Nilai-nilai Islam dalam Manajemen Pendidikan: Kajian Filosofis Konstruktivistik melalui Pendekatan Systematic Literature Review Fitriyana1. Evi Gusliana2*. Erlian Eka Damayanti3. Desmawati4. Agus Pahrudin5. Bujang Rahman6 1,2,3,4,5 Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung Universitas Lampung *evigusliana92@gmail. How to cite . n APA Styl. : Fitriyana. Gusliana. Damayanti. Desmawati. Pahrudin. Rahman. Nilai-Nilai Islam dalam Manajemen Pendidikan: Kajian Filosofis Konstruktivistik melalui Pendekatan Systematic Literature Review. LENTERA: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 18 . , pp. Abstract: This research aims to analyze the reconstruction of Islamic values in education management through a philosophical approach and a constructivist Strengthening values such as trust, fairness, sincerity, deliberation, and itqan is becoming increasingly important because management practices in various Islamic educational institutions still show administrative tendencies that ignore spiritual, ethical, and humanistic dimensions. To answer these problems, this study uses the Systematic Literature Review (SLR) method with the PRISMA 2020 model, which selects scientific articles published in 2020Ae2025 from Google Scholar. Crossref. DOAJ, and Garuda. Of the 72 articles identified, eight met the inclusion criteria and were analyzed through thematic analysis techniques. The results of the study show that Islamic values have a fundamental position in building an educational management paradigm that is not only oriented towards efficiency, but also on the formation of organizational character and spirituality. The values of trust and fairness strengthen the integrity and fairness of decisionmaking, the values of sincerity and deliberation encourage participation and harmonization of working relationships, while the value of itqan emphasizes the importance of professionalism and quality culture in education governance. The integration of these five values philosophically forms an ontological, epistemological, and axiological framework for Islamic education management that is contextual and adaptive according to the constructivistic paradigm. This research contributes to providing a systematic conceptual mapping of the role of Islamic values in education management, as well as offering a philosophical framework that can be used as a basis for the sustainable development of policies, leadership, and governance of Islamic educational institutions. Keywords: Islamic Values. Islamic Education Management. Philosophy of Education. Constructivist Paradigm. Systematic Literature Review (SLR) PENDAHULUAN Perkembangan dunia pendidikan di era modern memerlukan sistem manajemen yang tidak hanya fokus pada efisiensi dan efektivitas, tetapi juga Nilai-nilai Islam dalam Manajemen Pendidikan: Kajian Filosofis Konstruktivistik melalui Pendekatan Systematic Literature Review berupaya membentuk karakter, nilai, dan moral peserta didik. Dalam konteks ini, hasil penelitian Yaqien. Hasanah, dan Uyun menunjukkan bahwa integrasi antara teori manajemen modern dengan prinsip-prinsip Islam masih perlu diperkuat agar praktik manajemen pendidikan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai spiritual dan etika keislaman (Abd Rahman & Smith. Sesuai dengan hal tersebut. Suwenti et al. , . menegaskan bahwa transformasi kepemimpinan pendidikan Islam di era digital harus mampu menyeimbangkan antara keberhasilan administratif dengan penguatan nilai-nilai moral, spiritual, dan humanistik agar lembaga pendidikan tetap autentik dan relevan terhadap tuntutan zaman. Temuan-temuan tersebut menunjukkan bahwa manajemen pendidikan Islam memerlukan paradigma yang tidak hanya adaptif terhadap perubahan global, tetapi juga kokoh secara nilai dan spiritual. Manajemen pendidikan Islam pada hakekatnya bertujuan menyeimbangkan antara dimensi duniawi dan ukhrawi dalam proses pendidikan. Dari perspektif Islam, aktivitas manajemen bukan sekadar pengaturan teknis sumber daya manusia dan material, tetapi