JURNAL INOVTEK SERI TEKNIK SIPIL DAN APLIKASI (TEKLA), VOL. NO. JULI 2025 E-ISSN 2715-842X ANALISIS KINERJA RUAS JALAN YOS SUDARSO KOTA PEKANBARU Fefi Mulyani1. Mutia Lisya2 Prodi D4 Teknik Perancangan Jalan dan Jembatan Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Bengkalis. Jl. Bathin Alam. Sei. Alam. Kab. Bengkalis. Prov. Riau. Indonesia Email: fefimulyani391@gmail. com1, mutialisya@polbeng. Abstrak Jalan Yos Sudarso di Kota Pekanbaru merupakan area dengan kepadatan penduduk tinggi, yang digunakan sebagai penghubung antar kota, serta jalur Lintas Sumatra, dan merupakan daerah wisata maupun industri, sehingga sangat rawan kemacetan yang di akibatkan oleh truk besar yang menyempitkan di badan jalan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kapasitas dan kinerja jalan raya berdasarkan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia 2023 (PKJI 2. , pengumpulan data mengunakan metode Kapasitas Jalan Perkotaan (JK) melalui observasi trafik untuk beberapa tahun mendatang dengan cara menghitung Derajat Kejenuhan (DJ) dan memberikan solusi untuk mengatasi jalan tersebut agar kembali normal. Hasil penelitian pada hari Kamis menunjukkan kondisi eksisting berada pada level D, sementara untuk 5 hingga 10 tahun ke depan, level of service diperkirakan mencapai E dan F. Solusi yang ditemukan untuk meningkatkan kinerja ruas jalan adalah dengan mengubah jenis jalan yang berubah dari 2/2-TT menjadi 4/2-T. Dengan usulan solusi tersebut, tingkat pelayanan untuk 5 tahun dan 10 tahun mendatang diperkirakan level C dan B. Kata Kunci: Kapasitas. Kinerja Jalan Raya. Tingkat Kejenuhan. Tingkat Pelayanan. Abstract Yos Sudarso in Pekanbaru City is an area with high population density, which is used as a connecting city, as well as the Trans-Sumatra route, and is a tourist and industrial area, so it is very prone to congestion caused by large trucks that narrow the road. This study aims to analyze the capacity and performance of highways based on the 2023 Indonesian Road Capacity Guidelines (PKJI 2. , data collection using the Urban Road Capacity method through traffic observations for the next few years by calculating the Degree of Saturation (DS) and providing solutions to overcome the road so that it returns to normal. The results of the study on Thursday showed that the existing condition was at level D, while for the next 5 to 10 years, the level of service is estimated to reach E and The solution found to improve the performance of the road section is to change the type of road that changes from 2/2-TT to 4/2-T. With the proposed solution, the level of service for the next 5 and 10 years is estimated to be at level C and B. Keywords: Capacity. Road Performance. Degree of Saturation. Level of Servise. Berdasarkan permasalahan yang telah diuraikan dalam pendahuluan, yaitu tentang kapasitas Kinerja Ruas Jalan pada Jalan Yos Sudarso Kota Pekanbaru serta apa alternatif tindakan yang dilakukan pada Kinerja Ruas Jalan tersebut agar jalan tersebut jadi lebih baik untuk tahun Ae tahun mendatang. PENDAHULUAN Jalan Yos Sudarso. Rumbai Bukit. Kec. Rumbai. Kota Pekanbaru. Riau. Daerha ini merupakan daerah ramai jumlah penduduk, jalan penghubung antar Kota seperti Jalan Pekanbaru