Syntax Admiration: p-ISSN 2722-7782 | e-ISSN 27225356 Vol. No. Oktober 2024 Perkembangan Penerapan Teknologi Artificial Intelligence di Indonesia Hanna Kirana Apriliana1*. Yoke Pribadi Kornarius2. Angela Caroline3. Triningtyas Elisabeth Putri Gusti4. Agus Gunawan5 1,2,3,4,5 Universitas Katolik Parahyangan. Indonesia Email: hannaaprilianaa@gmail. Abstrak Latar belakang karyawan yang berbeda-beda menyebabkan terdapat perbedaan kesiapan mereka untuk menggunakan AI. Salah satu faktor penting yang menyebabkan keraguan para calon pengguna AI adalah pada keamanan data. Penelitian ini berfokus pada penerapan teknologi AI dalam lingkungan perusahaan di Indonesia, dengan tujuan memahami sikap calon pengguna AI dan faktor-faktor yang mempengaruhi niat mereka untuk menggunakan teknologi ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan teknologi AI dalam pekerjaan sehari-hari dengan perspektif calon pengguna AI. 100 calon pengguna AI yang menjadi sampel penelitian adalah para pegawai dari berbagai level di beberapa bidang perusahaan. Teknik pengolahan data menggunakan uji regresi untuk data kuantitatif yang dilengkapi dengan analisis tematik untuk data kualitatif. Hasil uji regresi menunjukkan bahwa sikap mempunyai pengaruh cukup besar terhadap niat menggunakan AI. Kata Kunci: Kecerdasan Buatan. Sikap. Niat Untuk Menggunakan Abstract Different employee backgrounds cause differences in their readiness to use AI. One of the important factors that causes doubts among potential AI users is data security. This research focuses on the application of AI technology in corporate environments in Indonesia, with the aim of understanding the attitudes of potential AI users and the factors that influence their intention to use this technology. This study aims to determine the application of AI technology in daily work from the perspective of prospective AI users. The 100 prospective AI users who were sampled in the study were employees from various levels in several fields of the company. The data processing technique uses regression tests for quantitative data which are complemented by thematic analysis for qualitative data. The results of the regression test show that attitude has a considerable influence on the intention to use AI. Keywords: Artificial Intelligence. Attitude. Intention to Use Pendahuluan Kecerdasan buatan (Artificial Intelligenc. adalah salah satu tren teknologi terbaru yang berpengaruh besar terhadap pekerjaan manusia (Rifai, 2. (Kaplan & Haenlein, 2. Indonesia tidak terhindar dari tren tersebut. AI mulai masuk ke Syntax Admiration. Vol. No. Oktober 2024 Perkembangan Penerapan Teknologi Artificial Intelligence di Indonesia Indonesia pada tahun 1980-an bersamaan dengan masuknya komputer di Indonesia. Namun, pada saat itu pemanfaatan AI terbatas hanya untuk penggunaan tertentu seperti perusahaan minyak dan gas, serta penerbangan dan logistik (Dawis et al. , 2. Seiring dengan berjalannya waktu, teknologi AI telah banyak berkembang dan merambah ke sektor lainnya seperti otomotif, ritel, perbankan dan lain-lain (Saragih. Sedangkan dari sisi penggunanya. WriterBuddy selaku penyedia layanan konten berbasis AI, menyatakan bahwa Indonesia masuk jajaran negara dengan pengguna aplikasi AI terbanyak pada 2023. Selama periode September 2022-Agustus 2023, pengguna internet Indonesia menghasilkan 1,4 miliar kunjungan ke aplikasi AI atau menyumbang 5,60% dari total traffic (Nabilah, 2. Jumlah kunjungan itu menempatkan Indonesia di posisi ketiga secara global. Penerapan AI di tempat kerja tidak hanya sekadar sebuah tren, tetapi juga menjadi kebutuhan untuk meningkatkan efisiensi, inovasi, dan