Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 3875 Ae 3887 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. Pengaruh BI-Rate. Inflasi, dan IHSG Terhadap Dana Pihak Ketiga Perbankan Syariah di Indonesia Tahun 2020-2024 Mochammad Zaki 1. Rini Hidayah2 Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan zackyOtoo@gmail. com1, azriehidayah@yahoo. ABSTRACT This study aims to analyze the influence of macroeconomic variables, namely the BIRate, inflation, and IHSG, on Third Party Funds (TPF) at Islamic Commercial Banks and Islamic Business Units in Indonesia during the 2020Ae2024 period. The data used is monthly time series data spanning five years, with 60 observations. The analytical method used is multiple linear regression with the Ordinary Least Squares (OLS) approach, adjusted for Heteroskedasticity and Autocorrelation Consistency (HAC) to address violations of the classical assumptions. The results show that the BI-Rate and the IHSG have a positive and significant effect on TPF, while inflation has no significant effect. Simultaneously, all three independent variables have a significant effect on TPF with a coefficient of determination of 93. 6%, indicating that the model is very effective in explaining variations in TPF. These findings demonstrate the importance of macroeconomic indicators in the accumulation of public funds in the Islamic banking sector. Keywords: Third Party Funds. BI-Rate. Inflation. IHSG. Islamic Banking. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variabel makroekonomi yaitu BI-Rate, inflasi, dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terhadap Dana Pihak Ketiga (DPK) pada Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah di Indonesia selama periode 2020Ae2024. Jenis data yang digunakan adalah data time series bulanan selama lima tahun, dengan jumlah observasi sebanyak 60 data. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan pendekatan Ordinary Least Squares (OLS) yang telah disesuaikan dengan metode HAC (Heteroskedasticity and Autocorrelation Consisten. untuk mengatasi pelanggaran asumsi Hasil penelitian menunjukkan bahwa BI-Rate dan IHSG berpengaruh positif dan signifikan terhadap DPK, sedangkan inflasi tidak berpengaruh signifikan. Secara simultan, ketiga variabel independen berpengaruh signifikan terhadap DPK dengan koefisien determinasi sebesar 93,6%, yang berarti model mampu menjelaskan variasi DPK secara sangat baik. Temuan ini menunjukkan pentingnya peran indikator makroekonomi terhadap penghimpunan dana masyarakat di sektor perbankan syariah. Kata Kunci: Dana Pihak Ketiga. BI-Rate. Inflasi. IHSG. Perbankan Syariah. PENDAHULUAN Sektor perbankan memiliki peranan vital dalam menopang stabilitas dan pertumbuhan ekonomi suatu negara. Salah satu fungsi utama bank adalah menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kembali dalam bentuk pembiayaan. Kegiatan ini menciptakan sirkulasi dana yang produktif dalam perekonomian (Simatupang, 2. Dana Pihak Ketiga (DPK) 3875 | Volume 7 Nomor 11 2025 Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 3875 Ae 3887 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. menjadi indikator penting untuk mengukur sejauh mana kepercayaan masyarakat terhadap institusi perbankan. Besarnya DPK menunjukkan tingkat partisipasi masyarakat dalam sistem keuangan, sekaligus menjadi sumber utama likuiditas bagi perbankan (Srikandi & Kholisoh, 2. Bank syariah sebagai bagian dari sistem keuangan nasional terus mengalami pertumbuhan dalam beberapa tahun terakhir. Berbeda dengan bank konvensional, bank syariah beroperasi berdasarkan prinsip syariah Islam, terutama larangan riba, gharar, dan maisir. Pengelolaan dana di bank syariah menggunakan skema berbasis akad, seperti mudharabah dan wadiah, yang menekankan pada keadilan dan transparansi (Rahayu et al. , 2. Meskipun demikian, pertumbuhan bank syariah