Jurnal 7 Samudra Politeknik Pelayaran Surabaya Vol. No. Mei 2024 Hal: 45 - 52 p-ISSN: 2502-1621 e-ISSN: 2656-1611 EFISIENSI PROSES BONGKAR MUATAN BATU BARA UNTUK MENGATASI IDLE TIME OLEH PT. DELTA ARTHA BAHARI NUSANTARA DI PELABUHAN PROBOLINGGO Akhmad Fahreza Manajemen Pelabuhan dan Logistik Maritim. FakultasVokasi Pelayaran. Universitas Hang Tuah Surabaya Email korespondensi: akhmadfahreza255@gmail. ABSTRAK PT. Delta Artha Bahari Nusantara merupakan salah satu badan usaha pelabuhan (BUP) yang melayani jasa kepelabuhanan dan bongkar muat di Probolinggo. Pentingnya analisis efisiensi proses bongkar muatan batu bara oleh PT. Delta Artha Bahari Nusantara di Pelabuhan Probolinggo terletak pada kebutuhan untuk meningkatkan efisiensi dan keberhasilan proses tersebut. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui efisiensi proses bongkar muatan batu bara tersebut dan menganalisis faktor-faktor pendukung efisiensi serta upaya yang dapat dilakukan sehingga dapat terciptanya kelancaran proses bongkar muatan batu bara tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses bongkar muatan tersebut tidak efisiensi. Hal ini disebabkan oleh perbedaan antara waktu yang ideal untuk proses bongkar muatan batu bara seberat 000 metrik ton, yang seharusnya adalah 2,8 hari . ,5 ja. Fakta yang terjadi dilapangan membutuhkan waktu sekitar 3,3 hari . ,5 ja. yang dibagi menjadi 2 . yaitu waktu efektif . ffective tim. 65,5 jam dan waktu tidak efektif . dle tim. 14 jam. Faktor terjadinya idle time dalam proses tersebut adalah waiting truck. Perbedaan waktu ini menunjukkan adanya potensi untuk meningkatkan efisiensi dalam proses bongkar muatan batu bara tersebut. Kata kunci : Batu bara. Bongkar Muat. Efisiensi. Idle Time PENDAHULUAN Pelabuhan di atur dalam UU No. tahun 2008 yaitu dapat diartikan sebagai tempat yang terdiri atas daratan dan/atau perairan dengan batas-batas tertentu sebagai tempat kegiatan pemerintahan dan kegiatan pengusahaan yang dipergunakan sebagai tempat kapal bersandar, naik turun penumpang, dan/atau bongkar muat barang, berupa terminal dan tempat berlabuh kapal keselamatan dan keamanan pelayaran dan kegiatan penunjang pelabuhan serta sebagai tempat perpindahan intra-dan antarmoda Pelabuhan Probolinggo merupakan salah satu pelabuhan penting di Indonesia yang berperan dalam distribusi dan pengiriman muatan batu bara. PT. Delta Artha Bahari Nusantara adalah perusahaan di bidang kepelabuhanan yang beroperasi di Akhmad Fahreza et al - EFISIENSI PROSES BONGKAR MUATAN BATU BARA UNTUK MENGATASI IDLE TIME OLEH PT. DELTA ARTHA BAHARI NUSANTARA DI PELABUHAN PROBOLINGGO Pelabuhan Probolinggo dan bertanggung jawab atas proses bongkar muatan batu bara di pelabuhan tersebut. Batubara adalah salah satu bahan bakar fosil yang berasal dari batuan sedimen yang dapat terbakar dan terbentuk dari endapan sisa-sisa tumbuhan dan terbentuk melalui proses Unsur unsur utamanya terdiri dari karbon, hidrogen dan oksigen. Batubara merupakan komoditas tambang yang diminati sebagai salah satu sumber energi alternatif di saat terjadi kenaikan harga minyak dunia. Saat ini. Indonesia merupakan salah satu produsen sekaligus eksportir utama batubara di dunia. Proses bongkar muatan batu bara merupakan tahapan penting dalam rantai distribusi dan mempengaruhi efisiensi dan keberhasilan pengiriman muatan tersebut. Untuk kelancaran bongkar muat dari dan ke kapal, tentu perlunya kesiapan kapal dalam melaksanakan kegiatan bongkar muat sehingga proses bongkar muat akan berjalan lancar dan sesuai perencanaan, menurut Purba, dalam Rusdi Bahar dan Wildani Khotami . Idle time dalam proses bongkar muat merujuk pada periode waktu di mana aktivitas