Jurnal Pendidikan. Bahasa dan Budaya Volume 4 Nomor 1 Maret 2025 e-ISSN : 2962-1143. p-ISSN : 2962-0864. Hal. DOI: https://doi. org/10. 55606/jpbb. Available online at: https://journal. id/index. php/jpbb Pengaruh Literasi Digital Terhadap Psikologi Anak Sekolah Dasar Khairin Revalia Ramadhani1*. Adrias2. Aissy Putri Zulkarnaini3 Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Padang. Indonesia Dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Padang. Indonesia Email : revasyafni23@gmail. com1 , adrias@fip. id2, aissyputri@unp. Korespondensi penulis : revasyafni23@gmail. Abstract. Digital literacy plays an important role in the psychological development of elementary school children, both from cognitive, social, and emotional aspects. This study aims to analyze the influence of digital literacy on child psychology by highlighting the positive and negative impacts it causes. The research method used is a literature review with reference to various previous studies on digital literacy and its development in The results of the study show that digital literacy can improve critical thinking skills, creativity, and expand children's social interactions. In addition, access to technology can also help children understand the world more broadly and increase empathy for social issues. However, excessive use of digital technology without adequate supervision can have negative impacts, such as addiction to gadgets, decreased social interaction, and impaired concentration in learning. Exposure to age-inappropriate content and the risk of cyberbullying are also threats to children's mental health. Therefore, an active role of parents, educators, and policymakers is needed in supervising and guiding children in using digital technology wisely. This study confirms that digital literacy has a complex impact on child psychology. With proper guidance and supervision, the benefits of digital literacy can be optimized, while the negative impact can be minimized. Therefore, a balanced approach in the application of digital literacy is needed to support the optimal development of children's psychology. Keywords: Digital, literacy, child, psychology, gadget addiction. Abstrak. Literasi digital memainkan peran penting dalam perkembangan psikologi anak sekolah dasar, baik dari aspek kognitif, sosial, maupun emosional. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi digital terhadap psikologi anak dengan menyoroti dampak positif dan negatif yang ditimbulkannya. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian literatur dengan mengacu pada berbagai penelitian terdahulu mengenai literasi digital dan perkembangannya pada anak-anak. Hasil kajian menunjukkan bahwa literasi digital dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta memperluas interaksi sosial anak. Selain itu, akses terhadap teknologi juga dapat membantu anak dalam memahami dunia secara lebih luas dan meningkatkan empati terhadap isu-isu sosial. Namun, penggunaan teknologi digital yang berlebihan tanpa pengawasan yang memadai dapat menimbulkan dampak negatif, seperti kecanduan gawai, penurunan interaksi sosial, serta gangguan konsentrasi dalam belajar. Paparan terhadap konten yang tidak sesuai usia serta risiko cyberbullying juga menjadi ancaman bagi kesehatan mental anak. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif dari orang tua, pendidik, dan pembuat kebijakan dalam mengawasi serta membimbing anak dalam menggunakan teknologi digital secara bijak. Penelitian ini menegaskan bahwa literasi digital memiliki dampak yang kompleks terhadap psikologi anak. Dengan bimbingan dan pengawasan yang tepat, manfaat literasi digital dapat dioptimalkan, sementara dampak negatifnya dapat diminimalkan. Oleh karena itu, pendekatan yang seimbang dalam penerapan literasi digital sangat diperlukan guna mendukung perkembangan psikologi anak secara optimal. Kata kunci: Literasi, digital, psikologi, anak, kecanduan gawai. PENDAHULUAN Perkembangan teknologi digital telah mengubah berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk dalam dunia pendidikan. Anak-anak