IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan e-ISSN 2987-1298 p-ISSN 3025-9150 Volume 2 Nomor 2 Juli 2024 Transformasi Literasi Dalam Pesantren. Perspektif Pemikiran Islam Di Pesantren Al MuAomin Muhammadiyah Tembarak Temanggung Deddi Fasmadhy Satiadharmanto1. Zayad Abd. Rahman2. Institut Agama Islam Negeri Kediri1-2 Email Korenpondensi: hanyaujianini@gmail. Article received: 08 Juni 2024. Review process: 11 Juni 2024. Article Accepted: 27 Juni 2024. Article published: 01 Juli 2024 ABSTRACT Literacy at the Al MuAomin Muhammadiyah Tembarak Temanggung Islamic Boarding School has undergone significant changes, especially in the way of teaching and the use of digital technology. These changes not only improve the way to access various reading materials, but also enrich the learning process of the students. The purpose of this study is to understand how the culture of literacy develops and changes in Islamic boarding schools, as well as how the contributions of Islamic thinkers such as Al-Ghazali. Ibn Rushd, and Ibn Khaldun influence and shape literacy practices in the boarding school. This study uses a phenomenological approach to explore changes in literacy at the Al MuAomin Muhammadiyah Tembarak Temanggung Islamic Boarding School from the perspective of Islamic thought. Information was obtained through in-depth interviews with students, ustadz, and boarding school administrators, as well as through participatory observation and document analysis. The results of the study indicate that the process of literacy transformation at the Al MuAomin Muhammadiyah Tembarak Temanggung Islamic Boarding School not only increases the knowledge of students, but also develops character and critical skills that are in accordance with the demands of the times. Suggestions for further development include increasing access to digital literacy resources, literacy training for teachers, and collaboration with other educational institutions to broaden horizons and learning experiences. Literacy Transformation in Islamic Thought through a Phenomenological approach at the Al MuAomin Muhammadiyah Islamic Boarding School to integrate Digital Literacy in Islamic Education. Keywords: Literacy Transformation. Islamic Thought. Islamic Boarding School. ABSTRAK Literasi di Pondok Pesantren Al MuAomin Muhammadiyah Tembarak Temanggung telah mengalami perubahan yang menonjol, terutama dalam cara pengajaran dan pemanfaatan teknologi digital. Perubahan ini tidak hanya meningkatkan cara untuk masuk ke berbagai bahan bacaan, tetapi juga memperkaya proses belajar para santri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana budaya literasi berkembang dan berubah di pesantren, serta bagaimana kontribusi pemikir Islam seperti Al-Ghazali. Ibn Rushd, dan Ibn Khaldun memengaruhi dan membentuk praktik literasi di pesantren tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi untuk mengeksplorasi perubahan literasi di Pondok Pesantren Al MuAomin Muhammadiyah Tembarak Temanggung dari perspektif pemikiran Islam. Informasi diperoleh melalui wawancara mendalam dengan santri, ustadz, dan Lisensi: Creative Commons Attribution ShareAlike 4. 0 International License (CC BY SA 4. Deddi Fasmadhy Satiadharmanto. Zayad Abd. Rahman IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan e-ISSN 2987-1298 p-ISSN 3025-9150 Volume 2 Nomor 2 Juli 2024 pengurus pesantren, serta melalui observasi partisipatif dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses transformasi literasi di Pondok Pesantren Al MuAomin Muhammadiyah Tembarak Temanggung tidak hanya meningkatkan pengetahuan santri, tetapi juga mengembangkan karakter dan keterampilan kritis yang sesuai dengan tuntutan zaman. Saran untuk pengembangan lebih lanjut meliputi peningkatan akses terhadap sumber literasi digital, pelatihan literasi bagi guru, dan kerjasama dengan lembaga pendidikan lain untuk memperluas wawasan dan pengalaman belajar. Transformasi Literasi dalam Pemikiran Islam melalui pendekatan Fenomenologi di Pondok Pesantren Al MuAomin Muhammadiyah untuk mengintegrasikan Literasi Digital dalam Pendidikan Islam. Kata Kunci: Transformasi Literasi. Pemikiran Islam. Pondok Pesantren. PENDAHULUAN Perkembangan literasi dalam pendidikan adalah topik yang terus berkembang sejalan dengan perubahan zaman. Di Indonesia, pondok pesantren memainkan peran penting dalam proses pembentukan karakter dan peningkatan pengetahuan santri sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional. Pondok Pesantren Al MuAomin Muhammadiyah Tembarak Temanggung is an example of an institution that applies literacy transformation within the framework of Islamic Perkembangan metode pengajaran dan teknologi digital telah memberikan dampak besar terhadap praktik literasi di pesantren ini. Perubahan tersebut tidak hanya memberikan kesempatan lebih besar untuk mengakses berbagai sumber literasi, tetapi juga meningkatkan pengalaman belajar santri. Ini berkaitan dengan pandangan para intelektual Muslim seperti Al-Ghazali. Ibn Rushd, dan Ibn Khaldun yang menyoroti pentingnya menyatukan ilmu agama dan ilmu umum, serta pendidikan yang menyeluruh dan berdasarkan konteks. Metode fenomenologi dipakai dalam studi ini untuk memahami secara mendalam bagaimana perkembangan dan perubahan budaya literasi terjadi di Pondok Pesantren Al Mu'min Muhammadiyah. Dengan melakukan wawancara intensif dengan santri, ustadz, dan pengurus pesantren, serta observasi langsung dan analisis dokumentasi, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pemikiran Islam memengaruhi dan membentuk praktik literasi di pesantren tersebut. Studi ini menunjukkan bahwa penerapan pemikiran Islam dalam kegiatan literasi di pesantren mendukung pelestarian nilai-nilai tradisional sambil menjawab tantangan dan peluang zaman modern. Penafsiran ini menunjukkan bahwa evolusi literasi di Pondok Pesantren Al Mu'min Muhammadiyah tidak hanya meningkatkan pengetahuan santri tetapi juga membentuk kepribadian dan keterampilan kritis yang sesuai dengan tuntutan jaman. Oleh karena itu, studi ini memberikan sumbangan signifikan dalam memahami perkembangan literasi di pesantren dalam konteks pemikiran Islam, serta menawarkan saran untuk pengembangan lebih lanjut, termasuk meningkatkan akses ke sumber literasi digital, menyelenggarakan pelatihan literasi untuk para guru, dan berkolaborasi dengan lembaga pendidikan lain untuk memperluas pengetahuan dan pengalaman belajar. Tujuan dari penelitian Lisensi: Creative Commons Attribution ShareAlike 4. 0 International License (CC BY SA 4. Deddi Fasmadhy Satiadharmanto. Zayad Abd. Rahman IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan e-ISSN 2987-1298 p-ISSN 3025-9150 Volume 2 Nomor 2 Juli 2024 ini adalah untuk meneliti transformasi literasi di Pondok Pesantren Al MuAomin Muhammadiyah Tembarak Temanggung dengan pendekatan pemikiran Islam. Studi ini memberikan saran dan rekomendasi untuk mendukung peningkatan akses pada literasi digital, pelatihan literasi guru, dan kerjasama dengan lembaga pendidikan lain untuk memperluas wawasan dan pengalaman belajar santri. Dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang mendalam tentang perubahan literasi di Pondok Pesantren Al Mu'min Muhammadiyah Tembarak Temanggung dan berkontribusi pada perkembangan literasi di pesantren secara keseluruhan. METODE Penelitian mengeksplorasi perubahan literasi di Pondok Pesantren Al MuAomin Muhammadiyah Tembarak Temanggung dari perspektif pemikiran Islam. Pemilihan pendekatan ini bertujuan untuk memahami pengalaman dan persepsi individu dalam kehidupan sehari-hari mereka, terutama di lingkungan pesantren. Dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi, penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan