Agrita Vol. 7 No. 1 Tahun 2025 ISSN Cetak: 2723-6455 e-ISSN: 2721-0022 PENGARUH INPUT PRODUKSI TERHADAP HASIL PADI SAWAH TADAH HUJAN DESA PANIMBANG JAYA (STUDI KASUS PETANI DAMPINGAN PADA PROGRAM MSIB BATCH . THE EFFECT OF PRODUCTION INPUT ON RAIN-FEED RICE YIELD IN PANIMBANG JAYA VILLAGE Nadzilah Fitria 1. Endang Tri Astuti Ningsih2 . Neneng Kartika Rini 3 1, 2 Universitas Muhammadiyah 1 nadzilah52@ummi. id , 2 end. end2016@ummi. id, nenengkartikarini@ummi. Masuk: 28 Juni 2025 Penerimaan: 29 Juni 2025 Publikasi: 30 Juni 2025 ABSTRAK Penggunaan faktor produksi memainkan peran penting dalam meningkatkan hasil produksi padi sawah seperti halnya dalam penggunaan input produksi . estisida dan pupu. dan tenaga kerja. Biaya pembelian pestisida,pupuk dan juga biaya tenaga kerja yang dikeluarkan perlu dipertimbangkan karena akan mempengaruhi pendapatan yang akan diterima. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak dari penggunaan pestisida,pupuk dan tenaga kerja terhadap hasil produksi padi sawah tadah hujan Desa Panimbang Jaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode kuantitatif dengan analisis regresi linier beganda denga persamaan fungsi produksi Cobb-Douglas. Hasil penelitian menunjukan bahwa . Pestisida tidak berpengaruh secara signifikan terhadap hasil produksi padi sawah secara parsial, . Pupuk tidak berpengaruh secara signifikan terhadap hasil produksi padi sawah secara parsial, . Tenaga kerja memiiki pengaruh yang signifikan terhadap hasil produksi padi sawah secara parsial. Pestisida,pupuk dan tenaga kerja memiliki pengaruh yang signifikan terhadap hasil produksi padi sawah secara simultan dengan koefisien R2 diperoleh bahwa 59,1% dapat dipengaruhi oleh ketiga variabel tersebut. Sedangkan sisanya 40,9% dipengaruhi oleh faktor diluar model atau variabel independent yang tidak dimasukkan dalam penelitian. Kata kunci : Dampak. Pestisida. Pupuk. Tenaga kerja. Padi sawah. ABSTRACT The use of production factors plays an important role in increasing the yield of paddy rice production as well as in the use of production inputs . esticides and fertilizer. and labor. The cost of purchasing pesticides, fertilizers and also labor costs incurred need to be considered because they will affect the income that will be received. This study aims to determine the impact of the use of pesticides, fertilizers and labor on the yield of rainfed paddy rice production in Panimbang Jaya Village. The method used in this study is a quantitative method with multiple linear regression analysis with the Cobb-Douglas production function equation. The results of the study showed that . Pesticides did not have a significant effect on the yield of paddy rice production partially, . Fertilizers did not have a significant effect on the yield of paddy rice production partially, . Labor had a significant effect on the yield of paddy rice production partially. Pesticides, fertilizers and labor have a significant effect on the yield of paddy rice production simultaneously with the R2 coefficient obtained that 59. can be influenced by the three variables. While the remaining 40. 