JEECAE : Journal of Electrical. Electronic. Control and Automotive Engineering Vol. No. Bulan Tahun 2025, hal 22-24 p-ISSN : 2541-0288 e-ISSN : 2528-0708 JOURNAL OF ELECTRICAL. ELECTRONIC. CONTROL AND AUTOMOTIVE ENGINEERING (JEECAE) Homepage jurnal: http://journal. Uji Karakteristik Spray Injection Nozzle Pada Bahan Bakar Biodiesel Minyak Sisa Penggorengan Bimantoro Wahyu Ramdhani1*. Noorsakti Wahyudi2. Nanang Romandoni3 Politeknik Negeri Madiun *Email Responden: bimantorowahyu14@gmail. (Artikel diterima: bulan dan tahun pengumpulan jurnal, direvisi: bulan dan tahun jurnal terbi. ABSTRAK Seiring dengan perkembangan populasi masyarakat, tentunya hal ini akan menyebabkan semakin banyaknya limbah yang dihasilkan, salah satunya adalah limbah minyak goreng hasil penggorengan atau biasa disebut dengan minyak jelantah, minyak jelantah dapat dihasilkan dari hasil industri maupun rumah tangga. Minyak goreng juga mempunyai viskositas yang cukup rendah dan bisa menyala pada suhu atau temperatur tertentu, hal ini membuktikan bahwa minyak goreng dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk menguji karakteristik spray injection nozzle pada bahan bakar biodiesel yang dihasilkan dari minyak jelantah. Dengan memfokuskan pada variasi pemakaian presentasi biodiesel minyak jelantah. Metode penelitian menggunakan variasi komposisi campuran bahan bakar minyak sisa penggorengan B30 5 . iodiesel jelantah 5 % dan Biosolar 95%). B30 10 . iodiesel jelantah 10 % dan Biosolar 90%). B30 15 . iodiesel jelantah 15 % dan Biosolar 85%), dan B30 20 . iodiesel jelantah 20 % dan minyak diesel 80%). Perekaman dilakukan dengan kamera Fuji Film S8500 pada 480 fps dan resolusi gambar 320 x 120. Pengolahan gambar menggunakan software Free cut studio dan Image J. Dari pengujian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa Komposisi Biodiesel dapat mempengaruhi karakteristik spray injection nozzle, semakin tinggi presentase biodiesel maka spray tip penetration. Velocity of spray dan spray of angle akan semakin menurun. Kata kunci: Biodiesel, spray tip penetration, velocity of spray, dan angle of spray. PENDAHULUAN Energi sangat penting bagi kehidupan manusia, namun dengan meningkatnya populasi, kebutuhan akan energi, terutama energi tak terbarukan seperti bahan bakar minyak (BBM), juga meningkat. Penggunaan berlebihan BBM menyebabkan kerusakan alam dan polusi udara. Oleh karena itu, diperlukan energi alternatif untuk menggantikan energi tak Energi terbarukan, seperti biodiesel dari minyak nabati, menawarkan solusi meskipun memiliki beberapa kelemahan, seperti viskositas tinggi yang dapat merusak komponen mesin. Dengan populasi yang terus bertambah, limbah seperti minyak jelantah dari rumah tangga dan industri juga meningkat. Minyak jelantah memiliki potensi sebagai biodiesel alternatif karena sifatnya yang mudah terbakar pada suhu tertentu. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami karakteristik semprotan injection nozzle pada biodiesel minyak jelantah dan campurannya dengan solar, yang bertujuan untuk mengoptimalkan kinerja mesin diesel serta mendukung keberlanjutan lingkungan. II. METODOLOGI Metode penelitian yang digunakan merupakan metode Metode ini digunakan untuk menguji karakteristik semprotan nozzle pada biodiesel minyak sisa penggorengan dengan variasi komposisi biodiesel B5 . % biodiesel dan 95% biosola. B10 . % biodiesel dan 90% biosola. B15 . % biodiesel dan 85% biosola. dan B20 . % biodiesel dan 80% biosola. Pengujian semprotan nozzle dilakukan dengan alat nozzle spray tester yang telah dimodifikasi untuk mempermudah ketika melakukan pengamatan dan pengambilan data. Karakteristik semprotan meliputi panjang tip penetrasi, kecepatan penetrasi dan sudut semprotan yang dihasilkan. Biodiesel