http://ejournal. Upaya Peningkatan Perawatan Tutup Palka Jenis Hidraulik Di MV Wooyang Victory Guna Menunjang Kegiatan Bongkar Muat Capt. Fahmi Umasangadji. Yudhiyono. Toar Pamungkas Prodi Nautika Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran Jl. Marunda Makmur No. 1 Cilincing. Jakarta Utara. Jakarta 14150 Abstrak Hatch cover jenis hidraulik . ydraulic type hatch cove. terdiri dari beberapa panel yang terbuat dari bahan pelat baja yang terpasang melintang diatas lubang palka. Hatch cover jenis ini memiliki paking diantara panel ataupun terhadap ambang palka kapal. Jenis ini untuk membuka dan menutupnya dilakukan secara mekanis dan hidraulik, pada panel ujung palka memiliki lengan yang terhubung dengan sistem hidraulik. Panel ujung akan terbuka dan menarik panel didepannya. Setiap palka memiliki empat panel yang terbagi dua, bagian depan dan belakang. Sehingga pada saat terbuka panel akan tegak terlipat diujung palka. Disini penulis mencoba untuk mengangkat permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan pengangkutan muatan di MV. Wooyang Victory pada saat melakukan proses bongkar ataupun muat di pelabuhan. Kendala-kendala atau permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan bongkar muat yang menyangkut dengan hatch cover tipe hidraulik yaitu sering pecahnya pipa hidraulik pada saat awak kapal membuka hatch cover yang mengakibatkan tidak berputarnya roda hatch cover, tidak terlaksananya perawatan sesuai dengan planned maintenance system dan juga tidak terangkatnya piston hydraulic jack pada roda hatch cover sehingga terjadi keterlambatan dalam proses bongkar muat. Dikarenakan tidak terlaksananya perawatan Jika pipa hidraulik pecah dan piston hydraulic jack tidak terangkat pada saat proses bongkar muat, maka hatch cover tidak berfungsi. Palka tidak bisa ditutup ataupun dibuka. Copyright A 2021. METEOR. ISSN:1979-4746, eISSN : Penyusutan Muatan. Transport Loss. Grissik Mix Crude Oil. Klaim R2 Permalink/DOI : PENDAHULAN Dalam era globalisasi di bidang perdagangan maupun perekonomian, sistem penanganan muatan cenderung lebih menggunakan petikemas . karena dianggap lebih aman dan efisien. Namun kapal kargo lainnya masih tetap dipergunakan dalam dunia pelayaran karena ada beberapa jenis muatan yang membutuhkan kapal tersebut untuk proses pengangkutan muatan Seperti yang kita ketahui, tujuan pengangkutan muatan yang sebenarnya adalah untuk mencapai efisiensi maksimum pengangkutan barang dari lokasi pengiriman atau lokasi muat sampai tiba di lokasi penerimaan atau lokasi Setiap perusahaan pelayaran tentu menginginkan kapal-kapal mereka melakukan operasi bongkar muat dengan lancar. Terutama saat di pelabuhan, diharapkan setiap kapal dapat melakukan operasi bongkar muat tanpa hambatan apapun untuk menghemat biaya saat kapal berada di pelabuhan. Namun sering terjadi keterlambatan proses bongkar muat yang disebabkan oleh beberapa hal misalnya, yaitu seringkali terhambat karena rusaknya sistem hidraulik terutama pada pipa hidraulik yang berfungsi untuk menyalurkan minyak hidraulik yang digunakan untuk membuka penutup palka . atch cove. Seperti halnya MV. Wooyang Victory menggunakan penutup palka . atch cove. jenis hidraulik . ydraulic type hatch cove. yang membutuhkan waktu untuk membuka atau menutup hatch cover tersebut. Hatch cover ini membutuhkan perawatan yang khusus dan lebih rumit dibandingkan dengan hatch cover jenis pontoon . ontoon type hatch cove. maupun hatch cover jenis mekanis . echanical type hatch cove. Biasanya hatch cover jenis ini terdapat pada kapal barang jenis pelayaran terbatas dan ocean going dengan ukuran sampai Dead Weight Tonnage (DWT) 6000 ton atau beberapa kapal barang era Hatch cover jenis hidraulik . ydraulic type hatch cove. terdiri dari beberapa panel yang terbuat dari bahan pelat baja yang terpasang melintang diatas lubang palka. Hatch cover jenis