Jurnal EMASAINS Volume Vi Nomor 1 Maret Tahun 2019 P-ISSN 2302-2124 E-ISSN 2622 8688 Pengaruh Model Pembelajaran Means Ends Analysis (MEA) terhadap Apresiasi Matematika dan Literasi Matematika Peserta Didik Kelas VII SMP Negeri 6 Denpasar Tahun Pelajaran 2017/2018 The Effect of Means Ends Analysis (MEA) Model to Mathematics Appreciaton and Mathematics Literacy of Seventh Grade Students in Smp Negeri 6 Denpasar Academic Year of 2017/2018 I Made Surat Jurusan Pendidikan Matematika FPMIPA IKIP PGRI Bali *Pos-el: madesurat@gmail. Abstract. This study aimed to determine the effect of Means Ends Analysis (MEA) model to the interest and outcomes of mathematics learning of seventh grade students in SMP Negeri 6 Denpasar academic year of 2017/2018. The type of research was a quasi experiment and the design of research was non equivalent posttest-only control group design. The population were 9 classes of seventh grade students . in SMP Negeri 6 Denpasar which involved 2 classes as the sample taken by using multistage random sampling technique. The obtained data of this research used questionnaire and mathematics test score which furthermore analyzed by using MANOVA with SPSS 22. 0 for Windows. Based on the obtained hypothesis test results: there was an effect of Means Ends Analysis (MEA) model to the mathematics appreciation of seventh grade students in SMP Negeri 6 Denpasar academic of year 2017/2018, with the value 0,000 < 0,05, . there was an effect of Means Ends Analysis (MEA) modelto the mathematics literacy of seventh grade students in SMP Negeri 6 Denpasar academic year of 2017/2018, with the value 0,000< 0,05, and . there was an effect of Means Ends Analysis (MEA) modelto themathematics appreciation and mathematics literacyof seventh grade students in SMP Negeri 6 Denpasar academic year of 2017/2018, with the value 0,000< 0,05. Key Words: Means Ends Analysis, mathematics appreciation, and mathematics literacy sehat jasmani dan rohani. Upaya efektif untuk membentuk karakter manusia seperti ini dapat dilakukan melalui peningkatan kualitas pendidikan. Pada era informasi global seperti memungkinkan dalam mendapatkan informasi secara melimpah, cepat, dan mudah dari berbagai sumber dan dari berbagai penjuru dunia. Untuk itu manusia dituntut memiliki kemampuan dalam memperoleh, memilih, mengelola dan menindaklanjuti informasi itu untuk dimanfaatkan dalam kehidupan yang dinamis, sarat tantangan, dan penuh PENDAHULUAN Pendidikan memiliki peranan yang sangat sentral dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. UndangAe Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdikna. , misalnya menunjukkan akan peran strategis pendidikan dalam pembentukan SDM yang berkualitas. Karakter manusia Indonesia yang diharapkan menurut undang-undang tersebut adalah manusia yang beriman dan bertaqwa, berbudi pekerti luhur, berkepribadian, maju, cerdas, kreatif, jawab, produktif, serta Jurnal EMASAINS Volume Vi Nomor 1 Maret Tahun 2019 P-ISSN 2302-2124 E-ISSN 2622 8688 Ini semua menuntut kita memiliki kemampuan berpikir kritis. Kemampuan ini dapat dikembangkan matematika karena tujuan pembelajaran matematika di sekolah adalah . melatih cara berpikir dan bernalar dalam . mengembangkan aktivitas kreatif yang melibatkan imajinasi, intuisi dan penemuan dengan mengembangkan pemikiran divergen, orisinil, rasa ingin tahu, membuat prediksi dan dugaan, mencoba-coba, . mengkomunikasikan gagasan. Dengan demikian, matematika sebagai bagian dari kurikulum pendidikan dasar, memainkan peranan strategis dalam peningkatan kualitas SDM Indonesia (Depdiknas, 2. Mengingat peranannya yang sangat penting dalam proses peningkatan kualitas SDM, maka upaya peningkatan memerlukan perhatian yang serius. Upaya ini menjadi sangat penting mengingat beberapa penelitian yang menerangkan