Jurnal Antara Abdimas Keperawatan Vol. No. Desember 2025, pp. ISSN: 2798-3226. DOI: 10. Optimalisasi Tumbuh Kembang Anak: Pentingnya Imunisasi. Gizi Tumbuh Kembang Anak. Terapi Bermain dan Aktivitas Edukatif di Posyandu Mawar Kp Kadu Gede Desa Cilember Anugrah Nurul Huda1. Pebrianti Tri Atmono2. Ningsih Setia Merta3 . Muhammad Arda Billy4. Malisadinia Arsyi5. Neng Silvi Damayanti6. Putri Febrianti7. Annisa Fitriyani8 1,2,3,4,5,6,7,8 Prodi Keperawatan. Akademi Keperawatan Al Ikhlas Info Artikel Riwayat Artikel: Dikirim 28 Desember, 2024 Revisi 13 Maret, 2025 Diterima 26 Mei, 2025 Kata Kunci: Kata Kunci: Edukasi. Screen Dependency Disorder. Pola Asuh. Anak Usia Dini ABSTRACT Kesehatan anak merupakan faktor utama dalam membangun generasi yang berkualitas. Masa emas tumbuh kembang, terutama pada 100 hari pertama kehidupan, memerlukan perhatian terhadap imunisasi dan gizi seimbang. Posyandu berperan penting dalam pemantauan status gizi anak melalui pengukuran tinggi dan berat Penelitian ini dilakukan di Kp. Kadu Gede. Desa Cilember, bekerja sama dengan Posyandu Mawar. Intervensi mencakup edukasi imunisasi, gizi, dan terapi bermain, serta pengukuran tinggi dan berat badan anak. Hasil analisis menunjukkan berbagai masalah seperti rendahnya cakupan anak yang mendapatkan imunisasi dasar . %), kurangnya konsumsi gizi seimbang . % anak jarang makan sayur dan bua. , dan keterbatasan aktivitas bermain anak . % tidak mampu melakukan kegiatan bermai. Penelitian ini menegaskan bahwa intervensi melalui edukasi imunisasi, peningkatan konsumsi gizi seimbang, dan stimulasi aktivitas bermain dapat membantu mengoptimalkan tumbuh kembang anak. Oleh karena itu, peran aktif posyandu dan orang tua sangat diperlukan dalam meningkatkan kesehatan anak secara This is an open access article under the CC BY-SA license. Corresponding Author: Annisa Fitriyani Departemen Keperawatan. Akademi Keperawatan Al Ikhlas. Indonesia Email : annisa. fitriya18@gmail. PENDAHULUAN Masa anak-anak merupakan periode penting dalam tumbuh kembang manusia, di mana proses fisik, kognitif, dan emosional berlangsung dengan sangat pesat. Optimalisasi tumbuh kembang anak menjadi perhatian utama karena akan menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Dalam upaya mendukung tumbuh kembang anak yang optimal, tiga elemen utama yaitu imunisasi, gizi seimbang, dan aktivitas edukatif memiliki peran yang sangat signifikan (Irna, 2. Imunisasi merupakan usaha untuk memberikan kekebalan terhadap penyakit infeksi pada bayi, anak dan juga orang dewasa. Bertujuan untuk mengetahui factor yang berhubungan dengan kepatuhan ibu dalam melaksanakan imunisasi faktor yang berhubungan dengan kepatuhan ibu dalam melaksanakan imunisasi dasar pada anak . ratiwi et al. , 2. Imunisasi setiap tahunnya dapat menahan antara 2 Ae 3 juta kematian. Journal homepage: https://ejournal. id/index. php/abdimaskep Anugrah Nurul Huda. Pebrianti Tri Atmono, et all ISSN: 2798-3226 Menurut WHO pada tahun 2021, hamper 25 juta anak didunia tidak memiliki data vaksinasi secara lengkap. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya data sebanyak 5,9 juta anak yang tidak imunisasi dari tahun 2019 (Hanani et al. , 2. Menurut KEMENKES Dari total 17 juta anak pada tahun 2021 Ae 2023, dilaporkan pada 2024, lebih dari 2,8 juta anak usia 1 Ae 3 tahun tidak atau belum mendapatkan imunisasi lengkap. Anak anak tersebut tersebar di 38 provini (Kemenkes RI, 2. Dampak jika tidak mendapatkan imunisasi lengkap adalah timbulnya angka kesakitan dan kematian akibat terserang tuberculosis, poliomyelitis, campak, hepatitis b, difteri pertussis dan tetanus neonatorum. Peran orang tua dalam program imunisasi sangan