Indonesian Journal of Arabic Education and Learning Vol. No. | pp. 35-55 | doi: 10. 58363/ijael /x. Analisis Kesalahan Berbahasa Arab pada Ketrampilan Berbicara dalam Debat Bahasa Arab di Indonesia Ilham Fatkhu Romadhon Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Indonesia Received: 28 June 2025 Accepted: 23 July 2025 Published: 5 August 2025 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan berbahasa Arab pada keterampilan berbicara dalam debat bahasa Arab mahasiswa di Indonesia. Fokus utama adalah mengidentifikasi jenis-jenis kesalahan yang paling sering terjadi, faktor-faktor penyebabnya, serta implikasinya bagi pengajaran bahasa Arab. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui observasi rekaman video debat bahasa Arab dan wawancara dengan Analisis dilakukan dengan metode Error Analysis yang meliputi pengumpulan sampel, identifikasi, klasifikasi, penjelasan, dan evaluasi kesalahan. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesalahan dari aspek morfologis, sintaksis, leksikal, semantik, fonologis, dan pragmatik. Faktor-faktor penyebab meliputi penguasaan kaidah yang belum memadai, interferensi bahasa ibu, kurangnya praktik berbicara, tekanan psikologis, dan keterbatasan kosakata. Kesalahan ini berdampak pada penyampaian pesan, kelancaran berbicara, percaya diri, pemahaman lawan bicara, kredibilitas pembicara, berpikir kritis, pengelolaan debat, retorika, penguasaan materi, penampilan, dan kemampuan menanggapi lawan Kata Kunci: Kesalahan Berbahasa. Kompetensi Berbicara. Debat Bahasa Arab. Introduction Keterampilan berbahasa Arab merupakan salah satu aspek penting dalam pembelajaran bahasa di Indonesia, terutama bagi mahasiswa yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi yang memiliki program studi bahasa Arab. Menurut data dari Kementerian Agama, jumlah mahasiswa yang mempelajari bahasa Arab di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya, menunjukkan minat yang tinggi terhadap penguasaan bahasa ini (Indonesia, 2. Dalam konteks pendidikan bahasa Arab, debat bahasa Arab menjadi salah satu metode yang efektif untuk melatih keterampilan berbicara dan berpikir kritis mahasiswa (Ninoersy & Akmal. Melalui debat, mahasiswa dapat mengasah kemampuan mereka dalam menyampaikan argumen, mendengarkan dengan kritis, dan merespons secara tepat (Ibrahim & Ali, 2. Namun, dalam praktiknya, terdapat banyak kesalahan berbahasa yang sering muncul saat mahasiswa berpartisipasi dalam debat bahasa Arab. Kesalahankesalahan ini mencakup berbagai aspek linguistik seperti fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik. Kesalahan-kesalahan ini tidak hanya mempengaruhi kelancaran komunikasi, tetapi juga dapat menghambat proses pembelajaran bahasa secara keseluruhan. Studi oleh Brown . menunjukkan bahwa analisis kesalahan berbahasa dapat memberikan wawasan yang berharga bagi pengembangan strategi pengajaran yang lebih efektif (Brown, 2. Memahami kesalahan-kesalahan umum dapat membantu pendidik menyesuaikan metode Please cite this article as Ilham Fatkhu Romadhon, "Analisis Kesalahan Berbahasa Arab pada Ketrampilan Berbicara dalam Debat Bahasa Arab di Indonesia," IJAEL 1. No. : 35-55. DOI: https://doi. org/10. 58363/ijael. 36 | Ilham Fatkhu Romadhon pengajaran mereka untuk mengatasi tantangan linguistik spesifik yang dihadapi oleh para pelajar. Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan pentingnya memahami dan mengatasi kesalahan berbahasa dalam konteks kemahiran berbicara dan pembelajaran bahasa Arab. Misalnya, sebuah studi di Malaysia mengidentifikasi kesalahan umum dalam pengucapan fonetik bahasa Arab oleh mahasiswa yang berpartisipasi dalam debat, dengan fokus pada konsonan seperti Ha. Ain. Qaf. Tha. Dhad. Kha, dan Sad (Majdan Paharal et al. , 2. Penelitian lain di Indonesia menemukan bahwa kesalahan tata bahasa seperti idafa, kesalahan kala, dan subjekverb agreement sering terjadi dalam tulisan mahasiswa tahun kedua(Adila, 2. Selain itu, studi tentang kesalahan ejaan dalam bahasa Arab menunjukkan perlunya pendekatan khusus untuk menangani kesalahan penghapusan spasi, yang sering diabaikan dalam algoritma koreksi ejaan tradisional (Yousfi Abdellah. Aourach Si Lhoussain. Gueddah Hicham, 2. Meskipun metode debat bahasa Arab telah banyak digunakan dan diakui sebagai salah satu strategi yang efektif untuk mengasah keterampilan berbicara, terdapat kesenjangan konseptual dalam penelitian tentang kesalahan berbahasa Arab merupakan aspek yang sangat penting untuk diperhatikan. Selama ini, banyak penelitian di bidang ini lebih berfokus pada keterampilan menulis daripada keterampilan berbicara. Hal ini menciptakan ketidakseimbangan dalam pemahaman kita tentang berbagai aspek pembelajaran bahasa Arab, terutama ketika kita mempertimbangkan bahwa keterampilan berbicara memiliki karakteristik dan tantangan yang sangat berbeda dari keterampilan menulis (Xie & Jiang, 2. Dalam konteks pembelajaran bahasa, keterampilan menulis dan berbicara sering dianggap sebagai dua sisi dari satu mata uang. Namun, realitasnya jauh lebih kompleks. Keterampilan berbicara melibatkan elemen-elemen yang tidak ada dalam keterampilan menulis, seperti intonasi, tekanan suara, kefasihan, dan kemampuan untuk merespons secara spontan dalam interaksi langsung. Selain itu, dalam berbicara, pelajar bahasa Arab harus mengatasi tekanan waktu dan sosial yang tidak ada dalam tugas menulis. Mereka harus merumuskan pikiran mereka dengan cepat, mengucapkannya dengan benar, dan menyesuaikan diri dengan reaksi pendengar mereka, semuanya dalam waktu nyata (Thornbury, 2. Karakteristik unik dari keterampilan berbicara ini menghasilkan pola dan jenis kesalahan yang berbeda dari yang ditemukan dalam keterampilan menulis. Misalnya, dalam berbicara, pelajar mungkin lebih sering melakukan kesalahan tata bahasa karena tekanan untuk merespons dengan cepat, atau mereka mungkin mengalami kesulitan dengan pengucapan atau intonasi yang tidak muncul dalam Selain itu, interferensi dari bahasa ibu atau bahasa-bahasa lain yang dikuasai pelajar mungkin lebih jelas dalam berbicara karena sifatnya yang spontan (DeKeyser, 2. Oleh karena itu, pendekatan analisis yang digunakan untuk mengkaji kesalahan dalam keterampilan menulis tidak dapat diterapkan begitu saja pada keterampilan berbicara. Diperlukan kerangka kerja konseptual yang berbeda, yang mempertimbangkan dinamika unik dari komunikasi lisan. Kerangka kerja ini harus mencakup aspek-aspek seperti analisis kesalahan fonetik, penilaian kefasihan, dan pemahaman tentang bagaimana tekanan waktu dan sosial mempengaruhi produksi bahasa. IJAEL Vol. No. P-ISSN : 1234-1234 E-ISSN : 1234-1234 https://doi. org/10. 