http://ejurnal. id/index. php/photon Hubungan Tingkat Kecemasan terhadap Kinerja Dosen dan Karyawan Universitas Muhammadiyah Bengkulu di Masa New Normal Covid-19 Fatsiwi Nunik Andari*. Nurhayati. Andri Kusuma Wijaya. Juli Andri Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Muhammadiyah Bengkulu Bengkulu. Indonesia 38221 *Correspondence e-mail: fatsiwiandari@umb. Abstract Corona virus disease (Covid-. which was first discovered in Wuhan. China was declared a pandemic. WHO recorded 213 countries affected by Covid-19 cases. The number of additional new cases confirmed positive and the number of deaths in one day continues to increase, including in Bengkulu Province. The high incidence of Covid-19 cases raises anxiety for everyone, including lecturers and employees of the Muhammadiyah Bengkulu University. The purpose of this study was to determine the relationship between anxiety level and performance of lecturers and employees Muhammadiyah Bengkulu University who worked during the new normal Covid-19 period. This research uses a cross sectional design. The total sample was 90 people. Data collection was carried out using the Zung Self Anxiety Rating-Scale (ZSAR-S) questionnaire and the Individual Work Performance Questionnaire (IWPQ) questionnaire. The results of this study indicate that 87. 8% of respondents had a mild anxiety level and 70% of respondents had a moderate level of performance. Based on the Spearman Rank statistical test, there was no significant correlation between the anxiety level and performance of lecturers and employees Muhammadiyah Bengkulu University of while working during the new normal Covid-19 period with p-value = The conclusion of the study is there is not a relationship between anxiety level and the performance of lecturers and employees Muhammadiyah Bengkulu University in new normal Covid-19 period. Keywords: Lecturers. Employees. Anxiety. Performance. New normal Covid-19 Abstrak Corona virus desease (Covid-. yang pertama kali ditemukan di Wuhan. Cina telah dinyatakan sebagai pandemi. WHO mencatat sebanyak 213 negara terpapar kasus Covid-19. Jumlah penambahan kasus baru terkonfirmasi positif dan jumlah kematian dalam satu hari terus mengalami peningkatan, termasuk di Provinsi Bengkulu. Tingginya angka kejadian ini menimbulkan kecemasan bagi setiap orang, termasuk dosen dan karyawan Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan dengan kinerja dosen dan karyawan Universitas Muhammadiyah Bengkulu yang bekerja di masa new normal Covid-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 90 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner Zung Self Anxiety Rating-Scale (ZSAR-S) dan kuesioner Individual Work Performance Questionnaire (IWPQ). Hasil penelitian dengan analisis Spearman Rank test menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan dengan kinerja dosen dan karyawan Universitas Muhammadiyah Bengkulu saat bekerja di masa new normal Covid-19 dengan p-value = 0. Kesimpulan dari penelitian adalah tidak ada hubungan antara tingkat kecemasan dengan kinerja dosen dan karyawan Universitas Muhammadiyah Bengkulu di masa new normal Covid-19. Kata Kunci : Dosen. Karyawan. Kecemasan. Kinerja. New normal Pendahuluan Corona virus desease (Covid-. yang pertama kali ditemukan di Wuhan. Cina pada Desember 2019 telah menyebar ke berbagai Negara dan menjadi salah satu krisis kesehatan sentral dari satu generasi. Belum adanya vaksin saat itu menyebabkan angka kejadian dan kematian karena semakin bertambah setiap harinya (Irasanti & Damailia, 2. World Health Organization (WHO) mencatat sebanyak 213 negara terpapar kasus COVID-19. Data terpapar kasus COVID-19 di dunia sampai dengan saat ini tanggal 17 September 2020 adalah sebanyak 29. 