ini memiliki paking diantara panel ataupun terhadap ambang palka kapal. Jenis ini untuk membuka dan menutupnya dilakukan secara mekanis dan hidraulik, pada panel ujung palka memiliki lengan yang terhubung dengan sistem Panel ujung akan terbuka dan menarik panel didepannya. Setiap palka memiliki empat panel yang terbagi dua, bagian depan dan belakang. Sehingga pada saat terbuka panel akan tegak terlipat diujung palka. Disini penulis mencoba untuk mengangkat permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan pengangkutan muatan di MV. Wooyang Victory pada saat melakukan proses bongkar ataupun muat di pelabuhan. Kendala-kendala atau permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan bongkar muat yang menyangkut dengan hatch cover tipe hidraulik yaitu sering pecahnya pipa hidraulik pada saat awak kapal membuka hatch cover yang mengakibatkan tidak berputarnya roda hatch cover, tidak terlaksananya perawatan sesuai dengan planned maintenance system dan juga tidak terangkatnya piston hydraulic jack pada roda hatch cover sehingga terjadi keterlambatan dalam proses bongkar muat. Dikarenakan tidak terlaksananya perawatan Jika pipa hidraulik pecah dan piston hydraulic jack tidak terangkat pada saat proses bongkar muat, maka hatch cover tidak berfungsi. Palka tidak bisa ditutup ataupun dibuka. Hal ini tentu menyulitkan seluruh awak kapal dan tentu menyulitkan perusahaan. Pihak darat harus menunggu sampai hatch cover berfungsi kembali dan kapal dinyatakan siap untuk melakukan proses bongkar muat. Adapun untuk mencegah hal tersebut, dibutuhkan perawatan rutin terhadap pipa hidraulik sesuai dengan planned maintenance system dan hatch cover itu sendiri. METODE Penelitian . merupakan rangkaian kegiatan ilmiah dalam rangka pemecahan suatu Hasil penelitian tidak pernah dimaksudkan sebagai suatu pemecahan . langsung bagi permasalahan yang dihadapai, karena penelitian merupakan bagian dari usaha pemecahan masalah yang lebih besar. Fungsi penelitian adalah mencarikan penjelasan dan jawaban terhadap permasalahan serta memberi alternative bagi kemungkinan yang dapat digunakan untuk pemecahan masalah. Metode penelitian merupakan cara ilmiah yang digunakan untuk mendapatkan data dengan tujuan tertentu. Cara ilmiah berarti kegiatan itu dilandasi oleh metode keilmuan, yaitu rasional, empiris, dan sistematis. Rasional berarti kegiatan penelitian dilakukan dengan cara-cara yang masuk akal sehingga terjangkau oleh penalaran manusia. Empiris berarti cara-cara yang dilakukan itu dapat diamati oleh indera manusia, sehingga orang lain dapat mengamati dan mengetahui cara-cara yang Sistematis artinya proses yang digunakan dalam penelitian itu menggunakan langkah-langkah tertentu yang bersifat logis. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penelitian merupakan cara ilmiah yang digunakan mencarikan penjelasan dari suatu permasalahan. Metode Pendekatan Pada penelitian ini penulis akan membahas tentang proses perawatan yang benar pada hatch cover, sehingga pada penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Hatch cover merupakan salah satu sarana yang penting dalam proses operasi bongkar muat. Seringkali terjadi keterlambatan dalam proses operasi bongkar muat hanya karena rusaknya hatch cover. Teknik Pengumpulan Data Data adalah informasi yang digunakan dalam penelitian agar dapat memberi gambaran bagi objek yang diteliti, sehingga persoalan yang diteliti dapat dibahas. Untuk mendapatkan hasil pembahasan dari suatu permasalahan diperlukan data dan fakta yang objektif. Agar data dan informasi yang dibutuhkan dapat terkumpul, maka penulis melakukan pengumpulan data dan informasi dengan menggunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut : Observasi Melakukan pengamatan yang dilakukan oleh penulis secara langsung dengan melakukan tinjauan dan pengamatan terhadap situasi yang terjadi dan mencatat