CENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial. Bahasa dan Pendidikan Vol. No. 1 Februari 2023 e-ISSN: 2961-7588. p-ISSN: 2962-3561. Hal 01-15 PENINGKATAN HASIL BELAJAR PAI MELALUI MODEL PEMBELAAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DI SDN 11 MALALAK Sherlia Salsabilla PAI Tarbiyah. UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi Yulia Rahman PAI Tarbiyah. UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi Elfidraini SDN 11 Malalak Kabupaten Agam. Sumatera Barat Korespondensi penulis: sherliasalsa06@gmail. Abstract. The purpose of this study was to get an overview of student learning outcomes using the STAD type cooperative learning model to evaluate student learning outcomes in Islamic Islamic Education subject on Zakat in Class VI SDN 11 Jalan Bantiang in order to improve. This type of research uses qualitative research with descriptive Observations were made to obtain information about student learning outcomes, after which follow-up was carried out based on these observations. Learning takes place using the STAD type cooperative learning model. Based on the results of the learning improvement research analysis, the average student in Cycle I was 76. Because the scores achieved in Cycle I did not meet the criteria for success, it was continued in Cycle II. Based on the results of the second period of improvement, the student's average score is 89. This score meets the minimum standard of perfection that has been set. The completion rate is 90%. Based on increasing student learning scores, this method can improve student learning outcomes in PAI subjects in class VI Zakat students at SDN 11 Jalan Bantiang. Keywords: Learning Outcomes. PAI. STAD Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan gambaran hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD untuk mengevaluasi hasil belajar siswa pada mata pelajaran PAI materi Zakat di Kelas VI SDN 11 Jalan Bantiang agar meningkat. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode Observasi dilakukan untuk memperoleh informasi tentang hasil belajar siswa, setelah itu dilakukan tindak lanjut berdasarkan observasi tersebut. Pembelajaran berlangsung dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Berdasarkan hasil analisis penelitian peningkatan pembelajaran, rata-rata siswa pada Siklus I adalah 76. Karena nilai yang dicapai pada siklus I belum memenuhi kriteria keberhasilan maka dilanjutkan pada siklus II. Berdasarkan hasil peningkatan periode kedua, skor rata-rata siswa adalah 89. Skor ini memenuhi standar kesempurnaan minimal yang telah ditetapkan. Tingkat penyelesaian adalah 90%. Berdasarkan peningkatan nilai Received Oktober 30, 2022. Revised November 2, 2022. Desember 29, 2022 * Sherlia Salsabilla, sherliasalsa06@gmail. PENINGKATAN HASIL BELAJAR PAI MELALUI MODEL PEMBELAAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DI SDN 11 MALALAK belajar siswa, metode ini dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PAI pada siswa kelas VI Zakat di SDN 11 Jalan Bantiang. Kata kunci: Hasil Belajar. Pendidikan Agama Islam. STAD PENDAHULUAN Pendidikan adalah hal terpenting yang harus dikuasai setiap orang. Kehadiran pendidikan ini dapat atau tidak dapat menentukan kemajuan suatu bangsa atau negara. Sebagaimana dalam Pasal 3 Bab II Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, di dalamnya tercakup tujuan dan fungsi sistem pendidikan nasional, yaitu: Misi pendidikan nasional adalah meningkatkan keterampilan dan membentuk watak manusia serta peradaban bangsa yang bernilai guna membina kehidupan bangsa. Tujuannya adalah untuk mengembangkan kemungkinan peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Allah, berakhlak mulia, berilmu, kreatif, cakap, sehat dan demokratis serta menjadi warga masyarakat yang bertanggung jawab. Dalam UUSPN No. 2 Tahun 2003, dunia pendidikan memegang peranan penting dalam mengembangkan potensi masyarakat. Untuk mengembangkan potensi manusia tersebut melalui kegiatan proses pembelajaran. Dalam proses pelaksanaan pembelajaran siswa sekolah dasar (SD) dibimbing sebagai pribadi yang mandiri dalam mempelajari mata pelajaran yang ditetapkan oleh Badan Pendidikan Norwegia. Salah satu mata pelajaran yang bisa dikuatkan adalah pendidikan agama Islam (PAI). Imam Ghazali berpendapat bahwa yang paling utama dalam tujuan Pendidikan Islam adalah Beribadah kepada Allah SWT serta kesempuranaan . manusia yang bertujuan untuk mendapatkan kebahagiaan didunia dan akhirat. 