453 kasus terkonfirmasi positif COVID-19 dengan jumlah penambahan kasus dalam satu hari sebanyak 292. 307 kasus dan dengan jumlah kematian sebanyak 391 jiwa (WHO, 2. Berdasarkan data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, dilaporkan bahwa jumlah total kasus terpapar COVID-19 di Indonesia hingga tanggal 17 September 2020 adalah sebanyak 232. Received: 1 Februari 2022. Accepted: 10 Juni 2022 - Jurnal Photon Vol. 12 No. DOI : https://doi. org/10. 37859/jp. PHOTON is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License http://ejurnal. id/index. php/photon kasus terkonfirmasi positif, dengan jumlah penambahan kasus baru dalam satu hari ini mencapai 3. kasus dan jumlah kematian sebanyak 9. 222 jiwa. Jumlah kasus yang sangat tinggi ini tersebar di 34 Provinsi dan 493 Kabupaten/ Kota di Indonesia Provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah adalah provinsi dengan tingkat kematian tertinggi yaitu sebanyak 7,1%, disusul oleh provinsi Bengkulu sebanyak 6,6% dan Sumatera Selatan sebanyak 5,9 %. Angka kematian kasus COVID-19 di provinsi Bengkulu merupakan tingkat yang tertinggi untuk kawasan wilayah pulau Sumatera, bahkan mengalahkan angka kematian di provinsi atau kota-kota besar lainnya di Indonesia seperti DKI Jakarta. Sumatera Utara. Sumatera Selatan, dan Kalimantan (KEMKES, 2. Tingginya angka kejadian dan kematian akibat Covid-19 ini menimbulkan kecemasan bagi setiap orang akan terpaparnya virus yang mematikan ini. Hal ini mendorong pemerintah membuat kebijakan untuk bekerja dari rumah . ork from home/WFH), bahkan selanjutnya Pemerintah juga menetapkan sekolah dari rumah dan beribadah di rumah (Fitria & Kameli, 2. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk memutus mata rantai penularan dan penyebaran Covid-19. Langkah ini menimbulkan dampak pada semua sektor kehidupan, seperti perekonomian, pendidikan, pertanian, pariwisata, transportasi dan sektor-sektor Dampak yang terjadi khususnya pada sektor pendidikan menyebabkan proses pembelajaran berubah menjadi pembelajaran daring . alam jaringa. Metode ini diterapkan di seluruh tingkatan pendidikan mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sampai dengan Perguruan Tinggi. Kondisi ini menyebabkan diterapkannya berbagai metode pembelajaran daring, diantaranya WhatsAap. Email. Google Classroom. Elearning, zoom, google meet, dan metode lainnya (Dewi, 2. Universitas Muhammadiyah Bengkulu sebagai salah satu Perguruan Tinggi swasta juga menerapkan proses pembelajaran daring dan kegiatan WFH bagi seluruh civitas akademika sejak bulan Maret 2020 lalu. Saat itu dosen melakukan pengajaran secara online dan karyawan pun memberikan pelayanan kepada mahasiswa secara online. Namun saat ini di tengah semakin meningkatnya kasus paparan Covid-19, kegiatan WFH bagi civitas akademika Universitas Muhammadiyah Bengkulu tidak lagi diterapkan. Hal ini merujuk pada mulai dibukanya kembali beberapa sektor usaha oleh pemerintah untuk mengatasi kondisi perekonomian bangsa yang menurun akibat pandemi. Semua civitas akademika Universitas Muhammadiyah Bengkulu sudah kembali bekerja di kantor dengan sistem piket dan menerapkan protokol kesehatan meskipun pembelajaran tetap berlangsung secara Beberapa kegiatan rapat dan pertemuan lainnya juga mulai dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan. Sistem piket hanya diberlakukan selama 3-4 bulan. Memasuki era new normal yang ditetapkan oleh Pemerintah, maka sistem piket