Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 PERKEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM DI MASA RASULULLAH SAW: SEBUAH TINJAUAM HISTORIS Moh Yusuf Saepulloh Jamal. Spd. Ag1. Nida Sandira2. M Salman Annidzhomi3. Zulfa Shabariah4. Riska Amelia5 Institut Agama Islam Latifah Mubarokiyah Suryalaya (IAILM). Tasikmalaya. Indonesia Email: 1 mohyusupsj@gmail. com, 2nida298298@gmail. salmanannidzomi@gmail. com, 4shabariahzulfa@gmail. com, 5 riskaameliaandriani@gmail. Abstrak Perkembangan pendidikan islam pada masa Rasulullah Saw secara historis yaitu dimulai dari pendidikan Arab Pra-Islam hingga pendidikan islam pada periode Makkah dan madinah. Pada masa pendidikan Pra-Islam bersifat tradisional, lisan dan belum terstruktur dengan penekanan pada hafalan, syair dan nilai-nilai Dengan kehadirannya Rasulullah Saw membawa perubahan besar melalui sistem pendidikan yang berlandaskan wahyu. Dengan menanamkan nilai tauhid, akhlak, dan ilmu pengetahuan. Sedangkan pada masa periode Makkah pendidikan difokuskan pada pembinaan aqidah, akhlak, dan keimanan melalui metode dakwah secara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan. Pada periode Madinah pendidikan berkembang lebih kompleks mencakup aspek sosial, politik, ekonomi, serta pembentukkan masyarakat islam yang beradab. Metode pendidikan yang digunakan Rasulullah Saw diantaranya dengan metode ceramah, dialog, keteladanan, pembinaan, kisah dan hafalan. Dan dari hasil kajian ini menunjukkan bahwa sistem pendidikan pada masa Rasulullah Saw memiliki karakter yang sangat relevan sebagai dasar pengembangan pendidikan islam di masa kini. Kata Kunci: Pendidikan Islam. Rasullah Saw. Sejarah Pendidikan. Makkah. Madinah. Abstract The historical development of Islamic education during the time of the Prophet Muhammad . eace be upon hi. began with pre-Islamic Arabic education and continued through the Mecca and Medina periods. Pre-Islamic education was traditional, oral, and unstructured, with an emphasis on memorization, poetry, and tribal values. The Prophet Muhammad's presence brought about significant changes through an educational system based on revelation, instilling the values of monotheism, morality, and knowledge. During the Mecca period, education focused on fostering faith, morality, and faith through both covert and overt methods of da'wah. During the Medina period, education developed more complexly, encompassing social, political, and economic aspects, as well as the formation of a civilized Islamic society. The educational methods employed by the Prophet Muhammad . eace be upon hi. included lectures, dialogue, role models, guidance, storytelling, and memorization. This study demonstrates that the Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 educational system during the time of the Prophet Muhammad . eace be upon hi. possesses highly relevant characteristics as a basis for the development of Islamic education today. Keywords: Islamic education. Rasulullah Saw. History Of Education. Mecca. Medina. Pendahuluan Pendidikan pada hakekatnya muncul sejak diciptakannya manusia, karena manusia itulah yang menjadi obyek utama dari pendidikan di samping ia juga sebagai Dalam kenyataan, manusia sangat membutuhkan pendidikan karena ia tidak bisa berkembang dan mengembangkan kebudayaannya secara