oleh yang berkedudukan dimasyrakat, dalam bahasa inggri AuroleAy yang definisinya adalah AupersonAos task or duty in undertakingAy artinya Autugas atau kewajiban seseorang dalam suatu usaha atau Peran ialah suatu tindakan yang membatasi seseorang suatu organisasi untuk melakukan suatu kegiatan berdasarkan tujuan dan ketentuan yang telah disepakati bersama agar dapat dilakukan dengan sebaik-baiknya. Teori peran digukanan untuk mengenalisis setiap hubungan antar dua orang atau lebih hubungan antar aktor dan target adalah untuk membentuk identitas aktor . erson, ego, sel. yang dalam hal ini dipengaruhi oleh penilaian atau sikap orang-orang lain . yang telah digeneralisasikan oleh aktor. Aktor menempati posisi pusat sedangkan target menempati posisi padanan dari posisi pusat tersebut maka dapat dilihat bahwa target dalam teori peran sebagai pasangan terhadap aktor. (Syamsir and Torang, 2. Indikator peran merupakan aspek-aspek yang menjadi ukuran dalam suatu peranan, ukuranukuran tersebut dijadikan tolak ukur dalam suatu Sedangkan Menurut Mintzberg dalam Pengantar Manajemen Buku Kepemimpinan Dalam Manajemen yang ditulis oleh ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB (Siswanto & Miftah Thoha, 2012:. ada tiga peran yang dilakukan pemimpin dalam organisasi yaitu : Peran antar peribadi (Interpersonal Rol. , dalam peranan antar pribadi atasan harus bertindak sebagai tokoh, sebagai pemimpin dan sebagai penghubung agar organisasi yang dikelolanya berjalan dengan lancer. Tiga peranan yang dikemukakan oleh Mintzberg sebagai berikut : Peranan sebagai tokoh yakni suatu peranan yang dilakukan untuk mewakili organisasi kesempatan dan persoalan yang timbul secara formal. Peranan sebagai pemimpin yakni dalam peranan ini atasan bertindak sebagai Ia melakukan hubungan interpersonal dengan yang dipimpin, dengan fungsi-fungsi mengembangkan dan mengendalikan. Peranan (Liaison Manage. , disini atasan melakukan peranan yang berinteraksi dengan teman sejawat, staf, dan orang-orang yang berada diluar Pada penelitian ini peneliti mengambil Teori Peran Interpersonal menurut (Henry Mintzberg, 2. Karena di dalam teorinya tedapat unsur Tokoh . , pemimpin . , dan penghubung . Dengan demikian peran seorang pemimpin akan tampil kedalam berbagai hal yang relevan dalam mengukur Peran Kepala Desa dalam program penurunan stunting. Pemerintah Desa Dalam Penurunan Stunting Pemerintah Desa dikelola oleh Kepala Desa dibantu oleh Parangkat Desa untuk itu pemerintah desa harus memiliki peran untuk berfikir atau bertindak secara rasional dalam mengambil keputusan ditengah-tengah masyarakat dan harus memiliki peran untuk pelapor dalam proses JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 pembangunan serta pemberdayaan masyarakat. (Rivai, 2006:. menyatakan peran diartikan sebagai perilaku yang diatur dan diharapkan dari seseorang dalam posisi tertentu peran diartikan juga sebagai proses dinamis dari kedudukan, apabila seseorang melaksanakan hak dan kewajiban sesuai dengan kedudukan maka seorang pemimpin harus menjalankan suatu peranannya dalam program pembangunan dan pemberdayaan dipengaruhi oleh peran aparatur pemerintah desa. Desa berhak untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat berdasarkan hak asal usul, adat istiadat dan nilai sosial budaya masyarakat desa menetapakan dan mengelola kelembagaan desa dan mendapatkan sumber pendapatan dan desa berkewajiban melindungi dan menjaga, persatuan kesatuan serta kerukunan masyarakat desa dalam meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat desa mengembangkan pemberdayaan masyarakat dan memberikan serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat desa penyelengaraan pemerintah desa dilakukan oleh pemerintah desa dan Badan Permusyarawatan Desa (BPD) pemerintah desa. Pemerintah desa merupakan perangkat desa yang memiliki tugas dalam penyelengaraan Pemerintah Desa. Kepala Desa diberikan kewenangan untuk membuat peraturan desa sendiri baik peraturan mengenai pemerintahan desa dan peraturan tentang masyarakatnya sendiri Kepala Desa juga diberikan kewenangan untuk dapat mengurus pemerintahan dan mengurus kepentingan dari masyarakatnya yang dapat diartikan bahwa pemerintahan desa dan juga mengelola kepentingan masyarakat sendiri sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku Strategi Penurunan Stunting Stunting diartikan sebagai kondisi buruk pada tumbuh kembang anak akibat dari kekurangan gizi yang sifatnya kronis sehingga anak memiliki ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB tubuh yang pendek pada usianya sebuah gangguan pada pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi pada anak akibat adanya kekurangan gizi yang kronis dan sifatnya sudah berulang-ulang sehingga menyebabkan adanya infeksi hal ini biasanya ditandai dengan tinggi badan pada anak dibawah standar yang telah ditetapkan oleh Menteri Pemerintah pada Bidang Kesehatan. Stunting dapat terjadi bukan hanya bermula pada balita tapi stunting terjadi sebelum dilahirkan atau masih berada di dalam kandungan hal ini biasanya terihat pada umur dua tahun, maka dari itu asupan gizi yang diberikan oleh orang tua bukan hanya setelah lahir saja tetapi mencakupi kebutuhan gizi sejak di dalam kandungan. Perkembangan yang tidak baik pada anak mengakibatkan kemampuan berpikir pada anak tidak seperti anak pada umumnya, masalah gizi yang diukur berdasarkan panjang badan menurut umur atau disebut dengan (PB/U) dan dapat juga dengan tinggi badan (TB/U). Penyebab Stunting Pada Anak Faktor yang menyebabkan resiko stunting menurut Badan Kependudukan dan Badan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yaitu sebagai berikut : ASI tidak sesuai kebutuhan . Asupan anak tidak baik . Pola asuh tidak baik . Anak sering sakit . Dampak Stunting (Nedra, 2. bahwa dampak dan gejala pada masalah stunting sebagai berikut : Terdapat tubuh pendek pada anak di bawah rata-rata pertumbuhan yang lambat . Memiliki . Terdapat buruknya kemampuan berpikir dan berdampak pada kefokusan pada anak Stunting memiliki dampak buruk pada anak baik itu dampak jangka panjang waktu yang pendek dan juga dapat berupa dampak jangka waktu pendek pada stunting dapat berupa terganggunya JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 perkembangan otak pada anak yang mempengaruhi kecerdasan adanya gangguan dampak dari jangka panjang pada stunting yang mampu menyebabkan terkait rendahnya kemampuan berpikir pada anak. Percepatan penurunan stunting TPPS yang ada di Desa/Kelurahan menjadi pelaksana langsung dalam pelayanan dan pendampingan terhadap keluarga yang menjadi dilaksanakan oleh Tim Pendamping Keluarga. Tim Pendamping Keluarga adalah salah satu kelompok yang dijadikan sebagai perbaikan dari strategi percepatan penurunan angka stunting yang dilakukan dengan pendekatan kepada keluarga seperti calon pengantin, ibu hamil, dan ibu yang sedang menyusui, anak yang berusia 0-59 bulan. Tim Pendamping Keluarga berasal dari kelompok tenaga pendamping yang ada di desa yaitu bidan, kader tim penggerak (PKK) dan terdapat kader KB tugasnya melakukan pendampingan terhadap calon pengantin. ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Kerangka Konseptual Penelitian Gambar 1 Kerangka Konseptual Sumber: Peneliti 2025 METODE PENELITIAN Pendekatan dan Jenis Penelitian Dalam pendekatan penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, yaitu pendekatan penelitian yang memberikan sebuah gambara awal yang jelas berlandaskan pada filsafat post positivism yang digunakan untuk meneliti pada suatu objek yang alamiah . ebagai lawannya adalah eksperime. dimana peneliti adalah sebagai intrumen kunci, teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah secara gabungan, analisis dan bersifat induktif hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalasi. Metode pendekatan penelitian JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 kualitatif digunakan untuk mendapatkan data yang lebih mendalam dan didalam suatu data terdapat mengandung sebuah makna. Jenis penelitian ini ialah penelitian lapangan, penelitian lapangan pada dasarnya merupakan peristiwa yang sedang terjadi dimasyarakat secara realistis biasanya tujuan dari penelitian lapangan ini untuk menemukan solusi dari masalah sehari hari. Penelitian ini diadakan di Desa Garunggung Kecamatan Tanjung. Metode penelitian kualitatif yang bertujuan lingkungan dan untuk menggambarkan realitas sosial yang terjadi dengan cara menarasikan dan mengilustrasikan keadaan terkini dari objek penelitian tentang fakta-fakta yang ada. Sumber Data Sumber data dari penelitian ini merupakan kata-kata dan tindakan para informan maupun tulisan atau dokumen-dokemen yang mendukung pernyataan informan. Untuk memperoleh data-data yang relevan dengan tujuan penelitian maka data yang diperoleh berdasarkan sumber data sebagai Data primer Data primer merupakan data yang diperoleh dari lokasi penelitian ataupun data yang bersumber dari informan atau narasumber. Data yang digunakan untuk analisis maupun untuk pembahasan hasil penelitian tentang evaluasi didapat dari Peran Kebijakan Pemerintah Desa Terhadap Kesehatan Masyarakat Dalam Program Penurunan Stunting Di Desa Garunggung Kecamatan Tanjung. Kabupaten Tabalong. Kalimantan Selatan. Data sekunder Data sukender ialah data pendukung dalam penelitian yang diperoleh secara tidak langsung atau melalui media perantara berupa laporan-laporan, buku-buku, dokumen-dokumen, kondisi desa, sturktur organisasi, visi dan misi serta jumlah ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB masyarakat yang berpartisipasi program penurunan stunting. Teknik Pengumpulan Data Berdasarkan sumber data diatas, teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah sebagai Observasi Teknik pengumpulan data dengan mengamati langsung dilapangan secara sistematis serta akurat terhadap suatu fenomena yang ada sesuai dengan topic pembahasan dalam Observasi diharapkan dapat memperoleh data yang sesuai atau relevan dengan topik penelitian. Hal yang akan diamati yaitu bagaimana strategi yang dilakukan Aparat Desa dalam menekan laju penderita stunting di Desa Garunggung Kecamatan Tanjung Kabupaten Tabalong Kalimantan Selatan. Dokumentasi Dokumentasi merupakan cara pengumpulan data dimana dokumen-dokumen yang dianggap menunjang dan relevan dengan permasalahan yang akan diteliti seperti buku-buku, jurnal, laporan-laporan, foto atau gambar, rekaman, peraturan perundang-undangan, hasil karya dan lain sebagainya. Wawancara Pada wawancara peneliti meminta supaya responden memberikan informan sesuai dengan yang dialami, diperbuat atau dirasakan seharihari dalam hal evaluasi program STUNTING di Desa Garunggung. Tujuan dilakukan wawancara ialah untuk mengetahui informasi secara langsung dan menadalam dari berbagai informan yang terlibat dalam program Stunting, wawancara dilakukan dengan face to face atau tatap muka langsung dengan informan sehingga terjaadi kontak pribadi dan melihat langsung kondisi informan. JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 Teknik Analisis Data Berikut komponen-komponen teknik analisis data model interaktif dari empat aktivitas analisis data tersebut diatas yaitu : Pengumpulan Data (Data Collectio. , yaitu kegiatan utama pada setiap penelitian adalah mengumpulkan data, pengumpulan data . Reduksi Data (Data