32332/ijael. Analisis Kesalahan Berbahasa Arab pada Ketrampilan Berbicara. | 37 Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan berbahasa Arab pada keterampilan berbicara dalam debat bahasa Arab mahasiswa di Indonesia. Fokus utama penelitian ini adalah mengidentifikasi jenis-jenis kesalahan yang paling sering terjadi, faktor-faktor yang menyebabkan kesalahan tersebut, serta implikasinya bagi pengajaran bahasa Arab. Melalui penelitian ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi yang berarti bagi pengembangan metode pengajaran bahasa Arab yang lebih efektif dan efisien, serta meningkatkan kompetensi berbicara bahasa Arab mahasiswa di Indonesia. Penelitian ini juga berargumen bahwa pemahaman yang lebih mendalam tentang kesalahan berbahasa dapat membantu pendidik dalam merancang program pembelajaran yang lebih sesuai dengan kebutuhan mahasiswa, sehingga dapat mempercepat proses penguasaan bahasa Arab secara keseluruhan. Dalam konteks debat bahasa Arab di Indonesia, berbagai bentuk kesalahan berbahasa sering ditemui pada mahasiswa. Kesalahan-kesalahan ini dapat mencakup aspek tata bahasa, pengucapan, pemilihan kosakata, atau struktur argumentasi. Identifikasi jenis-jenis kesalahan ini penting untuk dilakukan guna memberikan gambaran yang jelas tentang area-area yang perlu mendapat perhatian khusus dalam Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya kesalahan berbahasa Arab dalam konteks debat di Indonesia. Pemahaman tentang faktor-faktor ini akan membantu pendidik dan mahasiswa dalam mengembangkan strategi yang efektif untuk mengatasi tantangan dalam pembelajaran bahasa Arab. Lebih lanjut, penelitian ini juga akan mengkaji dampak dari kesalahan berbahasa Arab terhadap kompetensi berbicara mahasiswa dalam konteks debat. Kesalahan berbahasa dapat mempengaruhi kelancaran komunikasi, kejelasan argumen, dan kemampuan untuk meyakinkan lawan bicara. Analisis dampak ini akan memberikan wawasan tentang sejauh mana kesalahan berbahasa mempengaruhi efektivitas debat dan bagaimana hal tersebut dapat diatasi untuk meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Arab mahasiswa secara keseluruhan. Method Jenis & Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptifanalitis untuk mengkaji kesalahan berbahasa Arab pada keterampilan berbicara dalam konteks debat bahasa Arab di Indonesia (Cresswell, 2. Pendekatan ini dipilih karena kemampuannya untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang fenomena sosial dan pendidikan dalam konteks alaminya. Subjek & Objek dan Alasan Pemilihan Subjek Subjek penelitian adalah 5 mahasiswa . ari 5 pulau terbesar di Indonesi. dari 5 perguruan tinggi di Indonesia yang aktif mengikuti debat bahasa Arab baik mahasiswa prodi bahasa Arab atau prodi Non-bahasa Arab. Oleh karena itu, 5 mahasiswa ini dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria: . terlibat aktif dalam klub debat bahasa Arab, . telah berpartisipasi dalam minimal satu kompetisi debat tingkat nasional. Sedangkan objek penelitian adalah kesalahan berbahasa Arab yang dibuat oleh mahasiswa selama sesi debat. Please cite this article as Ilham Fatkhu Romadhon, "Analisis Kesalahan Berbahasa Arab pada Ketrampilan Berbicara dalam Debat Bahasa Arab di Indonesia," IJAEL 1. No. : 35-55. DOI: https://doi. org/10. 58363/ijael. 38 | Ilham Fatkhu Romadhon mencakup aspek fonologis, morfologis, sintaksis, leksikal, dan semantik. Teknik Pengumpulan Data & Teknik Analisis Data Data dikumpulkan melalui observasi pada rekaman video untuk mendapatkan gambaran yang lebih mendetail tentang kesalahan-kesalahan yang terjadi. Selain itu, wawancara mendalam dengan para mahasiswa untuk mengidentifikasi faktorfaktor penyebab kesalahan berbahasa. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan metode Error Analysis (EA) yang dikembangkan oleh Corder . dan diperbarui oleh Ellis . Proses ini melibatkan lima tahap sebagaimana dalam gambar tersebut: Gambar 1 Metode Analisis Kesalahan Corder yang diperbarui Ellis Berdasarkan gambar tersebut, maka proses analisis kesalahan berbahasa Arab pada keterampilan berbicara dalam debat bahasa Arab di Indonesia dilakukan dengan metode yang sistematis. Pertama, sampel kesalahan dikumpulkan melalui rekaman audio-visual kegiatan debat bahasa Arab yang diselenggarakan oleh beberapa universitas di Indonesia, yang kemudian ditranskripsikan ke dalam bentuk teks. Selanjutnya, dilakukan identifikasi kesalahan dengan membandingkan ucapan peserta debat dengan kaidah bahasa Arab yang benar berdasarkan referensi Kesalahan-kesalahan yang ditemukan kemudian diklasifikasikan ke dalam kategori linguistik yang relevan, yaitu fonologis . esalahan dalam pengucapan bunyi atau lafa. , morfologis . esalahan dalam pembentukan kata atau struktur kat. , sintaksis . esalahan dalam penyusunan kalimat atau tata bahas. , leksikal . esalahan dalam pemilihan kata atau kosakat. , dan semantik . esalahan dalam pemahaman makna atau art. Setelah itu, dilakukan analisis untuk menjelaskan penyebab terjadinya kesalahan-kesalahan tersebut, seperti interferensi bahasa ibu, overgeneralisasi kaidah bahasa Arab, penguasaan kaidah yang belum memadai, kurangnya praktik berbicara, atau faktor-faktor lain yang mempengaruhi kemampuan berbicara dalam bahasa Arab. Pada tahap akhir, dilakukan evaluasi untuk menilai sejauh mana kesalahan-kesalahan yang terjadi dapat mengganggu atau menghambat proses komunikasi dalam debat bahasa Arab, dengan memperhatikan kesalahan-kesalahan yang parah atau berdampak besar terhadap pemahaman, seperti kesalahan sintaksis atau semantik, yang perlu mendapat perhatian khusus untuk diperbaiki. Dari proses analisis kesalahan tersebut diharapkan dapat memberikan wawasan IJAEL Vol. No. P-ISSN : 1234-1234 E-ISSN : 1234-1234 https://doi. org/10. 32332/ijael. Analisis Kesalahan Berbahasa Arab pada Ketrampilan Berbicara. | 39 tentang jenis-jenis kesalahan yang paling sering terjadi serta faktor-faktor yang mempengaruhi kesalahan tersebut. Untuk memastikan validitas dan reliabilitas, penelitian ini menerapkan beberapa strategi. Pertama, triangulasi data dengan membandingkan temuan dari observasi, wawancara, dan dokumen. Kedua, member checking, di mana peserta diminta untuk memverifikasi interpretasi peneliti tentang kesalahan mereka. Result and Discussion Konsep Analisis Kesalahan Analisis kesalahan berbahasa . rror analysi. adalah pendekatan yang digunakan untuk mengidentifikasi, mengklasifikasikan, dan memahami kesalahan yang dilakukan oleh pembelajar bahasa (Troike, 2. Selain itu. Analisis kesalahan adalah studi tentang kesalahan yang dilakukan oleh pelajar bahasa dan upaya untuk mengidentifikasi penyebab kesalahan tersebut untuk mengatasinya (Abdul Majid Sayyid Ahmad Mansur, 1983: . Dengan menganalisis kesalahan-kesalahan ini, pendidik dapat mengidentifikasi pola-pola umum yang terjadi dan mengembangkan strategi pengajaran yang lebih efektif untuk memperbaiki kesalahan tersebut. Analisis kesalahan adalah analisis pasca-produksi yang bergantung pada produksi bahasa aktual dari pembelajar bahasa target, bukan analisis pra-produksi seperti dalam analisis kontrastif. Para pendukung analisis kesalahan berpendapat bahwa interferensi bahasa ibu bukanlah satu-satunya sumber kesalahan yang dilakukan siswa (Abdullah. Omar Al-Siddiq, 2. Kesalahan yang sumbernya bukan transfer dari bahasa lain sangat banyak dan beragam, dan dapat disebut sebagai kesalahan intralingual (Intralingual Error. dan kesalahan perkembangan (Developmental Error. Jenis kesalahan ini tidak mencerminkan ketidakmampuan pelajar untuk membedakan antara dua bahasa, tetapi lebih mencerminkan kemampuannya pada tahap tertentu selama Ini menunjukkan beberapa karakteristik umum