Ae Minas. Jalan Lintas Sumatra, dan lintas keluar masuk Jalan Tol Pekanbaru (Dumai. Duri, dan sekitarny. , jalan ini juga termasuk daerah wisata seperti Asia Heritage dan daerah ini juga memiliki industri sehingga banyak kendaraan yang keluar-masuk dari daerah ini yang menyebabkan jalan tersebut terhambat dan menyebabkan kemacetan. Adapun penyebab lain yaitu jalan yang kecil sehingga dengan peningkatan jumlah penduduk dan kendaraan menjadi penyebab kemacetan lalu lintas serta sering terjadi kecelakaan diruas Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kapasitas pada suatu Kinerja Ruas Jalan pada Jalan Yos Sudarso Kota Pekanbaru serta cara untuk menganalisis langkah optimalisasi Kinerja Ruas Jalan tersebut untuk kondisi saat ini atau kondisi ekisisting dan untuk tahun Ae tahun mendatang. Maka dari recana permasalahan diatas untuk menganalisis kapasitas dan kinerja ruas jalan dengan cara menghitung Derajat Kejenuhan (DJ) untuk kondisi ekisisting apakah jalan JURNAL INOVTEK SERI TEKNIK SIPIL DAN APLIKASI (TEKLA), VOL. NO. JULI 2025 tersebut macet atau masih aman, jika jalan tersebut macet maka harus direncanakan solusi untuk tahun yang akan datang agar tidak terjadi kemacetan yang memperburuk kinerja jalan. Dengan menggunakan Metode Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023 untuk mengoptimalkan kinerja ruas jalan . Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif, yaitu melalui peninjauan langsung ke lokasi untuk mengevaluasi dampak kemacetan dengan melakukan survei lapangan. E-ISSN 2715-842X Pada penelitian ini ada beberapa poin yang akan dianalisis untuk Kinerja Ruas Jalan, diantaranya sebagai berikut: Ekuivalensi Mobil Penumpang Nilai q harus dihitung dalam satuan yang konsisten untuk mewakili berbagai jenis Satuan kendaraan pada PKJI dikonversi menjadi unit mobil penumpang, yaitu SMP/jam. Nilai EMP digunakan untuk mengubah satuan dari kend/jam ke SMP/jam, seperti yang ditunjukkan pada Tabel 1. Kerangka teoritis pada saat penelitian yaitu teori Kapasitas Jalan dan Level of Service bedasarkan metode PKJI 2023 tentang Kapasitas Jalan Perkotaan (JK). Kapasitas jalan serta Solusi penganan didapatkan dengan menganalisis hubungan antar variabel seperti kondisi geometrik jalan, jenis kendaraan, dan lingkungan sekitar dengan kinerja ruas jalan, seperti tingkat pelayanan (LOS) sesuai dengan metode pada PKJI 2023. Tabel 1 Nilai EMP untuk segmen jalan umum tipe 2/2TT EMPSM Lebar jalur lalu Tipe qTOTAL EMPKS Alinemen kend/jam <6m Datar TINJAUAN PUSTAKA < 1800 Ou 1800 0,35 0,25 Sumber: Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia, 2023 Melakukan studi yang disebut sebagai "Studi Analisis Kinerja Ruas Jalan Jhoni Anwar dan Gajah Mada Kota Padang". Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai kinerja jalan Jhoni Anwar dan Gajah Mada, yang disesuaikan dengan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia 2014. Studi ini menemukan bahwa jalan Gajah Mada dan Jhoni Anwar masingmasing memiliki kinerja pada level E dan jalan Jhoni Anwar memiliki kinerja pada level F. Ciri-ciri arus lalu lintas pada level F sesuai dengan pengamatan di lokasi studi, termasuk antrean kendaraan yang sering, kepadatan lalu lintas yang sangat tinggi, dan