daya saing perusahaan. Selain itu, penerapan AI dapat meningkatkan produktivitas, dan kualitas kerja para pegawai (Pongtambing et al. , 2. Dengan kata lain, penggunaan AI menciptakan perubahan besar yang mempengaruhi cara individu bekerja dan bagaimana organisasi berfungsi. Penggunaan AI memiliki potensi untuk meningkatkan produktivitas secara signifikan karena AI memiliki kemampuan untuk melakukan tugas rutin dengan ketepatan dan kecepatan yang sulit dicapai oleh manusia. Karena alasan tersebut, semakin banyak bisnis di Indonesia yang menggunakan teknologi AI untuk mengoptimalkan waktu dan sumber daya, sehingga mereka lebih fokus pada strategi jangka panjang dan inovasi (Suwandita et al. , 2. Penelitian Davenport & Harris . menunjukkan bahwa organisasi yang berhasil mengintegrasikan AI dalam proses kerjanya dapat mencapai efisiensi yang signifikan, mengurangi biaya operasional, dan meningkatkan kecepatan respon terhadap perubahan pasar. Beberapa industri jasa yang secara masif menerapkan AI adalah sektor perbankan, kesehatan, e-commerce, turisme, dan perhotelan untuk mengoptimalkan sumber daya dan membuat perusahaan berjalan secara efektif serta efisien. Banyaknya dampak positif yang dapat diberikan oleh AI tidak serta merta menghilangkan tantangan dan pertanyaan etika terhadap penerapan AI. Elon Musk mengungkapkan kekhawatirannya dengan menyatakan bahwa kecerdasan buatan memiliki potensi risiko yang lebih besar daripada nuklir karena kemampuannya untuk berkembang dengan cepat tanpa kendali, melebihi kemampuan kecerdasan manusia, dan berpotensi menciptakan kejadian yang tidak terduga (Rahardja, 2. Selain itu, penelitian Brynjolfsson dan McAfee . tentang efek AI di tempat kerja menekankan perubahan besar dalam dinamika pekerjaan dan struktur organisasi. Kecerdasan Buatan mengumpulkan dan menganalisis data untuk membuat analisis prediktif. Data ini dapat mencakup pertemanan, hubungan antar sesama, keyakinan politik atau agama, riwayat pembelian, data kesehatan, atau lokasi geografis. Hal inilah yang menjadi kekhawatiran atau permasalahan mengenai keamanan dan penggunaan data pribadi (Soemarno, 2. Oleh karena itu, perlu adanya pertimbangan Syntax Admiration. Vol. No. Oktober 2024 Hanna Kirana Apriliana. Yoke Pribadi Kornarius. Angela Caroline. Triningtyas Elisabeth Putri Gusti. Agus Gunawan serius terkait dengan aspek privasi dan keamanan data, terutama karena perusahaan dan individu semakin bergantung pada teknologi ini. Dampak negatif tersebut sedikit banyak mempengaruhi Sikap individu terhadap teknologi AI. Sebagian besar orang memiliki sikap yang ambivalen terhadap AI, mengakui potensi besar teknologi ini untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan inovasi, namun juga menyadari tantangan terkait etika, privasi, dan keamanan data. Meskipun demikian, banyak individu dan organisasi yang memiliki niat yang kuat untuk menggunakan dan terus menggunakan AI dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam bisnis, kesehatan, dan teknologi (Farwati et al. , 2. Penelitian yang dilakukan oleh Rahmi dan Yusdiantoro . bahwa penerapan AI dalam sistem perbankan menjadi lebih mudah, efiens dan hemat waktu. Namun. AI memberikan dampak negatif dalam aktifitas perbankan dimana regulasi terkait penyalahgunaan AI dalam aktifitas perbankan belum diatur sehingga masih menggunakan penafsiran melalui regulasi yang telah ada, seperti UU Perbankan serta UU ITE. Theory of Planned Behavior (TPB) menjelaskan mengenai perilaku yang dilakukan individu timbul karena adanya niat dari individu tersebut untuk berperilaku dan niat individu disebabkan oleh beberapa faktor internal