Jurnal Pendidikan dan Media Pembelajaran (JUNDIKMA) Vol. No. September 2025 e-ISSN: 2962-8695 STUDI KOMPARATIF PEMBELAJARAN DI SD NEGERI KARANGWUNI DAN SD NEGERI CEPIT Nadia Salfa Taftazana1. Zela Septikasari2 FKIP. Universitas PGRI Yogyakarta nadiasalfataftazana96813@gmail. com1, zela@upy. (Naskah Masuk : 20 Agustus 2025, diterima untuk diterbitkan : : 29 September 2. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan praktik pendidikan antara SD Negeri Karangwuni dan SD Negeri Cepit melalui observasi dan wawancara langsung. Fokus utama kajian meliputi penerapan inovasi pedagogis, perbandingan kurikulum, serta gaya belajar siswa sekolah dasar. Hasil observasi menunjukkan bahwa SD Cepit cenderung lebih unggul dalam pemanfaatan media pembelajaran dan fasilitas teknologi, sedangkan SD Karangwuni memiliki keunggulan dalam interaksi sosial dan sarana olahraga. Kedua sekolah telah menerapkan Kurikulum Merdeka dengan adaptasi yang bervariasi tergantung pada kesiapan guru dan ketersediaan fasilitas. Studi ini menegaskan pentingnya integrasi strategi pembelajaran yang kontekstual, pelatihan guru berkelanjutan, dan sinergi antara sekolah dan Hal ini menekankan pada pentingnya pendidikan berbasis konteks lokal dan pendekatan yang berpusat pada siswa. Kata Kunci: Pendidikan Komparatif. Inovasi Pembelajaran. Kurikulum Merdeka. Gaya Belajar. Sekolah Dasar Abstract: This research aims to analyze the comparison of educational practices between SD Negeri Karangwuni and SD Negeri Cepit through direct observation and interviews. The main focus of the study includes the application of pedagogical innovation, curriculum comparison, and learning styles of elementary school students. The observation results show that SD Cepit tends to excel in the utilization of learning media and technology facilities, while SD Karangwuni has an advantage in social interaction and sports facilities. Both schools have implemented Merdeka Curriculum with varying adaptations depending on teacher readiness and facility availability. This study emphasizes the importance of integrating contextualized learning strategies, continuous teacher training and synergy between school and family. It emphasizes the importance of local context-based education and student-centered approaches. Keywords: Comparative Education. Learning Innovation. Merdeka Curriculum. Learning Styles. Elementary School PENDAHULUAN Pendidikan dasar merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter, keterampilan, dan pengetahuan peserta didik. Perbandingan antara dua sekolah dasar dengan karakteristik berbeda menjadi menarik untuk dianalisis karena dapat memberikan pemahaman mengenai kesenjangan maupun keunggulan sistem pendidikan di tingkat Kajian ini dilakukan di dua sekolah negeri, yakni SD Negeri Karangwuni dan SD Negeri Cepit yang terletak di Daerah Istimewa Yogyakarta, masing-masing dengan latar belakang fasilitas dan metode pembelajaran yang berbeda (Septikasari & Ayriza, 2. Pendidikan komparatif dalam konteks ini digunakan sebagai pendekatan untuk memahami bagaimana kebijakan dan praktik pembelajaran dilaksanakan pada masing16 Jurnal Pendidikan dan Media Pembelajaran (JUNDIKMA) Vol. No. September 2025 e-ISSN: 2962-8695 masing sekolah. Dengan membandingkan aspek kurikulum, metode mengajar, gaya belajar siswa, serta fasilitas yang dimiliki, maka dapat ditarik simpulan mengenai efektivitas dan tantangan dari masing-masing pendekatan pendidikan yang diterapkan. Studi ini juga mempertimbangkan pengaruh implementasi Kurikulum Merdeka yang mulai diterapkan di kedua sekolah (Ningtyas & Isaura, 2. Kurikulum ini memberikan fleksibilitas kepada guru dalam merancang pembelajaran berdasarkan konteks lokal dan kebutuhan siswa. Oleh karena itu, penting untuk melihat bagaimana kebijakan ini diimplementasikan secara nyata di lapangan. Tidak hanya fokus pada aspek pembelajaran. Peran sekolah dalam membentuk pemahaman mitigasi dan evakuasi menjadi bagian integral dari penguatan karakter dan keselamatan siswa (Rahmah & Priyanti, 2. Dengan pendekatan triangulasi data dan literatur, analisis ini diharapkan memberikan