bongkar muat kapal atau kendaraan tidak berlangsung. Idle time dapat terjadi karena berbagai alasan, seperti keterlambatan kedatangan kapal atau kendaraan, keterlambatan dalam proses bongkar muat, peralatan bongkar muat yang rusak, cuaca buruk, atau masalah logistik Dampak dari idle time dalam proses bongkar muat dapat sangat Idle time dapat menyebabkan pengiriman, biaya tambahan yang tidak terduga, atau bahkan kerugian finansial bagi semua pihak yang terlibat dalam proses bongkar muat. Pentingnya analisis efisiensi proses bongkar muatan batu bara untuk mengatasi idle time oleh PT. Delta Artha Bahari Nusantara di Pelabuhan Probolinggo meningkatkan efisiensi dan mengurangi idle time serta keberhasilan proses tersebut. Dalam industri distribusi muatan batu bara, efisiensi proses bongkar muatan memiliki dampak yang signifikan terhadap waktu pengiriman, biaya operasional, dan kepuasan pelanggan. Namun, keberhasilan proses bongkar muatan batu bara, diperlukan analisis yang komprehensif terhadap proses tersebut. Analisis ini meliputi evaluasi terhadap prosedur bongkar muat yang digunakan, faktor-faktor yang mendukung efisiensi untuk mengatasi idle time dan meningkakan effective time pada proses tersebut, serta upaya-upaya perbaikan yang dapat dilakukan. Tujuan penelitan ini untuk mengetahui efisiensi proses bongkar muatan batu bara untuk mengatasi idle time oleh PT. DABN di pelabuhan Probolinggo. Objek penelitian peneliti dalam mengamati dan menganalisis proses bongkar muatan batu bara oleh PT. Delta Artha Bahari Nusantara di Pelabuhan Probolinggo adalah kapal TB. Ocean Master 102/BG. Azamara 25 bermuatan batu bara. Berkenaan dengan latar belakang yang telah dipaparkan pada sebelumnya, rincian perumusan masalah dalam penelitian ini ditunjukkan sebagai Bagaimana efisiensi proses bongkar muatan batu bara untuk mengatasi idle time yang dilakukan oleh PT. Delta Artha Bahari Nusantara di Pelabuhan Probolinggo? Apa faktor-faktor pendukung untuk mengatasi idle time serta upaya yang menciptakan efisiensi kelancaran dalam proses. LANDASAN TEORI Pengertian Bongkar Muat Menurut D. A Lasse . , pemindahan barang muatan dari kapal ke kendaraan angkutan darat melalui atau tidak melalui Sedangkan untuk melaksanakan kegiatan itu disebut bongkar muatan baik melalui gudang/lapangan atau langsung. Keputusan Menteri Perhubungan berdasarkan Undang- Jurnal 7 Samudra Politeknik Pelayaran Surabaya | 9. : 45-52 | Mei 2024 Undang No. 21 Tahun 1992. KM. No 14 Tahun 2002 Bab 1 Pasal 1. Bongkar muatan adalah kegiatan bongkar muatan barang dari pembongkaran barang dari palka kapal ke atas dermaga di lambung kapal ke gudang Membedakan kegiatan bongkar muatan secara langsung dan tidak langsung perbedaannya yaitu: Secara Langsung Cara ini kerap kali disebut Autruck lossingAy pembongkaran dari truck langsung ke kapal atau pembongkaran dari kapal langsung ke truk cara truk ini memiliki ijin khusus karena ada komponen atau OPP/OPT (Ongkos Pemuatan Pelabuhan/Ongkos Pemuatan Tujua. Secara tidak langsung Cara tidak langsung adalah kegiatan bongkar muatan dari kapal ke dermaga perpindahan barang dari dermaga ke gudang transit, kegiatan penyusunan dan penyimpanan barang di gudang transit dan selanjutnya di gudang delivery kepada penerima barang atau yang Dengan demikian, bongkar muatan merupakan proses penting dalam rantai pemindahan barang dari kapal ke darat atau pengiriman barang yang efisien dan tepat waktu sesuai dengan regulasi yang berlaku. Pengertian Batu Bara Menurut Kent. mendefinisikan batu bara sebagai jenis mineral yang tersusun atas karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen, sulfur, dan senyawa mineral. Batu bara digunakan