fenomena secara mendalam dan detail. Metode fenomenologi digunakan untuk memahami makna pengalaman individu dalam konteks transformasi literasi di HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil analisis pengembangan kemampuan berpikir kritis mahasiswa dalam mata kuliah pendidikan agama islam. Di pesantren Al Mu'min Muhammadiyah Tembarak Temanggung, pengajaran literasi sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai Islam. Penerapan nilai-nilai Islam diimplementasikan dalam pengajaran literasi di pesantren, dengan fokus pada cara membaca, menulis, dan berpikir kritis. Membaca dengan Pemahaman Agama: Santri Pesantren Al MuAomin Muhammadiyah Tembarak Temanggung memiliki pemahaman yang mendalam dalam membaca teks-teks keagamaan seperti Al-Qur'an. Hadis, dan kitab-kitab Mereka tidak hanya membaca teks tersebut secara otomatis, tetapi juga termotivasi untuk memahami arti-arti spiritual dan pelajaran moral yang terdapat di dalamnya. Menulis dengan Inspirasi Agama: Menulis di pesantren didasari oleh motivasi agama. Santri di Pesantren Al MuAomin Muhammadiyah Tembarak Temanggung diminta untuk menulis esai, cerita pendek, atau puisi yang memperlihatkan nilai-nilai Islam, seperti keadilan, kasih sayang, dan Ini akan mendukung proses mereka dalam memahami dan menyerap ajaran agama melalui kegiatan menulis yang kreatif. Berpikir Kritis dengan Landasan Islam: Pemikiran kritis diterapkan di Pesantren Al MuAomin Muhammadiyah Tembarak Temanggung berlandaskan nilai-nilai Islam. Santri diajarkan untuk menilai informasi dengan memperhitungkan sudut pandang agama, prinsip-prinsip moral, dan tata nilai Lisensi: Creative Commons Attribution ShareAlike 4. 0 International License (CC BY SA 4. Deddi Fasmadhy Satiadharmanto. Zayad Abd. Rahman IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan e-ISSN 2987-1298 p-ISSN 3025-9150 Volume 2 Nomor 2 Juli 2024 Islam. Hal ini memperkuat kemampuan mereka dalam berpikir secara kritis terhadap konsep-konsep Islam yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Integrasi Nilai-nilai Moral dalam Pembelajaran Literasi: Di Pesantren Al MuAomin Muhammadiyah Tembarak Temanggung, pembelajaran literasi juga berfokus pada pengembangan karakter moral berdasarkan nilai-nilai Islam. Santri disarankan untuk mengimplementasikan nilai-nilai seperti kejujuran, kerja keras, dan kasih sayang dalam semua kegiatan literasi mereka. Pengajaran Literasi sebagai Ibadah: Di Pesantren Al MuAomin Muhammadiyah Tembarak Temanggung, pembelajaran literasi dianggap sebagai bentuk ibadah atau pengabdian kepada Allah. Santri diajarkan bahwa belajar membaca, menulis, dan berpikir kritis adalah cara untuk mendekatkan diri kepada Allah dan menerapkan ajaran-Nya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan mengikuti prinsip-prinsip Islam. Pesantren Al MuAomin Muhammadiyah Tembarak Temanggung memastikan bahwa literasi tidak hanya berkembang secara akademis tetapi juga spiritual dan moral dalam proses Ini membantu menciptakan lingkungan belajar yang menyeluruh dan berkelanjutan, yang menggabungkan aspek keagamaan dengan pengembangan keterampilan literasi yang solid. Di Pesantren Al Mu'min Muhammadiyah Tembarak Temanggung, praktik literasi sangat dipengaruhi oleh pemikiran tokoh-tokoh Islam seperti Al-Ghazali. Ibn Rushd, dan Ibn Khaldun. Al-Ghazali: Al-Ghazali menyoroti betapa pentingnya pendidikan spiritual dalam mencapai kebijaksanaan dan pemahaman agama yang mendalam. Ide ini bisa memengaruhi kebiasaan literasi di Pesantren Al MuAomin Muhammadiyah Tembarak Temanggung dengan fokus pada pentingnya membaca dan mengerti teks keagamaan untuk meningkatkan hubungan spiritual dengan Allah. Pendidikan karakter menurut Al-Ghazali menekankan bahwa pendidikan harus melibatkan peningkatan karakter moral, bukan hanya pengetahuan Praktik literasi di Pesantren Al MuAomin Muhammadiyah Tembarak Temanggung berfokus pada mengedepankan nilai-nilai moral dalam proses belajar membaca dan menulis. Literasi Pendidikan Islam: pendekatan Analisis Teori Al-Ghazali. Sebagai seorang pemikir dan cendekiawan terkemuka. Al-Ghazali . mengembangkan pandangannya tentang pendidikan berdasarkan pengaruh, literasi, dan pengajaran nilai-nilai Islam. Menelaahi teori pisau Al-Ghazali tentang literasi pendidikan Islam. Konsep Pendidikan menurut Al-Ghazali pada Pembagi pendidikan Al Ghazali pada dua komponen utama: Pengetahuan (Al-Il. : Al-Ghazali menekankan pentingnya pengetahuan dalam Islam. Baginya, pengetahuan adalah cahaya yang membimbing manusia menuju kebenaran dan kebijaksanaan. Adab (Etika dan Mora. : Pendidikan bukan hanya tentang transfer pengetahuan, tetapi juga tentang membentuk karakter dan moral individu. Al-Ghazali menekankan bahwa pengetahuan harus disertai dengan akhlak yang baik untuk mencapai kesempurnaan. Lisensi: Creative Commons Attribution ShareAlike 4. 0 International License (CC BY SA 4. Deddi Fasmadhy Satiadharmanto. Zayad Abd. Rahman IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan e-ISSN 2987-1298 p-ISSN 3025-9150 Volume 2 Nomor 2 Juli 2024 Tujuan Pendidikan Pandangan Al-Ghazali pada tujuan utama pendidikan adalah: Berusaha mendekatkan diri kepada Allah: Pendidikan perlu mengajarkan individu untuk berusaha mendekatkan diri kepada Allah serta meningkatkan kehidupan spiritual. Membentuk Sifat Mulia: Pendidikan perlu menciptakan individu yang mempunyai moral yang baik dalam hal kejujuran, kesabaran, dan kerendahan hati. Meningkatkan Kemampuan Berpikir dan Pemahaman: Pendidikan harus melatih orang untuk berpikir secara kritis dan memahami realitas dengan Pandangan Al Ghazali pada Literasi dalam Pendidikan Islam. Al-Ghazali mengatakan betapa pentingnya literasi sebagai bagian integral dari pendidikan Islam. Pandangan Al-Ghazali tentang literasi meliputi: Al-Ghazali menyoroti betapa pentingnya membaca dan mengerti Al-Quran sebagai sumber pengetahuan dan pedoman hidup dalam pembacaan Kitab Suci. Al-Ghazali mendorong pelajaran kitab-kitab klasik selain Al-Quran dalam berbagai bidang ilmu seperti fiqih, hadis, dan tasawuf. Pendidikan Holistik pada Literasi melibatkan materi-materi agama dan ilmu-ilmu dunia untuk kebaikan manusia. Metode Pengajaran menurut Al-Ghazali. Metode pengajaran yang efektif pandangan Al Ghazali, antara lain: Metode Socratic menggunakan dialog dan diskusi untuk meningkatkan pemahaman yang kritis dan mendalam. Belajar melalui praktik dan pengalaman langsung, bukan sekadar teori. Contoh dan Keteladanan: Seorang Ustadz harus memberikan contoh yang baik dan menjadi teladan bagi santrinya dalam perilaku dan moral. Nilai-nilai Islam dalam Pendidikan Pesantren Al MuAomin Muhammadiyah Tembarak Temanggung. Pandangan Al Ghazali atas Nilai-nilai Islam dalam pendidikan Ikhlas (Ketulusa. : Belajar dan mengajar harus dilakukan dengan tujuan yang tulus untuk mencari keridhaan dari Allah. Berserah diri kepada Allah atau tawakkal mengajarkan kita untuk tetap berserah kepada-Nya setelah berusaha sebaik mungkin. Taqwa (Takwa kepada Alla. : Menanamkan rasa takut kepada Allah dan kesadaran bahwa setiap tindakan akan dimintai pertanggungjawaban di kehidupan akhirat. Implementasi Pemikiran Al-Ghazali di Pesantren Al MuAomin Muhammadiyah Tembarak Temanggung. Kurikulum Berbasis Nilai-nilai Islam Pesantren dapat mengimplementasikan kurikulum yang tidak hanya berfokus pada ilmu pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter santri berdasarkan nilai-nilai Islam yang diajarkan oleh Al-Ghazali. Lisensi: Creative Commons Attribution ShareAlike 4. 