JKM : Jurnal Kesehatan Mahardika Vol. No. September 2022, pp. ISSN: 2355-0724. DOI: 10. 54867/jkm. Gambaran Pola Makan Pada Pasien Diabetes Mellitus Di Puskesmas Cempaka Putih Jakarta Veronika Marpaung, 2Yohanes Gamayana Trimawang Aji, 3Yenny Mahasiswa Akademi Perawatan RS PGI Cikini. Jakarta Pusat. Indonesia, veronicamarpaung08@gmail. Dosen Akademi Perawatan RS PGI Cikini. Jakarta pusat. Indonesia, yohanes. gamayana@akperrscikini. Dosen Akademi Perawatan RS PGI Cikini. Jakarta pusat. Indonesia, yennyoey@akperrscikini. ARTICLE INFORMATION ABSTRACT Received: August, 15, 2022 Revised: September, 9, 2022 Available online: September, 12, 2022 Diabetes mellitus (DM) is a degenerative disease whose prevalence continues to increase worldwide. This can be seen from the medical record data obtained at thr cempaka putih healt center, central Jakarta, diabetes mellitus increased in 2021 as many as 3767 visits. This high incidence is caused by several One of them is the eating behavior of diabetes mellitus ptients in the working area of the cempaka putih public health center. This study aims to determine the description of dietary behavior in patiens with diabetes mellitus. This research is a quantitative research is whit adescritive design. The number of samples in this study is 91 obtained through convecience sampling and data KEYWORDS Kata Kunci: Pola Makan. Diabetes Mellitus Keywords: Eating Behavior. Diabetes Mellitus CORRESPONDENCE Yohanes Gamayana Trimawang Aji Program Studi D-i Keperawatan. Akper RS PGI Cikini. Jakarta Pusat Indonesia E-mail: gamayana@akpe collection using a questionnaire. The results of this study showed that the eating behavior of diabetes mellitus patients was very good as many as 70 people . ,9%). Suggestions are given so that every health worker can provide information on an ongoing basis to Diabetes Mellitus patients who seek treatment to be able to regulate their diet properly. ABSTRAK Diabetes Mellitus (DM) adalah penyakit degeneratif yang terus meningkat prevalensinya di seluruh dunia. Berdasarkan data rekam medik yang diperoleh di Puskesmas Cempaka Putih Jakarta Pusat pada penyakit Diabetes Mellitus meningkat pada tahun 2021 sebanyak 3767 kunjungan. Tingginya kejadian ini disebabkan oleh beberapa hal salah satunya pola makan pasien diabetes mellitus di wilayah kerja puskesmas cempaka putih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pola makan pada pasien diabetes mellitus. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 91 yang diperoleh melalui convencience sampling dan pengambilan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukan pola makan pasien diabetes mellitus sangat baik sebanyak 70 orang . ,9%). Saran yang diberikan agar setiap tenaga kesehatan dapat memberikan informasi secara berkelanjutan kepada pasien Diabetes Mellitus yang berobat untuk dapat mengatur pola makan dengan baik. This is an open access article under the CC BY-ND license. Marpaung. Veronica et. Gambaran Pola Makan Pada Pasien Diabetes Mellitus Di Puskesmas Cempaka A JKM : Jurnal Kesehatan Mahardika Vol. No. September 2022, pp. ISSN: 2355-0724. DOI: 10. 54867/jkm. PENDAHULUAN medik yang diperoleh di Puskesmas Cempaka Putih Pembangunan kesehatan di Indonesia saat ini dihadapkan Jakarta Pusat penyakit diabetes mellitus pada tahun 2019- pada dua masalah ganda . ouble burde. Disamping 2021 sebanyak 3767 pasien, sehingga peneliti tertarik masalah penyakit menular dan kurang gizi, terjadilah memilih judul tersebut dan tempat penelitian bertujuan peningkatan kasus penyakit tidak menular (PTM) dan untuk mengetahui gambaran pola makan pada pasien obesitas . elebihan giz. yang merupakan faktor resiko Diabetes Mellitus di Puskesmas Cempaka Putih Jakarta. terjadinya penyakit tidak menular seperti diabetes meiltus. METODE jantung, stroke, hipertensi dan lainnya. Faktor sosial ekonomi, serta adanya perubahan gaya hidup diduga sebagai pemicu meningkatnya kasus penyakit tidak menular yakni diabetes mellitus di Indonesia khususnya