2 Oleh sebab itu lembaga Pendidikan umum mulai dari sekolah tingkat dasar (SD) sampai kepada tingkat yang lebih tinggi yaitu Universitas yang menetapkan Pendidikan Agama sebagai mata pelajaran yang wajib untuk dilaksanakan. Untuk mendukung tercapainya tujuan pembelajaran pendidikan agama Islam, hal tersebut dapat dilakukan melalui pembelajaran yang lebih berpusat pada siswa, dimana siswa menjadi lebih aktif, lebih memahami dan mampu berinteraksi dengan siswa lainnya selama proses pembelajaran. Interaksi selama pembelajaran menawarkan potensi besar untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang dipelajarinya. Namun, kenyataan di lapangan bahwa pencapaian tujuan tersebut tidak sesuai dengan harapan. Dengan kata lain, pemahaman siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran belum Salah satu penyebabnya adalah dikarenakan metode pembelajaran yang digunakan masih cenderung kepada metode tradisional satu arah atau ceramah, dimana guru lebih mendominasi selama proses pembelajaran berlangsung dan siswa hanya duduk sambil Achmad Munib, . Pengantar Ilmu Pendidikan, (Semarang Pusat Pengembangan MKU/MKDK-LP3 Universitas Negeri Semaran. , hlm. Ramayuis, . ,Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: Kalam Muli. , hlm. CENDEKIA - VOLUME 3. NO. FEBRUARI 2023 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial. Bahasa dan Pendidikan Vol. No. 1 Februari 2023 e-ISSN: 2961-7588. p-ISSN: 2962-3561. Hal 01-15 mendengarkan penjelasan yang diberikan guru sehingga menyebabkan pembelajaran cenderung monoton yang berakibat kepada siswa cepat merasa jenuh dan bosan. Memang metode ceramah baik digunakan dalam menyampaikan materi kepada siswa. Namun, jika guru memakai metode ceramah ini secara berkesinambungan, apalagi ada pembahasan atau materi yang diajarkan berisi banyak materi yang sifatnya hafalan dan adanya struktur bahasa yang kaku akan membuat siswa lebih cepat merasa jenuh dan bosan serta siswa tidak fokus selama proses belajar mengajar berlangsung, yang mengakibatkan siswa melakukan hal-hal lain diluar kategori pembelajaran. Hal itu berpengaruh kepada hasil pembelajaran siswa. Guru sabagai faktor utama dalam proses pembelajaran, tidak hanya sebagai pemberi materi saja. Namun, guru juga berperan sebagai pembimbing dan juga fasilitator bagi siswanya. Guru tentu mesti berusaha untuk meningkatkan motivasi siswa dan secara aktif melibatkan siswanya dalam proses pembelajaran. Jika siswa banyak terlibat dalam proses belajar mengajar, maka siswa akan lebih gampang untuk menerima materi pelajaran dan memahaminya. KAJIAN TEORI Hakekat Pembelajaran Kooeratif . ooperative Learnin. Model pembelajaran kooperatif ini merupakan suatu bentuk pembelajaran dimana siswa belajar dan bekerja sama dalam kelompok kecil. Kelompok terdiri dari 4-6 siswa dengan sistem kelompok yang heterogen atau beragam. Pembelajaran kooperatif pada hakekatnya sama dengan belajar bekerja dalam kelompok. Model ini menghasilkan interaksi yang sangat luas, dengan interaksi guru-siswa, interaksi siswa-siswa dan interaksi siswa-guru. Dalam pengelompokan, siswa dapat dikelompokkan atau ditentukan berdasarkan latar belakang keterampilan siswa, minat keterampilan siswa, dan kombinasi minat keterampilan siswa. Pembelajaran kooperatif menempatkan bagaimana siswabisa bekerja sama dalam sebuah kelompok untuk mencapai tujuan bersama, maka siswa harus memiliki rasa kebersamaan diantara kelompoknya. Jika ada siswa yang memiliki sebuah pertanyaan, maka teman satu kelompoknya diminta untuk memberikan penjelasan terlebih dahulusebelum siswa menanyakan jawabannya kepada guru. Kemudianketika siswa sedang bekerja dengan kelompoknya, guru akan berkeliling di antara setiap anggota kelompok belajar siswa. Guru juga akanmemberi apresiasi dan memperhatikan bagaimana setiap kelompok bekerja sama. Pembelajaran kooperatif ini bisa membuat siswa mendorong timbulnya refleksi yang mengarah kepada konsep belajar secara aktif. Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Dalam metode STAD, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari empat siswa yang masing-masing memiliki latar belakang, suku dan jenis kelamin yang 4 Guru memberikan instruksi dan secara berkelompok siswa memastikan bahwa anggota kelompok memahami instruksi guru. Dan nanti siswa akan menjalani tes atau kuis Rusman, . Model-model Pembelajaran: Mengembangkan Profesional Guru, (Jakarta: Rajawali Per. , hlm. Muslimin dan Ibrahim, . Pembelajaran Kooperatif, (Surabaya: Univerity Pres. , hlm. PENINGKATAN HASIL BELAJAR PAI MELALUI MODEL PEMBELAAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DI SDN 11 MALALAK secara perorangan mengenai materi tersebut, saat kuis berlangsung siswa dilarang untuk saling membantu walaupun dengan teman anggota kelompoknya. Kemudian nilai-nilai kuis akan dibandingkan dengan nilai rata-rata mereka sendiri, dimana nilai rata-rata tersebut diambil dari nilai yang sebelumnya telah didapatkan. Kemudian nilai ini dijumlah untuk mendapatkan nilai kelompok dan kelompok yang mendapatkan skor tertinggi akan mendapatkan hadiah (Rusman, 2012: . Tahapan pembelajaran model kooperatif tipe STAD ini adalah: Guru terlebih dulu menyampaikan tujuan dan motivasi belajar siswa. Pembagian kelompok oleh guru. Penjelasanguru, dimana guru terlebih dahulu menjelaskanapatujuan pembelajaran dan materi pembelajaran. Kemudian guru juga mendorong semangat siswa agar siswa aktif, kreatif dan inovatif. Dalampelaksanaan proses pembelajaran, guru dibantu dengan bahan dan media pembelajaran yang tersedia. Kegiatan belajar dalam kelompok atau tim. Kuis atau penilaian yang diberikan oleh guru. Team Achievenment Award untuk kelompok pemenang5 METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas dengan pendekatan Pendekatan ini dipilih karena peneliti menggambarkan informasi yang diperoleh secara alami. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar PAI dengan menggunakan model kooperatif tipe STAD siswa kelas VI di SD N 11 Malalak. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas 6 semester 1 tahun pelajaran 2022/2023 yang berjumlah 10 siswa, yang terdiri dari 8 perempuan dan 2 laki-laki. Subyek penelitian ini adalah hasil belajar siswa. Penelitian ini dilakukan di SD N 11 Jalan Bantiang Malalak. Studi ini dilakukan dari 14. 2022 hingga 30. 2022 dilakukan pada semester 1 tahun pelajaran 2022/2023. Dihitung dari perencanaan hingga pembuatan laporan. Selanjutnya Teknik pengumpulan data penelitian melalui observasi dan wawancara. Dan data dianalisis secara deskriptif dan ditabulasikan. Penelitian tindakan kelas ini menggunakan model siklus-siklus yang dikembangkan oleh Kemmis dan Taggart. Model siklus ini terdiri dari empat bagian yaitu komponen perencanaan, tindakan, persepsi dan refleksi. Jika siklus tersebut tidak memenuhi kriteria keberhasilan maka akan dilanjutkan dengan siklus lain sampai peneliti puas dan telah memenuhi kriteria keberhasilan. Slavin. ,Cooeperative Learning: Theory. Reesearch. Practice. Boston: Allyn and Bacon. Dwi Susilowati, . Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Solusi Alternatif Problematika Pembelajaran. Jurnal Edunomika. Vol. No. 01, hlm. CENDEKIA - VOLUME 3. NO. FEBRUARI 2023 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial. Bahasa dan Pendidikan Vol. No. 1 Februari 2023 e-ISSN: 2961-7588. p-ISSN: 2962-3561. Hal 01-15 Siklus I Tahap Perencanaan (Plannin. Dalam penelitian ini, peneliti bersama guru membuat rancangan atau rencana tindakan yang akan dilaksanakan. Kegiatan ini diawali dengan perumusan proses perencanaan yang dilakukan dalam bentuk rencana pelaksanaan pembelajaran. Tahap Tindakan . Pelaksanaan kegiatan kelompok yang direncanakan adalah pelaksanaan Kegiatan ini dilaksanakan untuk membantu siswa meningkatkan pengetahuan, pemahaman pembelajaran dan konsep pembelajaran PAI dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Kegiatan pembelajaran ini dilakukan oleh peneliti dan siswa. Kegiatan ini berakhir ketika siswa yang akan dipelajari telah mencapai prestasi yang telah ditentukan atau diinginkan. Jika Kriteria Keberhasilan tidak terpenuhi, kita lanjut ke Siklus II. Tahap Persepsi . Pengamatan dilakukan selama kegiatan kelompok. Pengamatan dilakukan guru pengamat. Tujuan dari tugas observasi ini adalah untuk melihat sejauh mana perubahan kelas telah memenuhi kriteria atau tujuan. Pengamat menggambarkan kegiatan peneliti dan pengamatan kegiatan siswa selama belajar mengajar. Pengamatan ini dilakukan sesuai dengan formulir pengamatan yang telah disediakan sebelumnya. Tahap Refleksi (Reflectin. Menganalisis, memahami, dan memutuskan hasil observasi merupakan rangkaian kegiatan penelitian dalam tahap reflektif. Pada fase ini guru menganalisis dan merefleksi hasil kegiatan setiap siklus untuk mempertimbangkan apakah kegiatan yang diberikan perlu dilanjutkan untuk Siklus II atau tidak. Siklus II Tahap Perencanaan Pada penelitian siklus kedua ini, peneliti