Meningkatkan Kepedulian Terhadap Lingkunggan dan Menjaga Kebersihan Sekolah di Yayasan Al-Amin Gersik Kediri Lombok Barat Supian Azhari1. Azizah Nurul Fadlilah2. Hadlun3. Andrian Firdaus4. Tabrani5. Nuraini6. Irfan Hidayat7. Sofian Prawiya Hadi8. Ahyar Rosyidi9. Ilhami Kurniati10. Pebriyati Ria Rahayu11. Azizah Fitriana12. Latifatul Rahma13. Fitri HandayaniA4. Novi SutrisnaA5 1-15STAI Al-Amin Gersik Kediri Lombok Barat-NTB *e-mail: supianazhari97@gmail. com1, azizahfadhilah123@gmail. hadlun082@gmail. com3, andrianfirdaus664@gmail. thabrany611@gmail. com5, nurainitkit@gmail. irfanfullday94@gmail. com7, rosydinahyar1212@gmail. faqirohdendekurnia@gmail. com10, riarahayu@gmail. fitranan123@gmail. com12, latifaturrahma@gmail. fitrizv920@gmail. comA4, novisutrisna05@gmail. Abstrak Karakter merupakan sesuatu yang ada pada tiap diri individu yang dibentuk dalam lingkungan keluarga sejak kecil. Namun, karakter juga ada pada tiap diri individu sejak lahir. Karakter yang baik dapat dibentuk melalui pendidikan, salah satunya melalui pendidikan karakter di sekolah. Meningkatkan kepedulian terhadap lingkunggan dapat terwujud denggan dilakukannya penanaman nilai-nilai tersebut terhadap peserta didik. Salah satu karakter yang harus dibentuk sejak usia dini yaitu karakter peduli lingkungan. Untuk meningkatkan kepedulian lingkungan dapat dimulai dari lingkungan sekolah dengan menjaga kebersihan sekolah. Dengan terbiasanya siswa menjaga lingkungan sekolah, maka siswa akan peduli terhadap lingkungan di sekitarnya. Program yang biasa dilakukan disekolah terdapat unsur K3 . ebersihan, keindahan, kerapia. , meliputi piket bersama di kelas dan lingkungan sekolah serta belajar merawat tumbuhan dan menjaganya. Dengan program ini bertujuan untuk memperkuat dan meningkatkan aktivitas kesadaran siswa di sekolah agar menjaga kebersihan lingkungan serta merawat tumbuhan di Karena dengan bersihnya lingkungan sekolah, maka akan membuat siswa serta guru nyaman dalam melakukan kegiatan belajar mengajar. Kata Kunci: meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, menjaga kebersihan. Abstract Character is something that exists in each individual who is formed in the family environment since childhood. However, character also exists in each individual from Good character can be formed through education, one of which is through character education in schools. To make it happen, it can be done by instilling character values in students. One of the characters that must be formed from an early age is the character that cares for the environment. The formation of a caring character for the environment can be started from the school environment by keeping the school clean. By getting used to students protecting the school environment, students will care about the environment around them. Programs that are usually carried out in schools have elements of K3 . leanliness, beauty, neatnes. , including pickets together in classrooms and in the school environment as well as learning to care for plants and take care of them. This program aims to strengthen and increase awareness activities of students in schools in order to keep the environment clean Al-Amin: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Available Online at: https://ejournal. id/pengabdian/ Supian Azhari et al Vol. No. Juli 2025 and take care of the surrounding plants. Because with a clean school environment, it will make students and teachers comfortable in carrying out teaching and learning Keywords: raising awareness of the environment, maintaining cleanliness. Received date: 20th May 2025 Article Info Revised date: 19th June 2025 Published date: 21st July 2025 PENDAHULUAN Yayasan Al-Amin Gersik Kediri Lombok Barat merupakan salah satu lembaga di dusun Gersik yang beralamat jalan Tuan Guru Haji Mukhsin. Kecamatan Kediri Lombok Barat. Yayasan Al-Amin memiliki 5 lembaga pendidikan di antaranya RA. MI. MTS. MA. STAI. Yayasan al-Amin ini berdiri pada tahun 1960 