sekolah dasar saat ini tumbuh dalam lingkungan yang kaya akan teknologi, di mana akses terhadap perangkat digital seperti smartphone, tablet, dan komputer semakin mudah diperoleh. Hal ini membawa tantangan baru bagi dunia Received Februari 19, 2025. Revised Maret 09, 2025. Accepted Maret 25, 2025. Published Maret 30, 2025 Pengaruh Literasi Digital Terhadap Psikologi Anak Sekolah Dasar pendidikan dan psikologi anak, karena literasi digital menjadi keterampilan yang semakin penting dalam kehidupan sehari-hari (Ng, 2. Namun, di balik manfaatnya, penggunaan teknologi digital yang tidak terkontrol dapat berdampak negatif terhadap perkembangan psikologis anak, baik dalam aspek kognitif, emosional, maupun sosial (Setiadi et al. , 2. Literasi digital mencakup kemampuan dalam mengakses, memahami, mengevaluasi, dan menggunakan informasi digital secara bijak. Anak-anak yang memiliki literasi digital yang baik dapat memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan proses pembelajaran, memperluas wawasan, dan mengembangkan kreativitas mereka (Resti et al. , 2. Namun, tanpa bimbingan yang tepat, paparan teknologi digital juga dapat menimbulkan risiko, seperti kecanduan gawai, penurunan interaksi sosial, serta gangguan konsentrasi yang dapat berdampak pada prestasi akademik anak (Gottschalk, 2. Oleh karena itu, penting untuk memahami bagaimana literasi digital memengaruhi psikologi anak sekolah dasar agar dapat mengoptimalkan dampak positifnya dan meminimalkan potensi risikonya. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penggunaan teknologi digital yang terarah dapat membantu meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah pada anak (Livingstone & Helsper, 2. Berbagai aplikasi edukatif dan platform pembelajaran daring memungkinkan anak-anak memperoleh informasi dengan lebih interaktif dan menyenangkan, sehingga meningkatkan motivasi belajar mereka. Selain itu, literasi digital juga dapat membantu anak dalam mengembangkan keterampilan sosial melalui komunikasi daring yang positif, seperti diskusi akademik atau kerja sama dalam proyek kelompok secara virtual (Chaudron et al. , 2. Namun, di sisi lain, anak-anak yang terlalu sering menggunakan perangkat digital tanpa pengawasan yang baik berisiko mengalami dampak negatif, seperti kecanduan layar dan gangguan tidur. Studi menunjukkan bahwa anak yang menghabiskan waktu lebih dari empat jam per hari di depan layar cenderung mengalami masalah tidur, mudah cemas, dan memiliki tingkat stres yang lebih tinggi dibandingkan anak yang penggunaan teknologinya lebih terkendali (Twenge et al. , 2. Ketidakseimbangan antara aktivitas digital dan kegiatan fisik juga dapat menyebabkan penurunan kesehatan fisik serta gangguan emosi. Selain itu, paparan terhadap konten digital yang tidak sesuai dengan usia anak dapat berdampak buruk terhadap perkembangan psikologis mereka. Anak-anak yang sering melihat konten kekerasan atau perilaku negatif di internet lebih rentan menunjukkan perilaku agresif serta kesulitan dalam mengontrol emosi (Gentile et al. , 2. Kurangnya pemahaman terhadap etika digital juga dapat membuat anak terlibat dalam perilaku negatif di dunia maya, seperti cyberbullying atau penyebaran informasi yang tidak akurat. Oleh karena itu, penting bagi orang JPBB - VOLUME. NOMOR. MARET 2025 e-ISSN : 2962-1143. p-ISSN : 2962-0864. Hal. tua dan pendidik untuk mengajarkan anak tentang literasi digital secara menyeluruh, termasuk aspek etika dan keamanan dalam menggunakan teknologi digital. Pentingnya peran orang tua dalam membimbing anak dalam penggunaan teknologi digital juga ditekankan dalam berbagai penelitian. Orang tua yang aktif dalam mengontrol dan mengawasi penggunaan teknologi anak dapat membantu mengurangi dampak negatif serta meningkatkan manfaat literasi digital (Orben et al. , 2. Beberapa strategi yang dapat diterapkan antara lain membatasi waktu layar, memilih konten yang sesuai, serta mendorong anak untuk tetap aktif dalam kegiatan non-digital, seperti bermain di luar rumah atau membaca buku fisik. Dengan demikian, anak-anak dapat memperoleh manfaat dari