TELEKONTRAN: Jurnal Ilmiah Telekomunikasi. Kendali dan Elektronika Terapan Vol. No. Oktober 2024 TELEKONTRAN: Jurnal Ilmiah Telekomunikasi. Kendali dan Elektronika Terapan DOI : 10. 34010/telekontran. Vol. 12,: 2303 No. 2,Ae 2901. Oktober 2024: 2654 Ae 7384 p-ISSN e-ISSN Optimasi Kualitas Jaringan 4G LTE Menggunakan Metode Physical Tuning Optimization Of 4G LTE Network Quality Using Physical Tuning Method Cintya Dwi Rahmadila*. Zurnawita. Siska Aulia Politeknik Negeri Padang. Jl. Kampus. Limau Manis. Kec. Pauh. Kota Padang. Sumatera Barat 25164 Email : cintyadrr@gmail. Abstrak - Perkembangan jaringan 4G LTE sama meningkatnya dengan peningkatan jumlah user setiap Maka dari itu peningkatan jumlah pengguna harus diikuti oleh meningkatnya sebuah infrastruktur jaringan telekomunikasi seluler. Permasalahan yang mengakibatkan jaringan menurun adalah luas jangkauan layanan . dan tingkat kualitas layanan jaringan . Pada penelitian ini, perancangan kualitas jaringan 4G LTE dilakukan menggunakan metode physical tuning di daerah Aie Pacah. Hal ini disebabkan oleh kurangnya kualitas jangkauan layanan . overage are. , yang mengakibatkan interferensi. Penelitian dimulai dengan pengambilan data sinyal 4G LTE menggunakan metode drive test untuk menilai kualitas Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan perangkat lunak TEMS Discovery dan diikuti dengan proses optimasi menggunakan perangkat lunak Atoll. Proses pengolahan data menampilkan beberapa parameter dasar jaringan 4G LTE yaitu RSRP. SINR, dan Throughput. Hasil pengukuran kualitas jaringan 4G LTE di daerah Aie Pacah sebelum dilakukan optimasi menunjukkan bahwa nilai RSRP meningkat dari 56,46% menjadi 65%, sementara nilai SINR mengalami penurunan dari 96,2% menjadi 89,1%, dan nilai Throughput juga mengalami penurunan dari 88,3% menjadi 78,5%. Kata kunci : Physical Tuning. RSRP. SINR. Throughput Abstract - The development of the 4G LTE network is increasing as the number of users increases every year. Therefore, the increase in the number of users must be accompanied by an increase in cellular telecommunications network infrastructure. The problems that cause the network to decline are the extent of service coverage . and the level of network service quality . In this research, 4G LTE network quality design was carried out using the physical tuning method in the Aie Pacah area. This is caused by a lack of quality service coverage . overage are. , which results in interference. The research began by collecting 4G LTE signal data using the drive test method to assess network quality. The data was then analyzed using TEMS Discovery software and followed by an optimization process using Atoll software. The data processing process displays several basic parameters of the 4G LTE network, namely RSRP. SINR, and Throughput. The results of measuring the quality of the 4G LTE network in the Aie Pacah area before optimization showed that the RSRP value increased from 56. 46% to 65%, while the SINR value decreased 2% to 89. 1%, and the Throughput value also decreased from 88. 