merupakan amanah dan bentuk ibadah yang harus didasari nilainilai ilahiah seperti kejujuran . , keadilan (Aoad. , tanggung jawab . mAna. , dan keikhlasan . khlA). Hal ini sejalan dengan pandangan Nurjanah dan Hermawan yang menegaskan bahwa manajemen pendidikan Islam harus mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dan moral dalam setiap aspek pengelolaan lembaga pendidikan (Nurjanah & Hermawan, 2025. Shofwani et al. , 2. Oleh karena itu, sistem manajemen pendidikan Islam seharusnya tidak hanya mengadopsi model Barat yang berorientasi pada rasionalitas instrumental, tetapi membangun paradigma yang berakar pada nilai-nilai tauhid sebagai dasar filosofis dan moralnya. Meskipun berbagai upaya pembaruan telah dilakukan, praktik manajemen pendidikan di berbagai lembaga Islam masih menghadapi tantangan dalam menyeimbangkan penerapan standar mutu modern seperti ISO, sistem penjaminan mutu nasional, dan akreditasi BAN-PT dengan penerapan nilai-nilai spiritual Islam dalam kebijakan dan budaya organisasi. Ketidakseimbangan ini menyebabkan pencapaian administratif lembaga tidak sejalan dengan pengembangan karakter Islami peserta didik (Abd Rahman & Smith, 2024. Hamid & Bahari, 2. Hal tersebut menegaskan pentingnya telaah filosofis agar manajemen pendidikan Islam benar-benar mencerminkan tujuan moral dan spiritual yang menjadi inti dari pendidikan Islam. Oleh karena itu, penting untuk menelaah bagaimana nilai-nilai Islam dipahami secara filosofis dan dikonstruksi dalam praktik manajemen Kajian literatur menunjukkan bahwa pemetaan sistematis mengenai rekonstruksi nilai-nilai Islam dalam perspektif filosofis dan paradigma konstruktivistik dalam ranah manajemen pendidikan belum banyak dilakukan, sehingga diperlukan analisis yang lebih dalam untuk mengisi celah tersebut. Filsafat manajemen pendidikan Islam penting karena tidak hanya membahas bagaimana lembaga dikelola, tapi juga mengapa dan untuk apa pengelolaan itu dilakukan. Kajian ini mencakup tiga dimensi yaitu ontologi . akikat manajemen pendidikan Isla. , epistemologi . umber dan metode pengetahuan manajerial Islam. , serta aksiologi . ujuan dan nilai moral yang mendasari tindakan Fitriyana. Evi Gusliana. Erlian Eka Damayanti. Desmawati. Agus Pahrudin. Bujang Rahman LENTERA: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. , 267-276 Ketiga dimensi ini saling terkait dalam membangun sistem manajemen yang tidak hanya efisien, tetapi juga bermakna secara spiritual dan sosial (Abuzar & Khondoker, 2024. Alfaridli, 2. Paradigma konstruktivistik digunakan dalam penelitian ini karena menilai nilai dan pengetahuan sebagai konstruksi sosial yang dinamis. Dengan perspektif ini, nilai-nilai Islam dapat dipahami secara kontekstual dan dikembangkan sesuai tantangan pendidikan modern. Melalui pendekatan filosofis dan konstruktivistik, penelitian ini berusaha menelaah bagaimana nilai-nilai Islam seperti amanah, adil, musyawarah, ikhlas, dan itqan direkonstruksi dan diterapkan dalam praktik manajemen pendidikan sebagai fondasi etis dan spiritual. Nugraha et al. , . menegaskan bahwa nilai-nilai seperti amanah, adil, musyawarah, itqan, dan ihsan dapat diintegrasikan secara dinamis dalam praktik kepemimpinan pendidikan modern, sehingga nilai-nilai tersebut tidak hanya menjadi pedoman moral, tetapi juga dasar strategis dalam mewujudkan tata kelola pendidikan yang memiliki karakter dan keadilan. Oleh karena itu, dibutuhkan penelitian sistematis yang menelusuri literatur terkini untuk memahami pola, arah, dan implikasi filosofis nilai-nilai tersebut bagi pengembangan manajemen pendidikan Islam yang Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini merumuskan pertanyaan utama: bagaimana nilai-nilai Islam dipahami dan dikonstruksi secara filosofis dalam manajemen pendidikan Islam, serta apa implikasinya terhadap praktik tata kelola lembaga? Penelitian ini penting untuk memberikan pemetaan filosofis yang lebih dalam mengenai rekonstruksi nilai-nilai Islam dalam manajemen pendidikan Islam dan mengisi celah penelitian