0 International License (CC BY SA 4. Deddi Fasmadhy Satiadharmanto. Zayad Abd. Rahman IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan e-ISSN 2987-1298 p-ISSN 3025-9150 Volume 2 Nomor 2 Juli 2024 Metode Pengajaran Interaktif Menggunakan metode pengajaran yang interaktif seperti diskusi kelompok, debat, dan tanya jawab untuk mendorong pemahaman yang lebih mendalam dan kritis. Pembacaan dan Pemahaman Kitab Klasik Mendorong pembacaan dan pemahaman kitab-kitab klasik yang mengandung kearifan tradisional dan nilai-nilai Islam, seperti kitab Ihya Ulumuddin karya Al-Ghazali. Keteladanan Asatidz. Ustadz dan Ustadzah Asatidz di Pesantren Al MuAomin Muhammadiyah Tembarak Temanggung menjadi teladan bagi santri, menunjukkan perilaku dan moral yang sesuai dengan ajaran Islam, sebagaimana ditekankan oleh Al-Ghazali. Pemikiran Al-Ghazali tentang literasi dan pendidikan Islam di Pesantren Al MuAomin Muhammadiyah Tembarak Temanggung memberikan landasan yang kuat bagi Pesantren Al MuAomin Muhammadiyah Tembarak Temanggung dalam mentransformasikan literasi tradisional ke dalam konteks pendidikan modern. Dengan menekankan pentingnya ilmu pengetahuan, adab, dan pembentukan karakter. Al-Ghazali menawarkan pendekatan holistik yang relevan untuk menghadapi tantangan pendidikan di era modern. Pesantren Al MuAomin Muhammadiyah Tembarak Temanggung yang mengadopsi pandangan AlGhazali dapat menjaga keseimbangan antara nilai-nilai tradisional dan tuntutan zaman, memastikan bahwa pendidikan yang diberikan tidak hanya menghasilkan individu yang berpengetahuan, tetapi juga bermoral dan spiritual. Ibn Rushd. Pemikiran Kritis dan Rasionalitas Ibn Rushd memperkenalkan pemikiran kritis dan penekanan pada rasionalitas dalam memahami agama dan ilmu pengetahuan. Konsep yang memengaruhi praktik literasi di Pesantren Al MuAomin Muhammadiyah Tembarak Temanggung dengan mendorong siswa untuk membaca dan menafsirkan teks agama secara kritis, serta mengembangkan keterampilan berpikir logis dan analitis dalam pembelajaran literasi. Literasi Pendidikan Islam di Pesantren Al MuAomin Muhammadiyah Tembarak Temanggung: Pemikiran Kritis dan Rasionalitas Ibn Rushd. Ibn Rushd, atau Averroes . , merupakan seorang filsuf, teolog, dan dokter dari Andalusia yang sangat berpengaruh dalam pemikiran Islam dan Barat. Pemikirannya tentang pendidikan sangat berfokus pada pentingnya rasionalitas dan pemikiran kritis. Analisis teoritis mengenai pemikiran Ibn Rushd dalam konteks literasi pendidikan Islam di Pesantren Al MuAomin Muhammadiyah Tembarak Temanggung: Konsep Pendidikan menurut Ibn Rushd. Ibn Rushd memandang pendidikan merupakan proses mencapai pemahaman yang mendalam tentang alam dan Tuhan melalui penggunaan akal dan pemikiran rasional. Pada pandangan pendidikan Ibn Rushd meliputi: Penggunaan Akal (AoAq. : Ibn Rushd menekankan bahwa akal adalah anugerah Tuhan yang harus digunakan untuk memahami alam dan Lisensi: Creative Commons Attribution ShareAlike 4. 0 International License (CC BY SA 4. Deddi Fasmadhy Satiadharmanto. Zayad Abd. Rahman IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan e-ISSN 2987-1298 p-ISSN 3025-9150 Volume 2 Nomor 2 Juli 2024 Pemikiran Kritis: Pendidikan Islam di Pesantren Al MuAomin Muhammadiyah Tembarak Temanggung harus mendorong santri untuk berpikir kritis dan tidak menerima sesuatu begitu saja tanpa analisis. Keselarasan antara Filsafat dan Syariat: Argumentasi Ibn Rushd bahwa tidak ada konflik antara filsafat . dan syariat . ukum Isla. karena keduanya berasal dari sumber yang sama, yaitu Tuhan. Literasi dan Pendidikan Islam menurut Ibn Rushd Literasi dalam Konteks Akal dan Wahyu Keseimbangan antara Wahyu dan Akal: Penekanan Ibn Rushd pentingnya memahami wahyu (Al-Qura. melalui akal yang jernih dan kritis. percaya bahwa akal dapat membantu menjelaskan dan memperdalam pemahaman terhadap teks-teks keagamaan. Pembelajaran yang Berbasis Argumentasi: Proses pembelajaran harus didasarkan pada argumen rasional dan bukti, bukan pada otoritas pada tradisi semata. Dengan mempertimbangkan konsep-konsep pemikiran Islam dari tokohtokoh seperti Al-Ghazali. Ibn Rushd, dan Ibn Khaldun. Pesantren Al MuAomin Muhammadiyah Tembarak Temanggung pada prosesnya dapat mengembangkan Pendidikan islam di Pesantren Al MuAomin Muhammadiyah Tembarak Temanggung dengan pendekatan literasi yang holistik, berorientasi nilai, dan mengintegrasikan aspek spiritual dan akademis dalam pembelajaran literasi. Pentingnya Ilmu Pengetahuan Integrasi Ilmu Pengetahuan dan Agama: Penekanan Ibn Rush pentingnya mempelajari berbagai cabang ilmu pengetahuan. Literasi Pendidikan Islam: Pemahaman Kontekstual dan Sejarah Ibn Khaldun Ibn Khaldun dengan Pemikiran pendidikan islam relasi pada analisis historis dan kontekstual. Analisis teoritis mengenai pemikiran Ibn Khaldun dalam konteks literasi pendidikan Islam di Pesantren Al MuAomin Muhammadiyah Tembarak Temanggung: Pemahaman Kontekstual dan Sejarah: Ibn Khaldun dikenal karena pemahamannya tentang sejarah dan masyarakat. Konsep ini dapat memengaruhi praktik literasi di pesantren dengan menekankan pentingnya memahami konteks sejarah dan sosial dalam membaca dan menafsirkan teks agama. Untuk ini membantu santri untuk mengaitkan ajaran agama dengan realitas sosial mereka. Dampaknya pada Praktik Literasi di Pesantren Pesantren Al MuAomin Muhammadiyah Tembarak Temanggung: Pengembangan Pemikiran Kritis: Pemikiran tokoh-tokoh ini dapat Lisensi: Creative Commons Attribution ShareAlike 4. 0 International License (CC BY SA 4. Deddi Fasmadhy Satiadharmanto. Zayad Abd. Rahman IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan e-ISSN 2987-1298 p-ISSN 3025-9150 Volume 2 Nomor 2 Juli 2024 mengembangkan pemikiran kritis siswa. santri didorong untuk membaca dan menafsirkan teks agama dengan cara yang mencerminkan pemikiran kritis dan rasionalitas. Integrasi Nilai-nilai Islam dengan Ilmu Pengetahuan: Konsep-konsep pemikiran Islam ini juga dapat memengaruhi integrasi nilai-nilai Islam dengan ilmu pengetahuan umum dalam pembelajaran literasi di Pesantren Al MuAomin Muhammadiyah Tembarak Temanggung. Praktik literasi dapat mencerminkan pendekatan holistik yang mengintegrasikan aspek agama dengan pemahaman ilmu pengetahuan umum. Pembangunan Karakter: Pemikiran ini juga dapat membnagun karakter moral siswa melalui praktik literasi di Pesantren Al MuAomin Muhammadiyah Tembarak Temanggung. Santri tidak hanya diajarkan untuk membaca dan menulis, tetapi juga untuk memahami dan menerapkan nilai-nilai moral Islam dalam kehidupan sehari-hari mereka. Konsep Pendidikan menurut Ibn Khaldun. Pengembangan Ibn Khaldun dengan pendekatan pendidikan yang sangat kontekstual dan historis. Beberapa konsep utama dalam pandangannya adalah: Asabiyyah (Solidaritas Sosia. : Pendidikan harus memperkuat solidaritas sosial dalam masyarakat, yang penting untuk stabilitas dan kemajuan Faktor-faktor Sosial dan Ekonomi: Ibn Khaldun menekankan bahwa kondisi sosial dan ekonomi masyarakat mempengaruhi proses pendidikan dan penyebaran ilmu pengetahuan. Pentingnya Sejarah: Pendidikan islam harus mencakup studi sejarah untuk memahami perkembangan peradaban dan konteks sosial. Literasi dalam Pendidikan Islam menurut Ibn Khaldun Pemahaman Kontekstual Konteks Sosial dan Sejarah: Literasi tidak hanya mencakup kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga pemahaman tentang konteks sosial dan sejarah di mana teks-teks ditulis dan dipelajari. Ini membantu siswa memahami makna yang lebih dalam dari teks. Analisis Sosial: Ibn Khaldun mendorong analisis sosial dalam pendidikan islam untuk memahami bagaimana struktur sosial dan dinamika kekuasaan mempengaruhi perkembangan ilmu pengetahuan. Pendekatan Historis Studi Sejarah sebagai Bagian dari Kurikulum: Ibn Khaldun menekankan pentingnya studi sejarah dalam kurikulum pendidikan Islam untuk memberikan wawasan tentang perubahan sosial, ekonomi, dan politik yang mempengaruhi perkembangan ilmu pengetahuan. Kritis terhadap Tradisi: Ibn Khaldun mendorong sikap kritis terhadap tradisi dan penerimaan pengetahuan. Ia berargumen bahwa siswa harus mengkaji asal-usul dan perkembangan ide-ide untuk memahami relevansi dan validitasnya dalam konteks mereka. Lisensi: Creative Commons Attribution ShareAlike 4. 