kecepatan tinggi. Untuk meningkatkan kinerja jalan Jhoni Anwar dan Gajah Mada, hambatan samping di kedua sisi jalan dikurangi dan mengubah jenis jalan dari dua jalur dua arah menjadi empat jalur dua Solusi ini diproyeksikan akan meningkatkan kapasitas kendaraan menjadi 023 kendaraan per jam, yang akan memungkinkan Tingkat pelayanan kedua rute berada pada level C . Kapasitas Jalan Kapasitas awal jalan (C. dikurangi dengan faktor-faktor yang menunjukkan bagaimana jalan dan lalu lintas berbeda dari kondisi ideal, dan hasilnya adalah Kapasitas jalan (C). Perhitungan dan analisis kapasitas dilakukan untuk setiap arah berdasarkan arus lalu lintas di setiap arah. Analisis ini dilakukan selama satu jam, pada jam desain dan puncak. Nilai C dapat diperoleh dengan mengalikan C0 dengan faktor koreksi untuk pemisah arah lalu lintas, hambatan samping, dan lebar lajur jalan, seperti persamaan berikut . C = C0 x FCLJ x FCPA x FCHS x FCUK Keterangan: adalah kapasitas segmen. SMP/jam. adalah kapasitas dasar segmen. SMP/jam. JURNAL INOVTEK SERI TEKNIK SIPIL DAN APLIKASI (TEKLA), VOL. NO. JULI 2025 FCLJ FCPA FCHS FCUK adalah faktor koreksi kapsitas akibat adalah faktor koreksi akibat pemisah adalah faktor koreksi kapsitas akibat hambatan samping. adalah faktor koreksi kapasitas yang disebabkan oleh ukuran kota. Sangat Daerah komersial. Tinggi Ou 900 ada aktivitas pasar (ST) sisi jalan Sumber: Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia 2023 Derajat Kejenuhan (DJ) Nilai DJ menunjukkan kualitas pelayanan jalan, yaitu apakah segmen jalan yang ada memiliki masalah dimensi atau pelayanan yang Ini adalah cara menghitung nilai DJ berdasarkan persamaan berikut . Hambatan Samping Kegiatan di luar jalan dapat mengganggu arus lalu lintas dan dapat menyebabkan kemacetan dan gangguan pada aktivitas pengendaraan lainnya. Hambatan samping yang termasuk dalam kategori ini antara lain: Tabel 4 Tingkat pelayanan Tingkat Pelayanan < 100 Rendah (R) 100 - 299 Sedang (S) 300 Ae 499 Tinggi (T) 500 Ae 899 Karakteristik lalu lintas Q/C Situasi di mana lalu lintas bebas kecepatan tinggi, 00 - 0. volume rendah Meskipun arus stabil, kondisi lalu lintas mulai 20 - 0. membatasi kecepatan Kenderaan memiliki kecepatan yang stabil, 45 - 0. tetapi dapat dikendalikan. Meskipun arus hampir stabil, kecepatan masih dapat dikendalikan dan 75 - 0. V/C masih dapat Permintaan sudah mendekati kapasitas, arus 85 - 1. tidak stabil dan kadangkadang terhenti. Antrian panjang, volume di atas kapasitas, dan Ou 1. kecepatan rendah Sumber: Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia 2014 Tabel 3 kriteria hambatan samping Sangat Rendah (SR) Level servis (LOS) dihitung dengan menggunakan Derajat Kejenuhan (DJ), yang ditunjukkan pada Tabel 4 . Jenis hambatan samping yang paling Bobot Pejalan kaki baik di jalan raya maupun yang menyebrang Kendaraan umum dan lainnya yang Keluar/masuk kendaraan dari sisi atau samping jalan Arus kendaraan non-motor Sumber: Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia 2023 KHS Keterangan: adalah arus lalu lintas. SMP/jam. adalah kapasitas segmen jalan. SMP/jam. adalah Derajat Kejenuhan Tabel 2 Pembobotan Hambatan Samping Nilai total frekuensi di kedua sisi jalan dikalikan dengan E-ISSN 