Journal of Nursing Invention E-ISSN: 2828-281X DOI: https://doi. org/10. 33859/jni VOL. No. 2 2024 | DOI: https://doi. org/10. 33859/jni. PENGARUH EDUKASI MELALUI MEDIA BOOKLET TERHADAP PENGETAHUAN KEPALA KELUARGA TENTANG UPAYA MITIGASI BENCANA BANJIR DI DESA PENGARON Hanura Aprilia1. Annisa Rahma1. Novia Heriani1. Alit Suwandewi 1. Noor Khalilati1. Izma Daud1 Program Studi S1 Keperawatan. Fakultas Keperawatan dan Ilmu Kessehatan. Universitas Muhammadiyah Banjarmasin. Indonesia Info Artikel ABSTRAK Submitted: 26 November 2024 Revised: 19 Desember 2024 Accepted: 29 Desember 2024 Latar Belakang: Banjir di Indonesia merupakan bencana yang perl u dilakukan secara menyeluruh dan komprehensif, tidak bisa hanya di selesaikan oleh pemerintah saja, melainkan harus ada sinergi antara pemerintah dan masyarakatnya dalam upaya mitigasi bencana banjir. Oleh karena itu pentingnya peran kepala keluarga dalam memiliki sikap positif pada rumah tangga, sehingga dapat meminimalkan kerugian dan korban Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sebelum dan sesudah diberikan edukasi melalui media booklet terhadap pengetahuan kepala keluarga tentang upaya mitigasi bencana banjir. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain pre experiment design dan menggunakan rancangan the one group pretest post-test design. Hasil: Hasil uji statistik wilcoxon matched pairs menunjukkan nilai p = 0,000 < = 0,05 yang artinya adanya pengaruh edukasi yang signifikan antara tingkat pengetahuan baik itu sebelum dan sesudah diberikan edukasi melalui media booklet terhadap pengetahuan kepala keluarga tentang upaya mitigasi bencana banjir. Kesimpulan: Bahwa adanya pengaruh edukasi melalui media booklet terhadap pengetahuan kepala keluarga tentang upaya mitigasi bencana Diharapkan kepala keluarga dan anggota keluarga sering berkomunikasi dan berkoordinasi untuk saling mengingatkan tentang hal penting saat terjadi bencana. *Corresponding author: Hanura Aprilia Email: hanura. ns@gmail. DOI: https://doi. org/10. 33859/jni. Kata kunci: Booklet. Edukasi. Kepala keluarga. Mitigasi. Pengetahuan ABSTRACK Background: Floods in Indonesia are a disaster that needs to be addressed thoroughly and comprehensively, they cannot be resolved by the government alone, but there must be synergy between the government and the community in efforts to mitigate flood disasters. Therefore, the role of the head of the family is important in having a positive attitude towards the household, so that it can minimize losses and flood victims. Objective: This research aims to determine the effect before and after being given education through booklet media on the knowledge of the head of the family about flood disaster mitigation efforts. Methods: This research uses a quantitative type of research with a preexperiment design and uses a one group pretest post-test design. Result: The results of the Wilcoxon matched pairs statistical test show a value of p = 0. 000 < = 0. 05, which means that there is a significant effect of education between the level of knowledge both before and after being given education through booklet media on the knowledge of the head of the family about flood disaster mitigation efforts. Conclusion: So, it can be concluded that there is an influence of education through booklet media on the knowledge of the head of the family about flood disaster mitigation efforts. It is hoped that the head of the family and family members will often communicate and coordinate to remind each other about important things when a disaster occurs. Keywords: Booklet. Education. Patriarch. Mitigation. Knowledge Journal of Nursing Invention E-ISSN: 2828-281X DOI: https://doi. org/10. 