0 International License (CC BY SA 4. Deddi Fasmadhy Satiadharmanto. Zayad Abd. Rahman IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan e-ISSN 2987-1298 p-ISSN 3025-9150 Volume 2 Nomor 2 Juli 2024 Metode Pengajaran menurut Ibn Khaldun Pendidikan Berbasis Observasi . Observasi Empiris: Ibn Khaldun menekankan pentingnya observasi empiris dalam pendidikan, di mana siswa didorong untuk mengamati dan menganalisis fenomena secara langsung. Pembelajaran Aktif: Pendidikan islam harus melibatkan siswa santri secara aktif dalam proses belajar, bukan hanya menerima informasi secara pasif. Pendidikan Multidisipliner . Integrasi Ilmu Pengetahuan: Ibn Khaldun mendukung pendekatan multidisipliner dalam pendidikan, menggabungkan studi agama, sejarah, sosiologi, dan ilmu alam. Keterkaitan Antar Disiplin: Pengetahuan harus dilihat sebagai suatu kesatuan yang saling terkait, di mana berbagai disiplin ilmu saling melengkapi dan memperkaya pemahaman santri. Implementasi Pemikiran Ibn Khaldun di Pesantren Al MuAomin Muhammadiyah Tembarak Temanggung Kurikulum Kontekstual . Kurikulum Berbasis Sejarah dan Sosial: Mengembangkan kurikulum yang mencakup studi sejarah Islam, peradaban, dan analisis sosial untuk memberikan konteks yang lebih luas bagi literasi keagamaan. Pengajaran Nilai-nilai Sosial: Mengajarkan nilai-nilai sosial seperti solidaritas, keadilan, dan tanggung jawab sosial berdasarkan analisis historis dan kontekstual. Metode Pengajaran Kritis . Diskusi Kritis: Mengadakan diskusi kritis tentang teks-teks keagamaan dan sejarah, mendorong santri untuk mengajukan pertanyaan dan mengevaluasi argumen. Pembelajaran Berbasis Proyek: Mengimplementasikan proyek-proyek yang melibatkan penelitian sejarah dan analisis sosial, memungkinkan santri untuk menerapkan pengetahuan mereka dalam konteks nyata. Pendidikan Multidisipliner . Integrasi Mata Pelajaran: Menggabungkan studi agama dengan ilmu sosial, olisti, dan sains untuk memberikan pendidikan yang olistic dan . Keterampilan Analisis: Mengembangkan keterampilan analisis kritis dan kontekstual dalam pendidikan, sehingga siswa mampu memahami dan mengevaluasi informasi dari berbagai perspektif. Pemikiran Ibn Khaldun tentang literasi dan pendidikan Islam memberikan dasar yang kuat untuk pendekatan pendidikan Islam yang kontekstual dan Penekanan konteks sosial dan sejarah, serta pendekatan multidisipliner, tawaran Ibn Khaldun pada kerangka kerja yang relevan untuk pendidikan Islam Lisensi: Creative Commons Attribution ShareAlike 4. 0 International License (CC BY SA 4. Deddi Fasmadhy Satiadharmanto. Zayad Abd. Rahman IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan e-ISSN 2987-1298 p-ISSN 3025-9150 Volume 2 Nomor 2 Juli 2024 Kurikulum Berbasis Sejarah dan Sosial pada pengembangan kurikulum yang mencakup studi sejarah Islam, peradaban, dan analisis sosial untuk memberikan konteks yang lebih luas bagi literasi keagamaan dapat menghasilkan generasi yang tidak hanya berpengetahuan, tetapi juga memiliki pemahaman yang mendalam tentang konteks sosial dan sejarah yang membentuk dunia Penggunaan Teks Keagamaan dalam Literasi pada Pembelajaran Agama di Pesantren Al MuAomim Muhammadiyah Tembarak Temanggung. Teks keagamaan, terutama Al-Qur'an dan Hadis, memiliki peran sentral dalam pembelajaran di Pesantren Al MuAomin Muhammadiyah Tembarak Temanggung. Teks-teks ini digunakan dalam berbagai cara untuk mendukung literasi, tidak hanya dalam hal membaca dan menulis, tetapi juga dalam mengembangkan pemikiran kritis dan Pada cara-cara penggunaan teks keagamaan dalam literasi di Pesantren Al MuAomin Muhammadiyah Tembarak Temanggung: Teks Keagamaan sebagai Bahan Bacaan Pembacaan dan Hafalan . Pembacaan Harian: Al-Qur'an sering dibaca secara rutin sebagai bagian dari ibadah harian. Pembacaan ini membantu meningkatkan kemampuan membaca dan memahami teks-teks Arab. Hafalan: Banyak pesantren mendorong hafalan Al-Qur'an, yang meningkatkan memori verbal dan pemahaman terhadap struktur bahasa Arab klasik. Tafsir dan Penjelasan . Studi Tafsir: Membaca dan mempelajari tafsir Al-Qur'an membantu santri memahami konteks dan makna yang lebih dalam dari ayat-ayat yang dibaca. Analisis Hadis: Membaca dan menganalisis Hadis membantu dalam memahami ajaran Nabi Muhammad SAW dan bagaimana penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Teks Keagamaan sebagai Sumber Inspirasi untuk Menulis Menulis Refleksi dan Esai . Refleksi Pribadi: Santri sering didorong untuk menulis refleksi pribadi tentang ayat-ayat Al-Qur'an atau Hadis yang mereka pelajari, yang membantu dalam internalisasi ajaran agama. Esai dan Artikel: Menulis esai atau artikel tentang tema-tema keagamaan membantu santri mengembangkan keterampilan menulis sambil mengeksplorasi ide-ide religius secara mendalam. Puisi dan Karya Sastra . Puisi Religius: Santri dapat menulis puisi yang terinspirasi oleh teksteks keagamaan, mengembangkan kreativitas dan ekspresi artistik dalam konteks religius. Cerpen dan Novel: Beberapa pesantren mungkin mendorong penulisan cerpen atau novel yang mengandung nilai-nilai keagamaan, membantu menggabungkan literasi kreatif dengan ajaran Islam. Lisensi: Creative Commons Attribution ShareAlike 4. 0 International License (CC BY SA 4. Deddi Fasmadhy Satiadharmanto. Zayad Abd. Rahman IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan e-ISSN 2987-1298 p-ISSN 3025-9150 Volume 2 Nomor 2 Juli 2024 Teks Keagamaan sebagai Landasan untuk Pengembangan Pemikiran Kritis Diskusi dan Debat . Diskusi Kelompok: Santri sering terlibat dalam diskusi kelompok tentang interpretasi dan makna teks-teks keagamaan, yang mendorong pemikiran kritis dan analitis. Debat Keagamaan: Mengadakan debat tentang isu-isu keagamaan membantu santri mengembangkan keterampilan argumentasi dan berpikir kritis. Studi Komparatif . Perbandingan dengan Ilmu Pengetahuan: Mengkaji bagaimana ajaran Islam sejalan atau berbeda dengan temuan ilmu pengetahuan modern membantu santri mengembangkan keterampilan berpikir analitis. Analisis Sejarah dan Kontekstual: Memahami konteks sejarah di balik teks-teks keagamaan membantu santri mengembangkan pemahaman yang lebih kritis dan mendalam. Implementasi dalam Kurikulum Pesantren Al MuAomin Muhammadiyah Tembarak Temanggung Kurikulum Berbasis Teks . Pelajaran Al-Qur'an dan Hadis: Kurikulum mencakup pembelajaran intensif Al-Qur'an dan Hadis, termasuk tafsir, analisis teks, dan hafalan. Bahasa Arab: Pembelajaran bahasa Arab yang kuat untuk memungkinkan pemahaman yang lebih baik terhadap teks-teks keagamaan asli. Pengembangan Keterampilan Menulis . Kelas Menulis: Kelas menulis yang fokus pada produksi esai, refleksi, dan karya sastra dengan tema-tema keagamaan. Publikasi: Mendorong santri untuk menerbitkan karya mereka dalam majalah sekolah atau jurnal, memberikan pengalaman nyata dalam literasi dan publikasi. Penguatan Pemikiran Kritis . Program Diskusi: Program diskusi rutin yang membahas topik-topik keagamaan dan isu-isu kontemporer dari perspektif Islam. Proyek Penelitian: Proyek penelitian yang melibatkan analisis mendalam terhadap teks-teks keagamaan dan penerapannya dalam konteks modern. Teks keagamaan di Pesantren Al MuAomin Muhammadiyah Tembarak Temanggung digunakan secara multifaset dalam pembelajaran literasi. Sebagai bahan bacaan, mereka memperkuat kemampuan membaca dan memahami bahasa Arab klasik. Sebagai sumber inspirasi untuk menulis, mereka mendorong ekspresi kreatif dan refleksi mendalam. Sebagai landasan untuk pengembangan pemikiran kritis, mereka membantu santri mengembangkan keterampilan analitis dan argumentatif. Lisensi: Creative Commons Attribution ShareAlike 4. 