3% to 78. Keywords : Physical Tuning. RSRP. SINR. Throughput PENDAHULUAN Kebutuhan informasi dan komunikasi masyarakat Indonesia terus berkembang pesat dari waktu ke waktu. Hal ini mendorong penyedia jasa layanan telekomunikasi seluler untuk terus kebutuhan konsumennya. Salah satu kebutuhan yang sangat berkembang adalah kebutuhan akan komunikasi paket data. Kebutuhan akan akses data mobile yang besar dari pengguna smartphone semakin meningkat. Selain menggunakan smartphone, penggunaan komputer pribadi (PC) juga menjadi faktor yang mendorong pertumbuhan konsumsi data mobile. Salah satu keunggulan utama jaringan 4G LTE (Long Term Evolutio. dibandingkan dengan generasi sebelumnya terletak pada kecepatannya. TELEKONTRAN: Jurnal Ilmiah Telekomunikasi. Kendali dan Elektronika Terapan Vol. No. Oktober 2024 Secara umum, teknologi LTE dapat memberikan kecepatan data downlink hingga 100 Mbps dan uplink hingga 50 Mbps, memungkinkan pengguna untuk mengakses internet dengan cepat dan lancar baik untuk keperluan pribadi maupun bisnis. Berkembangnya teknologi LTE selaras dengan pertumbuhan jumlah pengguna setiap Oleh karena itu, peningkatan jumlah pengguna harus diimbangi dengan peningkatan infrastruktur jaringan telekomunikasi seluler untuk memastikan kualitas jaringan tetap optimal. Permasalahan yang sering menyebabkan penurunan layanan biasanya disebabkan oleh sinyal yang kurang baik di suatu wilayah, serta minimnya aksesibilitas di wilayah tersebut yang akan berdampak pada kualitas layanan bagi Faktor-faktor seperti blocking, interference, jangkauan minimum, dan faktor teknis lainnya dapat menjadi penyebab kedua masalah tersebut. Pada kawasan kelurahan Aie Pacah yang berada di Kecamatan Koto Tangah. Dimana jumlah penduduk seiring berjalannya waktu meningkat yang dapat mempengaruhi proses kualitas jaringan. Di daerah Aie Pacah juga merupakan daerah sub urban dan lokasi dari salah satu universitas swasta terbaik di Sumatera Barat yaitu Universitas Baiturrahmah dan Kampus II Universitas Bung Hatta yang juga membutuhkan kualitas jaringan yang baik. Sehingga jaringan 4G LTE masih dikatakan buruk karena masih dapat area yang bad spot dan juga dikarenakan banyaknya Issue interference atau jaringannya masih kurang bagus. Kualitas sinyal 4G LTE juga berpengaruh terhadap level sinyal yang diterima user dan user experience yang tidak optimal dirasakan oleh pelanggan di area Aie Pacah. II. permasalahan bad spot ara pada kualitas jaringan di daerah Aie Pacah Kecamatan Koto Tangah. Gambar 1. Blok Diagram Perancangan Disini metode yang dilakukan untuk pengambilan data yaitu Drive Test. Drive Test adalah pengukuran kualitas sinyal yang dilakukan dengan menggunakan kendaraan di wilayah yang relatif luas dengan menggunakan aplikasi tertentu. Pengambilan data kali ini menggunakan software TEMS Pocket. TEMS Pocket berfungsi untuk pengambilan data performansi jaringan, parameter coverage dan Throughput. Disini penulis mengambil data pada daerah Aie Pacah Kecamatan Koto Tangah, karena daerah tersebut kawasan padat penduduk dan tempat salah satu universitas Swasta di Kota Padang. Sehingga dapat berpengaruh pada kualitas jarigan pada daerah METODOLOGI Pada lokasi perancangan Optimasi kualitas jaringan 4G LTE menggunakan metode physical tuning ini berlokasi di Aie Pacah Kecamatan Koto Tangah. Perancangan ini di mulai pengambilan data sinyal 4G LTE dengan menggunakan operator Telkomsel pada tanggal 17 Mei 2023. Data ini diambil menggunakan metode drive test yang mana dilakukan pada pukul 17. 30 WIB pada bulan Mei 2023 di Aie Pacah. Penelitian ini dilakukan pengukuran jaringan blok diagram dalam bentuk Optimasi kualitas jaringan 4G LTE menggunakan Metode physical tuning yang bertujuan untuk mengatasi Gambar 2. Perancangan Route di Daerah Aie Pacah Menggunakan Mapinfo TELEKONTRAN: Jurnal Ilmiah Telekomunikasi. Kendali dan Elektronika Terapan Vol. No. Oktober 2024 Perancangan menggunakan sofware Mapinfo Pro dengan menentukan jalur. Dengan cara mengaktifkan Cosmetic Layer lalu memelih Inser untuk menentukan jalur yang akan