2715-842X Ciri Ae ciri khusus Jalan lingkungan . alan depa. tersedia di daerah Ada beberapa sarana transportasi umum di daerah permukiman Area bisnis, banyak toko di sepanjang Daerah komersial, ada aktivitas sisi jalan yang tinggi JURNAL INOVTEK SERI TEKNIK SIPIL DAN APLIKASI (TEKLA). VOL. NO. JULI 2025 Kecepatan Arus Bebas E-ISSN 2715-842X = . BD vBL) x FvBHS x FvBUK Keterangan: adalah kecepatan arus bebas MP. adalah kecepatan arus bebas dasar untuk adalah koreksi kecepatan akibat lebar FvBHS adalah faktor koreksi kecepatan akibat hambatan samping. Sementara vB untuk jenis Mobil Penumpang (MP) adalah kriteria utama untuk menilai kinerja segmen jalan, vB untuk Kendaraan Sedang (KS) dan Sepeda Motor (SM) hanya dimaksudkan sebagai referensi atau untuk tujuan lain. vB MP biasanya 10Ae15 persen lebih tinggi dari jenis kendaraan lainnya. Nilai vB dapat dihitung dengan persamaan ini . Gambar 1 vMP dengan DJ dan vB pada tipe jalan 2/2-TT Sumber: PKJI 2023 Gambar 2 Lokasi Penelitian Sumber: Google Earth, 2024 JURNAL INOVTEK SERI TEKNIK SIPIL DAN APLIKASI (TEKLA), VOL. NO. JULI 2025 Jenis data yang diperlukan adalah data primer dan data sekunder. Pra survey dilakukan untuk menentukan lokasi survei, kemudian dilakukan persiapan formulir survei. Survey primer yang dilakukan adalah survei lapangan untuk menghitung kapasitas jalan menurut PKJI 2023 yang meliputi pengukuran volume lalu lintas, geometri jalan, kecepatan arus bebas, hambatan samping, dan panjang antrian di simpang bersinyal. Data ini digunakan untuk menganalisis kinerja jalan dan merencanakan perbaikan sesuai standar kapasitas jalan yang Terdapat klasifikasi kendaraan pada PKJI 2023 yang dapat dilihat pada golongan dan kelompok jenis kendaraan dilihat pada Gambar 3 . Kecepatan Tempuh Kecepatan tempuh . T), yang dihitung berdasarkan DJ dan vB, adalah kecepatan arus lalu lintas yang sebenarnya. Nilai vT untuk Mobil Penumpang (MP) dapat dihitung dengan menggunakan diagram Gambar 1. Waktu Tempuh Waktu tempuh (WT) dapat dihitung dengan menghitung nilai vMP saat menempuh segmen jalan yang dianalisis sepanjang P berdasarkan persamaan berikut ini: E-ISSN 2715-842X Keterangan: adalah kecepatan tempuh rata-rata MP, km/jam. adalah panjang segmen jalan, km. adalah waktu tempuh rata-rata MP METODOLOGI Lokasi penelitian adalah di Jalan Yos Sudarso. Rumbai Bukit. Kelurahan Rumbai. Kota Pekanbaru. Provinsi Riau. Ruas jalan tersebut merupakan ruas jalan provinsi dan merupakan kapasitas Jalan Perkota (JK) . Titik penelitian dimulai pada STA 0 150 hingga 0 250 dengan panjang A 100 m Berdasarkan Pengantar Transportasi Tentang Karakteristik Lalu Lintas . Lokasi pengamatan dipilih di antara persimpangan Untuk menghindari simpang atau gang. Dengan demikian, data yang dikumpulkan hanya berasal dari ruas jalan. Gambar 2 menunjukkan lokasi ruas jalan. Gambar 3 Golongan dan kelompok jenis kendaraan Sumber: PD. T-19-2004-B Metode Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023 adalah metodologi penelitian yang digunakan. Analisis data mencakup perhitungan komposisi arus lalu lintas, jam puncak, ekuivalensi mobil penumpang, pertumbuhan lalu lintas, kapasitas jalan, gangguan tambahan, derajat kejenuhan, kecepatan arus bebas, kecepatan