dan guru membuat rancangan atau rencana tindakan yang akan dilaksanakan. Kegiatan ini diawali dengan pembuatan rencana aksi yang diimplementasikan dalam bentuk rencana pelaksanaan Tahap Tindakan (Actin. Tahap Pelaksanaan Peningkatan Pembelajaran Siklus II merupakan kegiatan pembelajaran yang membantu siswa meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa terhadap konsep pembelajaran PAI dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD yang masih pada Siklus I belum tercapai. Pembelajaran dilaksanakan oleh peneliti. Kegiatan siklus ini berakhir ketika siswa telah memenuhi kriteria keberhasilan yang telah ditentukan dan diinginkan. Tahap Persepsi . Pengamatan ini dilakukan selama kegiatan kelompok berlangsung. Pengamatan dilakukan oleh guru yang mengamati. Yang diamati pengamat adalah PENINGKATAN HASIL BELAJAR PAI MELALUI MODEL PEMBELAAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DI SDN 11 MALALAK tindakan guru . dan siswa, dimana pengamat mengamati selama proses Pengamatan ini dilakukan sesuai dengan lembar pengamatan yang telah tersedia sebelumnya. Tahap Reflecting Tahap reflecting yang dilakukan adalah kegiatan analisis, memahami serta menyimpulkan hasil dari pengamatan yang telah dilaksanakan. Pada tahap kegiatan ini, hasil tindakan setiap siklus dianalisis dan dipertimbangkan . sebagai bahan untuk mempertimbangkan apakah pelaksanaan tindakan yang telah dilaksanakan harus diulang atau akan sampai pada Siklus II. Selain umpan balik kinerja yang didefinisikan dalam Reflect, evaluasi pembelajaran juga dilakukan. HASIL PENELITIANDAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Hasil Belajar Prasiklus Hasil belajar prasiklus diambil dari nilai siswa yang telah ada. Nilai pembelajaran tersebut adalah tentang pembelajaran zakat. Tabel 1. Hasil Belajar Siswa Prasiklus Nama Siswa Nilai Perolehan Zafira Putri Tidak tuntas Fatih Tidak tuntas Arvianum Nulkhaira Tidak tuntas Akbar Tanjung Tidak tuntas Aumuliani Syahnur Tuntas Fadilah Aini Tidak tuntas Melisa Azzahra Tidak tuntas Nada Raflis Tidak tuntas Riri Safitri Tuntas 10 Belinda Pradita Tuntas Jumlah Rata-rata Persentase Ketuntasan Tabel tersebut menjelaskan bahwa ada 3 siswa yang mencapai nilai tuntas dengan persentase ketuntasan sebanyak 30%. Siswa yang tidak tuntas sebanyak 7 orang dengan persentase ketuntasan 70%. Nilai rata-rata semua siswa adalah 65. Nilai ini dibawah tingkat ketuntasan minimum yangditetapkan oleh sekolah. Ibid, hlm. CENDEKIA - VOLUME 3. NO. FEBRUARI 2023 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial. Bahasa dan Pendidikan Vol. No. 1 Februari 2023 e-ISSN: 2961-7588. p-ISSN: 2962-3561. Hal 01-15 Deskripsi Siklus I Dalam pelaksanaan pembelajaran, peneliti bekerja sebagai pengajar sedangkan tutorguru atau guru PAI bekerja sebagai pengamat. Tahapan pembelajaran setiap siklus disesuaikan dengan tahapan yang telah dijelaskan pada model pembelajaran kooperatif tipe STAD yaitu. tahap I-persiapan kegiatan pembelajaran, tahap II-presentasi materi, tahap i kerja kelompok siswa, tahap IV-pelaksanaan tes dimulai dari guru, tahap V perhitungan poin peningkatan diri, tahap VI pemberian penghargaan bagi yang menang Tahap refleksi dalam siklus satu ini, ada beberapa kelebihan dan kekurangannya, diantaranya kelebihannya yaitu, siswa lebih aktif dalam pelaksanaan pembelajaran karena siswa dilatih untuk mengemukakan pendapat dan melatih siswa berbicara, siswa lebih memahami pembelajaran, dan siswa dilatih untuk memiliki sikap saling menghargai. Kemudian ada kendala yang ditemukan dalam siklus satu ini yaitu, siswa belum menggunakan waktu semaksimal mungkin dalam pelaksanaan pembelajaran siklus satu. Diskripsi pembelajaran upaya meningkatkan hasil belajar PAI dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD, pada siklus I dilakukan dalam 1 kali tindakan pembelajaran . x35 meni. Tahap I Persiapan Pembelajaran Sebelum dilakukan pelaksanaan pembelajaran model kooperatif ini peneliti terlebih dahulu mempersiapkan LKS, membagi siswa dalam kelompok koopertif, menentukan skor dasar. Tahap II Penyajian Materi oleh guru Pada tahap ini peneliti dalam kegiatan awal melakukan penyampaian tujuan pembelajaran dan memotivasi siswa sebelum proses pembelajaran dimulai. Kemudian dalam kegiatan inti menjelaskan materi tentang zakat. Dan pada kegiatan akhir guru akan membimbing siswa merangkum pelajaran. Tahap i Kegiatan Belajar Kelompok Pada tahap ini siswa memiliki kesempatan untuk mendalami materi