ditentukan. Selanjutnya tampilkan Route yang akan dilakukan untuk pengambilan data seperti pada gambar Setelah menentukan route yang akan dilalui maka selanjutnya adalah pengambilan data untuk permasalahan yang akan diteliti. Disini metode yang dilakukan untuk pengambilan data yaitu Drive Test. Adapun peralatan yang digunakan penulis pada penelitian ini yaitu sebagai berikut: Smartphone Smartphone Tems Pocket smartphone yang dirancang khusus untuk menjalankan aplikasi drive test tems pocket dan menampilkan secara visual. dongle untuk menggantikan serial number dan hanya komputer yang terpasang dongle yang bisa menggunakan aplikasi TEMS Discoverty Gambar 4. Dongle i. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Pengolahan Data Drive Test Sebelum Optimasi Hasil drivetest berupa logfile yang didapatkan dari hasil pengambilan data menggunakan TEMS Pocket, selanjutnya diolah menggunakan TEMS Discovery dan Map Info. Parameter yang diamati dan dianalisa yaitu RSRP. SINR. Throughput dan PCI untuk menunjang tercapainya secara optimal pada wilayah penelitian . Hasil RSRP Sebelum Optimasi Pada penelitian ini. RSRP menjadi acuan untuk menentukan area badspot di Kecamatan Koto Tangah Kelurahan Aie Pacah. Hasil drivetest yang diolah pada software TEMS Discovery dengan parameter RSRP seperti Gambar 5. Gambar 3. Smartphone TEMS pocket Sim Card Pada saat drive test digunakan sim card untuk bisa mengakses jaringan yang diukur performasi sinyalnya. GPS Pada saat drive test GPS yang digunakan sudah langsung bisa digunakan pada GPS yang ada pada smartphone. GPS digunakan untuk tracking route pengukuran sehingga posisi pengambilan dara diketahui sepanjang pengukuran drive test. Laptop Laptop digunakan untuk melakukan proses pengolahan data. Data yang di maksud adalah data logfile dan diolah menggunakan sofware TEMS Discovery dan Mapinfo. Dongle Dongle digunakan pada saat menggunakan software TEMS Discovery. Dimana fungsi dari Gambar 5. Hasil Plot RSRP Pada Gambar 6 terlihat RSRP values di wilayah Aie Pacah didominasikan dengan warna Dengan kuat sinyal nilai parameter dapat dilihat pada kategori RSRP sangat buruk di range ( RSRP <-110 dB. didapatkan 17 sampel dengan persentase 3,47%, kategori RSRP buruk di range (-110 O RSRP <-100 dB. didapatkan 97 sampel dengan persentase 19,8%, kategori RSRP cukup baik di range (-100 O RSRP <-85 dB. didapatkan 316 sampel dengan persentase TELEKONTRAN: Jurnal Ilmiah Telekomunikasi. Kendali dan Elektronika Terapan Vol. No. Oktober 2024 64,49%, kategori RSRP baik di range (-85 O RSRP <-75 dB. didapatkan 53 sampel dengan persentase 10,82% dan untuk kategori RSRP sangat baik di range (-75 O RSRP <0 dB. didapatkan 7 sampel dengan persentase 1,43%. Gambar 8. Tampilan Badspot 2 RSRP Gambar 6. Histogram RSRP Dari hasil pengolahan data yang telah dilakukan terhadap beberapa parameter yang telah dianalisa sebelumnya, terdapat beberapa titik badspot, sebagai berikut: Titik Bad Spot 1 pada Sektor 1 Site Name By Pass 3 Gambar 9. Tampilan Badspot 3 RSRP Gambar 7. Tampilan Badspot 1 RSRP Berdasarkan pengolahan hasil dari drivetest pada TEMS Discovery dan Map Info ini, dapat diketahui bahwa area yang memiliki kualitas sinyal yang buruk ditandai dengan titik sampel yang berwarna orange dan merah. Pada area Bad Spot terdapat masalah RSRP yang buruk. Titik Bad Spot adalah wilayah yang mengalami kualitas sinyal 4G yang buruk dan ada beberapa obctacle atau hambatan dari pepohonan dan gedung-gedung tinggi yang mengakibatkan sinyal yang diterima oleh user kurang baik atau memburuk dan bisa mengakibatkan interferensi. Pada