dan eksternal dari individu tersebut (Bosnjak et al. , 2. Dalam konteks kecerdasan buatan (AI). TPB dapat digunakan untuk menganalisis sikap, norma subjektif, dan kendali perilaku yang mempengaruhi niat individu untuk menggunakan AI. Menurut Alfarizi . Kelebihan AI termasuk kemampuan untuk mengolah data secara cepat dan akurat, yang memungkinkan manusia membuat keputusan lebih baik dan lebih efektif. Selain itu. AI juga dapat membantu mengotomatiskan tugas yang berulang, yang memungkinkan manusia memiliki lebih banyak waktu untuk fokus pada hal lain. Atas keunggulan yang dimilikinya, menyebabkannya AI banyak digunakan Namun, selain kelebihan yang dimiliki, landasan teori AI juga menyoroti berbagai tantangan dan risiko yang perlu diatasi. Salah satu perhatian utama adalah masalah etika, termasuk keadilan, akuntabilitas, dan privasi. Sikap individu terhadap AI dapat sangat bervariasi, dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti persepsi tentang manfaat dan risiko, pengalaman sebelumnya, serta pengaruh lingkungan sosial dan budaya. Beberapa individu mungkin mengadopsi sikap yang optimis terhadap AI, seperti profesi yang memerlukan pemecahan masalah yang lebih kompleks dan keterampilan sosial, ilmu dan teknik, perawatan kesehatan, manajemen tingkat atas, politik, dan pengajaran, akan lebih efisien jika menggunakan AI (Nedelkoska & Quintini, 2. Namun, sikap positif ini sering disertai dengan kekhawatiran akan implikasi negatif, termasuk potensi penggantian pekerjaan manusia oleh mesin, kekhawatiran akan privasi data, dan dampaknya terhadap aspek etika dan moral dalam pengambilan keputusan. Sementara itu, ada juga individu yang mungkin memiliki sikap skeptis atau bahkan negatif terhadap AI. Mereka mungkin merasa tidak nyaman dengan kemungkinan kehilangan kendali atas proses keputusan kepada algoritma, atau khawatir akan Syntax Admiration. Vol. No. Oktober 2024 Perkembangan Penerapan Teknologi Artificial Intelligence di Indonesia kemungkinan penyalahgunaan teknologi AI oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung General Attitudes towards Artificial Intelligence (GAAI) mencakup berbagai sikap, mulai dari sikap yang positif, negatif, hingga ambivalen terhadap AI. Beberapa individu mungkin mengadopsi sikap yang optimis terhadap AI, menganggapnya sebagai alat yang inovatif dan bermanfaat dalam memecahkan masalah kompleks, meningkatkan efisiensi, atau meningkatkan kualitas hidup mereka. Namun, sebagian lainnya mungkin memiliki sikap skeptis atau bahkan negatif terhadap AI, mungkin karena kekhawatiran akan implikasi etika, privasi data, atau bahaya penggantian pekerjaan manusia oleh Hasil dari penelitian Smith, dkk menunjukkan bahwa terdapat variasi yang signifikan dalam sikap individu terhadap AI, mulai dari sikap optimis hingga skeptis. Intention to use merupakan kecenderungan perilaku dari pengguna untuk tetap menggunakan suatu teknologi. Intention to use juga dikatakan sebagai kondisi saat seorang individu memungkinkan untuk melakukan suatu tindakan yang didasari pada dirinya sendiri baik berupa pikiran ataupun perasaan. Adapun indikator intention to use menurut Arly . ) adalah: . minat pengguna untuk menggunakan aplikasi online. kecenderungan pengguna untuk menggunakan aplikasi online tertentu lebih sering daripada aplikasi online lainnya. tindakan pengguna untuk menyarankan orang lain untuk menggunakan aplikasi online yang telah dirasakan bermanfaat. Penelitian terdahulu oleh Ririh . Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan efektivitas dan efisiensi perusahaan merupakan faktor utama yang mendorong tingginya tingkat implementasi AI. Namun implementasi dan pengembangan teknologi AI akan kurang maksimal jika tidak diperhatikan dengan detil atau disandingkan dengan teknologi lain . eknologi pangan dan lain-lai. Dalam konteks kecerdasan buatan (AI). Intention to Use (ITU) adalah konsep yang penting dalam memahami tingkat penerimaan dan adopsi teknologi ini oleh Hal ini melibatkan sejauh mana individu percaya bahwa penggunaan AI akan membantu mereka dalam mencapai tujuan-tujuan tertentu. Dalam penelitian ini akan dikaji mengenai penerapan teknologi AI dalam pekerjaan sehari-hari dengan perspektif calon pengguna AI. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki secara mendalam mengenai perspektif calon pengguna AI pada beberapa perusahaan di Indonesia dari berbagai level di perusahaan. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode campuran antara kualitatif dan kuantitatif. Data dikumpulkan dari bulan September 2023 hingga Oktober 2023 menggunakan metode pengumpulan data kuantitatif yang berupa kuesioner yang disebar melalui Google Forms, dengan target responden sebanyak 100 orang. Kemudian untuk pengumpulan data kualitatif dilakukan wawancara terhadap 6 responden yang mewakili populasi dari beberapa perusahaan dan jabatan yang berbeda seperti direktur, general manager, executive, staf HRD, staf digital marketing dan admin SLIK (Sistem Informasi Layanan Keuanga. Syntax Admiration. Vol. No. Oktober 2024 Hanna Kirana Apriliana. Yoke Pribadi Kornarius. Angela Caroline. Triningtyas Elisabeth Putri Gusti. Agus Gunawan Kuesioner yang disebar terdiri dari 26 pertanyaan yang terbagi menjadi 6 pertanyaan mengenai Intention to Use (ITU) dan 20 pertanyaan mengenai General Attitudes towards Artificial Intelligence (GAAI). Selain itu, kuesioner juga dilengkapi oleh variabel kontrol yang berisi pertanyaan mengenai profil responden seperti jenis kelamin, tingkat pendidikan, tahun lahir, profesi, jabatan, dll. Seluruh item pertanyaan menggunakan skala pengukuran likert dengan rentang 5 poin di mana poin 1 menggambarkan tanggapan Ausangat tidak setujuAy sampai dengan poin 5 yang menggambarkan tanggapan Ausangat setujuAy dari responden. Hasil kuesioner kemudian dilakukan analisis menggunakan uji regresi linear sederhana. Sebelum itu, dilakukan uji validitas dan reliabilitas terlebih dahulu untuk memastikan bahwa data dapat diuji menggunakan regresi linear. Hasil dan Pembahasan Profil Responden Responden pada penelitian ini terdiri dari 54% wanita dan 46% pria. Berdasarkan tahun kelahiran, responden dapat dikelompokkan menjadi generasi baby bloomers sebanyak 1%, generasi X sebanyak 3%, generasi Y sebanyak 40% dan terbanyak di generasi Z sebanyak 56%. Tingkat pendidikan responden paling banyak adalah pada jenjang S1 yaitu sebesar 55% kemudian diikuti oleh lulusan SMA sebesar 23%, sisanya tersebar mulai dari jenjang diploma hingga doktor. Sebanyak 69% responden memiliki pekerjaan sebagai pegawai di suatu perusahaan sedangkan sisanya memiliki usaha 62% responden bekerja dibidang jasa, 26% responden di bidang retail dan sisanya di bidang manufaktur. Uji Validitas dan Reliabilitas Tahapan pertama adalah uji validitas dan reliabilitas untuk memastikan konsistensi jawaban para responden dan keandalan alat ukur. Uji validitas menggunakan teknik Pearson Correlation Test dan uji reliabilitas menggunakan teknik CronbachAos Alpha. Untuk uji validitas, nilai R tabel untuk N sebanyak 100 dan taraf signifikansi sebesar 5% adalah 0,195. Seluruh R hitung lebih besar dari R tabel sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa seluruh item pertanyaan dalam penelitian ini sudah valid. Sedangkan untuk uji reliabilitas