Prosiding SINAPTEK Volume 4 tahun 2021 | E-ISSN 2810-0867 PENERAPAN PRODUK PEMBELAJARAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN LITERASI DIGITAL DI SD NEGERI CATUR. KINTAMANI. BANGLI Komang TriantaA. Sang Made Widhi WigunaA. Nita Naga OctaviaA. Putu Brigita Ayu MelaniA. Ni Made Diana Erfiani5. Christimulia Purnama Trimurti6 Program Studi S1 Manajemen. Fakultas Ekonomika Bisnis dan Humaniora. Universitas Dhyana Pura. AProgram Studi Teknik Informatika. Fakultas Kesehatan Sains dan Teknologi. Universitas Dhyana Pura. Jl. Raya Padang Luwih Tegaljaya. Dalung. Kuta Utara. Bali. Indonesia Email:A18110131153@undhirabali. 1,2,3,5,6 ABSTRAK SD Negeri Catur adalah satu-satunya sekolah dasar yang ada di desa Catur. Negeri Catur memiliki seorang guru sebanyak tujuh orang dan memiliki siswa dari kelas satu sampai enam sebanyak 177 orang. Dalam proses pembelajaran di masa pandemi SD Catur hanya menggunakan media pembelajaran berupa whatsapp, sehingga proses pembelajaran jadi kurang efektif dan juga siswa tidak bisa berinteraksi secara langsung . dengan guru. Kami juga melakukan wawancara terhadap Kepala sekolah dan para guru tentang pembelajaran pada masa pandemi ini dan hasil dari wawancara kami kebanyakan para guru memiliki kendala yang sama yaitu : kurangnya pengetahuan murid, orang tua dan guru dalam menggunakan produk pembelajaran yang ditawarkan Kemendikbud seperti : zoom, google meet, google form, dan classroom. Karenanya, kami melakukan penerapan produk pembelajaran dengan cara melakukan pendampingan dan pelatihan terhadap guru, orang tua dan siswa untuk meningkatkan literasi digital di SD Negeri Catur. Kata Kunci: SD Negeri Catur. Produk Pembelajaran. Literasi digital. Pelatihan. Pendampingan Pendahuluan Salah satu indikator kategori suatu negara dapat disebut sebagai negara maju yaitu tingkat pendidikan. Sebab tingkat pendidikan yang tinggi dapat dengan mudah mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. SDM inilah kemudian yang dapat menjadikan negara tersebut maju dalam berbagai bidang sehingga dapat bersaing dengan negara-negara lainnya. Pendidikan merupakan bentuk latihan yang dilakukan berkepanjangan guna memperoleh kompetensi, pengetahuan serta keterampilan Keahlian pengetahuan tersebut dapat meningkat apabila dilakukan melalui membaca buku dan latihan secara terus-menerus (Subakti, 2. Melalui proses pendidikan diharapkan peserta didik dapat mengenal dirinya sendiri bahwa ia memiliki potensi melalui pengajaran atau pelatihan sehingga mampu berkembang sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Namun pada saat ini Covid-19 masih menjadi hal yang menggemparkan di seluruh dunia. Dalam mengurangi penyebaran penyakit Covid-19 upaya yang dilakukan pemerintah Indonesia untuk mengatasi pandemi ini yaitu: menjaga jarak, bekerja dari rumah dan belajar dari rumah (Hanik, 2. Virus Covid 19 mengakibatkan hampir semua aspek kehidupan, khususnya pada aspek pendidikan tidak dapat berjalan sebagai mana semestinya dan menjadi penghambat sekolah-sekolah untuk melakukan sekolah tatap muka secara offline (Subakti, 2. Dalam memenuhi hak peserta didik untuk memperoleh pendidikan selama pandemi Covid-19. Proses pembelajaran dilaksanakan dengan belajar dari rumah. Pijakan dari kegiatan belajar dari rumah ini adalah siswa dapat meneruskan materi dan sumber pembelajaran dengan bebas. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu proses ISSN: x-x Ae Tahun 2021 Prosiding SINAPTEK Volume 4 tahun 2021 | E-ISSN 2810-0867 pembelajaran jarak jauh dan memberi kemudahan dalam menyebarkan materi ke siswa (Kurniasari, 2. Literasi adalah salah satu hak asasi manusia yang menjadi pembelajaran dan Pendidikan bagi setiap orang sepanjang hayatnya (Nasiruddin, 2. Literasi pada umumnya berhubungan dengan kegiatan membaca dan menulis melalui bahan bacaan pada buku paket, akan tetapi dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat gaya literasi manual sudah agak sulit untuk diterapkan dimasyarakat. Maka dari itu munculah gaya literasi baru yang lebih modern dan praktis yaitu literasi digital. Literasi digital adalah pengetahuan dan kecakapan untuk menggunakan media digital dalam menemukan, mengevaluasi, menggunakan, membuat informasi, dan memanfaatkannya secara cermat dan patuh hukum . emendikbud, 2017 dalam (Mauludin & Cahyani, 2. Adapun menurut Gilster literasi digital merupakan kemampuan untuk memahami dan menggunakan informasi dalam berbagai format yang berasal dari berbagai sumber digital yang ditampilkan computer (Belshaw, 2011. dalam Nurjanah, dkk, 2017. SD Negeri Catur merupakan Sekolah Dasar yang terletak di desa Catur. Kintamani Bangli, dimana memiliki guru sebanyak tujuh orang dan memiliki siswa sebanyak 177 Di tengah pandemi ini SD Negeri Catur menerapkan proses pembelajaran melalui media berupa whatsapp. Dalam media whatsapp tersebut guru akan mengirimkan tugas dan materi, sehingga proses pembelajaran jadi kurang efektif dan juga siswa tidak bisa berinteraksi secara langsung . dengan guru. SD Negeri Catur belum menerapkan produk pembejaran yang direkomendasikan oleh Kemendikbud seperti: Zoom, google meet, google form, dan Classroom. Maka dari itu Untuk meningkatkan literasi digital dan juga membantu proses KBM secara online kami melakukan pendampingan dan pelatihan terhadap guru dan orang tua mengenai produk pembelajaran. Solusi dan Target Luaran Untuk mengatasi masalah yang ada di SD Negeri Catur, pertama kami melakukan wawancara terhadap 5 guru yaitu Made Reneng (Kepala Sekola. Ketut Sumarni (Wali kelas lim. Putu Widiana . ali kelas empa. Ketut Gucana (Wali Kelas tig. , dan Made Artawijaya (Wali Kelas du. Dari kelima narasumber tersebut masalah yang dihadapi yaitu masih minimnya pengetahuan tentang media atau produk pembelajaran yang bisa membantu dalam proses KBM (Kegiatan Belajar Mengaja. seperti: Zoom, google meet, google form, dan Classroom. Para guru belum menggunakan produk pembelajaran karena belum siapnya guru, orang tua, serta siswa dalam menggunakan media tersebut. Dari masalah tersebut solusi yang dapat kami berikan yaitu melakukan pendampingan dan pelatihan produk pembelajaran terhadap Guru. Orang Tua dan Siswa. Dengan target bahwa melalui pendampingan dan pelatihan ini guru, orang tua, dan siswa paham dalam menggunakan produk pembelajaran sehingga sekolah dapat menggunakan media seperti: Zoom, google meet, google form, dan Classroom dalam proses KBM (Kegiatan Belajar Mengaja. dari rumah. Metode Pengabdian ini dilakukan di SD Negeri Catur. Langkah-langkah pelaksanaan Melakukan wawancara terhadap para guru mengenai kendala yang dihadapi selama pandemi dalam proses KBM. a Melakukan pelatihan dan pendampingan terhadap para Guru. Orang