9% is influenced by factors outside the model or independent variables not included in the study. Keywords: Impact. Pesticides. Fertilizers. Labor. Paddy field. Agrita Vol. 7 No. 1 Tahun 2025 ISSN Cetak: 2723-6455 e-ISSN: 2721-0022 PENDAHULUAN Padi (Oryza sativa L. ) merupakan komoditas tanaman pangan penghasil beras yang memegang peranan penting dalam kehidupan ekonomi Indonesia (Monareh dan Ogie, 2. Padi menjadi sumber pendapatan bagi petani untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka dan sebagai mata pencaharian. Seperti halnya produksi padi sawah tadah hujan di Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten. Daerah ini memiliki potensi pertanian, terutama dalam budidaya padi karena Kecamatan Pandeglang memiliki kontribusi sign ifikan dalam produksi padi sawah serta potensi geografisnya dan dukungan program pemerintah daerah juga menjadi faktor pendorong pengembangan pertanian. Dapat dilihat pada tahun 2023 total luas panen mencapai 87. 533 hektar dengan puncak terjadi bulan Februari dan Maret serta total produksi mencapai 487. 988 ton dan rata-rata produktivitas padi berkisar antara 5,23 hingga 5,83 ton per hektar. Berdasarkan data tersebut Kabupaten Pandeglang dapat dikategorikan sebagai daerah kaya akan potensi pertanian khususnya pada komoditas padi (Badan Pusat Statistik Kabupaten Pandeglang, 2. Dalam proses produksi sektor pertanian membutuhkan beberapa jenis input seperti pupuk, pestisida, tenag kerja, modal, tanah, irigasi dan lainnya, apabila faktor produksinya terpenuhi maka proses produksi dapat dilaksanakan (Linsangan, 2. Produksi padi di Kabupaten Pandeglang mengalami penurunan dari 546. 631,86 ton pada tahun 2022 menjadi 486. 988,28 ton pada tahun 2023, dengan selisih sebesar 59. 643,58 ton sekitar 10,91% (Badan Pusat Statistik Kabupaten Pandeglang, 2. Penurunan ini memperlihatkan adanya berbagai faktor yang mempengaruhi produktivitas. Banyak faktor yang bisa mepengaruhi hasil produksi padi sawah bisa dari faktor cuaca,serangan hama dan penggunan input produksi . estisida dan pupu. dan tenaga kerja juga sangat berpengaruh. Keberhasilan usaha juga bergantung pada biaya yang dikeluarkan yaitu seperti biaya pembelian pestisida,pupuk dan juga biaya tenaga kerja yang dikeluarkan perlu dipertimbangkan karena akan mempengaruhi pendapatan yang akan diterima (Sudiyarti et al. , 2. Namun penggunaan pestisida yang berlebihan dan penggunaan pupuk kimia secara terus menerus berdampak pada kesuburan tanah, ketersediaan dan biaya tenaga kerja juga menjadi tantangan tersendiri bagi petani. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetagui dampak dari penggunaan pestisida,pupuk dan tenaga kerja terhadap hasil produksi padi sawah tadah hujan Desa Panimbang Jaya hujan. Agrita Vol. 7 No. 1 Tahun 2025 ISSN Cetak: 2723-6455 e-ISSN: 2721-0022 Adapun Penelitian terdahulu yang menjadi salah satu acuan penulis dalam melakukan penelitian sehingga memperkaya penulis dalam teori-teori yang akan digunakan dalam penelitian yaitu seperti dari penelitian AuAnalisis Usaha Tani Padi Sawah di Desa Komba-Komba Kecamatan Kabangka Kabupaten MunaAy (Sufa, 2. persamaan menganalisis faktor produksi aeperti pupuk, pestisida dan tenaga kerja dan Penelitian ini menggunakan model Fungsi cobbdouglas. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan saat Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) Batch 7 Desa Panimbang Jaya Kecamatan Panimbang. Kabupaten Pandeglang. Provinsi Banten. Sehingga penelitian ini dilakukan dengan fokus pada petani dampingan Program MSIB Batch 7 Desa Panimbang Jaya. Lokasi ini dipilih karena merupakan salah satu wilayah dengan kontribusi signifikan terhadap produksi padi dan merupakan Lokasi MSIB yang sedang saya jalankan dan juga didasarkan pada relevansi dengan tujuan penelitian. Penelitian dilakukan selama kurang lebih 3 bulan yaitu dari bulan September 2024 - Desember 2024. Jenis penelitian yaitu