yang di dirikan oelh TGH. Daud Mukhsin. Tujuan berdirinya yayasan Al-Amin untuk membantu masyarakat yang kurang mampu dan benar-benar mau belajar pendidikan Agama islam, khususnya di sekitar yayasan Al-Amin. Meningkatkan kebersihan di sekolah merupakan salah satu hal yang sanggat penting untuk di perhatikan. Hal ini karena lingkungan sekolah merupakan tempat belajar dan tumbuh kembang bagi siswa. Jika lingkungan sekolah bersih, tentunya akan membuat siswa merasa nyaman. Salah satu Upaya untuk mengatasi permasalahan lingkungan tersebut yaitu melalui pembentukan karakter yang dimulai sejak usia dini. Pembentukan karakter ini dapat dilakukan melalui pembelajaran yang berwawasan lingkungan hidup. Dengan adanya pembelajaran sikap peduli lingkungan, diharapkan dapat menyadarkan siswa agar memiliki kepedulian terhadap alam dan lingkungan di sekitarnya. Menanamkan sikap peduli lingkungan terhadap siswa dapat dimulai dari menjaga kebersihan kelas dan sekolah dengan cara membuang sampah di tempatnya, melakukan piket kelas, merawat tanaman, dan sebagainya. Selain itu, salah satu cara menumbuhkan karakter peduli lingkungan pada siswa MI/SD yaitu dengan cara menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Perilaku tersebut lingkungan (Harianti, 2. Al-Amin: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Available Online at: https://ejournal. id/pengabdian/ Supian Azhari et al Vol. No. September 2024 Maka dari itu gerakan peduli lingkungan sangat dibutuhkan untuk menjaga lingkungan agar tetap bersih. Gerakan peduli lingkungan termasuk ke dalam nilai karakter nasionalis. Yang dimaksud dengan Nilai nasionalis yaitu bagaimana cara kita bersikap, berfikir dan berbuat yang menunjukkan jiwa kesetiaan, penghargaan, dan kepedulian terhadap lingkungan, ekonomi, sosial, budaya, politik,dan bangsa di atas kepentingan diri maupun Nilai yang terkandung di dalam karakter nasionalis di antaranya, menjaga lingkungan, menjaga kekayaan alam, cinta tanah air, dan disiplin. Dalam Pendidikan karakter melibatkan semua kepentingan yang ada dalam pendidikan, baik pihak keluarga, sekolah, lingkungan sekolah, dan juga masyarakat luas. Tidak akan berhasil dalam pembentukan dan pendidikan karakter apabila tidak ada kesinambungan dan keharmonisan dengan lingkungan pendidikan (Chan et al. , 2. Penanaman karakter peduli lingkungan juga dapat ditanamkan terhadap siswa dengan membiasakan untuk membuang sampah pada tempat yang sudah disediakan. Selain itu, siswa juga diajarkan untuk memilah sampah, jadi sampah seperti botol plastik, gelas air mineral disimpan lalu jika sudah banyak dapat dijual dan uang hasil penjualan tersebut untuk kas kelas (Kelas & Sd, 2. Guru merupakan salah satu komponen dalam proses belajar mengajar, yang sangat turut berperan dalam upaya pembentukan sumber daya manusia yang berpotensi dalam bidang pendidikan, oleh karena itu, guru merupakan salah satu komponen dalam bidang pendidikan yang harus berperan serta aktif dan menempatkan kedudukannya sebagai tenaga professional, agar sesuai dengan tuntutan masyarakat yang semakin Pendidikan peduli lingkungan pada siswa MI/SD dapat dilaksanakan pembelajaran (Kelas & Sd, 2. Pentingnya sikap peduli lingkungan menurut pernyataan Akhmad Muhaimin Azzet . Ia mengatakan bahwa bumi semakin tua dan kebutuhan manusia pada alam juga semakin besar, sehingga yang menjadi persoalan lingkungan adalah hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Begitu juga pernyataan Philip Shabechoff . Ia Al-Amin: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Available Online at: https://ejournal. id/pengabdian/ Supian Azhari et al Vol. No. Juli 2025 mengatakan bahwa bumi ini hanya satu dan sudah terasa sangat kecil. Untuk itu, bumi perlu dijaga dan dirawat dengan kasih sayang. Dalam konteks inilah nilai peduli lingkungan sebagai salah satu nilai dalam pendidikan karakter menjadi sangat penting untuk ditanamkan pada anak usia dini, terutama siswa MI/SD (Afriyeni, 2. Untuk