0 International License (CC BY SA 4. Deddi Fasmadhy Satiadharmanto. Zayad Abd. Rahman IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan e-ISSN 2987-1298 p-ISSN 3025-9150 Volume 2 Nomor 2 Juli 2024 Melalui pendekatan ini, pesantren dapat menghasilkan individu yang tidak hanya berpengetahuan tentang agama, tetapi juga memiliki keterampilan literasi yang kuat dan kemampuan berpikir kritis yang tajam. Pengembangan Keterampilan Berpikir Kritis Berbasis Islam di Pesantren Al MuAomin Muhammadiyah Tembarak Temanggung. Pesantren Al MuAomin Muhammadiyah Tembarak Temanggung memiliki peran penting dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis berbasis Islam di kalangan santri. Pendekatan ini menggabungkan ajaran agama dengan teknik-teknik analisis kritis untuk memastikan santri tidak hanya memahami ajaran Islam secara mendalam, tetapi juga mampu menerapkannya dengan bijak dan analitis. Berikut adalah berbagai cara dan pendekatan yang digunakan oleh Pesantren Al MuAomin Muhammadiyah Tembarak Temanggung untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis berbasis Islam: Metode Pembelajaran Diskusi dan Debat Diskusi Kelompok . Pendekatan Kolaboratif: Santri dibagi ke dalam kelompok untuk mendiskusikan topik-topik keagamaan. Setiap kelompok menganalisis teks dan membagikan pemahaman mereka, yang mendorong interaksi dan pemikiran kritis. Pertanyaan Terbuka: Asatidz. Ustadz dan Ustadzah memberikan pertanyaan terbuka yang memicu diskusi mendalam dan memungkinkan santri untuk mengeksplorasi berbagai interpretasi dan makna teks. Debat Keagamaan . Debat Formal: Mengadakan debat formal di mana santri harus membela atau menentang suatu argumen berdasarkan teks keagamaan. Ini membantu mengembangkan keterampilan argumentasi dan berpikir . Analisis Pro dan Kontra: Setiap debat diikuti dengan analisis pro dan kontra, yang mendorong santri untuk mempertimbangkan berbagai perspektif dan mengembangkan pemahaman yang lebih komprehensif. Studi Tafsir dan Hadis Analisis Kontekstual . Konteks Sejarah dan Sosial: Santri diajarkan untuk memahami konteks sejarah dan sosial di balik ayat-ayat Al-Qur'an dan Hadis. Ini membantu mereka mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam dan kritis tentang teks. Perbandingan Tafsir: Membandingkan berbagai tafsir dari ulama berbeda untuk melihat bagaimana interpretasi dapat bervariasi dan apa yang mendasari perbedaan tersebut. Pendekatan Tematik . Studi Tematik: Mengkaji tema-tema tertentu dalam Al-Qur'an dan Hadis secara mendalam, seperti keadilan, kesabaran, dan kepemimpinan, dan menganalisis bagaimana tema tersebut diterapkan Lisensi: Creative Commons Attribution ShareAlike 4. 0 International License (CC BY SA 4. Deddi Fasmadhy Satiadharmanto. Zayad Abd. Rahman IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan e-ISSN 2987-1298 p-ISSN 3025-9150 Volume 2 Nomor 2 Juli 2024 dalam konteks berbeda. Integrasi dengan Isu Kontemporer: Mengaitkan tema-tema keagamaan dengan isu-isu kontemporer, seperti hak asasi manusia, lingkungan, dan teknologi, untuk mendorong santri berpikir kritis tentang relevansi ajaran Islam dalam dunia modern. Pemanfaatan Metode Filosofis Pemikiran Kritis Filosofis . Logika dan Filsafat Islam: Mengajarkan dasar-dasar logika dan filsafat Islam, yang membantu santri mengembangkan keterampilan berpikir logis dan kritis. Studi Karya Filosof Muslim: Membaca dan menganalisis karya-karya filosof Muslim seperti Al-Farabi. Ibn Sina, dan Al-Ghazali, yang mempromosikan pemikiran rasional dan kritis. Metode Socratic . Pertanyaan Socratic: Guru menggunakan metode pertanyaan Socratic untuk mendorong santri berpikir kritis. Pertanyaan ini dirancang untuk menantang asumsi, menggali pemahaman lebih dalam, dan mendorong analisis kritis. Dialog Filosofis: Mengadakan sesi dialog filosofis di mana santri diajak untuk berpikir dan bertanya secara kritis tentang konsep-konsep teologis dan etis dalam Islam. Pengajaran Interdisipliner Integrasi Ilmu Pengetahuan dan Agama . Kontekstualisasi Ilmu: Mengajarkan ilmu pengetahuan modern dalam konteks keagamaan untuk menunjukkan bagaimana ajaran Islam dapat diterapkan dalam berbagai bidang ilmu. Studi Kasus: Menggunakan studi kasus dari sejarah Islam dan ilmu pengetahuan untuk menganalisis bagaimana para ilmuwan Muslim menggunakan pemikiran kritis dalam penelitian mereka. Analisis Sosial dan Politik . Isu Sosial Kontemporer: Menganalisis isu-isu sosial dan politik kontemporer melalui perspektif Islam, yang mendorong santri untuk berpikir kritis tentang bagaimana ajaran Islam dapat diterapkan untuk memecahkan masalah modern. Proyek Penelitian: Mengarahkan santri untuk melakukan penelitian tentang masalah sosial dan politik dan menulis makalah yang menggabungkan analisis kritis dan perspektif keagamaan. Proyek Penulisan dan Refleksi Esai dan Artikel . Penulisan Esai: Santri diminta menulis esai tentang berbagai topik keagamaan dan sosial, yang membantu mereka mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan argumentasi. Artikel Reflektif: Menulis artikel reflektif tentang pengalaman pribadi dan bagaimana ajaran Islam mempengaruhi pandangan mereka, yang Lisensi: Creative Commons Attribution ShareAlike 4. 0 International License (CC BY SA 4. Deddi Fasmadhy Satiadharmanto. Zayad Abd. Rahman IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan e-ISSN 2987-1298 p-ISSN 3025-9150 Volume 2 Nomor 2 Juli 2024 mendorong introspeksi dan pemikiran kritis santri. Jurnal dan Refleksi Harian . Jurnal Harian: Santri diajak untuk menulis jurnal harian tentang pembelajaran mereka, yang membantu mereka merenungkan dan menganalisis informasi yang diterima dengan kritis. Refleksi Teks: Setelah membaca teks keagamaan, santri menulis refleksi tentang pemahaman dan analisis mereka, yang membantu memperkuat keterampilan berpikir kritis. Pesantren Al MuAomin Muhammadiyah Tembarak Temanggung pada keterampilan berpikir kritis berbasis Islam melalui berbagai pendekatan yang mencakup diskusi dan debat, studi tafsir dan Hadis, penggunaan metode filosofis, pengajaran interdisipliner, serta proyek penulisan dan refleksi. Pendekatanpendekatan ini memastikan bahwa santri tidak hanya memahami ajaran Islam secara mendalam, tetapi juga mampu menganalisis, mengevaluasi, dan menerapkan ajaran tersebut secara kritis dalam berbagai konteks kehidupan. Pada akhirnya Pesantren Al MuAomin Muhammadiyah Tembarak Temanggung dapat membentuk generasi yang berpengetahuan luas, berakhlak mulia, dan memiliki kemampuan berpikir kritis yang kuat. Tantangan dan Peluang Era Modern dalam Konteks Literasi di Pesantren Al MuAomin Muhammadiyah Tembarak Temanggung. Pesantren Al MuAomin Muhammadiyah Tembarak Temanggung sebagai lembaga pendidikan Islam, menghadapi berbagai tantangan dan peluang di era modern, terutama dalam konteks literasi. Perkembangan teknologi digital dan perubahan sosial membawa tantangan baru, tetapi juga menawarkan peluang untuk mengintegrasikan literasi digital dengan nilai-nilai Islam. Berikut adalah analisis tentang bagaimana Pesantren Al MuAomin Muhammadiyah Tembarak Temanggung menghadapi tantangan dan peluang ini: Tantangan di Era Modern Perubahan Sosial dan Budaya . Globalisasi: Arus globalisasi membawa nilai-nilai dan budaya asing yang dapat bertentangan dengan nilai-nilai tradisional Islam. Individualisme: Meningkatnya individualisme dalam masyarakat modern dapat bertentangan dengan nilai-nilai kolektivitas dan kebersamaan yang diajarkan dalam Islam. Teknologi dan Literasi Digital . Akses ke Informasi: Pesantren Al MuAomin Muhammadiyah Tembarak Temanggung perlu mengelola akses informasi yang luas dari internet untuk memastikan santri mendapatkan informasi yang akurat dan sesuai dengan nilai-nilai Islam. Keamanan Digital: Tantangan terkait keamanan dan privasi digital harus diatasi untuk melindungi Pesantren Al MuAomin Muhammadiyah Tembarak Temanggung dari konten yang tidak sesuai dan ancaman Lisensi: Creative Commons Attribution ShareAlike 4. 