mendapatkan nilai CronbachAos Alpha sebesar 0,994 untuk variabel GAAI dan 0,922 untuk variabel ITU. Hal tersebut menunjukkan bahwa kedua variabel tersebut adalah reliabel karena lebih besar dari 0,6. Tabel 1. Hasil Uji Validitas Indikator R hitung Status Valid Valid Syntax Admiration. Vol. No. Oktober 2024 Perkembangan Penerapan Teknologi Artificial Intelligence di Indonesia Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid G10 Valid G11 Valid G12 Valid G13 Valid G14 Valid G15 Valid G16 Valid G17 Valid G18 Valid G19 Valid G20 Valid ITU1 Valid ITU2 Valid ITU3 Valid Tabel 2. Hasil Uji Reliabilitas Variabel Cronbach Alpha Status GAAI Reliabel ITU Reliabel Uji Asumsi Klasik Tahap selanjutnya pada pengujian adalah melakukan uji asumsi klasik yang terdiri dari uji normalitas, uji heteroskedastisitas, dan uji linieritas. Hasil pengujian menunjukkan skor Sig. untuk uji normalitas sebesar 0,103. uji heteroskedastisitas sebesar 0,192. dan uji linieritas sebesar 0,666. Skor dari ketiga uji tersebut lebih besar dari Sig. Syntax Admiration. Vol. No. Oktober 2024 Hanna Kirana Apriliana. Yoke Pribadi Kornarius. Angela Caroline. Triningtyas Elisabeth Putri Gusti. Agus Gunawan 0,05, sehingga dapat dinyatakan data lolos uji asumsi klasik, dan dapat dilanjutkan ke tahap uji berikutnya. Tabel 3. Hasil Uji Asumsi Klasik Nilai Sig Status Uji Normalitas Data berdistribusi normal Uji Heteroskedastisitas Data tidak menunjukkan gejala heteroskedastisitas Uji Linearitas Data memiliki hubungan linear Uji Regresi Linear Sederhana Tahapan terakhir adalah melakukan uji regresi linear sederhana. Dari hasil pengujian tersebut didapatkan nilai sig. 000 lebih kecil dari 0. 05 sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis 1 dalam penelitian ini diterima, artinya terdapat pengaruh GAAI terhadap ITU. Besarnya pengaruh GAAI terhadap ITU adalah sebesar 49,8%. Tabel 4. Hasil Uji Regresi Linear Sederhana Persamaan Regresi Linear Sig. R-Square Uji T Y = -0. 0,000 H1 diterima Pembahasan Tabel 5. Tabulasi Silang Kecenderungan Jawaban Responden Dimensi Indikator Kategori Per Dimensi Kategori Per Indikator Positif Untuk transaksi rutin, saya lebih suka berinteraksi dengan sistem AI daripada dengan Cukup Kurang AI dapat memberikan peluang ekonomi baru bagi negara Indonesia Cukup Sistem AI dapat membantu orang merasa lebih bahagia Cukup Saya terkesan dengan apa yang dapat dilakukan oleh Baik Saya tertarik menggunakan sistem AI dalam kehidupan seharihari Cukup AI dapat berdampak Cukup Syntax Admiration. Vol. No. Oktober 2024 Perkembangan Penerapan Teknologi Artificial Intelligence di Indonesia positif pada kesejahteraan Negatif Menggunakan sistem AI sangat mengasyikkan Cukup Sistem AI akan lebih unggul dalam banyak pekerjaan rutin daripada karyawan Cukup Ada banyak penggunaan yang bermanfaat dari AI Baik Sistem AI dapat bekerja lebih baik daripada manusia Cukup Sebagian besar masyarakat akan mendapat manfaat dari masa depan yang dipenuhi oleh AI Cukup Saya ingin menggunakan AI dalam pekerjaan saya Cukup Banyak organisasi yang menggunakan AI secara tidak etis Cukup Cukup Saya pikir sistem AI membuat banyak kesalahan Cukup Saya menganggap AI Cukup AI mungkin mengendalikan Cukup Cukup Saya pikir AI berbahaya. Saya menggigil karena ketidaknyamanan saat memikirkan tentang penggunaan AI di masa Baik Orang-orang seperti saya akan menderita jika AI semakin sering dan banyak Baik AI digunakan untuk memata-matai manusia Cukup Kategori Per Indikator Indikator Syntax Admiration. Vol. No. Oktober 2024 Hanna Kirana Apriliana. Yoke Pribadi Kornarius. Angela Caroline. Triningtyas Elisabeth Putri Gusti. Agus Gunawan Positif