Pembuatan Biodiesel Metode yang digunakan dalam pembuatan biodiesel adalah metode transesterifikasi. merupakan metode terbaik dalam pembuatan biodiesel dengan mereaksikan antara trigliserida dengan alkohol JEECAE : Journal of Electrical. Electronic. Control and Automotive Engineering Vol. No. Bulan Tahun 2025, hal 22-24 . menggunakan katalis menghasilkan biodiesel dan gliserol. Pengujian Biodiesel Karakteristik biodiesel yang diuji adalah densitas, viskositas, angka setana, dan titik nyala/flash point cairan biodiesel. Dari pengujian tersebut dapat diketahui bahwa biodiesel telah memenuhi standar sebagaimana tercantum dalam SNI 7182 : 2. atau tidak memenuhi standar. Karakteristik Spray Injection nozzle Spray Tip Penetration Panjang seprotan merupakan panjang semprotan bahan bakar dari ujung nozzle sampai waktu atau frame yang telah ditentukan Velocity Of Spray Kecepatan Tip adalah waktu setelah dimulainya injeksi untuk membentuk penetrasi tip Angle Of spray Sudut semprot kerucut didefinisikan sebagai sudut yang dibentuk antara ujung nosel dan dua baris yang menggambarkan wilayah luar maksimum semprotan. Tahapan Pengujian Proses Pengukuran Viskositas biodiesel menggunakan metode ASTM D 445 yang dilaksanakan lab. DPRM di institut teknologi sepuluh nopember Densitas biodiesel diukur dengan metode piknometri, metode ini menggunakan rumus perbandingan antara massa/ berat dan volume cairan . Selanjutnya, setelah pengambilan data, dokumentasi dalam bentuk video diubah menjadi foto melalui software free cut studio dan untuk pengukuran sudut dan semprotan diukur dengan software image j Gambar 2. Pengukuran sudut dan panjang semprotan i. HASIL DAN ANALISA Tabel 1. Hasil pengujian Karakteristik biodiesel Jenis Biodiesel Viskositas . B30 5 B30 10 B30 15 B30 20 B100 3,915 4,143 4,423 4,649 8,112 Sedangkan proses pengujian Falash Point atau titik nyala dilaksanakan di lab. Motor pembakaran dalam Universitas Brawijaya Malang. Proses pengujian karakteristik spray injection nozzle dilaksanakan di lab. TMPD Politeknik Negeri Madiun. Proses pengambilan data diawali dengan melakukan penataan terhadap alat nozzle tester. Gambar 1. Skema alat uji karakteristik semprotan Densitas yeUyeOAE yeayea ) Flash Point EE Jenis Biodiesel Rata Ae rata Sray Tip Penetration ( yeaye. Rata Ae rata Velocity Of Spray ( yeayeaAEyei ) Rata Ae rata Angle Of Spray (A) B30 5 B30 10 B30 15 B30 20 425,19 411,38 397,01 382,67 433,73 405,08 384,31 8,56 8,07 7,85 7,27 Satuan Mm Tabel 2. Hasil Pengujian Spray Injection Nozzle yco yuU= yc p-ISSN : 2541-0288 e-ISSN : 2528-0708 425,19 411,38 397,01 382,67 B30 5 B30 10 B30 15 B30 20 Jenis Biodisel Gambar 3. Grafik Spray Tip Penetration . Penelitian menyatakan bahwa panjang semprotan menurun seiring dengan peningkatan kandungan biodiesel, yang sejalan dengan hasil pengujian yang menunjukkan penurunan panjang penetrasi semprotan dari B30 5 hingga B30 20. menjelaskan bahwa viskositas cairan yang lebih tinggi mengurangi kemudahan aliran cairan dalam ruang sempit, akibat gerakan partikel-partikel cairan yang lebih lambat. Dalam konteks ini, sampel B30 5 menunjukkan panjang semprotan paling optimal sebesar 425,19 mm, yang JEECAE : Journal of Electrical. Electronic. Control and Automotive Engineering Vol. No. Bulan Tahun 2025, hal 22-24 Satuan mm/s menunjukkan kemampuan aliran fluida yang lebih baik dibandingkan dengan sampel biodiesel lainnya. 433,73 B30 5 B30 10 B30 15 B30 20 405,08 384,31 p-ISSN : 2541-0288 e-ISSN : 2528-0708 IV. KESIMPULAN Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa spray tip penetration, velocity of spray dan angle of spray menurun seiring dengan penambahan biodiesel, sedangkan semprotan terbaik berada di biodiesel B30 5. Jenis Biodisel DAFTAR PUSTAKA