DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 Analisis Penggunaan E-wallet dan Dampaknya Terhadap Perilaku Konsumtif Mahasiswa Universitas Wahid Hasyim Semarang Harum Neisella, 2Dr. Ratih Pratiwi. Pd. Si. Prodi Manajemen. Universitas Wahid Hasyim. Semarang E-mail: 1 harumneisellaa19@gmail. com , 2rara@unwahas. ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis penggunaan e-wallet dan impaknya pada perilaku konsumtif mahasiswa Universitas Wahid Hasyim Semarang. Sample penelitian adalah mahasiswa aktif yang melalui aktivitas sehari-hari menggunakan e-wallet. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam, dilengkapi tinjauan pustaka penggunaan e-wallet dan perilaku konsumtif pada berbagai penelitian. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa e-wallet dapat memberi kemudahan, efisiensi, dan kecepatan pada segi transaksi, tetapi dapat pula memicu tingkat aktivitas konsumtif erkek mahasiswa, terutama melalui pembelian impulsif terhadap promo. Kata kunci: E-wallet. Perilaku Konsumtif. Kontrol Diri. Mahasiswa ABSTRACT This study aims to study the use of e-wallets and its impact on consumptive behavior of students of Universitas Wahid Hasyim Semarang. The participants of this study are active students who are currently using e-wallets actively in daily life. This study employed a qualitative descriptive method in the form of depth interview helped with a study of literature of previous studies on the use of e-wallets and consumptive behavior. The findings indicate that the use of e-wallets provides enormous benefits of convenience, rapidity, and transaction effectiveness, but also facilitates the emergence of consumptive behavior of students, particularly through impulsive buys fostered by promotions, cashbacks, and discounts. Besides, the study proves to show that the impact of the use of e-wallets is not definitive, as students showing higher self-control are found to use them rationally and for necessary needs, and students with poor self-control are easily prone to consumptive behavior excessively. Therefore, the use of e-wallets should not be made a scapegoat for consumptive behavior, but rather as financial technology tools whose impact is mostly dependent on the person concerned's self-control, and it becomes essential to foster awareness and financial discipline among students to provide maximum benefit from using e-wallets without causing any negative effect on personal financial management. Keywords: E-wallet. Consumptive Behavior. Self Control. Studemt Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. PENDAHULUAN Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi pada era digital telah membawa perubahan signifikan dalam pola aktivitas ekonomi masyarakat. Salah satu inovasi yang menonjol adalah kehadiran financial technology . berupa dompet digital atau e-wallet. Layanan ini memfasilitasi transaksi nontunai yang praktis, cepat, dan efisien, sejalan dengan program Gerakan Nasional Non-Tunai (GNNT) yang dicanangkan Bank Indonesia pada tahun 2014 untuk mendorong masyarakat Bagi mahasiswa, khususnya generasi muda yang termasuk kategori digital native, penggunaan e-wallet menjadi bagian tak terpisahkan dari aktivitas sehari-hari, baik untuk keperluan akademik maupun kebutuhan personal. Meskipun memberikan manfaat dalam hal kecepatan dan keamanan, penggunaan e-wallet juga memunculkan konsekuensi terhadap pola konsumsi. Berbagai promo, diskon, dan cashback yang ditawarkan penyedia layanan sering kali mendorong mahasiswa melakukan pembelian di luar kebutuhan mendesak. Kondisi ini mengarah pada terbentuknya perilaku konsumtif, yaitu kecenderungan mengonsumsi barang atau jasa secara berlebihan demi memperoleh kepuasan Penelitian menunjukkan bahwa akses yang mudah serta promosi agresif dari penyedia ewallet berkontribusi pada peningkatan perilaku belanja impulsif di kalangan pengguna muda (Salsabila & Yulhendri. Fenomena Universitas Wahid Hasyim Semarang. Berdasarkan hasil wawancara awal, mahasiswa sendiri akui bahwa e-wallet memudahkan aktivitas transaksi seharihari, seperti pembayaran akademik, konsumsi sehari-hari. Akan tetapi, juga sadar bahwa terdapat penurunan impuls melandasarkan pada seseorang karena tuntutan masa sekarang. Situasi ini melahirkan dilema: pada satu sudut, ewallet berlaku sebagai alat transaksi masa modern yang ef Secara terdahulu terkait e-wallet dan perilaku konsumtif menunjukkan temuan yang (Utomo & Rahman, 2. menemukan bahwa e-wallet berpengaruh positif signifikan terhadap perilaku . Di sisi lain, beberapa mediasi seperti kontrol diri (Ningrum. Mariyam, & Hartono, 2. dan literasi keuangan (Santoso & M. Ramadhan. Riva Bintang Pratama, 2. yang