KAPITAL EKONOMI VOL. 3 NO. 1 JULI 2025 ISSN 3090-5060 Pengaruh Ukuran Perusahaan. Kepemilikan Institusional, dan Komite Audit Terhadap Konservatisme Akuntansi Pada Perusahaan Sektor Kesehatan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Laurah Mawar Asyidah . Firdaus Indrajaya Tuharea2. Dini Ayu Pramitasari3 Program Studi Akuntansi. Fakultas Ekonomi. Universitas Gresik Email:laurahlaukassy@gmail. com,firdaus. indrajaya@gmail. com,da. pramitasari@gmail. Article Info Abstract Article history: Submitted : 27 Juni 2025 Revised : 12 Juli 2025 Accepted : 31 Juli 2025 Purpose Ai This study aims to analyze the effect of firm size, institutional ownership, and audit committee on accounting conservatism in healthcare sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the 2022Ae2024 period. Method Ai The study employs a quantitative approach using multiple linear regression analysis. Secondary data were obtained from the annual financial reports of healthcare companies published on the official IDX website. Data were analyzed using IBM SPSS version 26. The variables analyzed include firm size . ogarithm of total asset. , institutional ownership . ercentage of shares held by institution. , audit committee . umber of member. , and accounting conservatism . easured using the Givoly and Hayn accrual mode. Findings Ai The results show that institutional ownership has a significant positive effect on accounting conservatism. However, firm size and audit committee do not have significant partial Simultaneously, all three variables significantly influence accounting conservatism, indicating that institutional ownership is the most influential governance mechanism in promoting conservative financial reporting practices. Implication Ai The findings provide practical implications for corporate management and investors to enhance institutional ownership's role and reevaluate the effectiveness of audit committees in supporting conservative and transparent financial Originality Ai This study contributes to the accounting literature by focusing on the healthcare sector, which remains underexplored, and by jointly examining three key governance variables in the Indonesian context. Keywords Ai Firm size, institutional ownership, audit committee, accounting conservatism. Corresponding Author : laurahlaukassy@gmail. KAPITAL EKONOMI VOL. 3 NO. 1 JULI 2025 ISSN 3090-5060 PENDAHULUAN Laporan keuangan merupakan alat komunikasi utama antara perusahaan dan pemangku kepentingan, terutama investor, kreditur, dan regulator. Melalui laporan keuangan, perusahaan menyampaikan informasi tentang kondisi keuangan, kinerja usaha, serta prospek bisnisnya. Salah satu prinsip penting dalam penyusunan laporan keuangan adalah konservatisme akuntansi, yaitu pendekatan kehati-hatian dalam mengakui pendapatan dan aset serta cermat dalam mencatat beban dan kewajiban. Prinsip ini bertujuan untuk mencegah laporan keuangan yang terlalu optimis, sehingga dapat melindungi pengguna laporan dari informasi yang menyesatkan atau bias manajerial. Penerapan konservatisme akuntansi memiliki nilai strategis dalam membangun kepercayaan publik dan meningkatkan kualitas pelaporan keuangan. Dalam kondisi ketidakpastian ekonomi dan tekanan pasar yang tinggi, prinsip konservatif menjadi penyeimbang dalam proses pelaporan, karena menghindari pengakuan laba yang belum pasti dan mempercepat pengakuan kerugian potensial. Selain berfungsi sebagai pelindung terhadap overstatement nilai perusahaan, konservatisme juga menjadi salah satu indikator praktik tata kelola perusahaan yang sehat. Oleh karena itu, berbagai faktor tata kelola seperti ukuran perusahaan, kepemilikan institusional, dan efektivitas komite audit diyakini memiliki peran penting dalam mendorong atau melemahkan tingkat konservatisme yang Fenomena