gambaran holistik tentang kondisi pendidikan di dua sekolah tersebut (Kurniawan & Septikasari, 2. Salah satu tujuan utama dari kajian ini adalah memberikan rekomendasi praktis dan aplikatif bagi pemangku kepentingan pendidikan, baik di tingkat sekolah, pemerintah daerah, maupun kementerian. Dengan temuan empiris dan analisis komparatif, hasil penelitian ini dapat dijadikan rujukan dalam merancang kebijakan dan program pengembangan sekolah dasar. Keterlibatan aktif guru, kepala sekolah, siswa, dan orang tua dalam proses pembelajaran dan kegiatan sekolah menjadi indikator penting dalam efektivitas pendidikan. Maka dari itu, studi ini juga melihat bagaimana peran partisipatif ini diwujudkan di kedua sekolah sebagai cerminan penguatan pendidikan karakter dan budaya sekolah (Labibah et al. , 2. Dengan demikian, artikel ini hadir sebagai bentuk kontribusi ilmiah dalam pengembangan model pendidikan dasar yang tidak hanya adaptif terhadap perkembangan zaman, tetapi juga responsif terhadap kebutuhan lokal dan tantangan global. METODE PENELITIAN Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode utama observasi dan wawancara langsung terhadap kepala sekolah, guru, dan siswa di SD Negeri Karangwuni dan SD Negeri Cepit. Pengumpulan data dilakukan secara triangulatif dengan menyesuaikan panduan wawancara dan lembar observasi pada tiga tema utama pendidikan komparatif: inovasi pedagogis, kurikulum, dan gaya belajar (Fayasari & Lestari. Observasi dilakukan selama dua hari terpisah, yakni pada tanggal 3 Juni 2025 di SD Negeri Karangwuni dan 11 Juni 2025 di SD Negeri Cepit. Penulis mencatat aktivitas pembelajaran, penggunaan fasilitas, serta interaksi siswa-guru (Irzanti et al. , 2. Wawancara berlangsung secara langsung dan direkam sebagai dokumentasi untuk memverifikasi data yang dikumpulkan. Wawancara difokuskan pada kepala sekolah dan dua guru dari masing-masing sekolah, serta dua siswa yang dipilih secara purposif berdasarkan keterlibatan aktif dalam proses pembelajaran. Pertanyaan mencakup inovasi pembelajaran, perbandingan kurikulum, dan pengalaman siswa dalam belajar. Metode analisis data dilakukan secara induktif, dengan merumuskan tema-tema utama berdasarkan pengamatan dan narasi yang dikumpulkan. Data dibandingkan dengan teori dan temuan dari jurnal-jurnal ilmiah yang relevan. Untuk menjaga validitas data, peneliti menggunakan teknik member check dan dokumentasi visual berupa foto dan video dari kegiatan observasi. Selain itu, catatan lapangan dianalisis secara sistematik untuk menemukan pola-pola yang berulang. Instrumen penelitian meliputi panduan wawancara, lembar observasi, dan checklist Jurnal Pendidikan dan Media Pembelajaran (JUNDIKMA) Vol. No. September 2025 e-ISSN: 2962-8695 fasilitas pendidikan. Penggunaan instrumen ini dimaksudkan untuk menjaga konsistensi dalam pengumpulan data dan memudahkan analisis tematik. Literatur ilmiah digunakan sebagai pembanding sekaligus penguat analisis. Hal ini dapat memperkaya kajian dengan perspektif akademik dan praktik lapangan (Eka et al. , 2. Dengan metode ini, diharapkan penelitian memberikan hasil yang mendalam dan relevan bagi pengembangan kebijakan pendidikan serta praktik pembelajaran di sekolah HASIL DAN PEMBAHASAN Inovasi pembelajaran merupakan salah satu aspek utama yang diamati dalam penelitian ini. Hasil wawancara dengan kepala sekolah dan guru menunjukkan bahwa inovasi dalam metode pengajaran sudah mulai diterapkan di kedua sekolah. Di SD Negeri Cepit, guru-guru telah mencoba berbagai pendekatan seperti diskusi, ceramah, inkuiri, dan praktik langsung. Penggunaan teknologi seperti video pembelajaran dan kuis daring juga diterapkan sebagai bagian dari pembelajaran berbasis digital. Guru menyesuaikan pendekatan mereka berdasarkan pengamatan terhadap karakteristik siswa di kelas masing-masing. Di SD Negeri Karangwuni, meskipun sarana pendukung pembelajaran inovatif masih terbatas, guru tetap berupaya menyisipkan unsur kebaruan dalam penyampaian Guru menggunakan alat peraga sederhana, cerita bergambar, serta memanfaatkan permainan edukatif untuk menjaga perhatian siswa. Beberapa guru