dalam pemerolehan bahasa, dan kita menemukan akar kesalahan ini dalam konteks lingkungan bahasa itu sendiri. Kesalahan-kesalahan ini menunjukkan upaya pelajar untuk membangun hipotesis tentang bahasa berdasarkan pengalaman terbatasnya dengan bahasa tersebut (Hamdi Faqisha, 1982:. Menurut Brown . , sumber kesalahan dibagi menjadi dua: . Kesalahan . Kekeliruan . Jenis pertama biasanya terjadi karena alasan fisik seperti kelelahan atau penyakit, dan alasan psikologis seperti ketegangan dan keraguan. Jenis kedua biasanya terjadi karena alasan psikologis seperti ketegangan dan keraguan. Corder mengatakan bahwa tujuan analisis kesalahan dibagi menjadi dua yaitu tujuan teoretis dan tujuan praktis. Baradja dalam (Ainin, 2. menyatakan bahwa tujuan praktis adalah untuk memenuhi kebutuhan dalam pembuatan bahan ajar dan penyempurnaan pengajaran atau pembelajaran. Melalui penyajian kesalahan . rea masala. , analisis kesalahan tradisional diharapkan dapat membantu guru dalam menentukan urutan materi, menentukan penekanan dalam penjelasan dan latihan, serta memilih titik yang tepat untuk mengevaluasi kemampuan bahasa siswa. Dari definisi ini, tujuan praktis lebih berkaitan dengan pengajaran bahasa dari sisi guru Please cite this article as Ilham Fatkhu Romadhon, "Analisis Kesalahan Berbahasa Arab pada Ketrampilan Berbicara dalam Debat Bahasa Arab di Indonesia," IJAEL 1. No. : 35-55. DOI: https://doi. org/10. 58363/ijael. 40 | Ilham Fatkhu Romadhon atau penyusun kurikulum bahasa (Ainin, 2. Sedangkan tujuan teoretis berfokus pada upaya memahami proses pembelajaran bahasa kedua atau bahasa target menurut Baradja dalam (Ainin. Oleh karena itu, tujuan teoretis berkaitan dengan masalah bahasa antara sebagai bahasa pembelajar. Studi analisis kesalahan pada pembelajar bahasa Arab dari segi tujuan teoretis menghasilkan pemahaman mendalam tentang realitas strategi pembelajaran bahasa kedua, hipotesis yang digunakan oleh siswa, dan realitas sistem komunikasi fungsional atau bahasa kompleks siswa (Ainin, 2. Klasifikasi Kesalahan Bahasa Dulay. Burt, dan Krashen menjelaskan bahwa dalam mendeskripsikan kesalahan bahasa dibagi menjadi empat klasifikasi yaitu: . Klasifikasi kesalahan berdasarkan kategori linguistik, . Klasifikasi kesalahan berdasarkan kategori strategi lahiriyah, . Klasifikasi kesalahan berdasarkan kategori komparatif, . Klasifikasi kesalahan berdasarkan kategori efek komunikasi (Ainin, 2. Pertama, klasifikasi kesalahan berdasarkan kategori linguistik adalah klasifikasi kesalahan berdasarkan komponen bahasa di mana kesalahan terjadi. Komponen bahasa terdiri dari fonologi, sintaksis, morfologi, dan semantik. Misalnya dalam bahasa Arab, dalam komponen sintaksis, apakah kesalahan terjadi pada subjek atau adjektif. Jika terjadi pada subjek, di komponen mana kesalahan terjadi. Misalnya pada subjek yang didahulukan atau subjek yang diakhirkan dan Kedua, strategi lahiriyah berkaitan dengan bagaimana struktur lahiriyah berubah (Tarigan, 1. Dalam strategi lahiriyah ini, pembelajar mengurangi atau menghilangkan fitur dalam sistem bahasa target atau menambahkan fitur yang seharusnya tidak ada dalam sistem bahasa target. Menurut (Dulay & S. Krashen, 1. kategori strategi lahiriyah terdiri dari penghilangan . , penambahan . , bentuk yang salah . , dan urutan yang salah . Ketiga, kategori efek komunikasi adalah bentuk kesalahan bahasa yang berkaitan dengan apakah ucapan atau wacana yang mengandung kesalahan dapat dipahami atau tidak, terutama oleh penutur asli. Terkait hal ini. Hendrickson . membedakan dua jenis kesalahan menurut kategori efek komunikasi, yaitu kesalahan global dan kesalahan lokal. Kesalahan global adalah kesalahan bahasa yang membuat penutur asli salah menafsirkan pesan yang disampaikan penulis atau Dengan kata lain, kesalahan global adalah kesalahan yang sulit dipahami pesannya oleh pendengar atau pembaca. Teks berikut adalah bahasa tertulis pembelajar bahasa Arab sebagai bahasa asing yang dapat dikategorikan sebagai kesalahan global karena pesan yang terkandung sulit dipahami. Sementara itu, kesalahan lokal adalah kesalahan bahasa yang menyebabkan bentuk atau struktur dalam kalimat atau wacana menjadi janggal. Namun, ketidakkonsistenan ini tidak membuat penutur asli kesulitan memahami makna yang terkandung di dalamnya. Keempat, kategori komparatif yaitu analisis kesalahan yang didasarkan pada perbandingan antara struktur kesalahan bahasa target dengan jenis struktur tertentu lainnya seperti yang ditulis Tarigan dalam (Ainin, 2. Sebagai penjelasan dari pemahaman ini, yaitu apakah kesalahan yang dilakukan oleh pembelajar bahasa Arab yang berlatar belakang bahasa Indonesia sebagai bahasa IJAEL Vol. No. P-ISSN : 1234-1234 E-ISSN : 1234-1234 https://doi. org/10. 32332/ijael. Analisis Kesalahan Berbahasa Arab pada Ketrampilan Berbicara. | 41 pertama memiliki kesamaan dan perbedaan dengan kesalahan yang dilakukan oleh pembelajar bahasa Arab sebagai bahasa pertama. Analisis kesalahan berdasarkan kategori komparatif dibagi menjadi tiga yaitu: kesalahan perkembangan . evelopmental error. , kesalahan antar bahasa . nterlingual error. , dan kesalahan lainnya . ther error. Kesalahan perkembangan adalah kesalahan yang memiliki kesamaan dengan kesalahan yang dilakukan oleh pembelajar bahasa target sebagai bahasa pertama. Misalnya, jika kesalahan dilakukan oleh pembelajar Arab dengan latar belakang bahasa Indonesia sebagai bahasa pertama, maka pembelajar Arab dengan latar belakang bahasa Arab sebagai bahasa pertama juga melakukannya. Menurut Tarigan dalam (Ainin, 2. kesalahan antar bahasa adalah kesalahan yang hanya mengacu pada kesalahan bahasa target yang mencerminkan struktur bahasa asli atau bahasa ibu, terlepas dari proses internal atau kondisi eksternal yang menyebabkannya. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, kesalahan antar bahasa dianggap sinonim dengan kesalahan interferensi atau Sementara itu, ada kesalahan lain yaitu kesalahan yang tidak termasuk dalam kategori kesalahan perkembangan dan bukan kesalahan antar bahasa. Bentuk Ae bentuk Kesalahan Mahasiswa Berbahasa Arab dalam debat bahasa Arab di Indonesia Pemetaan Kesalahan Linguistik Mahasiswa UIN Jakarta (Jawa Bara. sebagai Pembicara 1 Kontra Debat Ihtiifal 2018 dengan judul AuAt-Takhaluf Al-AoAskaryAy Berdasarkan analisis kesalahan linguistik pada debat mahasiswa UIN Jakarta (Jawa Bara. sebagai pembicara pertama kontra dalam debat Ihtiifal 2018 dengan judul "At-Takhaluf Al-'Askary", ditemukan beberapa kesalahan yang perlu diperhatikan dari berbagai aspek kebahasaan. Kesalahan-kesalahan ini mencakup bidang morfologi, sintaksis, leksikal, dan semantik. Berikut adalah daftar rinci kesalahan-kesalahan tersebut beserta perbaikannya: Tabel 1. Pemetaan Kesalahan Linguistik Mahasiswa UIN Jakarta (Jawa Bara. sebagai Pembicara 1 Kontra Debat Ihtiifal 2018 dengan judul AuAt-Takhaluf AlAoAskaryAy No. Kesalahan Seharusnya Aspek AOE OIA AOE IO C OA Morfologis AO I COE AO O EEIO AAE EO OE AO O EEIO I OA Sintaksis AI COEA " AuI NA AOC EI NO I ENA II CE AOC EI EA. Sintaksis AONOA. AI O I COE EOEIA A "O I COE EEIAatau "AO I COE EEIA Sintaksis AOIO I AI EOEIA AOIO AI EEIA Sintaksis AEOEI IOA AEOEIA Leksikal AO I O EI OE IOE O I O IA Semantik AEIICA Perlu diperjelas maksud AOA "menguasai" "mempertahankan" Please cite this article as Ilham Fatkhu Romadhon, "Analisis Kesalahan Berbahasa Arab pada Ketrampilan Berbicara dalam Debat Bahasa Arab di Indonesia," IJAEL 1. No. : 35-55. DOI: https://doi. org/10. 