Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 7 Nomor 4 Tahun 2026 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 Analisis Tingkat Kognitif Soal PAT dalam Buku Ajar Fikih Kelas IX Berdasarkan Taksonomi Bloom Farsya Auliya1. Heny Narendrany Hidayati2. Serli Safitri3. Mohammad Nabil Chaidar4 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Indonesia Email: farsyaauliya1@gmail. com1, heny. fitk@yahoo. Serli. fitri12@gmail. haidar1110@gmail. Abstrak Penelitian ini dilaksanakan untuk mendeskripsikan dan menganalisis tingkat kognitif pada soal-soal Penilaian Akhir Tahun (PAT) yang terdapat di dalam buku ajar SIKURMA Fikih Kelas IX, dengan berdasarkan kepada Taksonomi Bloom. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan metode studi pustaka . ibrary researc. Teknik pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis isi . ontent analysi. Subjek penelitian berupa 50 butir soal PAT pada buku ajar Fikih kelas IX yang diterbitkan oleh Kementerian Agama RI. Berdasarkan hasil kajian literatur, penulis dapat merangkum bahwa presentase soal untuk masing-masing tingkat kognitif adalah: C1 . %). C2 . %). C3 . %). C4. %). C5 . %). C6 . %). Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar soal berada pada kategori LOTS 88%, sedangkan soal HOTS hanya sebesar 12%. Dengan demikian, soal-soal penilaian akhir tahun (PAT) dalam buku ajar belum memenuhi kategori pada level kognitif tingkat tinggi (HOTS), sehingga soalsoal tersebut belum dapat menstimulus kemampuan berfikir tingkat tinggi siswa dalam bentuk kemampuan berfikir kritis dan kreatif. Kata Kunci: Analisis. Fikih. Kognitif. Taksonomi Bloom PENDAHULUAN Dewasa ini, keterampilan berpikir tingkat tinggi sangat dibutuhkan. Di era revolusi 0 ini, keterampilan menganalisis serta mengambil keputusan yang cepat dan tepat sangat dibutuhkan. Dengan keterampilan ini, siswa diprediksi akan mampu bersaing. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta ketrampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat (Rahman. Munandar. Fitriani. Karlina, & Yumriani, 2. Untuk menjamin pencapaian tujuan tersebut, dalam pendidikan diperlukan sarana dan prasarana yang lengkap dan tepat. Salah satunya materi pendidikan. Pendidikan tidak lepas dari adanya buku ajar yang merupakan pegangan serta sarana yang sangat penting bagi peserta didik maupun guru. Setiap buki ajar mempunyai susunan materi pembelajaran yang berbeda dimana distribusi materi dan soal-soal yang terdapat dalam suatu buku ajar menentukan kualitas dari buku tersebut, sehingga buku ajar yang berkualitas baik dan sesuai kurikulum yang berlaku akan memudahkan kita untuk mencapai tujuan pembelajaran yang ingin dicapai secara maksimal (Syarifah. Yenni, & Dewi, 2. Dalam pelajaran Pendidikan Agama Islam khususnya pada mata Pelajaran Fikih, dalam Website Kementrian Agama (SIKURMA) mengeluarkan buku ajar FIKIH. Pada jenjang MTS/SMP lebih tepatnya kelas 9, buku ajar tersebut memuat materi serta soal-soal latihan. PAS Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 7 Nomor 4 Tahun 2026 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 (Penilaian Akhir Semeste. , dan PAT (Penilaian Akhir Tahu. Soal-soal tersebut dipergunakan sebagai latihan siswa untuk menguji kompetensinya dalam menghadapi penilaian akhir Tahun 2001 Kognitif dalam Taksonomi Bloom mengalami proses revisi yang dilakukan oleh Lorin