di kota Jakarta (Kemenkes, 2. Metode penelitian ini merupakan penelitian ilmiah kuantitatif menggunakan pendekatan deskriptif analitik, dimana penelitian ini dilakukan secara bersamaan atau sekali waktu dengan menggunakan instrumen yang Diabetes mellitus muncul sebagai masalah kesehatan masyarakat yang utama pada abad yang ke-21. Variabel menggunakan variabel tunggal yaitu pola makan pada Diabetes Mellitus di Puskesmas Cempaka Putih Jakarta. Amerika serikat, diperkirakan 26 juta orang . % dari seluruh pendudu. menderita diabetes, 7 juta dari mereka Penelitian dilakukan pada bulan Juni 2022 di poli rawat tidak menyadari bahwa mereka menderita penyakit jalan Puskesmas Cempaka Putih Jakarta. Populasi pada diabetes mellitus. Selama beberapa dekade terakhir, penelitian ini sejumlah 316 orang dan setelah melalui prevelensi diabetes telah meningkat 5 sampai 7 kali lipat proses perhitungan dan penentuan sampel didapatkan di Amerika Serikat. Kejadian Diabetes Mellitus pada jumlah sampel sebanyak 91 responden. Teknik sampling wanita lebih tinggi dari laki-laki. Wanita lebih bersiko yang digunakan oleh peneliti yaitu convencience mengidap diabetes karena secara fisik wanita lebih sampling dengan kriteria inklusi pasien Diabetes Melituis memiliki peluang dalam peningkatan indeks massa tubuh yang berobat ke poli rawat jalan dengan dibuktikan dari yang lebih besar (Alfiani,2. diagnose di buku status rekam medik, pasien berusia Ou 18 Berdasarkan data International Diabetes Federation (IDF). Indonesia menempati urutan ke 7 pada tahun 2015. menggunakan kuesioner. Kuesioner dibagikan secara Jumah penduduk yang mengalami diabetes mellitus di langsung ke pasien. seluruh dunia saat ini sebanyak 8,3 atau sebanyak 387 juta Pada tahun 2007, jumlah kasus diabetes sebanyak 1,1%, meningkat menjadi 2,1% pada tahun 2013 (Kemenkes, 2. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner pertanyaan tertutup dan sistematis dimana kuesioner responden hanya memberikan tanda ceklis (O. untuk Studi pendahuluan telah dilakukan melalui wawancara kepada lima meliputi prtanyaan tentang konsumsi makanansehati-hari. Pada Hasil mayoritas pasien Diabetes Mellitustidak memperhatikan pola makan yang baik mereka mengatakan mengonsumsi the manis 3x sehari, makan gorengan sebagai snack sehari-hari, mengonsumsi roti manis. Dari data rekam jawaban yang dipilih. Kuesioner terdiri atas 2 jenis yaitu kuesioner sosiodemografi dan kuesioner pola makan. Pada kuesioner pola makan terdapat 10 item pertanyaan dengan empat pilihan jawaban yang memiliki arti jawaban 1 . , jawaban 2 . , jawaban 3 . dan jawaban 4 . angat bai. Hasil total skor kuesioner dikelompokkan menjadi empat kategori, yaitu buruk jika Marpaung. Veronica et. Gambaran Pola Makan Pada Pasien Diabetes Mellitus Di Puskesmas Cempaka A JKM : Jurnal Kesehatan Mahardika Vol. No. September 2022, pp. ISSN: 2355-0724. DOI: 10. 54867/jkm. skor 0-10, cukup jika skor 11-20, baik jika skor 21-30 dan sangat baik jika skor 31-40. Kuesioner telah dilakukan uji validitas dan reliabiltasi dan didapatkan hasilnya valid dan reliabel dengan nilai Cronbach Alpha sebesar 0,913. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa univariate dilakukan pada variabel pola Dalam melakukan analisa univariate peneliti SPSS Tabel 3. Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan Pendidikan Tidak sekolah Tamat SD Tamat SMP Tamat SMA Tamat Perguruan Tinggi Total Frekuensi Persen (%) mempermudah dalam pengumpulan data dan membuat Berdasarkan tabel 3 menunjukkan bahwa responden distribusi serta persentase dari setiap karakteristik yang yang tamatan SMA lebih banyak dengan jumlah 38 responden dengan presentase . ,8%), disusul dengan tamatan perguruan tinggi sebanyak 28 responden HASIL PENELITIAN dengan presentase . ,7%), kemudian tamatan SD Tabel 1. Distribusi Frekuensi Krakteristik Berdasarkan Usia Menurut Depkes sebanyak 14 responden dengan presentase . , dan Usia Dewasa . -60 tahu. Frekuensi Dewasa Tua . tahun keata. Persen (%) tidak sekolah sebanyak 6 responden dengan presentase . ,6%). Tabel 4 Tingkat Pola Makan pada Pasien Diabetes Melitus Total Berdasarkan tabel 1 menunjukkan bahwa responden lansia lebih banyak dengan jumlah 61 responden dengan persentase . ,0%), sedangkan yang berusia dewasa sebanyak 30 responden dengan persentase Pola Makan Buruk Cukup Baik Sangat baik Total Frekuensi Persen (%) Berdasarkan tabel 4. 