AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 PENGARUH PROFITABILITAS. KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP RETURN SAHAM Wardah Tujjannah1. Elly Soraya2. Patriandari3 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam As-SyafiAoiyah. Jakarta1,2,3 tuljanahwardah2@gmail. com 2sorayaelly@gmail. com 3patriandari. feb@uia. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh profitabilitas, kepemilikan institusional dan ukuran perusahaan. Dalam penelitian ini, profitabilitas diukur dengan ROA, kepemilikan institusional diukur dengan presentase saham yang dimiliki, dan ukuran perusahaan diukur dengan total aset. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deksriptif dan kausal. Sampel dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan metode purposive sampling, diperoleh sebanyak 18 sampel dari 90 perusahaan property & real estate yang terdaftar Bursa Efek Indonesia pada tahun 2019-2023 dengan 18 perusahaan sampel yang menggunakan metode purposive sampling. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dengan menggunakan program SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh negatif signifikan terhadap return saham, kepemilikan institusional berpengaruh positif terhadap return saham dan ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap return saham. Kata kunci: Profitabilitas. Kepemilikan Institusional. Ukuran Perusahaan. Return Saham ABSTRACT This study aims to determine the effect of profitability, institutional ownership, and company size. In this study, profitability is measured by ROA, institutional ownership is measured by the percentage of shares owned, and company size is measured by total assets. This type of research is quantitative research with a descriptive and causal approach. The sample in this study was obtained using a purposive sampling method, obtained 18 samples from 90 property & real estate companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2019-2023 with 18 sample companies using the purposive sampling method. The analytical method used is multiple linear regression analysis using the SPSS program version 26. The results of the study indicate that profitability has a significant negative effect on stock returns, institutional ownership has a positive effect on stock returns, and company size has a positive effect on stock returns. Key words: Profitability. Institutional Ownership. Firm Size. Stock Returns PENDAHULUAN Perkembangan pasar modal semakin pesat, terlihat dari banyaknya perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Bursa Efek Indonesia (BEI) berfungsi sebagai perantara antara pihak yang memiliki kelebihan dana . dan pihak yang membutuhkan dana . , bertemu melalui perdagangan instrumen keuangan seperti AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 Saham menjadi instrumen investasi yang menjanjikan potensi return tinggi, namun mengandung risiko yang tinggi akibat fluktuasi harga dan ketidakpastian pasar (Adnyana, 2. Return saham merupakan nilai saham atau keuntungan yang diperoleh sebagai hasil dari aktivitas investasi (Hartono, 2022:. Return berperan untuk menarik minat investor dalam kegiaatan investasi di pasar modal. Semakin tinggi return yang dijanjikan maka akan semakin tinggi pula minat investor untuk melakukan investasi (Hartono, 2022:. Investasi dalam perusahaan sektor property & real estate merupakan investasi jangka panjang yang sangat menguntungkan. Hal ini dikarenakan harga tanah yang mengalami kenaikan dari tahun ke tahun, sedangkan jumlah tanah terbatas. Namun permintaan semakin tinggi karena jumlah penduduk semakin bertambah. Akan tetapi, sektor ini rentan terhadap fluktuasi yang pada akhirnya akan memengaruhi rendahnya daya beli masyarakat. Pertumbuhan sektor bisnis properti & real estate sulit untuk diprediksi karena sangat bergantung pada kondisi perekonomian suatu negara. Sektor ini dapat mengalami peningkatan hingga terjadi kelebihan pasokan ketika ekonomi membaik, tetapi juga dapat mengalami penurunan yang cepat dan berisiko tinggi jika kondisi ekonomi memburuk. Sumber. Data diolah. BEI 2025 Gambar 1. Return Saham Perusahaan Sektor Property