Kuantitatif. Menurut Kuncoro et al. , . bahwa data kuantitatif adalah data yang dapat diukur dan dihitung secara langsung, mengenai informasi atau penjelasan dalam bentuk angka atau statistik. Dalam penelitian ini menggunakan dua variabel yaitu variabel . Pestisida. Pupuk. Tenaga kerja dan variabel . Dengan jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah 30 orang petani padi tadah hujan Desa Panimbang Jaya. Pengambilan data atau sampel yaitu penulis melakukan dengan cara Purposive sampling . emilih sampel berdasarkan kriteria yang relevan dengan tujuan Dengan kriteria umum yaitu (Petani padi, lahan pertanian Desa Panimbang Jaya, petani yang menggunakan pupuk, pestisida dan tenaga kerja sesuai variabel penelitian dan Petani yang termasuk mendapat pendampingan program MSIB Batch . Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah seperti observasi lapang mengamati kondisi usahatani padi sawah secara langsung,melakukan wawancara dan menyebar kuesioner kepada petani dampingan Desa Panimbang Jaya dan peneliti melakukan pencatatan dan dokumentasi di lapangan. Analisis data pada penelitian ini menggunakan model persamaan regresi berganda dengan fungsi Cobb-Douglas. Agrita Vol. 7 No. 1 Tahun 2025 ISSN Cetak: 2723-6455 e-ISSN: 2721-0022 Fungsi Produksi Cobb-Douglas Fungsi Cobb-Douglas adalah fungsi atau persamaan yang menunjukkan hubungan antara input . ariabel independen. dengan output . ariabel dependen. yang diinginkan (Ningrum et al. Secara umum fungsi produksi Cobb-Douglas merupakan persamaan yang mengandung dua variabel atau lebih . ariabel bebas dan variabel terika. Fungsi produksi Cobb-Douglas dapat ditulis sebagai berikut ini : Y = A X11. X22. X33 yceu Keterangan: Y : Produksi Padi sawah (K. : Constanta 1, 2, 3 : Koefisien Regresi dari masing-masing variabel X1 : Jumlah Total Biaya Pembelian Pestisida (R. X2 : Jumlah Total Biaya Pembelian Pupuk (R. X3 : Jumlah Total Biaya Tenaga Kerja (R. e : Bilangan eksponen a : Galat Transformasi Logaritma Secara matematis, fungsi cobb-douglas dapat diubah menjadi bentuk regresi berganda dengan mengalogaritmakan persamaan : ln Y = ln A 1 ln X1 2 ln X2 3 ln X3 e Uji Asumsi Klasik Dalam uji asumsi klasik terdapat 4 pengujian yaitu (Uji Normalitas data. Uji Multikolinieritas. Uji Heteroskedastisitas dan Uji Autokorelas. Pengujian Hipotesis Terdiri dari Uji F dan Uji T. Koefisien Determinasi Agrita Vol. 7 No. 1 Tahun 2025 ISSN Cetak: 2723-6455 e-ISSN: 2721-0022 HASIL DAN PEMBAHASAN Identitas Responden Identitas reponden petani padi sawah tadah hujan Desa Panimbang Jaya meliputi nama responden, umur, tingkat pendidikan, status lahan dan jumlah tanggungan keluarga. Umur Responden Petani Padi Umur petani memiliki hubungan dengan kemampuan petani dalam bekerja. Dari segi fisik, semakin tua seseorang atau ketika melewati batas umur tertentu akan berkurang kemampuannya dalam bekerja (Moonik et al. , 2. Tabel 1. Umur Responden petani Padi Umur 30 - 40 41 - 51 52 - 62 Jumlah Jumlah Persentase (%) Secara umum,umur responden petani padi di desa Panimbang rata-rata 41-62 tahun yang merupakan rentang usia produktif. Petani berusia produktif cenderung lebih mampu mengelola usahatani padi sawah karena umur mempengaruhi kemampuan dalam bekerja. Secara umum usia petani memiliki dampak besar pada kinerja pertanian karena dari sudut pandang fisik akan mempengaruhi kemampuan mereka (Yasa & Hadayani, 2. Tingkat Pendidikan Responden Tingkat Pendidikan seringkali dianggap faktor penting yang mempengaruhi perilaku petani dalam