teknologi tanpa harus menghadapi dampak negatif yang berlebihan. Pendidikan literasi digital di sekolah juga menjadi faktor penting dalam membentuk kebiasaan digital yang sehat bagi anak-anak. Guru dapat mengajarkan keterampilan literasi digital melalui kurikulum yang mengajarkan cara berpikir kritis dalam menilai informasi, memahami etika dalam berinternet, serta mengelola penggunaan teknologi secara seimbang. Dengan adanya pendidikan literasi digital yang baik, anak-anak dapat lebih siap dalam menghadapi tantangan di era digital dan mampu menggunakan teknologi secara produktif. Berdasarkan berbagai temuan di atas, dapat disimpulkan bahwa literasi digital memiliki dampak yang signifikan terhadap psikologi anak sekolah dasar. Dengan bimbingan yang tepat, literasi digital dapat menjadi alat yang bermanfaat bagi perkembangan kognitif, emosional, dan sosial anak. Namun, tanpa pengawasan yang memadai, penggunaan teknologi digital juga dapat menimbulkan berbagai risiko yang berdampak negatif terhadap kesehatan mental dan sosial anak. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana literasi digital memengaruhi psikologi anak sekolah dasar serta memberikan rekomendasi tentang strategi terbaik dalam mengoptimalkan manfaatnya dan mengurangi potensi dampak METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Studi literatur dipilih karena memungkinkan peneliti untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menginterpretasikan berbagai temuan dari penelitian sebelumnya yang membahas pengaruh literasi digital terhadap psikologi anak sekolah dasar. Sumber data utama dalam penelitian ini berasal dari jurnal ilmiah, buku akademik, serta laporan penelitian yang diterbitkan dalam lima tahun terakhir . 8Ae2. untuk memastikan relevansi dan keakuratan informasi yang digunakan (Krippendorff, 2. Pengaruh Literasi Digital Terhadap Psikologi Anak Sekolah Dasar Kriteria inklusi dalam penelitian ini meliputi literatur yang membahas keterkaitan antara literasi digital dan perkembangan psikologi anak, khususnya dalam aspek kognitif, emosional, dan sosial. Sumber yang digunakan mencakup penelitian empiris yang dilakukan pada anak-anak usia sekolah dasar, dengan fokus pada manfaat dan risiko yang ditimbulkan oleh penggunaan teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari. Sementara itu, kriteria eksklusi mencakup penelitian yang hanya membahas aspek teknologi tanpa menyoroti dampaknya terhadap psikologi anak, serta literatur yang tidak berbasis data empiris atau tidak melewati proses peer-review (Orben et al. , 2. Pengumpulan data dilakukan melalui pencarian literatur di berbagai database akademik seperti Google Scholar. PubMed. ScienceDirect, dan Springer. Kata kunci yang digunakan dalam pencarian meliputi "literasi digital anak," "psikologi anak sekolah dasar," "pengaruh teknologi terhadap anak," dan "digital literacy in elementary students. " Setelah data terkumpul, peneliti melakukan seleksi berdasarkan relevansi, kredibilitas sumber, serta kesesuaian dengan tujuan penelitian. Literatur yang terpilih kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi . ontent analysi. untuk mengidentifikasi pola, temuan utama, serta hubungan antara literasi digital dan aspek psikologi anak (Krippendorff, 2. Analisis data dilakukan dengan mengategorikan dampak literasi digital terhadap psikologi anak ke dalam dua kelompok utama, yaitu dampak positif dan dampak negatif. Dampak positif mencakup peningkatan keterampilan kognitif, kreativitas, dan kemampuan sosial anak dalam lingkungan digital. Sementara itu, dampak negatif meliputi kecanduan gawai, gangguan konsentrasi, serta risiko paparan konten yang tidak sesuai usia. Kategorisasi ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang jelas mengenai sejauh mana literasi digital dapat berkontribusi terhadap perkembangan psikologis anak serta faktor-faktor yang mempengaruhinya (Twenge et al. , 2. Untuk meningkatkan validitas hasil penelitian, triangulasi sumber dilakukan dengan membandingkan berbagai temuan dari penelitian yang berbeda. Hasil analisis kemudian disesuaikan dengan