Anderson dan David Krathwol. Taksonomi Bloom yang telah mengalami refisi tersebut dirumuskan ke dalam 6 level proses berfikir. Enam proses berfikir dari yang paling sederhana hingga yang paling rumit yaitu mengingat ( C. , memahami (C. , menerapkan (C. , menganalisis (C. , mengevaluasi (C. dan mengkreasi ( C6 ) (Abdul, 2. Level kognitif Taksonomi Bloom tersebut di dalamnya dapat dibagi menjadi dua kategori tingkatan. Tingkatan tersebut yaitu tingkatan kemapuan berfikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS) yaitu menganalisis (C. , mengevaluasi (C. dan mengkreasi (C. dan kemampuan berfikir tingkat rendah atau atau Lower Order Thinking Skills (LOTS) yaitu mengingat ( C. , memahami (C. , menerapkan (C. (Magdalena. Islami. Rasid, & Diasty. Saat ini, sebagian besar lulusan sekolah menengah belum memiliki kemampuan berfikir tingkat tinggi. Keadaan ini ditunjukan belum optimal dalam berkomunikasi secara lisan dan tulisan, berpikir kritis, memecahkan masalah, serta menunjukkan etika kerja dan profesionalisme. Selain itu, kemampuan bekerja sama dalam tim dan memanfaatkan teknologi juga masih perlu Kondisi ini diakibatkan karena pembelajaran yang diberikan di sekolah masih dalam ranah Lower Order Thinking ( LOTS). Hal demikian juga terjadi terhadap peserta didik kelas X di SMA Antartika Sidoarjo. Berdasarkan hasil analisis pada soal penilaian akhir tahun (PAT) atau yang lebih dikenal dengan ujian kenaikan kelas dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam tahun pelajaran 2019-2020, ditemukan banyak butir soal yang masih berada di ranah kognitif C1-C3 atau Lower Order Thinking Skills (LOTS). Ditemukan 15% butir soal yang berada pada ranah kognitif C4-C6 (Affandi & Rahmayanti, 2. Hasil penelitian yang dilakukan Annisa dan Mochamad di SMP Negeri 2 Cianjur menemukan pula bahwa dari sejumlah 35 butir soal ujian yang dianalisis, sebagian besar soal berada pada tingkat kognitif C2 . dengan persentase sebesar 42,9% atau sebanyak 15 soal. Selain itu, tidak ditemukan soal pada tingkat kognitif tingkat tinggi yaitu C5 ( mengevaluasi ) dan C6 ( mengekreas. Hasil tersebut menunjukkan bahwa soal-soal yang digunakan didominasi oleh kemampuan berpikir tingkat rendah, khususnya pada level C1 . ,C2 . dan C3 ( menerapka. (Nurhaliza & Mustopa, 2. Temuan-temuan tersebut menunjukkan bahwa soal-soal evaluasi pembelajaran yang digunakan di sekolah-sekolah masih didominasi oleh soal-soal dalam ketegori tingkat kognitif rendah, sehingga belum mampu mendorong peserta didik untuk berpikir kritis dan kreatif. Kondisi ini menjadi perhatian penting karena kualitas soal sangat berpengaruh terhadap perkembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik. Selain itu, rendahnya proporsi soal pada level berpikir tingkat tinggi menunjukkan bahwa evaluasi pembelajaran belum sepenuhnya dirancang untuk melatih kemampuan analisis, evaluasi, dan Hal ini mengindikasikan perlunya dilakukan perbaikan dalam penyusunan instrumen penilaian agar berorientasi pada pengembangan Higher Order Thinking Skills (HOTS). Berdasarkan berbagai temuan tersebut, dapat dipahami bahwa permasalahan dalam Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 7 Nomor 4 Tahun 2026 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 penyusunan soal tidak hanya berdampak pada hasil belajar, tetapi juga pada kemampuan berpikir peserta didik secara keseluruhan. Merujuk