bahwa hasil pembelajaran menunjukkan hasil yang memuaskan. Rendahnya hasil yang dicapai dalam evaluasi nasional matematika ini pemahaman siswa dalam matematika masih relatif rendah. Pemahaman dalam matematika sudah sejak lama menjadi isu penting. Tidak sedikit hasil riset dan matematika berkonsentrasi dan berupaya menggapai pemahaman. Namun sudah diyakini oleh kebanyakan bahwa untuk mencapai pemahaman dan pemaknaan matematika tidak segampang membalik telapak tangan (Djazuli dalam Tantang. Berdasarkan informasi dari surat kabar Pikiran Rakyat Edisi 5 Januari 2009 dalam Sahrudin. Departemen Pendidikan Amerika Serikat menyebutkan pekerja tamatan sekolah menengah dengan kemampuan matematika yang tinggi mempunyai karier yang lebih baik daripada mereka yang memiliki kemampuan matematika rendah. Oleh karena itu tidaklah berlebihan jika mengklaim bahwa matematika memegang peranan kunci dalam pembentukan sumber daya manusia yang handal untuk perkembangan peradaban manusia, maka dari itu terobosan dalam Hal tersebut menjadi tugas penting seorang guru, dimana guru merupakan seorang pendidik yang sangat penting dalam komponen pendidikan. Guru berperan penting dalam meningkatkan literasi matematika siswa. Dalam hal ini pembelajaran seorang guru di dalam kelas mempengaruhi apresiasi Apresiasi adalahsegala bentuk penilaian siswa dalam memandang, menyadari, menghargai dan meyakini matematika sebagai sesuatu yang penting dan bermanfaat bagi dirinya, sesuai yang dikenalnya, sehingga mengembangkan perilaku dan rasa ingin tahu dalam mengevalusasi dan matematika yang dimilikinya (Slameto dalam Fedi,2. Apresiasi dikatakan sebagai sesuatu yang kompleks, karena apresiasi akan menyebabkan terjadinya perubahan energi yang ada pada diri manusia, sehingga akan Jurnal EMASAINS Volume Vi Nomor 1 Maret Tahun 2019 P-ISSN 2302-2124 E-ISSN 2622 8688 berpengaruh terhadap gejala kejiwaan, perasaan dan juga emosi, untuk kemudian bertindak bersikap terhadap sesuatu. Apresiasi belajar siswa sangat berpengaruh terhadap prestasi yang diperoleh siswa dalam belajar. Siswa yang mempunyai apresiasi yang besar akan memperoleh hasil yang dicapai lebih baik dibandingkan dengan siswa yang mempunyai apresiasi yang kurang. Selain apresiasi siswa, kemampuan literasi siswa juga berpengaruh dalam peningkatan literasi matematika siswa. Literasi berbagai konteks (Mahdiansyah,2. Kemampuan ini mencakup penalaran matematis dan juga kemampuan konsep-konsep (OECD Mahdiansyah, 2. Menurut Sardiman dalam Ladeni Jariswandana . pada hakikatnya belajar merupakan kegiatan yang tidak terpisahkan dari kehidupan Secara belajar sudah berlangsung sejak manusia terlahir. Belajar merupakan proses perubahan prilaku seseorang yang diakibatkan oleh berbagai hal. Belajar merupakan perubahan tingkah serangkaian kegiatan misalnya dengan membaca, mengamati, mendengarkan. Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dia dapat menunjukkan Secara sederhana belajar dapat diartikan sebagai usaha secara terus menerus agar mendapat suatu kepandaian. Pembelajaran mengorganisasikan kegiatan belajar siswa dalam arti luas. Guru bukan hanya berperan sebagai pemberi memberikan arahan dan memberikan fasilitas belajar. Terdapat berbagai permasalahan yang dihadapi oleh guru dalam khususnya di Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota denpasar. Salah satunya di SMP Negeri 6 Denpasar. Berdasarkan yang dilakukan pada guru mata pelajaran matematika di SMP Negeri 6 Denpasar, diperoleh informasi bahwa literasi matematika kelas VII SMP Negeri 6 Denpasar pada materi Garis dan Sudut hasilnya rendah. Rendahnya literasi matematika siswa diduga disebabkan antara lain karena: . rendahnya pemahaman siswa dalam menerima pelajaran yang diberikan oleh guru, sehingga sulit menjawab pertanyaan-pertanyaan. belum terjadi