0 International License (CC BY SA 4. Deddi Fasmadhy Satiadharmanto. Zayad Abd. Rahman IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan e-ISSN 2987-1298 p-ISSN 3025-9150 Volume 2 Nomor 2 Juli 2024 Metode Pembelajaran Tradisional . Adaptasi Kurikulum: Kurikulum tradisional pesantren perlu diadaptasi untuk memasukkan literasi digital tanpa mengorbankan nilai-nilai Islam. Keterbatasan Sumber Daya: Beberapa pesantren mungkin menghadapi keterbatasan sumber daya untuk mengintegrasikan teknologi modern dalam proses pembelajaran. Peluang di Era Modern Integrasi Teknologi dalam Pendidikan Islam . Pembelajaran Online: Teknologi memungkinkan pesantren untuk menawarkan kursus online, webinar, dan platform pembelajaran digital yang memperluas jangkauan pendidikan. Sumber Daya Digital: Penggunaan e-books, aplikasi mobile, dan sumber daya digital lainnya dapat memperkaya materi pembelajaran dan membuatnya lebih interaktif. Literasi Digital dan Keislaman . Aplikasi Pendidikan Islam: Aplikasi yang mengajarkan Al-Qur'an. Hadis, dan ilmu keislaman lainnya dapat digunakan untuk mendukung proses pembelajaran. Platform Media Sosial: Media sosial dapat digunakan untuk dakwah dan penyebaran nilai-nilai Islam, serta untuk membangun komunitas belajar yang lebih luas. Integrasi Literasi Digital dengan Nilai-nilai Islam Kurikulum dan Materi Pembelajaran . Kurikulum Berbasis Teknologi: Mengembangkan kurikulum yang mengintegrasikan literasi digital dengan studi Islam, misalnya melalui modul pembelajaran tentang etika digital dalam Islam. Materi Digital: Menyediakan materi pembelajaran dalam format digital, seperti e-books dan video pembelajaran, yang dapat diakses oleh santri kapan saja dan di mana saja. Pelatihan dan Pengembangan Asatidz. Ustadz. Ustadzah . Pelatihan Literasi Digital: Memberikan pelatihan literasi digital kepada Asatidz. Ustadz. Ustadzah untuk memastikan mereka dapat mengajar dengan teknologi modern dan memanfaatkan sumber daya digital secara efektif. Pengembangan Profesional Berkelanjutan: Program pengembangan profesional berkelanjutan untuk asatidz, ustadz dan ustadzah agar mereka tetap update dengan perkembangan teknologi dan metodologi pembelajaran terbaru. Fasilitas dan Infrastruktur . Infrastruktur Teknologi: Investasi dalam infrastruktur teknologi, seperti jaringan internet yang cepat, komputer, dan perangkat lain yang mendukung pembelajaran digital. Laboratorium Komputer: Membuat laboratorium komputer atau ruang Lisensi: Creative Commons Attribution ShareAlike 4. 0 International License (CC BY SA 4. Deddi Fasmadhy Satiadharmanto. Zayad Abd. Rahman IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan e-ISSN 2987-1298 p-ISSN 3025-9150 Volume 2 Nomor 2 Juli 2024 belajar digital yang dilengkapi dengan teknologi modern untuk mendukung pembelajaran literasi digital. Upaya Konkrit di Pesantren Al MuAomin Muhammadiyah Tembarak Temanggung Pembelajaran Berbasis Proyek . Proyek Literasi Digital: Mengadakan proyek-proyek literasi digital yang melibatkan penelitian dan pembuatan konten digital, seperti blog, video, atau podcast yang mengandung nilai-nilai Islam. Kolaborasi dengan Lembaga Lain: Berkolaborasi dengan lembaga pendidikan lain atau organisasi yang berfokus pada literasi digital untuk mengembangkan program-program pelatihan dan pembelajaran. Penggunaan Media Sosial untuk Dakwah . Kampanye Sosial: Menggunakan media sosial untuk kampanye dakwah dan pendidikan yang mempromosikan nilai-nilai Islam dan literasi digital. Grup Belajar Online: Membuat grup belajar online di platform media sosial untuk mendiskusikan topik-topik keislaman dan literasi digital. Pendidikan Etika Digital . Etika dalam Penggunaan Teknologi: Mengajarkan etika penggunaan teknologi digital berdasarkan nilai-nilai Islam, seperti kejujuran, tanggung jawab, dan adab dalam berinteraksi online. Pemahaman tentang Konten: Mengedukasi santri tentang cara menyaring dan menilai konten online untuk memastikan mereka hanya mengakses informasi yang bermanfaat dan sesuai dengan ajaran Islam. Pesantren Pesantren Al MuAomin Muhammadiyah Tembarak Temanggung menghadapi tantangan signifikan di era modern, tetapi juga memiliki peluang besar untuk mengintegrasikan literasi digital dengan nilai-nilai Islam dalam proses pembelajaran. Dengan mengadaptasi kurikulum, memberikan pelatihan literasi digital kepada asatidz , ustadz, dan ustadzah, dan memanfaatkan teknologi modern, pesantren Al MuAomin Muihammadiyah Tembarak Temanggung dapat memastikan santri mereka tidak hanya mendapatkan pendidikan keislaman yang kuat, tetapi juga siap menghadapi tantangan dunia digital dengan keterampilan dan etika yang sesuai dengan ajaran Islam. Ini memerlukan upaya kolaboratif dan investasi dalam infrastruktur serta sumber daya manusia untuk mencapai hasil yang optimal. Pemberdayaan santri melalui Literasi di Pesantren Al MuAomin Muhammadiyah Tembarak Temanggung menggunakan literasi sebagai alat untuk memberdayakan santri secara spiritual, akademis, dan sosial. Literasi tidak hanya dilihat sebagai keterampilan membaca dan menulis, tetapi juga sebagai sarana untuk mengembangkan kepemimpinan dan kemandirian santri. Berikut adalah cara pesantren menggunakan literasi untuk memberdayakan santri: Lisensi: Creative Commons Attribution ShareAlike 4. 0 International License (CC BY SA 4. Deddi Fasmadhy Satiadharmanto. Zayad Abd. Rahman IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan e-ISSN 2987-1298 p-ISSN 3025-9150 Volume 2 Nomor 2 Juli 2024 Pemberdayaan Spiritual Pembacaan dan Pemahaman Teks Keagamaan . Studi Al-Qur'an dan Hadis: santri diajak untuk membaca, memahami, dan merenungkan ayat-ayat Al-Qur'an dan Hadis, yang membantu memperkuat iman dan spiritualitas mereka. Tafsir dan Penjelasan: Mengajarkan tafsir dan penjelasan teks keagamaan untuk membantu santri memahami makna dan aplikasi ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Refleksi dan Meditasi . Refleksi Pribadi: santri didorong untuk merenungkan nilai-nilai keagamaan yang mereka pelajari dan menerapkan refleksi tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Meditasi dan Doa: Praktik meditasi dan doa membantu santri dalam memperkuat hubungan spiritual mereka dengan Allah dan meningkatkan kesadaran diri. Pemberdayaan Akademis Keterampilan Literasi Dasar . Membaca dan Menulis: Santri diberikan pelatihan intensif dalam keterampilan membaca dan menulis agar mereka dapat mengakses informasi dengan efektif dan mengungkapkan pemikiran mereka dengan jelas. Literasi Kritis: Mendorong santri untuk membaca dan menganalisis berbagai jenis teks, termasuk teks keagamaan dan sains, dengan kritis dan objektif. Penelitian dan Karya Tulis . Proyek Penelitian: Memberikan kesempatan kepada santri untuk melakukan penelitian tentang topik-topik keagamaan atau isu-isu sosial dan menulis makalah penelitian yang mendalam. Karya Sastra: Mendorong santri untuk menulis karya sastra, seperti puisi atau cerpen, yang mencerminkan nilai-nilai keagamaan dan Pemberdayaan Sosial Kepemimpinan dan Kemandirian . Pelatihan Kepemimpinan: Mengadakan kepemimpinan yang membantu siswa mengembangkan keterampilan kepemimpinan dan manajemen diri. Projek Kolaboratif: Mengorganisir projek-projek kolaboratif yang melibatkan santri dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi untuk memperkuat rasa tanggung jawab dan kemandirian. Pendidikan Karakter . Pengajaran Etika: Mengajarkan nilai-nilai etika Islam, seperti kejujuran, keadilan, dan empati, yang membantu santri dalam mengembangkan karakter yang kuat dan bertanggung jawab. Pengalaman Sosial: Memberikan kesempatan kepada santri untuk Lisensi: Creative Commons Attribution ShareAlike 4. 