berusahatani. Karena Pendidikan akan berpengaruh terhadap cara berusahatani dan penggunaan faktor-faktor produksi (Novia & Satriani, 2. Tabel 2. Tingkat Pendidikan Responden. Pendidikan SMP SMA Jumlah Jumlah Persentase (%) Tingkat pendidikan responden petani sawah tadah hujan Desa Panimbang Jaya rata-rata adalah pada tingkat Sekolah Dasar. Agrita Vol. 7 No. 1 Tahun 2025 ISSN Cetak: 2723-6455 e-ISSN: 2721-0022 Status Lahan Responden Tabel 3. Status Lahan Stasus Lahan Milik Sendiri Sewa Jumlah Jumlah Persentase (%) Status lahan yang banyak dimiliki oleh responden petani padi tadah hujan Desa Panimbang Jaya yaitu lahan sewa. Status lahan sewa bisa menjadi beban biaya yang harus dikeluarkan petani dan biaya sewa lahan bisa mengurangi keuntungan petani, apalagi saat hasil panen menurun akibat ketergantungan curah hujan (Pasaribu & Istriningsih, 2. Jumlah Tanggungan Keluarga Tabel 4. Jumlah Tanggungan Keluarga. Jumlah tanggungan keluarga Jumlah Jumlah Persentase (%) Jumlah tanggungan keluarga reponden petani padi yang diambil rata-rata memiliki tanggungan sebanyak 3-6 dengan jumlah petani 19 orang. Termasuk kategori keluarga dengan jumlah tanggungan sedang. Responden dalam penggunaan setiap variabel Petani dalam menggunakan Pestisida Penggunaan Pestisida 31,30% 20,80% 25,30% 22,60% Moluskisida Herbisida Fungisida Insektisida Gambar 1. Grafik penggunaan pestisida. Agrita Vol. 7 No. 1 Tahun 2025 ISSN Cetak: 2723-6455 e-ISSN: 2721-0022 Dari data di atas bisa disimpulkan bahwa petani Desa Panimbang Jaya lebih banyak mengalokasikan dana untuk insektisida dalam menggendalikan hama dan penyakit yaitu sebesar 31,3% dan herbisida dalam pengendalian gulma sebesar 25,30%. Petani dalam menggunakan Pupuk Penggunaan Pupuk 43,20% 45,60% 11,20% Phonska NPK Urea Gambar 2. Grafik Penggunaan Pupuk. Dari data di atas, menunjukkan bahwa petani lebih banyak menggunakan pupuk Urea meningkatkan pertumbuhan tanaman secara keseluruhan yaitu 45,6% dan pupuk Phonska meningkatkan pertumbuhan vegetatif dan generatif,memperbesar ukuran buah dan biji sebesar 43,2% dalam penanaman padi sawah tadah hujan. Petani dalam pengunaan Tenaga Kerja Tabel 5. Petani dalam pengunaan Tenaga Kerja Tahapan Pengolahan Sebar Cabut Penanaman Penyiangan Penyemprotan Pemupukan Panen Panggul Rata-Rata Orang 2,47 2,57 3,47 19,83 17,87 10,97 7,57 7,33 2,93 Rata-Rata Upah (R. % dari Total Orang 3,29 3,43 4,63 26,44 23,82 14,62 10,09 9,77 3,91 % dari Total Upah 7,55 2,33 6,49 14,84 18,50 11,47 8,51 17,47 12,85 Tenaga kerja dalam usahatani padi sawah mencakup berbagai tahapan dari awal tanam hingga akhir musim tanam. Dari tabel di atas menunjukkan bahwa secara keseluruhan, tahapan pascatanam seperti . enyiangan, pemupukan, panen dan panggu. Sebagian besar Agrita Vol. 7 No. 1 Tahun 2025 ISSN Cetak: 2723-6455 e-ISSN: 2721-0022 biaya dan tenaga kerja, menunjukkan bahwa proses pemeliharaan dan pemanenan sangat krusial dalam usahatani padi sawah. Hasil Pengujian data Tabel 6. Uji Asumsi Klasik. Jenis Uji Uji Normalitas Uji Multikolinearitas Uji Heteroskedastisitas Uji Autokorelasi Indikator/Uji yang Kolmogorov-Smirnov VIF Pestisida = 2,480 < 10 VIF Pupuk = 2,015 < 10 VIF Tenaga kerja = 1,406 < Scatterplot Durbin Watson = 2. 045 OO 2 Hasil Uji Keterangan Sig. = 0,117 > 0,05 Tidak Multikolinearitas Data berdistribusi Normal Titik-titik menyebar secara Tidak mengalami acak dan tidak membentuk masalah pola tertentu Heteroskedastisitas Tidak terjadi autokorelasi . Nilai signifikansi pada uji Kolmogorov Smirnov adalah 0,117 yaitu lebih dari 0,05 maka disimpulkan bahwa data yang diuji berdistribusi normal. Hasil dari uji multikolinieritas,bahwa setiap variabel independent memiliki nilai VIF < 10,00 dan nilai tolerance > 0,100. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penelitian ini tidak terdapat hubungan multikolinieritas antar variabel independent. Pada gambar Scatterplot bahwa plot menyebar secara acak tidak membentuk pola tertentu maka dikatakan terbebas uji heteroskidastisitas . Hasil uji autokorelasi di atas bahwa nilai Durbin Watson sebesar 2. 045 maka disimpulkan bahwa nilai DW mendekati 2, atau dl < . -d. > du atau 1. 01 < 2. 045 > 1. 42 yang menunjukkan tidak terjadi autokorelasi atau asumsi independensi residual terpenuhi. Tabel 7. Uji Regresi Linier Berganda. Variabel Konstanta Pestisida(X. Pupuk(X. Tenaga kerja(X. Adj R-square F-hitung Jumlah sampel Koefisien regresi -103,715 2,021 1,260 4,407 0,591 0,543 12,509 Std. 23,386 1,302 1,826 1,369 Sig. 0,000 0,133 0,496 0,003 0,000 Agrita Vol. 7 No. 1 Tahun 2025 ISSN Cetak: 2723-6455 e-ISSN: 2721-0022 Berdasarkan hasil output SPSS pada tabel diatas dapat dirumuskan sebagai berikut: Variabel pestisida(X. diperoleh hasil Thitung sebesar 1,552 dengan probabilitas 0,133 nilai probabilitas lebih besar dari 0,05 dengan demikian tidak ada pengaruh yang signifikan antara variabel pestisida (X. dengan produksi padi sawah (Y) Desa Panimbang Jaya. Penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan Susanti et al. , . yang menyatakan bahwa di Desa Cialam Jaya Kecamatan Konda Kabupaten Konawe Selatan variabel pestisida tidak berpengaruh terhadap hasil produksi. Variabel Pupuk(X. diperoleh hasil Thitung sebesar 0,690 dengan probabilitas sebesar 0,496 nilai probabilitas lebih besar dari 0,05 dengan demikian tidak ada pengaruh yang signifikan anatara variabel pupuk (X. dengan produksi padi sawah (Y) Desa Panimbang Jaya. Penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan Nunu. Budi. Agus yang menyatakan bahwa di desa Pamotan kecamatan Kalipucang kabupaten Pangandaran variabel pupuk tidak berpengaruh terhadap hasil produksi. Dan juga penelitian Musdalifah . dalam penelitiannya menyatakan penggunaan pupuk Phonska dan NPK tidak sesuai dosis pengguaan pupuk oleh tiap petani beraneka ragam dan pemberinaan dosis tertentu berdasarkan modal dan kebiasaan yang dimiliki. Hal ini menyebabkan produksi padi menjadi . Variabel tenaga kerja (X. diperoleh hasil Thitung sebesar 3,220 dengan probabilitas sebesar 0,003 nilai probabilitas lebih kecil dari 0,05 dengan demikian ada pengaruh positif dan signifikan antara variabel tenaga kerja (X. dengan produksi padi sawah (Y) Desa Panimbang Jaya. Sejalan dengan penelitian sebelumnya Rastana et al. , . yang dilakukan yang menyatakan tenaga kerja berpengaruh secara signifikan terhadap hasil produksi padi di kecamatan kediri kabupaten Tabanan. Interpretasi koefisien model logaritma : Y= -103,715 2,021LnX1 1,260LnX2 4,407LnX3 Y = Variabel dependen ( hasil poduks. LnX1. LnX2. LnX3 = logaritma natural dari variabel-variabel independent . estisida, pupuk, tenaga kerj. Pengolahan data tersebut memiliki makna : Koefisien X1 (Pestisid. = 2,021 Jika pembelian pestisida mengalami peningkatan 1% maka produksi padi sawah akan meningkat sebesar 2,021%. Agrita Vol. 7 No. 1 Tahun 2025 ISSN Cetak: 2723-6455 e-ISSN: 2721-0022 . Koefisien X2 (Pupu. = 1,260 Jika pembelian pupuk mengalami peningkatan 1% maka produksi padi sawah akan meningkat sebesar 1,260%. Koefisien X3 (Tenaga Kerj. = 4,407 Jika sewa