33859/jni PENDAHULUAN Negara Kesatuan Republik Indonesia bertanggung jawab melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dengan tujuan untuk memberikan perlindungan terhadap kehidupan dan penghidupan termasuk perlindungan atas bencana, dalam rangka mewujudkan kesejahteraan umum yang berlandaskan Pancasila, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. (Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, 2. Menurut analisis Aqueduct Global Flood Analyzer. Indonesia adalah negara dengan jumlah populasi terdampak bencana banjir terbesar ke-6 di dunia, yakni sekitar 640. 000 orang setiap tahunnya. Ada tiga faktor utama penyebab banjir dan longsor yang paling banyak disoroti, yaitu perubahan tata guna lahan, cuaca ekstrem dan kondisi topografis Daerah Aliran Sungai (DAS) (Yudianto, 2. Berdasarkan Data Informasi Bencana Indonesia Tahun 2021 tercatat sebanyak 19 kejadian banjir di Kalimantan (Badan Nasional Penanggulangan Bencana, 2. Berdasarkan dari Satu Data Banua Provinsi Kalimantan Selatan tercatat 53 Frekuensi kejadian banjir di Kabupaten Banjar pada tahun 2021 (Satu Data Banua, 2. Berdasarkan data dari EM-DAT tahun 2021 menyatakan sebanyak 222 bencana banjir di seluruh dunia disebabkan oleh hujan deras dengan persentase 76,12%. (EM-DAT, Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tahun 2022 menyatakan, bencana alam banjir yang terjadi di Indonesia dari tanggal 1 januari - 31 desember 2021, tercatat ada 1794 kejadian. (BNPB, 2. Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana melaporkan sebanyak 10 Kabupaten/Kota terdampak banjir di Provinsi Kalimantan Selatan, antara lain Kabupaten Tapin. Kabupaten Banjar. Kota Banjar Baru. Kota Tanah Laut. Kota Banjarmasin. Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Kabupaten Balangan. Kabupaten Tabalong. Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Kabupaten Batola. (Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Banyaknya banjir di daerah Indonesia ini bisa dijelaskan bahwa fenomena banjir ini merupakan bencana yang penyelesaiannya perlu dilakukan secara menyeluruh dan komprehensif, tidak bisa hanya di selesaikan oleh pemerintah saja, melainkan harus ada sinergi antara pemerintah dan masyarakat nya. Jika penyelesaian hanya di harapkan pada pemerintah, maka akan sulit untuk mengatasi fenomena banjir ini, dan dalam jangka panjang akan sulit untuk bisa memecahkannya jika tidak ada sinergi dan kolaborasi dengan masyarakat. (Pratama et al. , 2. Menanggulangi masalah banjir perlu dilakukan suatu pendidikan edukasi berupa pengetahuan, pemahaman, kesiapsiagaan dan keterampilan untuk mencegah, mendeteksi, dan mengantisipasi secara lebih dini tentang berbagai macam bencana khususnya di daerah-daerah rawan bencana. Bila sesorang memiliki pengetahuan secara menyuluruh dari semua bahan yang telah dipelajarinya. Bahkan melalui kriteria yang telah ditentukan, mampu mengavaluasi semua yang telah dikerjakan. (Qurrotaini et al. , 2. Pengaruh edukasi mitigasi bencana banjir terhadap pengetahuan kepala keluarga dalam menghadapi banjir mengutamakan pengetahuan tentang suatu objek tertentu sangat penting bagi terjadinya perubahan sikap yang merupakan proses yang sangat kompleks. Sikap yang didasari oleh pengetahuan akan lebih baik daripada sikap yang tidak didasari oleh pengetahuan. Penting alasannya kepala keluarga berperan dalam menyampaikan informasi bagi keluargannya, mengambil keputusan yang cepat dan dapat mempengaruhi anggota keluarganya dan juga sebagai sumber dukungan sosial bagi keluargannya. (Saragi, 2. Upaya meningkatkan pengetahuan mitigasi bencana ini merupakan pendidikan yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat untuk mengutamakan upaya mitigasi terhadap bencana banjir berbentuk edukasi. Media pendidikan kesehatan yang banyak digunakan saat ini masih bersifat konvensional untuk menyampaikan pesan-pesan kesehatan sangat bervariasi, antara lain: booklet, leaflet, flyer . , filp chart . embar bali. , rubrik, dan poster. (Mustinah, 2. Edukasi yang akan diberikan adalah