Reductio. , data yang diperoleh dilapangan jumlahnya cukup banyak untuk itu maka perlu dicatat secara teliti dan rinci seperti telah dikemukakan semakin lama peneliti ke lapangan maka jumlah data akan semakin banyak, kompleks dan rumit. Penyajian Data (Data Displa. , yaitu setelah data direduksi langkah selanjutnya ialah mendisplaykan data penyajian data bisa dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori, dan sejenisnya. Yang paling sering dilakukan untuk menyajikan data dalam penelitian kualitatif ialah dengan teks mendispalykan data maka akan memudahkan merencanakan kerja selanjutnya berdasarkan apa yang telah dipahami. Penarikan Kesimpulan atau Verifikasi Data (Conclution Drawing/Data Verifikatio. , yaitu sebuah aktivitas yang merumuskan kesimpulan berdasarkan dua aktivitas sebelumnya. Kesimpulan ini dapat berupa kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara dan akan berubah bila tidak ditemukan buktibukti yang kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya. Rencana Keabsahan Data Dalam penelitian ini digunakan uji kredibilitas data untuk menguji keabsahan data. Uji kredibilitas data dilakukan dengan triangulasi (Sugiyono, 2. Tringulasi data diartikan sebagai pengecekkan data ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB dari berbagai sumber dengan berbagai cara dan berbagai waktu. Tringulasi Sumber, pengecekkan data yang telah diperoleh melalui berbagai sumber. Tringulasi Teknik, pengecekkan data yang dilakukan kepada data yang sama dengan teknik yang berbeda. Misalnya data yang diperoleh dari wawancara dicek dengan observasi, dokumentasi. Tringulasi Waktu, pengecekkan data dengan wawancara,oservasi atau teknik lain dalam waktu atau situasi yang berbeda Dalam penelitian ini pengecekkan data dilakukan dengan cara tringulasi sumber, mengecek data yang diperoleh dari beberapa sumber seperti wawancara, dokumentasi dan observasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Penelitian ini menemukan hasil yang didapatkan dari melihat peran Kepala Desa bagaimana kebijakan program stunting yang diterapkan Kepala Desa Garunggung untuk mengurangi angka stunting dengan teori peran interpersonal (Henry Minzbergh,2. Peran Tokoh Dari hasil observasi dan wawancara diatas diketahui bahwa 2 informan menjawab Kepala Desa memiliki peran sebagai tokoh dan 3 informan menjawab Kepala Desa tidak terdapat peran sebagai tokoh. Berdasarkan hasil wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa peran Kepala Desa sebagai tokoh dalam program penurunan stunting Desa Garunggung Kecamatan Tanjung Kabupaten Tabalong berdasarkan jawaban informan dikategorikaan belum berperan Peran Pemimpin Dari hasil observasi dan wawancara diatas diketahui bahwa ada 3 Informan yang menyatakan Kepala Desa memiliki peran Berdasarkan JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa peran Kepala Desa sebagai pemimpin dalam program penurunan stunting Desa Garunggung Kecamatan Tanjung Kabupaten Tabalong berdasarkan jawaban informan dikategorikaan Peran Penghubung Dari hasil observasi dan wawancara diatas diketahui bahwa ada 3 informan yang menjawab Kepala Desa memiliki peran sebagai Maka dapat disimpulkan bahwa peran Kepala Desa sebagai penghubung dalam program penurunan stunting Desa Garunggung Kecamatan Tanjung Kabupaten Tabalong berdasarkan jawaban informan dikategorikaan cukup berperan. Pembahasan Dari hasil rekapitulasi jawaban wawancara tersebut serta dari pengamatan peneliti maka peneliti membahas dengan dukungan teori (Henry Minzbergh, 2. yaitu peran sebagai Interpersonal yang menjadi tolak ukur untuk mengetahui dan menganalisis peran Kepala Desa sebagai Interpersonal dalam program penurunan stunting Desa Garunggung Kecamatan Tanjung Kabupaten Tabalong Kalimantan Selatan yaitu Peran