suasana aktif dalam diskusi, dan . kurangnya keterlibatan siswa secara Beberapa siswa menjawab ragu-ragu, keberanian siswa untuk mengajukan pendapat dan bertanya juga kurang. Guru juga lebih sering mengajar dengan metode ceramah tanpa mengkombinasikan dengan metode pembelajaran yang lain sehingga proses pembelajaran menjadi monoton. Hal ini diduga menjadi penyebab rendahnya literasi matematika peserta didik kelas VII SMP Negeri 6 Denpasar. Upaya pendidikan sangat dipengaruhi oleh faktor guru, peserta didik, saranan belajar, situasi belajar, dan juga metode atau model pembelajaran yang Salah satu upaya yang Jurnal EMASAINS Volume Vi Nomor 1 Maret Tahun 2019 P-ISSN 2302-2124 E-ISSN 2622 8688 pembelajaran yang inovatif. Terdapat berbagai model pembelajaran inovatif yang dapat diterapkan contohnya model pembelajaran Means Ends Analysis (MEA), model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Model Pembelajaran Realistic Matematics Education (RME), dll. Berdasarkan permasalahan yang dihadapi guru di SMP Negeri 6 Denpasar maka model pembelajaran yang sesuai untuk diterapkan yaitu model pembelajaran Means Ends Analysis (MEA). Model pembelajaran Means Ends Analysis (MEA) ini pembelajaran bervariasi metode pemecahan masalah dengan sintaks dalam penyajian materinya menggunakan pendekatan pemecahan masalah berbasis heuristik, yaitu memecahkan suatu masalah ke dalam dua atau lebih subtujuan. Adapun kelebihan dari model pembelajaran ini yaitu siswa berpartisipasi lebih baik dalam pembelajaran dan sering Siswa memiliki kesempatan lebih banyak dalam memanfaatkan pengetahuan dan Kekurangan dari model pembelajaran ini Membuat soal pemecahan masalah yang bermakna bagi siswa bukan merupakan hal yang Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah: . Ada pengaruh model pembelajaran Mean Ends analysis (MEA) terhadap apresiasi matematika dan Apresiasi Matematika pada peserta didik kelas VII SMPN 6 Denpasar Th. 2017/2018. Ada pengaruh Model Pembelajaran MEA terhadap Literasi Matematika pada peserta didik kelas VII SMPN 6 Denpasar Th. 2017/2018. Ada pengaruh model pembelajaran MEA terhadap Apresiasi Matematika dan Literasi Matematika pada pesrta didik kelas VII SMPN 6 Th. 2017/2018. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen semu . uasi eksperime. yang mempunyai kelompok kontrol, tetapi tidak dapat berfungsi sepenuhnya untuk mengontrol variabel-variabel luar eksperimen (Sugiyono, 2. Penelitian perbedaan apresiasi matematika dan literasi matematika peserta didik yang mengikuti model pembelajaran Means Ends Analysis (MEA) dengan model Pada penelitian eksperimen ini, peneliti menggunakan dua kelompok sampel, yaitu kelompok perlakuan . elompok eksperime. dan kelompok kontrol. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Non Equivalen Post-test-Only Control Group Design. X1A1KE X1A2KE X2A1KK X2X2KK Gambar 1 Rancangan Penelitian Non Equivalen Post-test-Only ControlGroup Design Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VII SMP Negeri 6 Denpasar yang terdiri dari 9 Kelas, dengan total 364 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik multistage random sampling. Pada tahap I memilih dua kelas dari 9 kelas yang ada, dan pada tahap II dilakukan pemilihan secara acak dg teknik undian eksperimen dan control. Selanjutnya didapat kelas VII - 6 . sebagai kelompok kontrol dan kelas VII - 8 . Jurnal EMASAINS Volume Vi Nomor 1 Maret Tahun 2019 P-ISSN 2302-2124 E-ISSN 2622 8688 Dalam penelitian ini, data yang dikumpulkan berupa data apresiasi matematikamatematika peserta didik yang diperoleh melalui post test setelah pelaksanaan penelitian. Jenis instrumen yang digunakan yaitu angket apresiasi matematika dan tes literasi matematika. Sebelum dilakukan pengambilan data, dilakukan uji coba instrumen, hal ini dimaksudkan untuk