Tua dan Siswa. b Melakukan pre-test terhadap guru dan orang tua mengenai produk pembelajaran c Memberikan pemahaman mengenai produk pembelajaran seperti:Zoom, google meet, google form, dan Classroom. d Melakukan pelatihan secara langsung mengenai cara membuat akun google, akun produk pembelajaran, dan praktek penggunaan produk pembelajaran tersebut e Melakukan post-test terhadap guru dan orang tua mengenai pemahaman yang diberikan oleh mahasiswa. ISSN: x-x Ae Tahun 2021 Prosiding SINAPTEK Volume 4 tahun 2021 | E-ISSN 2810-0867 Hasil dan Pembahasan Dari hasil data Pre-test pendampingan produk pembelajaran digital yang dilakukan di SD Negeri Catur, sebagian besar bahkan hampir semua orang tua dan guru siswa mempunyai perangkat berupa smartphone sebagai alat dalam proses belajar mengajar selama pandemi. Namun, orang tua siswa kurang mengetahui produk-produk pembelajaran digital yang direkomendasikan oleh Kemendikbud seperti zoom, google meet, google classroom dan google form. Selama pandemi, media yang digunakan dalam proses pembelajaran siswa di sekolah hanya menggunakan media berupa whatsapp. Hal tersebut menjadikan pembelajaran siswa di rumah menjadi kurang efektif. Sehingga orang tua siswa lebih memilih pembelajaran tatap muka dibandingkan dengan belajar di Kemudian kurangnya pengawasan orang tua juga yang menyebabkan turunnya minat belajar siswa di rumah karena dengan kesibukan orang tua mereka yang sebagian besar berkecimpung sebagai petani. Tabel 1. Pengetahuan Guru dan Orang Tua Siswa Tentang Produk Pembelajaran dari Kemedikbud di SD Negeri Catur. Kegiatan Pre-test (%) Post-test (%) Penyampaian fitur-fitur 25 dalam zoom Penyampaian fitur-fitur 25 dalam google meet Penyampaian fitur-fitur 30 dalam google classroom Penyampaian fitur-fitur 20 dalam google form Rata- Rata Gambar 1. Kegiatan Wawancara bersama Kepala Sekolah dan Para Guru di ISSN: x-x Ae Tahun 2021 Prosiding SINAPTEK Volume 4 tahun 2021 | E-ISSN 2810-0867 SD Negeri Catur. Gambar 2. Kegiatan Pendampingan dan Pelatihan Kepada Para Guru dan Orang Tua Murid di SD Negeri Catur Berdasarkan data table post-test diatas menjelaskan bahwa dari diadakannya pendampingan produk pembelajaran digital di SD Negeri Catur, presentase menunjukan orang tua siswa dan guru sudah mulai mengetahui produk-produk pembelajaran digital, yang mana pada awalnya mereka masih sangat awam dengan hal tersebut, menjadi lebih paham dan sadar akan digitalisasi dalam proses belajar mengajar. Sehingga diharapkan siswa dapat belajar bertatap muka walaupun secara daring. Kesimpulan Hasil pendampingan dan pelatihan mengenai penerapan produk pembelajaran dalam upaya meningkatkan literasi digital di SD Negeri Catur. Kintamani. Bangli cukup Berdasarkan hasil pre-test dan post-test dapat ditarik kesimpulan bahwa pengabdian cukup berhasil dengan adanya peningkatan pemahaman dan pengetahuan masyarakat terhadap produk pembelajaran dari Kemendikbud dengan presentase 50% . Sekarang tergantung dari pihak sekolah, apakah akan menerapkan salah satu produk pembelajaran atau tidak yang direkomendasikan oleh Kemendikbud dalam proses KBM nya. Kami berharap dengan pendampingan dan pelatihan yang telah kami lakukan proses KBM di SD Negeri Catur dapat dilakukan secara tatap muka walaupun secara daring sehingga proses pembelajaran menjadi lebih efektif lagi. Daftar Pustaka