sebelumnya yang belum banyak mengkaji tema ini secara sistematis. METODE Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada model PRISMA 2020. Metode ini dipilih untuk menelusuri, menyeleksi, dan mensintesis berbagai penelitian terkait nilai-nilai Islam dalam manajemen pendidikan Islam secara komprehensif dan terstruktur. SLR memungkinkan peneliti mengidentifikasi pola, arah, dan perkembangan kajian secara sistematis berdasarkan bukti ilmiah yang telah dipublikasikan pada periode tahun 2020-2025 (Page et al. , 2. Proses pencarian literatur dilakukan menggunakan aplikasi HarzingAos Publish or Perish dengan sumber database online Google Scholar. Crossref. DOAJ, dan Garuda. Pemilihan penelitian terdahulu mengacu pada kriteria sebagai berikut. Tabel 1. Kriteria Inklusi dan Eksklusi Kriteria Inklusi Kriteria Eksklusi Diterbitkan antara tahun 2020-2025 Diterbitkan sebelum tahun 2020 Artikel merupakan jurnal peer2. Artikel bukan jurnal peer-reviewed Jurnal minimal terindeks Sinta 3 Indeks jurnal lebih rendah dari Sinta Ditulis dalam Bahasa Indonesia atau Teks tidak ditulis dalam Bahasa Nilai-nilai Islam dalam Manajemen Pendidikan: Kajian Filosofis Konstruktivistik melalui Pendekatan Systematic Literature Review Inggris Membahas nilai-nilai Islam dalam konteks manajemen pendidikan Penelitian filosofis, konseptual, atau SLR Indonesia atau Inggris Tidak relevan dengan nilai islam atau Artikel non-akademik / tanpa metodologi ilmiah Pencarian literatur dilakukan menggunakan beberapa kata kunci dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, yaitu nilai-nilai Islam, manajemen pendidikan Islam, filsafat pendidikan, dan constructivism. Proses pencarian dilakukan melalui aplikasi Publish or Perish dengan sumber database Google Scholar. Crossref. DOAJ, dan Garuda. Berdasarkan pencarian awal, ditemukan 72 artikel yang relevan secara judul, abstrak, dan kesesuaian topik dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Artikel-artikel tersebut kemudian diseleksi melalui tahapan PRISMA 2020, meliputi identifikasi, penyaringan, penilaian kelayakan, dan penetapan artikel yang memenuhi kriteria. Melalui proses seleksi ini, diperoleh 8 artikel yang memenuhi standar kualitas dan relevansi untuk dianalisis lebih lanjut. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis tematik . hematic analysi. sebagaimana dikembangkan oleh Braun dan Clarke. Tahapan analisis meliputi: . memahami dan membaca keseluruhan data, . menyusun kode awal dari isi artikel, . mengidentifikasi pola dan menentukan tema utama, . meninjau ulang kesesuaian tema dengan data, . mendefinisikan dan menamai tema sesuai fokus penelitian, serta . menghasilkan laporan secara sistematis. Teknik ini memungkinkan peneliti mengidentifikasi pola nilai-nilai Islam dan memetakan implikasinya dalam praktik manajemen pendidikan Islam secara mendalam dan Melalui metode ini, penelitian diharapkan menghasilkan sintesis teoritis yang komprehensif mengenai nilai-nilai Islam yang membentuk paradigma manajemen pendidikan, serta memberikan konstribusi konseptual bagi penguatan karakter, moral, dan spiritualitas dalam sistem pendidikan Islam di Indonesia. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan proses seleksi literatur menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan model PRISMA 2020, diperoleh 8 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Artikel-artikel tersebut dianalisis menggunakan teknik analisis tematik sehingga menghasilkan tiga tema utama, yaitu: . nilai-nilai Islam dalam manajemen pendidikan, . konstruksi nilai dalam paradigma konstruktivistik, dan . landasan filosofis manajemen pendidikan Islam. Ringkasan hasil seleksi dan relevansi kajian terhadap penelitian disajikan pada table Tabel 2. Hasil Kajian Sistematis Nilai-Nilai Islam dalam Manajemen Pendidikan No Penulis & Fokus Kajian Temuan Utama Relevansi dengan Tahun Penelitian ini (Yaqien et al. Integrasi nilai Integrasi nilai Menunjukkan Islam dalam sistem spiritual masih urgensi perlu filosofis Fitriyana. Evi Gusliana. Erlian