pada uraian di atas, maka dapat dirumuskan permasalahan yang akan menjadi landasan kajian ini yaitu: . Terdapat peserta didik yang belum dapat mengembangkan kemampuannya dalam berpikir kritis, memecahkan masalah, dan bekerja sama dengan baik sebagai bentuk hasil evaluasi / penilaian yang didasarkan pada butir soal level LOTS dan . Soal-soal yang diujikan masih berada pada tingkatan yang rendah atau LOTS sehingga menghambat peserta didik untuk dapat berkembang kemampuan berfikir tingkat tingginya atau berpikir kritis dan kreatif. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis lebih lanjut terhadap soalsoal PAT pada Buku Ajar Fiqih Kelas IX. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan butir-butir soal penilaian akhir tahun (PAT) yang terdapat pada buku ajar fiqih kelas IX dengan berdasarkan Taksonomi Bloom edisi revisi. METODE Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (Library researc. Sugiyono mengatakan bahwa studi kepustakaan berkaitan dengan kajian secara teori melalui referensi-referensi terkait dengan nilai, budaya, dan norma yang berkembang pada situasi sosial yang diteliti (Sugiyono, 2. Meskipun sebuah penelitian, penelitian studi pustaka tidak harus turun ke lapangan dan bertemu dengan Data-data yang dibutuhkan dalam penelitian dapat diperoleh dari sumber pustaka atau dokumen. Menurut Zed studi pustaka adalah serangkaian kegiatan metode penelitian dengan mengumpulkan data pustaka, seperti membaca, mencatat serta mengolah bahan penelitian (Zed, 2. Penelitian ini bermaksud mengumpulkan dan menganalisis dokumendokumen. Dokumen-dokumen tersebut berupa soal-soal latihan PAT yang terdapat dalam buku ajar FIKIH kelas IX yang ditulis oleh Ubaidillah dan diterbitkan oleh Kementrian Agama RI. Subjek penelitian ini adalah soal-soal latihan yang terdapat dalam buku ajar FIKIH kelas IX berjumlah 50 butir soal. Buku tersebut ditulis oleh Ubaidillah dan diterbitkan oleh Kementrian Agama RI. Butir-butir soal tersebut di dalamnya berisi materi-materi bahasan tentang : Penyembelihan. Qurban. Aqiqah. Jual Beli. Khiyar. Qirad. Riba. Ariyah. WadiAoah. Hutang. Piutang. Gadai. Hiwalah. Ijarah dan Upah. Pengurusan Jenazah dan Harta Warisan. Setelah data dikumpulkan selanjutnya melakukan analisis data penelitian. Teknik analisis data penelitian menggunakan content analysis atau analisis isi. Teknik analisis isi yaitu peneliti berusaha menganalisis dan menafsirkan makna yang terdapat di dalam data yang terkumpul. Peneliti berusaha menganalisis dan menjelaskan berdasarkan dari tingkatan Taksonomi Bloom atau dimensi proses kognitif soal-soal PAT pada mata pelajaran Fikih. Analisis data dilakukan dengan memberikan gambaran, penilaian menyeluruh dan pengelompokkan jenis pengetahuan untuk soal-soal tersebut berdasarkan Taksonomi Bloom. Tahap analisis data dalam penelitian ini dilakukan secara bertahap. Pertama, peneliti mengidentifikasi soal-soal PAT dalam buku ajar Fikih kelas IX. Selanjutnya, soal diselesaikan untuk memahami isi dan Setelah itu, dimensi kognitif pada setiap soal dideskripsikan dan diklasifikasikan berdasarkan Taksonomi Bloom. Kemudian dilakukan analisis tingkat kemampuan kognitif, dilanjutkan dengan menghitung jumlah dan persentase soal pada setiap level. Tahap terakhir adalah Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 7 Nomor 4 Tahun 2026 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 