sebagai sumber energi alternatif untuk menghasilkan listrik. Menurut Miller . , batu bara merupakan batuan karbonat berbentuk padat, rapuh, berwarna cokelat tua sampai hitam, dan dapat Batu bara terbentuk akibat perubahan tumbuhan secara kimia dan fisik. Para ahli kimia dari abad ke-19 mengklasifikasikan batu bara menurut Standar ASTM. Pengertian batu bara melibatkan klasifikasi yang dilakukan oleh para ahli kimia dalam sejarah. Dapat disimpulkan bahwa batu bara adalah jenis mineral yang terdiri dari karbon dan senyawa lainnya, digunakan sebagai sumber energi alternatif, terbentuk diklasifikasikan sesuai standar yang ditetapkan oleh para ahli kimia. Pengertian Efisiensi Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), efisiensi dapat diartikan sebagai ketepatan cara dalam melakukan sesuatu, dan kemampuan melaksanakan tugas dengan baik dan tepat tanpa membuang biaya, waktu, dan tenaga. Agar lebih memahami apa arti efisiensi, maka kita dapat merujuk pada pendapat ahli. Pengertian efisiensi menurut Susilo . adalah suatu kondisi atau keadaan, dimana penyelesaian suatu pekerjaan dilaksanakan dengan benar dan dengan penuh kemampuan yang di miliki. Menurut Soekartawi . pengertian efisiensi kerja adalah upaya penggunaan sekecil-kecilnya pendapatkan produksi yang sebesarbesarnya. Perbandingan ini dilihat dari : Segi waktu, suatu perkerjaan disebut lebih efisien bila hasil kerja berdasarkan patokan ukuran yang di inginkan untuk memperoleh sesuatu yang baik dan maksimal. Segi kinerja, yaitu hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan. Dapat disimpulkan bahwa efisiensi merujuk pada ketepatan cara dalam Akhmad Fahreza et al - EFISIENSI PROSES BONGKAR MUATAN BATU BARA UNTUK MENGATASI IDLE TIME OLEH PT. DELTA ARTHA BAHARI NUSANTARA DI PELABUHAN PROBOLINGGO melakukan sesuatu dan kemampuan melaksanakan tugas dengan baik dan tepat tanpa membuang biaya, waktu, dan tenaga. Waktu Operasional Bongkar Muat Waktu operasioal bongkar muat secara umum di bagi menjadi 4 kategori yaitu Berth Working Time (BWT). Berthing Time (BT). Service Time (ST) dan Turn Round Time (TRT). Berthing Working Time (BWT) merupakan waktu yang dipakai oleh kapal selama sandar di dermaga untuk melakukan kegiatan bongkar muat yang dihitung sejak perintah bongkar . ommenced perintah selesai muat . ompleted Komponen waktu BWT terdiri dari : Effective Time ( ET ) Waktu sesungguhnya yang dipakai oleh kapal selama sandar di dermaga yang digunakan secara sepenuhnya untuk proses kegiatan bongkar muat secara continue tanpa berhenti hingga proses bongkar muat selesai. Oleh karena itu secara ideal BWT seharusnya sama dengan ET. Namun demikian pada prakteknya proses kegiatan bongkar muat tidak dapat dilakukan secara terusAemenerus tanpa henti. Banyak hal yang menyebabkan kegiatan tersebut berhenti yang disebabkan oleh alat bongkar muat rusak, operator istirahat, pergantian shift kerja dan sebagainya. Waktu yang bongkar muat yang tidak produktif disebut Idle Time (IT). Idle Time ( IT ) Waktu yang tidak produktif yang digunakan oleh kapal selama sandar di dermaga selama jam operasional bongkar muat. Berthing Time (BT) adalah waktu yang digunakan oleh kapal selama sandar di dermaga yang dihitung sejak tali pertama terikat di dermaga hingga lepasnya tali tambatan terakhir dari dermaga. merupakan indikator yang sama dengan BWT, namun ditambah indikator waktu di luar jam kegiatan bongkar muat. Waktu ini disebut sebagai Non Operating Time (NOT). Salah satu faktor yang menyebabkan timbulnya NOT adalah belum adanya perintah untuk bongkar, sementara kapal sudah sandar di dermaga. Service Time (ST) atau waktu pelayanan kapal ketika kapal tiba di Sebelum