Eka Damayanti. Desmawati. Agus Pahrudin. Bujang Rahman LENTERA: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. , 267-276 (Ramadani & Internalisasi nilai Wahyuni, 2. spiritual kebijakan lembaga pendidikan Islam (Solihin, 2. Nilai Amanah, adil, musyawarah, itqan, dan ihsan dalam (Ilma et al. Paradigma berbasis nilai islam (Adawiah et al. Epistemology filsafat manajemen pendidikan Islam penguatan moral dan etika islami Orientasi administratif, nilai Nilai Islam Kelola dan adil pendidikan Islam Menjadi berbasis nilai Islam Menguatkan dimensi aksionlogi pendidikan Islam Nilai islam dapat dikonstruksi ulang sesuai konteks social dan budaya Mendukung dalam manajemen Manajemen dalam Memberikan dasar Islam berakar pada epistemologis bagi tauhid dan moralitas penelitian ini (Arifi, 2. Refleksi filosofis Diperlukan Memperkuat praktik paradigma baru landasan ontologis pendidikan Islam (Arifandi et al. Servent leadership: Kepemimpinan Mengaitkan nilai Inspiring Followers Islami berbasis ihsan dan amanah Towards Good pelayanan . ervant dalam Governance in leadershi. Madrasah madrasah modern transparansi dan tata kelola yang beretika (Fauzan et al. The Urgency of Rekonstruksi sistem Mendukung Pesantren rekonstruksi nilai Managerial pesantren diperlukan Islam Reconstruction in agar nilai-nilai Islam paradigma Era of terinternalisasi dalam konstruktivistik Globalization tata kelola modern Temuan penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam merupakan pondasi epistimologis dan aksiologis dalam praktik manajemen pendidikan Islam. Menurut Mulyawan Safwandy Nugraha et al. , penerapan nilai amanah, adil . , musyawarah, itqan, dan ihsan dalam kepemimpinan madrasah berbasis Asset-Based Community Development (ABCD) mampu menciptakan tata kelola Nilai-nilai Islam dalam Manajemen Pendidikan: Kajian Filosofis Konstruktivistik melalui Pendekatan Systematic Literature Review lembaga pendidikan yang partisipatif, transparan, dan berkeadilan. Nilai-nilai tersebut bukan hanya bersifat normatif, tetapi juga menjadi dasar etika dalam pengambilan keputusan strategis lembaga pendidikan (Nugraha et al. , 2. Selaras dengan itu. Agus Arifandi. Abd Mu, dan Chumphon Angkananon menegaskan bahwa konsep servant leadership dalam perspektif Islam dapat menginspirasi pengelolaan madrasah menuju good governance (Arifandi et al. Pemimpin yang berjiwa pelayanatidak hanya sekedar menjalankan fungsi administratif, tetapi menumbuhkan budaya spiritual, solidaritas, dan etika kerja yang menguatkan identitas kelembagaan. Karena itu, nilai-nilai Islam dalam kepemimpinan tidak hanya mengatur perilaku manajerial, tetapi membantu karakter organisasi dan menumbuhkan lingkungan kerja yang harmonis secara moral, social, dan spiritual. Untuk memperjelas makna filosofis dari setiap nilai dan hubungannya terhadap praktik manajemen pendidikan Islam, dapat dilihat pada Tabel 3 berikut. Tabel 3. Makna Filosofis dan Implikasi Nilai-Nilai Islam terhadap Manajemen Pendidikan Islam Tema Makna Filosofis Implikasi terhadap Manajemen Pendidikan Islam Amanah Amanah merupakan tanggung Nilai jawab moral dan spiritual yang terciptanya tata Kelola yang melekat pada setiap pemimpin transparan dan akuntabel. Pemimpin lembaga madrasah Dalam pandangan integritas dan pelayanan publik yang Islam, kepemimpinan adalah berorientasi moral. Praktik ini amanah yang harus dijalankan memperkuat kepercayaa warga dengan integritas, kejujuran, dan sekolah rasa tanggung jawab kepada legimitasi kepemimpinan. Allah SWT (Q. Al-Anfal: . Pemaknaan ini menempatkan Amanah sebagai fondasi etis dalam pengelolaan lembaga. Adil Keadilan (Aoad. bermakna Penerapan nilai adil menciptakan pada sistem penilaian dan kebijakan menjaga lembaga yang proporsional. Kepala keseimbangan adalam seluruh lembaga termasuk pemerataan manajemen pendidikan (Q. An- penghargaan kerja, serta evaluasi Nahl:. Keadilan menjadi kinerja prinsip dasar dalam pengambilan kependidikan keputusan dan perlakuan terhadap Keadilan manajerial memperkuat warga lembaga. budaya kerja yang