penting, sehingga pemahaman tentang imunisasi sangat Begitu juga dengan pengetahuan, kepercayaan dan perilaku kesehatan orang tua. Kurangnya sosialisasi dari petugas kesehatan menyebabkan masalah rendahnya ibu dalam program imunisasi (Jariyah et , 2. Sistem kekebalan tubuh pada anak yang tidak mendapatkan imunisasi tidak sekuat anak yang diberi imunisasi, tubuh tidak mengenali virus penyakit yang masuk ke tubuh tidak mengenali virus penyakiy yang masuk ke tubuh sehingga tidak bisa melawannya, ini membuat anak rentan terhadap penyakit. Jika anak yang tidak diimunisasi menderita sakit, ia juga dapat menularkan ke orang sekitarnya sehingga dapat membahayankan orang lain (Manulu, 2. Berdasarkan data penduduk di RT 02 & 05 Kp. Kadu Gede Desa Cilember didapati jumlah anak yang menerima imunisasi dasar hanya sebanyak 45% sebagian anak yang menerima imunisasi hanya sekitar 33%, dan yang tidak melakukan imunisasi sebanyak 39%. Hal ini disebabakan karena kurangnya pengetahuan masyarakat Kp. Kadu Gede Desa Cilember mengenai pentingnya imunisasi dasar. Oleh sebab itu perlu dilakukannya Edukasi mengenai pentingnya imunisasi pada anak di Kp. Kudu Gede Desa Cilember untuk meningkatkan pengetahuan akan pentingnya imunisasi pada anak untu mencegah anak rentan terkena sakit. Gizi merupakan faktor penting dalam proses tumbuh kembang fisik anak yang sedang tumbuh dan Gizi yang dibutuhkan meliputi air susu ibu (ASI), energy, protein, lemak, hidrat arang/karbohidrat, vitamin dan mineral. Dalam pemberian zat gizi diharapkan sesuai dengan menu seimbang dan besar porsi disesuaikan dengan daya terima anak (Hidayah et al. , 2. Pertumbuhan adalah setiap perubahan tubuh yang di hubungkan dengan bertambahnya ukuran-ukuran tubuh secara fisik dan struktural. Sedangkan perkembangan adalah bertambanhnya kemampuan dan struktur dan fungsi tubuh anak yang lebih kompleks (Mahyar & Astuti, 2. Kekurangan gizi dapat menyebabkan beberapa hal yang fatal misalnya tidak bertubuhnya secara fisik balita, atau kurangnya sistem kekebalan tubuh balita hal tersebut membuat penyakit dengan gampang masuk ke dalam tubuh si balita karena infeksi penyakit (AoAliah Istiqomah et al. , 2. Berdasarkan Data yang didapatkan di Kp. Kudu Gede Desa Cilember sekitar 23% anak hanya mengkonsumsi buah dan sayur hanya beberapa kali minggu, serta 14% anak jarang mengonsumsi sayur, dan buah. Sehingga perlu dilakukan edukasi mengenai Gizi Tumbuh kemabng anak untuk mengoptimalkan gizi pada petumbuhan anak di Kp. Kadu Gede RT 02 & 05 Desa Cilember serta pengukuran tinggi dan berak pada anak. Berdasarkan data yang ditemukan di Kp. Kadu Gede RT 02 & 05 Desa Cilember ditemukan sekitar 8% anak anak tidak mampu melakukan kegiatan bermain. Sedangkan. Pada tahap ini pertumbuhan dan perkembangan fisik dan mental anak usia sekolah perlu dilakukan kegiatan bermain sambil belajar. Berbagai aktivitas motorik kasar tersebut antara lain berjalan, berlari, melompat, bermain sepak bola, menari, dan Sedangkan pada pengebangan motorik halus dapat dilakukan dengan berbagai kegiatan menggunakan tangan dan media kreatif seperti menggunakan tanah liat, cat, kertas, gunting, tanah liat, lilin dan bermain busa. Salah satu aktivitas yang bisa dimainkan dengan kertas yaitu temple origami pada gambar. Oleh sebab itu, perlu dilakukan kegiatan pengabdian dalam bentuk terapi bermain untuk menstimulasi motorik halus anak sekolah dengan tempel origami pada gambar (Vike Dwi Hapsari et al. , 2. Berdasarkan permasalahan prioritas yang ditemukan di Kp. Kadu Gede Rt 02 % 05 Desa Cilember terhadap kurangnya pengetahuan mengenai pentingnya imunisasi dasar pada anak dan gizi tumbuh kembang anak, serta kemampuan anak dalam bermain. Hal