perjalanan, dan waktu perjalanan, dan opsi perbaikan kinerja jalan. Tabel 5 menunjukkan diagram alir untuk penjelasan lebih lanjut. Untuk menghasilkan penelitian yang berkualitas dan sesuai dengan tujuan, dilakukan pengumpulan data dengan menggunakan metode Kapasitas Jalan Perkotaan berdasarkan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia 2023 (PKJI Survei dilakukan selama 4 hari, yang dimulai pada tanggal 22 februari 2024 Ae 25 februari 2025 dengan waktu survey selama 12 jam/hari, mulai pada pukul jam 07. 00 WIB Ae 00 WIB. JURNAL INOVTEK SERI TEKNIK SIPIL DAN APLIKASI (TEKLA), VOL. NO. JULI 2025 E-ISSN 2715-842X Mulai Studi Penelitian Struktur Masalah Pengumpulan Data Data Primer Arus Lalu Lintas Hambatan samping Waktu Tempuh Data sekunder Peta Lokasi Analisis menggunakan PKJI 2023 Komposisi Arus Lalu Lintas Penentuan Jam Puncak Penentuan Ekuivalensi mobil penumpang Perhitungan Pertumbuhan Lalu Lintas Perhitungan Hambatan Samping Perhitungan Kapasitas Jalan Perhitungan Derajat Kejenuhan Perhitungan Kecepatan Arus Bebas Perhitungan Kecepatan Tempuh Perhitungan Waktu Tempuh Alternatif Perbaikan Kinerja Jalan Kesimpulan dan Saran Selesai Gambar 5 Diagram alir penelitian Perbaikan mempertimbangkan geometri, lalu lintas, dan lingkungan saat ini dan masa depan adalah alternatif untuk meningkatkan kinerja jalan. Ini dapat mencakup pengukuran kapasitas, derajat kejenuhan saat ini atau di masa depan, kecepatan yang akan berlaku di jalan, dan penghilangan hambatan samping. Hasil studi ini diperoleh dari survei langsung di lapangan. Data ini kemudian diproses dengan metode PKJI 2023, yang berarti: Data Geometrik Jalan Data geometrik jalan menunjukkan kondisi jalan yang akan dianalisis. Gambar 5 memberikan gambaran lebih lanjut tentang data geometrik jalan yang disurvei. HASIL DAN PEMBAHASAN JURNAL INOVTEK SERI TEKNIK SIPIL DAN APLIKASI (TEKLA), VOL. NO. JULI 2025 E-ISSN 2715-842X Gambar 5 Tipe 2/2-TT kondisi ekisiting Dilihat dari kondisi ekisisting dilapangan, lokasi survey terdapat industri, toko dan masjid. Dari pengamatan langsung dilapangan, terlihat bahwa beberapa terjadi aktivitas kendaraan yang keluar masuk serta banyak kendaraan parkir di samping jalan dari PT dan toko Ae toko Dari Tabel 6, dapat disimpulkan bahwa aktifitas ini menciptkan hambatan samping tapi tidak di khawatirkan karena berdasarkan data yang ada dan hasil observasi dilapangan, dapat ditentukan dalam kondisi sangat rendah untuk frekuensi kejadian dalam 100 m/jam itu sesuai dengan kategori KHS yang terdapat pada Tabel Berdasarkan Gambar 3 dapat diketahui bahwa jalan tersebut merupakan tipe ruas jalan 2/2-TT dengan lebar jalan 7 m dan lebar perlajur 3,5 m serta memiliki bahu jalan tipe perkerasan kirikil. Data LHR Data LHR yang diambil merupakan LHR jam puncak dimana jam puncak di peroleh berdasarkan Tabel 5. Tabel 5 Data LHR kondisi ekisisting Arah Jumlah Pertumbuhan Lalu Lintas Berdasarkan data dari BPS Provinsi Riau Tahun 2024. Data tersebut diguanakan untuk pertumbuhan lalu lintas. Berikut Tabel 7 yang berisi rekapituasi data tersebut. Selanjutnya akan melakukan analisis pertumbuhan lalu lintas untuk mendapatkan nilai pertumbuhannya menggunkan metode Regresi Linear . Berikut penjelasannya bedasarkan