segala sesuatu terhadap objek yang diteliti selama melaksanakan praktek laut diatas kapal MV. Wooyang Victory sebagai deck cadet dan menganalisanya berdasarkan teori yang Pengamatan dilakukan terhadap kondisi dari Hatch cover tersebut saat persiapan bongkar muat dan perawatan yang telah dilakukan oleh kapal, serta beberapa kejadian kerusakan pada Hatch cover yaitu kebocoran pada bagian Cylinder Jack dan Hydraulic Cylinder yang pengoperasian Hatch Cover dalam persiapan bongkar muat. Studi Dokumentasi Mengumpulkan segala jenis informasi yang berhubungan dengan objek Dari pengumpulan ini didapat beberapa data, informasi dan teori-teori c. yang berhubungan dengan permasalahan yang akan dibahas. Data-data dan informasi-informasi tersebut berisikan tentang teknik perawatan dan perbaikan yang didapat dengan memanfaatkan referensi-referensi dari buku-buku yang ada di perpustakaan. Namun dalam penggabungan antara teori yang didapat dari buku manual maupun yang didapat di perpustakaan dengan pengalaman yang dimiliki selama menjalankan proyek laut. penulis mengambil data-data dokumen yang diperlukan untuk membantu dalam melakukan penelitian yaitu : Ship Partikular Maintenance Program Studi Pustaka Penulis sadar akan kekurangannya data dan informasi yang dikumpulkan tidaklah cukup, untuk itu penulis melakukan studi pustaka, karena melalui studi pustaka didapatkan beberapa data, teori-teori berhubungan dengan permasalahan yang akan dibahas. Buku-buku yang berisikan data-data perawatan dan perbaikan. Dengan memanfaatkan referensi dari buku-buku perpustakaan akan membantu penulis dalam penyusunan skripsi ini. Namun dalam penyusunan tetap diperlukan penggabungan antara teori yang didapat dari referensi buku manual dan bukubuku perpustakaan dengan pengalaman yang dimiliki baik selama menjalankan praktek laut. Teknik Analisis Data Pada penulisan skripsi ini digunakan metode pendekatan dengan menggambarkan adalah teknik penulisan deskriptif kualitatif yang menggambarkan secara keseluruhan permasalahan yang terjadi di lapangan pada saat proses kegiatan bongkar muat dan kemudian melakukan studi kasus tentang permasalahan diatas untuk menemukan pemecahan sebagai solusi yang dapat diambil untuk mengatasi permasalahan yang HASIL DAN PEMBAHASAN Tidak terlaksananya perawatan sesuai Planned Maintenance System (PMS) sehingga menyebabkan terganggunya proses bongkar muat. Penulis mengamati hal-hal yang berkaitan dengan perawatan kapal, dan menemukan bahwa Planned Maintenance System (PMS) Planned Maintenance System (PMS) tidak berjalan dengan semestinya diatas MV. WOOYANG VICTORY. Kondisi hatch cover yang tidak terawat diakibatkan karena perencanaan perawatan yang kurang baik, bahkan kalau dilihat dari kondisi peralatan yang ada, boleh dikatakan tidak terlaksana. Dalam pelaksanaannya, perawatan dilakukan hanya pada saat alat tersebut akan digunakan, bahkan sering terjadi perawatan di laksanakan setelah peralatan tersebut mengalami kerusakan. Dalam hal ini penulis ingin menceritakan bahwa selama masa praktek lautnya tidak pernah melihat atau menjalankan perawatan yang berdasarkan PMS dengan baik. Perawatan-perawatan yang dilaksanakan hanyalah hal-hal yang insidential saja, yang dianggap sangat urgent. Sementara roda hatch cover yang berada di main deck yang sangat mudah terkorosi oleh air laut tidak segera ditangani perawatannya. Menurut pengamatan penulis. Chief Officer hanya memusatkan perbaikan pada alat- alat yang sudah rusak. Jika peralatan tersebut belum rusak, pemeriksaan alat jarang sekali Jika didapati suatu peralatan rusak, maka barulah pekerjaan dipusatkan kepada alat tersebut. Sebagai contoh, pipa hidraulik pada hatch cover tidak pernah diperiksa keadaanya. Setelah pipa tersebut bocor, maka barulah diketahui bahwa pipa tersebut sudah dalam kondisi tidak layak. Chief Officer melakukan perawatan kapal hanya berdasarkan apa yang