DESAIN SISTEM INFORMASI PERSEDIAAN BAHAN BAKU PRODUKSI DAN BAHAN JADI PADA CV. BUNGA PALM BERBASIS WEBSITE Agus Purwanto1. Anggun Nugroho2. Affan Irfan Fauziawan3. Joko Santoso4 Institut Teknologi dan Bisnis STIKOM Bali Jalan Raya Puputan No. Renon. Denpasar agus_p712@gmail. nugroho12@gmail. joko_santoso@stikom-bali. ABSTRACT After the CoViD-19 pandemic that hit the world, including in the Purbalingga region. Central Java. Indonesia, it actually had a positive impact on CV. Bunga Palm with the increasing demand for brown sugar exports which has an impact on the economy in this region. Many business actors in the field of production and sales of food staples experience difficulties in managing raw materials and final products. This research is motivated by the low performance of inventory services which causes a lack of high performance at CV. Bunga Palm. This research aims to design the development of an inventory model information system that produces inventory data output in the form of numbers for specific user needs. This research is part of program development research using the System Development Life Cycle (SDLC). The program menu includes inventory data, circulation of use . , maintenance and development of equipment as well as purchase transactions and delivery of raw materials to the production Program execution includes Log System. Security Access. Menu Manager. Data Entry. Circulation. Maintenance, and Report. This information system is capable of presenting statements in the form of numbers, text and graphics if necessary. Input can be via data entry or via a barcode scanner. This system has also implemented multi-user so that it can meet user needs in its operation. The use of this information system can increase the efficiency of material inventory services to achieve higher productivity. This program is designed as an open source program that can be used and developed more widely. System modeling uses Context Diagrams. DFD (Data Flow Diagram. and ERD . ntity relationship diagram. Further research is needed to implement the results of this system design into an application that can be useful for companies. Keywords: CV. Bunga Palm. , information system, inventory management, palm sugar. PHP ABSTRAK Pasca pandemi CoViD-19 yang melanda dunia termasuk di wilayah Purbalingga. Jawa Tengah. Indonesia justru membawa dampak positif terhadap CV. Bunga Palm dengan meningkatnya permintaan ekspor gula merah yang berimbas pada roda perekonomian di kawasan Banyak pelaku usaha di bidang produksi dan penjualan bahan pokok makanan mengalami kesulitan dalam melakukan pengelolaan bahan baku dan produk akhirnya. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kinerja pelayanan inventori yang menyebabkan kurang tingginya kinerja pada CV. Bunga Palm. Penelitian ini bertujuan untuk membuat desain pengembangan sebuah sistem informasi model inventori yang menghasilkan output data inventori berupa angka untuk kebutuhan spesifik pengguna. Penelitian ini merupakan bagian dari penelitian pengembangan program dengan menggunakan System Development Life Cycle (SDLC). Menu program meliputi data inventori, sirkulasi penggunaan . , pemeliharaan dan pengembangan peralatan serta transaksi pembelian dan pengiriman bahan baku ke bagian Eksekusi program meliputi Log System. Security Access. Menu Manager. Data Entry. Circulation. Maintenance, dan Report. Sistem informasi ini mampu menyajikan pernyataan dalam bentuk angka, teks dan grafik jika diperlukan. Input dapat melalui entri data maupun lewat barcode Sistem ini juga sudah menerapkan multi user sehingga dapat memenuhi keperluan pengguna dalam pengoperasiannya. Penggunaan sistem informasi ini dapat meningkatkan efisiensi layanan inventori bahan material untuk mencapai produktivitas yang lebih tinggi. Program ini dirancang sebagai program open source yang dapat digunakan dan dikembangkan secara lebih Pemodelan sistem menggunakan Diagram Konteks. DFD (Data Flow Diagra. dan ERD 91 Jurnal Teknologi Informasi dan Komputer. Volume 