ini menarik perhatian tim Pengabdian Masyarakat AKPER AL-IKHLAS untuk melakukan kegiatan mengenai penyuluhan terhadap pentingnya imunisasi dasar pada anak dan gizi tumbuh kembang anak serta pengukuran tinggi & berat anak, dan tetapi bermain anak dengan menempelkan origami pada gambar di Kp. Kadu Gede RT 02 % 05 Desa Cilember. METODE Kegiatan pengabdian Masyarakat ini menggunakan metode dengan melakukan kegiatan metode dengan melakukan kegiatan survey dan wawancara sehingga didapatkan data bahwa rendahnya cakupan imunisasi dasar . %), kurangnya konsumsi gizi seimbang . % anak jarang makan sayur dan bua. , dan keterbatasan aktivitas bermain anak . % tidak mampu melakukan kegiatan bermai. sehingga dilakukan penyuluhan mengenai pentingnya imunisasi dasar pada anak dan pengukuran tinggi dan berat anak dengan bekerja sama dengan kader posyandu dan bidan desa Cilember yang di laksankan pada tanggal 20 januari Optimalisasi Tumbuh Kembang Anak: Pentingnya Imunisasi. Gizi Tumbuh Kembang Anak. Terapi Bermain dan Aktivitas Edukatif (Anugrah Nurul Hud. A ISSN: 2798-3226 Metode ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan terhadap orang tua anak dalam meningkatkan pengetahuannya mengenai imunisasi dasar pada anak, serta orang tua dapat memperhatikan perkembangan tinggi dan berat anak. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu yang pertama yaitu melakukan tahap persiapan dengan melakukan seurvei awal dan melakukan kerja sama dengan Rt wilayah. Kader Posyandu, dan Bidan Desa, setelah itu mengidentifikasi kebutuhan perlengkapan dan sumber daya untuk kegiatan, lalu membuat PPT dan Leaflet untuk diberikan pada masyarakat untuk media pembelajaran di Thap kedua yaitu tahap pelaksanaan dengan melakukan focus group discussion dengan kader posyandu terkait timbang dan mengukur tinggi pada anak, setelah itu dilanjutkan dengan penyuluhan kepada orang tua anak Kp. Kadu Gede Rt 02 & 05 Desa Cilember mengenai pentingnya imunisasi dasar pada anak yang diberikan oleh pelaksana kegiatan yang merupakan Dosen Akper Al-Ikhlas dan Mahasiswa & Mahasiswi Akademi Keperawatan Al- Iklas. Tim Pengabdian Masyarakat AKPER AL-IKHLAS juga melakukan kegiatan penyuluhan mengenai gizi tumbuh kembang anak dan terapi bermain anak dalam menstimulasi motorik halus dengan tempel origami pada gambar. Kegiatan ini dilakukan dengan bekerja sama bersama RT sekitar Kader Desa dan Guru Puad yang di laksanakan pada tanggal 21 Januari 2025. Metode penyuluhan ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan pada orang tua, serta kegiatan terapi bermain pada anak dalam bermain. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu yang pertama yaitu melakukan tahap persiapan dengan melakukan survey awal dan melakukan kerja sama dengan RT wilayah Kader dan Guru Paud, lalu melakukan permohomanan izin kegiatan yang dilakukan di Paud Al- Mukhlisin di Desa Cilember, setelah itu mengidentifikasi kebutuhan perlengkapan dan sumber daya untuk kegiatan, lalu membuat PPT dan Leafket untuk diberikan pada orang tua untuk media pembelajaran di rumah. Tahap kedua yaitu tahap pelaksanaan dengan melakukan Focus Grup Discussion dengan Guru dan Orang Tua mengenai Gizi tumbuh kembang anak di Kp. Kadu Gede RT 02 & 05 Desa Cilember dan melakukan kegiatan terapi bermain anak dengan mengadakan perlombaan tempel origami bagi anak-anak yang diberikan oleh pelaksana kegiatan yang merupakan Dosen Akper Al- Ikhlas dan Mahasiswa dan Mahasiswi Akademik Keperawatan Al-Ikhlas. HASIL DAN PEMBAHASAN Optimalisasi Promosi Kesehatan Mengenai Imunisasi Dasar Pada Anak Hasil pengamatan menunjukkan bahwa dari 49 responden cakupan imunisasi dasar di wilayah Kp. Kudu Gede masih rendah, yaitu