Tabel 8 yaitu: Sumber: Olah data, 2024 Dari Tabel 5 untuk total kendaraan menunjukan bahwa LHR per hari pada hari kamis 22 februari 2024 yang ditinjau dengan waktu survei 12 jam/hari menunjukkan untuk arah 1 memperoleh 1449 kend/hari sedangkan untuk arah 2 memperoleh 1201 kend/hari. Hambatan Samping Tabel 6 Hambatan samping Tipe kejadian hambatan Pejalan kaki Parkir, kendaraan berhenti Kendaraan keluar & masuk KTB/ kendaraan lambat Bobot Jumlah Frekuensi kejadian dalam 100 m/jam Frekuensi x bobot KHS Sangat Rendah Sumber: Olah data, 2024 JURNAL INOVTEK SERI TEKNIK SIPIL DAN APLIKASI (TEKLA), VOL. NO. JULI 2025 E-ISSN 2715-842X Tabel 7 Analisis pertumbuhan lalu lintas Tahun LHR Y xI = x - xr = y - yr xIA xI. 65661E-10 Sumber: Olah data, 2024 mengganti satuan kendaraan/jam dengan SMP/jam. Penjelasan tentang proses ini dapat ditemukan pada Tabel 8 berdasarkan metode PKJI 2023. Tabel 8 EMP Tipe Alinemen = 4,059,952. yuAy = na nyuAx 20,299,762 = 5. a b. 2,069,155 = a. 0 b. = x 100% Tabel 9 Analisis kapasitas jalan perkotaan EMPSM Tabel 9 menunjukkan hasil analisis kapasitas jalan perkotaan sebelum menghitung kapasitas suatu jalan. EMPKS Analisis Kapasitas Jalan Perkotaan = 206,915. Berdasarkan Tabel 8 dapat diketahui nilai satuan mobil penumpang dengan mengkalikan jumlah kendaraan dengan nilai EMP yang tertera pada Tabel 8. = 4,059,952. = ayuAx byuAxIA EMP Datar Ou 1800 Sumber: Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia 2023 yuAxI qTOTAL kend/jam Arah = 5. Faktor koreksi akibat FCLJ FCPA FCHS FCUK Sumber: Olahan data, 2024 Ekuivalensi Mobil Penumpang Dari Tabel 9, dapat dilihat bahwa nilai kapasitas yang di peroleh berdasarkan factor koreksi akibat adalah 2743 SMP/jam. Satuan kendaraan dalam PKJI diubah menjadi satuan mobil penumpang, yaitu SMP/jam. Nilai EMP digunakan untuk JURNAL INOVTEK SERI TEKNIK SIPIL DAN APLIKASI (TEKLA). VOL. NO. JULI 2025 Analisi Derajat Kejenuhan (DJ) E-ISSN 2715-842X Dari Gambar 6 dapat dilihat perbandingkan Derajat Kejenuhan (DJ) yang dimana semakin lama semakin meningkat sehingga jalan tersebut dikategorikan macet parah. Adapun hasil analisis Derajat Kejenuhan (DJ) untuk kondisi ekisisting, 5 hingga 10 tahun yang akan datang maka diperoleh data pada Tabel 10. Kecepatan Tempuh dan Waktu Tempuh Tabel 11 menunjukkan hasil analisis vT dan WT untuk kondisi saat ini pada puncak lalu lintas, bersama dengan data proyeksi untuk 5Ae 10 tahun ke depan. Tabel 10 DJ kondisi ekisisting, 5 tahun dan 10 tahun Tahun LOS 2024 2743 2044 0. 2029 2743 2621 1 2034 2743 3360 1. Sumber: Olah data, 2024 Tabel 11 Kecepatan Tempuh dan Waktu Tempuh Tahun Dari Tabel 10, terlihat bahwa kondisi untuk 5 hingga 10 tahun ke depan sudah Arus lalu lintas menjadi tidak stabil, sehingga arus dipaksakan dan kapasitas hampir mencapai atau bahkan melebihi volume kapasitas, yang berpotensi menyebabkan kemacetan panjang. 2024 1044 0. 