pembelajaran yang telah dipelajari. Apabila ada materi yang kurang dipahami siswa maka ia bisa bertanya terlebih dahulu kepada teman sekolompoknya, jika teman satu kelompoknya tidak bisa menjelaskan barulah siswa menanyakan kepada guru. Pengelompokkan siswa dalam model pembelajaran kooperatif tipe STAD ini didasari pada tingkat akademik . dan jenis kelamin. Sebelum memulai proses pembelajaran dalam kelompoknya, siswa terlebih dahulu diberi kesempatan untuk berinteraksi dan bersosialisasi dengan anggota Kesempatan ini peneliti manfaatkan untuk mengetahui apakah ada pertentangan yang timbul dalam kelompok. Pada saat belajar kelompok siswa diberi LKS dengan materi zakat. Setiap kelompok yang telah dibagi mengerjakan tugas sesuai dengan lembar kerja siswa yang telah diberikan. Setelah siswa mempelajaridan menyimak penjelasan dari guru tentang materi zakat, siswa diberi kesempatan untuk meningkatkan pemahamannya melalui pembelajaran kooperatif tipe STAD, dan di akhir kegiatan proses belajar PENINGKATAN HASIL BELAJAR PAI MELALUI MODEL PEMBELAAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DI SDN 11 MALALAK kelompok, guru bersama siswa memeriksa lembar kerja siswa yang telah dikerjakan Tabel 2. Pengelompokkan Siswa Berdasarkan Tingkat Akademik dan Jenis Kelamin Nama Siswa Nilai Kelompok Perolehan Zafira Putri Fatih Arvianum Nulkhaira Akbar Tanjung Aumuliani Syahnur Fadilah Aini Melisa Azzahra Nada Raflis Riri Safitri Belinda Pradita Tahap IV Tes Pada tahap ini peneliti memberikan tes berbentuk kuis yang harus dikerjakan oleh siswa secara individual. Pada tahap tes ini siswa tidak boleh saling membantu. Soal yang diberikan saat kuis sama dalam bentuk isian. Tahap V Penghitungan perolehan skor peningkatan individual Skor kuis pertama yang diperoleh siswa, kemudian dibandingkan dengan skor yang diperoleh siswa pada saat tes awal atau prasiklus untuk melihat apakah ada peningkatan yang dicapai oleh siswa. Tahap VI Penghargaan kelompok Memberikan penghargaan kepad kelompok sesuai skor peningkatan yang dicapai CENDEKIA - VOLUME 3. NO. FEBRUARI 2023 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial. Bahasa dan Pendidikan Vol. No. 1 Februari 2023 e-ISSN: 2961-7588. p-ISSN: 2962-3561. Hal 01-15 Tabel 3. Hasil Belajar Siswa Siklus I Skor Perolehan Ketuntasan Nama Nilai Kuis I Kema Dasar Zafira putri Fatih Arvianum Nulkhaira Akbar Tanjung Aumuliani Syahnur Fadilah Aini Melisa Azzahra Nada Raflis Riri Safitri Belinda Pradita Jumlah Rata-rata Ketuntasan Tuntas Belum E Deskripsi Siklus II Hasil belajar siswa selama pelaksanaan Siklus I baru mencapai 50%, sehingga proses pembelajaran dilanjutkan dengan Pembelajaran Siklus II. Pembelajaran pada Mata pelajaran PAI ini diberikan agar siswa dapat lebih memahami materi Zakat. Pembelajaran siklus II berlangsung dalam 1 . kali pertemuan dengan alokasi waktu 2 x 35 menit. Dalam pelaksanaan siklus dua ini, siswa sudah bisa memanfaatkan waktu semaksimal mungkin dalam proses pelaksanaan pembelajaran. Kemudian dalam pembelajaran siklus dua ini siswa juga sudah lebih bisa memahami pembelajaran. Pembelajaran pada Siklus II memiliki langkah yang sama dengan Siklus I, yaitu menggunakan langkah-langkah penerapan pembelajaran kooperatif tipe STAD. PENINGKATAN HASIL BELAJAR PAI MELALUI MODEL PEMBELAAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DI SDN 11 MALALAK Tabel 4. Hasil Belajar Siswa Siklus II Skor Ketuntasan Ketuntasan Nama Dasar Kuis Kema Tuntas Belum 1 Zafira putri 2 M. Fatih 3 Arvianum Nulkhaira 4 Akbar Tanjung 5 Aumuliani Syahnur 6 Fadilah Aini E 7 Melisa Azzahra 8 Nada Raflis E 9 Riri Safitri E 10 Belinda Pradita Jumlah Rata-rata Berdasarkan uraian tabel tersebut dapat dijelaskan bahwa nilai rata-rata siswa pada Siklus II adalah 89. Nilai sempurna adalah 9 orang dengan persentase ketuntasan Seorang siswa mendapat nilai tidak tuntas dengan persentase ketuntasan 10%. Pembahasan Pembahasan Prasiklus Perencanaan Pembelajaran Prasiklus Materi pembelajaran yang dilaksanakan pada Prasiklus adalah Mendeskripsikan materi zakat. Pada awal pembelajaran siswa diingatkan kembali tentang materi zakat. Kompetensi dasar prasiklus ini adalah mendeskripsikan pelaksanaan zakat. Dan indikatornya adalah . menjelaskan makna zakat, . menggambarkan pelaksanaan zakat dengan menggunakan gambar atau demonstrasi. Evaluasi atau tes yang diberikan adalah memberi tes secara tertulis tentang materi Pelaksanaan pembelajaran menggunakan metode ceramah. Sebelum pelaksanaan tes, terlebih