mitigasi bencana banjir melalui media booklet yang akan diberikan kepada responden untuk memberikan pemahaman agar kepala keluarga mempunyai upaya mitigasi dan perilaku hidup sehat yang tinggi terhadap bencana banjir. Berdasarkan Studi Pendahuluan yang telah dilaksanakan oleh peneliti pada tanggal 28 februari 2024 berupa observasi dan wawancara kepada masyarakat desa didapatkan bahwa pada tahun 2021 yang lalu, secara keseluruhan Desa Pengaron dilanda bencana banjir. Bencana banjir sering melanda Hanura Aprilia1. Annisa Rahma 1. Novia Heriani1. Alit Suwandewi1. Noor Khalilati1. Izma Daud 1 Email: hanura. ns@gmail. com Vol. 5 No. DOI: https://doi. org/10. 33859/jni. Accepted: 29 Desember 2024 Journal of Nursing Invention E-ISSN: 2828-281X DOI: https://doi. org/10. 33859/jni Desa Pengaron dikarenakan wilayah desa yang sebagian besar wilayahnya terdiri dari dataran rendah sehingga aliran air yang didapatkan itu adalah banjir kiriman. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan oleh 5 orang aparat desa pada bulan juni 2024 Desa Pengaron kembali dilanda bencana banjir. Ketinggian air di kawasan lokasi penelitian yang akan diteliti ini mencapai 1 meter dan sekitar 20 kepala keluarga terdampak. Dari pernyataan 5 orang aparat desa tersebut banjir disebabkan oleh dataran yang rendah dan adanya penambangan batu bara sehingga masalah bencana banjir belum bisa teratasi. Usaha yang dilakukan oleh masyarakat Desa Pengaron pada saat itu adalah membuat Lanting Paring dari bambu yang dirakit menjadi 2 tumpukan sehingga bisa membantu orang-orang dan barang ke tempat yang lebih tinggi. Masyarakat Desa Pengaron menyadari akan kurangnya sikap upaya mitigasi mereka sehingga banyak kerugian yang didapatkan pada saat banjir tersebut. Dampak kurangnya pengetahuan mitigasi bencana banjir didesa pengaron ini terjadi pada pra dan pasca bencana. Pada tahap pra bencana masyarakat tidak mengetahui bagaimana cara yang benar mematikan air, listrik dan gas saat bencana banjir. dan pada pasca bencana mereka tidak membuat peta rawan banjir untuk mengurangi risiko banjir di masa depan sehingga menimbulkan banyak kerugian. METODE Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain pre-experimental design dan one-group pretest and post-test design. Populasi pada penelitian ini ialah seluruh kepala keluarga di RT. 02 Desa Pengaron yang berjumlah 133 orang. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling sehingga besar sampel pada penelitian ini adalah 57 orang. Penelitian ini dilakukan di RT. 02 Desa Pengaron Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan. Waktu penelitian ini dilakukan pada bulan Juli 2024. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner. Kuesioner dalam penelitian ini terdiri dari dua bagian, yaitu kuesioner data demografi dan pengetahuan kemudian dianalisis mengunakan uji wilcoxon matched pairs. HASIL Hasil Analisa Univariat Tabel 1. Pengetahuan Kepala Keluarga Sebelum Diberikan Edukasi Dengan Media Booklet Tentang Upaya Mitigasi Bencana Banjir Pengetahuan Baik Cukup Kurang Jumlah Frekuensi . Persentase (%) Tabel 2. Pengetahuan Kepala Keluarga Sesudah Diberikan Edukasi Dengan Media Booklet Tentang Upaya Mitigasi Bencana Banjir Pengetahuan Frekuensi . Persentase (%) Baik Cukup Jumlah Hanura Aprilia1. Annisa Rahma 1. Novia Heriani1. Alit Suwandewi1. Noor Khalilati1. Izma Daud 1 Email: hanura. ns@gmail. com Vol. 5 No. DOI: https://doi. org/10. 33859/jni. Accepted: 29 Desember 2024 Journal of Nursing Invention E-ISSN: 2828-281X DOI: https://doi. org/10. 