tetap dipengaruhi oleh kondisi makroekonomi nasional (Handayani & Idris, 2. Hal ini menunjukkan bahwa fluktuasi variabel-variabel ekonomi seperti suku bunga, inflasi, dan indeks saham tetap dapat memengaruhi perilaku nasabah dalam menyimpan dana di bank syariah. BI-Rate atau suku bunga acuan Bank Indonesia merupakan instrumen kebijakan moneter yang digunakan untuk mengendalikan inflasi, menstabilkan nilai tukar, serta menjaga pertumbuhan ekonomi (Kemu & Ika, 2. Meskipun tidak secara langsung berlaku dalam sistem perbankan syariah, perubahan BI-Rate tetap berdampak terhadap ekspektasi imbal hasil di pasar keuangan secara umum. Beberapa studi menyebutkan bahwa perbankan syariah cenderung menyesuaikan tingkat nisbah bagi hasil berdasarkan pergerakan BI-Rate agar tetap kompetitif dengan bank konvensional (Elkamiliati & Ibrahim, 2014. Firmansyah et al. , 2. Oleh karena itu, dinamika BI-Rate menjadi salah satu faktor yang berpotensi memengaruhi fluktuasi DPK pada bank syariah. Korelasi antara BI-Rate dan DPK menjadi penting untuk dianalisis lebih lanjut dalam konteks ekonomi dual banking system seperti di Indonesia. Selain BI-Rate, inflasi juga merupakan variabel makroekonomi penting yang memengaruhi keputusan ekonomi masyarakat. Inflasi yang tinggi dapat menurunkan daya beli dan memengaruhi kemampuan masyarakat dalam menabung. Dalam teori ekonomi, inflasi juga berkaitan dengan tingkat preferensi waktu masyarakat terhadap konsumsi dan tabungan. Ketika harga-harga meningkat secara signifikan, masyarakat cenderung mengalokasikan dana mereka untuk kebutuhan konsumsi dibandingkan menabung (Lubis et al. , 2. Oleh karena itu, inflasi dapat menjadi determinan penting dalam menurunnya penghimpunan DPK di sektor perbankan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merupakan indikator utama yang mencerminkan kinerja pasar modal di Indonesia. Pergerakan IHSG menggambarkan sentimen dan ekspektasi investor terhadap kondisi ekonomi nasional dan global. Kenaikan IHSG umumnya menunjukkan optimisme pasar dan pertumbuhan nilai aset, yang berpotensi meningkatkan kekayaan masyarakat (Sah, 2. IHSG dapat berpengaruh terhadap DPK melalui mekanisme efek kekayaan . ealth effec. , di mana masyarakat yang memperoleh keuntungan dari pasar saham akan lebih mampu dan bersedia menyimpan dananya di perbankan. Oleh karena itu. IHSG menjadi 3876 | Volume 7 Nomor 11 2025 Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 3875 Ae 3887 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. variabel penting yang layak untuk dianalisis pengaruhnya terhadap DPK bank Beberapa penelitian sebelumnya telah menunjukkan hubungan yang bervariasi antara BI-Rate, inflasi, dan IHSG terhadap DPK (Muzan et al. , 2024. Eliza et , 2023. Apriyani, 2. , baik di bank konvensional maupun syariah. Namun, hasil penelitian tersebut belum sepenuhnya konsisten, mengingat kondisi ekonomi makro dan perilaku masyarakat terus mengalami perubahan. Studi tentang pengaruh ketiga variabel makroekonomi tersebut terhadap DPK bank syariah di Indonesia dengan pendekatan data time series terkini masih relatif terbatas. Oleh karena itu, penting untuk memperbarui analisis dengan data terbaru guna memperoleh hasil yang lebih relevan dan kontekstual. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini difokuskan untuk menjawab pertanyaan utama sebagai berikut: Apakah BI-Rate, inflasi, dan IHSG berpengaruh secara parsial maupun simultan terhadap DPK pada bank umum syariah dan unit usaha syariah di Indonesia? Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pengambil kebijakan dan praktisi perbankan syariah dalam merumuskan strategi penghimpunan dana. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk memperkaya wacana ilmiah mengenai integrasi antara variabel makroekonomi dan keuangan syariah. Dengan demikian, penelitian ini memiliki nilai teoritis sekaligus praktis dalam pengembangan ekonomi syariah di Indonesia. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis data time series bulanan selama periode Januari 2020 hingga Desember 2024, yang terdiri atas 60 observasi. Data yang dianalisis meliputi variabel independen yaitu BI-Rate (X. Inflasi (X. , dan IHSG (X. , serta variabel dependen yaitu Dana Pihak Ketiga (DPK) pada Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah di Indonesia. Data BI-Rate dan Inflasi diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS), data IHSG diperoleh dari Bursa Efek Indonesia (BEI), sedangkan data DPK diperoleh dari Statistik Perbankan Syariah (SPS) yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Teknik analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan metode estimasi Ordinary Least Squares (OLS). Analisis dilakukan menggunakan bantuan perangkat lunak EViews 10, yang memungkinkan pengujian model regresi serta asumsi klasik yang menyertainya. Pemilihan regresi linear dilakukan untuk mengetahui pengaruh parsial dan simultan dari ketiga variabel independen terhadap variabel dependen secara kuantitatif (Aflah et al. , 2. Sebelum dilakukan estimasi model regresi, dilakukan terlebih dahulu pengujian asumsi klasik untuk memastikan validitas model. Pengujian tersebut meliputi uji normalitas untuk menguji distribusi residual, uji multikolinearitas untuk mengidentifikasi adanya korelasi tinggi antar variabel independen melalui nilai Variance Inflation Factor (VIF), uji heteroskedastisitas menggunakan metode Glejser, serta uji autokorelasi dengan melihat nilai Durbin-Watson (Budi et al. , 2. Hasil 3877 | Volume 7 Nomor 11 2025 Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 3875 Ae 3887 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. dari pengujian asumsi ini menjadi dasar untuk memastikan bahwa model regresi tidak melanggar syarat BLUE (Best Linear Unbiased Estimato. Dalam penelitian ini juga digunakan metode HAC (Heteroskedasticity and Autocorrelation Consisten. Newey-West untuk menghasilkan estimasi yang robust terhadap kemungkinan pelanggaran asumsi heteroskedastisitas dan autokorelasi. Pendekatan ini dianggap sesuai karena data yang digunakan bersifat time series dan menunjukkan indikasi ketidakterpenuhan asumsi klasik (Nurlaila et al. , 2. Selanjutnya dilakukan uji hipotesis melalui uji t dan uji F. Uji t digunakan untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel independen secara parsial terhadap DPK, sedangkan uji F digunakan untuk melihat pengaruh ketiga variabel secara simultan. Pengujian signifikansi dilakukan pada tingkat kepercayaan 95% ( = 0,. , yang berarti hasil dengan nilai probabilitas . -valu. < 0,05 dianggap Selain itu, dilihat pula nilai koefisien determinasi (Adjusted R-square. untuk mengetahui seberapa besar kemampuan model dalam menjelaskan variasi variabel dependen (Sujarweni, 2. Hasil dari analisis ini menjadi dasar dalam menarik kesimpulan mengenai hubungan antara BI-Rate, inflasi. IHSG, dan DPK di sektor perbankan syariah selama periode penelitian. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah residual dari model regresi terdistribusi secara normal. Distribusi normal residual merupakan salah satu asumsi klasik dalam regresi linear yang penting untuk memastikan validitas hasil uji statistik seperti uji t dan uji F. Salah satu alat yang sering digunakan dalam uji ini adalah Jarque-Bera test, yang menguji nilai skewness . dan kurtosis . Kriteria pengujian adalah jika nilai probabilitas . -valu. > 0,05 maka residual terdistribusi normal, sedangkan jika p-value < 0,05 maka residual tidak normal (Winarno, 2. Series: Residuals Sample 2020M01 2024M12 Observations 60 Mean Median Maximum Minimum Std. Dev. Skewness Kurtosis Jarque-Bera Probability Gambar 1. Uji Normalitas Sumber: Olah Data oleh Peneliti . 