sempurna apabila tidak ada pendidikan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa eksistensi pendidikan merupakan salah satu syarat yang mendasar bagi meneruskan dan mengekalkan kebudayaan manusia. Namun fungsi pendidikan tidak hanya sebatas meneruskan dan mengekalkan kebudayaan, tetapi lebih dari itu pendidikan berupaya menyesuaikan dan mengembangkan kebudayaan baru secara proporsional dan dinamis. Pendidikan menempati posisi yang sangat sentral dan strategis dalam membangun kehidupan sosial dan memposisikan manusia dalam kehidupan secara tepat. Sejarah pendidikan islam sendiri mencatat bahwa pendidikan islam sudah dimulai sejak diutusnya Muhammad SAW menjadi Rasul. Pendidikan islam menjadi sentral dalam membumikan ayat-ayat Alloh Swt di muka bumi. Rasululloh SAW menjadi guru tunggal dalam penyampaian wahyu Allah Swt yang kemudian mengkader sahabat-sahabatnya untuk menyebarluaskan firman-firman Allah Swt. Pendidikan Islam yang dimulai sejak zaman Rasulullah Saw ini syarat akan nilai, sehingga dalam penyampaian materi Rasulullah memberi contoh agar sahabat bukan sekedar mengerti tetapi sampai pada tingkatan paham dan mengamalkan. Kehadiran Rasulullah Saw. membawa masyarakat Arab keluar dari zaman Jahiliyyah yang cukup gelap, dimana berjudi, zina, bermalas-malasan dan mengubur anak perempuan hidup-hidup sudah biasa dilakukan. Melalui pendidikan. Rasulullah Saw menggunakan sistem dan metode yang telah Allah Swt. Keberhasilan Rasulullah Saw dalam membina masyarakat Islam merupakan sesuatu yang perlu Chaeruddin. AoPendidikan Islam Masa Rasululloh SAWAo. Jurnal Diskursus Islam, 1. 421Ae36. Sholihah. , & Maulida. AoPendidikan Islam Sebagai Fondasi Pendidikan Karakter. Ao. Jurnal Pendidikan. Sosial. Dan Agama, 12. Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 dicontoh oleh umat Islam sehingga dapat mencapai keberhasilan sebagaimana Rasulullah Saw. Kajian tentang pendidikan Islam pada masa Rasulullah Saw penting untuk ditelaah kembali sebagai rujukan dan pijakan dalam melaksanakan pendidikan pada masa kini dan masa yang akan datang, agar norma-norma dan nilai-nilai ajaran Islam tetap utuh. Hal ini dikarenakan figur Rasulullah Saw sebagai pendidik atau guru merupakan acuan dan panduan bagi umat Islam dalam melaksanakan Sesudah Nabi Muhammad Saw diangkat menjadi seorang Rasul pada usia 40 tahun, disinilah permulaan menjalankan tugasnya menyampaikan yang hak, risalah dan wahyu Allah Swt kepada manusia khususnya penduduk Makkah yang menjadi domisili, dimana pengangkatan sebagai seorang Rasul itu merupakan suatu wahana untuk melaksanakan implementasi Pendidikan Islam pada masyarakat sekitarnya dibuktikan dengan sikapnya mulai dari sejak mudanya sudah mulai menanamkan nilai-nilai Pendidikan terhadap semua orang yang bertemu Bagaimana tidak. Rasul yang selalu mewarnai dan tidak terpengaruh sedikitpun dengan kenakalan anak seusianya dan bagaimana saat beliau sangat dimuliakan oleh kakeknya Abdul Muthalib sehingga tidak ada yang berani duduk di Kursi milik kakeknya kecuali Nabi Muhammad Saw. Secara mendasar hal yang demikian suatu hal yang berkaitan dengan Pendidikan Hikmah yang bisa dipetik berbagai kebaikan. Metode Penelitian Metode dan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif berdasarkan tinjauan literatur, untuk memperoleh keterangan data yang lengkap dengan membaca dan mempelajari bahan-bahan teoritis dari bukubuku dan sumber yang berhubungan dengan penelitian. Nurdiyati. Mufidah. Addaai. , & Ishom. AoSejarah Sosial Pendidikan Islam Pada Era KenabianAo. Hikmah: Jurnal Pendidikan Islam, 8. Abdul Mukhlis. AoPendidikan Islam Pada Masa Rasulullah SAW Fase Makkah Dan MadinahAo. PANCAWAHANA: Jurnal Studi Islam, 15. , 84Ae97. D I Makkah and D A N Di. AoNo TitleAo, 2. Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 PEMBAHASAN Sistem Pendidikan Arab Pra-Islam Kaum arab dikenal tidak bisa baca tulis . , mereka hanya mengandalkan otak dalam menghafal dan meriwayatkan syair. Oleh sebab itu, mereka tidak memiliki buku untuk mewariskan ilmu pengetahuan, kecuali dengan Pendidikan di negeri Arab Pra-Islam dilaksanakan melalui kisah dan Dengan demikian, anak-anak tumbuh dan berkembang meniru dan Kaum Arab membanggakan nilai-nilai kemasyarakatan dalam kabilahnya melalui syair-syair. Sebelum datangnya Islam, sistem pendidikan di Jazirah Arab belum berkembang dalam bentuk formal dan sistematis seperti yang ditemukan dalam peradaban besar lainnya, misalnya Persia. Bizantium, atau peradaban Islam Pendidikan di masa pra-Islam bersifat tradisional, informal, dan sangat bergantung pada struktur sosial masyarakat, khususnya budaya kesukuan yang mendominasi pola kehidupan bangsa Arab. Pengetahuan tidak diajarkan melalui institusi pendidikan resmi, melainkan diwariskan secara lisan melalui interaksi dalam lingkungan keluarga dan kabilah. Dalam konteks ini, peran orang tua, sesepuh suku, dan para penyair menjadi sentral dalam proses pewarisan nilai dan pengetahuan Metode pendidikan yang berlaku pada masa itu adalah pendidikan lisan . ral traditio. , di mana anak-anak diajarkan hafalan silsilah keluarga . , syair-syair kepahlawanan, serta kisah-kisah sejarah suku sebagai sarana internalisasi nilai-nilai sosial seperti keberanian, kehormatan, harga diri, dan solidaritas. Syair tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, melainkan sebagai alat pendidikan budaya yang memperkuat identitas suku dan menanamkan etika sosial. Dalam masyarakat Arab, puisi memiliki status tinggi dan menjadi media utama dalam menyampaikan ide, kritik, dan kebanggaan kelompok. Meskipun masyarakat Arab memiliki kecerdasan linguistik yang tinggi, kemampuan literasi . aca tuli. sangat terbatas dan belum tersebar secara merata. A Dr. Abdul Kodir. Sejarah Pendidikan Islam Dari Masa Rasululloh Hinga Reformasi Di Indonesia (Bandung: CV. Pustaka Setia, 2. Fatikhah. AoSejarah Peradaban IslamAo. Pekalongan: STAIN Pekalongan Press, 2012. Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 Sebagian besar penduduk, terutama kalangan Badui yang hidup nomaden, masih buta huruf dan tidak mengenal tulisan. Kemampuan menulis dan membaca hanya dimiliki oleh segelintir kalangan elit yang tinggal di kota-kota besar seperti Makkah dan Yaman. Kota-kota ini memiliki akses yang lebih luas terhadap dunia luar melalui aktivitas perdagangan internasional, termasuk interaksi dengan bangsa Romawi. Persia, dan Etiopia, yang memungkinkan mereka menyerap pengaruh peradaban dan sistem tulis-menulis dari luar. Karakteristik utama dari sistem pendidikan pra-Islam adalah sifatnya yang utilitarian dan fungsional, yakni pendidikan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan praktis dalam kehidupan sehari-hari. Anak laki-laki dididik untuk menjadi pejuang, pengembara, atau pedagang, sementara anak perempuan diarahkan pada keterampilan domestik dan peran-peran tradisional dalam keluarga. Pendidikan tidak diarahkan untuk eksplorasi intelektual atau pembentukan rasionalitas ilmiah, melainkan untuk pelestarian nilai dan keterampilan yang dibutuhkan untuk bertahan hidup dalam lingkungan padang pasir yang keras dan kompetitif. Dalam masyarakat urban seperti di Yaman, terdapat bukti awal adanya bentuk pendidikan keagamaan sederhana. Hal ini disebabkan oleh adanya komunitas Yahudi dan Kristen yang telah lebih dahulu menetap di wilayah tersebut. Meskipun demikian, bentuk pendidikan ini bersifat terbatas, eksklusif, dan belum berkembang menjadi sistem pendidikan formal seperti madrasah dalam Islam. Sebagian dari tradisi keilmuan ini diserap oleh masyarakat setempat dan memengaruhi pola pendidikan spiritual di kalangan tertentu. Awal Mula Pendidikan Islam Pada Masa Rasulullah Saw Ketika Nabi Muhammad SAW lahir . Makkah adalah sebuah kota yang sangat penting dan terkenal diantara kota-kota di negeri Arab, baik karena tradisinya maupun karena letaknya. Kota ini dilalui jalur perdagangan yang ramai, menghubungkan Yaman di Selatan dan Suriyah Utara. Dengan adanya KaAobah ditengah kota Makkah, menjadi pusat keagamaan Arab. Adapun kelahiran nabi adalah sebagai rahmat bagi sekalian alam yang akan membuat perubahan besar Hasan. Sejarah Kebudayaan Islam. Cet. Ke-9 (Jakarta: Kalam Mulia, 2. Ibnu Khaldun. Muqaddimah Ibnu Khaldun (A. Thoha. Terj. ) (Jakarta: Pustaka Firdaus, 2. Ali. Sejarah Arab Sebelum Islam (Jakarta: Pustaka Alvabet, 2. Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 didunia, baik untuk bangsa Arab atau bangsa lainnya. Rasulullah saw diangkat menjadi rasul pada tanggal 17 Ramadhan, tahun 610 M pada usia 40 tahun. Sebelum Nabi Muhammad SAW memulai tugasnya sebagai rasul, yaitu melaksanakan pendidikan Islam terhadap umatnya. Allah telah mendidik dan mempersiapkannya untuk melaksanakan tugas tersebut secara sempurna, melalui pengalaman, pengenalan serta perannya dalam kehidupan masyarakat dan Rasulullah SAW berusaha mengadakan penyesuaian diri dengan masyarakat lingkungannya tetapi tidak larut ke dalam kondisi dan keadaan lingkungannya. Dengan potensi fitrahnya yang luar biasa ia mampu mempertahankan keseimbangan dirinya untuk tidak terbawa arus budaya masyarakatnya. Rasulullah mampu menemukan mutiara-mutiara Ibrahim yang sudah tenggelam dalam lumpur budaya Di antara tradisi yang terdapat dalam masyarakat yang merupakan warisan Ibrahim adalah tradisi berkhalwat dan mendekatkan diri kepada Tuhan dengan bertapa dan berdoAoa mengharapkan diberi rezeki dan pengetahuan. Nabi Muhammad SAW sering melakukan khalwat untuk mendapatkan petunjuk dan kebenaran dari Tuhan. Tempat berkhalwat Rasulullah SAW adalah di Gua Hira yang terletak di Puncak Jabal Nur (Gunung Cahay. yang berada diwilayah Hijaz Arab Saudi sekitar 4 Km sebelah Utara Masjidil Haram Makkah, yang berada diketinggian 270 meter dengan total ketinggian Jabal Nur A 640 meter, dengan lebar 1,6 meter dan Panjang 3,7 meter menghadap kearah KaAobah. Dan di sanalah ia mendapatkan petunjuk dan kebenaran yang berasal dari Allah swt, ditandai dengan turunnya wahyu yang pertama