dan Real Estate Berdasarkan Gambar 1. Return Saham Perusahaan Sektor Property And Real Estate dapat dilihat bahwa sektor property and real estate mengalami fluktuasi dari tahun 2019-2023. Return saham terendah terjadi pada tahun 2020 dan tertinggi terjadi pada tahun 2021. Berdasarkan fenomena penurunan return saham yang terjadi investor tidak bisa mendapatkan apa yang diinginkan yaitu tingkat keuntungan dan tingkat return yang tinggi. Perubahan yang terjadi pada return saham ini dapat dipengaruhi oleh faktor makro dan mikro. Faktor makro merupakan faktor yang berada di luar perusahaan meliputi tingkat suku bunga, inflasi, nilai tukar mata uang dan kondisi ekonomi global. Faktor mikro merupakan kondisi yang berada di dalam perusahaan meliputi rasio keuangan, kepemilikan institusional dan ukuran perusahaan (Zulfikar, 2016:. Pada penelitian ini hanya menggunakan satu rasio keuangan yaitu profitabilitas. Profitabilitas merupakan rasio yang digunakan untuk menilai kemampuan suatu perusahaan dalam mencari keuntungan atau laba (Kasmir, 2021:. Rasio yang digunakan dalam penelitian ini adalah Return On Asset (ROA). ROA digunakan untuk mengukur seberapa efisien perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dilihat dari total aset yang dimiliki (Seto, 2022:. AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 Selain profitabilitas, faktor lain yaitu kepemilikan institusional. Kepemilikan institusional merupakan kepemilikan saham perusahaan oleh suatu institusi atau lembaga (Rustan, 2023:. Kepemilikan institusional cenderung memiliki proporsi kepemilikan yang cukup signifikan, sehingga memiliki hak suara yang dapat berpengaruh pada saat pengambilan keputusan yang berdampak positif pada return saham (Putra & Afriyenti, 2. Hal lain yang menjadi faktor yaitu ukuran perusahaan. Ukuran perusahaan merupakan Suatu skala di mana dapat diklasifikasikan besar kecilnya perusahaan total aset (Goh, 2023:. Semakin besar ukuran perusahaan menunjukkan performa yang baik menunjukkan bahwa semakin mudahnya perusahaan masuk ke pasar modal. Berdasarkan latar belakang dan fenomena yang terjadi maka peneliti akan menguji kembali pengaruh profitabilitas, kepemilikan institusional dan ukuran perusahaan terhadap return saham. Maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul AuPengaruh Profitabilitas. Kepemilikan Institusional, dan Ukuran Perusahaan Terhadap Return Saham TINJAUAN TEORITIS DAN HIPOTESIS Agency Theory Teori agensi merupakan teori yang menjelaskan hubungan yang terjadi antara pihak manajemen perusahaan selaku agen dengan pemilik perusahaan selaku pihak Pihak principal adalah pihak yang memberikan perintah kepada pihak lain yaitu agen untuk melakukan semua kegiatan atas nama principal (Br Purba, 2023:. Signalling Theory Teori ini menjelaskan tindakan manajemen dalam memberikan petunjuk mengenai pandangan mereka mengenai potensi pertumbuhan perusahaan di waktu mendatang (Brigham dan Houston, 2019: . Pasar Modal Pasar modal diartikan sebagai pertemuan antara pihak yang memiliki kelebihan dana . nvestors/saver. dengan pihak yang membutuhkan dana dengan cara memperjualbelikan sekuritas (Paningrum, 2022:. Investasi Menurut Hartono . investasi adalah menunda konsumsi sesuatu di masa sekarang untuk digunakan di dalam produksi yang lebih efisien selama periode waktu yang tertentu dengan harapan agar bisa mendapatkan keuntungan di masa mendatang. Return Saham Menurut Hartono . menyatakan bahwa: AuReturn saham merupakan tingkat keuntungan yang dinikmati oleh pemodal atas suatu investasi saham yang telah dilakukanAy. Profitabilitas Profitabilitas adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba yang berhubungan dengan penjualan, total aktiva dan modal sendiri (Jaya, 2023:. Kepemilikan Institusional AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 Elfiswandi . AuKepemilikan institusional merupakan kondisi dimana institusi memiliki saham dalam suatu perusahaanAy. Ukuran Perusahaan Menurut Hery, 2017:98 Ukuran perusahaan merupakan perusahaan yang dilihat berdasarkan besar kecilnya perusahaan tersebut. Ukuran perusahaan yang diukur melalui total asset cenderung menunjukkan stabilitas