terbukti memperlemah dampak negatif penggunaan e-wallet. Perbedaan temuan tersebut menunjukkan adanya research gap, yaitu ketidakonsistenan hasil empiris mengenai hubungan antara e-wallet dan Selain itu, juga terdapat fenomena gap pada konteks lokal. Banyak penelitian sebelum ini berhubungan dengan mahasiswa di universitas besar di Indonesia atau terhadap generasi Z pada umumnya (Salsabila & Yulhendri, 2. , tetapi penelitian khusus yang menyoroti mahasiswa Universitas Wahid Hasyim Semarang masih minim. Padahal, kelompok ini merupakan pengguna aktif e-wallet dengan pola konsumsi tertentu yang menarik untuk dibahas lebih lanjut. Karena itu, penelitian ini bertujuan imbasannya terhadap akhlak konsumtif mahasiswa Universitas Wahid Hasyim Semarang, sehingga dapat memberi kontribusi teoritis dalam pengayaan literatur serta kontribusi praktis bagi Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. mahasiswa dalam mengelola keuangan pribadi secara bijak di era digital. LANDASAN TEORI E-Wallet E-wallet merupakan salah satu bentuk inovasi dalam sektor teknologi memfasilitasi transaksi non-tunai melalui Menurut (HidayatunniAomah. Efendi, & Eni, 2. , e-wallet adalah aplikasi pada ponsel pintar yang berfungsi menyimpan uang elektronik, memungkinkan pengguna melakukan pembayaran tanpa perlu membawa uang tunai. Teknologi ini berkembang pesat seiring dengan kebijakan Gerakan Nasional Non-Tunai (GNNT) oleh Bank Indonesia yang mendorong masyarakat menuju cashless Keunggulan utama e-wallet terletak pada efisiensi, keamanan, serta kemudahan penggunaan dalam berbagai aktivitas, mulai dari pembayaran transportasi hingga belanja daring. Di Indonesia, penggunaan e-wallet terus meningkat dari tahun ke tahun. Statistik Bank Indonesia menunjukkan lonjakan signifikan jumlah transaksi uang elektronik, seiring dengan penetrasi internet dan gencarnya promosi oleh penyedia layanan. Penelitian (Nugraha & Fauzia, 2. menekankan bahwa e-wallet tidak hanya memudahkan aktivitas finansial, tetapi juga mulai Hal ini menandakan bahwa e-wallet tidak sekadar berfungsi sebagai alat transaksi, melainkan juga sebagai instrumen yang memengaruhi keputusan ekonomi individu, termasuk mahasiswa yang merupakan pengguna aktif layanan Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 Perilaku Konsumtif Perilaku konsumtif didefinisikan sebagai kecenderungan seseorang untuk membeli barang atau jasa melebihi dipengaruhi oleh faktor psikologis, sosial, maupun budaya. Dalam konteks mahasiswa, perilaku konsumtif kerap ditunjukkan melalui pembelian barangbarang sekunder atau mengikuti tren gaya hidup yang sebenarnya tidak esensial. Fenomena ini diperkuat oleh penelitian (Maharani & Hendrastomo, 2. yang menemukan bahwa eksposur terhadap konten beauty vlogger mendorong mahasiswi melakukan konsumsi berlebih terhadap produk kecantikan. Selain faktor eksternal, aspek internal seperti kontrol diri yang rendah juga turut mendorong perilaku konsumtif. Penelitian (Dheku & Goa, 2. menunjukkan bahwa mahasiswa pastoral berlebihan melalui online shop karena kemudahan akses e-commerce. Kondisi konsumtif tidak hanya dipengaruhi oleh lingkungan eksternal, tetapi juga oleh mengendalikan pengeluaran. Mahasiswa sebagai kelompok usia produktif yang masih mencari jati diri sering kali lebih rentan terhadap perilaku konsumtif karena dipengaruhi oleh tren, gaya hidup, serta tekanan sosial. Hubungan E-Wallet dengan Perilaku Konsumtif Sejumlah signifikan antara penggunaan e-wallet dengan perilaku konsumtif. (Utomo & Rahman, 2. menemukan bahwa penggunaan e-wallet berdampak positif terhadap perilaku pembelian impulsif mahasiswa, khususnya ketika mahasiswa dihadapkan pada promo dan cashback. Penelitian (Salsabila & Yulhendri, 2. juga menunjukkan bahwa penggunaan e- P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. wallet secara langsung berkontribusi pada peningkatan perilaku konsumtif generasi Z. Namun, hasil penelitian tidak selalu konsisten. Hal ini menunjukkan bahwa dampak e-wallet terhadap perilaku konsumtif dapat dipengaruhi oleh faktor lain, seperti lingkungan sosial, tingkat pendapatan, maupun preferensi individu. Dengan demikian, meskipun banyak bukti mendukung adanya pengaruh positif, masih terdapat research gap dalam menjelaskan mekanisme yang menghubungkan penggunaan e-wallet dengan perilaku konsumtif, terutama di kalangan mahasiswa dengan latar belakang berbeda. Peran Kontrol Diri Kendali diri juga adalah satu di antara elemen penting yang menjelaskan bagaimana para perserta tingkat kan tetap melalui jenis layanannya ini. Beberapa penelitian itu membuktiakan bahwaorang berpotensi lembek melihat pembelian dipertimbangkannya promo, cashback, atau potongan menggunakan