dahulu guru mempresentasikan atau menjelaskan pelajaran di depan kelas. Pelaksanaan Pembelajaran Prasiklus Pelaksanaan pembelajaran yang dilaksanakan guru pada prasiklus ini memakai metode ceramah. Tahap-tahap pelaksanaannya adalah sebagai berikut: Kegiatan Awal Kegiatan yang dilaksanakan guru pada tahap awal ini adalah mempersiapkan kondisi kelas, menyampikan tujuan pembelajaran, menanyakan pembelajaran yang lampau dan membangkitkan semangat siswa dengan mengajukan pertanyaan tentang zakat. CENDEKIA - VOLUME 3. NO. FEBRUARI 2023 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial. Bahasa dan Pendidikan Vol. No. 1 Februari 2023 e-ISSN: 2961-7588. p-ISSN: 2962-3561. Hal 01-15 . Kegiatan Inti Dalam kegiatan inti ini yang dilakukan guru adalah membangun pengetahuan awal siswa dengan mengajukan pertanyaan tentang pembelajaran, menyajikan materi pembelajaran dengan metode ceramah. Kegiatan Akhir Dalam kegiatan akhir ini yang dilaksanakan guru adalah merangkum pembelajaran yang telah ditentukan dan memberikan tindak lanjut berupa latihan. Hasil Belajar Prasiklus Hasil yang diperoleh siswa berdasarkan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan guru pada proses pembelajaran prasiklus iniialah yang memperoleh nilai tuntas sebanyak 3 orang dengan persentase ketuntasan 30%. Siswa yang tidak tuntas sebanyak 7 orang dengan persentasenya 70%. Nilai rata-rata yang didapatkan siswa adalah 65. Nilai tersebut berada dibawah ketentuan ketuntasan minimal yang telah ditetapkan oleh Berdasarkan hal tersebut maka dlaksanakan perbaikan pembelajaran. Perbaikan pembelajaran tersebut dilaksanakan pada siklus 1. Pembahasan Siklus 1 Pelaksanaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Stad . Persiapan Pembelajaran Pada tahap awal kegiatan persiapan pelaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada mata pelajaran PAI tentang materi zakat, terlebih dahulu peneliti mempersiapkan Lembar Kerja Siswa (LKS) yang akan digunakan siswa pada saat kegiatan belajar kelompok, kemudian menempatkan siswa dalam kelompok kecil. Proses membentuk kelompok dikerjakan sebelum pemberian tindakan. Hal ini dipertimbangkan untuk mengehemat waktu. Jumlah anggota kelompok ditetapkan 5 orang siswa. Karena siswa berjumlah sebanyak 10 orang, maka jumlah kelompok pada perbaikan pembelajaran ini adalah 2 kelompok. Pembentukan kelompok didasari dari jenis kelamin. Karena salah satu tujuan dari penelitian dengan memakai model ini adalah untuk melihat bagaimana aktivitas dan kerjasama antara siswa laki-laki dan siswa perempuan. Pembentukan kelompok ini juga didasarkan pada kemampuan pengetahuan atau akademik dengan pertimbangan, apabila siswa yang mempunyai kemampuan yang berbeda digabungkan dalam satu kelompok, maka mereka akan lebih termotivasi untuk belajar, dimana siswa yang memiliki kemampuan sedang bisa bertanya kepada teman kelompoknya yang memiliki kemampuan lebih tinggi, sementara siswa yang memiliki kemampuan tinggi akan lebih bisa memahami materi pelajaran, karena dengan mempelajari dan menjelaskan materi yang tidak dipahami oleh teman kelompoknya, maka mereka akan lebih memahami materi tersebut karena sering mengulang-ngulangnya. Setiap kelompok terdiri dari siswa yang memiliki kemampuan tinggi dan kemampuan sedang. Pemilihan anggota kelompok ini didasarkan kepada skor yang telah diperoleh siswa pada saat tes awal. Menyajikan Materi Penyajian materi pada model pembelajaran ini dipusatkankepada tujuan pembelajaran dan tujuan yang ingin dicapai dalam belajar kelompok. Pada saat PENINGKATAN HASIL BELAJAR PAI MELALUI MODEL PEMBELAAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DI SDN 11 MALALAK menyampaikan materi pelajaran guru memotivasi dan memberi rasa semangat atas rasa keingin tahuan siswa tentang materi yang akan dipelajari dengan menggunakan media Motivasi ini sangat penting sekali karena dengan adanya dorongan motivasi dalam diri siswa, maka siswa akan lebih siap dan bersemangat untuk belajar, sehingga nantinya akan memperoleh hasil yang memuaskan. Dan menggali pengetahuan siswa tentang materi zakat. Kegiatan memikirkan kembali pengetahuan ini bertujuan untuk menumbuhkan sebuah pemahaman dalam diri siswa tersebut. Kegiatan Belajar Kelompok Untuk kegiatan belajar kelompok peneliti memberikan sebau lembar kerja siswa (LKS) pada setiap anggota kelompok siswa. Karena kelompok telah ditetapkan sebelumnya, maka setelah peneliti menyajikan materi tentang pembelajaran zakat, siswa langsung