P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. PENGARUH PENGENDALIAN INTERNAL. KETAATAN ATURAN AKUNTANSI, DAN PERILAKU TIDAK ETIS TERHADAP KECENDERUNGAN KECURANGAN AKUNTANSI (FRAUD) (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN TRANSPORTASI DAN LOGISTIK SUBSEKTOR PELAYARAN DI PUSAT KOTA JAKARTA) Oktaviani Miranda1. Mery Wanialisa2. Bida Sari3 FEB Universitas Persada Indonesia YAI 74 Jl Pangeran Diponegoro 10320 Jakarta Jakarta Raya. Indonesia Email : Oktaviani. miranda@upi-yai. id1 mery. wanialisa@upi-yai. id2 bida. sari@upi-yai. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pengendalian internal, ketaatan aturan akuntansi, dan perilaku tidak etis terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi. populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan transportasi dan logistik subsector pelayaran di wilayah Pusat Kota Jakarta. Berdasarkan metode convenience sampling, jumlah sampel penelitian ini adalah 76 Responden. Data yang digunakan adalah Data Primer kuisioner yg bagikan secara online . ibuat di Google For. dan kemudian disebarkan linknya pada responden Teknik analisis data yang digunakan adalah Statistik Inferensial. Validitas Konvegerensi. Construct Reliability and Validity, dan Inner model. Alat ukur yang digunakan untuk analisis ini adalah program SmartPls 4. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa uji secara parsial. Pengendalian Internal tidak berpengaruh terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi. Sedangkan Ketaatan aturan akuntansi berpengaruh signifikan secara positif terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi, dan Perilaku Tidak Etis berpengaruh signifikan secara negative terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi. Kata Kunci : Fraud. Pengendalian Internal. Ketaatan Aturan Akuntansi. Perilaku Tidak Etis, dan kecenderungan kecurangan akuntansi. ABSTRACT This research purposed to know and to examine the influence of profitability. Institutional of Ownership and the size of the company towards Corporate Social Responsibility in various industrial manufacturing company listed on the Indonesian Stock Exchange (IDX) period 2017-2021. Purposive sampling technique is used in this research used and there are 6 samples collected by this technique. This research also use secondary data and submitted financial reports of Various Industrial manufacturing company listed on the Indonesian Stock Excange (IDX) consistenly in period 2017-2021. Technique of data analysis in this research used descriptive analysis, panel data regression test, and multiple linear regression that has previously been fulfilled the classical assumption test. The measurement tool used for this analysis is the Eviews 9. The results of this study indicate that based on a partial test . Profitability and Company Size had a negative effect on Corporate Social Responsibility. Meanwhile. Institutional of Ownership have a positive effect on corporate social responsibility. Simultaneous significance test (F tes. Institutional of Ownership and the size of the company exhibited significantly effect to the corporate social responsibility of index various industrial manufacturing Vol 6 No 3 . : IKRAITH-EKONOMIKA Vol 6 No 3 November 2023 https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 company listed on Indonesia Stock Exchange 2017-2021 with a probability value of 0. 000937 < 0. The results of this study also show that the ability of the independent variables to explain the dependent variation is only 54% and the remaining 46% is influenced by other variables. Keywords Responsibility. : Profitability. Institutional of Ownership. The Size of The Company. Corporate Social PENDAHULUAN Indonesia merupakan negara yang berkepulauan yang memiliki asal daya garis pantai atau pesisir yang panjang sekitar 81. 000 km dan berjumlah kepulauan 17. 508 kepulauan, sesuai BPS total luas daratan indonesia yaitu 1. 570 km persegi dan luas laut sekitar 3. 