teori psikologi perkembangan anak untuk memahami dampaknya secara lebih mendalam. Dengan pendekatan ini, penelitian diharapkan dapat memberikan wawasan yang komprehensif tentang pengaruh literasi digital terhadap psikologi anak sekolah dasar serta memberikan rekomendasi yang berbasis bukti dalam mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital bagi anak-anak. JPBB - VOLUME. NOMOR. MARET 2025 e-ISSN : 2962-1143. p-ISSN : 2962-0864. Hal. PEMBAHASAN Dampak Positif Literasi Digital terhadap Psikologi Anak Literasi digital memberikan berbagai manfaat bagi perkembangan psikologi anak sekolah dasar, terutama dalam aspek kognitif, sosial, dan emosional. Dalam aspek kognitif, literasi digital membantu anak mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan Berbagai platform pembelajaran daring dan aplikasi edukatif memungkinkan anak untuk mengeksplorasi konsep-konsep baru dengan cara yang lebih interaktif dan Menurut Chaudron et al. , penggunaan teknologi dalam pendidikan dapat meningkatkan pemahaman konsep akademik karena anak-anak lebih mudah menyerap informasi melalui media visual dan interaktif. Selain itu, dengan adanya akses ke berbagai sumber belajar secara digital, anak-anak dapat belajar secara mandiri dan mengembangkan keterampilan literasi informasi yang lebih baik. Selain meningkatkan kemampuan kognitif, literasi digital juga berdampak positif terhadap kreativitas anak. Teknologi digital menyediakan berbagai alat yang memungkinkan anak untuk mengekspresikan diri melalui seni, musik, atau bahkan pemrograman. Platform seperti aplikasi menggambar digital, pembuatan animasi, atau coding untuk anak-anak dapat membantu mereka mengembangkan imajinasi dan kemampuan inovatif mereka. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Gottschalk . , anak-anak yang aktif menggunakan aplikasi berbasis kreativitas menunjukkan peningkatan dalam kemampuan berpikir divergen, yaitu kemampuan untuk menghasilkan berbagai solusi untuk satu permasalahan. Dengan demikian, literasi digital tidak hanya meningkatkan keterampilan akademik tetapi juga mendorong anak untuk menjadi lebih inovatif dalam menyelesaikan masalah. Dari aspek sosial, literasi digital juga dapat memperluas interaksi sosial anak, baik dalam lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Berbagai platform komunikasi seperti forum edukatif, kelas virtual, dan permainan daring yang bersifat kolaboratif memungkinkan anak untuk berinteraksi dengan teman sebaya dari berbagai latar belakang. Studi yang dilakukan oleh Livingstone dan Helsper . menunjukkan bahwa anak-anak yang terbiasa menggunakan teknologi digital dalam berinteraksi cenderung memiliki keterampilan komunikasi yang lebih baik dibandingkan dengan anak-anak yang kurang terpapar teknologi. Hal ini disebabkan oleh kemampuan mereka dalam mengartikulasikan pemikiran, mengelola percakapan, dan memahami norma sosial dalam komunikasi daring. Selain itu, literasi digital juga berperan dalam meningkatkan empati dan kesadaran sosial anak. Dalam lingkungan digital, anak dapat mengakses berbagai informasi tentang isuisu global, seperti perubahan iklim, kesejahteraan sosial, atau keberagaman budaya. Paparan Pengaruh Literasi Digital Terhadap Psikologi Anak Sekolah Dasar terhadap berbagai perspektif dan pengalaman orang lain dapat membantu anak mengembangkan pemahaman yang lebih luas tentang dunia serta meningkatkan rasa empati Orben et al. menyatakan bahwa anak-anak yang sering terlibat dalam kegiatan edukatif berbasis digital, seperti menonton dokumenter atau mengikuti forum diskusi tentang isu sosial, menunjukkan tingkat kepedulian sosial yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang hanya menggunakan teknologi untuk hiburan semata. Dari aspek emosional, literasi digital dapat membantu anak mengelola emosi mereka dengan lebih baik. Beberapa aplikasi dirancang khusus untuk membantu anak memahami dan mengelola perasaan mereka, seperti aplikasi meditasi untuk anak-anak atau permainan edukatif yang mengajarkan keterampilan sosial-emosional. Studi oleh Twenge et al. menunjukkan bahwa anak-anak yang