ialah Surah Al-AAolaq ayat 1-5 : AEaCA a e aAy aEaCA aO aEaCA a AIa I eaIA a AeE eIA a AaOA e AEacI a eC ae a aeI aaEa EacA e Ay EacA Ay a eC ae aO aacEa ea eE aIa AIa aI Ea eI Oa eEa eIyA a e AEac aIA a AeE eIA a AyA Aa eE aCEa aIA Artinya : AuBacalah dengan . nama Tuhanmu yang menciptakan!. Dia menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah! Tuhanmulah Yang Maha mulia, yang mengajar . dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya. Ay(QS. Al-AAola. Pada zaman Rasulullah saw. , pendidikan Islam dilaksanakan pada dua periode, yaitu periode Makkah dan periode Madinah. Periode Makkah sebagai fase Dr. Abdul Kodir. Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 awal pembinaan pendidikan Islam dan berpusat di Makkah, sedangkan periode Madinah sebagai fase lanjutan pembinaan pendidikan Islam sekaligus sebagai pusat Pendidikan Islam Periode Makkah Pada masa Makkah. Nabi Muhammad mengajarkan umatnya secara bertahap, yaitu melalui pendidikan Islam yang bersifat personal dan rahasia, serta juga secara terbuka melalui seruan dan ajakan kepada umum. Tahap pendidikan Islam secara rahasia dan individu: Nabi mengajar anggotanya yang terdekat di dalam rumahnya. Selanjutnya, kerabat dekat dididik secara pribadi dan secara sembunyi-sembunyi kepada mereka. Selama tiga tahun. Rasulullah menjalankan tahap rahasia ini dengan sangat hati-hati agar tidak menimbulkan kebingungan di masyarakat. Mengingat kondisi sosial politik yang belum stabil, beberapa orang yang berhasil memeluk Islam pada tahap awal ini antara lain: Khadijah . stri Nab. Ali bin Abi Thalib . epupu Nab. Zaid bin Harits . nak angkat Nab. Abu Bakar AshShiddiq. Utsman bin Affan. Zubair bin Awwam. Sa'ad bin Abi Waqqas. Abdurrahman bin Auf. Thalhah bin Ubaidillah. Abu Ubaidah bin Jarrah. Aqram bin Abil Aqram, dan beberapa lainnya. Mereka dikenal sebagai al-sabiqun al-awwalun, yaitu orang-orang pertama yang memeluk Islam. Setelah banyak orang memeluk Islam, lalu Nabi menyediakan rumah AlArqam Abil Arqam untuk pertemuan sahabat-sahabat di tempat itulah pendiikan Islam pertama dalam sejarah pendidian Islam. Disanalah Nabi mengajarkan dasar-dasar atau pokok-pokok agama Islam kepada sahabat-sahabatnya dan membacakan wahyu-wahyu . yat-aya. Alquran kepada para pengikutnya serta Nabi menerima tamu dan orang-orang yang hendak memeluk agama Islam atau menanyakan hal-hal yang berhubungan dengan agama Islam. Bahkan di sanalah Nabi beribadah . bersama sahabatsahabatnya. Pola pendidikan yang dilakukan oleh Rasulullah sejalan dengan tahapantahapan dakwah yang disampaikannya kepada kaum Quraisy. Sesuai dengan Chaeruddin. Nafilaa Istiqomah. AoSejarah Pendidikan Islam Pada Masa Rasulullah SAW . Khulafa AlRasyidin Dan Bani UmayyahAo. Jurnal Pendidikan Sejarah Dan Sosiologi, 06. , 171Ae77. Prof. Dr. Mahmud Yunus. Sejarah Pendidikan Islam (Jakarta: PT. Hidakarya agung, 1. Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 karakteristik perkembangan Pendidikan islam, tahapan Pendidikan islam periode amkkah terbagi menjadi 3 : Tahapan Pendidikan islam secara rahasia dan perorangan Pada awal turunnya wahyu pertama pola pendidikan yang dilakukan adalah secara sembunyi-sembunyi, mengingat kondisi sosial-politik yang belum stabil, dimulai dari dirinya sendiri dan keluarga dekatnya. Mula-mula Rasulullah mendidik istrinya. Khadijah untuk beriman kepada dan menerima petunjuk dari Allah, kemudian diikuti oleh anak angkatnya Ali Ibn Abi Thalib . nak pamanny. dan Zaid ibn Haritsah . eorang pembantu rumah tangganya yang kemudian diangkat menjadi anak angkatny. Kemudian sahabat karibnya Abu Bakar Ash-Siddiq. Secara berangsurangsur ajakan tersebut disampaikan secara meluas, tetapi masih terbatas di kalangan keluarga dekat dari suku Quraisy saja, seperti Usman ibn Affan. Zubair ibn Awan. Sa'ad ibn Abi waqas, abdurrah-man ibn Auf. Thalhah ibn Ubaidillah. Abu Ubaidillah ibn Jahrah. Arqam ibn Arqam. Fatimah binti Khattab. Said ibn Zaid, dan beberapa orang lainnya, mereka semua tahap awal ini disebut Assabiquna al awwalun, artinya orang-orang yang mula-mula masuk Islam. Sebagai Lembaga pendidikan dan pusat kegiatan pendidikan Islam yang pertama pada era awal ini adalah rumah Arqam ibn Arqam. Tahapan Pendidikan islam secara terang-terangan Pendidikan secara sembunyi-sembunyi berlangsung selama tiga tahun, sampai turun waktu berikutnya, yang memerintahkan dakwah secara terbuka dan terang-terangan. Ketika wahyu tersebut turun, beliau mengundang keluarga dekatnya untuk berkumpul dibukit Shafa, menyerukan agar berhati-hati terhadap azab yang keras di kemudian hari . ari kiama. bagi orang-orang rang tidak mengakui Allah sebagai Tuhan Yang Esa dan Muhammad sebagai utusan-Nya. Seruan tersebut dijawab Abu Lahab. Dan saat itu turun wahyu menjelaskan perihal Abu Lahab dan istrinya. Samsul Nizar. Sejarah Pendidikan Islam (Menelusuri Jejak Sejarah Pendidikan Era Rasululloh Sampai Indonesi. (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2. Abdul Mukhlis. AoPENDIDIKAN ISLAM PADA MASA RASULULLAH FASE MEKKAH DAN MADINAHAo. PANCAWAHANA: Jurnal Studi Islam, 15. , 84Ae97. Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 Perintah dakwah secara terang-terangan dilakukan oleh Rasulullah, seiring dengan jumlah sahabat yang semakin banyak dan untuk meningkatkan jangkauan seruan dakwah, karena diyakini dengan dakwah tersebut banyak kaum Quraisy yang akan masuk agama Islam. Di samping itu, keberadaan rumah Arqam bin Arqam sebagai pusat dan lembaga pendidikan Islam sudah diketahui oleh kafir Quraiys. Tahapan Pendidikan Islam untuk umum Rasulullah Saw mengubah strategi dakwah dengan seruan umum, umat manusia secara keseluruhan. Hal ini dilakukan pada musim-musim haji ketika banyak kaum di luar Mekkah berdatangan untuk melaksanakan haji. Pada tahap ini, berkat semangat yang tinggi dari para sahabat dalam mendakwahkan ajaran islam, seluruh penduduk Yastrib masuk islam, kecuali orang-orang yahudi. Strategi dakwah selanjutnya yang diambil Rasululloh SAW adalah menyeru kepada Masyarakat umum, segenap lapisan Masyarakat islam dengan terang-terangan, baik golongan bangsawan maupun hamba sahaya, dan umat manusia secara keseluruhan. Pada musim haji. Rasululloh mendatangi kemahkemah jamaah untuk menyampaikan seruan islam, tetapi tidak semua jamaah menerimanya, kecuali satu kelompok yang berasal dari yastrib dari kabilah Khajraj. Mula-mula Nabi mengundang dan menyeru kepada kerabat karibnya dari bani Abu Muthalib. Auaku tidak melihat seorangpun di kalangan arab yang dapat membawa sesuatu ke Tengah-tengah mereka lebih baik dari apa yang aku bawa kepada kalian. Kubawakan kepadamu dunia dan akhirat terbaik. Tuhan