Volume 5 Nomor 1 Juni 2023 Halaman 14 - 20 ANALISA NILAI KEKASARAN ALUMINIUM HASIL PENGECORAN LOGAM DENGAN MEDIA CETAKANCASTABLE. LOGAM. DAN PASIR Ade Maulana Universitas Islam Majapahit. Mojokerto Email : deademaulana75@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas dari kekasaran suatu material logam hasil pengecoran menggunakan 3 media cetakan yang berbeda yaitu cetakan castable. Logam dan Pasir guna mempermudah industrial pengecoran logam skala kecil memilih jenis cetakan yang sesuai dengan benda kerja produksi dengan menggunakan metode pengolahan data secara eksperimental Pada pengujian Surface Roughness Tester didapatkan data sebagai, logam pengecoran media cetakan pasir rata-rata Ra : 4. 105AAm, rata-rata Rz : 21. 425AAm, rata-rata Rq : 5. 055AAm, logam pengecoran media castable rata-rata Ra : 7. 94AAm, rata-rata Rz : 39. 37AAm, rata-rata Rq : 9. 42AAm, dan logam pengecoran media cetakan logam rata-rata Ra : 4. 005AAm, rata-rata Rz : 20. 84AAm, rata-rata Rq : 4. 96AAm. Dari data yang telah terkumpul dapat disimpulkan nilai uji kekasaran pada logam hasil pengecoran menggunakan cetakan pasir memiliki nila kekasaran paling kecil sedangkan nilai kekasaran paling besar dimiliki oleh logam hasil pengecoran menggunakan media cetakan logam. Kata Kunci : Kekasaran. Media Cetakan. Pengecoran. ABSTRACT This study aims to determine the quality of the roughness of a metal casting material using 3 different mold media, namely castable molds, metal and sand in order to facilitate small-scale metal casting industries choosing the type of mold that is suitable for the production workpiece using experimental data processing methods. Surface Roughness Tester test obtained data as, metal casting media sand mold average Ra: 4. 105AAm, average Rz: 21. 425AAm, average Rq: 5. 055AAm, metal casting media castable average Ra: 7. 94AAm, average Rz average : 39. 37AAm, average Rq : 9. 42AAm, and metal casting media for metal molds average Ra : 4. 005AAm, average Rz : 20. 84AAm, average Rq : 4. 96AAm. From the data that has been collected, it can be concluded that the value of the roughness test on the metal casting using a sand mold has the smallest roughness value while the largest roughness value is owned by the metal casting using a metal mold media. Keywords: Roughness. Printed Media. Casting. PENDAHULUAN Pengecoran adalah proses produksi benda menggunakan media cetak. Pengecoran dapat diartikan sebagai penuangan fluida cair atau bahan cair ke dalam cetakan, sehingga memperoleh hasil benda sesuai keinginan. Pengecoran tidak hanya dilakukan oleh para pekerja proyek menuangkan adonan semen, pasir, air, kerikil kedalam cetakan, namun pengecoran tedapat banyak jenisnya seperti pengecoran logam, pengecoran non logam, pengecoran marmer, dan masih banyak lainnya. Pengecoran logam bisa digunakan pada berbagai jenis bahan cetakan logam cair aluminium, besi, baja perpaduan tembaga contohnya, aluminium perunggu, perunggu. Pengecoran logam juga dapat digunakan pada pengecoran tembaga baja paduan ringan seperti, baja paduan monel, baja paduan magnesium, baja paduan aluminium, dan hasteloy . aduan baja yang mengandung silikon, krom, dan molibendu. Volume 5 Nomor 1 Juni 2023 Halaman 14 - 20 Sebelum membuat benda coran harus terlebih dahulu melalui proses pembuatan cetakan coran . Cetakan coran atau biasa disebut moulding dapat dibuat dari media pasir, tanah liat, pasir silika, maupun dari bahan logam itu sendiri. Keunggulan dari cetakan pasir ataupun tanah liat mudah dibuat, tidak mahal, bahan mudah