yang lebih tinggi. Kerangka Pemikiran Profitabilitas (X. Kepemilikan Institusional Return Saham (X. (Y) Ukuran Perusahaan (X. Gambar 2. Kerangka Pemikiran Keterangan: H1 : Profitabilitas berpengaruh positif terhadap return saham H2 : Kepemilikan Institusional berpengaruh positif terhadap return saham H3 : Ukuran Perusahaan berpengaruh positif terhadap return saham METODE PENELITIAN Pengukuran Return Saham Pada penelitian ini return saham diproksikan dengan harga saham periode saat ini dikurangi harga saham periode sebelumnya lalu dibagi harga saham periode Dapat dirumuskan sebagai berikut (Hartono, 2022:. ycIyceycycycycu ycIycaEaycayco ycEyc Oe ycEyc Oe 1 ycEyc Oe 1 Profitabilitas Dalam penelitian ini, profitabilitas menggunakan Return On Asset (ROA). Rasio ini menggambarkan seberapa besar kemampuan seluruh harta perusahaan dapat menghasilkan laba. Dapat dirumuskan sebagai berikut (Seto, 2022:. ycIyceycycycycu ycCycu yaycycyceyc = yaycaycayca yaAyceycycycnEa ycNycuycycayco yaycyceyc AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 Kepemilikan Institusional Pada penelitian ini kepemilikan institusional diproksikan dengan tingkat kepemilikan institusional dapat diukur dengan membagi saham dimiliki oleh pemegang saham institusional dengan jumlah saham beredar (Elfiswandi, 2024:. Dapat dirumuskan sebagai berikut: yaya = yaycycoycoycaEa ycIycaEaycayco ycUycaycuyci yaycnycoycnycoycnycoycn ycNycuycycayco ycIycaEaycayco yaAyceycyceyccycayc Ukuran Perusahaan Pada penelitian ini ukuran perusahaan diproksikan dengan ukuran perusahaan dapat dinyatakan dengan total aset perusahaan. Dapat dirumuskan sebagai berikut (Goh, 2023:. SIZE = Ln Total Assets Populasi dan Sampel Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan sektor property and real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019 -203 berjumlah 90. Pengambilan sampel secara purposive sampling, yaitu teknik pengambilan sampel dengan kriteria Sampel harus memenuhi kriteria berikut agar dapat digunakan : . Perusahaan Property & Real Estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2019 2023. Perusahaan Property & Real Estate yang tidak mempublikasikan annual report & laporan keuangan secara berturut-turut selama periode 2019 - 2023. Perusahaan Property & Real Estate yang mengalami kerugian selama periode 20192023. Maka sampel yang didapatkan yaitu 18 perusahaan. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu observasi dokumentasi dengan melihat laporan keuangan perusahaan manufaktur sektor barang konsumen primer tahun 2021-2023. Data yangdigunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang didapatkan dari idx. Metode Analisis Data Analisis yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu : Statistik Deskriptif Statistik deskriptif memberikan gambaran atau deksripsi suatu data yang dilihat dari nilai rata-rata . , nilai maksimum, nilai minimum, standar deviasi (Ghozali, 2018:. Uji Hipotesis Dalam penelitian ini menggunakan . ji statistik . ji simultan . HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Uji Statistik Deskriptif Analisis statistik deskriptif bertujuan untuk menjelaskan deskripsi data seluruh variabel yang digunakan dalam penelitian. Hasil dari tabulasi Profitabilitas. Kepemilikan Institusiona. Ukuran Perusahaan dan Return Saham diinterpretasikan dalam nilai minimum, maximum, mean dan standar deviasi untuk setiap variabel. AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 Table 1 Hasil Analisis Statistik Deskriptif Sumber : Data diolah, 2025 Berdasarkan pada Tabel 1 diatas setelah dilakukan data output jumlah data yang diperoleh sebanyak 90. Pada variabel Return Saham mempunyai jumlah minimum 0,01 dan maksimum 1,61. Dengan nilai rata-rata 0,2930 dari hasil analisis deskriptif return saham mempunyai nilai standar deviasi sebesar 0,26195. Profitabilitas dengan jumlah minimum 0,13 dan nilai maksimum 1,61 dengan nilai rata-rata 7,1368 nilai standar deviasi sebesar 11,89815. Kepemilikan institusional menunjukkan bahwa nilai minimum sebesar 1,53 dan nilai maksimum sebesar 97,80 dengan nilai rata-rata sebesar 64,2596 dan nilai standar deviasi sebesar 21,53395. Ukuran perusahaan menunjukkan nilai minimum sebesar 15,60 dan nilai maksimum sebesar 31,22 dengan nilai rata-rata yang diperoleh sebesar 26. 