terbiasa menggunakan teknologi digital dengan cara yang sehat memiliki tingkat kecemasan dan stres yang lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak memiliki akses terhadap teknologi atau yang menggunakannya secara berlebihan. Dengan demikian, penggunaan teknologi yang seimbang dan bertanggung jawab dapat membantu anak dalam mengembangkan regulasi emosi yang lebih baik. Namun, agar dampak positif literasi digital ini dapat terwujud secara optimal, diperlukan bimbingan dan pengawasan dari orang tua serta pendidik. Literasi digital bukan hanya tentang kemampuan teknis dalam mengoperasikan perangkat digital, tetapi juga tentang bagaimana anak dapat menggunakan teknologi secara etis dan bertanggung jawab. Menurut Resti et al. , anak-anak yang mendapatkan bimbingan dalam literasi digital sejak dini lebih mampu menghindari risiko seperti kecanduan layar atau cyberbullying. Oleh karena itu, peran orang tua dan guru sangat penting dalam memberikan edukasi yang tepat mengenai penggunaan teknologi digital agar anak-anak dapat memperoleh manfaat maksimal dari literasi digital tanpa harus menghadapi dampak negatif yang merugikan. Secara keseluruhan, literasi digital memiliki dampak positif yang signifikan terhadap psikologi anak sekolah dasar, terutama dalam aspek kognitif, sosial, dan emosional. Dengan penggunaan yang tepat dan bimbingan yang memadai, teknologi digital dapat menjadi alat yang sangat bermanfaat dalam mendukung perkembangan anak secara menyeluruh. Oleh karena itu, penting bagi semua pihak, termasuk orang tua, pendidik, dan pembuat kebijakan, untuk memastikan bahwa anak-anak mendapatkan pendidikan literasi digital yang baik agar dapat mengoptimalkan manfaat teknologi dalam kehidupan mereka. JPBB - VOLUME. NOMOR. MARET 2025 e-ISSN : 2962-1143. p-ISSN : 2962-0864. Hal. Dampak Negatif Literasi Digital terhadap Psikologi Anak Meskipun literasi digital memiliki banyak manfaat bagi perkembangan anak, penggunaan teknologi digital yang tidak terkontrol dapat menimbulkan dampak negatif terhadap psikologi anak sekolah dasar. Salah satu dampak yang paling umum adalah kecanduan Anak-anak yang terlalu sering menggunakan perangkat digital cenderung mengalami kesulitan dalam mengatur waktu dan mengembangkan kebiasaan belajar yang disiplin. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Twenge et al. , anak-anak yang menghabiskan lebih dari empat jam per hari di depan layar memiliki risiko lebih tinggi mengalami kecanduan digital, yang dapat memengaruhi kesehatan mental dan emosional mereka. Kecanduan gawai juga dapat menyebabkan gangguan tidur karena anak-anak sering kali mengakses perangkat digital hingga larut malam, yang berdampak pada kualitas dan durasi tidur mereka. Selain kecanduan gawai, dampak negatif lain dari literasi digital yang tidak terkontrol adalah penurunan interaksi sosial di dunia nyata. Anak-anak yang terlalu fokus pada perangkat digital sering kali mengalami kesulitan dalam berkomunikasi secara langsung dengan teman sebaya atau anggota keluarga. Livingstone dan Helsper . menemukan bahwa anak-anak yang lebih sering berinteraksi melalui platform digital memiliki tingkat keterampilan sosial yang lebih rendah dibandingkan mereka yang lebih sering berinteraksi secara langsung. Ketergantungan pada komunikasi daring juga dapat mengurangi kemampuan anak dalam membaca ekspresi wajah dan bahasa tubuh, yang merupakan aspek penting dalam membangun hubungan interpersonal yang sehat. Dampak negatif lainnya adalah meningkatnya risiko gangguan konsentrasi dan penurunan prestasi akademik. Paparan berlebihan terhadap media digital dapat mengganggu fokus anak dalam menyelesaikan tugas sekolah dan belajar secara mandiri. Gottschalk . menyatakan bahwa anak-anak yang sering multitasking dengan perangkat digital, seperti bermain game atau menonton video sambil belajar, cenderung memiliki tingkat perhatian yang lebih rendah dan kesulitan dalam menyelesaikan tugas akademik. Selain itu, kebiasaan mengonsumsi konten digital yang bersifat cepat dan instan, seperti video pendek atau media sosial, dapat mengurangi kemampuan