33859/jni Hasil Analisa Bivariat Tabel 2. Analisis Pengaruh Edukasi dengan Media Booklet terhadap Pengetahuan Kepala Keluarga tentang Upaya Mitigasi Bencana Banjir di Desa Pengaron Pre-test Pengetahuan Frekuensi . Persentase (%) Baik Cukup Kurang Post-test Pengetahuan Frekuensi . Persentase (%) Baik Cukup Minimum Maximum Mean Std. Deviation Pre-test Post-test p value = 0,000 PEMBAHASAN Pengetahuan Kepala Keluarga Sebelum Diberikan Edukasi Dengan Media Booklet Tentang Upaya Mitigasi Bencana Banjir Pengetahuan yang dimiliki responden sebelum diberikan pendidikan mitigasi dengan metode pemberian media booklet yang mana hasil dari pretest menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik dalam memberikan upaya mitigasi bencana banjir. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Utami, 2. yang mana sebagian besar pengetahuan siswa sebelum diberikan pengaruh media pembelajaran komik siaga bencana (KOSIBA) dan kesiapsiagaan bencana banjir pada siswa MI Muhammadiyah Mujur Lor memiliki pengetahuan yang baik. Faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan dalam kategori baik tinggi pada tahap pre test adalah 10 orang yang pernah mendapat edukasi mitigasi bencana banjir sebagian besar responden menjawab benar pada pernyatan-penyataan tersebut karena sudah terlatih, sebagian responden juga menjawab dengan benar pada pernyatan-pernyataan yang diajukan karena pernyataan merujuk pada pengetahuan dasar dari segi secara umum diketahui juga oleh orang Pada bagian kerentanan bencana sebagian responden menjawab dengan benar karena sudah sering mengalami bencana banjir setiap tahunnya menjadikan nilai pengetahuan baiknya Pengetahuan Kepala Keluarga Sesudah Diberikan Edukasi Dengan Media Booklet Tentang Upaya Mitigasi Bencana Banjir Salah satu cara untuk menambah atau mendapatkan pengetahuan yang baik yaitu melalui edukasi, akan tetapi pada hal ini sebagian responden belum pernah mendapatkan edukasi tentang mitigasi bencana banjir sehingga berpengaruh pada pengetahuan yang dimiliki yaitu ada kepala keluarga yang berpengetahuan kurang dalam upaya mitigasi bencana banjir. Distribusi responden berdasarkan tingkat pengetahuan sesudah diberikan edukasi dengan media booklet menunjukkan bahwa 54 orang . ,7%) memiliki pengetahuan baik, 3 orang . ,3%) memiliki pengetahuan cukup. Responden sebelum diberikan edukasi dengan media booklet banyak yang mendapatkan nilai O39%, sedangkan sesudah diberikan edukasi dengan media booklet sebagaian besar responden mendapatkan nilai Ou46%. Penelitian ini sejalan dengan penelitian (Triana et al. , 2. yang menyatakan bahwa adanya peningkatan pengetahuan setelah diberikan pendidikan kesehatan melalui media booklet tentang upaya mitigasi bencana banjir. Menurut (Triana et al. , 2. menyebutkan bahwa pemberian informasi media pendidikan kesehatan booklet tentang pengetahuan mitigasi bancana banjir dapat meningkatkan perilaku mitigasi masyarakat dalam menghadapi bencana banjir. Hanura Aprilia1. Annisa Rahma 1. Novia Heriani1. Alit Suwandewi1. Noor Khalilati1. Izma Daud 1 Email: hanura. ns@gmail. com Vol. 5 No. DOI: https://doi. org/10. 33859/jni. Accepted: 29 Desember 2024 Journal of Nursing Invention E-ISSN: 2828-281X DOI: https://doi. org/10. 33859/jni Pengetahuan merupakan hal penting dari segala hal tingkatan pengetahuan dimulai dari poin pertama yaitu mengingat . seperti kemampuan menyebutkan kembali informasi ataupun pengetahuan yang tersimpan dalam ingatan dengan kata lain seseorang bertambah Poin kedua memahami . seperti kemampuan memahami instruksi dan menegaskan pengertian atau konsep yang telah diajarkan baik dalam bentuk lisan, tertulis, maupun grafik/diagram. Berdasarkan pernyataan ini, peneliti berasumsi bahwa mengingat dan memahami terhadap pengertian atau konsep sangat penting dalam pengetahuan karena mengetahui bisa saja belum memahami pengertian atau konsep yang telah diajarkan atau diberikan (Adiputra, 2. Metode ceramah dan tanya jawab melalui media booklet tentang upaya mitigasi bencana banjir, booklet merupakan media informasi yang efektif dan efisien karena dirancang secara jelas dan mudah dimengerti, booklet dapat berisikan teks dan gambar yang menarik. Responden dapat