0796 dan nilai standar deviasi sebesar 5,22489. Analisis Regresi Linier Berganda Regresi linier berganda untuk menguji pengaruh beberapa variabel independent terhadap variabel dependen. Tujuan analisis regresi yaitu mengukur hubungan antara variabel dependen dengan variabel independent. Table 2 Hasil Uji Regresi Linier Berganda Sumber : Data diolah, 2025 Berdasarkan pada Tabel 2 persamaan regresi linear berganda yang dihasilkan adalah sebagai berikut: Y= (-3,. (-0,. X1 0,185 X2 . X3 e Keterangan : = Return Saham = Konstanta AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 = Profitabilitas = Kepemilikan Institusional = Ukuran Perusahaan = error Dari interprestasi dalam model regresi di atas dapat diuraikan sebagai berikut: Nilai konstanta sebesar -3,390 menyatakan bahwa jika nilai variabel independen adalah 0, maka nilai Return Saham sebesar -3,390. Nilai koefisien regresi profitabilitas (ROA) sebesar -0,132 yang menunjukkan arah hubungan negatif antara profitabilitas dengan Return Saham. Tanda negatif pada profitabilitas menunjukkan bahwa bertambah besarnya profitabilitas mengakibatkan return saham akan menurun. Nilai koefisien regresi kepemilikan institusional sebesar 0,185 yang menunjukkan arah hubungan positif antara kepemilikan institusional dengan Return Saham. Tanda positif pada kepemilikan institusional menunjukkan bahwa bertambah besarnya kepemilikan institusioanl mengakibatkan return saham akan naik. Nilai koefisien regresi ukuran perusahaan sebesar 0,438 yang menunjukkan arah hubungan positif antara ukuran perusahaan dengan Return Saham. Tanda positif pada ukuran perusahaan menunjukkan bahwa bertambah besarnya ukuran perusahaan mengakibatkan return saham akan naik. Uji t Pada dasarnya, tujuan uji-t digunakan untuk menampilkan sejauh mana perubahan variabel dependen dapat dijelaskan oleh perubahan variabel independen Jika nilai signifikansi kurang dari 0,05, variabel independen memiliki dampak parsial pada variabel dependen. Uji-t digunakan dalam hal ini untuk memastikan apakah return saham sebagian dipengaruhi oleh faktor profitabilitas, kepemilikan institusional dan ukuran perusahaan. Uji-t menghasilkan hasil sebagai berikut: Table 3 Hasil Uji Signifikansi (Uji . Sumber : Data diolah,2025 Hasil perhitungan pada Tabel 8 menunjukkan bahwa . Variabel independent profitabilitas terhadap return saham didapatkan nilai t hitung sebesar -11,687 < t tabel 1,987 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Maka menunjukkan variabel profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap return saham. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa H1 diterima. Variabel independent kepemilikan institusional terhadap return saham didapatkan nilai t hitung sebesar 4,815 > t tabel 1,987 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 > 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa H2 AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 yang menyatakan kepemilikan institusional berpengaruh terhadap return saham . Variabel independent ukuran perusahaan terhadap return saham, didapatkan nilai t hitung sebesar 3,741 > t tabel 1,987 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 > 0,05. Maka menunjukkan variabel ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap return saham. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa H3 diterima. Pembahasan Pengaruh Profitabilitas terhadap Return Saham Profitabilitas (ROA) berpengaruh negatif terhadap Return Saham dalam penelitian ini ditolak. Tanda negatif pada profitabilitas menunjukkan bahwa bertambah besarnya profitabilitas mengakibatkan return saham akan menurun. Sehingga diartikan bahwa setiap kenaikan tingkat profitabilitas perusahaan, justru diikuti oleh penurunan return saham secara signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa respon pasar terhadap peningkatan profitabilitas tidak selalu bersifat positif sebagaimana diasumsikan dalam teori capital loss . erugian moda. adalah kondisi di mana harga jual suatu aset investasi lebih rendah daripada