yang terjadi pada tahun 2020 menjadi contoh nyata pentingnya penerapan prinsip konservatisme akuntansi. PT Kimia Farma Tbk, salah satu perusahaan BUMN di sektor kesehatan, tersandung kasus dugaan kecurangan dalam penyajian laporan keuangan, khususnya terkait manipulasi data laba. Skandal ini menimbulkan kekhawatiran publik terhadap kredibilitas laporan keuangan perusahaan besar dan membuka diskusi luas mengenai lemahnya pengawasan internal dan penerapan prinsip kehati-hatian dalam pelaporan. Kasus tersebut menunjukkan bahwa meskipun perusahaan berskala besar dan berada di sektor vital, tanpa pengawasan tata kelola yang efektif dan penerapan konservatisme yang memadai, risiko fraud tetap tinggi. Hal ini memperkuat urgensi untuk meneliti bagaimana faktor-faktor seperti ukuran perusahaan, kepemilikan institusional, dan komite audit berpengaruh terhadap konservatisme akuntansi. Corresponding Author : laurahlaukassy@gmail. KAPITAL EKONOMI VOL. 3 NO. 1 JULI 2025 ISSN 3090-5060 LANDASAN TEORI Teori Agensi Penelitian ini berlandaskan pada teori agensi, yang dikemukakan oleh (Meckling & Jensen. Teori ini menjelaskan adanya konflik kepentingan antara manajer . dan pemegang saham . yang memiliki tujuan berbeda. Manajer cenderung memiliki informasi yang lebih banyak daripada pemilik . simetri informas. , sehingga dapat mengambil keputusan yang menguntungkan dirinya sendiri tetapi merugikan pemilik. Dalam konteks ini, konservatisme akuntansi dipandang sebagai mekanisme untuk mengurangi asimetri informasi dan menekan perilaku oportunistik manajer. Kepemilikan institusional, komite audit, dan ukuran perusahaan adalah elemen penting dalam tata kelola yang dapat mengurangi konflik agensi melalui pengawasan yang lebih efektif terhadap manajemen. Konservatisme Akuntansi Konservatisme akuntansi adalah prinsip kehati-hatian dalam akuntansi yang menyatakan bahwa perusahaan harus lebih cepat mengakui kerugian atau beban, namun lebih lambat dalam mengakui pendapatan atau keuntungan. Watts, . membedakan konservatisme menjadi dua yaitu konservatisme bersyarat . onditional conservatis. , di mana akuntansi hanya mencatat kerugian saat informasi negatif tersedia, dan konservatisme tidak bersyarat . , yang tertanam dalam sistem akuntansi perusahaan sejak awal. Dalam laporan keuangan, konservatisme dapat diukur dengan berbagai pendekatan, salah satunya melalui model Asymmetric Timeliness of Earnings oleh Basu, . , atau model CONACC (Conservatism in Accountin. seperti yang digunakan dalam penelitian ini. Konservatisme dipandang sebagai pelindung investor terhadap manipulasi laporan keuangan dan sinyal kehati-hatian dalam menghadapi ketidakpastian bisnis. Ukuran Perusahaan Ukuran perusahaan atau firm size sering digunakan sebagai proksi dari kekuatan ekonomi dan kompleksitas pengawasan perusahaan. Perusahaan besar umumnya memiliki lebih banyak sumber daya untuk menerapkan sistem akuntansi yang kompleks dan cenderung lebih diperhatikan oleh Corresponding Author : laurahlaukassy@gmail. KAPITAL EKONOMI VOL. 3 NO. 1 JULI 2025 ISSN 3090-5060 publik dan regulator. Namun, tekanan untuk mempertahankan reputasi dan nilai saham juga dapat mendorong manajemen perusahaan besar untuk menyajikan laporan yang terlalu optimistis. Penelitian oleh Prihatin et al. , . menunjukkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap konservatisme akuntansi. Oleh karena itu, perusahaan yang besar umumnya memiliki struktur organisasi yang lebih kompleks dan tingkat profitabilitas yang tinggi. Kondisi ini menjadikan perusahaan tersebut lebih rentan terhadap tekanan biaya politis. Untuk merespons situasi tersebut, perusahaan besar cenderung menerapkan prinsip akuntansi yang dapat menurunkan nilai laporan laba, sebagai upaya untuk mereduksi beban biaya politis yang mungkin timbul. Kepemilikan