2029 2621 1 2034 3360 1. Sumber: Olah data, 2024 Alternatif Perbaikan Tingkat pelayanan jalan Yos Sudarso Kota Pekanbaru sudah tidak stabil dan membutuhkan perbaikan, menurut evaluasi untuk lima dan sepuluh tahun ke depan. Oleh karena itu, jalan dimaksudkan untuk dimodelkan dari tipe jalan 2/2-TT menjadi 4/2-T, sebagai yang digambarkan pada Gambar 7. Berdasarkan Tabel 11, dapat dilihat bahwa untuk kecepatan tempuh dan waktu tempuh untuk 5 tahun dan 10 tahun yang akan datang sudah 0 . karena jalan sudah padat dan macet parah. Gambar 6 Grafik derajat Kejenuhan (DJ) Gambar 7 Tipe 4/2 T JURNAL INOVTEK SERI TEKNIK SIPIL DAN APLIKASI (TEKLA). VOL. NO. JULI 2025 Tabel 13 Pemodelan Kecepatan Tempuh dan Waktu Tempuh Dimana setelah dimodelkan dengan cara melebarkan jalan tersebut sehingga Derajat Kejenuhan (DJ) diperoleh berdasarkan Tabel 12. Tahun Tabel 12 Derajat Kejenuhan Tahun E-ISSN 2715-842X Arah Arah LOS Sumber: Olahan data, 2024 Sumber: Olah data, 2024 KESIMPULAN Dari analisis di atas, berdasarkan metode Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023, jalan Yos Sudarso di Kota Pekanbaru beroperasi yang dimana kondisi saat ini, jalan Yos Sudarso di Kota Pekanbaru menunjukkan arus yang hampir stabil. Namun, dengan Derajat Kejenuhan (DJ) 0,75, yang termasuk dalam kategori Level of Service D, kecepatan kendaraan masih dapat dikontrol. Selain itu, diperkirakan nilai Derajat Kejenuhan akan melebihi 0,85 dalam 5 hingga 10 tahun ke depan, menyebabkan kemacetan di jalan Sedangkan Ruas jalan Yos Sudarso untuk kondisi ekisisting memiliki tipe jalan 2/2TT, jika 5 tahun hingga 10 tahun kedepan masih menggunakan tipe jalan 2/2-TT maka jalan itu sudah macet parah sehingga dimodelkan dengan cara melebarkan geometrik jalan untuk 5 hingga 10 tahun kedepan, tipe jalan tersebut diubah menjadi tipe jalan 4/2 T. Berdasarkan hasil analisis optimalisasi kinerja ruas jalan Yos Sudarso, pemodelan menunjukkan bahwa untuk 5 tahun ke depan, nilai Derajat Kejenuhan (DJ) untuk arah 1 berada pada tingkat pelayanan level B, dan untuk arah 2 juga pada level B, dengan kategori arus stabil. Sementara itu, untuk 10 tahun ke depan, nilai Derajat Kejenuhan (DJ) untuk arah 1 berada pada tingkat pelayanan level C dan untuk arah 2 tetap pada level B, sehingga arus masih dikategorikan stabil. Berdasarkan Tabel 12, terlihat bahwa Derajat Kejenuhan (DJ) untuk kondisi 5 hingga 10 tahun ke depan mengalami penurunan setelah dilakukan permodelan dengan melebarkan tipe jalan dari kondisi eksisting 2/2-TT menjadi 4/2T. Dengan perubahan ini. Derajat Kejenuhan (DJ) turun dari level layanan tertinggi F menjadi C. Gambar 8 Grafik pemodelan Derajat Kejenuhan (DJ) Sumber: Olah data, 2024 Berdasarkan menunjukkan bahwa Kinerja ruas jalan dapat disimpulkan dari derajat kejenuhan (DJ) yang lebih baik pada kondisi akhir dibandingkan dengan kondisi awal. Yos Sudarso sudah sangat Sedangkan untuk kecepatan tempuh dan waktu tempuh diperoleh berdasarkan Tabel 13. Dapat dilihat dari Tabel 13, nilai Kecepatan Tempuh . MP) dimana diperoleh 59. 3 km/jam sedangkan untuk Waktu Tempuh (WT) adalah 014 jam. UCAPAN TERIMAKASIH JURNAL INOVTEK SERI TEKNIK SIPIL DAN APLIKASI (TEKLA), VOL. NO. JULI 2025 Penulis menyampaikan rasa terima kasih yang tulus kepada pihak yang telah berkontribusi dalam penelitian ini. Semoga karya tulis ini dapat memberikan manfaat. E-ISSN 2715-842X Arrahman. Evaluasi Kinerja Perkerasan Lentur dan Nilai Sisa Berdasarkan Metode Bina Marga 2017 Menggunakan Program Kenpave Pada Ruas Jalan Tawang-Ngalang Segmen 1 STA 0 000 - STA 1 950, 2 . 41Ae49. DAFTAR PUSTAKA