bertanya pada peneliti dan peneliti juga dapat bertanya pada responden sehingga terjalinnya hubungan timbal balik antara peneliti dan responden (Marwani, 2. Pengaruh Edukasi Dengan Media Booklet terhadap Pengetahuan Kepala Keluarga tentang Upaya Mitigasi Bencana Banjir Berdasarkan hasil uji statistik menggunakan Uji Wilcoxon Matched Pairs didapatkan nilai p = 0,000 < = 0,05. Hal ini berarti bahwa hipotesis dapat diterima, artinya ada pengaruh yang signifikan antara tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan Edukasi melalui media booklet tentang upaya mitigasi bencana banjir. Penelitian ini sejalan dengan penelitian (Triana et , 2. yang menyatakan bahwa hasil penelitian yang dilakukan mendapatkan hasil peningkatan rata-rata pengetahuan responden dimana nilai rata-rata. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test didapatkan sebesar -5,586 dengan nilai Asymp. Sig . =0,000. Karena nilai p<0,05 maka ada pengaruh media pembelajaran booklet terhadap pengetahuan mitigasi bencana banjir di kelurahan Bentiring Kota Bengkulu. Penelitian ini didukung oleh (Nimah L dkk, 2. dalam (Hasanah & Permadi, 2. yang menyatakan bahwa media booklet dipilih karena dapat berpengaruh terhadap pengetahuan seseorang karena memiliki keuntungan diantaranya yaitu informasi yang disampaikan lebih terperinci dan jelas, klien dapat menyesuaikan diri dalam belajar mandiri, mudah dibuat, diperbanyak, diperbaiki sesuai kebutuhan, bisa dibuat sederhana dengan biaya relatif murah dibandingkan media audiovisual, booklet dapat disimpan lama, mudah dibawa dan dibaca kembali jika pembaca lupa dengan isi booklet . Keunggulan booklet yaitu informasi yang terdapat didalam booklet singkat, jelas serta dilengkapi dengan gambar, ukuran booklet yang kecil menyebabkan booklet mudah dibawa sehingga dapat dipelajari dimanapun (Hanzen, dkk. , 2016 dalam Dewi et al. , 2. Menurut (Laraeni et al. , 2. menyebutkan bahwa media cetak sebagai alat untuk menyampaikan pesanpesan kesehatan sangat bervariasi, antara lain: booklet, media booklet merupakan salah satu metode yang dapat dilakukan untuk meningkatkan insformasi sehingga dapat menimbulkan perubahan pengetahuan. Berdasarkan penjelasan diatas, peneliti menyimpulkan bahwa pemberian edukasi dengan media booklet dapat meningkatkan pengetahuan kepala keluarga menjadi lebih baik dan dapat dikatakan bahwa edukasi melalui media booklet sangat berpengaruh dalam peningkatan pengetahuan seseorang. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa, hasil uji statsistik menggunakan uji Wilcoxon Matched Pairs untuk variabel pengetahuan, didapatkan nilai p-value = 0,000 . <0,. yang menyatakan bahwa adanya pengaruh edukasi melalui media booklet terhadap pengetahuan kepala keluarga tentang uapaya mitigasi bencana banjir. Saran di harapkan kepala keluarga dan anggota keluarga yang lainnya sering bertemu, komunikasi dan berkoordinasi untuk saling mengingatkan tentang hal penting saat terjadi bencana. Kepala keluarga membagi tugas dan peran dengan anggota keluarga yang lain mengenai siapa yang akan bertanggungjawab dalam melindungi dan menolong anggota keluarga yang mengalami disabilitas agar selamat dari bencana dan bagi Badan Penanggulangan Bencana Daerah diharapkan dapat melakukan sosialisasi secara berkala mengenai Hanura Aprilia1. Annisa Rahma 1. Novia Heriani1. Alit Suwandewi1. Noor Khalilati1. Izma Daud 1 Email: hanura. ns@gmail. com Vol. 5 No. DOI: https://doi. org/10. 33859/jni. Accepted: 29 Desember 2024 Journal of Nursing Invention E-ISSN: 2828-281X DOI: https://doi. org/10. 33859/jni mitigasi bencana banjir dengan tema yang berbeda. Penelitian ini dapat memberikan informasi mengenai karakteristik masyarakat sehingga BPBD setempat dapat melakukan penanggulangan bencana dengan tepat serta meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat untuk menghadapi bencana. DAFTAR PUSTAKA