Gambar 7 ini merupakan tampilan titik bad spot 1 RSRP, dengan jarak antara site dengan titik badspot adalah 685 meter diserving oleh sektor 1. Titik Bad Spot 2 Pada Sektor 2 Site Name By Pass 3 Pada Gambar 8 ini merupakan tampilan titik bad spot 2 RSRP, dengan jarak antara site dengan titik badspot adalah 462 meter diserving oleh sektor 2 . Titik Bad Spot 3 pada Sektor 2 Site Name Simpang Aie Pacah/Padang 46 Pada Gambar 9 ini merupakan tampilan titik bad spot 3 RSRP, dengan jarak antara site dengan titik badspot adalah 730 meter diserving oleh sektor 2. Hasil SINR Sebelum Optimasi SINR merupakan salah satu parameter yang menunjukan kualitas sinyal pada jaringan 4G LTE. SINR ini menunjukan perbandingan sinyal utama antara interferensi noise yang timbul . ercampur dengan sinyal utam. , seperti pada Gambar 10. Pada Gambar 11 terlihat SINR values terdapat 490 sampel. Pada kategori SINR sangat buruk di range (SINR < 0 dB) didapatkan 117 sampel data dengan persentase 23,88%, kategori SINR cukup buruk di range . O SINR < 13 dB) didapatkan 316 sampel data dengan persentase 64,49%, kategori SINR baik di range . O SINR < 20 dB) didapatkan 52 sampel data dengan persentase 11,61% dan kategori SINR sangat baik di range (SINR Ou 20 dB) didapatkan 5 sampel dengan persentase 1,02%. TELEKONTRAN: Jurnal Ilmiah Telekomunikasi. Kendali dan Elektronika Terapan Vol. No. Oktober 2024 Gambar 10. Hasil Plot SINR Pada Gambar 13 dilihat Throughput Values pada kategori Throughput sangat buruk di range (Throughput <512 Kbp. didapatkan 55 sampel data dengan persentase 11,36%, kategori Throughput buruk di range . O Throughput <1. didapatkan 21 sampel data dengan persentase 4%, kategori Throughput cukup baik di range . 000 O Throughput < 7. didapatkan 180 sampel data dengan persentase 37%, kategori Throughput baik di range . Throughput <14. didapatkan 99 sampel data dengan persentase 21%, dan untuk kategori Throughput sangat baik di range (Throughput Ou . didapat 129 sampel data dengan persentase 27%. Berdasarkan nilai persentase terhadap jumlah sampel dapat diketahui nilai Throughput pada wilayah tersebut termasuk dalam kategori cukup baik. Gambar 11. Histogram SINR Dapat terlihat nilai SINR dari jaringa 4G LTE di daerah Aie Pacah kurang bagus karena didominasi ranges berwarna kuning dan merah. Sehingga parameter SINR ini memiliki kualtias jaringan yang sangat buruk. Jadi dapat disimpulkan jaringan Telkomsel didaerah Aie Pacah bahwa rasio perbandingan sinyal utama dan sinyal lain yang dipancarkan mengakibatkan terjadinya interferensi. Hasil Throughput Sebelum Optimasi Throughput pada drivetest 4G LTE merupakan nilai kecepatan data (Kbit/. dari user ke EnodeB. Seperti pada Gambar 12 menunjukan hasil plotting Throughput dari hasil drivetest. Gambar 13. Histogram Throughput Hasil PCI Sebelum Optimasi Untuk dapat mengakses jaringan diperlukan PCI yang digunakan user untuk identifikasi sel dengan sinkronisasi waktu dan frekuensi. Dapat diketahui dari Gcell bahwa di wilayah Aie Pacah memiliki beberapa site yang berbeda. Dan menunjukan hasil plotting data logfile PCI, dapat dilihat seperti pada Gambar 14. Gambar 14. Hasil Plot PCI Gambar 12. Hasil Plot Throughput TELEKONTRAN: Jurnal Ilmiah Telekomunikasi. Kendali dan Elektronika Terapan Vol. No. Oktober 2024 Analisis Optimasi Jaringan dengan Metode Physical Tunning Data Antena Sebelum Optimasi Data antena yang diperlukan yaitu azimuth, mechanical tilt, electrical tilt, bandwith dan tinggi antena, seperti pada Tabel I. Tabel I. Data Antena Sebelum Optimasi Mec- ElecHeight Bandwith Azimuth