menarik kesimpulan serta menyusun saran berdasarkan hasil analisis. HASIL DAN PEMBAHASAN Guru perlu melakukan analisis butir soal, terhadap soal-soal yang di berikan kepada peserta didik. Dengan melakukan analisis butir soal, guru dapat mengetahui sejauh mana peserta didik telah menguasai materi yang diajarkan. Guru mampu mengidentifikasi materi-materi atau bahasan yang belum dikuasai peserta didik. Selain itu guru dapat pula mengetahui tujuan pembelajaran yang telah tercapai dan belum tercapai. Guru dapat menindak lanjuti dari tujuan pembelajaran yang belum tercapai dengan cara menganalisis program pembelajaran yang telah dilaksanakannya yaitu dari perencanaan dan pelaksanaan pembelajarannya. Melalui analisis butir soal dapat memberikan umpan balik bagi guru terhadap program pembelajarannya, antara lain yaitu guru dapat mengetahui tentang keefektifan metode pengajaran yang digunakan dan mengetahui kualitas dari materi pembelajaran serta kualitas butir soal yang digunakan. Selanjutnya guru dapat memperbaiki program pembelajaran yang telah dilakukannya, dengan tujuan agar tujuan pembelajarannya dapat tercapai. Pada kesempatan ini analisis butir soal dilakukan terhadap butir-butir soal yang terdapat di dalam buku ajar FIKIH untuk kelas IX MTS/SMP yang ditulis oleh Ubaidillah dan diterbitkan oleh Kementrian Agama RI. Buku tersebut memuat soal-soal latihan PAS (Penilaian Akhir Semeste. dan PAT (Penilaian Akhir Tahu. PAT terdapat di halaman 179-195 yang memuat sejumlah 50 butir soal. Materi-materi soal-soal tersebut berisi bahasan tentang : Penyembelihan. Qurban. Aqiqah. Jual Beli. Khiyar. Qirad. Riba. Ariyah. WadiAoah. Hutang. Piutang. Gadai. Hiwalah. Ijarah dan Upah. Pengurusan Jenazah dan Harta Warisan. Pembahasan terhadap analisis butir soal PAT yang dilakukan peneliti adalah sebagai Tabel 1. Hasil analisis butir soal PAT buku ajar Fikih kelas IX Nomor Soal Analisis Soal Disajikan narasi kehidupan nyata yang berkaitan dengan materi utang piutang. Siswa diminta menentukan sikap bijak yang harus dilakukan oleh seseorang apabila tidak mampu mengembalikan utang sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Disajikan cerita yang berkaitan dengan materi utang piutang. Siswa diminta memecahkan permasalahan Pak Nawir yang tidak dapat membayar utang pada waktu yang telah dijanjikan, kemudian menentukan sikap yang seharusnya dilakukan sesuai dengan syariat Islam. Disajikan cerita yang berkaitan dengan materi utang piutang. Siswa diminta memecahkan permasalahan Pak Budi yang tidak dapat membayar utang sesuai dengan waktu yang telah dijanjikan karena hasil panennya tidak sesuai harapan. Selanjutnya, siswa diminta menentukan sikap yang seharusnya dilakukan oleh Pak Budi. Disajikan beberapa pernyataan mengenai ketentuan pelaksanaan utang piutang. Siswa diminta mengidentifikasi ketentuan-ketentuan yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Siswa diminta menyebutkan kewajiban yang harus dipenuhi oleh seseorang yang memiliki utang. Disajikan ilustrasi yang berkaitan dengan materi utang piutang. Siswa diminta menelaah hukum memberikan pinjaman kepada Bu Sri yang meminjam uang untuk membiayai kegiatan studi wisata anaknya. Tingkat Kognitif C3 Ae Menentukan C3 Ae Menentukan C3 Ae Menentukan C4 Ae Mengidentifikasi C1 Ae Memahami C4 Ae Menelaah Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 7 