memerintahkanku untuk mengajak kalian semua. Siapakah diantara kalian yang mau mendukungku dalam hal ini?Ay Mereka semua menolak, kecuali Ali. Fase pendidikan Islam yang ada di Mekkah bisa dikatakan masih tergolong pada tahap pendidikan rendah, karena masyarakatnya masih minim yang bisa baca-tulis, dan juga para sahabat masih sangat asing terhadap ajaran Rasul. Dakwah yang diberikan Rasul menyesuaikan dengan keadaan dan suasana. Maka pada masa awal dakwah yang diberikan adalah masalah keimanan kemudian pendidikan tentang ibadah dan terakhir tentang akhlak. Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 Berdasarkan pandangan dari AoUlumul Quran untuk membedakan materi dakwah Rasul bisa terlihat pada surat yang diturunkan di kota Mekkah dengan ayat yang diturunkan di kota Madinah. Dengan menilik isi yang termuat dalam surah Makkiyah dan surah Madaniyyah maka akan terlihat isi pendidikan Islam pada fase Mekkah ataupun fase Madinah. Beberapa dasar yang tercatat dalam pendidikan Islam pada fase Makkah ialah: Dakwah tentang keagamaan, ialah Rasulullah berdakwah kepada umat bahwa membaca dengan nama Allah semesta, tidak berbuat syirik dengan menyekutukan Allah dengan berhala, karena Allah Maha Besar dan Maha Pemurah, maka hilangkanlah berhala sejauh mungkin dalam sendi-sendi Dakwah tentang AoAqliyah dan Ilmiyah, ialah memberikan pelajaran tentang kejadian manusia berasal yaitu dimulai dari segumpal darah terus dijelaskan tentang kejadian alam semesta. Allah memberikan pelajaran yang demikian itu kepada siapa-siapa yang mau menyelidiki dan membahasnya, sedangkan orang-orang terdahulu belum mempelajarinya. Dakwah tentang akhlak dan budi pekerti. Rasulullah Saw memberikan pelajaran kepada para sahabatnya tentang akhlak yang baik sesuai dengan ajaran tauhid. Dakwah tentang pentingnya kesehatan . , ialah agar para sahabat bisa menjaga kebersihan, baik badan, pakaian maupun tempat tinggal. Rasul memiliki tugas menyampaikan pokok ajaran Islam yaitu menjelaskan tauhid dan mengajarkan Alquran secara sempurna, kemudian akan dilanjutkan secara turun temurun menjadi warisan kepada kaum muslimin agar dijadikan sebagai pegangan dan pedoman hidup. Ketika Rasul memberikan pelajaran Islam di kota Mekkah, ada beberapa kalangan yang sudah pandai bacatulis. Diantaranya ialah AoUmar bin Khattab. AoAli bi Abi Thalib. AoUsman bin Affan. Abu AoUbaidah bin Jarrah. Talhan. Yazid bin Abi Sufyan. Abu Hudzaifah bin AoUtbah. Abu Sufyan bin Harb. MuAoawiyah bin Abu Sufyan dst. Adapun dari kalangan perempuan Hafsah. Ummi Kalsum binti AoUqbah. AoAisyah binti SaAoad, alsyifak binti Abdullah al-Adawiyah dan Karimah binti al-Miqdad. Beberapa Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 riwayat yang mengisahkan terdapat kuttab . eperti sekolah untuk anak-ana. yang mengajarkan membaca dan menulis. Adapun metode pendidikan Islam masa Rasulullah SAW di Mekkah sebagai berikut: Metode ceramah, menyampaikan wahyu yang baru diterima dan memberikan penjelasan serta keterangan-keterangannya. Dialog, misalnya dialog antara Rasulullah SAW. dan MuAoaz ibn Jabal ketika MuAoaz akan diutus sebagai kadi ke negeri Yaman, dialog antara Rasulullah SAW. dan para sahabat untuk mengatur strategi perang. Diskusi atau tanya jawab, yaitu sahabat bertanya kepada Rasulullah tentang suatu hukum, kemudian Rasulullah SAW. Metode