Tilt Tilt Antena Vertical By Pass 3 136 20 Simpang Aie 126 10 Pacah/Padang 58 10 Site Name PCI Optimasi dengan Metode Physical Tuning Setelah melakukan analisa dari hasil drivetest terdapat beberapa titik badspot yang kualitas jaringannya kurang bagus pada beberapa site di daerah Aie Pacah yang mengakibatkan kinerja dari site belum optimal, yang dari arah pancaran dan kemiringan antena harus sesuai planning sehingga meminimalisir terjadinya badspot dan melakukan optimasi dengan metode tilting antena. Perhitungan Jarak Jangkauan Antena Sebelum Optimasi Setelah mendapatkan data antenna seperti tinggi antenna, tinggi penerimaan dan tilting Jarak mainbeam diukur menggunakan kalkulator kathrein sama dengan menggunakan perhitungan manual, berikut besar jarak mainbeam jika dihitung menggunakan kalkulator kathrein pada Gambar 15. bahwa jarak jangkauan antena site name Simpang Aie Pacah pada bagian outer radius coverage bernilai tak terhingga. Dilihat dari hasil PCI. Dimana dengan jarak antena yang tak terhingga, otomatis jangkauan pancar sinyal sampai ke area site tetangga yang menyebabkan terjadinya Untuk interferensi tersebut maka jarak coverage antena harus diperpendek antena agar sinyal yang dipancarkan tidak melebihi coverage area yang Untuk memperpendek jarak coverage maka perlu dilakukan perubahan tilting antena . dan pada sektor 2. Analisa Bad Spot Area Sebelum Dilakukan Optimasi Atoll Pada area badspot terjadinya inteferensi, blocking atau hambatan dari perpohonan atau gedung tinggi yang mengakibatkan sinyal yang diterima oleh user buruk dan akan berpengaruh terhadap nilai RSRP dan SINR. Gambar 16. RSRP pada pengukuran ke 1 Gambar 17. SINR pada pengukuran ke 1 Gambar 15. Perhitungan Meanbeam Menggunakan Kalkulator Kathreun Berdasakan perhitungan jarak jangkauan antena sebelum optimasi, dapat diketahui Pada Gambar 16 dan Gambar 17 tersebut RSRP dan SINR terdapat nilai RSRP dan SINR yang buruk, dapat dilihat bahwa tidak ada site disekitar yang mengarah ke titik badspot. TELEKONTRAN: Jurnal Ilmiah Telekomunikasi. Kendali dan Elektronika Terapan Vol. No. Oktober 2024 Sehingga coverage pada spot tersebut kurang baik, dan menyebabkan tidak ada site yang dominan antara serving cell terhadap neighbor Sehingga menyebabkan interferensi pada nilai RSRP dan SINR menurun. Jadi untuk memperbaikinya yaitu mencari site yang dominan dan melakukan tilting di site tersebut. terjadinya overshooting yang mengakibatkan Gambar 20. RSRP pada pengukuran ke 3 Gambar 18. RSRP pada pengukuran ke 2 Gambar 21. SINR pada pengukuran ke 3 Coverage Optimasi Area Sebelum Dilakukan Gambar 19. SINR pada pengukuran ke 2 Pada Gambar 18 dan Gambar 19 RSRP dan SINR diatas terdapat nilai RSRP dan SINR yang buruk. Dapat dilihat bahwa terdapat dua site yang memiliki RSRP yang sama kuat atau no dominance sehingga menyebabkan kualitas sinyal yang diterima oleh UE memburuk. Jadi untuk memperbaikinya yaitu mencari site yang dominan dan menambahkan daya coverage dari site tersebut. Dan juga perlu dilakukan tiltingan untuk tidak terjadinya overshooting yang mengakibatkan terjadinya inteferensi dan melakukan tilting di site tersebut. Pada Gambar 20 dan Gambar 21 diatas terdapat nilai RSRP dan SINR yang buruk. Dapat dilihat bahwa terdapat dua site yang memiliki RSRP yang sama kuat atau no dominance sehingga menyebabkan kualitas sinyal yang diterima oleh UE memburuk. Sehingga mencari site yang dominan dan menambahkan daya coverage dari site tersebut. Dan melakukan tiltingan supaya tidak Pada Gambar 22 merupakan tampilan dari parameter Throughput di daerah