Nomor 4 Tahun 2026 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 Nomor Soal Analisis Soal Siswa diminta memilih hukum memberikan pinjaman kepada seseorang yang sedang mengalami kelaparan. Disajikan ilustrasi yang berkaitan dengan materi utang piutang. Siswa diminta menganalisis jenis akad yang sesuai dengan ilustrasi tersebut. Disajikan cerita singkat yang berkaitan dengan materi utang piutang. Siswa diminta menguraikan fungsi mobil yang diberikan oleh Pak Azam kepada Pak Jamil sebagai jaminan utang. Disajikan cerita yang berkaitan dengan materi gadai. Siswa diminta menentukan sikap yang tepat bagi Iman ketika Hanafi menggadaikan mobil kepadanya, tetapi Iman memanfaatkan mobil tersebut tanpa izin pemiliknya dengan menyewakannya hingga masa perjanjian berakhir. Disajikan ilustrasi yang berkaitan dengan materi utang piutang. Siswa diminta menentukan sikap yang sebaiknya dilakukan oleh Sani ketika Sukadi tidak dapat mengembalikan modal yang dipinjam karena usahanya mengalami kerugian. Disajikan ilustrasi yang berkaitan dengan materi gadai. Siswa diminta menentukan sikap yang seharusnya dilakukan oleh Pak Alfin setelah melunasi motornya, sedangkan selama masa perjanjian Pak Sukir selalu menyervis motor tersebut agar tidak rusak. Disajikan ilustrasi yang berkaitan dengan materi utang piutang. Siswa diminta menelaah jenis akad yang dilakukan oleh Alim ketika tidak dapat melunasi utangnya, kemudian mengalihkan utang tersebut kepada Syukron yang juga memiliki utang kepadanya. Disajikan beberapa pernyataan mengenai pengertian hiwalah. Siswa diminta menentukan definisi hiwalah yang tepat. Disajikan ilustrasi singkat yang berkaitan dengan materi hiwalah. Siswa diminta menentukan hukum akad hiwalah yang tepat berdasarkan ilustrasi tersebut. Disajikan ilustrasi singkat yang berkaitan dengan materi hiwalah. Siswa diminta menentukan hukum akad hiwalah yang tepat berdasarkan ilustrasi tersebut. Disajikan beberapa pernyataan yang berkaitan dengan materi hiwalah. Siswa diminta menentukan pernyataan yang tidak termasuk penyebab berakhirnya akad Disajikan beberapa pernyataan yang berkaitan dengan materi ijarah. Siswa diminta menentukan pengertian ijarah yang tepat berdasarkan pernyataan-pernyataan Disajikan beberapa pernyataan mengenai syarat ijarah. Siswa diminta menentukan syarat bagi muAojir dan mustaAojir dalam akad ijarah Aoala al-manafiAo. Disajikan ilustrasi singkat yang berkaitan dengan materi sewa-menyewa. Siswa diminta menelaah rukun sewa-menyewa yang belum terpenuhi berdasarkan permasalahan dalam soal. Disajikan beberapa pernyataan mengenai syarat barang yang disewakan. Peserta didik diminta memilih pernyataan yang tidak termasuk syarat barang yang Soal ditandai dengan kata AukecualiAy. Disajikan narasi yang berkaitan dengan materi ijarah. Peserta didik diminta menentukan rukun ijarah Aoala al-manafiAo yang sesuai dengan cerita atau pernyataan dalam soal. Disajikan beberapa pernyataan mengenai sebab berakhirnya akad ijarah Aoala almanafiAo. Peserta didik diminta memilih pernyataan yang menunjukkan sebab berakhirnya akad tersebut. Disajikan sebuah hadis. Peserta didik diminta memperkirakan atau menyimpulkan perilaku yang sesuai berdasarkan kandungan hadis tersebut. Disajikan ilustrasi yang berkaitan dengan pemberian upah. Peserta didik diminta menentukan hukum pemberian upah berdasarkan ilustrasi tersebut. Disajikan