hanya sekitar . %). Hal ini disebabkan oleh kurangnya pengetahuan tingkat pengetahuan ibu mengenai pentingnya imunisasi un tuk melindungi anak dari sberbagai penyakit menular. Akibatnya, anak anak menjadi lebih rentan terhadap penyakit yang seharusnya dapat dicegah melalui Tabel 1. Data Imunisasi Anak Menerima Imunisasi Dasar Lengkap Sebagian Tidak Total Jumlah Hal ini sejalan dengan penelitian (Fajriati et al. , 2. bahwa ibu yang memiliki pengetahuan kureang tidah patuh dalam melaksanakan imunisasi dasar sebanyak 72 . ,7%), ibu yang memiliki pengetahuan baik serta tidak patuh melaksanakan imunisasi dasar sebanyak 22 . ,8%), sedangkan ibu yang memiliki pengetahuan kurang dan patuh dalam melaksanakan imunisasi dasar sebanyak 11 . ,3%), dan ibu yang memiliki pengetahuan imunisasi dasar sebanyak 95 . ,2%). Maka dapat disimpulkan bahwa penelitian yang dilakukan pada ibu yang memiliki pengetahuan lebih baik akan menjadi salah satu acuan dalam melakukan penerapan imunisasi dasar lengkap pada anak. Effendy menyatakan bahwa penyuluhan kesehatan merupakan kegiatan pendidikaan yang dilakukan dengan cara menyebarkan pesa, menananm keyakinan, sehingga masyarakat tidak saja sadar, tahu dan mengerti, tetapi juga mau dan bisa melakukan suatu anjuran yang ada hubungannya dengan kesehatan. Sehingga perlu adanya edukasi mengenai pentingnya imunisasi dasar pada anak perlu diberikan untuk meningkatkan pengetahuan pada orang tua di Kp. Kudu Gede Desa Cilember (Syukri & Appi, 2. Anugrah Nurul Huda. Pebrianti Tri Atmono, et all. Vol. No. Desember 2025: 24-31 Anugrah Nurul Huda. Pebrianti Tri Atmono, et all ISSN: 2798-3226 Gambar 1 Pelaksanaan Penyuluhan mengenai Pentingnya Imunisasi Dasar pada Anak Hasil evaluasi setelah dilakukan penyuluhan mengenai pentingnys imunisasi dasar pada anak didapatkan sikap orang tua dalam mendengarkan paparan edukassi yaitu orang tua tampak aktif bertanya mengenai ketakutannya dalam efek samping imunisasi, sehingga setelah mendengarkan penyampaian materi orang tua juga mulai mengerti dan mengetahui cara mengurangi efek samping daei imunisasi pada anak. Selain itu, orang tua juga sudah diberikan leaflet agar dibaca dirumah meengenai imunisasi karena bisa dibaca dirumah. Optimalisasi Promosi Kesehatan Mengenai Gizi Seimbang dan Tumbuh Kembang Anak Data menunjukkan bahwa 23% anak jarang mengonsumsi sayur dan buah, sedangkan 14% lainnya tidak mengonsumsinya sama sekali. Kondisi ini mengindikasikan kurangnya kesadaran tentang pentingnya gizi seimbang untuk mendukung tumbuh kembang optimal anak. Tabel 2. Data Gizi Seimbang Mengonsumsi Makanan Bergizi Jumlah Setiap Hari Jarang Beberapa Kali seminggu Hal ini didukung dengan adanya penelitian yang dilakukan oleh frekuensi pendidikan ibu tinggi sebanyak 36 orang . ,9%), pendapatan keluarga tinggi 8 orang . ,7%), pengetahuan ibu baik 37 orang . ,7%), kesukaan sayur dan buah 31 orang . ,2%), terdapat sayur dan buah yang tersedia 44 orang . ,8%), pernah terpapar media massa 51 orang . %), praktik pengendalian konsumsi sayur dan buah yang baik 32 orang . ,8%), konsumsi cukup sayur dan buah 27 orang . ,9%). Dapat disimpulkan bahwa pengetahuan ibu merupakan variabel risiko konsumsi sayur dan buah pada anak usia dini. Pemaparan materi mengenai pentingnya gizi tumbuh kembang pada anak untuk meningkatkan pengetahuan orang tua pentingnya gizi bagi pertumbuhan si kecil di kp. Kadu Gede Desa. Cilember Selain itu, edukasi gizi juga berperan penting dalam pencegahan malnutrisi pada balita. Gizi kurang maupun gizi lebih, dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak serta meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan di kemudian hari. Dengan edukasi gizi yang