3878 | Volume 7 Nomor 11 2025 Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 3875 Ae 3887 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. Berdasarkan hasil uji normalitas yang ditampilkan melalui histogram residual dan output Jarque-Bera, diketahui bahwa nilai probabilitas sebesar 0. 000000, yang berarti lebih kecil dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa data residual tidak terdistribusi normal, ditunjukkan pula oleh nilai skewness -1. emencengan negatif yang cukup taja. dan kurtosis 11. auh lebih tinggi dari nilai normal yaitu Namun demikian, pelanggaran terhadap asumsi normalitas ini tidak menjadi masalah serius, mengingat penelitian ini menggunakan data time series bulanan selama 5 tahun dengan jumlah observasi sebanyak 60 data. Berdasarkan Teorema Limit Pusat (Central Limit Theore. , jika ukuran sampel cukup besar . mumnya >. , maka distribusi sampling dari estimasi parameter regresi akan mendekati normal, meskipun data populasi atau residualnya tidak normal (Nurudin et al. , 2. Oleh karena itu, model regresi ini tetap dapat digunakan dan interpretasi hasilnya tetap valid secara statistik. Uji Multikolinearitas Sebelum dilakukan analisis regresi berganda, uji multikolinearitas perlu dilakukan untuk memastikan bahwa tidak terdapat korelasi tinggi antar variabel independen dalam model. Multikolinearitas dapat menyebabkan estimasi koefisien regresi menjadi tidak stabil dan interpretasinya menjadi tidak akurat. Salah satu cara untuk mendeteksi multikolinearitas adalah dengan menggunakan nilai Variance Inflation Factor (VIF). Secara umum, jika nilai VIF < 10 maka tidak terjadi multikolinearitas, sementara nilai VIF Ou 10 mengindikasikan adanya masalah multikolinearitas (Winarno, 2. Tabel 1. Uji Multikolinearitas Variance Inflation Factors Date: 08/06/25 Time: 09:52 Sample: 2020M01 2024M12 Included observations: 60 Variable Coefficient Uncentered Variance VIF Centered VIF 25E-07 Sumber: Olah Data oleh Peneliti . Berdasarkan hasil uji multikolinearitas, nilai VIF tertinggi adalah 2. 231 pada variabel BI-Rate (X. , sementara inflasi (X. memiliki VIF sebesar 1. 659 dan IHSG (X. Ketiga nilai VIF tersebut masih berada di bawah ambang batas 10, yang menunjukkan bahwa tidak terdapat multikolinearitas di antara ketiga variabel Dengan demikian, seluruh variabel dapat digunakan dalam model 3879 | Volume 7 Nomor 11 2025 Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 3875 Ae 3887 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. regresi tanpa khawatir akan adanya distorsi akibat hubungan antar variabel bebas. Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas dilakukan untuk menguji apakah dalam model regresi terdapat varians residual yang tidak konstan . Jika varians residual tidak konstan, maka asumsi klasik regresi linear tidak terpenuhi, yang dapat menyebabkan hasil estimasi menjadi tidak efisien. Salah satu metode yang digunakan adalah uji Glejser. Dalam uji ini, variabel absolut residual diregresikan terhadap variabel independen. Jika nilai signifikansi > 0,05 maka tidak terjadi heteroskedastisitas (Winarno, 2. Tabel 2. Uji Heteroskedastisitas Heteroskedasticity Test: Glejser F-statistic Obs*R-squared Scaled explained SS 502272 Prob. 469065 Prob. Chi-Square. 874733 Prob. Chi-Square. Test Equation: Dependent Variable: ARESID Method: Least Squares Date: 08/06/25 Time: 09:53 Sample: 2020M01 2024M12 Included observations: 60 HAC standard errors & covariance (Bartlett kernel. Newey-West fixed bandwidth = 4. Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. R-squared Adjusted R-squared of regression Sum squared resid Log likelihood F-statistic Prob(F-statisti. Mean dependent var dependent var Akaike info criterion Schwarz criterion Hannan-Quinn criter. Durbin-Watson stat Sumber: Olah Data oleh Peneliti . Hasil uji Glejser menunjukkan bahwa nilai probabilitas . -valu. untuk 3880 | Volume 7 Nomor 11 2025 Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 3875 Ae 3887 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. masing-masing variabel independen, yaitu X1 . ,3. X2 . ,1. , dan X3 . ,2. , seluruhnya lebih besar dari 0,05. Selain itu, nilai Prob. Chi-Square (Obs*R-square. sebesar 0,2151 juga mendukung kesimpulan bahwa tidak terdapat heteroskedastisitas dalam model. Dengan demikian, asumsi homogenitas varians terpenuhi dan model regresi dapat diinterpretasikan lebih lanjut secara valid. Uji Autokorelasi Uji autokorelasi digunakan untuk mendeteksi adanya korelasi antara residual saat ini dengan residual pada periode sebelumnya. Dalam model time series, autokorelasi yang tinggi dapat menyebabkan model menjadi tidak valid. Salah satu indikator yang sering digunakan untuk mendeteksi autokorelasi adalah statistik Durbin-Watson (DW). Nilai DW mendekati 2 menunjukkan tidak adanya autokorelasi, nilai < 2 menunjukkan autokorelasi positif, dan nilai > 2 menunjukkan autokorelasi negatif (Winarno, 2. Tabel 3. Uji Autokorelasi Dependent Variable: Y Method: Least Squares Date: 08/06/25 Time: 09:45 Sample: 2020M01 2024M12 Included observations: 60 HAC standard errors & covariance (Bartlett kernel. Newey-West fixed bandwidth = 4. Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. R-squared Adjusted R-squared of regression Sum squared resid Log likelihood F-statistic Prob(F-statisti. Prob(Wald Fstatisti. Mean dependent var dependent var Akaike info criterion Schwarz criterion Hannan-Quinn criter. Durbin-Watson stat Wald F-statistic Sumber: Olah Data oleh Peneliti . Berdasarkan hasil output regresi, nilai Durbin-Watson (DW) adalah 0. yang mengindikasikan adanya autokorelasi positif pada residual. Hal ini menunjukkan bahwa nilai residual cenderung berkorelasi dengan residual 3881 | Volume 7 Nomor 11 2025 Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 3875 Ae 3887 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. Oleh karena itu, untuk mengatasi masalah autokorelasi, peneliti menggunakan metode koreksi dengan HAC (Heteroskedasticity and Autocorrelation Consisten. standard errors, khususnya metode Newey-West, agar estimasi koefisien regresi tetap valid meskipun terdapat autokorelasi (Nurlaila et al. , 2. Uji Hipotesis (Uji t dan Uji F) Uji hipotesis dalam regresi berganda terdiri dari uji t dan uji F. Uji t digunakan untuk menguji pengaruh parsial masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen, sedangkan uji F digunakan untuk menguji pengaruh simultan semua variabel independen terhadap variabel dependen. Kriteria pengujian berdasarkan nilai probabilitas: jika p-value < 0,05 maka hipotesis nol ditolak, yang berarti terdapat pengaruh signifikan (Winarno, 2. Tabel 4. Uji Hipotesis Dependent Variable: Y Method: Least Squares Date: 08/06/25 Time: 09:45 Sample: 2020M01 2024M12 Included observations: 60 HAC standard errors & covariance (Bartlett kernel. Newey-West fixed bandwidth = 4. Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. R-squared Adjusted R-squared of regression Sum squared resid Log likelihood F-statistic Prob(F-statisti. Prob(Wald Fstatisti. Mean dependent var dependent var Akaike info criterion Schwarz criterion Hannan-Quinn criter. Durbin-Watson stat Wald F-statistic Sumber: Olah Data oleh Peneliti . Hasil uji t menunjukkan bahwa BI-Rate (X. dan IHSG (X. memiliki nilai probabilitas yang signifikan (< 0,. , masing-masing sebesar 0. 0000, yang berarti keduanya berpengaruh signifikan terhadap DPK. Sementara itu, variabel Inflasi (X. memiliki nilai probabilitas sebesar 0. 3549 (> 0. , sehingga tidak berpengaruh signifikan terhadap DPK. Secara simultan, hasil uji F menunjukkan nilai F-statistic 3882 | Volume 7 Nomor 11 2025 Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 3875 Ae 3887 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. 6787 dengan p-value 0. 