narasi yang berkaitan dengan materi upah. Peserta didik diminta menentukan rukun pemberian upah yang sesuai dengan cerita atau pernyataan dalam soal. Peserta didik diminta memilih pernyataan yang termasuk kewajiban mustaAojir. Peserta didik diminta memilih pernyataan yang termasuk hak mustaAojir. Tingkat Kognitif C1 Ae Memilih C4 Ae Menganalisis C1 Ae Menguraikan C3 Ae Menentukan C3 Ae Menentukan C3 Ae Menentukan C4 Ae Menelaah C3 Ae Menentukan C3 Ae Menentukan C3 Ae Menentukan C3 Ae Menentukan C3 Ae Menentukan C3 Ae Menentukan C4 Ae Menelaah C1 Ae Memilih C3 Ae Menentukan C1 Ae Memilih C2 Ae Menyimpulkan C3 Ae Menentukan C3 Ae Menentukan C1 Ae Memilih C1 Ae Memilih Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 7 Nomor 4 Tahun 2026 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 Nomor Soal Analisis Soal Peserta didik diminta memilih pernyataan yang termasuk hak majikan. Disajikan ilustrasi mengenai hubungan antara majikan dan pekerja. Peserta didik diminta memutuskan sikap yang seharusnya dilakukan sebagai seorang majikan yang bijaksana. Peserta didik diminta memilih pernyataan yang termasuk hikmah pemberian upah bagi muAojir. Disajikan beberapa pernyataan mengenai syarat orang yang memandikan jenazah. Peserta didik diminta menentukan pernyataan yang bukan termasuk syarat orang yang memandikan jenazah. Peserta didik diminta memilih pernyataan yang termasuk rukun memandikan Disajikan beberapa tahapan mengafani jenazah. Peserta didik diminta mengurutkan tahapan mengafani jenazah dengan benar. Peserta didik diminta menentukan ketentuan mengafani jenazah, khususnya mengenai penggunaan kain kafan bagi jenazah perempuan. Peserta didik diminta memilih pernyataan yang termasuk syarat salat jenazah. Disajikan beberapa tahapan salat jenazah. Peserta didik diminta mengurutkan rangkaian pelaksanaan salat jenazah dengan tepat. Peserta didik diminta menyimulasikan bacaan doa setelah takbir ketiga dalam salat Disajikan ilustrasi yang berkaitan dengan pelaksanaan salat jenazah. Peserta didik diminta memperkirakan atau menyimpulkan sunah-sunah dalam menyalatkan jenazah berdasarkan ilustrasi tersebut. Peserta didik diminta memilih pernyataan yang tidak termasuk hal-hal yang disyariatkan dalam menguburkan jenazah. Disajikan beberapa pernyataan mengenai adab takziah. Siswa diminta menentukan pernyataan yang tidak benar berkaitan dengan adab takziah. Disajikan beberapa pernyataan mengenai ziarah kubur. Siswa diminta menentukan pernyataan yang tidak termasuk tujuan ziarah kubur. Disajikan beberapa pernyataan mengenai perilaku seseorang. Siswa diminta menentukan nomor pernyataan yang menunjukkan orang yang berhak mendapatkan warisan. Disajikan beberapa pendapat mengenai pembagian warisan. Siswa diminta memperkirakan pendapat yang benar mengenai pembagian ahli waris. Disajikan beberapa pendapat mengenai pembagian warisan. Siswa diminta memperkirakan pendapat yang benar mengenai pembagian ahli waris. Disajikan permasalahan mengenai pembagian warisan. Siswa diminta menentukan bagian warisan yang diperoleh suami. Disajikan ilustrasi mengenai pembagian warisan. Siswa diminta memperkirakan ahli waris yang memperoleh bagian sebesar 1/6. Disajikan permasalahan pembagian harta warisan dengan ahli waris terdiri atas seorang istri, seorang anak laki-laki, dan seorang ibu. Siswa diminta menentukan bagian warisan yang diperoleh ibu. Disajikan