baik, ibu dapat mengenali tanda-tanda malnutrisi sejak dini dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara baik (Munthe et al. , 2. Optimalisasi Tumbuh Kembang Anak: Pentingnya Imunisasi. Gizi Tumbuh Kembang Anak. Terapi Bermain dan Aktivitas Edukatif (Anugrah Nurul Hud. A ISSN: 2798-3226 Gambar 2 Promosi Kesehatan mengenai Gizi Tumbuh Kembang pada Anak Edukasi merupakan bagian kegiatan pendidikan kesehatan. Pemberian edukasi mengenai Gizi Tumbuh Kembang Anak sangat penting dilakukan karena Ibu dengan pengetahuan gizi yang baik dapat menyediakan makanan dengan jenis dan jumlah yang tepat untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anaknya (Wigati et al. , 2. Setelah diberikan pendidikan kesehatan tentang pentingnya edukasi gizi seimbang bagi anak untuk tumbuh kembang anak, dilakukan evaluasi pengetahuan ibu, kader kesehatan, pengasuh terkait gizi seimbang untuk tumbuh kembang anak. Berdasarkan evaluasi banyak peserta yang antusias untuk mengangkat tangan untuk bertanya dan orang tua mampu menjawab pertanyaan mengenai Gizi yang dibutuhkan anak dengan antusias langsung mengangkat tangan, orang tua yang mampu menjawab pertanyaan diberi reward berupa minyak dan sabun. Setelah berdiskusi bersama Orang tua didapatkan hasil peningkatan pengetahuan terkait gizi seimbang pada anak sekitar 80%. Orang tua juga sudah diberikan Leaflet agar dibaca dirumah agar orang tua lebih paham karena bisa dibaca dirumah. Kolaborasi Bersama Posyandu Mawar Dalam Pengukuran Timbang dan Tinggi Anak Sesuai data yang sudah dikumpulkan melalui survey langsung Berat Badan anak 3-8 kg sebanyak 8%, 9-15 kg sebanyak 41%, 16-25 kg sebanyak 29% dan 26-47 kg sebanyak 22%. Tinggi Badan 50-100 cm. Tabel 3. Data Berat Badan Anak Berat badan anak 3-8 kg 9-15 kg 16- 25 kg 26-47 kg Total Jumlah Sebanyak 41%, 101-150 cm sebanyak 57% dan 151-200 cm sebanyak 2% di Kp. Kadu gede Desa. Cilember. Tabel 4. Data Tinggi Badan Anak Tinggi Badan 50-100 cm 101-150 cm Total Jumlah Anugrah Nurul Huda. Pebrianti Tri Atmono, et all. Vol. No. Desember 2025: 24-31 Anugrah Nurul Huda. Pebrianti Tri Atmono, et all ISSN: 2798-3226 Pemantauan Timbang dan Berat Anak dan Bayi dilakukan untuk mengecek perkembangan anak di Kp. Kadu Gede bersama Kader POsyandu Mawar dan Bidan Desa. Pemantauan ini dilakukan agar orang tua lebih memperhatikan setiap pertumbuhan pada anak ini seuasi dengan umurnya atau tidak. Gambar 3 Pelaksanaan Pengukuran Timbang dan Berat Badan Anak dan Bayi Kegiatan penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan pada balita dan anak merupakan kegiatan yang rutin dilakukan oleh posyandu. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang pentingnya pemeriksaan pertumbuhan dan perkembangan anak. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Mahasiswa dan Mahasiswi Akper Al-Ikhlas. Kader Posyandu Mawar, dan Bidan Desa ini terdapat pengaruh peningkatan pengetahuan ibu terhadap pentingnya pengukuran tinggi badan dan berat badan amak dan balita. Terapi Aktivitas Bermain Anak dengan Tempel Origami Data menunjukkan bahwa 23% anak jarang mengonsumsi sayur dan buah, sedangkan 14% lainnya tidak mengonsumsinya sama sekali. Kondisi ini mengindikasikan kurangnya kesadaran tentang pentingnya gizi seimbang untuk mendukung tumbuh kembang optimal anak. Tabel 5. Aktivitas Bermain Origami Kemampuan Anak Untuk Bermain Ya. Sering Tidak Data tersebut didukung oleh penelitian yang dilakukan (Minaty Putri Wardany. Thoha B. Jaya, 2. bahwa anak kategori sangat aktif sebelum diberi perlakuan presentase nilai aktivitas bermain kooperatif menunjukan 16,67% dan setelah diberi perlakuan presentase nilai aktivitas bermain kooperatif mengalami peningkatan