memperoleh gambaran validitas dan reliabilitas instrumen. Uji validitas menggunkan rumus korelasi product moment dengan angka kasar, sedangkan uji reliabilitas menggunakan rumus alpha cronbach. Diperoleh nilai r11 untuk angket apresiasi matematika sebesar 0,85 yang memiliki interpretasi koefisien reliabilitas sangat tinggi, sedangkan nilai r11 untuk tes literasi matematika sebesar 0,81 yang memiliki interpretasi koefisien reliabilitas tinggi. Data parametrik berupa MANOVA satu jalur, namun sebelumnya dilakukan uji prasyarat, yaitu uji normalitas sebaran data menggunakan rumus Chi Kuadrat, uji homogenitas varian menggunakan uji F, uji multikolinearitas dan uji matriks varian-kovarian variabel terikat secara bersamaan menggunakan bantuan SPSS 0 for Windows dengan taraf signifikansi 5%. HASIL DAN PEMBAHASAN Data yang dikumpulkan merupakan skor apresiasi matematika dan nilai literasi matematika peserta didik setelah diberikan perlakuan model pembelajaran Means Ends Analysis (MEA) pada kelompok eksperimen dan model kelompok kontrol. Hasil rekapitulasi statistik deskriptif apresiasi matematika dan literasi matematika peserta didik kelompok eksperimen dan kelompok kontrol disajikan pada Tabel 1. Tabel 1 Rekapitulasi Skor Apresiasi Matematika dan Nilai Literasi Matematika Peserta Didik Kelompok Eksperimen Kelompok Kontrol Data Statistik Apresiasi Literasi Apresiasi Literasi Matematika Matematika Matematika Matematika 75,65 80,68 70,97 75,78 Mean Median 79 & 83 76,78 & 80 Modus 4,19 10,42 6,29 11,26 Standar Deviasi 17,58 108,71 39,62 126,94 Varian Skor Minimum Skor Maksimum Rentangan Data Apresiasi Matematika Tabel 2 Rekapitulasi Hasil Uji Normalitas Kelompok A 2 hitung A 2 tabel Eksperimen Kontrol 2,21 5,57 11,07 11,07 Keterangan Normal Normal Jurnal EMASAINS Volume Vi Nomor 1 Maret Tahun 2019 P-ISSN 2302-2124 E-ISSN 2622 8688 Eksperimen Kontrol Literasi Matematika 3,34 4,21 11,07 11,07 Normal Normal Tabel 3 Rekapitulasi Hasil Uji Homogenitas Varian Kelompok Eksperimen dan Kontrol Variabel Terikat Keterangan Ftabel Fhitung Apresiasi Matematika Literasi Matematika Unstandardized Coefficients 2,25 1,16 0,53 0,53 1,88 1,88 Tabel 4 Coefficientsa Standardized Coefficients Model Std. Error (Constan. APRESIA LITERASI Dependent Variable: MODEL Beta Homogen Homogen Collinearity Statistics Toleranc VIF Sig. Tabel 5 Box's Test of Equality of Covariance Matricesa Box's M Sig. Tests the null hypothesis that the observed covariance matrices of the dependent variables are equal across groups. Design: Intercept MODEL Tabel 2 menunjukkan bahwa A A A tabel artinya data apresiasi matematika maupun data literasi matematika peserta didik kelompok eksperimen dan kontrol berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Tabel A Fhitung A F Tabel 5 menunjukkan Asig. A A 0,05, yang berarti variabel terikat memiliki matriks varian-kovarian sama pada kelompok variabel bebas. Karena seluruh persyaratan telah terpenuhi, maka analisis statistik parametrik bisa dilanjutkan. Hipotesis I. Hipotesis II dan Hipotesis i dianalisis menggunakan MANOVA. Hasil analisis Hipotesisi I dan Hipotesis II disajikan pada Tabel 6. tabelE 1- E Av1 ,v2 A E 2E E E tabelE E Av1 ,v2 A E 2E berarti varian berasal dari populasi yang sama . Tabel 4 menunjukkan bahwa nilai VIF C 10 atau nilai tolerance C 0,1, yang artinya variabel Jurnal EMASAINS Volume Vi Nomor 1 Maret Tahun 2019 P-ISSN 2302-2124 E-ISSN 2622 8688 sedangkan hasil analisis Hipotesis i disajikan pada Tabel 7. Tabel 6 Tests of Between-Subjects Effects Dependent Type i Sum of Mean Source Variable Squares Square Corrected APRESIASI Model LITERASI Intercept APRESIASI LITERASI MODEL APRESIASI LITERASI Error APRESIASI LITERASI Total APRESIASI LITERASI Corrected APRESIASI Total LITERASI R Squared = . 182 (Adjusted R Squared = . R Squared = . 