Saya bersedia menggunakan teknologi dan aplikasi berbasis AI dalam pekerjaan Cukup Sangat tinggi kemungkinan saya akan menggunakan teknologi dan aplikasi berbasis AI dalam pekerjaan Cukup Dalam waktu dekat, saya berniat untuk menggunakan teknologi dan aplikasi berbasis AI dalam pekerjaan Cukup Saya bersedia menggunakan teknologi dan aplikasi berbasis AI dalam pekerjaan saya. Cukup Cukup Sangat tinggi kemungkinan saya akan menggunakan teknologi dan aplikasi berbasis AI dalam pekerjaan saya. Cukup Dalam waktu dekat, saya berniat untuk menggunakan teknologi dan aplikasi berbasis AI dalam pekerjaan saya. Cukup Dari hasil pengolahan data diperoleh bahwa General Attitudes towards Artificial Intelligence (GAAI) berpengaruh cukup besar . ,8%) terhadap Intention to Use (ITU). Hal ini menunjukkan bahwa sikap mempengaruhi niat untuk menggunakan AI. Berdasarkan hasil analisis pada Tabel 5 didapatkan bahwa dimensi Positif dan Negatif dari variabel GAAI mendapatkan nilai Cukup yang menunjukkan sikap yang berada pada batas tengah. Variabel ITU . iat untuk menggunaka. memiliki nilai Cukup juga yang berarti responden memiliki niat yang cukup untuk menggunakan AI. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai pengaruh tersebut di berbagai perusahaan, dilakukan wawancara terhadap 6 responden dari berbagai bidang perusahaan seperti jasa, retail dan Dari hasil wawancara, seluruh responden setuju bahwa mereka ragu terhadap sistem AI. Hal ini menunjukkan bahwa para responden tidak hanya melihat sisi positif dari teknologi AI, melainkan juga sisi negatifnya. Sebagai contoh, item yang menyatakan AuSaya terkesan dengan apa yang dapat dilakukan oleh AIAy dianggap dapat memberi dampak positif maupun negatif bagi mereka. Dampak positif yang dirasakan diantaranya adalah membantu dalam efisiensi dan efektivitas di beberapa bidang pekerjaan. Syntax Admiration. Vol. No. Oktober 2024 Perkembangan Penerapan Teknologi Artificial Intelligence di Indonesia Pemanfaatan AI dalam rutinitas sehari-hari melibatkan analisis data mendalam untuk mendukung pengambilan keputusan. Keunggulan teknologi ini terletak pada adaptabilitas, ketepatan, dan efisiensi yang membantu optimalisasi pekerjaan. Fitur-fitur AI, seperti seleksi, analisis, dan interpretasi data, menjadikan proses kerja lebih mudah dan efektif. Sedangkan untuk aspek negatifnya, responden menganggap bahwa masih terdapat tantangan agar dapat mengoptimalkan penggunaan AI, seperti kurangnya keterampilan individu terhadap sistem AI, akurasi hasil analisis, dan adanya resiko terhadap keamanan data pengguna AI. Meskipun memiliki kelebihan dalam analisis data, kekurangan AI termasuk bias dan risiko keamanan. Tantangan dalam implementasi AI melibatkan penyelarasan dengan pekerjaan sebelumnya, interpretasi data kompleks, dan memastikan pengambilan keputusan sesuai. Saat ini. AI telah banyak digunakan dalam bidang pekerjaan seperti menganalisis data karyawan, memprediksi permintaan konsumen, analisis tren keuangan dan masih banyak Namun, karena AI tidak dapat menggantikan emosi manusia. AI tidak dapat menggantikan peran manusia sepenuhnya. Beberapa responden juga memiliki pendapat yang sama bahwa AI dapat mempercepat pekerjaan yang dikerjakan oleh manusia namun tidak dapat menggantikan aspek emosional manusia. Oleh karena itu, manfaat dan risiko AI harus diperhitungkan secara cermat untuk memastikan bahwa teknologi ini dapat memberikan dampak yang positif dan berkelanjutan bagi masyarakat secara keseluruhan. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian, sikap terhadap AI berpengaruh terhadap niat untuk Beberapa pengguna sudah siap dalam menggunakan AI namun beberapa lainnya masih ragu karena adanya dampak negatif dalam penggunaan AI seperti resiko keamanan data. Beberapa pengguna juga memiliki kekhawatiran pekerjaannya akan digantikan oleh AI. Perbedaan tersebut disebabkan beberapa faktor antara lain bidang pekerjaan, level pekerjaan dan tingkat kesulitan. Kondisi tersebut menyebabkan harus adanya pertimbangan yang cukup kuat dalam menggunakan AI dalam pekerjaan. Saran yang dapat dilakukan oleh peneliti selanjutnya adalah meneliti dengan bidang pekerjaan yang lebih banyak untuk mengetahui sikap para calon pengguna terhadap AI. Penelitian selanjutnya juga dapat menggunakan variabel-variabel lainnya seperti variabel intervening yang dapat mempengaruhi calon pengguna AI. BIBLIOGRAFI Alfarizi. Studi AI Lebih Akurat Temukan Masalah Hukum Dibanding Pengacara-Tekno Tempo. Co. Arly. Dwi. , & Andini. Implementasi penggunaan artificial intelligence dalam proses pembelajaran mahasiswa ilmu komunikasi di kelas A. Prosiding Seminar Nasional Ilmu Ilmu Sosial (SNIIS), 2, 362Ae374. Ayunda. , & Rusdianto. Perlindungan data nasabah terkait pemanfaatan artificial intelligence dalam aktifitas perbankan di Indonesia. Jurnal Komunikasi Hukum (JKH), 7. , 663Ae677. Syntax Admiration. Vol. No. Oktober 2024 Hanna Kirana Apriliana. Yoke Pribadi Kornarius. Angela Caroline. Triningtyas Elisabeth Putri Gusti. Agus Gunawan Bosnjak. Ajzen. , & Schmidt. The theory of planned behavior: Selected recent advances and applications. EuropeAos Journal of Psychology, 16. , 352. Davenport. , & Harris. Competing on analytics: Updated, with a new introduction: The new science of winning. Harvard Business Press. Dawis. Himawan. Meidelfi. Ikhram. Intan. Harun. Haris. Wahyuddin. Yuniar. , & Purnomo. Artificial Intelligence: Konsep Dasar Dan Kajian Praktis. TOHAR MEDIA. Farwati. Salsabila. Navira. , & Sutabri. Analisa pengaruh teknologi artificial intelligence (AI) dalam kehidupan sehari-hari. JURSIMA (Jurnal Sistem Informasi Dan Manajeme. , 11. , 39Ae45. Kaplan. , & Haenlein. Siri. Siri, in my hand: WhoAos the fairest in the land? On the interpretations, illustrations, and implications of artificial intelligence. Business Horizons, 62. , 15Ae25. https://doi. org/10. 1016/j. Nedelkoska. , & Quintini. Automation, skills use and training. Pongtambing. Pitrianti. Sadno. Admawati. , & Sampetoding. Peran dan Peluang Kecerdasan Buatan dalam Proses Bisnis UMKM. Ininnawa: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1. , 201Ae206. Rahardja. Social Media Analysis as a Marketing Strategy in Online Marketing Business. Startupreneur Business Digital (SABDA Journa. , 1. , 176Ae182. Rifai. Manajemen Perkerasan: Implementasi Data Mining & Artificial Intelligence. Nas Media Pustaka. Ririh. Laili. Wicaksono. , & Tsurayya. Studi komparasi dan analisis swot pada implementasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligenc. di Indonesia. J@ Ti Undip: Jurnal Teknik Industri, 15. , 122Ae133. Soemarno. Masalah Privasi dan Keamanan Data Pribadi pada Penerapan Kecerdasan Buatan. Innovative: Journal Of Social Science Research, 3. , 4917Ae Suwandita. Pijasari. Prasetyowati. , & Anshori. Analisis Data Human Resources Untuk Pengambilan Keputusan: Penggunaan Analisis Data Dan Artificial Intelligence (AI) Dalam Meramalkan Tren Sumber Daya Manusia. Pengelolaan Talenta. Dan Rentensi Karyawan. Manajemen Kreatif Jurnal, 1. , 97Ae Copyright holder: Hanna Kirana Apriliana. Yoke Pribadi Kornarius. Angela Caroline. Triningtyas Elisabeth Putri Gusti. Agus Gunawan . First publication right: Syntax Admiration This article is licensed under: Syntax Admiration. Vol. No. Oktober 2024