kapal bersandar maka kapal di haruskan untuk menunggu untuk mengukur tingkat kesiapan dermaga. Waktu yang menyebabkan proses tersebut adalah Waiting Time (WT) yang tidak termasuk dalam komponen waktu Service Time. Turn Round Time ( TRT ) atau waktu pelayanan kapal di pelabuhan adalah jumlah waktu selama kapal berada di pelabuhan yang dihitung waktu kapal tiba (Approching Tim. di lokasi lego jangkar di luar perairan pelabuhan ketika menunggu bantuan pandu dan kapal tunda sampai waktu kapal (Leaving Tim. meninggalkan lokasi lego jangkar, yang dinyatakan dalam satuan jam. METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif kualitatif, yaitu rumusan masalah yang memandu untuk mengeksplorasi atau memotret situasi sosial yang diteliti secara menyeluruh, luas, dan mendalam. Sumber Data Jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer, yaitu data yang diperoleh langsung dilapangan baik melalui wawancara dengan Jurnal 7 Samudra Politeknik Pelayaran Surabaya | 9. : 45-52 | Mei 2024 pihak terkait, observasi mendalam, serta data sekunder, yaitu data yang di dapatkan dari dokumen pelengkap yang dapat menjadi informasi tambahan dan membantu menganalisis permasalahan penelitian. Instrumen penelitian yang peneliti gunakan dalam penelitian ini yaitu peneliti sendiri dan dibantu oleh informan yaitu karyawan PT. DABN bidang operasional PT. DABN Probolinggo yang berjumlah 21 orang. Teknik Analisis Data Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis kualitatif deskriptif dengan menggunakan pendekatan analisis data Model Miles dan Huberman. Menurut Sugiyono . 1:132-. dalam Model Miles dan Huberman aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas, sehingga datanya sudah jenuh. Aktivitas dalam analisis data model ini yaitu terdiri dari: Data Collection (Pengumpulan Dat. Data Reduction (Data Reduks. Data Display (Penyajian Dat. Conclusion Drawing & Verification (Penarikan Kesimpulan dan Verifikas. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Dari analisis yang dilakukan oleh peneliti, waktu total yang diperlukan untuk proses bongkar muatan batu bara oleh PT. DABN di pelabuhan Probolinggo adalah 79,5 jam kerja. Waktu ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu: Effective Time (Waktu Efekti. : Waktu yang sebenarnya digunakan untuk melakukan proses bongkar muatan dengan produktif, dalam hal ini selama 65,5 jam. Waktu efektif ini merupakan waktu di mana pekerjaan benar-benar dilakukan dengan optimal tanpa gangguan atau hambatan berarti. Idle Time (Waktu Tidak Efekti. : Adalah waktu di mana tidak ada aktivitas produktif yang dilakukan atau waktu yang terbuang sia-sia selama 14 jam. Idle time ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor seperti keterlambatan, masalah teknis, atau kesiapan peralatan. Dari pembagian waktu ini, peneliti dapat melihat bahwa ada potensi untuk meningkatkan efisiensi proses bongkar muatan batu bara di pelabuhan Probolinggo dengan mengurangi idle time dan memaksimalkan waktu efektif yang Analisis ini memberikan gambaran yang jelas tentang bagaimana waktu digunakan selama proses bongkar muatan, dan dapat menjadi dasar untuk rekomendasi perbaikan atau peningkatan efisiensi di masa depan. Peneliti menemukan bahwa faktor terjadinya idle time adalah waiting truck. Idle time ini dapat terjadi ketika truk yang diperlukan untuk proses bongkar muatan ini mengalami keterlambatan. Hal ini dapat mengurangi efisiensi dan produktivitas proses bongkar muatan batu bara tersebut. Dengan demikian, pengelolaan waiting truck menjadi salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan untuk mengurangi idle time dan meningkatkan efisiensi Table 1. Berthing Working