483 juta km sesuai Undang-Undang Dasar perihal batas wilayah indonesia, perairan nusantara meliputi hampir 2/3 luas perairan indonesia yang berada di antara serta di sekitar kepulauan indonesia ialah satu kesatuan wilayah nasional indonesia disebut sebagai laut nusantara serta adalah suatu aset nasional yang berperan sebagai sumber kekayaan alam. betapa pentingnya jaringan transportasi laut, khususnya industri pelayaran bagi perekonomian bangsa Indonesia untuk berkembang. oleh karena itu, jasa transportasi mempunyai peranan yang krusial terhadap lalu lintas perdagangan dunia. cargo perdagangan global diangkut melalui transportasi laut yaitu kapal, sehingga peranan perusahaan pelayaran dalam meningkatkan perdagangan dalam dan luar negeri perlu Industri pelayaran termasuk industry yang cukup menopang bagi pertumbuhan ekonomi suatu negara. (Albrecht, 2. mengartikan bahwa fraud . ialah istilah general , dan meliputi semua cara aneka yang dapat dirancang oleh kecerdikan manusia, yang terpaksa oleh satu individu, untuk mendapatkan keuntungan di atas yang lain menggunakan representasi palsu Maka tindakan seseorang pemimpin atau orang yang diberi wewenang atau kekuasaan dipengaruhi oleh atribut Tindakan kecurangan dapat dipengaruhi adanya sistem pengendalian internal serta monitoring oleh atasan. Teori Fraud Triangle yang dijabarkan Cressey . dalam (Adelin, 2. menyatakan bahwa korupsi bisa disebabkan karena adanya 3 faktor yaitu tekanan . , peluang . , dan rasionalisasi . Menurut Adelin . Hasil penelitian menunjukkan bahwa keefektifan pengendalian internal berpengaruh signifikan negatif terhadap Vol 6 No 3 . : IKRAITH-EKONOMIKA Vol 6 No 3 November 2023 kecenderungan kecurangan akuntansi, sedangkan perilaku tidak etis signifikan positif terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi Untuk menangani masalah kecurangan akuntansi diperlukan monitoring. untuk melihat pengendalian internal yang cukup efektif. teori akuntansi, pengendalian internal artinya suatu proses yang ditentukan oleh sumber daya manusia serta teknologi berita yang didesain untuk membantu sebuah organisasi atau perusahaan untuk mencapai tujuannya masing-masing. Pengendalian internal dalam organisasi yang kuat bisa meminimalisir terjadinya tindakan kecurangan dan kesalahan, sedangkan pengendalian. Hasil dari penelitian ini adalah Terdapat Pengaruh Positif dan Signifikan antara Perilaku Tidak Etis dengan Kecenderungan Kecurangan Akuntansi Terdapat Pengaruh Positif dan Signifikan antara Pengendalian Internal Kecenderungan Kecurangan Akuntansi. Terdapat Pengaruh Positif dan Signifikan antara Budaya Organisasi dengan Kecenderungan Kecurangan Akuntansi. Ukuran perusahaan juga memiliki dampak atau pengaruh pada pengungkapan tanggung jawab sosial. Ukuran perusahaan sendiri dapat didefinisikan sebagai suatu skala, dimana dapat diklasifikasikan besar kecilnya perusahaan menurut berbagai cara, antara lain: total aktiva, log size, nilai pasar saham, dan lain-lain. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi tindakan kecurangan yaitu ketaatan aturan Akuntansi dapat ditinjau dalam suatu proses pada pencatatan, penggolongan, peringkasan, pelaporan, dan penganalisaan data keuangan dalam suatu entitas (Jusup, 2. dalam (Andrianto, 2. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi tindakan kecurangan yaitu Perilaku tidak etis juga disebabkan oleh hal yang substansial yaitu sikap dan tanggung jawa moral perusahaan. Perusahaan mempunyai tanggung jawab moral dan sosial (Keraf, pada organisasi tentunya banyak faktor yang tujuannya, sedangkan jalannya organisasi ditentukan oleh perilaku setiap individu dalam memiliki P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. kepentingan masing-masing. oleh karena itu, budaya organisasi sangat krusial, berdasarkan latar belakang dan permasalahan yang telah diuraikan diatas, maka penulis tertarik buat melakukan penelitian dengan menggunakan AuPENGARUH PENGENDALIAN INTERNAL, KETAATAN ATURAN AKUNTANSI. DAN PERILAKU TIDAK ETIS TERHADAP KECENDERUNGAN KECURANGAN AKUNTANSI (FRAUD) (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN TRANSPORTASI DAN LOGISTIK SUBSEKTOR PELAYARAN DI PUSAT KOTA JAKARTA)Ay perusahaan Transportasi dan Logistik Subsektor Pelayaran di Pusat Kota Jakarta. LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS Teori Atribusi Teori atribusi merupakan suatu teori yang dikembangkan oleh Fritz Heider pada tahun 1958. Teori atribusi