diperoleh. Cetakan yang terbuat dari logam harus memiliki titik lebur/titik didih lebih besar daripada logam cair hasil proses Proses pengecoran logam merupakan proses penuangan logam cair kedalam media cetak baik menggunakan cetakan castable, logam, dan pasir. Pengecoran memiliki berbagai macam jenis dan kegunanan, berikut merupakan jenis pengecoran logam: Pengecoran Permanen (Permanent Mol. merupakan pengecoran yang menggunakan cetakan permanen terbuat dari bahan logam yang dapat digunakan berkali-kali. Pengecoran menggunkan metode ini memerlukan bahan logam dengan titik lebur/titik didih lebih tinggi daripada logam cair pengecoran. Keuntungan dari cetakan pemanen untuk menguragi tingkat kekasaran dari benda kerja hasil coran, mengurangi resiko kekeroposan pada benda, dan meminimalisir proses pemesinan. Pengecoran Gravitasi (Gravity Permanent Mold Castin. merupakan proses pengecoran dari pemanfataan gaya gravitasi bumi diamana pada proses penuangan melewati saluran tuang kemudian memasuki rongga cetakan sehingga dapat memenuhi seluruh dari ruang dalam media cetakan. Kekurangan pada cetakan gravitasi dapat dilihat dari benda kerja hasil pengecoran yang kurang padat dan terdapat permukaan kropos. Pengecoran Cetak Tekan (Pressure Die Castin. merupakan pengecoran yang menggunakan sistem tekanan pada saat setelah penuangan logam cair kedalam cetakan, pada pengecoran ini terdapat alat tekan hidrolis yang digunakan sebagai media penekanan pada cetakan. Keunggulan dari cetakan tekan dapat menghasilkan benda kerja hasil coran yang padat. Pengecoran Sentrifugal (Centrifugal Die Castin. pengecoran logam yang menggunakan media putar pada proses pendinginannya. Sistem kerja pada pengecoran setrifugal yaitu penuangan logam cair pada cetakan coran dengan bersamaan berputarnya cetakan coran menggunakan mesin rotary sebagai pemutar cetakan. Benda kerja hasil penggecoran sentrifugsl memiliki struktur permukaan yang halus, padat, dan tidak kropos. METODE Penelitian merupakan proses mencari suatu data yang sebenarnya melalui beberapa tahapan secara sistematis. Penelitian harus memiliki teknik pengambilan data yang terarah dan Volume 5 Nomor 1 Juni 2023 Halaman 14 - 20 jelas, sehingga dapat menyajikan data yang dapat dipertanggungjawabkan. Penelitian tentunya memiliki serangkaian perencanaan yang harus dirumuskan terlebih dahulu dengan mempertimbangkan kemungkinan-kemungkinan terburuk juga keberhasilan terbaik dari suatu penelitian Pada proses pengerjaan pengecoran logam dilaksanakan di bengkel CV. Jaya Makmur Dsn. Rejoslamet Ds. Mancilan Kec. Mojoagung Kab. Jombang, mulai tanggal 2 juni 2021 sampai tanggal 20 juni 2021. Pelaksanaan pengujian dengan menggunakan Surface Roughness Tester pada tanggal 21 juni 2021 sampai tanggal 30 juni 2021 berlokasi gedung C1 workshop Fakultas Teknik Mesin Universitas Negeri Malang, dengan penguji bapak Ir. Wiyono sebagai staf laboratorium Teknik Mesin UM dan Drs. Imam Sudjono. sebagai kepala Laboratorium Teknik Mesin UM HASIL DAN PEMBAHASAN Dari data hasil pengujian kekasaran dapat dirumuskan data sebagai berikut : Pasir Spesimen uji kekasaran nomor 1 dengan menggunakan metode pengecoran pasir dicampurdengan tanah kebun diperoleh data sebagaimana tabel berikut. Tabel 1. Pengujian pada cetakan pasir Pengujian pada spesimen Cetakan pasir Nilai Ra Nilai Rz Nilai Rq Pengujian pertama 12 AAm 11 AAm 37 AAm Pengujian kedua 09 AAm 74 AAm 74 AAm Castable Spesimen uji kekasaran nomor 2 dengan menggunakan metode pengecoran cetakan castable (RCS) diperoleh data sebagai berikut . Tabel 