Institusional Kepemilikan institusional mengacu pada proporsi kepemilikan saham yang dimiliki oleh institusi keuangan seperti bank, asuransi, reksa dana, atau dana pensiun. Institusi ini memiliki sumber daya yang lebih baik dalam melakukan analisis dan pengawasan terhadap perusahaan. Teori agensi berpendapat bahwa kepemilikan institusional berperan dalam mengontrol tindakan manajemen yang menyimpang, termasuk praktik akuntansi yang agresif. Penelitian oleh Mandasari et al. , . menyatakan bahwa kepemilikan institusional berpengaruh positif signifikan terhadap konservatisme akuntansi. Hal ini menjelaskan tingginya kepemilikan institusional dapat berperan sebagai pelengkap atau bahkan pengganti fungsi pengawasan yang biasanya dijalankan oleh dewan komisaris. Keterlibatan aktif investor institusional dalam aktivitas perusahaan turut mendorong peningkatan nilai perusahaan. Oleh karena itu, keberadaan pemegang saham institusional cenderung mendorong penerapan prinsip akuntansi yang lebih konservatif sebagai bentuk pengendalian dan transparansi. Komite Audit Komite audit merupakan bagian dari dewan komisaris yang bertanggung jawab terhadap pengawasan sistem pelaporan keuangan, audit internal, dan kepatuhan terhadap regulasi. Komite audit yang independen, berkompetensi tinggi, dan aktif dalam menjalankan fungsinya diyakini mampu mendorong penerapan konservatisme karena mencegah manajemen melakukan manipulasi atas angka akuntansi. Penelitian oleh Pamulang, . menyatakan bahwa keberadaan dan kualitas komite audit berpengaruh positif terhadap konservatisme akuntansi. Namun, pengaruh ini tidak selalu signifikan Corresponding Author : laurahlaukassy@gmail. KAPITAL EKONOMI VOL. 3 NO. 1 JULI 2025 ISSN 3090-5060 jika komite audit bersifat formalitas atau tidak memiliki kapasitas untuk memahami risiko akuntansi secara mendalam. METODE PENELITIAN Jenis dan Pendekatan Penelitian Penelitian ini menggunakan data kuantitatif sebagai dasar analisis. Menurut Sugiyono, . metode survei termasuk dalam pendekatan kuantitatif yang bertujuan mengukur variabelvariabel penelitian dalam bentuk angka dan dianalisis menggunakan alat statistik untuk mengkaji populasi atau sampel tertentu. Karena fokus penelitian ini adalah menguji hubungan antar variabel, maka pendekatan yang digunakan adalah penelitian asosiatif. Populasi. Besaran Sampel dan Teknik Sampling Populasi yang diambil dalam penelitian ini adalah perusahaan sektor kesehatan yang terdaftar pada PT. Bursa Efek Indonesia (BEI) sejumlah 33 perusahaan selama periode 2022 - 2024. Teknik sampling yang digunakan untuk pengambilan sampel adalah purposive sampling (Sugiyono, 2. Diperoleh total sampel penelitian sebanyak 13 perusahaan. Data dan Sumber Data Data penelitian ini mengunakan data kuantitatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian adalah data sekunder. Data sekunder yang digunakan adalah data laporan tahunan (Annual Repor. perusahaan perbankan dan laporan keuangan tahunan perusahaan yangdiperoleh dari situs resmi Bursa Efek Indonesia (BEI) w. id, untuk mengetahui perusahaan sektor kesehatan yang terdaftar selama tahun 2022-2024. Teknik pengambilan Data Corresponding Author : laurahlaukassy@gmail. KAPITAL EKONOMI VOL. 3 NO. 1 JULI 2025 ISSN 3090-5060 Dalam penelitian ini, teknik pengambilan data yang digunakan adalah metode nonprobability sampling dengan pendekatan purposive sampling. Teknik ini dipilih karena peneliti menetapkan kriteria-kriteria tertentu dalam pemilihan sampel agar sesuai dengan tujuan penelitian. Sampel yang digunakan merupakan perusahaan sektor kesehatan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2022-2024, dengan kriteria telah mempublikasikan laporan keuangan secara lengkap dan tidak termasuk dalam sektor keuangan. Definisi Operasional Variabel Ukuran Perusahaan Menurut Bambang