menjelaskan mengenai seseorang berperilaku dan dari perilaku tersebut, seseorang memiliki alasan untuk melakukan tindakan tersebut. Teori atribusi yang dikembangkan oleh Fritz Heider menjelaskan bahwa terdapat dua alasan dari tindakan seseorang, yaitu alasan dari dalam diri seseorang dan alasan yang berasal dari luar diri seseorang tersebut. Teori Keagenan (Agency Theor. Berikut rumusan masalah dalam penelitian ini Apakah terdapat pengaruh pengendalian internal terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi (Frau. studi empiris pada perusahaan Transportasi dan Logistik Subsektor Pelayaran di Pusat Kota Jakarta? Apakah terdapat pengaruh ketaatan pada aturan akuntansi berpengaruh terhadap kecurangan akuntansi terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi (Frau. studi empiris pada perusahaan Transportasi dan Logistik Subsektor Pelayaran di Pusat Kota Jakarta? Apakah terdapat pengaruh perilaku tidak etis akuntansi terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi (Frau. studi empiris pada perusahaan Transportasi dan Logistik Subsektor Pelayaran di Pusat Kota Jakarta? Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah: Untuk menganalisis pengendalian internal terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi . pada perusahaan Transportasi dan Logistik Subsektor Pelayaran di Pusat Kota Jakarta Untuk menganalisis ketaatan aturan akuntansi terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi . pada perusahaan Transportasi dan Logistik Subsektor Pelayaran di Pusat Kota Jakarta. Untuk menganalisis perilaku tidak etis akuntansi terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi . pada Teori yang menjelaskan hubungan antara principal dan agent dikenal sebagai Agency Theory (Jensen, 1. Principal menunjuk agent untuk membantu perusahaan dalam mengelola suatu perusahaan dengan atas nama pemegang saham. Teori Keagenan muncul disebabkan karena adanya konflik kepentingan principal dengan agent. Agen bertanggung jwab atas mengoptimalkan kepentingan principal dan memaksimalkan kesejahteraan maka agen tikda harus selalu mementingkan principal. Oleh karena itu, bentuk pengendalian untuk menegndalikan tindakan agen sangat dibutuhkan. Menurut (Jensen, mengimplementasikan insentif yang sesuai untuk para agent dan menimbulkan biaya pemantauan untuk mencegah aktivitas agent yang tidak sesuai atau menyimpang dapat mengurangi perbedaan anatara keinginannya. Segitiga Kecurangan (Fraud Triangl. Teori Fraud Triangle (Cressey, 1. menjelaskan ada 3 hal yang mendorong terjadinya sebuah upaya fraud atau kecurangan , yaitu pressure . , . , rationalization . Pengendalian Internal Pengendalian merupakan suatu tindakan atau aktivitas yang dilakukan manajemen untuk memastikan . ecara memadai, bukan mutla. tercapainya tujuan dan sasaran organisasi. manajemen dalam mencapai tujuan instansi yang Vol 6 No 3 . : IKRAITH-EKONOMIKA Vol 6 No 3 November 2023 https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. berkaitan dengan menjaga keandalan penyajian laporan keuangan, efisiensi operasional dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. Keefektifan pengendalian internal dapat berperan dalam mencegah dan mendeteksi suatu kecurangan akuntansi . dalam suatu Ketaatan Aturan Akuntansi Ketaatan aturan akuntansi merupakan tindakan atau perbuatan yang harus dijalankan. Aturan akuntansi dibuat sedemikian rupa sebagai dasar dalam penyusunan laporan keuangan. Dalam standar akuntansi terdapat aturan-aturan yang harus digunakan dalam pengukuran dan penyajian laporan keuangan yang berpedoman terhadap aturan-aturan yang dikeluarkan oleh IAI. Informasi yang tersedia dilaporan keuangan sangat dibutuhkan bagi investor dan manajemen jadi harus dapat diandalakan. Sehingga dibutuhkan suatu aturan untuk menjaga keandalan informasi tersebut dan menghindari tindakan yang dapat merugikan perusahaan atau Ketaatan aturan akuntansi adalah tindakan atau perbuatan sesuai dengan perangkat aturan atau dasar hukum sebagai tolak ukur kebutuhan publik dan alokasi sumber daya. (Indriastuti, 2. Penyajian laporan keuangan oleh organisasi merupakan kewajiban sebagai bentuk pertanggungjawaban untuk organisasi itu sendiri dan untuk masyarakat