layanannya. (Ningrum et al. , 2. membuktikan bahwa kendali diri meliputi sebagai pemantau mediasi diantara relasi penyebaran menggunakan layan Dengan demikian, ikler dapat dipahami sebagai penentu faktor yang membedakan arah pemanfaatan e-wallet. Lembaga yang mampu menggunakan ewallet berdasarkan disiplin di masa muda mampu menggunakan kelengkapan itu sebab-rahim, terbatasi pada kebutuhan esensial, dan menjauhi sikap belanja Di satu sisi, lembaga dengan disiplin lemah lebih mepet menggunakan e-wallet untuk memenuhi hawa nafsunya di masa segera, sehingga berpotensi Demikianlah, di bawah konteks penelitian ini, disiplin. METODOLOGI Penelitian ini termasuk penelitian jenis penelitian kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk memahami dengan mendalamlah penggunaan e-wallet dan bagaimana dampak penggunaannya terhadap perilaku konsumtif pada mahasiswa Universitas Wahid Hasyim Semarang. Subjek penelitian diputuskan dengan metode sampling purposive, atau hanya pada mahasiswa aktif yang bertaattyun serba-serbia menggunakan ewallet pada berbagai aktivitas sehariharinya dan siap menjadi responden. Data primer dikumpulkan melalui interview mendalam dengan referensi semi-terstruktur, dan data sekunder didapat melalui literatur terkait. Data menggunakan metode analisis tematik melalui pemfaran tahapannya, areduksi data, categorisasi tema dan penarikan HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitiannya bahwa universitas Universitas Wahid Hasyim Semarang efisiensi diutamakan, cepat sejak awal bila melaksanakan pembayaran dan barang-barang sehari-haritan tanpa Universitas melaporkan bahwa wallet elektronik itu menjadikan universitas mereka aman dan pada akhir-akhir ini sudah di permulaannya menggunakan wallet sejak pembayaran universitas. Penelitiannya penelitiannya Hidayat. Aini, & Fetrina pada tahun 2020 yang melaporkan bahwa wallet elektronik mendukung gaya hidup cashless society dengan memberi aksesibilitas dan. Namun, membawa konsekuensi terhadap Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. Ratusan jawaban sebesar adanya kecenderungan pembelian impuls, terutama bila saldo e-wallet terketuju atau bila terpapar promo seperti cashback, diskon, dan voucher Mahasiswa dipandang bahwa promo tersebut memberi untunguntung, namun di dunia nyata justru mendorong mereka membeli barang yang tidak mesti dibutuhkan, sehingga biaya semakin tinggi. Kondisi ini (Utomo & Rahman, 2. dan (Salsabila & Yulhendri, 2. yang membuktikan bahwa pemakaian. review abstain bahwa pengendalian diri sangatlah penting dalam menggunakan e-wallet agar tidak terjerumus di bentuk konsumtif. Penjawab yang lebih faal terkait pengendalian diri lebih mendorong menggunakan e-wallet pada dasar kebutuhan esensial, dan mampu hindari beli berlebihan. Fenomena ini seiring dengan temuan (Ningrum et , 2. bahwa pengendalian diri berlakukunci sebagai variabel mediasi yang mempengaruhi kekuatan relasi diantara e-wallet dan konsumtif Dengan demikian dapat dipahami bahwa bukanlah e-wallet konsumtif behavior, melainkan alat yang efeknya sangat tergantung pada apresiasi faal mahasiswa di sekitar. Peneliti menancantumkan tautan google drive yang berisi dokumen https://drive. com/file/d/181mK o5qDtTkBkUw3cuXpw2HfB32JEzfk/ view?usp=drivesdk . P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 kalangan mahasiswa Universitas Wahid Hasyim Semarang memberi manfaat yang jelas berupa efisiensi, kepraktisan, dan keamanan pembayaran, namun kecenderungan pembawaan konsumtif yang ditandai semakin meningkatnya beli impuls terutama disebabkan kemudahan akses saldo serta efek promosi digital bagaimanapun, hasil penelitian juga menyerlahkan bahwa impact e-wallet tidaklah seragam karena sejumlah sejumlah mahasiswa yang menjaga kendali diri indah mampu menggunakan e-wallet sebaik-baiknya dan hanya menutupi biaya-biaya subsisten saja, sedangkan mahasiswa dengan kendali diri rendah lebih tidak toleran terhadap pembawaan konsumtif berlebihan dan akhirnya dapat dikukuhkan bahwa ewallet bukanlah faktor satu-satunya pembawaan konsumtif, namun alat teknologi finansial yang efeknya sangat condong pada kemampuan subyek dibidang kendali diri masing-masing, dan UCAPAN TERIMA KASIH Segala puji penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT atas rahmat dan pertolongan-Nya sehingga penelitian ini dapat diselesaikan dengan baik. Penulis dengan tulus mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing yang selalu sabar memberikan arahan dan masukan selama proses penelitian. Ucapan terima kasih juga ditujukan kepada para responden yang telah meluangkan waktu dan berbagi informasi berharga, sehingga penelitian ini dapat terselesaikan dengan DAFTAR PUSTAKA