2. Pengujian pada cetakan castable Pengujian pada spesimen Cetakan Castable Nilai Ra Nilai Rz Nilai Rq Pengujian pertama 94 AAm 37 AAm 42 AAm Pengujian kedua 94 AAm 37 AAm 42 AAm Logam Spesimen uji kekasaran nomor 3 dengan menggunakan metode pengecoran cetakan logam diperoleh data sebagai berikut . Volume 5 Nomor 1 Juni 2023 Halaman 14 - 20 Tabel 3. Pengujian pada spesimen cetakan logam Pengujian pada spesimen Cetakan Logam Nilai Ra Nilai Rz Nilai Rq Pengujian pertama 92 AAm 69 AAm 99 AAm Pengujian kedua 09 AAm 99 AAm 93 AAm Gambar 1. Benda kerja hasil coran Dari data yang diperoleh di atas maka dapat dirumuskan digram grafik perbandingandari hasil pada pengujian pertama dan kedua dalam satu benda kerja hasil coran sebagai berikut: Gambar2. Diagram grafik hasil pengujian kekasaran logam media cetakan pasir Nilai Kekasaran (AA. Volume 5 Nomor 1 Juni 2023 Halaman 14 - 20 Pengujian pada Spesimen Cetakan Castable 3399,3,377 9,492,42 7,974,94 Satuan Kekasaran Pengujian 1 Pengujian 2 Gambar 3. Diagram grafik hasil pengujian kekasaran logam media cetakan castable Gambar 4. Diagram hasil penguian kekasaran logam media cetakan logam Data diagram grafik diatas menjelaskan tentang hasil dari pengujian Surface Roughness Tester dengan satuan Ra. Rz, dan Rq yang berbeda antara pengujian pertama dan kedua dikarenakan perbedaan goresan antara stilus sensor dengan benda kerja saat proses pengujian. Hasil permukaan benda kerja coran memiliki nilai kekasaran permukaan Ra 3AAm Ae 8 AAm. Jumlah nilai rata-rata 3 spesimen Tabel 3. Berbagai jenis cetakan dan nilai pengujian Jenis Cetakan Pasir Castable Satuan Nilai Pengujian 1 5,12 AAm 27,11 AAm 6,37 AAm 7,94 AAm 39,37 AAm Nilai Pengujian 2 3,09 AAm 15,74 AAm 3,74 AAm 7,94 AAm 39,37 AAm Jumlah 8,21 AAm 42,85 AAm 10,11 AAm 15,88 AAm 78,74 AAm Rata-rata 4,105 AAm 21,425 AAm 5,055 AAm 7,94 AAm 39,37 AAm Volume 5 Nomor 1 Juni 2023 Logam 9,42 AAm 3,92 AAm 20,69 AAm 4,99 AAm 9,42 AAm 4,09 AAm 20,99 AAm 4,93 AAm Halaman 14 - 20 18,84 AAm 8,01 AAm 41,68 AAm 9,92 AAm 9,42 AAm 4,005 AAm 20,84 AAm 4,96 AAm Pada tabel diatas memuat data tentang nilai hasil rata-rata dari ketiga logam hasil proses pengecoran dengan menggunakan 3 media cetakan berbeda, menunjukkan bahwa nilai ratarata tertinggi pada cetakan logam dengan rata-rata Ra : 4,005 AAm, rata-rata Rz : 20,84 AAm, ratarata Rq : 4,96 AAm. Nilai rata-rata kekasaran paling rendah pada cetakan pasir. Gambar 5. Digram perbandingan lohgam 3 jenis media cetakan yang berbeda Pada gambar diagram grafik perbandingan diatas menunjukkan bahwa hasil nilai kekasaran dari ketiga benda kerja coran dengan menggunakan 3 media cetakan yang berbeda tertinggi pada cetakan logam dan paling rendah pada cetakan pasir. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Dari hasil penelitian yang telah dilaksanakan maka dapat dirumuskan beberapa kesimpulan sebagai berikut : Pemilihan jenis bahan cetakan pengecoran logam sangat berpengaruh bagi tingkat kekasaran permukaan benda kerja hasil pengecoran. Nilai uji kekasaran pada logam hasil pengecoran menggunakan cetakan pasir memiliki nila kekasaran (R. , nilai rata-rata kekasaran (R. , dan nilai ketidakrataan sepuluh titik (R. paling kecil. Spesimen cetakan logam memliki tingkat nilai rata-rata kekasaran paling tinggi dari 2 tahapan pengujian dengan rata-rata Ra : 4,005AAm. Rz : 20,84AAm dan Rq : 4,96AAm. Volume 5 Nomor 1 Juni 2023 Halaman 14 - 20 Cetakan dengan nilai kekasaran paling tinggi tidak rekomendasikan untuk spesifikasi logam coran dengan tingkat kehalusan permukaan yang baik. Saran