sebagai skala prioritas ( (Bartenputra, 2. Menurut (Lahaya, 2. Pengendalian internal diperlukan sebagai bentuk pengawasan aktivitas operasi di dalam organisasi, untuk dapat mengurangi terjadinya kecenderungan kecurangan akuntansi melalui peraturan dan sanksi Perilaku Tidak Etis Adanya pengaruh etika yang ada dalam diri seorang auditor akan mempengaruhi perilaku auditor dan etis tidaknya keputusan yang diambil. Orientasi etis merupakan bagaimana pandangan seseorang mengenai etika itu sendiri. Perilaku etis seseorang akan berpengaruh dalam pengambilan keputusan ketika menghadapi dilema etis. Perilaku tidak etis adalah perilaku yang menurut keyakinan perseorangan dan norma-norma sosial dianggap salah atau buruk. Kecenderungan Kecurangan Akuntansi ( Frau. Vol 6 No 3 . : IKRAITH-EKONOMIKA Vol 6 No 3 November 2023 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 Kecurangan atau fraud adalah segala bentuk tindak penipuan yang direncanakan, seperti salah saji, menyembunyikan, atau tidak mengungkapkan fakta yang material sehingga pihak lain dirugikan (Najahningrum, 2. Hal ini termasuk berbohong, menipu, menggelapkan, dan mencuri. Penggelapan disini dimaksudkan adalah dengan mengubah kekayaan atau aset yang dipercayakan kepadanya secara tidak wajar untuk kepentingan dan keuntungan pribadi yang dapat merugikan Penelitian Terdahulu Berikut penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti sebelumnya mengenai Pengaruh Pengendalian Internal. Ketaatan Aturan Akuntansi, dan Perilaku Tidak Etis terhadap Kecenderungan Kecurangan Akuntansi adalah sebagai berikut : (Adelin, 2. dalam penelitiannya yang berjudul Au Pengaruh pengendalian internal, ketaatan aturan akuntansi, dan perilaku tidak etis terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi (Studi Empiris Pada BUMN di Kota Padan. Ay menyatakan bahwa keefektifan pengendalian internal dan ketaatan aturan sedangkan perilaku tidak etis signifikan positif terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi. Andrianto . dalam penelitiannya yang berjudul AuPengaruh Pengendalian internal, ketaatan aturan akuntansi, asimetris informasi, dan integritas terhadap kecurangan akuntansi (Studi Empiris Pada OPD Kabupaten Kebume. Ay menyatakan bahwa bahwa variabel pengendalian internal tidak berpengaruh pada kecurangan akuntansi, variabel ketaatan aturan akuntansi berpengaruh negatif terhadap kecurangan akuntansi, variabel asimertri kecurangan akuntansi dan variabel integritas tidak berpengaruh terhadap kecurangan Yuliani . dalam penelitiannya yang berjudul AuPengaruh perilaku tidak etis, pengendalian internal, dan budaya organisasi terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi (Studi empiris pada instansi pemerintah kabupaten Pasaman Bara. Ay. Ay menyatakan P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. bahwa Terdapat Pengaruh Positif dan Signifikan antara Perilaku Tidak Etis dengan Kecenderungan Kecurangan Akuntansi. Terdapat Pengaruh Positif dan Signifikan antara Pengendalian Internal Kecenderungan Kecurangan Akuntansi. Terdapat Pengaruh Positif dan Signifikan antara Budaya Organisasi dengan Kecenderungan Kecurangan Akuntansi. Septiani . dalam penelitiannya yang berjudul AuApakah ketaatan aturan akuntansi akan mengurangi kecenderungan kecurangan akuntansi?Ay menyatakan bahwa pengendalian intern dan asimetri informasi tidak ada berpengaruh signifikan terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi di OPD Kota Yogyakarta. Itu kepatuhan terhadap aturan akuntansi berpengaruh signifikan terhadap kecenderungan akuntansi penipuan di OPD Kota Yogyakarta. Zahro . dalam penelitiannya yang AuKecenderungan factor-faktor mempengaruhinyaAy keefektifan pengendalian internal, ketaatan aturan akuntansi berpengaruh signifikan negatif terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi, sedangkan asimetri informasi berpengaruh positif signifikan terhadap kecenderungan Kerangka Pemikiran Model kerangka pemikiran menggambarkan hubungan antara variabel yang diuji dalam Kerangka pemikiran menggambarkan hubungan antara struktur modal, keputusan investasi dan ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan. Adapun gambar kerangka pemikiran pada penelitian ini