Time Proses Bongkar Muatan Hari Jumlah Effective 18 jam 16 jam 21 jam 10,5 jam 65,5 Jam Idle 2 Jam 8 Jam 3 Jam 1 Jam 14 Jam Jumlah 20 Jam 24 Jam 24 Jam 11,5 Jam 79,5 Jam Selain melakukan analisis lapangan dan dokumen, peneliti juga melakukan wawancara kepada karyawan operasional PT. DABN. Hasil wawancara menunjukkan bahwa bongkar muatan batu bara dengan 000 metrik ton idealnya memerlukan waktu sekitar 2,8 hari . ,5 ja. untuk diselesaikan kalau tidak ada Akhmad Fahreza et al - EFISIENSI PROSES BONGKAR MUATAN BATU BARA UNTUK MENGATASI IDLE TIME OLEH PT. DELTA ARTHA BAHARI NUSANTARA DI PELABUHAN PROBOLINGGO Informasi ini memberikan gambaran tambahan tentang waktu yang dibutuhkan untuk proses bongkar muatan batu bara dengan ukuran tertentu di pelabuhan Probolinggo. Dengan adanya data tambahan ini, peneliti dapat memperoleh pemahaman yang lebih lengkap tentang proses bongkar muatan batu bara di PT. DABN. Selain itu, informasi mengenai waktu yang dibutuhkan untuk muatan dengan ukuran spesifik juga dapat membantu dalam mengevaluasi efisiensi proses bongkar muatan dan mengidentifikasi potensi perbaikan yang dapat dilakukan. surat perjanjian pekerjaan pembongkaran batu bara, maka PT. DABN akan mulai melaksanakan kegiatan bongkar muat. Faktor-Faktor Pendukung Yang Dapat Mengatasi Idle Time Dalam Proses Bongkar Muatan Batu Bara Untuk mengatasi idle time yang disebabkan oleh waiting truck dalam proses bongkar muat batu bara di Pelabuhan Probolinggo, faktor-faktor pendukung berikut dapat membantu dalam mengurangi waktu tidak produktif dan meningkatkan Penjadwalan yang Efisien: Merencanakan kedatangan truck secara efisien berdasarkan kapasitas bongkar muat yang tersedia dan volume batu bara yang akan dimuat. Mengoptimalkan penjadwalan agar truck tiba secara teratur dan tidak menimbulkan penumpukan yang dapat menyebabkan idle time. Pembahasan Proses Bongkar Muatan Batu Bara Oleh PT. Delta Artha Bahari Nusantara di Pelabuhan Probolinggo Proses pembongkaran batu bara ini peneliti mengambil data dari kapal TB. Ocean Master 102/BG. Azamara 25 dengan 063,580 MT. Proses bongkar ini membutuhkan waktu 79,5 jam ketika proses bongkar muatan dimulai (Berth Working Tim. dengan waktu efektif (Effective Tim. adalah 65,5 jam dan waktu tidak efektif (Idle Tim. adalah 14 jam. Total pegawai operasional yang berada di PBM PT. DABN berjumlah 12 orang yang dibagi menjadi 3 . ermasuk operator excavator berjumlah dua orang dalam satu shif. dan karyawan TKBM berjumlah 6 orang yang dibagi menjadi 3 . Kegiatan pembongkaran PT. DABN, diawali dengan pembongkaran yang dilaksanakan setelah mendapatkan surat penunjukan dari pihak pemilik barang yaitu PBM PT. DABN, yang disertai dengan dokumen-dokumen Sebelumnya dilakukan penunjukkan, kedua pihak akan melakukan negosiasi harga terlebih dahulu sampai adanya kesepakatan Setelah terjadi kesepakatan kedua belah pihak akan menandatangani Koordinasi yang Baik kepada Instansi yang Terkait: Berkoordinasi dengan pihak terkait, seperti pengemudi truck, petugas bongkar muat, dan otoritas pelabuhan, kedatangan dan proses bongkar muat . Memastikan jadwal kedatangan truck dan prosedur bongkar muat telah disampaikan dengan jelas kepada semua pihak Monitoring dan Evaluasi: Melakukan monitoring secara aktif terhadap kedatangan truck, proses bongkar muat, dan waktu tunggu yang dialami oleh truck. Melakukan efektivitas penjadwalan, koordinasi, dan proses bongkar muat untuk mengidentifikasi potensi idle time yang Jurnal 7 Samudra Politeknik Pelayaran Surabaya | 9. : 45-52 | Mei 2024 disebabkan oleh waiting truck dan menentukan langkah perbaikan yang Dengan penjadwalan yang efisien, koordinasi yang baik kepada instansi