sehat dan Ikhlas Ikhlas sebagai Ikhlas memunculkan loyalitas kemurnian niat dalam bekerja tinggi, komitmen pengabdian, serta hanya karena Allah SWT, bukan keharmonisan karena pujian atau kepentingan antarpegawai. Studi pada lembaga Nilai ini menjadi daasar pendidikan Islam menunjukkan etos kerja spiritual dalam bahwa guru dengan motivasi ikhlas pendidikan Islam. memiliki kinerja pedagogis yang lebih stabil dan tangguh. Musyawarah Musyawarah . adalah Dalam manajemen pendidikan Fitriyana. Evi Gusliana. Erlian Eka Damayanti. Desmawati. Agus Pahrudin. Bujang Rahman LENTERA: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. , 267-276 Itqan pengambilan keputusan yang menekankan dialog kolektif dan penghargaan terhadap pendapat anggota (Q. Asy-Syura: . Musyawarah menjadi mekanisme etis untuk mencapai keputusan yang adil dan inklusif. Itqan bermakna kesungguhan, ketelitian, dan profesionalisme dalam bekerja sebagai bentuk manifestasi iman dan ibadah kepada Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda: AuSesungguhnya Allah mencintai seseorang yang menyempurnakannya . Ay (HR. Al-Baihaq. Prinsip itqan menjadi nilai kualitas dalam tradisi pendidikan Islam. Islam, musyawarah memperkuat budaya organisasi kolaboratif. Pelibatan kependidikan, dan masyarakat meningkatkan sense of belonging dan tanggung jawab bersama terhadap visi lembaga. Penerapan itqan mendorong budaya mutu, inovasi, dan peningkatan kinerja berkelanjutan . ontinuous Dalam tata kelola madrasah, itqan diwujudkan melalui disiplin, dan fokus pada peningkatan kualitas layanan pendidikan. Berdasarkan Tabel 3 di atas, dapat dipahami bahwa nilai Amanah dan adil berfungsi sebagai pilar moral dalam kepemimpinan, memastikan bahwa proses pengambilan keputusan berlangsung secara jujur, seimbang, dan akuntabel. Nilai Ikhlas dan musyawarah memperkuat relasi social dalam organisasi dengan menumbuhkan motivasi spiritual, keterlibatan kolektif, dan komitmen bersama terhadap visi lembaga. Sementara itu, nilai itqan menegaskan pentingnya profesionalisme dan kualitas kerja sebagai wujud ibadah dan tanggung jawab Kelima nilai tersebut membentuk pola yang saling melengkapi: amanah mengarahkan integritas kepemimpinan, adil memastikan keutuhan kebijakan, ikhlas memurnikan motivasi kerja, musyawarah menciptakan proses pengambilan keputusan yang kolaboratif, dan itqan memastikan mutu serta kesinambungan kerja. Integrasi nilai-nilai ini menjadikan manajemen pendidikan Islam tidak hanya memenuhi tuntutan efisiensi administratif, tetapi juga bermakna secara spiritual dan sosial, sehingga mampu menghasilkan tata kelola pendidikan yang berkarakter, berkeadilan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas. SIMPULAN Nilai-nilai amanah, adil, ikhlas, musyawarah, dan itqan merupakan fondasi filosofis dalam membangun manajemen pendidikan Islam yang berkarakter dan Kelima nilai tersebut tidak hanya berfungsi sebagai prinsip moral, tetapi juga menjadi kerangka kerja manajerial yang memandu pengambilan keputusan, penguatan budaya organisasi, dan peningkatan mutu kelembagaan. Amanah dan adil menegaskan integritas serta keadilan dalam ikhlas dan musyawarah memperkuat motivasi spiritual dan partisipasi kolektif. sementara itqan menekankan profesionalisme dan mutu kerja sebagai wujud ibadah. Integrasi nilaiAanilai ini memungkinkan manajemen Nilai-nilai Islam dalam Manajemen Pendidikan: Kajian Filosofis Konstruktivistik melalui Pendekatan Systematic Literature Review pendidikan Islam berjalan seimbang antara orientasi administratif modern dan tujuan spiritual lembaga pendidikan. Dengan demikian, rekonstruksi nilai-nilai Islam dalam perspektif filosofis dan paradigma konstruktivistik memberikan arah baru bagi pengembangan tata kelola pendidikan Islam yang berkarakter, adaptif, dan berkelanjutan. Penelitian ini menegaskan perlunya penguatan nilai dalam setiap aspek manajerial agar lembaga pendidikan Islam mampu menjawab tantangan globalisasi, digitalisasi, dan perubahan sosial tanpa kehilangan identitas spiritualnya. DAFTAR PUSTAKA