adalah sebagai berikut : Pengendalian Internal (X. Ketaatan Aturan Akuntansi (X. Kecenderungan Kecurangan Akuntansi (Y) Kerangka Pemikiran METODELOGI PENELITIAN Populasi dan Sampel Populasi menurut (Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif,. Kualitatif, dan R&D, 2. adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi dalam penelitian ini adalah Pimpinan dan Staf Finance. Akuntansi, dan Internal Audit yang bekerja di Perusahaan Transportasi dan Logistik Subsektor Pelayaran di Pusat Jakarta yang berada di wilayah Jakarta Utara. Sampel menurut (Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif,. Kualitatif, dan R&D, 2. sampel ialah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dipunyai oleh populasi tersebut. Menurut (Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif,. Kualitatif, dan R&D, 2. sampel ialah bagian dari populasi yang menjadi sumber data dalam penelitian, dimana populasi merupakan bagian dari jumlah karakteristik yang dimiliki oleh Pemilihan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode convenience sampling. Convenience sampling adalah kumpulan informasi dari anggota-anggota populasi yang mudah diperoleh dan mampu menyediakan informasi Dengan demikian siapa saja yang dapat memberikan informasi baik secara tidak sengaja atau kebetulan bertemu dengan peneliti, dapat digunakan sebagai sampel, bila dilihat orang yang memberikan informasi-informasi tersebut cocok sebagai sumber data (Sekaran, 2. Penentuan jumlah sampel minimal pada penelitian ini mengacu pada pernyataan Hair, et al, 2010 dalam ( (Solikhah, 2. tergantung pada jumlah indikator. Pada penelitian tersebut terdapat 15 idikator yang dikalikan 5. Ukuran sampel minimum 15 x 5 = 75 Dengan demikian sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 75 Responden. Perilaku Tidak Etis (X. Gambar 1 ANALISIS DAN HASIL PEMBAHASAN Measurement Model (Outer Mode. Vol 6 No 3 . : IKRAITH-EKONOMIKA Vol 6 No 3 November 2023 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. Didalam model ini ada 2 pengukuran yang dipakai yakni Uji Validitas dan Uji Reliabilitas. Convergent Validity Berikut ini adalah pengolahan data pertama berdasarkan 4 variabel dengan jumlah 30 Convergent validity dari model pengukuran dapat dari korelasi antara skor item / instrument dengan skor konstruknya . oading facto. dengan kriteria nilai loading factor dari setiap instrument > 0. 7 Berdasarkan pengolahan data pertama dengan variabel Pengendalian Internal terdapat 4 instrumen yang tidak valid (<0,. yaitu PI 1. PI 4. PI 5. PI 6 dan Selebihnya Valid (>0,. Variabel Ketaatan Aturan Akuntansi terdapat 4 instrumen yang tidak valid (<0,. yaitu KAA 1. KAA 6. KAA 7. KAA 8 dan selebihnya valid (>0,. Variabel Perilaku Tidak Etis terdapat 2 instrumen yang tidak valid (<0,. yaitu PTE 1, dan PTE 7 Variabel PI (X. KAA (X. PTE (X. Indikator Loading Factor Kesimpulan PI 1 Tidak Valid PI 2 Valid PI 3 Valid PI 4 Tidak Valid PI 5 Tidak Valid PI 6 Tidak Valid PI 7 Valid PI 8 Valid KAA 1 Tidak Valid KAA 2 Valid KAA 3 Valid KAA 4 Valid KAA 5 Valid KAA 6 Tidak Valid KAA 7 KAA 8 selain itu Valid (>0,. Terakhir. Variabel Kecenderungan Kecurangan Akuntansi terdapat 2 instrumen yang tidak valid (<0,. yaitu KKA 2, dan KK7 selain itu valid (>0,. Sehingga nilai loading factor yang <0,7 harus dihapus dari model. KKA (Y) PTE 7 Tidak Valid KKA 1 Valid KKA 2 Tidak Valid KKA 3 Valid KKA 4 Valid KKA 5 Valid KKA 6 Valid KKA 7 Tidak Valid Agar memenuhi convergent validity yang dipersyaratkan, yaitu lebih tinggi dari 0,7 maka dilakukan pengolahan data yang kedua. Indikator Loading Factor Kesimpulan PI 3 Valid PI 5 Valid PI 6 Valid Tidak Valid PI 7 Valid Tidak Valid PI 8 Valid PTE 1 Tidak Valid KAA 1 Valid PTE 2 Valid KAA 2 Valid KAA 3 Valid Variabel PI (X. KAA (X. PTE 3 Valid PTE 4 Valid KAA 4 Valid PTE 5 Valid KAA 5 Valid PTE 6 Valid PTE 2 Valid Vol 6 No 3 . : IKRAITH-EKONOMIKA Vol 6 No 3 November 2023 PTEX. P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 KKA (Y) https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. PTE 3 Valid PTE 4 Valid PTE 5 Valid PTE 6 Valid KKA 1 Valid KKA 3 Valid KKA 4 Valid Indikator AVE Rule Of Thumb PI (X. KAA (X. PTE (X. KKA(Y) Setelah menguji