Kepala Desa sebagai Interpersonal dalam menigkatkan penurunan stunting yang dikemukakan oleh (Henry Minzbergh, 2. dan indikator peran sebagai tokoh, peran sebagai pemimpin dan peran sebagai penghubung maka diketahui bahwa peran Kepala Desa sebagai Interpersonal dalam penurunan stunting cukup berperan, hal ini dibuktikan dari hasil wawancara yang dilakukan dengan lima orang informan tentang peran sebagai pemimpin dan peran sebagai penghubung dikatakan cukup berperan. Berdasarkan hasil pembahasan di atas menunjukkan bahwa mengenai peran Kepala Desa sebagai Interpersonal dalam program penurunan stunting dari indikator peran sebagai tokoh belum berperan, peran sebagai pemimpin cukup berperan ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB dan peran sebagai penghubung cukup berperan dari hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa hasil pembahasan di atas menunjukkan peran Kepala Desa pada program penurunan stunting Desa Garunggung Kecamatan Tanjung. Kabupaten Tabalong Kalimantan Selatan cukup berperan. Peran Kepala Desa dalam pelaksanaan program penurunan stunting Desa Garunggung Kecamatan Tanjung Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan menujukkan cukup berperan dilihat dari hasil observasi dan wawancara terhadap informan tentang peran Kepala Desa tersebut yaitu : Kepala Desa telah memberikan dukungan terhadap program penurunan stunting dengan melakukan koordinasi dengan Puskesmas dan kader kesehatan untuk mengalokasikan Anggaran Dana Desa untuk mendukung penyediaan makanan bergizi bagi keluarga kurang mampu. Menetapkan kebijakan dan memberikan arahan kepada Perangkat Desa terkait program penurunan stunting dan berkoordinasi dengan menjalankan program penurunan stunting, keterlibatan langsung dalam pemantauan, edukasi kepada masyarakat masih perlu ditingkatkan agar program berjalan lebih Menjalin komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pihak, baik internal . erangkat desa, (Puskesmas. Dinas Kesehatan, dan pemerintah kabupate. program penurunan stunting di Desa Garunggung telah berjalan dengan adanya kebijakan dan dukungan Anggaran Dana Desa dari Pemerintah Desa dalam program ini masih bergantung pada sosialisasi yang dilakukan oleh kader Posyandu dan Puskesmas. Diperlukan evaluasi untuk memastikan bahwa program ini memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat keterlibatan Kepala Desa langsung dalam kegiatan lapangan masih perlu JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 ditingkatkan agar masyarakat merasa lebih diperhatikan dan lebih sadar akan pentingnya program penurunan stunting. KESIMPULAN Melihat hasil penelitian yang dilakukan peneliti dengan tema AuPeran Kepala Desa Terhadap Kesehatan Masyarakat Dalam Program Penurunan Stunting Desa Garunggung Kecamatan Tanjung. Kabupaten Tabalong. Kalimantan SelatanAy dapat diambil kesimpulan bahwa Kepala Desa dalam menjalankan tugasnya dalam pelaksanaan program penurunan Stunting Desa Garunggung Kecamatan Tanjung. Kabupaten Tabalong. Kalimantan Selatan cukup berperan. SARAN Kepala Desa Dalam penurunan stunting diharapkan agar pihak Kepala Desa Garunggung bisa ditingkatkan untuk memperkuat koordinasi dengan pihak terkait dan mengoptimalkan komunikasi dengan masyarakat agar program berjalan dengan lancar. Masyarakat Desa Garunggung Peran masyarakat dalam program penurunan stunting yang ada di Desa Garunggung agar terus bisa ditingkatkan kesadaran akan pentingnya pencegahan stunting dengan berpartisipasi aktif dalam program yang ada di Desa Garunggung menjalin komunikasi dengan Pemerintah Desa Peneliti Selanjutnya Diharapkan agar peneliti selanjutnya untuk terus melanjutkan penelitian yang berkaitan dengan program penurunan stunting dan mencarikan solusi untuk mengatasinya. DAFTAR PUSTAKA