Riyanto, . , rumus yang digunakan untuk menghitung ukuran perusahaan sebagai berikut: Ukuran Perusahaan = Ln (Total Ase. Kepemilkan Institusional Menurut Suparlan, . , rumus yang digunakan untuk menghitung kepemilikan institusional sebagai berikut: Kepemilikan Institusional = (Jumlah saham institusi / Total saham yang bereda. y 100% Komite Audit Menurut Fitriani, . , rumus yang digunakan untuk menghitung komite audit sebagai Komite Audit = Jumlah anggota komite audit Konservatisme Akuntansi Menurut Givoly & Hayn, . , rumus yang digunakan untuk menghitung CONACC sebagai CONACC = (NI DEP Oe CFO) / Total Aset HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Analisis Statistik Deskriptif Berikut adalah hasil statistik deskriptif dari variabel kepemilikan institusional, komite audit, ukuran perusahaan, dan konservatisme akuntansi. Tabel 1 Analisis Statistik Deskriptif Minimum Maximum Corresponding Author : laurahlaukassy@gmail. Mean Std. Deviation KAPITAL EKONOMI VOL. 3 NO. 1 JULI 2025 ISSN 3090-5060 Ukuran Perusahaan 20,64 30,99 28,3331 2,40848 Kepemilikan Institusional ,06 ,93 ,6431 ,23314 Komite Audit 2,00 4,00 2,9744 ,27977 Konservatisme Akuntansi -,92 ,17 -,4544 ,26849 Valid N . Sumber : Hasil output SPSS diolah oleh penulis 2025 Berdasarkan tabel 1, diketahui bahwa variabel konservatisme akuntansi memiliki nilai standar deviasi . ,26. yang lebih besar dibandingkan dengan nilai rata-ratanya yang bernilai negatif . ,4. Hal ini menunjukkan bahwa variabel konservatisme akuntansi memiliki tingkat penyebaran data yang relatif luas dan bervariasi, serta mengindikasikan adanya perbedaan signifikan dalam penerapan prinsip konservatisme di antara perusahaan yang diamati. Sebaliknya, pada variabel ukuran perusahaan, kepemilikan institusional, dan komite audit, seluruhnya menunjukkan nilai ratarata yang lebih besar dibandingkan dengan standar deviasi masing-masing. Hal ini mencerminkan bahwa ketiga variabel tersebut memiliki penyebaran data yang sempit atau relatif homogen, yang berarti nilai-nilai data tidak menyimpang jauh dari nilai rata-ratanya dan cenderung konsisten antar Uji Normalitas Pengujian normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah residual dalam model regresi berdistribusi normal. Dalam penelitian ini, uji normalitas menggunakan metode statistik nonparametrik Kolmogorov-Smirnov. Data dianggap berdistribusi normal jika nilai Asymp. Sig . -taile. lebih besar dari 0,05. Tabel 2 Uji Normalitas Indikator Asymp. Sig. -taile. Nilai ,200c,d Sumber : Hasil output SPSS diolah oleh penulis 2025 Berdasarkan tabel 2 diatas, diperoleh nilai Asymp. Sig sebesar 0,200 yang lebih besar dari 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa residual berdistribusi normal. Dengan demikian, nilai residual dalam model regresi pada penelitian ini telah memenuhi syarat normalitas. Analisis Regresi Linear Berganda Corresponding Author : laurahlaukassy@gmail. KAPITAL EKONOMI VOL. 3 NO. 1 JULI 2025 ISSN 3090-5060 Uji Statistitik T (Parsia. Tabel 3 Uji T Unstandardized Coefficients Std. Error Model (Constan. -,064 ,696 Ukuran Perusahaan -,008 ,018 Kepemilikan Institusional ,506 Komite Audit -,167 Standardized Coefficients Beta Sig. -,092 ,928 -,069 -,437 ,665 ,183 ,439 2,757 ,009 ,139 -,174 -1,200 ,238 Sumber : Hasil output SPSS diolah oleh penulis 2025 Berdasarkan tabel 3 diatas. Untuk menentukan tabel dengan menggunakan tingkat signifikansi 0,05 dan nilai df sebesar n-k . = 35 diperoleh tabel sebesar 1. Hasil perhitungan regresi linier berganda pada tabel sebelumnya, diperoleh nilai parameter untuk masingmasing variabel sebagai berikut: Y= Oe0,064 Oe 0,008 X1 0,506 X2 Oe 0,167 X3 Interpretasi Hasil Persamaan Regresi: Pengaruh ukuran perusahaan terhadap konservatisme akuntansi nilai t hitung sebesar -0,437 < t tabel 1,68957, dan nilai