10. Nomor 1. Januari 2024 . ntity relationship diagra. Dalam penelitian lanjutan diperlukan untuk mengimplementasikan hasil desain sistem ini menjadi sebuah aplikasi yang dapat berguna bagi perusahaan. Kata kunci: CV. Bunga Palm. , sistem informasi, manajemen persedian. Gula merah. PHP PENDAHULUAN CV. Bunga Palm. sebuah perusahaan yang berada di Purbalingga Jawa Tengah Indonesia, yang bergerak di bidang produksi dan penjualan gula merah yang sudah jadi dan siap untuk Selain melayani kebutuhan gula merah pada beberapa industri makanan dan jamu nasional, juga memenuhi permintaan dari mancanegara. Salah satu unggulan perusahaan adalah gula merah organik yang sudah tersertifikasi standar internasional sehingga mampu menembus pasar ekspor Eropa. Timur Tengah dan Jepang. CV. Bunga Palm menyediakan banyak jenis gula merah yang sistem manajemen persediaan bahannya masih konvensional dengan mencatat pada kertas dan worksheet. Namun hingga saat ini toko CV. Bunga Palm belum memiliki sistem informasi manajemen persediaan bahan material yang dapat memudahkan pengelola dalam memantau dan melakukan pembelian agar cukup untuk kebutuhan produksi. Untuk mengatasi permasalahan tersebut perlu didesain dan dibangun suatu sistem informasi persediaan barang yang dapat mengakomodir kebutuhan khusus dari Pemanfaatan Teknologi Informasi memberikan kemudahan dan solusi kepada CV. Bunga Palm yaitu dengan membangun sistem informasi berbasis e-commerce yang mampu meningkatkan kinerja perusahaan terkomputerisasi secara moderen. Dengan dikembangkan sistem informasi berbasis ecommerce diharapkan perusahaan bisa bersaing di bidang produksi dan pemasaran gula merah secara global. TINJAUAN PUSTAKA Pengelolaan perlengkapan inventori akan menentukan kinerja organisasi, termasuk perusahaan yang memproduksi gula merah seperti CV. Bunga Palm. Manajemen persediaan telah menjadi hal yang penting bagi setiap perusahaan seiring perkembangan teknologi informasi terkini telah memperlengkapi para manajer untuk mendapatkan informasi secara real-time yang lebih baik tentang bahan baku produk mereka, sehingga hal ini membuat informasi dan koordinasi menjadi lebih baik . Persediaan dalam rantai pasokan merupakan sumber utama biaya dan berdampak besar pada daya tanggap pelanggan . Pada dasarnya, manajemen inventori berurusan dengan masalah berapa banyak yang harus disimpan dan berapa banyak dan seberapa sering memesan ulang. CV. Bunga Palm selaku perusahaan produksi dan penjualan gula merah membutuhkan bahan baku untuk diproses menjadi produk bahan makanan dan Tugas manajemen inventori bervariasi dan memiliki banyak afiliasi, tugas perencanaan manajemen persediaan, misalnya, adalah membuat alokasi dan ukuran persediaan. Untuk menentukan tingkat persediaan yang dapat diterima, perlu dibuat keputusan tentang jumlah pesanan dan waktu pemesanan . Untuk manajemen persediaan diperlukan cara untuk mengklasifikasikan tugas sehubungan dengan fungsi dan cakrawala waktu . Dengan latar belakang tersebut, aktivitas dikumpulkan dan dikategorikan dalam dimensi berikut . : Cakrawala Perencanaan (Strategis. Taktis. Operasiona. dan Fungsi (Pergudangan. Distribusi. Transportas. Berdasarkan dimensi tersebut. Kamphues dan T. Hegmanns . membuat model klasifikasi tugas dan aktivitas terkait manajemen persediaan. Seperti tampak pada Sementara klasifikasi mengenai perencanaan horisontal divisualisasikan dengan posisi vertikal, penugasan fungsi logistik divisualisasikan dengan puncak Purwanto. Nugroho Fauziawan,Santoso. Desain Sistem Informasi Persediaan Bahan Baku. Gambar 1. Framework Manajemen Inventori . Dari Gambar 1, klasifikasi atau untuk menggambarkan status, properti, level dibagi menjadi tiga, level operasional, jumlah dan lokasi, dan informasi stok dapat level taktis, dan level strategis. Pada level dibagi menjadi 3 . kategori utama . taktis adalah semua tentang perhitungan. Informasi Tetap: Informasi analisis, klasifikasi, dan perencanaan untuk menggambarkan materi itu sendiri yang mendapatkan hasil terbaik bagi