permasalahan pembagian harta warisan dengan ahli waris terdiri atas seorang anak perempuan, suami, dan bapak. Siswa diminta menentukan bagian warisan yang diperoleh anak perempuan. Disajikan beberapa pendapat mengenai hikmah pembagian warisan. Siswa diminta menentukan pendapat yang tidak benar. Tingkat Kognitif C1 Ae Memilih C5 Ae Mengevaluasi C1 Ae Memilih C3 Ae Menentukan C1 Ae Memilih C3 Ae Menerapkan C3 Ae Menentukan C1 Ae Memilih C3 Ae Menerapkan C3 Ae Menyimulasikan C2 Ae Menyimpulkan C1 Ae Memilih C3 Ae Menentukan C3 Ae Menentukan C3 Ae Menentukan C2 Ae Memperkirakan C2 Ae Memperkirakan C3 Ae Menentukan C2 Ae Memperkirakan C3 Ae Menghasilkan C3 Ae Menghasilkan C3 Ae Menentukan Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 7 Nomor 4 Tahun 2026 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 Berdasarkan hasil analisis butir soal PAT ditemukan soal-soal PAT di dalam buku ajar FIKIH kelas IX terdapat tingkat kognitif C1 ( mengingat ) dengan 12 butir soal. C2 . emahami ) dengan 5 butir soal. C3 ( menerapkan ) dengan 26 butir soal. C4 ( menganalisi. dengan 5 butir soal, dan C5 ( mengevaluas. dengan 2 butir soal. Jika dijadikan persen yaitu C1 ( mengingat ) . %). C2 ( memahami ) . %). C3 ( menerapka. %). C4 ( menganalisi. %), dan C5 . engevaluasi ) . %). Banyak soal yang memiliki kemampuan kognitif di C3 ( menerapka. Banyak soal PAT yang memiliki indikator yang sama, hanya saja berbeda permasalahan dan ilustrasi, lalu di C4 . hanya sebanyak 10% saja, bahkan di C5 ( mengevaluasi ) hanya terdapat 2% soal saja, di C6 ( mengkreas. pun sama sekali tidak ada soal yang mewakili. Dengan total 12% mencakup soal HOTS dan 88% mencakup soal-soal LOTS. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa soal-soal PAT di buku ajar FIKIH untuk kelas IX MTS/SMP yang ditulis oleh Ubaidillah dan diterbitkan oleh Kementrian Agama RI belum memenuhi ranah kognitif yang dapat menstimulus kemampuan berfikir tingkat tinggi dalam bentuk pemikiran kristis dan kreartif . KESIMPULAN Dalam soal penilaian akhir tahun (PAT) yang terdapat di dalam buku ajar FIKIH kelas IX terdapat C1 dengan 13 butir soal. C2 dengan 5 butir soal. C3 dengan 26 butir soal. C4 dengan 5 butir soal, dan C5 dengan 1 butir soal. Jika dijadikan persen yaitu C1 . %). C2 . %). C3 . %). C4 . %), dan C5 . %). Banyak soal yang memiliki kemampuan kognitif di C3 atau menerapkan. Banyak soal PAT yang memiliki indikator yang sama hanya saja berbeda permasalahan dan ilustrasi, lalu di C4 hanya sebanyak 10% saja bahkan di C5 hanya terdapat 2% soal saja, di C6 pun sama sekali tidak ada soal yang mewakili. Dengan total 12% mencakup soal HOTS dan 88% mencakup soal LOTS di buku ajar FIKIH kelas IX. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa soa-soal PAT di buku ajar tersebut belum memenuhi ranah kognitif yang dapat menstimulus kemampuan berfikir tingkat tinggi dalam bentuk pemikiran kristis dan kreatif peserta didik. Sehingga tujuan pembelajaran pendidikan Agama Islam Mata Pelajaran Fikih yang dimulai dari tingkat C1 hingga C6 pada soal penilaian akhir tahun (PAT) Pendidikan Agama Islam kelas IX masih belum memenuhi proporsi ideal yang dapat menunjang pengembangan kompetensi peserta didik. Diharapkannya penulis buku serta pemerintah terkhusus Kementerian Agama agar meninjau ulang soal sebelum terdistribusikan kepada siswa atau peserta didik. DAFTAR PUSTAKA