validitas konstruk, pengujian selanjutnya adalah uji reliabilitas konstruk yang diukur dengan Composite Reliability (CR) dari blok indikator yang mengukur konstruk CR digunakan untuk menampilkan reliabilitas yang baik. Suatu konstruk dinyatakan reliabel jika nilai composite reliability > 0. Menurut Hair et al. koefisien composite reliability harus lebih besar dari 0. meskipun nilai 0. masih dapat diterima. Namun, uji konsistensi internal tidak mutlak untuk dilakukan jika validitas konstruk telah terpenuhi, karena konstruk yang valid adalah yang reliabel, sebaliknya konstruk yang reliabel belum tentu valid (Cooper dan Schindler. CronbachAos Alfa digunakan untuk diagnosis konsistensi dari seluruh skala dengan melihat koefisien reliabilitas. Nilai CronbachAos Alfa >0. masih dapat diterima untuk exploratory research Varia Compo Reliabi . Compo Reliabi . Cronba chAos Alfa Kesimp KKA Reliabel KAA Reliabel Reliabel PTE Reliabel Valid KKA 6 Valid Pada tabel uji convergent validity dapat disimpulkan bahwa indikator dari variabel Pengendalian Internal. Ketaatan Aturan Akuntansi dan. Perilaku Tidak Etis terhadap Kecenderungan Kecurangan Akuntansi memperoleh memperoleh nilai loading factor diatas 7 serta nilai AVE diatas 0. 5, maka dikatakan valid. Bahwa hasil pengujian composite reliability dan CronbachAos Alfa menunjukkan nilai > 0. 6 yang berarti semua variabel dinyatakan reliabel. Composite Reliability and Cronbach AlfaAos KKA 5 Analisis Inner Model Setelah melakukan evaluasi model dan diperoleh bahwa setiap konstruk telah memenuhi syarat Convergent Validity. Discriminant Validity. Composite Reliability dan CronbachAos Alfa, maka yang berikutnya adalah evaluasi model struktural yang meliputi pengujian Path Coeffisient, dan RA. Pengujian kecocokan model . odel fi. digunakan untuk mengetahui apakah suatu model memiliki kecocokan dengan data. R square Inner model . nner relation, structural model, dan substantive theor. menggambarkan hubungan antara variabel laten berdasarkan pada teori substantif. Model structural di evaluasi dengan menggunakan R-square untuk konstruk dependen. Nilai RA dapat digunakan untuk menilai pengaruh variabel endogen tertentu dan variabel eksogen apakah mempunyai pengaruh substantive (Ghozali. Hasil RA sebesar 0. 67, 0. 33, dan 0. mengindikasi bahwa model AubaikAy. AumoderatAy, dan AulemahAy (Ghozali, 2. Diperoleh nilai R Square 427, hal ini berarti 42. 7% variasi atau perubahan Kecenderungan Kecurangan Akuntansi dipengaruhi oleh Pengendalian Internal. Ketataan Aturan Akuntansi, dan Perilaku Tidak Etis sedangkan sisanya sebanyak 57. 3% dijelaskan oleh sebab lain. Sehingga dapat dikatakan bahwa R Square pada variabel Kecenderungan Kecurangan Akuntansi adalah moderat. Vol 6 No 3 . : IKRAITH-EKONOMIKA Vol 6 No 3 November 2023 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. diperoleh nilai R Square sebesar 0. 427, hal ini berarti 7% variasi atau perubahan Kecenderungan Kecurangan Akuntansi Pengendalian Internal. Ketataan Aturan Akuntansi, dan Perilaku Tidak Etis sedangkan sisanya sebanyak 3% dijelaskan oleh sebab lain. Sehingga dapat dikatakan bahwa R Square pada variabel Kecenderungan Kecurangan Akuntansi adalah structural terbentang dengan interpretasi nilai sebesar 0,521 (GoF kua. Uji Hipotesa Pengaruh Langsung F Square Effect Size (F Squar. , dilakukan untuk megetahui kebaikan model. Nilai f 0. 02, 0. 15 dan 0. 35 dapat diinterpretasikan bahwa prediktor variabel laten memiliki pengaruh kecil, menengah dan besar. Berdasarkan yang diperoleh nilai F Square sebesar 095, hal ini berarti variasi atau perubahan Kecenderungan Kecurangan Akuntansi berefek kecil oleh ketataan aturan akuntansi. hal ini berarti variasi atau perubahan Kecenderungan Kecurangan Akuntansi berefek kecil oleh Pengendalian Internal. 454, hal ini berarti variasi atau perubahan Kecenderungan Kecurangan Akuntansi berefek Besar oleh Perilaku tidak etis. KKA (Y) KKA (Y) PI (X. KAA (X. PTE (X. Goodness of Fit (GoF) Untuk memvalidasi model struktural secara keseluruhan digunakan Goodness of Fit(GoF). GoF indeks merupakan ukuran tunggal untuk memvalidasi performa gabungan antara model pengukuran dan model struktural. Nilai GoF ini diperoleh dari akar kuadrat dari communalities index dikalikan dengan nilai rata-rata R2 Nilai GoF terbentang antara 0 sd 1 dengan interpretasi nilai-nilai : 0. 