5 menunjukkan bahwa . ,0%). responden yang memiliki pola makan sangat baik Tabel 2. Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin lebih banyak dengan jumlah 70 responden dengan persentase . ,9%), dilanjut dengan yang baik Jenis Kelamin Frekuensi Persen (%) Laki Ae laki Perempuan Total dengan jumlah 19 responden dengan persentase . ,9%), sedangkan yang cukup sebanyak 2 responden dengan persentase . ,2%) dan pola makan buruk tidak ada. Berdasarkan tabel 2 menunjukkan bahwa responden yang berjenis kelamin perempuan lebih banyak dengan jumlah 61 responden dengan persentase ( 67,0%), responden dengan persentase ( 33,0%). laki-laki PEMBAHASAN Pola makan merupakan determinan penting menentukan resitensi. Asupan lemak dapat memicu terjadinya resistensi insulin dan inflamasi kronik. Inflamasi paling sering dialami diantaranya gangguan Marpaung. Veronica et. Gambaran Pola Makan Pada Pasien Diabetes Mellitus Di Puskesmas Cempaka A JKM : Jurnal Kesehatan Mahardika Vol. No. September 2022, pp. ISSN: 2355-0724. DOI: 10. 54867/jkm. penglihatan pada mata atau mata kabur dan gangguan terjadi suatu rangkaian reaksi dalam metabolism glukosa saraf tepi berupa kesemutan dan mati rasa terutama pada di salam sel. Respon sekresi insulin terhadap peningkatan bagian kaki dan tangan (Azrimaidaliza, 2. konsentrasi glukosa darah memberikan mekanisme Pola makan umpan balik yang sangat penting untuk pengaturan perencanaan 3J yaitu jumlah, jenis, dan jadwal makan glukosa darah. Yaitu kenaikan glukosa darah meningkat. yang teratur. Pola makan yang tidak sehat menyebabkan sekresi insuli selanjutnya menyebabkan transfer glukosa tidak adanya keseimbangan antara karbohidrat dan kedalam sel, karena itu mengurangi konsentrasi glukosa kandungan lain yang dibutuhkan oleh tubuh. Akibatnya darah kembali ke nilai normal (Kurniasari, 2. kandungan gula didalam tubuh menjadi tinggi melebihi kapasitas kerja pankreas dan mengakibatkan terjadinya diabetes mellitus (Santoso & Ranti, 2. Pola makan yang baik harus dipahami oleh penderita Diabetes Mellitus dalam pengaturan pola makan seharihari. pola ini meliputi pengaturan jadwal bagi penderita Diabetes Mellitus yang biasanya adalah 6 kali makan per hari yang dibagi menjadi 3 kali makan besar dan 3 kali makan selingan (Amir, 2. Beberapa penelitian mengemukakan bahwa diabetes mellitus terjadi akibat tidak seimbangnya asupan energi, karbohidrat, dan protein. Penderita diabetes mellitus yang dirawat inap menemukan bahwa penderita yang memiliki asupan energy lebih besar dari kebutuhannya mempunyai resiko 31 kali lebih besar untuk mengalami kadar gula darah yang tidak terkendali dibandingkan dengan penderita yang asupan energinya sesuai kebutuhan (Hariawan, 2. Diabetes mellitus (DM) dikenal oleh masyarakat sebagai penyakit kencing manis atau penyakit menahun yang ditandai dengan adanya peningkatan kadar gula darah sebagai akibat dari adanya gangguan sitem metabolism didalam tubuh. Hal ini dapat disebabkan oleh gagalnya organ pancreas untuk memproduksi hormone insulin sesuai kebutuhan (Fatimah, 2. Pada penderita dengan diabetes terdapat dua masalah utama yang berhubungan dengan insulin, yaitu resitensi insulin dan gangguan sekresi insulin. Normalnya insulin akan terikat dengan reseptor khusus pada permukaan sel. Sebagai akibat terikatnya insulin dengan reseptor tersebut. KESIMPULAN Pola makan pada pasien Diabetes Mellitus di Puskesmas Cempaka Putih Jakarta sebagaian besar sangat setiap tenaga kesehatan dapat memberikan informasi secara berkelanjutan kepada pasien Diabetes Mellitus yang berobat untuk dapat mengatur pola makan dengan REFERENSI