harga belinya. Akibatnya, investor yang telah membeli saham pada harga tinggi akan mengalami capital loss, sehingga mengurangi daya tarik saham tersebut bagi investor lain. Siklus ini membuat return saham yang dihasilkan pada periode tersebut menjadi Dengan demikian, pada perusahaan dengan profitabilitas tinggi, pasar memandang risiko perusahaan lebih rendah, sehingga potensi capital gain yang diharapkan investor juga lebih kecil. Dalam situasi ini, investor yang mencari return tinggi cenderung mengalihkan dana mereka ke aset atau perusahaan dengan tingkat risiko dan potensi return yang lebih besar, sehingga menurunkan permintaan terhadap saham perusahaan berprofit tinggi. Penurunan permintaan ini mengarah pada penurunan harga saham, yang pada akhirnya menghasilkan return saham yang negatif (Jogiyanto, 2022: . Hal ini sejalan dengan penelitian penelitian (Lestari & Sukamdiana, 2. dan (Nurdiana, 2. menyatakan bahwa profitabilitas berpengaruh negatif terhadap return Penelitian tersebut menyatakan bahwa return on asset yang semakin tingi akan memberikan return saham yang semakin rendah. Pengaruh Kepemilikan Institusional terhadap Return Saham Kepemilikan Institusional berpengaruh positif terhadap Return Saham dalam penelitian ini diterima. Kepemilikan institusional berpengaruh positif signifikan menunjukkan bahwa kenaikan harga saham akan memberikan keuntungan modal bagi Kepemilikan institusional yang tinggi mencerminkan keyakinan investor besar terhadap prospek perusahaan dan mengurangi potensi tindakan manajemen yang merugikan pemegang saham serta meningkatkan nilai perusahaan. Sehingga mampu memicu minat beli dan menaikkan harga saham di pasar, yang dapat memberikan capital gain pada return saham. Dengan demikian dapat dijelaskan melalui signaling theory (Brigham dan Houston, 2019:. kepemilikan institusional yang besar akan mengirimkan sinyal kepada pasar bahwa saham perusahaan tersebut layak untuk diinvestasikan, karena telah melalui proses seleksi dan analisis mendalam oleh pihak profesional. Sinyal ini dapat meningkatkan persepsi positif investor ritel, memperbesar arus modal masuk, dan AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 mendorong kenaikan harga saham. Dalam situasi ini, investor yang sudah memiliki saham dapat menikmati capital gain seiring dengan meningkatnya valuasi pasar. Hal ini sejalan dengan penelitian penelitian (Kusumawati & Lestari, 2024(Arfah, 2. ) yang menyatakan bahwa kepemilikan institusional berpengaruh positif signifikan terhadap return saham. tingginya tingkat kepemilikan saham oleh institusi dapat meningkatkan fungsi pengawasan terhadap manajemen perusahaan, sehingga dapat mendorong perusahaan untuk lebih transparan dan efisien dalam menjalankan Hal ini dapat meningkatkan kepercayaan investor lain, mendorong permintaan saham, dan pada akhirnya berpotensi meningkatkan harga saham, sehingga return saham akan meningkat. Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Return Saham Ukuran Perusahaan berpengaruh positif terhadap Return Saham dalam penelitian ini diterima. Ukuran perusahaan berpengaruh positif signifikan menunjukkan bahwa perusahaan besar memiliki akses yang lebih mudah terhadap sumber pendanaan eksternal, baik dari pasar modal maupun perbankan, dengan biaya modal yang lebih Selain itu, mereka cenderung memiliki portofolio usaha yang lebih terdiversifikasi, yang mampu mengurangi risiko kegagalan bisnis secara keseluruhan. Kondisi ini meningkatkan daya tarik investasi dan mendorong peningkatan harga Peningkatan permintaan ini mendorong apresiasi harga saham di pasar, sehingga investor yang telah membeli saham pada harga lebih rendah berpotensi memperoleh capital gain saat menjualnya di harga yang lebih tinggi. Dengan demikian dapat dijelaskan melalui signaling theory (Brigham dan Houston, 2019:. Teori sinyal menyatakan bahwa informasi yang disampaikan perusahaan dapat menjadi sinyal bagi investor untuk menilai prospek dan risiko Ukuran perusahaan yang besar sering kali menjadi good signal bagi pasar karena menunjukkan kapasitas sumber daya yang kuat, stabilitas operasional, serta kemampuan bertahan dalam menghadapi fluktuasi