000000, yang berarti ketiga variabel secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap DPK. Dengan nilai Adjusted Rsquared sebesar 0. 936, model ini mampu menjelaskan variasi DPK sebesar 93,6%. Pembahasan Berdasarkan hasil analisis data, secara parsial, variabel BI-Rate memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap DPK bank syariah dengan nilai signifikansi Hal ini menunjukkan bahwa setiap kenaikan BI-Rate cenderung meningkatkan jumlah DPK yang dihimpun oleh bank syariah. Temuan ini sejalan dengan teori Loanable Funds, yang menyatakan bahwa ketika suku bunga meningkat, masyarakat akan terdorong untuk menabung karena return dari menyimpan uang menjadi lebih menarik (Fadli et al. , 2. Dalam konteks perbankan syariah, meskipun sistem bunga tidak digunakan, tetapi imbal hasil yang ditawarkan pada produk simpanan berbasis akad mudharabah dapat bersaing dan cenderung menyesuaikan dinamika Oleh karena itu, perubahan BI-Rate tetap memiliki pengaruh terhadap persepsi masyarakat terhadap keuntungan menyimpan dana di bank syariah (Muzan et al. Berbeda dengan BI-Rate, variabel inflasi tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap DPK dengan nilai signifikansi sebesar 0,3549 (> 0,. Hal ini menunjukkan bahwa fluktuasi harga umum barang dan jasa tidak secara langsung memengaruhi keputusan masyarakat dalam menyimpan dana di bank syariah. Temuan ini sejalan dengan hasil penelitian Sugiharti et al. yang menyatakan bahwa inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap DPK bank syariah di Indonesia. Menurut teori Quantity Theory of Money, inflasi yang tinggi akan mengurangi daya beli masyarakat dan cenderung mengurangi jumlah uang yang dapat disisihkan untuk ditabung (Riadina & Sugianto, 2. Namun dalam praktiknya, masyarakat mungkin menyesuaikan konsumsi atau memilih instrumen investasi lain ketika terjadi inflasi, sehingga dampaknya terhadap DPK tidak terlalu besar. Selain itu, persepsi masyarakat terhadap stabilitas perbankan syariah juga dapat menjadi faktor mitigasi terhadap tekanan inflasi terhadap tabungan. Variabel IHSG menunjukkan pengaruh positif dan signifikan terhadap DPK dengan nilai signifikansi 0. Hal ini berarti bahwa peningkatan kinerja pasar saham mendorong peningkatan penghimpunan dana oleh perbankan syariah, sebagaimana hasil penelitian terdahulu oleh Saekhu . Secara teoritis, hubungan ini dapat dijelaskan melalui pendekatan Wealth Effect, di mana kenaikan harga saham meningkatkan kekayaan finansial individu dan mendorong peningkatan simpanan atau tabungan. Dengan meningkatnya IHSG, investor cenderung mendapatkan keuntungan dan memiliki kecenderungan untuk menempatkan dana mereka kembali di perbankan, termasuk bank syariah. Selain itu, tingginya IHSG juga mencerminkan kondisi ekonomi yang membaik, yang pada akhirnya meningkatkan kepercayaan publik terhadap sektor keuangan, termasuk industri perbankan syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model regresi yang digunakan mampu menjelaskan pengaruh BI-Rate. Inflasi, dan IHSG terhadap Dana Pihak Ketiga (DPK) 3883 | Volume 7 Nomor 11 2025 Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 3875 Ae 3887 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. dengan sangat baik, ditunjukkan oleh nilai adjusted R-squared sebesar 0,936. Artinya, sekitar 93,6% variasi dalam DPK dapat dijelaskan oleh ketiga variabel independen tersebut, sedangkan sisanya dijelaskan oleh faktor lain di luar model. Hal ini menunjukkan bahwa variabel makroekonomi memiliki peran yang signifikan terhadap penghimpunan dana masyarakat oleh perbankan syariah (Tripuspitorini & Setiawan, 2. Dalam teori ekonomi makro, perubahan suku bunga, tingkat harga, dan indeks pasar modal memang sering kali dijadikan indikator utama dalam mengukur kondisi ekonomi yang memengaruhi perilaku masyarakat dalam menyimpan dan menginvestasikan dana mereka (Hidayah et al. , 2. Oleh karena itu, model ini dinilai cukup kuat dan representatif untuk menggambarkan hubungan antara variabel makroekonomi dan DPK di industri perbankan syariah. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa BI-Rate dan IHSG berpengaruh secara signifikan terhadap Dana Pihak Ketiga (DPK) pada Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah di Indonesia selama periode 2020Ae2024. Sementara itu, variabel inflasi tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap DPK dalam model regresi yang digunakan. Secara simultan, ketiga variabel independen berpengaruh signifikan terhadap DPK dengan nilai koefisien determinasi sebesar 93,6%, menunjukkan bahwa model yang digunakan mampu menjelaskan variasi DPK secara sangat baik. Temuan ini mengonfirmasi bahwa variabel makroekonomi tertentu memiliki pengaruh yang kuat terhadap perilaku penghimpunan dana di sektor perbankan syariah. Oleh karena itu, dinamika BI-Rate dan IHSG menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan DPK di industri perbankan Temuan ini memberikan kontribusi penting terhadap pengembangan strategi penghimpunan dana di perbankan syariah. BI-Rate dan IHSG yang signifikan terhadap DPK menunjukkan bahwa pengelola bank syariah perlu secara aktif memantau perkembangan ekonomi makro dan merespons perubahan tersebut melalui inovasi produk simpanan yang kompetitif dan sesuai prinsip syariah. Selain itu, hasil ini memperkuat pemahaman bahwa meskipun sistem syariah tidak berbasis bunga, ekspektasi pasar terhadap imbal hasil tetap menjadi pertimbangan penting bagi Dalam konteks akademik, hasil penelitian ini memperluas literatur mengenai hubungan antara indikator ekonomi makro dan sektor keuangan syariah di Indonesia. Penelitian ini juga memberikan landasan empiris bagi pengambil kebijakan dalam merancang kebijakan moneter yang bersinergi dengan pengembangan ekonomi syariah. Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan yang perlu dicermati. Pertama, data yang digunakan hanya mencakup tiga variabel makroekonomi, padahal masih banyak faktor lain yang dapat memengaruhi DPK seperti nilai tukar, pendapatan nasional, indeks kepercayaan konsumen, maupun faktor internal perbankan. Kedua, pendekatan yang digunakan bersifat kuantitatif murni, sehingga belum menangkap 3884 | Volume 7 Nomor 11 2025 Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 3875 Ae 3887 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. aspek perilaku nasabah secara kualitatif. Oleh karena itu, disarankan bagi penelitian selanjutnya untuk mengembangkan model yang lebih komprehensif dengan menambahkan variabel lain dan menggunakan pendekatan mixed methods. Selain itu, penelitian lanjutan juga dapat mempertimbangkan segmentasi nasabah atau wilayah untuk melihat pengaruh yang lebih spesifik. Dengan demikian, hasil yang diperoleh akan lebih tajam dan aplikatif bagi sektor perbankan syariah di Indonesia. DAFTAR PUSTAKA Aflah. Risnawati, & Hamdani. Penerapan Regresi Linier Berganda dalam Menilai Hubungan Antar Variabel dalam Penelitian Kuantitatif. Journal Social Science Research, 5. , 4195Ae4211. https://jinnovative. org/index. php/Innovative/article/view/19319?utm_source Apriyani. Analisis Pengaruh Perubahan Inflasi. Tingkat Suku Bunga SBI. Dan IHSG Terhadap Dana Pihak Ketiga Masyarakat Pada Perbankan Indonesia. JMB : Jurnal Manajemen Dan Bisnis, 10. , 193Ae204. https://doi. org/10. 31000/jmb. Budi. Septiana. , & Mahendra. Memahami Asumsi Klasik dalam Analisis Statistik: Sebuah Kajian Mendalam tentang Multikolinearitas. Heterokedastisitas, dan Autokorelasi dalam Penelitian. Jurnal Multidisiplin West Science, 3. , 1Ae11. https://doi. org/10. 58812/jmws. Eliza. Iskandar, & Sarah. Pengaruh Inflasi dan Kurs Terhadap Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Syariah Bukopin. J-Reb: Journal Research of Economic and Bussiness, 2. , 10Ae20. https://doi. org/10. 