ini tidak lagi diberlakukan. Civitas akademika Universitas Muhammadiyah Bengkulu hampir di setiap unit sudah bekerja di kantor kembali. Untuk menghadapi kondisi ini sebuah kebiasaan baru di era new normal pun digalakkan dengan tuntutan penerapan gerakan 5M dimana setiap orang wajib memakai masker, tangan selalu dicuci menggunakan sabun pada air yang mengalir sesering mungkin, adanya jarak 1-2 meter antar satu sama lain, menghindari kerumunan atau keramaian, dan membatasi pergerakan atau mobilitas. Seiring berjalannya waktu dan kurang ketatnya protokol kesehatan yang diterapkan oleh sebagian masyarakat Bengkulu menyebabkan angka kejadian bahkan kematian akibat Covid-19 di Provinsi Bengkulu semakin bertambah. Menurut data dari Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu tahun 2020 saat ini jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 telah menembus angka 500 orang yang tersebar di Kota Bengkulu sebanyak 354 kasus positif dan meninggal 25 orang. Bengkulu Tengah 17 kasus. Kaur 4 kasus. Seluma 30 kasus. Kepahiang 45 kasus. Rejang Lebong 2 kasus. Lebong 2 kasus. Bengkulu Utara 18 kasus. Muko-Muko 3 Tingginya kasus Covid-19 khususnya di Kota Bengkulu tentunya semakin menimbulkan kecemasan bagi dosen dan karyawan Universitas Muhammadiyah Bengkulu dalam menjalankan pekerjaannya di kantor atau kampus memasuki era new normal ini. Kecemasan akan kondisi kesehatan dan keselamatan kerja yang dirasakan oleh dosen dan karyawan dapat berpengaruh terhadap kinerja atau hasil yang dicapai oleh Received: 1 Februari 2022. Accepted: 10 Juni 2022 - Jurnal Photon Vol. 12 No. DOI : https://doi. org/10. 37859/jp. PHOTON is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License http://ejurnal. id/index. php/photon individu dalam pekerjaannya (Supardi, 2. Kecemasan adalah ketegangan psikis yang tidak timbul dari dalam manusia, melainkan ditimbulkan dari luar (Fudyartanta, 2. Kecemasan merupakan salah satu gangguan mental yang terjadi di masa pandemi Covid-19 ini (Fitria& Ifdil, 2. Menurut Suliswati . kecemasan adalah suatu rasa takut yang intens yang timbul dari antisipasi peristiwa atau situasi yang mengancam hingga pada taraf dimana fungsi fisik dan psikologis secara normal terganggu. American Psychological Association (APA) menjelaskan bahwa kecemasan biasanya ditandai dengan ketegangan perasaan, pikiran yang menimbulkan rasa khawatir, respon fisik berupa detak jantung yang kencang, tekanan darah meningkat, dan hal lainnya. Kecemasan di masa pandemi Covid-19 muncul karena adanya rasa takut akan penularan virus Covid-19 saat di tempat kerja atau di perjalanan, kecemasan akan membawa virus tersebut pulang ke rumah yang dapat beresiko menularkan ke anggota keluarga lain di rumah, khususnya pada anggota keluarga lansia atau anggota keluarga yang memiliki penyakit penyerta. Kecemasan semakin meningkat karena penyakit yang menular ini belum ditemukan vaksin dan obatnya sehingga individu yang terpapar virus ini akan menjalani perawatan di ruang isolasi dan beresiko tinggi mengalami kematian. Kecemasan yang terus meningkat berpengaruh terhadap penurunan ketahanan tubuh atau imunitas seseorang yang berdampak pada tingginya resiko terhadap penularan virus berbahaya ini. Studi pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti dengan wawancara sederhana kepada 5 orang dosen diketahui bahwa semuanya merasakan kecemasan karena harus kembali bekerja di kantor/kampus di tengah masih maraknya kasus Covid-19. Meskipun pembelajaran masih dilakukan secara daring, namun setiap harinya di kantor akan terjadi interaksi antara sesama dosen, sesama