sebesar 26,66% menjadi 43,33%. Maka peneliti dapat berasumsi bahwa kurangnya kesempatan bermain dan bersosialisasi pada anak dapat berdampak negatif terhadap perkembangan mereka. Penelitian menunjukkan bahwa anak yang kurang bermain lebih rentan mengalami kecemasan, depresi, perasaan tidak berdaya, dan narsisme. Belajar sambal bermain ini akan membawa anak pada suasana yang menyenangkan yang membuat pembelajaran akan lebih menarik minat anak agar lebih aktif dalam pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran akan tercapai dengan maksimal. Kegiatan belajar sambil bermain berjalan tanpa paksaan dengan dan menyanangkan, tetapi metode ini diharapkan berdampak pada perkembangan anak (Aminah et , 2. Optimalisasi Tumbuh Kembang Anak: Pentingnya Imunisasi. Gizi Tumbuh Kembang Anak. Terapi Bermain dan Aktivitas Edukatif (Anugrah Nurul Hud. A ISSN: 2798-3226 Setelah dilakukan kegiatan Belajar sambil bermain dengan tempel origami pada gambar diharapkan anak-anak mampu meningkatkan kreatifitas, kesabaran dan ketelatenan dalam menyusun origami pada Anak yang menampilkan hasil tempel origami terbaik akan mendapatkan reward berupa hadiah Juara 1,2,3, dan 4, selain itu anak yang lain juga tetap mendapatkan reward berupa bingkisan sebagai apresiasi anak setelah melakukan kegiatan tempel origami. Hal ini sesuai dengan teori B. F Skinner mengenai behavioristik dalam pemberian reward and punishment diperlukan untuk mendorong perilaku yang diinginkan dan mencegah perilaku yang tidak diinginkan. Pemberian reward akan diberikan kepada peserta didik yang berhasil melaksanakan program tersebut (Rizqiyah et al. , 2. Setelah dilakukan kegiatan Belajar sambil bermain dengan tempel origami pada gambar diharapkan anak-anak mampu meningkatkan kreatifitas, kesabaran dan ketelatenan dalam menyusun origami pada Anak yang menampilkan hasil tempel origami terbaik akan mendapatkan reward berupa hadiah Juara 1,2,3, dan 4, selain itu anak yang lain juga tetap mendapatkan reward berupa bingkisan sebagai apresiasi anak setelah melakukan kegiatan tempel origami. Hal ini sesuai dengan teori B. F Skinner mengenai behavioristik dalam pemberian reward and punishment diperlukan untuk mendorong perilaku yang diinginkan dan mencegah perilaku yang tidak diinginkan. Pemberian reward akan diberikan kepada peserta didik yang berhasil melaksanakan program tersebut (Rizqiyah et al. , 2. KESIMPULAN Maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan Pengabdian Kesehatan Masyarakat Desa ini sangat berpengaruh baik bagi masyarakat desa Cilember. Dengan pemberian pendidikan kesehatan dan pengetahuan masyarakat mengenai kesehatan anak khususnya mengenai pentingnya akan imunisasi dan pentingnya asupan gizi seimbang berkontribusi terhadap risiko gangguan pertumbuhan dan kesehatan anak. Kolaborasi Pengukuran Timbang dan Berat Bayi dan Anak dapat meningkatkan pengetahuan orang tua mengenai pentingnya pengukuran dan timbang bayi dan anak untuk pertumbuhan anak. Terapi bermain juga sangat penting bagi anak karena dapat mempengaruhi perkembangan fisik dan mental anak, yang berpotensi mempengaruhi kemampuan sosial mereka. Maka dari itu diharapkan kesadaran masyarakat meningkat dan mampu memahami juga menerapkan pendidikan kesehatan anak dengan baik karena kesehatan anak sangat penting karena menjadi fondasi utama untuk membangun generasi yang sehat, produktif, dan berkualitas juga anak yang sehat memiliki risiko lebih rendah terhadap penyakit seperti diabetes, obesitas, dan gangguan jantung di kemudian hari. UCAPAN TERIMAKASIH Ucapan terimakasih kami sampaikan kepada seluruh partisipan yang telah berkontribusi dalam kegiatan Pendidikan kesehatan ini. DAFTAR PUSTAKA