55537/jreb. Elkamiliati, & Ibrahim. Pengaruh BI Rate Terhadap Persentase Bagi Hasil Pembiayaan Musyarakah Pada Bank Aceh Syariah Banda Aceh. Share: Jurnal Ekonomi Dan Keuangan Islam, 3. , 125Ae139. https://doi. org/10. 22373/share. Fadli. Widayatsari. , & Setiawan. Analisis Jalur Pengaruh Bi-Rate Dan Jumlah Uang Beredar Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Indonesia Tahun E-Mabis: Jurnal Ekonomi Manajemen Dan Bisnis, 25. , 47Ae54. https://doi. org/10. 29103/e-mabis. Firmansyah. Purbayati. Mauluddi. , & Nurrachmi. Analisis Pengaruh Faktor Internal dan Faktor Eksternal Terhadap Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga Bank Umum Syariah di Indonesia. Journal of Applied Islamic Economics Finance, 3. , 54Ae63. https://doi. org/10. 35313/jaief. Handayani. , & Idris. Pengaruh Indikator Makroekonomi Terhadap Kinerja Perbankan Syariah di Indonesia. Media Riset Ekonomi Pembangunan (MedREP), 1. , 201Ae210. https://medrep. id/index. php/MedREP/login 3885 | Volume 7 Nomor 11 2025 Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 3875 Ae 3887 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. Hidayah. Hardiyanto. , & Ilmiyono. Pengaruh Inflasi. Tingkat Suku Bunga. Dan Indeks Harga Saham Gabungan Terhadap Jumlah Deposito Bank Umum Konvensional Di Indonesia (Periode 2017 Ae 2. JATAMA: Jurnal Akuntansi Pratama, 1. Kemu. , & Ika. Transmisi BI Rate sebagai Instrumen untuk Mencapai Sasaran Kebijakan Moneter. Kajian Ekonomi Dan Keuangan, 20. , 261Ae284. https://doi. org/10. 31685/kek. Lubis. Panjaitan. Lumbantoruan. Nababan. Tobing. , & Siallagan. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tabungan di Indonesia Tahun 1990 Hingga 2020. Jurnal Widya, 5. , 311Ae Muzan. Rahman. Permata Sari. , & Farhat. Analisis Pengaruh Tingkat Suku Bunga Terhadap Dana Nasabah di Bank Syariah. Eco-Iqtishodi: Jurnal Ilmiah Ekonomi Dan Keuangan Syariah, 6. , 79Ae90. https://doi. org/10. 32670/ecoiqtishodi. Nurlaila. Susilawati. , & Nilakusmawati. Penerapan Metode Newey West Dalam Mengoreksi Standard Error Ketika Terjadi Heteroskedastisitas Dan Autokorelasi Pada Analisis Regresi. E-Jurnal Matematika, 6. , 7Ae14. https://doi. org/10. 24843/mtk. Nurudin. Mara. , & Kusnandar. Ukuran Sampel dan Distribusi Sampling dari Beberapa Variabel Random Kontinu. Buletin Ilmiah Mat. Stat. Dan Terapannya (Bimaste. , 3. , 1Ae6. Rahayu. Prastika. , & Sanawati. Tinjauan Historis Perkembangan Sistem Perbankan Syariah Di Indonesia. COMMODITY: Jurnal Perbankan Dan Keuangan Islam, 2. , 103Ae116. https://doi. org/10. 56997/commodity. Riadina. , & Sugianto. Analisis Pengaruh Indikator Kebijakan Moneter Terhadap Tingkat Inflasi Di Indonesia. Jurnal Of Development Economic And Digitalization, 3. , 1Ae16. Saekhu. Dampak Indikator Makroekonomi terhadap Dana Pihak Ketiga Perbankan Syariah. Economica: Jurnal Ekonomi Islam, 8. , 103Ae130. Sah. Volatilitas Pasar Saham dan Indikator Makroekonomi: Analisis Sektor Keuangan di Tengah Optimisme Pertumbuhan Ekonomi Indonesia. Jurnal Ekonomi. Bisnis Dan Pendidikan, 5. , 1Ae7. https://doi. org/10. 17977/um066. Simatupang. Peranan Perbankan dalam Meningkatkan Perekonomian Indonesia. Jurnal Riset Akuntansi Multiparadigma (JRAM), 6. , 136Ae146. https://doi. org/10. 62214/jaw. 3886 | Volume 7 Nomor 11 2025 Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 3875 Ae 3887 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. Srikandi. , & Kholisoh. Pengaruh Dana Pihak Ketiga Terhadap Rentabilitas dan Likuiditas Pada Bank Mandiri. BNI dan BCA. Jurnal Ilmiah Ekonomi Bisnis, 23. , 102Ae113. https://doi. org/10. 35760/eb. Sugiharti. Wulandari. , & Al Adawiyah. Analisis Pengaruh Inflasi. Produk Domestik Bruto dan Bagi Hasil terhadap dana pihak ketiga Bank Umum Syariah tahun 2014-2019. Jurnal Ekonomi Syariah, 6. , 78Ae93. https://doi. org/10. 37058/jes. Sujarweni. Metodologi Penelitian Bisnis dan Ekonomi. Pustaka Baru