0 International License (CC BY SA 4. Deddi Fasmadhy Satiadharmanto. Zayad Abd. Rahman IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan e-ISSN 2987-1298 p-ISSN 3025-9150 Volume 2 Nomor 2 Juli 2024 terlibat dalam kegiatan sosial dan pelayanan masyarakat, yang membantu mereka memahami dan merespons kebutuhan masyarakat. Literasi sebagai Alat untuk Mempersiapkan Pemimpin. Pesantren Al MuAomin Muhammadiyah Tembarak Temanggung menganggap literasi sebagai alat yang kuat untuk mempersiapkan santri menjadi pemimpin yang mampu membawa perubahan positif dalam masyarakat. Literasi tidak hanya membantu santri dalam memperoleh pengetahuan, tetapi juga dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis, komunikasi efektif, dan kepemimpinan yang dibutuhkan untuk mengatasi tantangan masyarakat. Pengembangan Kepemimpinan . Pelatihan Kepemimpinan: Mengadakan mengembangkan, dan mengasah potensi kepemimpinan mereka. Proyek Kolaboratif: Memberikan kesempatan kepada santri untuk memimpin projek-projek kolaboratif yang bermanfaat bagi masyarakat, seperti program pengabdian masyarakat atau kampanye sosial. Pembangunan Karakter . Pengajaran Nilai-nilai Kepemimpinan: Mengajarkan nilai-nilai kepemimpinan, seperti keadilan, integritas, dan keberanian, yang membantu santri dalam mengembangkan kepemimpinan yang berlandaskan moral. Model Peran: Menjadi model peran yang baik bagi santri dalam memperlihatkan prinsip-prinsip kepemimpinan yang bertanggung jawab dan inspiratif. Upaya Konkrit di Pesantren Al MuAomin Muhammadiyah Tembarak Temanggung Program Kepemimpinan . Kursus Kepemimpinan: Menyelenggarakan kursus-kursus kepemimpinan yang membantu santri mengembangkan keterampilan kepemimpinan praktis dan strategis. Klub dan Organisasi: Membentuk klub atau organisasi santri yang memungkinkan mereka untuk mengembangkan keterampilan kepemimpinan melalui pengalaman praktis. Proyek Sosial dan Pelayanan Masyarakat . Program Pelayanan Masyarakat: Mengorganisir program-program pelayanan masyarakat yang memberikan kesempatan kepada santri untuk memberikan kontribusi yang positif bagi masyarakat sekitar. Kampanye Sosial: Mengadakan kampanye sosial yang membahas isuisu penting dalam masyarakat dan memotivasi santri untuk menjadi agen perubahan. Pengembangan Karakter . Pelatihan Etika: Memberikan pelatihan etika yang membantu santri Lisensi: Creative Commons Attribution ShareAlike 4. 0 International License (CC BY SA 4. Deddi Fasmadhy Satiadharmanto. Zayad Abd. Rahman IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan e-ISSN 2987-1298 p-ISSN 3025-9150 Volume 2 Nomor 2 Juli 2024 memahami dan menerapkan prinsip-prinsip moral dalam kehidupan sehari-hari dan dalam kepemimpinan mereka. Pengajaran Teladan: Menyediakan model peran yang baik bagi santri Pengajaran etika dan penyediaan model peran yang baik merupakan dua aspek penting dalam pengembangan karakter siswa di pesantren. Berikut Pelatihan Etika Prinsip-prinsip Moral . Mengajarkan prinsip-prinsip moral yang fundamental dalam Islam, seperti kejujuran, keadilan, kasih sayang, dan integritas. Memperkenalkan santri pada etika Islam yang berpusat pada prinsipprinsip Al-Qur'an dan Hadis. Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari . Mendorong siswa untuk merenungkan dan menerapkan prinsipprinsip moral dalam setiap aspek kehidupan sehari-hari, termasuk dalam interaksi sosial, pendidikan, dan kegiatan ekstrakurikuler. Menggunakan contoh kasus nyata untuk membantu santri memahami bagaimana prinsip-prinsip moral dapat diterapkan dalam situasisituasi yang berbeda. Diskusi dan Refleksi . Mengadakan diskusi dan kegiatan refleksi yang melibatkan santri dalam mempertimbangkan dan membahas tantangan moral yang dihadapi dalam kehidupan mereka. Memberikan ruang bagi santri untuk mengemukakan pendapat, bertukar pikiran, dan mencari solusi atas masalah moral yang Pengajaran Teladan Model Peran dari Asatidz, ustadz, ustadzah dan Staf . Asatidz, ustadz, ustadzah dan staf pesantren berperan sebagai model teladan yang baik dalam perilaku dan prinsip-prinsip moral. Mereka menunjukkan sikap yang sesuai dengan nilai-nilai Islam dalam interaksi mereka dengan santri dan dalam tindakan sehari-hari mereka. Pendekatan Pembelajaran Berbasis Teladan . Menggunakan kisah-kisah teladan dari kehidupan Rasulullah Muhammad SAW, para sahabat, dan tokoh-tokoh Islam lainnya sebagai bahan pembelajaran. Menerapkan strategi pengajaran berbasis kasus yang menunjukkan bagaimana prinsip-prinsip moral dapat diterapkan dalam konteks kehidupan nyata. Pembinaan dan Bimbingan Personal . Asatidz, ustadz, dan ustadzah dan pembimbing memberikan pembinaan dan bimbingan personal kepada santri untuk membantu mereka dalam pengembangan karakter dan perilaku yang baik. Lisensi: Creative Commons Attribution ShareAlike 4. 0 International License (CC BY SA 4. Deddi Fasmadhy Satiadharmanto. Zayad Abd. Rahman IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan e-ISSN 2987-1298 p-ISSN 3025-9150 Volume 2 Nomor 2 Juli 2024 . Memberikan dorongan dan pujian kepada santri ketika mereka menunjukkan tindakan yang sesuai dengan prinsip-prinsip moral yang Implementasi dalam Pesantren Al MuAomin Muhammadiyah Tembarak Temanggung Kurikulum Etika: Menyediakan mata pelajaran khusus yang fokus pada pembelajaran etika Islam. Kegiatan Khusus: Mengadakan kegiatan khusus seperti ceramah, seminar, dan lokakarya tentang etika dan karakter. Bimbingan Individual: Memberikan waktu dan perhatian khusus kepada santri dalam sesi bimbingan individu untuk membantu mereka dalam pengembangan karakter. Pengajaran etika dan pembinaan karakter yang dilakukan secara konsisten dan terstruktur di Pesantren Al MuAomin Muhammadiyah Tembarak Temanggung membantu santri dalam memahami, menginternalisasi, dan menerapkan prinsipprinsip moral Islam dalam kehidupan mereka sehari-hari serta dalam kepemimpinan mereka di masa depan. Dengan mengeksplorasi berbagai aspek ini, pembahasan tentang transformasi literasi dalam pesantren dari perspektif pemikiran Islam di Pondok Pesantren Al MuAomin Muhammadiyah Tembarak Temanggung dapat memberikan wawasan yang mendalam tentang bagaimana pesantren mengadaptasi nilai-nilai Islam dalam konteks pendidikan literasi modern. SIMPULAN Kesimpulan penelitian ini dalam konteks transformasi literasi di Pondok Pesantren Al MuAomin Muhammadiyah Tembarak Temanggung, terutama dari perspektif pemikiran Islam, beberapa poin penting yang perlu dieksplorasi dan diperhatikan adalah sebagai berikut: . Integrasi Nilai-nilai Islam dalam Literasi. Penting untuk mengidentifikasi bagaimana nilai-nilai Islam diterapkan dalam proses pembelajaran literasi di Pesantren Al MuAomin Muhammadiyah Tembarak Temanggung. Hal ini mencakup pemahaman tentang bagaimana ajaran Islam memengaruhi pendekatan terhadap membaca, menulis, dan berpikir kritis. Pesantren Al MuAomin Muhammadiyah Tembarak Temanggung dapat memperkuat integrasi nilai-nilai Islam dalam kurikulum literasi dengan mengaitkan setiap aspek pembelajaran dengan prinsip-prinsip agama, memastikan bahwa literasi tidak hanya berkembang secara akademis tetapi juga . Peran Pemikiran Islam dalam Praktik Literasi. Pemikiran tokoh-tokoh Islam seperti Al-Ghazali. Ibn Rushd, dan Ibn Khaldun memiliki dampak yang signifikan dalam membentuk praktik literasi. Penting untuk mengeksplorasi bagaimana konsep-konsep mereka tentang pengetahuan, pemikiran kritis, dan pendidikan dapat memengaruhi praktik literasi di Pesantren Al MuAomin Muhammadiyah Tembarak Temanggung. Dengan memperhatikan pemikiran Lisensi: Creative Commons Attribution ShareAlike 4. 