yang terkait, serta melakukan monitoring dan evaluasi secara terus-menerus. PT. DABN di Pelabuhan Probolinggo dapat mengatasi idle time yang disebabkan oleh waiting truck, meningkatkan efisiensi proses bongkar muat, dan mengoptimalkan kinerja operasional secara keseluruhan. Menyusun sistem evaluasi yang terstruktur untuk mengevaluasi kinerja operasional, mengidentifikasi penyebab idle time, dan merancang langkah perbaikan yang spesifik. Dengan menerapkan upaya-upaya di atas. PT. DABN di Pelabuhan Probolinggo dapat mengoptimalkan proses bongkar muat batu bara, mengatasi idle time yang disebabkan oleh waiting truck, dan meningkatkan efisiensi operasional secara Upaya yang terkoordinasi dan terukur akan membantu dalam mengurangi waktu tidak produktif dan meningkatkan kinerja proses bongkar muat di pelabuhan. Upaya Mengatasi Idle Time Untuk Meningkatkan Efisiensi Proses Bongkar Muatan KESIMPULAN Untuk mengatasi idle time yang disebabkan oleh waiting truck dalam proses bongkar muat batu bara di Pelabuhan Probolinggo, berikut adalah upaya yang faktor-faktor Mengimplementasikan penjadwalan yang lebih terperinci dan kedatangan truck secara tepat waktu dan teratur. Menyusun jadwal bongkar muat yang ketersediaan peralatan bongkar muat, sehingga mengurangi waktu tunggu Membangun saluran komunikasi yang efektif antara PT. DABN, pengemudi truck, otoritas pelabuhan, dan pihak terkait untuk memastikan informasi yang akurat dan jadwal yang jelas. Mengadakan pertemuan rutin atau sesi jadwal kedatangan truck dengan kapasitas bongkar muat yang tersedia. Melakukan pemantauan secara aktif terhadap proses kedatangan truck, waktu tunggu, dan efisiensi bongkar muat untuk mengidentifikasi potensi idle time. Efisiensi proses bongkar muatan batu bara untuk mengatasi idle time oleh PT. Delta Artha Bahari Nusantara di Pelabuhan Probolinggo menunjukkan bahwa faktor pendukung untuk mengatasi idle time penting untuk menciptakan efisiensi dan kelancaran dalam proses bongkar muatan tersebut yang meliputi penjadwalan yang efisien koordinasi yang Baik kepada Instansi yang terkait, monitoring dan Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi idle time dalam proses bongkar muatan batu bara tersebut menurut faktor pendukung Mengimplementasikan penjadwalan yang lebih terperinci dan kedatangan truck secara tepat waktu dan Menyusun jadwal bongkar muat yang sesuai dengan kapasitas dan ketersediaan peralatan bongkar muat, sehingga mengurangi waktu tunggu truck. Membangun saluran komunikasi yang efektif antara PT. DABN, pengemudi truck, otoritas pelabuhan, dan pihak terkait untuk memastikan informasi yang akurat dan jadwal yang jelas. Mengadakan pertemuan rutin atau sesi koordinasi untuk menyinkronkan jadwal kedatangan truck dengan kapasitas bongkar muat yang tersedia. Akhmad Fahreza et al - EFISIENSI PROSES BONGKAR MUATAN BATU BARA UNTUK MENGATASI IDLE TIME OLEH PT. DELTA ARTHA BAHARI NUSANTARA DI PELABUHAN PROBOLINGGO Melakukan pemantauan secara aktif terhadap proses kedatangan truck, waktu tunggu, dan efisiensi bongkar muat untuk mengidentifikasi potensi idle time. Menyusun terstruktur untuk mengevaluasi kinerja operasional, mengidentifikasi penyebab idle time, dan merancang langkah perbaikan yang spesifik. Pada proses bongkar muatan tersebut membutuhkan waktu 79,5 jam . erthig working tim. dengan waktu efektif . ffective tim. 65,5 jam dan waktu tidak efektif 14 jam . dle tim. Peneliti menemukan bahwa faktor penyebab terjadinya idle time pada proses tersebut Peneliti menyimpulkan bahwa proses bongkar muatan batu bara tersebut tidaklah efisien dikarenakan waktu ideal untuk bongkar muatan batu bara adalah 2,8 hari . ,5 ja. DAFTAR PUSTAKA