58363/ijael. 42 | Ilham Fatkhu Romadhon AEI EOA Penggunaan "A"OIOA Penggunaan preposisi yang tepat dan menghilangkan "A"A yang tidak diperlukan pada kalimat AO I OA Perlu diperjelas rujukannya Semantik yang Mengurangi penggunaan kata Berdasarkan analisis kesalahan linguistik mahasiswa UIN Jakarta (Jawa Bara. sebagai pembicara 1 kontra debat Ihtiifal 2018 dengan judul AuAt-Takhaluf AlAoAskaryAy, terdapat beberapa kesalahan yang perlu diperhatikan dari segi linguistik. Pertama, dari segi morfologis, terdapat kesalahan dalam pembentukan jamak " AOEA A "OIAyang seharusnya "A"OE IO C OA. Hal ini dikarenakan "A "OIAmerupakan singkatan organisasi, sehingga tidak dapat dibentuk jamak dengan pola jamak biasa. Selanjutnya dari segi sintaksis, ditemukan beberapa struktur kalimat yang tidak berterima dalam bahasa Arab yang baik, seperti " aE EO OE AO O EEIO I OA A "I COEAyang seharusnya cukup dengan "A"O I COE AO O EEIOA. Selain itu, terdapat penggunaan partikel "A "IAyang berlebihan dalam kalimat " AI ENA II CE AOC EIA AE ONOA. " yang seharusnya cukup "AuI NA AOC EI NOA. Terdapat juga kesalahan struktur lainnya seperti dalam kalimat "A "I O I COE EOEIAyang mengandung hurf AA yang seharusnya tidak digunakan. Dari segi leksikal, ditemukan penggunaan "A "EOEI IOAyang berlebihan, seharusnya cukup dengan "A"EOEIA. Sedangkan dari segi semantik, terdapat kalimat "A "EI OE IOE O I O I EIICAyang ambigu maknanya, tidak jelas apakah bermakna menguasai atau mempertahankan. Selain itu, penggunaan istilah " AEIA A "EOAjuga tidak jelas merujuk pada apa. Kesalahan-kesalahan di atas disebabkan oleh penguasaan kaidah bahasa Arab yang belum memadai, terutama dalam hal tata bahasa . dan pilihan kata. Selain itu, interferensi bahasa ibu . ahasa Indonesi. juga turut mempengaruhi struktur kalimat yang dihasilkan. Kurangnya praktik berbicara dan menulis dalam bahasa Arab yang baik dan benar juga menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya kesalahan tersebut. Analisis ini menunjukkan bahwa meskipun pembicara memiliki kemampuan berbahasa Arab yang cukup baik untuk berpartisipasi dalam debat, masih terdapat beberapa area yang memerlukan perbaikan dan peningkatan. Kesalahan-kesalahan ini umumnya terkait dengan struktur kalimat, penggunaan kata dan frasa yang tepat, serta kejelasan makna. Kesalahan semacam ini umum terjadi pada pelajar bahasa kedua dan dapat diperbaiki melalui latihan dan paparan yang lebih intensif terhadap bahasa Arab Pemetaan Kesalahan Berbahasa Kafilah Sumatera Utara sebagai Pembicara 1 Pro di Musabaqah Qiraatul Qutub tingkat Nasional Analisis kesalahan berbahasa merupakan aspek penting dalam pengajaran dan pembelajaran bahasa Arab (Mantasiah, 2. Dalam konteks Musabaqah Qiraatul Qutub tingkat Nasional, kesalahan-kesalahan linguistik yang dilakukan oleh peserta dapat memberikan wawasan berharga tentang area-area yang memerlukan IJAEL Vol. No. P-ISSN : 1234-1234 E-ISSN : 1234-1234 https://doi. org/10. 32332/ijael. Analisis Kesalahan Berbahasa Arab pada Ketrampilan Berbicara. | 43 perhatian khusus dalam pengembangan kemahiran berbahasa. Berdasarkan analisis terhadap penampilan Kafilah Sumatera Utara sebagai Pembicara 1 Pro, ditemukan beberapa kesalahan linguistik yang mencakup berbagai aspek Berikut adalah daftar rinci kesalahan-kesalahan tersebut beserta penjelasan dan perbaikannya: Table 2. Pemetaan Kesalahan Berbahasa Kafilah Sumatera Utara sebagai Pembicara 1 Pro di Musabaqah Qiraatul Qutub tingkat Nasional No. Kesalahan Seharusnya Tipe kesalahan AEOA "A "EAatau "AEIEA Morfologi AOEEI O I EA AOEEI OO I EEA Sintaksis AEOA AEOA AEOA Pengulangan kata " Sintaksis AOINA AOINA Sintaksis AEE EA AE EA Sintaksis A "EI E EO EI EI E EI E EE EEASintaksis AEO IA AEA AEA Leksikal AIONA A "II ENAatau "AIO ENA Leksikal AEIE ECO EIA "A"IE CO EIA Semantik AIOEOO OEIO AOOA Konsistensi dalam Semantik nama orang Berdasarkan analisis Kesalahan Berbahasa Kafilah Sumatera Utara sebagai Pembicara 1 Pro di Musabaqah Qiraatul Qutub tingkat Nasional, terdapat beberapa kesalahan yang perlu diperhatikan dari segi linguistik antara lain. Pertama, dari segi morfologis, ditemukan kesalahan penulisan ta' marbuthah (A )Apada kata "A "NAyang seharusnya "A"A. Selain itu, terjadi pemilihan kata yang kurang tepat, seperti penggunaan "A "EOAyang seharusnya "A "EAatau "A "EIEAkarena yang dimaksud adalah kejadian atau contoh, bukan sesuatu yang baru. Dari segi sintaksis, terdapat ketidaksesuaian antara subjek . ubtada') yang mudzakkar dengan predikat . yang mu'annats, serta kurangnya artikel definit pada frasa "A "OEEI O I EAyang seharusnya "A"OEEI OO I EEA. Selanjutnya, ditemukan pengulangan kata "A "EOAyang tidak perlu, kesalahan dalam bentuk kata kerja "A "OINAyang seharusnya dalam bentuk mudhari' majzum "A"OINA, serta kurangnya idhafah antara "A "EAdan "A "EAdalam kalimat " AAIE NIE ECO EO EO EIA A"OIN EE EA. Terdapat pula pengulangan frasa yang tidak perlu dan struktur kalimat yang tidak efisien pada kalimat "A "EI E EI E EE EE EO IAyang seharusnya "A"EI E EO EIA. Dari segi leksikal, ditemukan kesalahan pemilihan kata, seperti penggunaan "A "EAyang seharusnya "A "EAkarena "A "EAberarti polisi, sedangkan yang dimaksud adalah syarat atau ketentuan. Selain itu, terdapat penggunaan kata "A"IONA yang kurang tepat dalam konteks, sebaiknya menggunakan "A "II ENAatau "A"IO ENA. Dari segi semantik, terdapat struktur "A "EIE ECO EIAyang kurang jelas dan dapat menimbulkan ambiguitas. Lebih baik menggunakan "A"IE CO EIA. Selain itu, terdapat ketidakkonsistenan dalam penulisan nama "A"IOEOO OEIO AOOA Please cite this article as Ilham Fatkhu Romadhon, "Analisis Kesalahan Berbahasa Arab pada Ketrampilan Berbicara dalam Debat Bahasa Arab di Indonesia," IJAEL 1. No. : 35-55. DOI: https://doi. org/10. 58363/ijael. 44 | Ilham Fatkhu Romadhon yang kadang ditulis lengkap, kadang hanya "A"IOEOOA, sehingga dapat menimbulkan Kesalahan-kesalahan ini mencakup berbagai aspek linguistik, mulai dari morfologi dan sintaksis hingga pemilihan kata dan semantik. Kesalahan-kesalahan semacam ini umum terjadi pada pelajar bahasa kedua, terutama dalam situasi yang menuntut kecepatan berpikir dan berbicara seperti dalam kompetisi. Namun, identifikasi dan analisis kesalahan ini dapat menjadi alat yang berharga bagi peserta untuk meningkatkan kemahiran berbahasa mereka. Dengan memahami jenis-jenis kesalahan yang sering terjadi, para pengajar dan peserta dapat merancang strategi pembelajaran yang lebih efektif, fokus pada area-area yang memerlukan perhatian khusus, dan akhirnya meningkatkan kualitas penggunaan bahasa Arab dalam konteks akademik dan kompetitif. Pemetaan Kesalahan Berbahasa Mahasiswa STIBA Makassar dari Pembicara 1 Pro dalam Acara AuUsbuAo Riyadhi Wa Tsaqofah Al-IslamyAy Analisis kesalahan berbahasa merupakan komponen penting dalam pengajaran dan pembelajaran bahasa Arab. Dalam konteks acara "Usbu' Riyadhi Wa Tsaqofah Al-Islamy" di STIBA Makassar, analisis terhadap penampilan pembicara 1 pro telah mengungkapkan berbagai jenis kesalahan linguistik. Kesalahan-kesalahan ini mencakup beberapa aspek kebahasaan, mulai dari fonologi hingga pragmatik, yang dapat memberikan wawasan berharga tentang area-area yang memerlukan perhatian khusus dalam pengembangan kemahiran berbahasa Arab. Berikut adalah daftar rinci kesalahan-kesalahan tersebut, disertai dengan perbaikan dan penjelasan aspek linguistiknya: Table 3. Pemetaan Kesalahan Berbahasa Mahasiswa STIBA Makassar dari Pembicara 1 Pro dalam Acara AuUsbuAo Riyadhi Wa Tsaqofah Al-IslamyAy No. Kesalahan Seharusnya Aspek Kesalahan AEAOOA AEAOOA Fonologis A( EOIAal-ra'tay. A( EOIAal-ri'atay. Fonologis A( EIIeAal-mamlalaka. A( EIIEEAal-mamlaka. Fonologis A( EE Ali-l-ijrA' A. A( EuEAli-l-ijrA'A. Fonologis A Ia IAdalam aO ACO II AOCA Morfologis AEIA A( OAishta. AuAA Morfologis AICA EOOI EIOI IOCAI COII AO N EOOI AO EEOEA Sintaksis AEIE EIOcI IOCAIA AOCE EE cE OA AOCE EE OA Sintaksis AII N EAOOA AuI N EAOOA Sintaksis AOC EOOIA AOC EIA Semantik AO EIOA AO EIOA Semantik AO EEA AI EEA Pragmatik AEOIA AEOAOA AEIA enghilangkan atau Pragmatik ungkapan yang lebih IJAEL Vol. No. P-ISSN : 1234-1234 E-ISSN : 1234-1234 https://doi. org/10. 32332/ijael. Analisis Kesalahan Berbahasa Arab pada Ketrampilan Berbicara. | 45 AEA AOA / Leksikal AEIA Berdasarkan analisis kesalahan berbahasa Arab yang dilakukan terhadap pembicara 1 pro dalam acara "Usbu' Riyadhi Wa Tsaqofah Al-Islamy" di STIBA Makassar, ditemukan beberapa jenis kesalahan linguistik. Pertama, terdapat kesalahan fonologis seperti pengucapan huruf yang salah pada kata A( EAOOAalfrt. yang seharusnya A( EAOOAal-fr. , serta penulisan hamzah yang mempengaruhi pengucapan pada kata A( EOIAal-ra'tay. yang seharusnya A( EOIAalri'atay. Selain itu, terjadi kesalahan pengucapan dengan penambahan huruf AEA . pada kata A( EIIeAal-mamlalaka. yang seharusnya A( EIIEEAal-mamlaka. , serta kesalahan jeda pengucapan pada frasa A( EE Ali-l-ijrA' A. yang seharusnya A( EuEAli-l-ijrA'A. sehingga mempengaruhi pemahaman. Kedua, terdapat kesalahan morfologis seperti penggunaan bentuk jamak AIa IA . yang tidak tepat pada kalimat A( ACO II AOC EIAadiqA' min farq almu'Arasa. yang seharusnya menggunakan bentuk tunggal A( AaOA. , serta kesalahan pemilihan kata kerja A( OAishta. yang seharusnya A( uAAidA. sehingga mengubah makna dari "mengeluarkan" menjadi "membeli". Ketiga, terdapat kesalahan sintaksis seperti struktur kalimat yang rancu pada A( COII AO N EOOI AO EEOE EIE EIOcI IOCAIAqiyAmunA f hAdhA al-yawm f al-laylah almubArakah li-nubayyina mawqifanA) yang seharusnya lebih ringkas seperti AICA EOOIA A( EIOI IOCAIAnaqifu al-yawm li-nubayyina mawqifanA), serta penggunaan partikel aA( EAAl. yang tidak diperlukan pada kalimat A( OCE EE cE OAwa qabla li-kulli shay') yang seharusnya cukup A( OCE EE OAwa qabla kulli shay'). Selain itu, terdapat penggunaan A( IIAinnamA) yang tidak tepat pada kalimat A( II N EAOOAinnamA hAdhA al-fr. yang seharusnya menggunakan A( uIAinn. Keempat, ditemukan kesalahan semantik seperti pemilihan kata AOC EIA . q al-asmA. yang seharusnya A( OC EOOIAsq al-uayawAnA. sehingga mengubah makna dari "pasar hewan" menjadi "pasar nama-nama", serta penggunaan frasa AOA A( EIOAwabA' 'il. yang seharusnya A( O EIOAwabA' 'Ala. sehingga mengubah makna dari "pandemi global" menjadi "pandemi ilmiah". Kelima, terdapat kesalahan pragmatik seperti penggunaan frasa AI EEA . tAnA al-su'A. yang kurang formal dalam konteks pidato sehingga lebih baik menggunakan A( O EEAyurauu al-su'A. , serta ungkapan A( EI EOAO EOIAkamA lA yakhfA 'alaynA) yang terkesan berlebihan dalam konteks memberikan informasi Terakhir, ditemukan kesalahan leksikal seperti penggunaan kata AEI EA . l-musabbab bi-'illa. yang kurang tepat sehingga lebih baik menggunakan AEIA . l-mubarra. atau A( O E EOONAdh al-sabab al-waj. untuk menyampaikan makna "beralasan. Kesalahan-kesalahan semacam ini umum terjadi pada pelajar bahasa kedua, terutama dalam situasi yang menuntut kecepatan berpikir dan berbicara seperti dalam debat. Namun, identifikasi dan analisis kesalahan ini dapat menjadi alat yang berharga bagi pembicara dan pengajar bahasa Arab. Dengan memahami jenis-jenis kesalahan yang sering terjadi, mereka dapat merancang strategi pembelajaran yang lebih efektif, fokus pada area-area yang memerlukan perhatian khusus, dan akhirnya meningkatkan kualitas penggunaan bahasa Arab dalam berbagai konteks Lebih lanjut, analisis ini juga menekankan pentingnya latihan AEI EA AEOONA Please cite this article as Ilham Fatkhu Romadhon, "Analisis Kesalahan Berbahasa Arab pada Ketrampilan Berbicara dalam Debat Bahasa Arab di Indonesia," IJAEL 1. No. : 35-55. DOI: https://doi. org/10. 58363/ijael. 46 | Ilham Fatkhu Romadhon berkesinambungan dalam penggunaan bahasa Arab, terutama dalam situasi formal dan akademik. Dengan meningkatkan kesadaran akan kesalahan-kesalahan umum ini, para mahasiswa dan praktisi bahasa Arab dapat mengembangkan strategi untuk menghindari kesalahan serupa di masa depan, sehingga meningkatkan efektivitas komunikasi mereka dalam bahasa Arab. Pemetaan Kesalahan Linguistik Mahasiswa Pembicara ketiga team Kontra SPBA UIN Sunan Kalijaga dengan mosi "Majelis Melarang Pemberlakuan Wisata Halal Di Danau Toba" pada Lomba Debat Bahasa Arab tingkat Nasional di Universitas Ahmad Dahlan 2019 Analisis linguistik terhadap teks debat "Usbu' Riyadhi Wa Tsaqofah Al-Islamy" ini mengungkapkan beberapa kesalahan berbahasa yang mencakup berbagai aspek Kesalahan-kesalahan ini, meskipun tidak sepenuhnya mengganggu pemahaman inti argumen, dapat mempengaruhi kejelasan dan efektivitas penyampaian pesan. Identifikasi dan perbaikan kesalahan-kesalahan ini penting untuk meningkatkan kualitas linguistik presentasi dan memastikan bahwa argumen disampaikan dengan cara yang paling efektif. Berikut adalah daftar rinci kesalahankesalahan tersebut, disertai dengan perbaikan dan penjelasan aspek linguistiknya: Tabel 4. Pemetaan Kesalahan Linguistik Mahasiswa Pembicara Ketiga Team Kontra SPBA UIN Sunan Kalijaga No. Kesalahan Seharusnya Aspek Kesalahan AcA ACEA Morfologis AEA AIEA Morfologis AO II ICEA A OAMenghilangkan Sintaksis A"EI IAC EEO EIIA AEOA Sintaksis ACEA ACaaEA Fonologis AEIEIOIA AOA a AA Leksikal AIA Au EOA/ Leksikal AEIIA AEIA Semantik Dalam teks yang dianalisis, ditemukan beberapa kesalahan linguistik yang perlu diperhatikan. Pertama, kesalahan morfologis pada kata "A( "cAtauajjaja. yang seharusnya menggunakan kata "A( "CEAqAla. , karena kesalahan dalam pemilihan kata kerja yang tepat. Kedua, kesalahan sintaksis seperti penggunaan kata hubung "A( "OAuayth. pada kalimat "A( "O II ICEAuaythu annanA naqbal. yang tidak tepat dalam konteks kalimat tersebut. Selain itu, terdapat kesalahan dalam penggunaan kata sandang "A( "EAa. setelah kata penghubung "A( " aEAl. pada frasa " AEIA A( "IAC EEO EIIAli-binA'i marAfiq li-al-siyAuah al-mumtAza. Selanjutnya, terdapat kesalahan fonologis seperti kesalahan pengucapan huruf alif pada kata "A( "CEAqibA. yang seharusnya "A( "CaaEAqiba. Kemudian, kesalahan penggunaan kata "A( "AAjada. pada frasa "A( "A O EIEIOIAjadaf AsiyA al-Muslim. dan "A( "A OAjadaf AsiyA) yang seharusnya menggunakan kata "A( "Ajadzha. yang berarti "menarik". Terakhir, ditemukan kesalahan leksikal pada penggunaan kata "'umadah" yang seharusnya menggunakan kata "A( "EOAtalbayya. atau "A( "uAirsA') untuk menyampaikan makna "memenuhi" dengan lebih tepat. Kesalahan-kesalahan tersebut mencakup aspek morfologis, sintaksis, fonologis, dan leksikal dalam bahasa IJAEL Vol. No. P-ISSN : 1234-1234 E-ISSN : 1234-1234 https://doi. org/10. 