1 (Gof keci. , 0,25 (GoF moderat. , dan 0. 36 (GoF besa. GoF = OoyaycOya ycu ycI = Oo0,636 ycu 0,427 =0,521 Hasil GoF tersebut menyatakan bahwa proforma gabungan aatara model pengukuran dan model Vol 6 No 3 . : IKRAITH-EKONOMIKA Vol 6 No 3 November 2023 Untuk mengetahui hubungan structural antar variabel laten, harus dilakukan pengujian hipotesis terhadap koefisien jalur antar variabel dengan membandingkan angka p-value dengan alpha . atau t-statistik sebesar (>1. Besarnya Pvalue dan juga t-statistik diperoleh dari output pada SmartPLS Pengujian ini dimaksudkan untuk menguji hipotesis yang terdiri dari 3 hipotesis berikut ini: H1 : H2 : H3 : Tidak terdapat pengaruh Pengendalian Internal terhadap Kecenderungan Kecurangan Akuntansi. Terdapat pengaruh Ketaatan Aturan Akuntansi terhadap Kecenderungan Kecurangan Akuntansi. Terdapat pengaruh Perilaku Tidak Etis terhadap Kecenderungan Kecurangan Akuntansi. Uji Hipotesis 1 Kriteri Pengendali Variabel (Y) an Internal t0,393 Statistik Kecenderungan Kecurangan Path Akuntansi Coeffici -0,058 Dengan t-Statistik sebesar 0. 393 < 1. maka Ho1 diterima dan Ha1 ditolak yang berarti bahwa Pengendalian Internal tidak berpengaruh P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. terhadap Kecenderungan Kecurangan Akuntansi. Dengan demikian nilai path coefficient sebesar 0,058 tidak bermakna. Hipotesis 2 Uji Hipotesis 2 Ketaatan Aturan Akuntansi 2,699 Kriteria Variabel (Y) t-Statistik Kecenderunga n Kecurangan Path 0,321 Akuntansi Coefficient Dengan t-Statistik sebesar 2. 699 > 1. maka Ho2 ditolak dan Ha2 diterima yang berarti bahwa ketaatan aturan akuntansi berpengaruh positif terhadap Kecenderungan Kecurangan Akuntansi. Nilai path coefficient sebesar 0. 321 dan positif, artinya ketaatan aturan akuntansi berpengaruh positif terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi atau dengan kata lain dapat diartikan bahwa jika ketaatan aturan akuntansi meningkat maka kecenderungan kecurangan akuntansi meningkat sebesar 32. Uji Hipotesis 3 Kriteria Perilaku Tidak Etis 6,653 Variabel (Y) t-Statistik Kecenderungan Path Kecurangan Akuntansi Coefficie -0,536 Dengan t-Statistik sebesar 6. 653 > 1. maka Ho3 ditolak dan Ha3 diterima yang berarti bahwa perilaku tidak etis berpengaruh negatif terhadap Kecenderungan Kecurangan Akuntansi. Nilai path coefficient sebesar -0. 536 dan negatif, artinya perilaku tidak etis berpengaruh negatif terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi atau dengan kata lain dapat diartikan bahwa jika perilaku tidak etis meningkat maka kecenderungan kecurangan akuntansi menurun sebesar -53. 6% . Hasil Hipotesis Hipotesis Hipotesis 1 Pengendalian Terhadap Kecenderunga n Kecurangan Kesimpulan Ditolak Hipotesis 3 Ketaatan n kecurangan Perilaku Tidak Etis memiliki n kecurangan Diterima Diterima Pembahasan Hasil Penelitian Pengaruh Pengendalian Internal terhadap Kecenderungan kecurangan akuntansi Berdasarkan hasil pengujian hipotesis pertama dapat disimpulkan bahwa variable Pengendalian Internal tidak berpengaruh terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi. Artinya pengendalian internal yang terdapat didalam perusahaan tidak memiliki pengaruh kecenderungan kecurangan akuntansi terhadap perusahaanperusahaan transportasi dan logistic subsector pelayaran diwilayah Jakarta Utara. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian (Andrianto, 2. yang juga menyimpulkan bahwa Pengendalian internal tidak berpengaruh terhadap kecenderungan kecurangan Pengaruh Ketaatan Aturan Akuntansi terhadap Kecenderungan kecurangan akuntansi Berdasarkan hasil pengujian hipotesis kedua dapat disimpulkan bahwa variable ketaatan aturan akuntansi pengaruh positif terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi. Artinya semakin baik ketaatan aturan akuntansi maka akan perusahaan-perusahaan transportasi dan logistic subsector pelayaran diwilayah Jakarta Utara. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian Ali Amin Kalau dan Stevanus Z Leksair dan (Wahyuni, 2. yang juga menyimpulkan , jika semakin ditingkatkannya Ketaatan Terhadap Aturan Akuntansi maka akan berpotensi positif terhadap semakin menurunnya Kecenderungan kecurangan akuntansi maka akan Vol 6 No 3 . : IKRAITH-EKONOMIKA Vol 6 No 3 November 2023 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. berpotensi positif terhadap semakin menurunnya Kecenderungan kecurangan akuntansi. Pengaruh perilaku tidak etis terhadap Kecenderungan kecurangan akuntansi Berdasarkan hasil pengujian hipotesis ketiga dapat disimpulkan bahwa variable perilaku kecenderungan kecurangan akuntansi. Artinya semakin tinggi perilaku tidak etis pada suatu kecenderungan kecurangan akuntansi pada perusahaan tersebut. Hal ini bertolak belakang dengan hasil penelitian Silvia Yuliani . yang menyimpulkan bahwa perilaku tidak etis berpengaruh positif terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh pengendalian internal, ketaatan aturan akuntansi dan perilaku tidak etis terhadap kecurangan akuntansi pada perusahaan transportasi dan logistic subsector pelayaran di Pusat Jakarta tepatnya wilayah Jakarta Utara. Penelitian ini di lakukan di 33 Perusahaan. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode kuisioner dengan sampel sebanyak 76 responden. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa : Variable berpengaruh terhadap kecurangan akuntansi. Kecurangan akuntansi tidak dipengaruhi oleh transparansi dalam penyediaan informasi kepada publik, mengenai kemudahan di dalam memperoleh informasi-informasi yang akurat dan memadai tentang kondisi keuangan perusahaan Ae perusahaan transportasi dan logistic subsector Pelayaran di Pusat Jakarta tepatnya diwilayah Jakarta Utara. Variabel ketaatan aturan akuntansi berpengaruh signifikan positif terhadap Kecurangan akuntansi, dapat disimpulkan bahwa semakin baik ketaatan aturan akuntansi maka akan semakin tinggi kecenderungan kecurangan akuntansi terhadap perusahaan-perusahaan transportasi dan logistic subsector pelayaran diwilayah Jakarta Utara. Ketaatan aturan akuntansi mampu mengurangi kecurangan Indikasi kecurangan yang terjadi Vol 6 No 3 . : IKRAITH-EKONOMIKA Vol 6 No 3 November 2023 yang mengakibatkan kerugian bagi perusaahaan juga disebabkan karena pengelolaan keuangan dan penyajian laporan keuangan tidak sesuai dengan aturan akuntansi yang telah ditetapkan. Sehingga dengan adanya penyajian laporan keuangan yang sesuai dengan atauran-aturan atau standar yang berlaku maka dapat kecurangan dalam sebuah perusahaan. Variabel Perilaku Tidak Etis berpengaruh negative terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi, dapat disimpulkan semakin tinggi perilaku tidak etis pada suatu perusahaan, maka semakin kecil pula kecenderungan kecurangan akuntansi pada perusahaan tersebut. Etika merupakan keyakinan mengenai tindakan yang benar dan tindakan yang salah atau tindakan yang baik dan yang buruk. Nilai- nilai moral seseorang menentukan apakah orang tersebut dapat berprilaku etis atau tidak etis. etis merupakan perilaku yang menyimpang dari tugas pokok atau tujuan yang telah disepakati. Dalam konteks lingkungan kerja, lingkungan dapat mempengaruhi seseorang untuk berprilaku tidak etis atau tidak perilaku tidak etis dapat dipicu oleh banyak hal, dan salah satunya adalah seseorang yang berprilaku tidak etis untuk kepentingan diri sendiri yang tujuannya hanya untuk memperkaya diri dengan cara melakukan kecurangan atau melanggar aturan-aturan yang telah ditetapkan. sehingga semakin tinggi perilaku tidak etis maka akan manambah kemungkinan terjadinya kecurangan dalam sebuah perusahaan atau suatu organisasi. SARAN Penelitian selanjutnya diharapkan untuk memperbaiki terlebih dahulu kuesioner yang digunakan dalam penelitian sehingga kuesioner yang akan digunakan selanjutnya memiliki tingkat validitas dan reliabilitas yang tinggi Penelitian selanjutnya perlu menambahkan variabel lain yang dapat memengaruhi kecurangan akuntansi seperti Komitmen Organisasi, penegakan hukum, kesesuaian kompensasi dan asimetris informasi. Penelitian selanjutnya diharapkan untuk memperbaiki terlebih dahulu mengenai indentitas responden dalam kuisioner agar bisa lebih detail sehingga kriteria sampel dengan sampel bisa sesuai. P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. DAFTAR PUSTAKA