memberikan pemahaman yang baik tentang lingkungan banyak cara yang dapat dilakukan bagi setiap individu, contohnya seperti penerangan, penyuluhan, bimbingan, dan pendidikan . ormal dan non formal mulai dari TK. SD, hingga perguruan tingg. Hamzah . menjelaskan bahwa kepedulian terhadap lingkungan merupakan wujud sikap mental individu yang direfleksikan dalam perilakunya. Menurut Tadkiroatun Musfiroh dalam Sulistyowati . , sikap mental dan perilaku dapat disebut Karakter kepribadian seseorang yang terbentuk dari hasil internalisasi sebagai kebajikan . yang digunakan sebagai landasan cara pandang berfikir, bersikap, dan bertindak. Syukri Hamzah . juga mengatakan bahwa karakter peduli lingkungan sepenuhnya bukanlah talenta maupun instink bawaan, tetapi juga merupakan hasil dari suatu proses dalam arti yang luas. Salah didik atau salah asuh terhadap seorang individu bisa akan menghasilkan karakter yang kurang baik terhadap lingkungan. Oleh karena itu, karakter yang baik haruslah dibentuk kepada setiap individu, sehingga setiap individu dapat menjiwai setiap tindakan dan perilakunya (Al-anwari. Pada tahun 2006 Kementrian Lingkungan Hidup mengembangkan program pendidikan lingkungan hidup pada jenjang pendidikan dasar dan menengah melalui program Adiwiyata. Program Adiwiyata merupakan salah satu program Kementrian Negara Lingkungan Hidup dalam rangka mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran bagi warga sekolah sehingga menjadi karakter peduli lingkungan dalam upaya pelestarian lingkungan hidup. Sekolah yang telah mendapatkan predikat Adiwiyata dianggap telah berhasil membentuk karakter peduli terhadap lingkungan (Alanwari, n. Dalam pendidikan karakter mempercayai adanya keberadaan moral absolute, yaitu moral yang perlu diajarkan kepada generasi muda agar Al-Amin: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Available Online at: https://ejournal. id/pengabdian/ Supian Azhari et al Vol. No. September 2024 mereka paham betul mana yang baik dan benar. Selain itu, pendidikan karakter juga mempunyai maknayang lebih tinggi daripada pendidikan moral, karena bukan sekadar mengajarkan mana yang benar dan mana yang Selain itu, pendidikan karakter menanamkan kebiasaan . tentang mana yang benar dan mana yang salah, mampu merasakan . ominan afekti. nilai yang baik dan bisa melakukannya . omain perilak. , (Aqib, 2. Jadi pendidikan karakter sangat erat kaitannya dengan kebiasaan . yang terus menerus dipraktikan atau dilakukan, dalam arti pendidikan karakter diharapkan dapat menyentuh ketiga domain . ognitif, afektif, dan psikomotori. siswa sehingga siswa tidak hanya sekadar tahu, tetapi juga mau dan mampu melaksanakan apa yang mereka ketahui Pembangunan karakter bangsa dapat dilakukan melalui pendidikan, pembelajaran, dan fasilitasi. Melalui pendidikan, pembangunan karakter dilakukan dalam konteks makro dan mikro. Dalam konteks makro, penyelenggaraan pendidikan karakter mencakup keseluruhan kegiatan . pengendalian mutu, yang melibatkan seluruh unit utama di lingkungan pemangku kepentingan pendidikan nasional. Sedangkan dalam konteks mikro merupakan penyelenggaraan pendidikan karakter pada tingkat sekolah (Sulistyowati, 2. Penyelenggaraan pendidikan pada konteks mikro berfokus kepada implementasi pendidikan karakter di sekolah. Pendidikan menjadi garda depan dalam Upaya pembentukan karakter manusia Indonesia yang sesungguhnya dan sekolah merupakan sektor utama yang secara optimal memanfaatkan dan memperdayakan semua lingkungan belajar yang ada untuk menginisiasi, memperbaiki, menguatkan, dan menyempurnakan secara terus menerus melalui proses Pendidikan karakter di sekolah (Sulistyowati, 2. METODE PENELITIAN Kegiatan pengabdian ini di laksanakan di yayasan Al-Amin denggan melibat santri dan pengelola yayasan. Metode yang di gunakan dalam kegiatan iniadalah sebagai berikut: Al-Amin: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Available Online at: https://ejournal. id/pengabdian/ Supian