anak untuk berpikir mendalam dan mempertahankan fokus dalam jangka waktu yang lebih lama. Selain aspek kognitif dan sosial, dampak negatif literasi digital juga dapat berpengaruh terhadap kesehatan mental anak. Paparan terhadap konten yang tidak sesuai usia, seperti kekerasan, ujaran kebencian, atau cyberbullying, dapat meningkatkan tingkat kecemasan dan stres pada anak. Menurut penelitian Gentile et al. , anak-anak yang sering melihat konten kekerasan di internet lebih cenderung menunjukkan perilaku agresif dan memiliki tingkat Pengaruh Literasi Digital Terhadap Psikologi Anak Sekolah Dasar kecemasan yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak terpapar konten tersebut. Cyberbullying juga menjadi ancaman serius bagi anak-anak yang aktif di dunia maya. Korban cyberbullying sering mengalami perasaan takut, rendah diri, dan bahkan depresi akibat tekanan sosial yang mereka alami di lingkungan digital (Orben et al. , 2. Untuk mengurangi dampak negatif ini, diperlukan peran aktif dari orang tua dan pendidik dalam memberikan pendampingan dan bimbingan terkait penggunaan teknologi Salah satu strategi yang dapat diterapkan adalah dengan menetapkan batasan waktu penggunaan perangkat digital agar anak tetap memiliki keseimbangan antara aktivitas daring dan luring. Selain itu, orang tua dan guru perlu memberikan edukasi mengenai etika digital, seperti cara berinteraksi dengan sopan di dunia maya, menghindari penyebaran informasi palsu, dan melindungi privasi pribadi. Dengan adanya pengawasan yang baik, anak-anak dapat memanfaatkan literasi digital secara positif tanpa harus mengalami dampak negatif yang dapat menghambat perkembangan psikologi mereka. Secara keseluruhan, meskipun literasi digital membawa banyak manfaat, penggunaan teknologi digital yang berlebihan atau tidak terarah dapat menyebabkan berbagai masalah psikologis pada anak sekolah dasar. Oleh karena itu, keseimbangan antara manfaat dan risiko dari literasi digital harus diperhatikan dengan serius oleh semua pihak yang terlibat dalam pendidikan dan pengasuhan anak. PENUTUP Literasi digital memiliki pengaruh yang signifikan terhadap psikologi anak sekolah dasar, baik dalam aspek kognitif, sosial, maupun emosional. Di satu sisi, literasi digital dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, serta memperluas interaksi sosial anak melalui berbagai platform edukatif dan komunikasi daring. Teknologi digital juga membantu anak dalam memahami dunia dengan lebih luas serta mengembangkan empati terhadap isu-isu Dengan pemanfaatan yang tepat, literasi digital dapat menjadi alat yang efektif dalam mendukung perkembangan psikologis anak secara positif. Namun, di sisi lain, penggunaan teknologi digital yang tidak terkontrol dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti kecanduan gawai, gangguan konsentrasi, serta penurunan interaksi sosial di dunia nyata. Anak-anak yang terlalu sering terpapar perangkat digital juga berisiko mengalami tekanan psikologis akibat cyberbullying dan konten yang tidak sesuai usia. Selain itu, kebiasaan multitasking dengan teknologi dapat menghambat kemampuan anak dalam berpikir mendalam dan mempertahankan fokus dalam pembelajaran. Oleh karena itu, penting bagi orang tua dan pendidik untuk memberikan pendampingan dalam JPBB - VOLUME. NOMOR. MARET 2025 e-ISSN : 2962-1143. p-ISSN : 2962-0864. Hal. penggunaan teknologi agar anak dapat memperoleh manfaatnya tanpa harus menghadapi risiko yang merugikan. Sebagai langkah ke depan, diperlukan upaya kolaboratif antara orang tua, guru, dan pembuat kebijakan untuk memastikan bahwa literasi digital diterapkan secara seimbang dan bertanggung jawab. Pendidikan mengenai etika digital dan pengelolaan waktu dalam penggunaan teknologi harus diperkenalkan sejak dini agar anak dapat mengembangkan kebiasaan yang sehat dalam berinteraksi dengan dunia digital. Dengan pengawasan yang baik dan pendekatan yang tepat, literasi digital dapat menjadi aset berharga dalam mendukung perkembangan anak secara optimal, sekaligus meminimalkan potensi dampak negatif terhadap psikologi mereka. DAFTAR PUSTAKA