karyawan maupun antara dosen dan tenaga karyawan lainnya. Penelitian yang berkaitan dengan kecemasan akibat Covid-19 telah dilakukan peneliti lain sebelumnya misalnya kecemasan pada siswa atau mahasiswa dalam melakukan pembelajaran daring atau kecemasan perawat dalam merawat pasien positif Covid-19. Namun penelitian tentang kecemasan yang dikaitkan pada kinerja dengan fokus sasaran pada dosen dan karyawan Universitas Muhammadiyah Bengkulu yang bekerja di masa new normal Covid-19 sepengetahuan peneliti belum pernah Metodologi Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan penelitian cross sectional. Jumlah sampel penelitian sebanyak 90 orang yang terdiri dari 34 orang karyawan dan 56 dosen. Sampel dalam penelitian ini merupakan responden yang aktif bekerja di kantor atau kampus di masa new normal. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan memakai instrument ZSAR-S (Zung Self Anxiety Rating-Scal. dan Individual Work Performance Questionnaire (IWPQ). Kuesioner ZSAR ini merupakan alat ukur kecemasan yang dikembangkan berdasarkan gejala kecemasan dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-II). Instrument kuesioner ini memiliki 20 pertanyaan dengan indikator penilaian dibagi menjadi 4 kriteria tingkat kecemasan yaitu normal atau tidak cemas, kecemasan ringan, kecemasan sedang, dan kecemasan berat . Kuesioner IWPQ merupakan kuesioner yang digunakan untuk menilai kinerja, terdiri dari 18 pertanyaan dengan 4 indikator penilaian yaitu kinerja sangat rendah, kinerja rendah, kinerja sedang, dan kinerja tinggi . Kedua kuesioner merupakan kuesioner yang sudah baku. Kuesioner diberikan secara langsung kepada responden di unit kerjanya masing-masing dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Setelah diberikan penjelasan terkait penelitian yang dilakukan dan petunjuk pengisian kuesioner penelitian, kemudian responden diminta untuk menandatangani lembar pernyataan kesediaan menjadi responden dan selanjutnya mengisi kuesioner penelitian. Kuesioner yang telah diisi oleh responden kemudian dicek terlebih dahulu oleh peneliti untuk memastikan bahwa semua pertanyaan dalam kuesioner sudah dijawab. Setelah jumlah sampel terpenuhi dalam pengisian kuesioner Received: 1 Februari 2022. Accepted: 10 Juni 2022 - Jurnal Photon Vol. 12 No. DOI : https://doi. org/10. 37859/jp. PHOTON is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License http://ejurnal. id/index. php/photon penelitian, tahap selanjutnya adalah melakukan pengolahan data hasil penelitian dengan sistem Hasil dan Pembahasan Hasil Tabel 1. Distribusi frekuensi karakteristik responden. Proporsi Variabel (%) Usia 20 Ae 30 31 Ae 40 41 Ae 50 51 Ae 60 Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Tingkat Pendidikan SMA Diploma Sarjana Magister Doktor Status Perkawinan Menikah Belum menikah Tabel 1 menunjukkan bahwa usia terbanyak responden dalam penelitian ini adalah pada kelompok usia 3140 tahun yaitu sebanyak 44 responden . 9 %), jenis kelamin terbanyak responden adalah perempuan yaitu sebanyak 49 responden . 4%), tingkat pendidikan terbanyak responden adalah Magister yaitu sebanyak 49 responden . 4%) untuk dosen dan paling sedikit adalah Diploma yaitu 1 responden . ,1%) untuk karyawan dan sebagian besar responden memiliki status perkawinan sudah menikah yaitu sebanyak 79 responden . 8%). Tabel 2 menunjukkan bahwa tingkat kecemasan terbanyak yang dialami oleh responden saat bekerja di masa new normal covid 19 adalah kecemasan ringan yaitu sebanyak 79 responden . 8%) dan terdapat 1 responden . 