32332/ijael. Analisis Kesalahan Berbahasa Arab pada Ketrampilan Berbicara. | 47 Arab yang dapat mengganggu pemahaman dan kejelasan makna dalam video. Perbaikan pada aspek-aspek tersebut sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas kebahasaan dan efektivitas penyampaian pesan. Kesalahan-kesalahan yang telah diidentifikasi di atas menunjukkan beberapa area yang memerlukan perhatian dalam penggunaan bahasa Arab dalam konteks formal seperti debat. Kesalahan-kesalahan ini mencakup berbagai aspek linguistik, mulai dari pembentukan kata dan struktur kalimat hingga pemilihan kata yang tepat dan pengucapan yang benar. Sebagian besar kesalahan ini terjadi karena tekanan waktu dan situasi dalam debat langsung, di mana pembicara harus merumuskan argumen dengan cepat. Namun, identifikasi kesalahan-kesalahan ini dapat menjadi alat yang berharga untuk meningkatkan kemahiran berbahasa Arab, terutama dalam konteks akademik dan formal. Dengan memahami jenis-jenis kesalahan yang sering terjadi, para pelajar dan praktisi bahasa Arab dapat mengembangkan strategi untuk menghindari kesalahan serupa di masa depan. Ini dapat mencakup latihan pengucapan yang lebih intensif, penguasaan kosakata yang lebih luas, dan pemahaman yang lebih mendalam tentang struktur gramatikal bahasa Arab. Selain itu, analisis ini juga menekankan pentingnya persiapan yang matang sebelum berpartisipasi dalam debat. Dengan mempersiapkan argumen dan struktur bahasa dengan baik, pembicara dapat mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan linguistik dan meningkatkan kualitas presentasi mereka secara keseluruhan. Akhirnya, perbaikan kesalahankesalahan ini tidak hanya akan meningkatkan kualitas linguistik presentasi, tetapi juga akan memperkuat argumen yang disampaikan, memastikan bahwa pesan utama dapat disampaikan dengan jelas dan efektif kepada audiens. Pemetaan Kesalahan Linguistik Mahasiswa Pembicara Kedua team Kontra Prodi PBA Universitas Negeri Malang dengan mosi " AEII EEIO ECO EOOI OIA A "EIE EIO AO I EI EE OOI IApada Lomba Debat Tugas Akhir Mata Kuliah kalam Syamil Analisis kesalahan berbahasa . rror analysi. merupakan salah satu metode penting dalam linguistik terapan, khususnya dalam konteks pembelajaran bahasa kedua atau bahasa asing (Mantasiah, 2. Dalam studi ini, fokus diberikan pada analisis kesalahan berbahasa Arab dalam konteks debat. Metode ini tidak hanya membantu mengidentifikasi area-area yang memerlukan perbaikan dalam kemahiran berbahasa, tetapi juga memberikan wawasan tentang proses pemerolehan bahasa dan strategi pembelajaran yang digunakan oleh penutur nonnative. Dalam kasus ini, analisis dilakukan terhadap sebuah video pidato atau debat dalam bahasa Arab, dengan memperhatikan berbagai aspek linguistik seperti sintaksis, pragmatik, fonologi, dan leksikal. Tujuan dari analisis ini adalah untuk mengidentifikasi, mengklasifikasikan, dan menjelaskan kesalahan-kesalahan yang terjadi, serta memberikan perbaikan yang sesuai. Hasil analisis ini dapat digunakan sebagai bahan evaluasi dan pengembangan metode pengajaran bahasa Arab yang lebih efektif. Berikut adalah daftar kesalahan yang teridentifikasi, beserta perbaikan dan penjelasan aspek linguistiknya: Tabel 4. Pemetaan Kesalahan Linguistik Mahasiswa Pembicara Ketiga Team Kontra SPBA UIN Sunan Kalijaga No. Kesalahan Seharusnya Aspek Kesalahan Please cite this article as Ilham Fatkhu Romadhon, "Analisis Kesalahan Berbahasa Arab pada Ketrampilan Berbicara dalam Debat Bahasa Arab di Indonesia," IJAEL 1. No. : 35-55. DOI: https://doi. org/10. 58363/ijael. 48 | Ilham Fatkhu Romadhon AAuII II AOC EIOE i EIA AOII C EIEA AAuII II AOC EIOE IO CA AEIEA Sintaksis ACE EIEEI EIO II AOC II AOCA AEIA AO OO II O EIA AEEOIA AO NEE OCEIA AA ECEIA ANA IOI OIOEA AEA AEOOA AIOCA EOA AENOOA ACE EIEEI EIO II AOCA AEIA AI II O I EEOIA Sintaksis AEEI EOEIA AOIO I EOI IEIA ANA IOI OIOEA AEA AEOA AIOCA OEA AEOA Pragmatik Pragmatik Fonologis Fonologis Fonologis Fonologis Leksikal Sintaksis Dalam video yang dianalisis, ditemukan beberapa kesalahan sintaksis yang cukup signifikan. Pertama, struktur kalimat "A"AuII II AOC EIOE i EI OII C EIEA . a'innanA min farq al-muwAlAh nu'minu kamA yu'minu qarAr al-majli. terdengar rancu dan tidak gramatikal. Selanjutnya, terdapat pengulangan kata "A( "AOCAfar. yang tidak perlu pada kalimat "A( "CE EIEEI EIO II AOC II AOC EIAqAla almutakallim al-thAn min farq min farq al-mu'Arasa. Kesalahan lain adalah pengulangan kata kerja "A( "OAta'. yang berlebihan pada kalimat " AO OO II OA A( "EI EEOIAta't wa ta't min ziyAdah al-inbi'AthAt al-kArb. Dari segi pragmatik, ditemukan penggunaan ungkapan "A( "O NEE OCEIAayyaba AllAhu awqAtaku. yang terkesan kurang formal dalam konteks pidato atau diskusi. Selain itu, terdapat ungkapan "A( "A ECEIAatashArafu bi-liqA'iku. yang dirasa terlalu berlebihan dalam konteks diskusi atau debat. Pada aspek fonologis, terdapat kesalahan penggunaan kata "A( "IOIAsam. yang berarti "gemuk" pada frasa "A( "NA IOI OIOEAhadaf samn wa nab. , yang seharusnya menggunakan kata "A "IOIAyang berarti "berharga". Selanjutnya, terdapat kesalahan penulisan bentuk jamak dari kata "A( "Auujja. pada kata "A( "EAal-uuja. yang seharusnya ditulis "A( "EAal-uuja. Terakhir, ditemukan kata "A( "EOOAaluaiyya. yang tidak ada dalam bahasa Arab, kemungkinan yang dimaksud adalah "A( "EOAal-tautiyya. Dari segi leksikal, terdapat kesalahan dalam pemilihan kata sifat pada frasa "A( "IOCA EOAmawAqif badaliyya. yang seharusnya menggunakan kata "A"OEA . Selain itu, terdapat kesalahan dalam pemilihan kata untuk "mahasiswa" pada frasa "A( "OI I EEAtausn insibA al-ullA. yang seharusnya menggunakan kata "A( "EEAal-ullA. Terakhir, terdapat kesalahan pengucapan kata "A( "ENOOAal-tahdhbiyya. yang seharusnya "A( "EOAal-tautiyya. , sehingga mengubah makna kata. Kesalahan-kesalahan tersebut mencakup aspek sintaksis, pragmatik, fonologis, dan leksikal dalam bahasa Arab yang dapat mengganggu pemahaman dan kejelasan makna teks. Perbaikan pada aspek-aspek tersebut sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas kebahasaan dan efektivitas penyampaian pesan. Hasil analisis ini memberikan implikasi penting bagi pengajaran bahasa Arab. Pertama. IJAEL Vol. No. P-ISSN : 1234-1234 E-ISSN : 1234-1234 https://doi. org/10. 