Azhari et al Vol. No. Juli 2025 Sosialisai dan edikasi di berikan pada santri dan pengelola yayasan mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekolah, sosialisasi di lakukan mellui presentasi, diskusi, dan praktek. Pelatihan praktis di berikan kepada santri dan pengelola yayasan pengelolaan bak sampah, penataan taman, dan penataan ruang terbuka Partisipasi Aktif santri dan pengelola yayasan di ajak untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan penataan dan membersihkan lingkunggan sekolah. Partisipasi di lakukan melelui gotong royong dab kegiatan peraktis Pemantauan dan evaluasi di lakukan secara berkala memantau penataan dan kebersihan lingkunggan sekolah yang di lakukan denggan observasi dan edukasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Kebersihan lingkungan adalah hal yang tidak dapat dijauhkan dari sebuah kehidupan manusia dan merupakan unsur yang pasti atau tetap dalam ilmu kesehatan dan pencegahannya. Sebagai manusia perlu menjaga kebersihan lingkungan dan kebersihan diriagar tetap sehat dan tidak menyebabkan kotoran atau menularkan penyakit bagi diri sendiri maupun orang lain. Karena itu, kita harus pandai dalam menjaga kebersihan. Banyak cara untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah misalnya dengan membuang sampah pada tempatnya, selalu membersihkan kelas setiap hari,memisahkan sampah kering dan sampah basah, mendaur ulang barang yang sudah tidak terpakai menjadi kerajinan, dan lain sebagainya. Jika siswa tidak bisa menjaga kebersihan sekolah maka lingkungan sekolah menjadi tidak sehat dan dapat mengganggu kegiatan belajar mengajar di sekolah. Lingkungan sekolah yang bersih menjadikan hidup lebih sehat, udara terasa sejuk, belajar menjadi nyaman, serta kelas menjadi bersih dan terhindar dari penyakit. Maka dari itu kita juga harus selalu menjaga Al-Amin: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Available Online at: https://ejournal. id/pengabdian/ Supian Azhari et al Vol. No. September 2024 kebersihan lingkungan sekolah karena banyak sekali manfaatnya untuk kehidupan kita sehari-hari (Waskitoningtyas et al. , 2. Di dalam agama Islam juga tentang kebersihan lingkungan yang mencakup kebersihan makan, kebersihan minum, kebersihan rumah, kebersihan sumber air, pekarangan dan jalan. Sesuai dengan hadits Nabi Muhammad SAW. , yaitu kebersihan adalah sebagian daripada iman. Makna dari kebersihan adalah sebagian dari iman, itulah motto yang harus didengung-dengungkan di dalam dunia pendidikan maupun dalam instansi terkait. Untuk memulai perilaku kebersihan sebagian dari iman diperlukan kerja sama dengan berbagai pihak. Menerapkan perilaku ini diperlukan keikut sertaan penegak hukum dan pembuat kebijakan agar mau mewujudkan cita-cita ini secara bersamasama. Untuk kebersihan lingkungan sekolah, pengetahuan tentang pemahaman yang mendalam akan pentingnya lingkungan bagi manusia sehingga dapat menghasilkan warga Negara yang mempunyai perilaku yang bertanggung jawab terhadap lingkungannya dan menumbuhkan rasa kesadaran lingkungan (Waskitoningtyas et al. , 2. Guru merupakan motivator terdekat dengan para siswa. Siswa belajar dari apa yang mereka lihat. Maka alangkah baiknya jika guru dapat mengajak dan memberi contoh kepada siswanya tentang menjaga kebersihan agar tercipta suasana lingkungan yang bersih dan Cara Hal mencanangkan program sekolah hijau . reen schoo. Program penghijauan sekolah, selain membuat sekolah menjadi rindang, juga bisa memberi kenyamanan saat kegiatan belajar mengajar. Melaksanakan tata tertib sekolah dan tetap menjaga kebersihan dan keseimbangan lingkungan sekolah. Menanamkan sikap peduli lingkungan terhadap siswa dengan mencanangkan berbagai program yang bisa menyadarakan siswa betapa pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan Al-Amin: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Available Online at: https://ejournal. id/pengabdian/ Supian Azhari et al Vol. No. Juli 2025 Melakukan