1%) dengan tingkat kecemasan berat, sementara untuk tingkat kinerja responden terbanyak adalah tingkat kinerja sedang sebanyak 63 responden . %). Tabel 2. Distribusi tingkat kecemasan dan kinerja responden di masa new normal Covid 19. Proporsi Variabel (%) Tingkat Kecemasan Tidak cemas Cemas ringan Cemas sedang Cemas berat Tingkat Kinerja Kinerja rendah Kinerja sedang Kinerja tinggi Received: 1 Februari 2022. Accepted: 10 Juni 2022 - Jurnal Photon Vol. 12 No. DOI : https://doi. org/10. 37859/jp. PHOTON is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License http://ejurnal. id/index. php/photon Tabel 3. Hubungan tingkat kecemasan dengan kinerja dosen dan karyawan UM Bengkulu. Tingkat kecemasan Kinerja Spearman Variabel Koefisien korelasi Rank M A SD M A SD Tingkat Kecemasan 00 A 0. 77 A 0. Kinerja Berdasarkan Tabel 3 di atas dapat diketahui bahwa nilai korelasi antara variabel tingkat kecemasan dengan kinerja adalah sebesar 0. Nilai korelasi ini . > dari nilai . sehingga disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan dengan kinerja dosen dan karyawan Universitas Muhammadiyah Bengkulu saat bekerja di masa new normal Covid-19. Nilai koefisien korelasi pada hasil penelitian ini bernilai negatif yaitu r . = -0. 019 sehingga arah hubungan kedua variabel bernilai negatif dengan kekuatan hubungan yang lemah. Pembahasan Tingkat kecemasan dosen dan karyawan um bengkulu di masa new normal Covid-19 Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas responden baik dosen maupun karyawan mengalami kecemasan ringan saat bekerja di masa new normal Covid-19 yaitu sebanyak 79 responden . 8%). Selain itu terdapat juga responden dengan tingkat kecemasan sedang sebanyak 4 responden . 4%) dan 1 responden . 1%) dengan tingkat kecemasan berat. Hasil ini membuktikan bahwa memasuki masa new normal akibat pandemi Covid-19 kecemasan tetap dirasakan oleh banyak orang, termasuk pada kalangan pekerja baik dosen maupun karyawan di Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Suprabowo . yang menyatakan bahwa dampak dari pandemi Covid-19 ini menyebabkan banyak individu yang mengalami kecemasan ketika menjalankan Kondisi ini merupakan hal yang wajar karena masyarakat mendapatkan himbauan dari Pemerintah untuk dapat beradaptasi dengan era new normal, yaitu kembali beraktifitas dengan mematuhi tuntutan protokol kesehatan meskipun jumlah kematian dan jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 mengalami peningkatan. Situasi yang menakutkan ini belum pernah dialami oleh masyarakat sebelumnya sehingga rasa takut dan cemas pasti muncul (Somawati. Adnyana. Darmawan, 2. Menurut Mozaffarian et al . kecemasan merupakan rasa takut yang terus menerus yang muncul dari antisipasi kejadian atau kondisi yang mengancam jiwa yang ditandai dengan perasaan tegang, pikiran khawatir dan perubahan fisik seperti keluarnya keringat, rasa gemetar dan peningkatan tekanan Kecemasan juga dikaitkan dengan kegelisahan, mudah lelah, kesulitan dalam berkonsentrasi dan pikiran kosong, adanya ketegangan otot, dan mudah tersinggung. Kecemasan merupakan respons total manusia terhadap ancaman atau bahaya (Adwas. Jbireal. Azab, 2. Kecemasan di masa new normal muncul karena adanya ketakutan terhadap penularan penyakit Covid-19 yang mengakibatkan penderita harus diisolasi, menjalani karantina, dan jauh dari keluarga agar tidak menularkan virus ini kepada yang lainnya serta akibat yang paling buruk dan sangat ditakutkan adalah kematian, dimana saat menjelangnya sakaratul maut penderita harus menghadapinya sendiri tanpa didampingi anggota keluarga tercinta dan ketika penderita telah meninggal dunia maka pihak keluarga tidak lagi dapat menjalankan kewajibannya untuk memandikan dan mengkafani jenazah, proses pemakaman harus mengikuti protokol kesehatan. Kinerja dosen dan karyawan um bengkulu di masa new normal Covid-19 Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa sebagian besar sampel penelitian yang bekerja di masa new normal Covid-19 memiliki tingkat kinerja sedang dengan persentase 70% atau 63 responden. Selain itu terdapat Received: 1 Februari 2022. Accepted: 10 Juni 2022 - Jurnal Photon Vol. 12 No. DOI : https://doi. org/10. 