perusahaan. tidak akan diubah sama sekali. Informasi Tingkat strategis adalah di mana kegiatan Variabel: Ini adalah informasi yang sering yang akan menghasilkan output yang baik Derived Information: Ini adalah dalam jangka panjang akan berpengaruh. informasi yang dikumpulkan dari analisis Semua level dan tugas memiliki fungsi informasi tetap dan variabel. Informasi manajemen informasi untuk berbagi tersebut perlu dikumpulkan dan juga informasi dan laporan kemudian memantau disimpan di satu tempat, sehingga tugas laporan tersebut dan merencanakan tugas mengumpulkannya dapat terpenuhi dengan atau kegiatan selanjutnya dan seterusnya. Ini bentuk komputerisasi. Ada beberapa cara, mulai dari penggunaan spreadsheet dan mengelola dan berbagi informasi dan data paket database, namun hal ini dapat masing-masing departemen dan tugas untuk menyebabkan error dan human error. memiliki kinerja yang telah ditargetkan dan Pemanfaatan sistem informasi dapat memiliki proses yang disederhanakan . digunakan untuk mengotomatisasi kegiatan Pemantauan rutin manajemen dan tugas administrasi inventori tidak hanya memeriksa stok yang dalam sistem manajemen. Untuk menjaga ada tetapi juga tentang mengetahui setiap persaingan bisnis, ia harus mengikuti saat, segala sesuatu yang perlu diketahui teknologi. Sistem informasi berguna untuk menentukan persediaan bahan di gudang dan umpan balik data yang dapat diandalkan untuk keunggulan kompetitif, sehingga sistem dikendalikan oleh manajemen persediaan informasi menjadi semakin terintegrasi . Informasi stok dapat dikategorikan dengan proses bisnis. METODOLOGI PENELITIAN . , konstruksi . , serta Metode waterfall adalah sebuah model SDLC (Systems Development Life pelanggan/pengguna . , yang Cycl. yang paling sederharana karena diakhiri dengan dukungan pada perangkat Metode air terjun atau yang sering lunak lengkap yang dihasilkan. disebut metode waterfall sering dinamakan siklus hidup klasik . lassic life cycl. HASIL DAN PEMBAHASAN dimana hal ini menggambarkan pendekatan Penelitian diawali dengan membuat yang sistematis dan juga berurutan pada desain perancangan sistem yang dilakukan pengembangan perangkat lunak, dimulai dengan membuat konteks diagram. Data dengan spesifikasi kebutuhan pengguna lalu Flow Diagram dan Entity Relationship tahapan-tahapan Diagram. 93 Jurnal Teknologi Informasi dan Komputer. Volume 10. Nomor 1. Januari 2024 Kebutuhan Sistem Dari alur kerja bisnis yang didapat selama pengumpulan data di lapangan, dan perbandingan yang dapat diberikan pada Tabel I. Tabel 1 Perbandingan Sistem Eksisting dan Kebutuhan Baru Kondisi saat ini Kebutuhan Baru Data belum menjadi satu kesatuan database dan masih dalam bentuk spreadsheet serta pencatatan datanya masih dilakukan secara manual. Data/Informasi yang dihapus secara otomatis hilang dari spreadsheet Bahan yang stoknya sedikit tidak dipisahkan dalam satu tabel, belum ditampilkan di spreadsheet, dan hanya memberikan info saat diedit dari data secara Dalam pengurangan bahan, pengguna perlu mengedit kuantitas yang diperbarui secara manual dan mungkin ada input yang terlewat karena tidak ada hubungan antara data pengiriman dan data Barang kiriman diinput secara manual, bisa terjadi miss input karena tidak terkaitan antara data kirim &stok. Kebutuhan User Berikut ini desain diagram hubungan fungsional pengguna dalam Diperlukan alat kontrol inventori untuk mengontrol pergerakan bahan baku. Informasi yang dihapus berada di tabel yang berbeda Bahan stok rendah disaring ke dalam satu tabel dan ditampilkan untuk dipantau pengguna. Pengurangan bahan memiliki menu sendiri dan memperbarui sisa stok jumlah bahan secara otomatis Barang yang dikirim secara otomatis memperbarui jumlahnya setelah diterima sistem untuk memenuhi kebutuhan sistem yang dirancang, seperti pada gambar 2. Gambar 2. Pengguna Sistem Relationship Diagram yang dapat dijelaskan HASIL DAN PERANCANGAN SISTEM sebagai berikut : Adapun fungsi-fungsi yang terdapat Data Flow Diagram Pembelian Bahan pada sistem yang berjalan adalah untuk