0 International License (CC BY SA 4. Deddi Fasmadhy Satiadharmanto. Zayad Abd. Rahman IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan e-ISSN 2987-1298 p-ISSN 3025-9150 Volume 2 Nomor 2 Juli 2024 mereka. Pesantren Al MuAomin Muhammadiyah Tembarak Temanggung dapat mengembangkan pendekatan literasi yang mencakup pengembangan pemikiran kritis siswa, integrasi nilai-nilai Islam dengan ilmu pengetahuan umum, dan pembentukan karakter moral. Penggunaan Teks Keagamaan dalam Literasi. Sebagai pusat pembelajaran agama, penting untuk mempertimbangkan bagaimana teks keagamaan digunakan dalam pembelajaran literasi. Teks-teks agama dapat digunakan sebagai bahan bacaan, sumber inspirasi untuk menulis, atau sebagai landasan untuk pengembangan pemikiran kritis. Pesantren Al MuAomin Muhammadiyah Tembarak Temanggung dapat memperluas penggunaan teks keagamaan dalam pembelajaran literasi dengan mengintegrasikannya dalam berbagai aspek kurikulum literasi, memastikan bahwa santri tidak hanya memahami teks secara literal tetapi juga secara mendalam dan kontekstual. Pengembangan Keterampilan Berpikir Kritis Berbasis Islam. Pesantren dapat mengembangkan keterampilan berpikir kritis santri dengan landasan pemikiran Islam dengan mengajarkan mereka untuk menganalisis teks keagamaan dengan Hal ini dapat dilakukan melalui pendekatan yang menekankan evaluasi mendalam, pemikiran analitis, dan penggunaan landasan agama sebagai Dengan menggabungkan keterampilan berpikir kritis dengan nilai-nilai Islam. Pesantren Al MuAomin Muhammadiyah Tembarak Temanggung dapat membantu santri dalam mengembangkan pemahaman yang lebih dalam tentang ajaran agama dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Tantangan dan Peluang Era Modern. Pesantren Al MuAomin Muhammadiyah Tembarak Temanggung perlu menghadapi tantangan dan peluang era modern dalam konteks literasi dengan mengintegrasikan literasi digital dengan nilai-nilai Islam dalam proses pembelajaran. Hal ini dapat dilakukan dengan memperluas penggunaan teknologi dalam pembelajaran literasi, memastikan bahwa nilai-nilai Islam tetap relevan dalam era digital. Selain itu. Pesantren Al MuAomin Muhammadiyah Tembarak Temanggung dapat memanfaatkan peluang era modern untuk mengembangkan pendekatan literasi yang inovatif, menciptakan ruang bagi santri untuk mengembangkan keterampilan literasi yang sesuai dengan tuntutan zaman. Pemberdayaan Santri Melalui Literasi: Literasi harus dilihat sebagai alat untuk memberdayakan siswa, baik secara spiritual maupun Pesantren Al MuAomin Muhammadiyah Tembarak Temanggung dapat mengintegrasikan literasi dalam upaya untuk mempersiapkan santri menjadi pemimpin yang mampu membawa perubahan positif dalam masyarakat, sesuai dengan prinsip-prinsip Islam tentang tanggung jawab sosial dan kepemimpinan. Melalui pendekatan literasi yang holistik dan berorientasi pada nilai. Pesantren Al MuAomin Muhammadiyah Tembarak Temanggung dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang memberdayakan santri untuk mengembangkan potensi mereka secara maksimal, sesuai dengan ajaran Islam tentang pentingnya pendidikan dalam pembentukan individu yang bermanfaat bagi masyarakat. Dengan memperhatikan dan menerapkan poin-poin ini. Pondok Pesantren Al MuAomin Muhammadiyah Tembarak Temanggung dapat mengembangkan pendekatan literasi yang komprehensif, berorientasi nilai, dan sesuai dengan Lisensi: Creative Commons Attribution ShareAlike 4. 0 International License (CC BY SA 4. Deddi Fasmadhy Satiadharmanto. Zayad Abd. Rahman IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan e-ISSN 2987-1298 p-ISSN 3025-9150 Volume 2 Nomor 2 Juli 2024 tuntutan zaman, sambil tetap mempertahankan integritas nilai-nilai Islam dalam proses pembelajaran literasi. DAFTAR RUJUKAN Wulandari W. Budaya Literasi Pesantren Dalam Karya Sastra. Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam. Pendidikan. Ekonomi. Humaniora . Yanti S. Dakwah Media Sosial dalam Literasi Pesantren. AN-NASHIHA: Journal of Broadcasting and Islamic Communication Studies . Pathollah A. Manna Wassalwa S. Pendampingan Program Pengembangan Literasi Pesantren dalam Kontruksi Fikih Peradaban di Pesantren Miftahul Ulum Randu Cangkring Pujer Bondowoso. Salwatuna : Jurnal Pengabdian Masyarakat . Nugraha A. Susilo A. Rochman C. Peran Perguruan Tinggi Pesantren dalam Implementasi Literasi Ekonomi. Journal of Islamic Economics and Finance Studies . Mawarny E. Djafar A. ]Yunus Y. Pengenalan Situs Website Dalam Pengembangan Budaya Literasi Pondok Pesantren Al-Markaz Kampung Setu Desa Sambilawang Kecamatan Waringinkurung Serang. Jurnal Abdimas Indonesia . Abdillah M. Nugraha S. Manajemen Pengembangan Sumber Daya Manusia Berbasis Pendidikan Literasi: Studi Di Pesantren Baitul Kilmah Bantul. Jurnal MD . Mohammad Naufal ZabidiAbd. Bassith Tamami. Keefektifan Upaya Meningkatkan Literasi Digital Pada Pesantren Rakyat Di Al-Amin Sumber Pucung Malang. Jurnal Pendidikan Indonesia . Sofia N. Manajemen Konflik di Pesantren Melalui Kultur Pesantren dan Gaya Kepemimpinan Kyai. Jurnal Studi Islam dan Kemuhammadiyahan (JASIKA) . SyaAoroni A. Nisa D. Peran Pesantren Dalam Mengembangkan Literasi Digital Santri Di Forum Lingkar Pena (Fl. Darul Ulum Banyuanyar. Al-Ulum Jurnal Pemikiran dan Penelitian ke Islaman . Wulandari. Budaya Literasi Pesantren Dalam Karya Sastra (Pendidikan Literasi di Pondok Pesantren Sains Salman Assalam Cirebo. Jurnal Alwatzikhoebillah: Kajian Islam. Pendidikan. Ekonomi. Humaniora . AR Z. Kusaeri K. ]Purnamasari N. Menakar Budaya Literasi Di Pesantren. Siginifikansi dan Relevansi Metode Programme for International Student Assessment. FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam . Prastyo A. Model Budaya Literasi Digital pada Pondok Pesantren Berbasis Perguruan Tinggi di Masa Covid-19. LITERASI (Jurnal Ilmu Pendidika. Rosyida I. Pengelolaan Pembelajaran Literasi Teknologi Di Pesantren. Jurnal Health Sains . Ayumagara E. Skripsi. Peran Pondok Pesantren di Era Globalisasi dalam Pembentukan Akhalkul Karimah. Lisensi: Creative Commons Attribution ShareAlike 4. 0 International License (CC BY SA 4. Deddi Fasmadhy Satiadharmanto. Zayad Abd. Rahman IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan e-ISSN 2987-1298 p-ISSN 3025-9150 Volume 2 Nomor 2 Juli 2024 Tarigan F. Safrawali S. ]Tanjung Y. Pelatihan Dan Peningkatan Literasi bagi Siswa di Pesantren Darussalam Guntur Batubara. Journal Liaison Academia and Society . Alfathon A. Alberto A. Model Tradisi Keilmuan Dan Pengembangan Literasi Santri Di Pesantren Karanggedang. Cilacap. Jawa Tengah. AT-THARIQ: Jurnal Studi Islam dan Budaya . Setyaningsih R. Abdullah A. ]Hustinawaty H. Ummah. Pemberdayaan Dosen Dalam Penguatan Literasi Digital Untuk Pengembangan Pendidikan di Universitas Pesantren. Badi'ah S. Salim L. Syahputra M. Pesantren dan Perubahan Sosial pada Era Digital. Analisis: Jurnal Studi Keislaman . Ni'am F. Hidayaturrahman M. Hidayat N. AL Maktabah. Pendidikan Literasi pada Pembelajaran Kitab Kuning di Pondok Pesantren Sentot Ali Basya JaAoal Haq Kota Bengkulu. Mukhlisin M. Isnaeni F. ]Masyhuri A. Urgensi Literasi Digital Bagi Santri Milenial Di Pondok Pesantren Rahmatutthoyibah Al Iflahah Gunung Kaler Tangerang. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) - Aphelion Lisensi: Creative Commons Attribution ShareAlike 4. 0 International License (CC BY SA 4. Deddi Fasmadhy Satiadharmanto. Zayad Abd. Rahman