37859/jp. PHOTON is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License http://ejurnal. id/index. php/photon juga responden dengan tingkat kinerja rendah sebesar 26. 7% atau 24 responden dan tingkat kinerja tinggi 2% atau 3 responden. Hasil ini membuktikan bahwa masa new normal memiliki dampak terhadap kinerja dosen dan karyawan di Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Damrah et al . bahwa kinerja tenaga pendidik . uru pendidikan jasmani olahraga dan kesehata. kurang baik atau rendah. Seorang tenaga pendidik dituntut untuk memiliki kinerja yang baik yaitu kemampuan dan usaha tenaga pendidik untuk melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, meliputi kemampuan dalam perencanaan program pembelajaran, pelaksanaan kegiatan pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran di masa new normal. Pada masa new normal tenaga pendidik harus mampu membuat model-model pembelajaran daring yang disenangi oleh peserta didik. Selain dosen, sebuah lembaga pendidikan juga menuntut kinerja yang baik dari karyawannya yang biasanya disebut dengan tenaga kependidikan (Tendi. Tendik sebagai salah satu sumber daya manusia dalam dunia kependidikan memiliki peran strategis dalam memberikan pelayanan, baik kepada mahasiswa maupun dosen sehingga tendik dinilai perlu memiliki kompetensi memadai yang tercermin dalam Pencapaian kinerja yang diharapkan, memerlukan motivasi kerja dari tendik yang didukung juga oleh iklim kerja yang baik (Diyanti. Hubeis. Affandi, 2. Minimnya dosen dan karyawan dengan tingkat kinerja tinggi dan masih terdapatnya tingkat kinerja yang rendah pada hasil penelitian ini salah satunya dikarenakan adanya beberapa dosen dan karyawan yang belum sepenuhnya . ull tim. bekerja di kantor setiap harinya dari hari Senin sampai dengan Sabtu, sehingga memungkinkan terjadinya pengurangan aktivitas baik dalam hal pengajaran maupun pelayanan kegiatan akademik yang dilakukan oleh dosen dan karyawan Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Hubungan tingkat kecemasan dengan kinerja dosen dan karyawan um bengkulu di masa new normal Covid-19 Hasil analisis data yang dilakukan dengan menggunakan uji Spearman Rank menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kecemasan dengan kinerja dosen dan karyawan Universitas Muhammadiyah Bengkulu yang bekerja di masa new normal Covid-19 dengan nilai signifikasi p=0. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa nilai koefisien korelasi bernilai negatif yaitu r . = -0. 019 sehingga arah hubungan kedua variabel bernilai negatif dengan kekuatan hubungan yang lemah. Hasil penelitian ini berbeda dengan hasil penelitian Wijayanti & Amir . dengan hasil ada hubungan negatif yang sangat signifikan antara kecemasan dengan prestasi kerja dengan koefisien korelasi r . =-0. 637 dan p=0. 