signifikansi sebesar 0,665 > 0,05, menunjukkan bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap konservatisme Nilai koefisien regresi sebesar -0,008 menandakan arah hubungan yang negatif, tetapi tidak signifikan secara statistik. Pengaruh kepemilikan institusional terhadap konservatisme akuntansi nilai t hitung sebesar 2,757 > t tabel 1,68957, dengan nilai signifikansi 0,009 < 0,05, menunjukkan bahwa kepemilikan institusional berpengaruh signifikan terhadap konservatisme akuntansi. Nilai koefisien regresi sebesar 0,506 menunjukkan bahwa semakin tinggi kepemilikan institusional, semakin tinggi pula tingkat konservatisme akuntansi perusahaan. Pengaruh komite audit terhadap konservatisme akuntansi nilai t hitung sebesar -1,200 < t tabel 1,68957 dan nilai signifikansi sebesar 0,238 > 0,05, menunjukkan bahwa komite audit tidak berpengaruh signifikan terhadap konservatisme Nilai koefisien regresi sebesar -0,167 menunjukkan arah hubungan negatif, namun pengaruhnya tidak signifikan secara statistik. Corresponding Author : laurahlaukassy@gmail. KAPITAL EKONOMI VOL. 3 NO. 1 JULI 2025 ISSN 3090-5060 Uji Statistik F (Simulta. Tabel 4 Uji F Sum of Squares Model Mean Square Regression ,756 ,252 Residual 1,983 ,057 Total 2,739 Sig. 4,451 ,009b Sumber : Hasil output SPSS diolah oleh penulis 2025 Berdasarkan tabel 4 diatas, maka untuk menentukan nilai F tabel digunakan tingkat signifikansi sebesar 0,05 dengan dfCA . = k - 1 = 4 - 1 = 3 dan dfCC . = n - k = 39 - 4 = 35. Dengan demikian, diperoleh F tabel sebesar 2,874. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa F hitung sebesar 4,451 > F tabel 2,874, dan nilai signifikansi sebesar 0,009 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa variabel ukuran perusahaan, kepemilikan institusional, dan komite audit secara simultan berpengaruh signifikan terhadap konservatisme akuntansi. Artinya, model regresi yang digunakan dapat secara bersama-sama menjelaskan variasi yang signifikan terhadap variabel konservatisme akuntansi. Pembahasan Hasil Penelitian Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Konservatisme Akuntansi Hasil pengujian terhadap variabel ukuran perusahaan menunjukkan bahwa nilai t hitung sebesar -0,437 lebih kecil dari t tabel sebesar 1,68957, dan nilai signifikansi sebesar 0,665 lebih besar dari 0,05. Artinya, ukuran perusahaan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap konservatisme akuntansi. Nilai koefisien regresi sebesar -0,008 menunjukkan hubungan negatif, namun hubungan tersebut tidak cukup kuat untuk dinyatakan signifikan secara statistik. Dengan demikian, hasil ini menunjukkan bahwa besar kecilnya ukuran perusahaan tidak menjadi faktor penentu dalam penerapan prinsip konservatisme akuntansi pada perusahaan sektor kesehatan yang terdaftar di BEI selama periode 2022Ae2024. Secara teoritis, dalam perspektif teori agensi, perusahaan yang lebih besar cenderung memiliki struktur organisasi dan sistem pengawasan yang lebih kompleks. Hal ini seharusnya mendukung penerapan prinsip konservatif sebagai bentuk perlindungan terhadap kemungkinan penyimpangan laporan keuangan oleh manajemen. Namun, perusahaan besar juga menghadapi Corresponding Author : laurahlaukassy@gmail. KAPITAL EKONOMI VOL. 3 NO. 1 JULI 2025 ISSN 3090-5060 tekanan politik dan ekonomi yang tinggi, yang justru dapat mendorong manajemen menyajikan laporan yang lebih optimistik. Oleh karena itu, hubungan antara ukuran perusahaan dan konservatisme akuntansi bisa menjadi tidak linier tergantung pada konteks industri dan kekuatan pengawasan yang ada. Berdasarkan hasil tersebut, maka hipotesis HCA yang menyatakan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap konservatisme akuntansi, ditolak. Temuan ini tidak selaras dengan hasil penelitian Prihatin et al. , . yang menunjukkan bahwa perusahaan