pengawasan yang ketat dan penegakkan peraturan sekolah yang tegas agar para warga sekolah mau dan secara sadar bersedia untuk melaksanakan ketertiban dan peraturan sekolah. Mencanagkan kegiatan cinta lingkungan atau kegiatan kebersihan A Jika memungkinkan, sekolah sebaiknya memanfaatkan hari libur nasional untuk melakukan kegiatan positif, seperti kerja bakti lingkungan (Waskitoningtyas et al. , 2. Di dalam kelas guru harus selalu mengingatkan siswanya untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, yaitu dengan mencuci tangan menggunakan sabun sebelum dan sesudah makan, lalu siswa membawa bekal makanan sendiri dari rumah, hal tersebut dapat meningkatkan kesehatannya dan mencegah penyakit karena siswa tidak membeli makanan sembarangan. Selain itu, siswa membuat tempat sampah sendiri di kelas dan diletakkan di meja kelasnya untuk membuang sampah, hal tersebut sudah berperan aktif dalam mewujudkan yang bersih (Makhsyari et al. , 2. Strategi Pembentukan Karakter Peduli Lingkungan bagi Siswa MI/SD Secara etimologi, istilah karakter berasal dari bahasa latin character, yang berarti watak, tabiat, sifat-sifat kejiwaan, budi pekerti, kepribadian dan akhlak. Pendidikan karakter merupakan usaha aktif untuk membentuk kebiasaan . sehingga sifat anak akan terbentuk sejak dini, agar dapat mengambil keputusan dengan baik dan bijak serta dapat mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. (Fitri, 2. Jadi Pendidikan karakter sangat erat kaitannya dengan AuhabitAy atau kebiasaan yang terus menerus di diharapkan dapat menyentuh ketiga domain yaitu kognitif, afektif. Al-Amin: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Available Online at: https://ejournal. id/pengabdian/ Supian Azhari et al Vol. No. September 2024 dan psikomotorik siswa sehingga siswa tidak hanya sekadar tahu akan tetapi juga mau dan dapat melaksanakan apa yang mereka ketahui kebenarannya (Al-anwari, n. Bagi siswa Sekolah Dasar pendidikan karakter bertujuan untuk meningkatkan mutu proses dan hasil pendidikan yang mengarah pada pembentukan karakter dan akhlak mulia siswa secara utuh, terpadu, dan seimbang, sesuai dengan standar kompetensi lulusan. Melalui pendidikan karakter diharapkan siswa mampu secara mandiri meningkatkan dan menggunakan pengetahuannya, mengkaji, dan menginternalisasikan nilai-nilai karakter dan akhlak mulia sehingga terwujud dalam perilaku sehari-hari (Lingkungan et al. , n. Penanaman diantaranya : . Membersihkan WC . Membersihkan tempat sampah . Membersihkan lingkungan sekolah . Memperindah kelas dan sekolah dengan tanaman . Ikut memelihara taman di halaman sekolah . Ikut dalam kegiatan menjaga kebersihan lingkungan (Harianti, 2. Dalam membentuk karakter siswa yang lebih kuat menjadi sangat urgen pada proses penerapan pendidikan karakter dalam kultur Proses tersebut menjadi lebih efektif apabila terimplementasi pada diri siswa sejak usia dini. Demikian juga pada sekolah-sekolah dasar sangat dibutuhkan sebagai fondasi karakter pada siswa dimasa yang akan datang. Hal ini pula sangat mendukung tujuan dari dasar-dasar kecerdasan baik intelektual, sosial, emosional, maupun spiritual untuk mempersiapkan siswa agar mengikuti pendidikan pada jenjang yang lebih lanjut (Lingkungan et al. , n. Gambar 2. Kegiatan Peduli Lingkungan Al-Amin: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Available Online at: https://ejournal. id/pengabdian/ Supian Azhari et al Vol. No. Juli 2025 Selain itu, dapat juga diadakan Program Green and Clean yaitu sebagai Upaya penanaman karakter peduli lingkungan. Program Green and Clean ini dilakukan oleh siswa Sekolah Dasar dengan tujuan siswa Program Green and Clean dapat dilakukan sebelum jam belajar mengajar dimulai agar dapat menciptakan karakter peduli lingkungan kepada para siswa. Program Green And Clean bukan hanya sekitarnya, tetapi juga mengajak siswa untuk praktek dan terjun secara langsung sehingga siswa dapat mengetahui bagaimana cara menjaga dan mencintai lingkungan