ekonomi. Sinyal ini memicu keyakinan investor bahwa perusahaan besar memiliki potensi menghasilkan arus kas yang stabil dan mampu membayar dividen secara konsisten, sehingga meningkatkan minat beli saham. Perusahaan berukuran besar umumnya memiliki reputasi yang baik, akses lebih mudah ke sumber pendanaan, jaringan distribusi yang luas, dan kekuatan tawar yang lebih tinggi terhadap pemasok maupun pelanggan. Keunggulan-keunggulan tersebut dapat meningkatkan profitabilitas jangka panjang, sehingga menambah kepercayaan investor akan keberlanjutan kinerja perusahaan. Dalam teori sinyal, kondisi tersebut mencerminkan sinyal positif yang direspons pasar dengan peningkatan permintaan saham, yang pada akhirnya mendorong kenaikan harga saham dan return. Hal ini sejalan dengan penelitian penelitian (Arfah. A,2. Perusahaan yang memiliki asset lebih besar tentunya akan memiliki skala ekonomi yang lebih leluasa dalam memanfaatkan peluang- peluang investasi yang ada, sehingga keuntungan perusahaan pun akan semakin besar sehingga mendorong investor untuk membeli saham-saham tersebut dampaknya return saham akan naik. AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 PENUTUP Simpulan Berdasarkan hasil olah data dari pengujian profitabilitas, kepemilikan institusional dan ukuran perusahaan terhadap return saham pada perusahaan sektor property and real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2019 Ae 2023, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: Profitabilitas berpengaruh negatif dan signifikan terhadap return saham. Hal tersebut dikarenakan setiap kenaikan tingkat profitabilitas perusahaan, justru diikuti oleh penurunan return saham secara signifikan. Bahwa respon pasar terhadap peningkatan profitabilitas tidak selalu bersifat positif sebagaimana diasumsikan dalam teori capital loss. Akibatnya, investor yang telah membeli saham pada harga tinggi akan mengalami capital loss, sehingga mengurangi daya tarik saham tersebut bagi investor lain. Kepemilikan Institusional berpengaruh positif signifikan terhadap return saham . Hal tersebut menunjukkan bahwa tingginya kepemilikan institusional memberikan sinyal positif kepada pasar terkait prospek dan stabilitas perusahaan. Tingkat pengawasan yang tinggi tersebut mendorong terciptanya tata kelola perusahaan . ood corporate governanc. yang lebih baik, mengurangi potensi tindakan manajemen yang merugikan pemegang saham, serta meningkatkan nilai Peningkatan nilai perusahaan pada akhirnya tercermin pada kenaikan harga saham, yang memberikan capital gain dan berdampak pada peningkatan return saham. Ukuran perusahaan berpengaruh positif signifikan terhadap return saham. Hal ini dikarenakan perusahaan yang besar sering kali menjadi good signal bagi pasar karena menunjukkan kapasitas sumber daya yang kuat, stabilitas operasional, serta kemampuan bertahan dalam menghadapi fluktuasi ekonomi yang berfungsi sebagai sinyal positif bagi investor dan menarik minat investasi, sehingga mendorong kenaikan harga saham dan berdampak pada peningkatan return saham. Saran Peneliti menyadari penelitian ini masih banyak kekurangan dalam penelitian ini. Berdasarkan simpulan dari hasil penelitian diatas, maka peneliti mengemukakan beberapa saran yaitu bagi perusahaan : Bagi pembaca, hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan wawasan serta pengetahuan terkait dengan profitabilitas, kepemilikan institusional dan ukuran perusahaan, khususnya terkait return saham. Bagi investor maupun calon investor, disarankan untuk tidak hanya melihat profitabilitas saja dalam menilai perusahaan, tetapi juga memperhatikan kepemilikan institusional dan ukuran perusahaan. Karena dua faktor tersebut ternyata lebih berpengaruh terhadap return saham . Karena periode penelitian ini hanya lima tahun, disarankan bagi peneliti selanjutnya untuk menggunakan periode yang lebih panjang agar dapat menggambarkan kondisi yang lebih akurat. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan untuk dapat menambahkan variabel-variabel independent lainnya yang dapat memperluas pemahaman terhadap fenomena return AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 DAFTAR PUSTAKA