besar cenderung menerapkan prinsip konservatisme untuk menghindari beban politis. Dalam konteks sektor kesehatan di Indonesia, faktor-faktor lain seperti kepemilikan institusional dan regulasi eksternal kemungkinan memiliki peran lebih dominan dalam mempengaruhi praktik konservatisme akuntansi dibandingkan dengan ukuran perusahaan itu sendiri. Pengaruh Kepemilikan Institusional terhadap Konservatisme Akuntansi Hasil pengujian terhadap variabel kepemilikan institusional menunjukkan bahwa nilai t hitung sebesar 2,757 lebih besar dari t tabel sebesar 1,68957, dan nilai signifikansi sebesar 0,009 lebih kecil dari 0,05. Hal ini berarti kepemilikan institusional berpengaruh signifikan terhadap konservatisme akuntansi pada perusahaan sektor kesehatan. Nilai koefisien regresi sebesar 0,506 menunjukkan arah hubungan yang positif, yaitu semakin besar proporsi kepemilikan oleh institusi, maka semakin tinggi penerapan prinsip konservatisme dalam pelaporan keuangan. Dalam teori agensi, kepemilikan institusional berperan sebagai mekanisme pengawasan eksternal yang dapat menekan perilaku oportunistik manajemen. Investor institusional, seperti dana pensiun, reksa dana, dan asuransi, biasanya memiliki kapasitas analitis dan kepentingan jangka panjang yang mendorong mereka untuk memastikan perusahaan menerapkan prinsip pelaporan yang akurat dan hati-hati. Dalam konteks ini, penerapan konservatisme akuntansi merupakan bentuk tanggung jawab manajemen untuk menjaga kepercayaan investor institusional dan meminimalkan risiko informasi yang bias. Dengan demikian, hipotesis HCC yang menyatakan bahwa kepemilikan institusional berpengaruh signifikan terhadap konservatisme akuntansi, diterima. Hasil ini selaras dengan penelitian dari Mandasari et al. , . yang menyatakan bahwa besarnya proporsi kepemilikan oleh institusi dapat berfungsi sebagai pelengkap, bahkan dalam beberapa kasus menggantikan peran pengawasan yang umumnya dilakukan oleh dewan komisaris. Partisipasi aktif investor institusional Corresponding Author : laurahlaukassy@gmail. KAPITAL EKONOMI VOL. 3 NO. 1 JULI 2025 ISSN 3090-5060 dalam kegiatan perusahaan turut mendorong perusahaan untuk menerapkan prinsip konservatisme dalam akuntansi. Pengaruh Komite Audit terhadap Konservatisme Akuntansi Hasil uji statistik terhadap variabel komite audit menunjukkan bahwa nilai t hitung sebesar 1,200 lebih kecil dari t tabel sebesar 1,68957, dan nilai signifikansi sebesar 0,238 lebih besar dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa komite audit tidak berpengaruh signifikan terhadap konservatisme akuntansi pada perusahaan sektor kesehatan. Meskipun koefisien regresi sebesar -0,167 menunjukkan arah hubungan negatif, namun pengaruh ini tidak cukup kuat secara statistik untuk dinyatakan signifikan. Dalam konteks teori agensi, keberadaan komite audit seharusnya memperkuat fungsi pengawasan terhadap aktivitas pelaporan keuangan. Komite audit yang independen dan berkompeten memiliki peran strategis dalam mengidentifikasi serta mencegah praktik manipulatif dalam akuntansi. Namun demikian, efektivitas pengaruh komite audit sangat tergantung pada intensitas dan kualitas pelaksanaan tugasnya. Jika keberadaannya hanya bersifat formalitas atau tidak diimbangi dengan kemampuan teknis yang memadai, maka komite audit tidak akan mampu berkontribusi signifikan dalam meningkatkan konservatisme akuntansi. Berdasarkan hasil tersebut, maka hipotesis HCE yang menyatakan bahwa komite audit berpengaruh signifikan terhadap konservatisme akuntansi, ditolak. Penelitian ini tidak selaras dengan penelitian Pamulang, . yang menyatakan bahwa komite audit memiliki pengaruh positif terhadap konservatisme akuntansi. Hasil yang tidak signifikan dalam penelitian ini mungkin disebabkan oleh variasi dalam kualitas, frekuensi rapat, atau