32332/ijael. Analisis Kesalahan Berbahasa Arab pada Ketrampilan Berbicara. | 49 perlu adanya penekanan pada praktik berbicara spontan dalam situasi formal untuk meningkatkan kemampuan sintaksis dan pragmatik. Kedua, pengajaran fonologi dan kosakata perlu dilakukan secara kontekstual dan dengan memperhatikan potensi interferensi dari bahasa ibu. Terakhir, pentingnya umpan balik korektif yang konstruktif untuk membantu pelajar menyadari dan memperbaiki kesalahan Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menganalisis pola kesalahan pada skala yang lebih besar, serta mengeksplorasi efektivitas berbagai metode pengajaran dalam mengatasi jenis-jenis kesalahan yang telah diidentifikasi. Dengan demikian, analisis kesalahan berbahasa dapat menjadi alat yang berharga dalam meningkatkan kualitas pengajaran dan pembelajaran bahasa Arab. Faktor Ae Faktor yang mempengaruhi Kesalahan Berbahasa Arab dalam Debat Bahasa Arab di Indonesia Dalam proses pembelajaran dan penguasaan bahasa asing, khususnya bahasa Arab, terdapat berbagai faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya kesalahan. Kesalahan-kesalahan ini dapat terjadi dalam berbagai aspek kebahasaan, baik dari segi morfologi, sintaksis, leksikal, semantik, fonologi, maupun pragmatik. Dalam konteks debat bahasa Arab di Indonesia, analisis terhadap kesalahan-kesalahan yang terjadi menjadi sangat penting untuk dilakukan. Melalui analisis ini, kita dapat mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kesalahan secara lebih spesifik dan menemukan solusi yang tepat untuk meminimalisir kesalahan tersebut. Dengan demikian, kualitas penguasaan bahasa Arab dalam debat dapat ditingkatkan, sehingga penyampaian pesan dan argumen dapat dilakukan dengan lebih efektif dan Berikut adalah pembahasan faktor-faktor yang mempengaruhi kesalahan berbahasa Arab dalam debat bahasa Arab di Indonesia berdasarkan aspek-aspek linguistik dan pragmatik dapat dipetakan menjadi 6 faktor. Pertama, aspek morfologis, adalah satu faktor yang mempengaruhi kesalahan berbahasa Arab dalam debat adalah aspek morfologis. Hal ini terlihat dari kesalahan dalam pembentukan kata jamak, baik jamak mudzakkar salim maupun jamak taksir. Selain itu, ditemukan pula penggunaan bentuk kata kerja yang salah serta kesalahan dalam penulisan bentuk jamak dan bentuk jamak taksir. Penguasaan kaidah morfologi yang baik menjadi penting agar dapat membentuk kata dengan struktur yang benar dalam bahasa Arab (Agkris & Simorangkir, 2. Kedua, aspek sintaksis, merupakan faktor utama yang menyebabkan kesalahan dalam debat bahasa Arab adalah lemahnya penguasaan sintaksis atau tata bahasa . Hal ini terlihat dari banyaknya kesalahan dalam struktur kalimat, penggunaan partikel yang berlebihan atau tidak tepat, ketidaksesuaian antara subjek dan predikat, kesalahan penggunaan artikel, pengulangan unsur yang tidak perlu, struktur kalimat yang rancu, serta kesalahan dalam penggunaan kata hubung, huruf jar, idhafah, dan partikel tertentu. Interferensi bahasa ibu juga turut mempengaruhi struktur kalimat yang dihasilkan. Penguasaan sintaksis yang baik sangat diperlukan untuk menghasilkan kalimat yang gramatikal dalam bahasa Arab (Sunan et al. , 2. Ketiga, aspek leksikal, yaitu kesalahan dari aspek leksikal juga banyak ditemukan dalam debat bahasa Arab. Penguasaan kosakata . yang terbatas Please cite this article as Ilham Fatkhu Romadhon, "Analisis Kesalahan Berbahasa Arab pada Ketrampilan Berbicara dalam Debat Bahasa Arab di Indonesia," IJAEL 1. No. : 35-55. DOI: https://doi. org/10. 58363/ijael. 50 | Ilham Fatkhu Romadhon menyebabkan kesulitan dalam memilih kata yang tepat . untuk menyampaikan makna tertentu. Selain itu, ditemukan pula kesalahan dalam pemilihan kata kerja, kata sifat, penggunaan kata atau istilah yang tidak ada dalam bahasa Arab, serta kesalahan dalam pemilihan kata untuk menyatakan maksud Pemerkayaan kosakata menjadi kunci untuk mengatasi kesalahan leksikal dalam berbahasa Arab (Riana et al. , 2. Keempat, aspek semantic, dianggap sebagai kesalahan yang sering terjadi adalah kalimat yang ambigu atau tidak jelas maknanya, serta penggunaan istilah atau frasa yang tidak jelas rujukannya. Selain itu, ditemukan pula kesalahan dalam pemilihan kata untuk menyampaikan makna tertentu. Hal ini dapat mengganggu pemahaman dan menyebabkan ketidakjelasan pesan yang ingin disampaikan (Wafi et al. , 2. Pemahaman yang baik terhadap aspek semantik sangat diperlukan agar makna dapat tersampaikan dengan tepat dalam berbahasa Arab. Kelima, kesalahan dari aspek fonologis dalam debat bahasa Arab meliputi kesalahan dalam pengucapan huruf atau bunyi, kesalahan penulisan huruf seperti ta' marbuthah atau hamzah, kesalahan dalam pengucapan kata, serta ketidaktepatan dalam penggunaan huruf 'alif. Kesalahan-kesalahan ini dapat mempengaruhi pemahaman dan penyampaian pesan dengan baik. Selain itu. Ketidakmampuan dalam pengucapan kata dengan baik juga bisa menimbulkan kesalahpahaman dalam komunikasi termasuk juga dalam debat bahasa Arab (Wahyu & Lubis, 2. Hal ini bisa terjadi ketika seseorang salah dalam membetulkan tekanan suara pada suatu kata ataupun pada penekanan suara dalam Penguasaan kaidah fonologi yang baik sangat penting agar pengucapan dan penulisan kata dalam bahasa Arab menjadi benar. Keenam. Aspek Pragmatik, merupakan factor yang ikut andil mempengaruhi kesalahan dalam debat bahasa Arab. Kurangnya praktik berbicara dan menulis dalam bahasa Arab menyebabkan ketidakterbiasaan dalam menggunakan bahasa tersebut secara lisan maupun tulisan. Selain itu, penggunaan ungkapan yang kurang formal atau berlebihan dalam konteks tertentu, ketidakkonsistenan dalam penulisan nama atau istilah, serta faktor psikologis seperti grogi atau tegang saat berbicara di depan umum juga dapat menimbulkan kesalahan (Swestin & Primasanti, 2. Penggunaan ungkapan yang tidak sesuai konteks dan penggunaan frasa atau ungkapan yang berlebihan juga termasuk kesalahan dari aspek pragmatik (Arifianto et al. , 2. Kurangnya perhatian terhadap aspek pragmatik dalam berbahasa Arab dapat mengganggu efektivitas penyampaian pesan dalam debat. Dampak Kesalahan Debat Berbahasa Arab dalam Kompetensi Berbicara Bahasa Arab Penyampaian pesan merupakan aspek krusial dalam debat. Kesalahan berbahasa Arab dapat menyebabkan penyampaian pesan menjadi tidak efektif dan mengurangi kualitas isi yang ingin disampaikan (Al-Shbail & Diab, 2. Hal ini akan mempersulit peserta dalam menyampaikan gagasan secara jelas, menyampaikan argumen dengan logis, serta menyampaikan kesimpulan dan saran yang meyakinkan (Fahrurrozi, 2. Lebih lanjut, kesalahan ini juga dapat menghambat kemampuan peserta untuk menggunakan bahasa yang lugas dan IJAEL Vol. No. P-ISSN : 1234-1234 E-ISSN : 1234-1234 https://doi. org/10. 