000, dimana kecemasan karyawan yang semakin tinggi berakibat pada prestasi kerja yang semakin rendah, begitu juga dengan tingkat kecemasan karyawan yang semakin rendah berefek pada prestasi kerja yang semakin tinggi bisa dicapainya. Stuart . menyatakan bahwa respon emosional pada penilaian yang menggambarkan kondisi yang khawatir, gelisah, takut, tidak tentram disertai berbagai keluhan fisik merupakan kecemasan. Kecemasan yang dirasakan oleh dosen dan karyawan pada hasil penelitian ini dikarenakan ketakutan akan tertularnya penyakit covid-19. Hal ini dilatarbelakangi karena di masa new normal ini aktivitas kampus berangsur-angsur dimulai kembali sehingga responden baik dosen maupun karyawan kembali harus melaksanakan aktivitas akademiknya di kampus, walaupun tidak setiap harinya dan dengan waktu yang lebih singkat dari kondisi sebelum pandemi. Dengan waktu kerja yang lebih singkat dari kondisi biasanya serta kekahwatiran penyebaran dan penularan covid-19 di area kerja ini menyebabkan responden tidak dapat bekerja maksimal di kantor dan ingin segera pulang karena rumah dianggap sebagai tempat berlindung yang paling aman. Meskipun hasil uji statistik dalam penelitian ini menunjukkan tidak adanya hubungan diantara kedua variabel, namun dari nilai deksripsi frekuensi tingkat kecemasan dan kinerja responden, terlihat bahwa kecemasan berkaitan dengan kinerja, dimana mayoritas responden yang memiliki kecemasan ringan Received: 1 Februari 2022. Accepted: 10 Juni 2022 - Jurnal Photon Vol. 12 No. DOI : https://doi. org/10. 37859/jp. PHOTON is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License http://ejurnal. id/index. php/photon diketahui memiliki kinerja yang sedang serta terdapat juga sebagian kecil responden yang memiliki kinerja tinggi dan tidak merasa cemas bekerja pada kondisi new normal ini. Menurut teori perilaku Prawirohusodo . , rasa frustasi dan trauma yang terus-menerus dialami dan tidak dapat dikendalikan memunculkan kecemasan dalam diri pekerja. Jika dibiarkan, maka hal tersebut dapat mempengaruhi kondisi psikologi dan emosi karyawan sehingga akan mempengaruhi kinerja Untuk itu perlu dilakukan upaya untuk menurunkan kecemasan yang dirasakan, seperti salah satunya dengan olahraga ringan berupa latihan the six-minute walk distance atau tehnik berjalan selama 6 menit yang efektif dan terbukti dapat menurunkan tingkat kecemasan (Nurhayati. Andari. Fredrika, 2. Selain faktor kecemasan, menurut Tampubolon . terdapat juga faktor lain yang mempengaruhi kinerja seorang individu, diantaranya faktor motivasi, kompetensi atau kemampuan dan keahlian yang dimiliki, kepemimpinan, kesempatan pengembangan karier, dan adanya penghargaan Faktor kecemasan dalam hasil penelitian ini tidak berpengaruh terhadap kinerja, sehingga dimungkinkan adanya faktor lain yang mempengaruhi kinerja responden tetapi khususnya dalam penelitian ini tidak diteliti. Hal ini terlihat dari hasil pengkuadratan nilai koefisien korelasi . 019 yang kemudian dikalikan 100% dengan hasil 0. 036% atau dengan kata lain persentase faktor kecemasan terhadapa kinerja sangat Kesimpulan Kesimpulan yang dapat diambil berdasarkan hasil dan pembahasan dalam penelitian ini adalah : Kecemasan yang dirasakan oleh dosen dan karyawan Universitas Muhammadiyah Bengkulu yang bekerja di masa new normal sebagian besar berada pada tingkat kecemasan ringan, sementara untuk kinerja dosen dan karyawan Universitas Muhammadiyah Bengkulu berada pada tingkatan kinerja sedang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan dengan kinerja dosen dan karyawan Universitas Muhammadiyah Bengkulu saat bekerja di masa new normal Covid-19 dengan nilai p=0. Ucapan Terimakasih Ucapan terimakasih disampaikan peneliti kepada seluruh responden yang bersedia berpartisipasi dalam penelitian ini yaitu dosen dan karyawan Universitas Muhammadiyah Bengkulu Daftar Pustaka