tenaga kerja mengalami peningkatan 1% maka produksi padi sawah akan meningkat sebesar 4,407%. Hasil perhitungan diketahui bahwa Fhitung 12,509 dengan probabilitas 0,000 oleh karena itu karena nilai probabilitas lebih kecil dari 0,05 maka Fhitung yang didapat tersebut signifikan. Jadi variabel independent yaitu pestisida(X. , pupuk(X. dan tenaga kerja (X. secara simultan berpengaruh signifikan terhadap variabel dependent yaitu hasil produksi (Y) padi sawah tadah Diperoleh nilai koefisien determinasi (R2 )sebesar 0,591 berarti data tersebut menunjukkan bahwa persentase variabel independent . estisida, pupuk, tenaga kerj. secara bersama-sama sebesar 59,1% yaitu mampu menjelaskan variasi yang terjadi pada variabel dependent . Nilai R2 sebesar 0,591 dapat dikatakan baik namun belum sangat tinggi yang menandakan bahwa ketiga variabel memang berpengaruh tetapi tidak sepenuhnya menentukan besar kecilnya produksi padi, banyak faktor bisa jadi dari cara pemberian dosis pestisida yang berbeda,cara pemberian pupuk yang tidak seragam dan intensitas kerja yang bervariasi. Oleh karena itu sebesar 40,9% sisanya dipengaruhi oleh faktor atau variabel diluar model atau variabel independent yang tidak dimasukkan dalam penelitian. Faktor eksternal yang tidak diukur dalam penelitian ini yaitu seperti dari faktor iklim dan cuaca,luas lahan,kualiats benih atau pun teknologi atau alat pertaniannya. Seperti dalam dalam penelitian Akbar et al. , . yang menyatakan bahwa hasil pada penelitiannya menunjukan bahwa faktor yang berpengaruh nyata terhadap produksi padi adalah variabel luas lahan. Karena Semakin luas lahan yang dimiliki, maka semakin banyak hasil produksi yang Dan juga kondisi cuaca bisa mempengaruhi hasil produksi, karena seperti penelitian Azizah et al. , . bahwa Proses pertanian dipengaruhi oleh pola curah hujan dan curah hujan sering kali menjadi faktor yang menghambat produksi pertanian. Pada penelitian Choirianisa et , . menunjukkan bahwa curah hujan berpengaruh secara signifikan terhadap produksi Cuaca memiliki pengaruh besar terhadap hasil produksi padi, terutama pada usahatani padi tadah hujan yang sangat bergantung pada curah hujan sebagai sumber utama air irigasi. Namun Agrita Vol. 7 No. 1 Tahun 2025 ISSN Cetak: 2723-6455 e-ISSN: 2721-0022 kondisi cuaca yang ekstrem, seperti kekeringan atau hujan berlebih, dapat menghambat pertumbuhan tanaman dan menurunkan produktivitas panen. Produktivitas Tenaga Kerja Produktivitas per tenaga kerja = ycNycuycycayco ycEycycuyccycycoycycn OO 145. 2 kg/orang ycNycuycycayco ycNyceycuycayciyca ycoyceycycyca Berdasarkan perhitungan data 30 responden petani dampingan diketahui bahwa total produksi padi yang dihasilkan mencapai 145, 2 kg dengan total tenaga kerja yang digunakan 813 orang. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata produktivitas tenaga kerja dalam usahatani padi Desa Panimbang Jaya sebesar 145, 2 kg per tenaga kerja. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis fungsi Cob-Douglas melalui analisis regresi berganda secara simultan penggunan pestisida, pupuk dan tenaga kerja berpengaruh terhadap hasil produksi padi sawah Desa Panimbang Jaya. Secara parsial disimpulkan bahwa hanya penggunaan tenaga kerja berpengaruh secara signifikan terhadap produksi padi sawah Desa Panimbang Jaya. UCAPAN TERIMA KASIH Terima kasih kepada kedua orang tua, ibu DR. Endang Tri Astuti Ningsih. selaku pembimbing I dan ibu Neneng Kartika Rini. selaku pembimbing II serta para reviewer dan editor Jurnal Agrita. DAFTAR PUSTAKA