sekitarnya. Program Green and Clean sangat berperan penting dalam memberikan pendidikan karakter peduli lingkungan pada siswa karena dalam program ini siswa diajarkan untuk mencintai lingkungannya, dengan membuang sampah pada tempatnya, tidak merusak taman, menjaga lingkungan tetap bersih, dan lain sebagainya. Dengan melalui program ini dapat menciptakan lingkungan sekolah menjadi hijau untuk menjaga kesehatan fisik mental dan juga kecerdasan otak siswa. Selain untuk mengurangi global warming, masih banyak efek baik dari lingkungan sekolah yang hijau terutama bagi siswa, jika mereka belajar di tempat-tempat yang hijau pasti akan menjadi nyaman dan mempengaruhi perkembangan otak dalam belajar. KESIMPULAN DAN SARAN Sikap peduli terhadap lingkungan merupakan sikap yang harus ditanamkan kepada anak sejak usia dini. Salah satu Upaya untuk mengatasi permasalahan lingkungan yaitu melalui pembentukan karakter yang dimulai sejak usia dini. Pembentukan karakter ini dapat dilakukan melalui Dengan pembelajaran sikap peduli lingkungan, diharapkan dapat menyadarkan siswa agar memiliki kepedulian terhadap alam dan lingkungan disekitarnya. Pendidikan karakter sangat erat kaitannya dengan kebiasaan . yang terus menerus dipraktikan atau dilakukan, dalam arti pendidikan karakter Al-Amin: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Available Online at: https://ejournal. id/pengabdian/ Supian Azhari et al Vol. No. September 2024 . ognitif, psikomotori. Siswa sehingga siswa tidak hanya sekadar tahu akan tetapi Pendidikan karakter untuk siswa SD bertujuan untuk meningkatkan mutu proses dan hasil pendidikan yang mengarah pada pembentukan karakter dan akhlak mulia siswa secara utuh, terpadu, dan seimbang, sesuai dengan standar kompetensi lulusan. Dengan adanya pendidikan karakter di sekolah, siswa diharapkan dapat secara mandiri menginternalisasikan nilai-nilai karakter dan akhlak mulia sehingga terwujud ke dalam perilaku sehari-hari. Ada banyak juga kegiatan bagi siswa di sekolah untuk membentuk karakter peduli lingkungan contohnya seperti mengumpulkan sampah organik dari beberapa kelas kemudian dijadikan pupuk kompos yang dapat digunakan untuk memupuk, dan siswa juga dapat memanfaatkan botol plastik bekas untuk dijadikan pot yang berisi bibit tumbuhan,setelah mulai tumbuh kemudian memindahkan bibit tanaman tersebut ke dalam pot yang lebih besar serta menyirami tanaman di depan kelas. Sangat penting untuk menjaga kebersihan karena tidak hanya berdampak terhadap manusia, tetapi juga berdampak terhadap lingkungan dan makhluk hidup yang Dengan tidak pedulinya seseorang terhadap lingkungan, dapat menimbulkan permasalahan yang sering terjadi terhadap kelestarian lahan hijau yang banyak digunakan untuk membangun pemukiman sehingga menyebabkan mudahnya terjadi banjir karena tidak adanya resapan air ketika hujan turun. Menjaga kebersihan sama saja dengan menciptakan lingkungan yang sehat sehingga jauh dari sarang penyakit dan tidak mudah terkena penyakit. Banyak cara untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah misalnya dengan membuang sampah pada tempatnya, selalu membersihkan kelas setiap hari, memisahkan sampah kering dan sampah basah, mendaur ulang barang yang sudah tidak terpakai menjadi kerajinan, dan lain sebagainya. Lingkungan sekolah yang bersih menjadikan hidup lebih sehat, udara terasa sejuk, belajar menjadi nyaman, serta kelas menjadi bersih dan terhindar dari Al-Amin: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Available Online at: https://ejournal. id/pengabdian/ Supian Azhari et al Vol. No. Juli 2025 Untuk kebersihan lingkungan sekolah, pengetahuan tentang lingkungan perlu diberikan kepada siswa sejak dini agar dapat memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang pentingnya lingkungan bagi manusia sehingga dapat menghasilkan warga Negara yang mempunyai perilaku yang bertanggung jawab terhadap lingkungannya dan menumbuhkan rasa kesadaran lingkungan. DAFTAR PUSTAKA