Data flow diagram mnggambarkan integrasi memenuhi kebutuhan user. Penelitian ini fungsi dari software itu sendiri, hal ini akan telah menghasilkan perancangan dalam menjadi basis baru kegiatan dalam rangka mengembangkan dan menerapkan melakukan pemesanan dan juga pembelian Sistem Informasi manajemen persediaan dan bagi bahan yang dibutuhkan. Pertama, itu pemakaian bahan baku pada perusahaan CV. adalah DFD untuk melakukan pembelian Bunga Palm. ini meliputi Diagram Konteks, kemudian mengirimkan materi. Alur DFD Level 0. DFD Level 1. Entity informasi Pembelian ditunjukkan pada Purwanto. Nugroho Fauziawan,Santoso. Desain Sistem Informasi Persediaan Bahan Baku. 3, pertama departemen inventory melakukan pemesanan ke vendor, lalu sambil menunggu konfirmasi, dilakukan pencatatan pembelian ke sistem, dan setelah mendapat konfirmasi, akan menyetujui PO yang terekam dan pembelian yang disetujui akan dicatat untuk ditampilkan sebagai departemen transport, setelah dikirimkan, departemen transport mencatat pengiriman dan akan diisi ulang di dalam stok barang. Laporannya akan diberikan ke departemen Gambar 3. DFD Proses Arus Pembelian Bahan PO that is approved Record of Materials to be delivered Materials Delivery Approve Orders Record New PO PPC department PLG department Record Delivered Materials Order Acceptance Update Stocklist Suppliers Record of Restock Materials New Order Report of restock pengiriman dicatat dan itu akan menjadi informasi ke departemen transport . ntuk mengirim baha. , departemen produksi . ntuk lapora. , dan stok barang . ntuk Stok barang akan dianalisa oleh bagian inventori, dan output dari yang dianalisa adalah keputusan untuk memesan DFD Pemakaian. Distribusi Pengiriman Bahan Gambar 4 menunjukkan proses pengiriman, proses terperinci ditampilkan, membutuhkan bahan, kemudian sistem akan menunjukkan stok yang tersedia, dan departemen produksi akan memasukkan Kemudian Materials that removed from data Record Materials Dispatched View Available Stock Update Stock items New Dispatch PLG department Analyze Stock Items Production Department Deliver materials PPC department Report Dispatch Gambar 4. DFD Pemakaian. Distribusi Pengiriman Bahan Konseptual Database Pada Gambar 5 menggambarkan relasi data antara masing-masing entitas, user mengendalikan setiap fungsi masing- masing sesuai departemennya. Dalam pengiriman, karena yang dibutuhkan "pengiriman ke" adalah dari entitas user itu sendiri, dan daftar bahan berasal dari 95 Jurnal Teknologi Informasi dan Komputer. Volume 10. Nomor 1. Januari 2024 Entitas produk memberikan informasi di seluruh sistem karena stok barang dan nama serta kuantitas produk yang ditampilkan di setiap transaksi. Dalam pemesanan suatu bahan, nama pemasok dan nama produk ditampilkan di kolom pemesanan, yaitu dari pemasok dan entitas Entitas memengaruhi atau memperbarui entitas stok ulang saat ada penerimaan material, dan juga akan memengaruhi entitas produk itu sendiri untuk memperbarui jumlah bahan. Gambar 5. Konseptual Data Model SIMPULAN Telah dibuat perancangan sistem informasi material, informasi status dispathching, manajeman persediaan bahan baku dan membeli material, dan laporan stok. Sistem bahan jadi untuk memenuhi kebutuhan juga harus dapat mengetahui ReOrder Level bagian produksi CV. Bunga Palm. bahan apa yang perlu dipesan sebelum Sistem ini telah melalui tahap perancangan Secara real-time data pembelian menggunakan Context Diagram. DFD. ERD yang telah dimasukkan terekam di dalam dan Conseptual Database. Dari Exsisting aplikasi dan menampilkan informasi system yang ada dibutuhkan pengembangan pembelian saat ini maupun pemesanan saat sistem terkomputerisasi agar pengelolaan ini, dan secara otomatis menambahkan persediaan menjadi lebih mudah dan jumlah stok terkini. Diperlukan penelitian terkontrol dengan baik. lanjutan untuk mengembangkan sistem Sistem manajemen yang dikembangkan sebagai implementasi dari hasil desain sebaiknya dapat menambahkan material sistem ini. baru, menghapus material, mengirim DAFTAR PUSTAKA