Aie Pacah sebelum di optimasi. Pada Gambar 22 dimana daerah yang tercakup BTS dapat dilihat pada gambar coverage area dimana daerah ini memiliki range nilai berwarna biru, hijau, kuning, orange dan merah. Untuk melihat visualisasi yang diterima menggunakan software Atoll. Semakin jauh jangkauan sinyal yang dipancarkan semakin buruk kekuatan sinyal yang diperoleh oleh user. Gambar 22. Coverage area SINR. RSRP dan Throughput TELEKONTRAN: Jurnal Ilmiah Telekomunikasi. Kendali dan Elektronika Terapan Vol. No. Oktober 2024 Optimasi dengan Metode Physical Tuning Pada Gambar 23 menunjukan bahwa didaerah yang terjadi badspot dikarenakan azimuth pada antena Simpang Aie Pacah /Padang 46 sector 3 dengan arah azimut 245Ae dimana arah azimuth tersebut tidak mengarah dan tidak mengcover pada daerah badspot Optimasi Jaringan Menambah Daya Pada Antenna Pada daya pancar antenna juga mempengaruhi coverage area, jadi pancaran antenna pada site By Pass 3 dan site Simpang Aie Pacah daya pancaran belum maksimal untuk mengcover daerah Gambar 25. Simulasi Atoll Menaikan Daya Pancar Antenna Gambar 23. Before site Simpang Aie Pacah/Padang 46 sector 3 Pada Gambar 25 menunjukan bahwa daerah tersebut masih dalam keadaan buruk dikarenakan daya pancar dari site By Pass 3 sebesar 40 dBm dan site Simpang Aie Pacah sebesar 43 dBm sehingga perlu untuk dinaikan daya pancar sebesar 60 dBm agar mencover area badspot Hasil Simulasi Optimasi Atoll Hasil RSRP Setelah Optimasi Gambar 24. Before site Simpang Aie Pacah /Padang 46 sector Dengan menggunakan protractor dapat dilihat bahwa arah antena pada sektor 3 tidak mengarah atau tidak mengcover area titik badspot, maka yang di re-azimuth adalah sektor 3 dengan azimuth 245Ae dialokasikan ke 230Ae agar titik badspot pada lokasi tersebut tercover oleh sektor 3. Dan memperkecil jangkauan radius pada sektor 2 dikarenkan neigbhbor cell menjadi buruk dan bisa mengakibatkan inteferensi dan juga kegagalan handover. Jadi untuk mengatasi masalah tersebut dilakukan perhitungan tilting untuk memperkecil coverage dari antena tersebut dengan permaan rumus . Jarak badspot ke antenna yaitu sekitar 946 m. Pada Gambar 26 merupakan hasil setelah dilakukan optimasi pada parameter RSRP dan ditampilkan pada software atoll serta dilihat perubahan coverage area. Sedangkan pada Gambar 27 merupakan berdasarkan tampilan histogram dapat dilihat persentase parameter RSRP yang baik yaitu dikategori good, very good dan excellent. Total coverage kuat sinyal yang didapatkan setelah di optimasi adalah 65% Gambar 26. Hasil setelah simulasi RSRP pada Goolgle Earth dan hasil setelah simulasi Atoll RSRP TELEKONTRAN: Jurnal Ilmiah Telekomunikasi. Kendali dan Elektronika Terapan Vol. No. Oktober 2024 terjadinya penurunan nilai coverage SINR, kasus seperti ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti adanya inteferensi di sekitar wilayah tersebut, seperti pada Tabel i. Gambar 27. Histogram RSRP Tabel II. Perbandingan Hasil RSRP Sebelum dan Setelah Optimasi Reference Signal Received Power Percentage (%) RSRP Level Range . Before After Excellent Very Good Good Fair Poor -75O RSRP<0 -85O RSRP<-75 -100O RSRP<-85 -110O RSRP<-100 RSRP< -110 1,62% 7,43% 45,41% 36,14% 9,39% 4,1% 12,2% 48,7% 6,1% Nilai RSRP terjadi peningkatan dari kualitas atau level power dari daerah kategori RSRP fair . sebesar 36,14% turun menjadi 29%. Pada target KPI RSRP yaitu Ou-100 dBm dengan persentase 80%. Hal ini menandakan nilai RSRP mengalami peningkatan nilai setelah melakukan physical tuning dan menambahan daya dari 54,46% menjadi 65%. Hasil SINR Setelah