048 (Adjusted R Squared = . Effect Intercept Pillai's Trace Wilks' Lambda Hotelling's Trace Roy's Largest Root MODEL Pillai's Trace Wilks' Lambda Hotelling's Trace Roy's Largest Root Design: Intercept MODEL Exact statistic Tabel 7 Multivariate Testsa Value Hypothesis df Error df Sig. Sig. yang mengikuti model pembelajaran Means Ends Analysis(MEA) sebesar 75,65 lebih tinggi daripada rata-rata apresiasi matematika peserta didik yang mengikuti pembelajaran konvensional sebesar 70,97. Sedangkan hasil Hipotesis II diperoleh Asig. A A 0,05 . ,000 < 0,. pembelajaran Means Ends Analysis (MEA) terhadap literasi matematika pada peserta didik kelas VII SMP Negeri 6 Denpasar tahun pelajaran 2017/2018. Berdasarkan hasil analisis Hipotesis I dan Hipotesis II pada Tabel 7 diperoleh Asig. A A 0,05 Hipotesis A0,000 A 0,05A artinya ada pengaruh model pembelajaran Means Ends Analysis(MEA) matematika matematika pada peserta didik kelas VII SMP Negeri 6 Denpasar tahun pelajaran 2017/2018. Hasil analisis deskripsi juga menunjukkan bahwa ratarata apresiasi matematika peserta didik Jurnal EMASAINS Volume Vi Nomor 1 Maret Tahun 2019 P-ISSN 2302-2124 E-ISSN 2622 8688 Hasil menunjukkan bahwa rata-rata literasi mengikuti model pembelajaran Means Ends Analysis(MEA)sebesar 80,80 lebih rata-rata mengikuti pembelajaran konvensional sebesar 75,90. Selanjutnya hasil analisis Hipotesis i pada Tabel 8 dilihat pada AuModel PembelajaranAydidasarkan pada nilai signifikansi PillaiAos Trace. WilkAos Lambda. HotellingAos Trace, dan RoyAos Largest Root,diperoleh Asig. A A 0,05 ,000 < 0,. artinya ada pengaruh model pembelajaran Means Ends Analysis(MEA)terhadap matematika dan literasi matematika pada peserta didik kelas VII SMP Negeri 6 Denpasar tahun pelajaran 2017/2018. Lebih jauh dapat dilihat rata-rata apresiasi matematika dan literasi matematika kelompok eksperimen lebih tinggi daripada rata-rata apresiasi matematika dan literasi matematika kelompok kontrol. Menurut Rosalin dalam Armada . , model pembelajaran Means Ends Analysis (MEA) model pembelajaran bervariasi antara metode pemecahan masalah dengan sintaks dalam penyajian materinya menggunakan pendekatan pemecahan masalah berbasis heuristik, yaitu memecahkan suatu masalah ke dalam dua atau lebih sub tujuan. Melalui penerapan model pembelajaran Means Ends Analysis (MEA) menunjukkan pengaruh positif terhadap apresiasi matematika peserta didik. Model pembelajaran Means Ends Analysis (MEA)juga memberikan gambaran manfaat pembelajaran yang dilakukan dengan menunjukkan nilai-nilai atau aplikasi dalam kehidupan sehari-hari sehingga setelah mengikuti serangkaian proses pembelajaran tersebut timbulah suatu apresiasi matematika peserta didik. Selama proses pembelajaran siswa dibagi menjadi beberapa kelompok. Selama proses diskusi kelompok, berdebat dengan memberikan pendapat akan mendorong peserta didik untuk kreatif dan semangat belajar , lebih antusias dalam mengikuti pembelajaran sehingga apresiasi matematika peserta didik menjadi meningkat. Hal ini juga didukung pula oleh penelitian yang dilakukan Sebatian Fedi, dkk . faktor apresiasi matematika siswa memiliki peran luar biasa dalam kehidupan manusia, maka apresiasi siswa berpengaruh tinggi terhadap motivasi dan sikap belajar siswa. Semakin tinggi tingkat apresiasi siswa terhadap matematika, maka semakin tinggi pula prestasi belajar siswa. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran Means Ends Analysis (MEA) terhadap apresiasi matematika peserta didik kelas VII SMP Negeri 6 Denpasar Tahun Pelajaran 2017/2018. Penerapan model Means Ends Analysis (MEA) dalam proses pembelajaran tersebut menjadikan suasana belajar di dalam kelas menjadi lebih aktif. Selama proses diskusi, mempresentasikan hasil diskusi mereka di depan kelas. Peserta didik yang aktif akan diberikan nilai tambahan selama mendorong peserta didik yang kurang aktif agar lebih aktif dalam proses Diakhir pembelajaran peserta didik dan peneliti secara bersama-sama pembelajaran yang telah dibahas, peneliti juga membuat kesimpulan proses pembelajaran. Hal ini didukung oleh penelitian Wardono . dengan Jurnal EMASAINS Volume Vi Nomor 1 Maret Tahun 2019 P-ISSN 2302-2124 E-ISSN 2622 8688 model pembelajaran inovatif satunya yaitu model pembelajaran Means Ends Anlysis (MEA) dapat pemecahan masalah matematika. Tidak heran jika literasi matematika peserta pembelajaran Means Ends Anlysis (MEA) lebih baik dibandingkan dengan literasi matematika peserta didik yang mengikuti pembelajaran konvensional. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran Means Ends Anlysis (MEA) terhadap literasi matematika peserta didik kelas VII SMP Negeri 6 Denpasar tahun pelajaran 2017/2018. Berdasarkan menunjukkan bahwa dengan adanya mendorong semangat belajar dan meningkatkan apresiasi matematika matematika peserta didik menjadi lebih Penerapan pembelajaran Means Ends Anlysis (MEA) berorientasi kepada penilaian proses yang akan meningkatkan proses belajar mengajar. Dari adanya masalah yang diberikan mendorong semangat dan menumbuh kembangkan apresiasi matematika peserta didik, sehingga literasi matematika juga menjadi Jadi dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran Means Ends Anlysis (MEA) terhadap apresiasi matematika dan literasi matematika peserta didik kelas VII SMP Negeri 6 Denpasar tahun pelajaran 2017/2018. (MEA) terhadap apresiasi matematika dan literasi matematika peserta didik kelas VII SMP Negeri 6 Denpasar tahun pelajaran 2017/2018. Disarankan untuk guru matematika khususnya di SMP Negeri 6 Denpasar, matematika diharapkan menjadikan model pembelajaran Means Ends Analysis (MEA)sebagai salah satu alternatif dalam upaya meningkatkan apresiasi matematika dan literasi Karena penelitian ini dilaksanakan terbatas pada peserta didik kelas VII SMP Negeri 6 Denpasar, diharapkan ada penelitian lanjutan yang berkaitan denganmodel pembelajaran Means Ends Analysis (MEA), sehingga hasil penelitian ini dapat lebih ditingkatkan kembali. DAFTAR RUJUKAN Arikunto, . Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta. Armada. Nym. Pengaruh Model Pembelajaran Means Ends Analysis (MEA) Terhadap Hasil Belajar Matematika Pada Siswa Kelas V Sd Gugus V Kecamatan Sukasada. Singaraja: Universitas Pendidikan Ganesha. Azizi. Abdul Rohman. Literasi Matematika Tingkat SMP Mengacu Pada Pisa (Programme For International Student Assesmen. Ditinjau dari Gender. Malang. Depdiknas. Kurikulum Mata Pelajaran Matematika SMP. Jakarta. Depdiknas. Depdiknas. Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa Edisi Ke-Empat. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Fedi. Sebastian. Apresiai Matematika Ditinjau Dari Perspektif SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan pembahasan maka dapat disimpulkan pembelajaran Means Ends Analysis Jurnal EMASAINS Volume Vi Nomor 1 Maret Tahun 2019 P-ISSN 2302-2124 E-ISSN 2622 8688 Gender Siswa Kelas VII. Singaraja: Universitas Pendidikan Ganesha. Fedi. Sebastian, dkk. Tingkat Kecemasan Apresiasi Matematika Ditinjau Dari Gender Pada Sswa Kelas VII SMP Negeri Kecamatan Poco Raaka Barat Kabupaten Manggarai Timur Tahun Ajaran 2013/2014. Singaraja: Universitas Pendidikan Ganesha. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta. Tatang. Herman. Pembelajaran Berbasis Masalah Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Matematis Tingkat Siswa Sekolah Menengah Pertama. Tuckman. Conducting Educational Research. Fifth Edition. New York: Hrcout Brace College Publisher. Wardono. Peningkatan Literasi Matematika Melalui Pembelajaran Inovatif Berpenilaian Programme For International Student Assesment.