duduk sesuai dengan kelompok masing-masing. Peneliti menjelaskan hal-hal yang harus dikerjakan oleh siswa dalam kelompoknya dan juga tentang rasa tanggung jawab setiap anggota kelompok untuk menyelesaikannya. Peneliti juga membagikan LKS pada siswa. Setelah anggota kelompok memahami LKS yang diberikan, kemudian barulah mereka mulai bekerja dalam kelompoknya masing-masing. Dengan memahami langkah-langkah yang ada dalam lembar kerja siswa pada akhirnya akan terbentuk pengetahuan siswa tentang materi zakat. Pada tahap belajar kelompokini peneliti berperan sebagai mediator dan fasilitator. Peneliti memberikan kepada siswanya berupa bimbingan, arahan dan bantuan kepada kelompok yang sedang mengalami kesulitan, apabila tidak ada seorangpun anggota kelompok yang memecahkan masalah yang mereka temukan. Setelah kegiatan belajar kelompok dilakukan selanjutnya dilakukanlahpemeriksaan terhadap hasil dari kerja kelompok secara bersama-sama dan apabila masih ada hal yang belum dipahami siswa peneliti menjelaskan materi kembali. Tes Ketika siswa mengerjakan soal tes siswa tidak diperkenankan untuk bertanya atau saling membantu diantara temannya dalam mengerjakan soal tes. Saat pelaksanaan tes, siswa berusaha untuk mengerjakan dan mendapatkanhasil yang terbaik dan bertanggung jawab untuk mendapatkan hasil yang memuaskan secara perorangan. Karena skor yang didapatkan siswa dari hasil pengerjaan soal tes . akan diberikan atau dimasukkan kedalam skor kelompok. Karena keberhasilan yang dicapai setiap kelompok bergantung kepada keberhasilan yang dicapai oleh setiap individu, maka semua anggota kelompok harus memiliki rasa tanggung jawab yang sama untukmencapai keberhasilan . Penghitungan Skor Peningkatan Individual Untuk memperoleh skor peningkatan individual dilakukan pemeriksaan hasil tes oleh Disini akan terlihat skor peningkatan individual yang telah didapatkan oleh setiap Jumlah skor peningkatan individual yang diperoleh siswa ditentukan berdasarkan selisih perolehan skor kuis dengan skor yang didapatkan siswa pada saat tes awal atau CENDEKIA - VOLUME 3. NO. FEBRUARI 2023 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial. Bahasa dan Pendidikan Vol. No. 1 Februari 2023 e-ISSN: 2961-7588. p-ISSN: 2962-3561. Hal 01-15 . Penghargaan Kelompok Dari perolehan skor setiap kelompok dapat diberikan penghargaan kelompok yaitu kelompok super, hebat dan baik. Setelah diperoleh skor jumlah peningkatan individu yang kemudian dimasukkan ke dalam skor kelompok, kegiatan berikutnya adalah memberikan penghargaan kepada kelompok yang mendapatkan jumlah skor tertinggi atas usaha yang telah dicapainya selama belajar. Penghargaan kelompok didapatkan dari jumlah perolahan pada skor-skor peningkatan individual. Setiap kelompok siswa memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan skor yang tertinggi sehingga bisa mendapatkan penghargaan. Penghargaan yang diberikan kepada siswa bertujuan untuk memotivasi semangat siswa agar lebih aktif dan semangat dalam belajar sehingga memperoleh hasil yang memuaskan. Aktivitas guru dan siswa Hasil dari pengamatan yang telah dilakukan pengamat terhadap aktivitas guru dan siswa dalam pembelajaran masih kurang baik. Beberapa siswa belum lengkap atau belum seratus persen menjawab pertanyaan yang diberikan guru. Selanjutnya kegiatan siswa dalam memahami lembar kerja siswa (LKS) yang sudah diberikan sudah baik. Ketika menyelesaikan tugas dalam lembar kerja siswa (LKS) siswa lebih banyak bertanya dulu kepada teman anggota kelompoknya, kemudian apabila ada teman anggota kelompoknya tidak mampu atau mengalami kesulitan dalam menjawab pertanyan maka mereka baru menanyakan kepada guru. Aktivitas ini sesuai dengan prinsip-prinsipmodel pembelajaran kooperatif yang menyatakan bahwa siswa diminta untuk bertanya atau berdikusi terlebih dahulu kepada teman sekelompokya mengenai masalah yang ditemukan atau dihadapi, sebelum bertanya kepada peneliti. Namun pada keterampilan kooperatif siswa masih kurang baik, dalam kegiatan memotivasi teman untuk memberikan ide atau pendapat masih perlu untuk ditingkatkan. Saat dilaksanakan kegiatan kuis masih ada siswa yang beranya kepada teman kelompoknya. Kemudian dalam akhir kegiatan pembelajaran dengan bimbingan dari guru, siswa mampu menyimpulkan pelajaran yaitu tentang materi zakat. Hasil Belajar Siswa Indikator ketiga dari Peningkatan Hasil Belajar PAI Dengan menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD pada materi zakat adalah pencapaian