32332/ijael. Analisis Kesalahan Berbahasa Arab pada Ketrampilan Berbicara. | 51 mudah dipahami, sehingga pesan menjadi bias dan sulit ditangkap oleh lawan Kelancaran berbicara adalah faktor penting dalam debat (Nurhayati, 2. Kesalahan berbahasa Arab dapat mengganggu kelancaran peserta dalam menyampaikan argumen dan gagasannya (Baroroh & Tolinggi, 2. Hal ini menyebabkan penyampaian menjadi tersendat-sendat, terhambat, dan kurang Selain itu, kesalahan ini juga dapat mengurangi kemampuan peserta untuk merespon dengan cepat, menghambat pengembangan argument (Kamil, 2. lebih lanjut, serta menurunkan kepercayaan diri dalam berinteraksi dengan lawan Aspek percaya diri sangat penting untuk melatih kemampuan berbicara, terutama saat berbicara di depan umum seperti dalam debat, pidato dan lain sebagainya (Safitri et al. , 2. Kesalahan berbahasa Arab dapat mengurangi rasa percaya diri peserta. Hal ini dapat disebabkan oleh faktor psikologis seperti grogi atau tegang, serta menurunkan kualitas penampilan dan presentasi diri peserta. Kurangnya percaya diri ini dapat mempengaruhi performa peserta dalam menyampaikan argumen dan mempertahankan pendapatnya. Pemahaman terhadap apa yang disampaikan oleh peserta adalah kunci keberhasilan dalam debat. Kesalahan berbahasa Arab dapat menghambat pemahaman lawan bicara terhadap apa yang disampaikan oleh pembicara (Mohamed et al. , 2. Hal ini dapat menyebabkan kebingungan pada pendengar, mempersulit pemahaman terhadap isu atau topik yang dibahas, serta mengurangi kualitas penguasaan materi yang disampaikan. Jika pemahaman terhambat, maka komunikasi menjadi tidak efektif dan argumen menjadi sulit diterima oleh lawan Kredibilitas dan karisma peserta sebagai pembicara sangat penting dalam berbicara termasuk juga dalam debat (Bungatang et al. , 2. Kesalahan berbahasa Arab dapat menurunkan kredibilitas dan penilaian positif dari pendengar terhadap kemampuan berbahasa Arab peserta debat. Hal ini dapat mengurangi daya tarik dan karisma peserta sebagai pembicara, serta menurunkan kualitas penampilan dan presentasi diri. Kredibilitas yang rendah dapat membuat argumen menjadi kurang meyakinkan dan sulit diterima oleh lawan debat (Irwan, 2. Berpikir kritis dan argumentasi merupakan kunci dalam memenangkan debat (Bhoko et al. , 2. Kesalahan berbahasa Arab dapat menghambat proses berpikir kritis dan mempersulit pengembangan argumen yang kuat dan meyakinkan. Hal ini dapat menyebabkan kesulitan dalam menggunakan logika dan alur berpikir yang terstruktur, menghambat kemampuan untuk menggunakan bukti dan data pendukung, serta menurunkan kualitas elaborasi dan pengembangan argumen lebih lanjut. Selain itu, kesalahan ini juga dapat mengurangi daya persuasif argumen dan mempersulit penggunaan strategi berdebat yang efektif. Pengelolaan debat secara efektif sangat penting untuk memenangkan Kesalahan berbahasa Arab dapat mengurangi keterampilan dalam mengelola waktu debat secara efektif, mempersulit penggunaan strategi berdebat yang efisien, serta menghambat kemampuan dalam mengendalikan situasi debat. Hal ini dapat menyebabkan kesulitan dalam mengatur jalannya debat, merespon sanggahan dengan tepat, dan memanfaatkan waktu yang tersedia secara optimal. Please cite this article as Ilham Fatkhu Romadhon, "Analisis Kesalahan Berbahasa Arab pada Ketrampilan Berbicara dalam Debat Bahasa Arab di Indonesia," IJAEL 1. No. : 35-55. DOI: https://doi. org/10. 58363/ijael. 52 | Ilham Fatkhu Romadhon Retorika dan gaya berbicara menjadi faktor penting dalam memikat perhatian pendengardan memenangkan debat (Shaw, 2. Kesalahan berbahasa Arab dapat menurunkan kualitas retorika dan gaya berbicara peserta. Hal ini dapat mempersulit penggunaan gaya bahasa yang persuasif dan memikat, mengurangi kemampuan dalam menggunakan ilustrasi dan contoh yang relevan, serta menghambat penggunaan analogi dan perumpamaan yang tepat. Selain itu, kesalahan ini juga dapat mengurangi kemampuan dalam menjaga kontak mata dan bahasa tubuh yang efektif, serta menurunkan kualitas penyampaian argumen dengan nada dan intonasi yang sesuai. Penguasaan materi merupakan aspek fundamental dalam debat. Kesalahan berbahasa Arab dapat mempersulit pemahaman terhadap isu atau topik yang dibahas, menghambat kemampuan dalam menggunakan bukti dan data yang akurat, serta mengurangi kualitas penguasaan materi yang disampaikan (Irwan, 2. Hal ini dapat menyebabkan kesulitan dalam menyampaikan latar belakang masalah dengan baik, memberikan contoh yang relevan, serta merangkum argumen dengan Penampilan dan presentasi diri adalah faktor penting dalam menarik perhatian dan meyakinkan pendengar (Trimastuti et al. , 2. Kesalahan berbahasa Arab dalam debat dapat menurunkan kualitas penampilan dan presentasi diri peserta. Hal ini dapat mengurangi kemampuan dalam menjaga kontak mata dan bahasa tubuh yang efektif, menghambat penggunaan bahasa nonverbal secara tepat, serta menurunkan kepercayaan diri dalam berinteraksi dengan lawan debat. Penampilan dan presentasi diri yang kurang baik dapat mempengaruhi penerimaan dan persepsi pendengar terhadap argumen yang disampaikan. Kemampuan menanggapi lawan debat dengan baik sangat penting untuk memenangkan perdebatan (Werdiningsih, 2. Kesalahan berbahasa Arab dalam debat dapat mengurangi daya persuasif argumen, menghambat kemampuan dalam merespon dengan tepat, serta mempersulit peserta dalam menanggapi sanggahan dengan cepat. Hal ini dapat menyebabkan kesulitan dalam mengelola interaksi dengan lawan debat, memberikan tanggapan yang relevan, dan mempertahankan argumen dengan baik. Conclusion Penelitian ini mengungkap adanya berbagai jenis kesalahan linguistik yang dilakukan oleh mahasiswa dalam debat bahasa Arab di Indonesia. Kesalahankesalahan tersebut meliputi aspek morfologis, sintaksis, leksikal, semantik, fonologis, dan pragmatik. Pada aspek morfologis, ditemukan kesalahan dalam pembentukan kata jamak, penggunaan bentuk kata kerja yang salah, serta kesalahan dalam penulisan bentuk jamak dan bentuk jamak taksir. Sementara itu, kesalahan sintaksis merupakan faktor utama, mencakup struktur kalimat yang tidak gramatikal, penggunaan kata yang berlebihan atau tidak tepat, ketidaksesuaian antara subjek dan predikat, serta kesalahan dalam penggunaan kata hubung, huruf jar, idhafah, dan kata tertentu. Adapun kesalahan leksikal disebabkan oleh penguasaan kosakata yang terbatas, kesalahan dalam pemilihan kata kerja, kata sifat, serta penggunaan kata atau istilah yang tidak ada dalam bahasa Arab. IJAEL Vol. No. P-ISSN : 1234-1234 E-ISSN : 1234-1234 https://doi. org/10. 32332/ijael. Analisis Kesalahan Berbahasa Arab pada Ketrampilan Berbicara. | 53 Selain itu, ditemukan pula kesalahan semantik yang meliputi kalimat yang ambigu atau tidak jelas maknanya, penggunaan istilah atau frasa yang tidak jelas rujukannya, serta kesalahan dalam pemilihan kata untuk menyampaikan makna Kesalahan fonologis juga menjadi perhatian, mencakup kesalahan dalam pengucapan huruf atau bunyi, kesalahan penulisan huruf seperti ta' marbuthah atau hamzah, serta ketidaktepatan dalam penggunaan huruf 'alif. Sementara itu, kesalahan pragmatik disebabkan oleh kurangnya praktik berbicara dan menulis dalam bahasa Arab, penggunaan ungkapan yang kurang formal atau berlebihan, serta faktor psikologis seperti grogi atau tegang saat berbicara di depan umum. Faktor-faktor penyebab kesalahan meliputi penguasaan kaidah bahasa Arab yang belum memadai, interferensi bahasa ibu, kurangnya praktik berbicara, tekanan psikologis, dan keterbatasan kosakata. Kesalahan-kesalahan tersebut berdampak pada efektivitas pesan, kelancaran berbicara, percaya diri, pemahaman lawan bicara, kredibilitas pembicara, berpikir kritis, pengelolaan debat, retorika, penguasaan materi, penampilan, dan kemampuan menanggapi lawan debat. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap analisis kesalahan dalam pengajaran bahasa Arab yang lebih efektif, khususnya dalam meningkatkan kompetensi berbicara mahasiswa dalam debat bahasa Arab. References