jika dilihatnya dalam keadaan rusak . Pelaksanaan diharapkan adalah terus-menerus dilakukan terencana menurut jam kerja dari peralatan tersebut, bahkan perlu disesuaikan dengan kondisi cuaca yang sangat mempengaruhi kehidupan dikapal, sehingga alat tersebut terjaga kondisinya akhirnya siap untuk digunakan setiap waktu. Seperti sudah diketahui dalam pembagian tugas kerja dikapal, yang bertanggung jawab untuk masalah perawatan ini adalah Chief Officer. Seorang Chief Officer selain melaksanakan tugas-tugas lain, yang memang cukup banyak dan semuanya memerlukan pertanggungan jawab seharusnyalah tetap rela menentukan waktu-waktu tertentu untuk melihat di komputer kapal, khususnya sistem perencanaan perawatan, yang dikenal dengan sebutan PMS (Planned Maintenance Syste. , yaitu sistem perawatan yang terencana yang dibuat oleh perusahaan pelayaran dan disediakan di setiap kapalnya. Berdasarkan Planned Maintenance System (PMS), jelas sudah tertulis direncanakan bahwa yang harus dilakukan dalam perawatan hatch cover adalah: Mingguan Membersihkan dan memberikan gemuk atau grease pada peralatan yang bergerak atau bergesekan. Dua mingguan Membersihkan pelumas pada roda, engsel, cross joint wedges, gypsy drive wheels. Memberi tahu kepada masinis jaga untuk mengisolasi panel konektor dan mengecek fuses, kabel dan sambungan. Satu bulanan Cek hatch coaming non return valves dari permukaan air ke lubang drainase sampai bibir palka paling atas, lakukan juga pengecekan pada bagian saluran penampungan air dan pastikan tidak ada kotoran yang dapat menghambat aliran air tersebut. Enam bulanan Membersihkan korosi, baik yang ada di dalam maupun diluar hatch cover. Cek karet sebagai paking pada saat pembukaan dan penutupan palka, pastikan karet tersebut masih dalam keadaan yang baik sehingga pada saat hatch cover ditutup, air tidak akan Terjadinya kebocoran pada pipa hidraulik pada saat membuka hatch Kebocoran pada pipa hidraulik disebabkan oleh umur pipa yang sudah tua atau kondisi pipa tersebut yang memang sudah tidak layak. Letak pipa tersebut yaitu pada main deck, menyebabkan mudahnya terjadi korosi. Air laut membuat proses korosi menjadi lebih cepat. Bila sudah terjadi korosi, logam pada pipa akan semakin terkikis dan menjadi tipis. Pada kadaan seperti inilah pipa tersebut sangat rawan untuk mengalami kebocoran di saat mandapat tekanan tinggi dari minyak Bila terjadi kerusakan pada pipa hidraulik tersebut, maka tekanan minyak hidraulik tidak akan menekan piston hidraulik, akhirnya proses tutup dan buka palka menjadi terhenti. Pada kenyataan kerusakan pada pipa hidraulik atau pecahnya pipa tersebut sangat mengganggu kelancaran proses bongkar muat. Oleh karena kondisi pipa hidraulik yang sudah tidak layak digunakan akibat korosi dan umur pipa yang sudah relatif tua. Dan oleh pengawasan serta pengecekan kondisi pipa yang masih kurang dilaksanakan dengan baik, permasalahan tersebut diatas dapat terjadi. Seharusnya hal tersebut dapat dihindari kalau saja dilaksanakan pengecekan secara rutin dan perawatan secara teliti serta terjadwal maka hatch cover akan dalam keadaan prima yaitu dapat dibuka / ditutup dengan mudah setiap KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis atas permasalahan yang diangkat dalam skripsi ini, maka dapat disimpulkan bahwa: Kerusakan pada hatch cover disebabkan tidak berjalannya sistem perencanaan perawatan seperti yang tertulis pada Planned Maintenance System (PMS) dan pendataan atas apa yang telah dilakukan, oleh karena itu masalah ini dapat dipecahkan dengan cara : Meningkatkan perawatan hatch cover secara terencana dengan baik dan berkesinambungan Mengoptimalkan Planned Maintenance System (PMS) dengan baik di atas kapal secara teratur Permasalahan yang terjadi seperti mengakibatkan hatch cover terhenti terbuka, disebabkan karena kurangnya perawatan pada pipa hidrolik di atas MV. WOOYANG