hasil belajar Dalam kegiatan ini, siswa yang mempunyai kemampuan yang berbeda akan belajar bersama, sehingga siswa yang berkemampuan rendah yang memiliki kesulitan saat pembelajaran kelompok bisa bertanya kepada teman kelompoknya yang berkemampuan Pembahasan Siklus II Pada pelaksanaan Siklus I dan II pelaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD sama dengan pelaksanaannya. Selanjutnya, kita akan membahas poin kedua, yaitu: Aktivitas guru dan siswa dalam pembelajaran kooperatif tipe Stad Hasil dari pengamatan yang telah dilaksanakan pengamat terhadap aktivitas atau kegiatan guru dan siswa dalam pelaksanaan pembelajaran telah berjalan dengan baik sesuai dengan yang diharapkan. Siswa dapat merespon pertanyaan dari guru. PENINGKATAN HASIL BELAJAR PAI MELALUI MODEL PEMBELAAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DI SDN 11 MALALAK Pengelompokkan siswa atas beberapa kelompok berdasarkan kemampuan akademik . dan jenis kelamin. Selanjutnya kegiatan siswa dalam memahami lembar kerja siswa(LKS) yang di berikan juga sudah baik sesuai dengan kriteria. Dan keterampilan kooperatif siswa sudah Kemudian dalam akhir pembelajaran dengan bimbingan dari guru, siswa sudah mampu menyimpulkan pelajaran yaitu tentang materi zakat. Keterampilan Siswa Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan, terlihat bahwa keterampilan siswa berkembang dan meningkat ketika siswa bekerjasama dengan anggota kelompok. Hal ini membuktikan adanya siswa yang selalu berada dalam kelompoknya, berpartisipasi aktif dalam tugas kelompok dan menyelesaikan tugas yang menjadi tanggung jawabnya, serta berbagi tugas antar sesama untuk menyelesaikan tugas yang menjadi tanggung jawab siap menerima tugas dan memberikan kepercayaan kepada anggota kelompok temannya dalam menyelesaikan tugas kelompok dan mengetahui bagaimana menunjukkan sikap saling menghargai dan menghargai pendapat teman serta mengembangkan keterampilan bertanya siswa. Sesuai dari hasil pengamatan, keterampilan yang muncul adalah berada dalam setiap kelompok dalam menyelesaikan tugas, dan mendengarkan dengan aktif. Kerjasama dalam kelompok tanpa membedakan jenis kelamin dan kemampuan akademik dan kerjasama siswa dalam kelompok berlangsung dengan baik. Hal ini didorong karena ada tanggung jawab setiap individu dalam memahami hasil kerja kelompoknya. Siswa yang memiliki kemampuan tinggi dapat membantu siswa yang memiliki kemampuan rendah maupun sedang untuk memahami hasil kerja kelompoknya, dan siswa yang memiliki kemampuan rendah terlebih dahulu bertanya kepada siswa yang memiliki kemampuan lebih tinggi, baru kemudian apabila teman sekelompoknya tidak mampu untuk menjawab baru siswa bertanya kepada guru. Sebagaimana yang dijelaskan Ibrahim bahwa dalam pelaksanaan pembelajaran model kooperatif, siswa akan lebih banyak bekerja dan belajar dengan teman dibandingkan gurunya (Masnilavedi, 2003: . Dilihat dari jenis kelamin siswa, juga sudah terlihat berlangsung dengan baik. Siswa putra dan putri bisa berbaur dan bekerjasama dalam anggota kelompoknya untuk segera menyelesaikan tugas yang telah diberikanyang menjadi tanggung jawab bersama, karena dengan bekerjasama maka tugas akan lebih cepat selesai. Respon atau Tanggap Siswa Dalam hal ini terlihat bahwa siswa memberikan jawaban atau tanggapan yang positif terhadap model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Kegiatan ini sesuai dengan hasil survey yang menyatakan bahwa siswa senang dan bersemangat untuk belajar. Siswa senang dengan pembelajaran ini. Selain itu, para siswa menyatakan minat untuk berpartisipasi dalam studi lebih lanjut. Umpan balik yang positif dari siswa berarti bahwa model pembelajaran kolaboratif STAD dapat diterapkan di masa mendatang. CENDEKIA - VOLUME 3. NO. FEBRUARI 2023 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial. Bahasa dan Pendidikan Vol. No. 1 Februari 2023 e-ISSN: 2961-7588. p-ISSN: 2962-3561. Hal 01-15 Hasil Belajar Siswa Berdasarkan hasil belajar yang dicapai siswa, dapat dikatakan bahwa siswa menerapkan pembelajaran kooperatif tipe STAD sesuai dengan yang diharapkan. Hal ini tercermin dari ketuntasan hasil belajar siswa pada Siklus II yaitu. Dalam hal ini, hasil belajar siswa telah tercapai dan sesuai dengan harapan. Karena dalam pembelajaran kolaboratif tipe STAD, siswa yang berbeda kemampuan belajar bersama, maka siswa yang berkemampuan rendah dan sedang dapat bertanya kepada anggota kelompoknya yang berkemampuan tinggi. DAFTAR PUSTAKA