Optimasi Pada Gambar 28 merupakan hasil optimasi SINR perhitungan jarak, perubahan azimuth, perubahan tilting serta penambahan daya pada antena, sudah bisa ditampilkan pada software atoll serta dilihat coverage area. Sedangkan pada Gambar 29 tampilan histogram dapat dilihat persentase parameter SINR yang baik yaitu dikategori good dan excellent. Pada target KPI SINR yaitu Ou5 dB dengan persentase 90%. Hal ini menandakan nilai SINR mengalami penurunan nilai setelah melakukan physical tuning dan menambahan daya dari 96,2% menjadi 89,1%. Berdasarkan hasil perhitungan diatas, diperoleh total coverage SINR setelah dilakukan optimasi di kategori SINR good . adalah 0,1%. Hal ini menandakan Gambar 28. Hasil Simulasi Atoll SINR Gambar 29. Histogram SINR Tabel i. Perbandingan Hasil SINR Sebelum dan Setelah Optimasi Signal to Interference plus Noise Ratio Percentage (%) SINR Level Range . B) Before After Excellent Good Fair Poor 20O SINR<30 13O SINR<20 0O SINR<13 SINR<0 94,2% 3,8% 0,1% 10,9% Hasil Throughput Setelah Optimasi Berikut tampilan parameter Throughput setelah dilakukan optimasi menggunakan software atoll. Pada Gambar 30 merupakan hasil mendapatkan perhitungan jarak, perubahan azimuth, perubahan tilting serta penambahan daya pada antena, sudah bisa ditampilkan pada software atoll serta dilihat coverage area. TELEKONTRAN: Jurnal Ilmiah Telekomunikasi. Kendali dan Elektronika Terapan Vol. No. Oktober 2024 Tabel IV. Perbandingan Hasil Throughtput Sebelum dan Setelah Optimasi Throughput Level Excellent Very Good Good Fair Poor Range (Kbp. Percentage (%) Before After Throughput Ou 14. 45,8% 17,8% 000O Throughput <14. 000 42,5% 60,7% 000O Throughput <7. 000 11,7% 21,5% 512O Throughput <1. Throughput <512 IV. KESIMPULAN Gambar 30. Hasil Simulasi Atoll Throughput Sedangkan Gambar 31 merupakan tampilan histogram dapat dilihat persentase parameter throughput kategori excellent dan good pada throughput di daerah badspot tersebut menandakan adanya perbaikan kualitas yang terjadi karena kecepatan transfer data throughput meningkat kecepatannya sehingga kualitas layanan akan baik, dengan baiknya kualitas layananan dan kecepatan transfer data akan mampu meningkatkan kapasitas sistem dari cell sehingga dapat melayani beban trafik yang lebih besar. Hal ini menandakan adanya perbaikan kualitas layanan yang baik, dan kecepatan transfer data maka akan mampu meningkatkan kapasitas system dari cell Penyebab kualitas jaringan kurang bagus di daerah Aie Pacah karena adanya badspot sehingga terjadi inteferensi dan tidak tercakupnya coverage area oleh antena. Jadi dilakukan optimasi metode physical tuning pada site Simpang Aie Pacah/Padang 46 dan site By Pass 3. Pada site Simpang Aie Pacah/Padang 46 dengan perubahan arah azimuth antena dari 245A ke 230A dan perubahan tilting pada sektor 2 dari 1A jadi 2A. Pada site By Pass 3 perubahan tilting pada sektor 1 dari 2A jadi 3A dan pada sektor 2 dari 2A jadi 5A. Serta pada site Simpang Aie Pacah/Padang 46 dilakukan penambahan daya dengan hasil 43 dBm jadi 60 dBm. Dan site By Pass 3 dilakukan perhitungan daya dengan hasil 40 dBm jadi 60 dBm. Hasil analisa data jaringan 4G LTE setelah dilakukan optimasi menggunakan Physical Tuning pada parameter RSRP dengan persentase kategori bagus dari 54,46% menjadi 65%, dimana persentase ini meningkat. Pada parameter SINR dengan persentase kategori bagus dari 96,2% menjadi 89,1%, dimana persentase ini menurun. Pada parameter Throughput mengalami penurunan dari 88,3% menjadi 78,5%. Di peroleh total menunnjukkan presentase cukup baik. DAFTAR PUSTAKA