independensi komite audit antar perusahaan sektor kesehatan. Artinya, komite audit belum tentu efektif apabila tidak ditopang oleh struktur tata kelola yang kuat dan fungsi pengawasan yang aktif. Pengaruh Ukuran Perusahaan. Kepemilikan Institusional, dan Komite Audit secara Simultan terhadap Konservatisme Akuntansi Hasil pengujian regresi simultan . ji F) menunjukkan bahwa nilai F hitung sebesar 4,451 lebih besar dari F tabel sebesar 2,874, dengan nilai signifikansi sebesar 0,009 yang lebih kecil dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa variabel ukuran perusahaan, kepemilikan institusional, dan komite audit secara bersama-sama . memiliki pengaruh yang signifikan terhadap konservatisme Corresponding Author : laurahlaukassy@gmail. KAPITAL EKONOMI VOL. 3 NO. 1 JULI 2025 ISSN 3090-5060 Dengan demikian, model regresi yang digunakan dalam penelitian ini dapat menjelaskan variasi dalam konservatisme akuntansi secara komprehensif dengan memperhitungkan kontribusi kolektif dari ketiga variabel tersebut. Dalam perspektif teori agensi, mekanisme tata kelola seperti ukuran perusahaan, kepemilikan institusional, dan keberadaan komite audit berperan penting dalam mengurangi konflik kepentingan antara manajer dan pemilik. Ketiga variabel ini merupakan komponen kunci dalam sistem pengawasan yang saling melengkapi. Ukuran perusahaan yang besar, kepemilikan institusional yang kuat, dan komite audit yang efektif seharusnya mampu meningkatkan kualitas pelaporan keuangan melalui penerapan prinsip kehati-hatian. Oleh karena itu, ketika ketiganya dikombinasikan dalam suatu model, mereka menciptakan lingkungan tata kelola yang mendorong manajemen untuk bertindak lebih transparan dan akuntabel. Berdasarkan hasil pengujian simultan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis HCE yang menyatakan bahwa Ukuran Perusahaan. Kepemilikan Institusional, dan Komite Audit secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Konservatisme Akuntansi, diterima. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan besar cenderung lebih konservatif karena tekanan dari publik dan regulator. Kepemilikan institusional memperkuat pengawasan manajerial, mendorong pelaporan konservatif. Komite audit yang efektif dapat meningkatkan kualitas laporan keuangan dan meminimalkan manipulasi laporan dengan pendekatan konservatif. KESIMPULAN Berdasarkan studi yang telah dilakukan, serta hasil analisis data yang diperoleh, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: Tidak terdapat pengaruh secara parsial yang signifikan antara ukuran perusahaan terhadap konservatisme akuntansi, yang mengindikasikan bahwa besar kecilnya skala perusahaan tidak memengaruhi tingkat kehati-hatian dalam pelaporan keuangan pada perusahaan sektor kesehatan yang terdaftar di BEI periode 2022Ae2024. Adanya pengaruh secara parsial positif dan signifikan yang menunjukkan bahwa semakin tinggi kepemilikan institusional, maka akan semakin tinggi pula tingkat konservatisme akuntansi pada perusahaan sektor kesehatan yang terdaftar di BEI periode 2022Ae2024. Tidak terdapat pengaruh secara parsial yang signifikan antara komite audit terhadap konservatisme akuntansi, sehingga keberadaan komite audit belum mampu memberikan Corresponding Author : laurahlaukassy@gmail. KAPITAL EKONOMI VOL. 3 NO. 1 JULI 2025 ISSN 3090-5060 kontribusi yang berarti dalam mendorong penerapan prinsip kehati-hatian akuntansi pada perusahaan sektor kesehatan di BEI periode 2022Ae2024. Terdapat pengaruh secara simultan yang signifikan antara ukuran perusahaan, kepemilikan institusional, dan komite audit terhadap konservatisme akuntansi, yang menunjukkan bahwa ketiga variabel tersebut secara bersama-sama memengaruhi tingkat konservatisme akuntansi perusahaan sektor kesehatan yang terdaftar di BEI pada periode 2022Ae2024. Saran