juga telah mengikuti pelatihan atau webinar secara daring mengenai metode pembelajaran inovatif, meskipun implementasinya masih bertahap. Siswa dari kedua sekolah menunjukkan ketertarikan yang tinggi terhadap metode pembelajaran berbasis proyek dan interaktif. Mereka menyatakan lebih senang belajar melalui media video, praktik langsung, dan diskusi kelompok. Hal ini menunjukkan bahwa inovasi pedagogis dapat meningkatkan keterlibatan dan semangat belajar siswa, meskipun tantangan dalam pelaksanaannya tetap ada. Kepala sekolah dari masing-masing sekolah menegaskan bahwa ruang bagi guru untuk berinovasi tetap terbuka. Di SD Negeri Cepit, misalnya, terdapat program pengembangan guru dan forum kolaboratif untuk berbagi praktik baik. Hal ini selaras dengan strategi yang diusulkan dalam jurnal Septikasari . , di mana kolaborasi guru dan dukungan manajerial menjadi fondasi keberhasilan inovasi pembelajaran. Namun demikian, terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi oleh guru dalam mengimplementasikan pembelajaran inovatif. Salah satunya adalah keterbatasan waktu untuk merancang pembelajaran yang berbeda setiap pertemuan. Selain itu, kurangnya akses terhadap fasilitas digital di SD Negeri Karangwuni menjadi penghambat utama dalam pelaksanaan media berbasis teknologi. Tantangan-tantangan ini mengindikasikan perlunya dukungan kebijakan dan infrastruktur yang lebih kuat dari pemangku kepentingan pendidikan. Dalam konteks pendidikan dasar, inovasi tidak selalu identik dengan penggunaan alat digital canggih. Justru, penerapan metode yang sesuai dengan konteks lokal dan kebutuhan siswa menjadi kunci keberhasilan. Guru yang mengenal dengan baik latar belakang peserta didik dapat merancang pendekatan yang bermakna dan aplikatif. Temuan ini mendukung argumen Septikasari . bahwa pendidikan berbasis kearifan lokal dan kontekstual dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Adanya variasi dalam pendekatan mengajar menunjukkan bahwa fleksibilitas dan kreativitas guru sangat menentukan dalam keberhasilan implementasi inovasi. Sementara Jurnal Pendidikan dan Media Pembelajaran (JUNDIKMA) Vol. No. September 2025 e-ISSN: 2962-8695 itu, siswa juga merespons positif terhadap metode yang sesuai dengan gaya belajar Ini menunjukkan keterkaitan antara inovasi pedagogis dan hasil belajar siswa yang bermakna, sebagaimana disoroti dalam penelitian Dr. Zela Septikasari mengenai media interaktif. Secara keseluruhan, baik SD Negeri Karangwuni maupun SD Negeri Cepit telah menunjukkan komitmen dalam mengembangkan inovasi pembelajaran. Meskipun pada tingkat yang berbeda, keduanya memberikan contoh nyata bahwa inovasi dapat diupayakan meski dalam keterbatasan. Kolaborasi antarguru, dukungan kepala sekolah, serta pelatihan berkelanjutan merupakan kunci untuk memperkuat transformasi pembelajaran di tingkat sekolah dasar. Kesimpulan dan Saran Kesimpulan Berdasarkan hasil observasi dan wawancara di SD Negeri Karangwuni dan SD Negeri Cepit, dapat disimpulkan bahwa kedua sekolah telah berupaya mengimplementasikan Kurikulum Merdeka dan mengembangkan inovasi pembelajaran sesuai dengan kondisi dan potensi masing-masing. SD Negeri Cepit memiliki keunggulan dalam pemanfaatan teknologi dan dukungan terhadap guru untuk berinovasi, sedangkan SD Negeri Karangwuni menunjukkan kekuatan dalam hubungan sosial antara guru dan siswa serta penggunaan metode-metode kontekstual meski dengan fasilitas terbatas. Saran Saran yang dapat diberikan antara lain, pertama, perlunya pelatihan berkelanjutan bagi guru untuk meningkatkan pemahaman terhadap strategi pembelajaran inovatif dan pemanfaatan teknologi. Kedua, pengadaan dan pemerataan fasilitas belajar digital serta alat bantu pembelajaran yang mendukung berbagai gaya belajar siswa. Ketiga, penguatan kolaborasi antara sekolah dan orang tua dalam mendukung proses belajar anak, khususnya dalam pengawasan penggunaan teknologi di rumah. Terakhir, sekolah diharapkan dapat mengintegrasikan secara lebih sistematis dalam kurikulum dan aktivitas sekolah, sebagai bentuk penguatan pendidikan karakter dan kepedulian sosial siswa. Daftar Pustaka