VICTORY penyebabnya terjadi karena usia kapal yang mengekibatkan pula korosi dan tidak terlaksananya perawatan pipa Planned Maintenance System (PMS) di atas kapal. UCAPAN TERIMA KASIH Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmatnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini sesuai dengan waktu yang telah Penulis ingin megucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan serta menyusun laporan ini, antara lain: Tuhan Yang Maha Esa, yang telah meridhai penulis untuk dapat menyelesaikan skripsi. Yth. Amiruddin. MM selaku Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran Jakarta. Yth. Capt. Bhima Siswo Putro. MM . Ketua Program Studi Nautika. Yth. Capt. Fahmi Umasangadji S. SiT. selaku Dosen Pembimping I skripsi. Yth. Yudhiyono. SI. T selaku Dosen Pembimbing II skripsi. Yth. Seluruh Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran yang telah bersedia mendidik dan membimbing serta memberikan masukanmasukan demi selesainya skripsi ini. Yth. Kedua orang tua saya Bapak Kolonel Parman Nainggolan dan Ibu Lasmawati Sitanggang yang telah memberikan kasih sayang, doa restu dan dukungan kepada saya. Seluruh karyawan PT. Korea Shipping Management dan perwira mesin serta awak kapal MV. Wooyang Victory. Virgiawan Tendy dan Dede Saputra yang telah memperjuangan saya menjadi Cadet di PT. Korea Shipping Management. Derangga Nasrullah dan Anggoro yang telah membantu memberikan masukan dan saran selama penulisan skripsi Seluruh pihak yang telah membantu baik secara langsung maupun tidak langsung serta teman Ae teman lainnya yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, penulis mengucapkan terima kasih atas dukungan sehingga penulis dapat menyelasaikan skripsi DAFTAR PUSTAKA Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Pedoman Umum Pembentukan Istilah. (Jakarta:Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, 2. Isbester. Bulk carrier practice (United Kingdom :The Nautical Institute . Departemen Pendidikan Indonesia. Kamus Besar Bahasa Indonesia. (Jakarta: Balai Pustaka, 2. Teknik Perbaikan Perawatan Kapal(Jakarta :STIP Jakarta,2. NSOS, 2003. Manajemen Perawatan Dan Perbaikan. Jakarta . Komaruddin. Ensklopedia Manajemen. (Jakarta: Bumi Aksara, 1. Manual Hatch Cover Operation,(Ship's . Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran. Buku Pedoman Penulisan Skripsi. Jakarta, 2010 . Plan Maintenance System ( Ship's Manua. Tabel Pemeriksaan Isi Jurnal Bagian ini tidak termasuk dalam isi artikel. Bagian ini adalah bantuan untuk penulis dan juga editor jurnal untuk memeriksa isi jurnal. Sampai jurnal ini dinyatakan diterima, tidak diperbolehkan menghapus tabel ini. Silahkan beri tanda check list (O. jika item tersebut ada di dalam artikel. Selanjutnya kualitas dan kedalaman isi dari masing-masing jenis pemeriksaan akan diperiksa oleh reviewer. Tabel ini hanya untuk memastikan setiap jenis pemeriksaan sudah ada di dalam isi Tabel Pemeriksaan Isi Artikel Jenis Pemeriksaan Abstrak : Tanda Latar belakang Tujuan& manfaat penelitian Metode Kesimpulan Kata kunci Pendahuluan : Latar belakang permasalahan. Review studi terdahulu. Tujuan dan manfaat dari penelitian Metode : Deskripsi objek penelitian. Perlakuan pada objek penelitian. Metode / cara dan prosedur pemecahan yang digunakan untuk Alat dan/atau bahan yang digunakan dalam penelitian. Hasil : Hasil penelitian Penjelasan hasil Komparasi hasil dari variabel yang Kesimpulan : Format : Ukuran kertas (A. Margin . Jarak antar kolom . ,5 m. Font (Times New Roma. Persamaan matematika . kolom no border tabel, menggunakan equation editor, equation di center, nomor eq. di sisi kana. Gambar . enter, in line with text. Nomor urut dari 1. Judul di bawah gambar. Huruf kapital di awal kat. Tabel . enter, in line with text. Nomor urut dari 1. Judul di atas tabel. Huruf kapital di awal kata. Label ditulis teba. Daftar Pustaka :