perumpamaan, misalnya perumpamaan yang di ucapkan oleh Rasulullah SAW. bahwa orang mukmin itu laksana satu tubuh, apabila sakit salah satu anggota tubuh, anggota tubuh yang lainnya turut merasakannya. Metode kisah, misalnya kisah beliau SAW. dalam isra dan miAraj. Metode pembiasaan, membiasakan kaum Muslim shalat berjamaah dan ibadah- ibadah lainnya yang dianjurkan dalam Al-QurAan dan hadis. Metode hafalan, misalnya para sahabat dianjurkan untuk menjaga Al-QurAan dengan menghafalnya. Pendidikan Islam Periode Madinah Periode pendidikan Rasulullah di Madinah selama 10 tahun adalah kelanjutan dari pendidikan yang telah diterima pada periode Makkah. Jika pada periode Makkah pendidikan Rasulullah memfokuskan diri pada penanaman aqidah dan yang berkaitan dengannya, pada periode Madinah lebih merupakan penyempurnaan proses pendidikan terdahulu, yaitu pembinaan pendidikan difokuskan pada pendidikan sosial dan politik . alam arti yang lua. Dalam hal ini, tujuan pendidikan Rasulullah pada periode Madinah adalah pendidikan pribadi kader Islam yang diarahkan untuk membina aspek-aspek kemanusiaan dalam mengelola dan menjaga kesejahteraan alam semesta. 17 Dengan kata lainnya, periode Madinah adalah periode spesialisasi pendidikan Rasulullah dalam beberapa bidang yang diperlukan untuk membangun Abuddin Nata. Sejarah Pendidikan Islam Pada Periode Klasik Dan Pertengahan. Cet 1 (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2. Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 peradaban baru dunia yang berdasarkan pada wahyu. Wahyu secara berurutan turun selama periode Madinah, kebijaksanaan Nabi Muhammad saw. , dalam mengajarkan al-QurAan adalah menganjurkan pengikutnya untuk menghafal dan menuliskan ayat-ayat al-QurAan sebagaimana diajarkannya. Nabi sering mengadakan ulangan-ulangan dalam pembacaan al-QurAan, yaitu dalam shalat, dalam pidato, dalam pelajaran-pelajaran, dan lain-lain kesempatan. Ketika Rasulullah dan para sahabat hijrah ke Madinah salah satu program pertama yang beliau lakukan adalah pembangunan sebuah masjid. Setelah selesai pembangunan masjid, maka Nabi Muhammad Saw pindah menempati sebagian ruangannya yang memang khusus disediakan untuknya. Demikian pula di antara kaum Muhajirin yang miskin yang tidak mampu membangun tempat tinggalnya Masjid itulah pusat kegiatan Nabi Muhammad saw bersama kaum muslimin, untuk secara bersama membina masyarakat baru, masyarakat yang disinari oleh tauhid, dan mencerminkan persatuan dan kesatuan umat. Di masjid itulah beliau bermusyawarah mengenai berbagai urusan, mendirikan shalat membacakan Al-Qur'an, maupun membacakan ayat-ayat yang baru diturunkan. Dengan demikian, masjid itu merupakan pusat pendidikan dan pengajaran. Suatu pengembangan masyarakat baru di Madinah, adalah disyariatkannya media komunikasi berdasarkan wahyu, yaitu shalat JumAoat yang dilaksanakan secara berjamaah dan adzan. Dengan shalat Jumat tersebut hampir seluruh warga masyarakat berkumpul untuk secara langsung mendengar khotbah dari Nabi Muhammad SAW dan shalat Jumat berjamaah. Pada fase Madinah materi pendidikan yang diberikan cakupannya lebih kompleks dibandingkan dengan materi pendidikan fase Makkah. Di antara pelaksanaan pendidikan Islam di Madinah adalah : Pendidikan . Dalam melaksanakan pendidikan ukhuwah ini. Nabi Muhammad SAW. bertitik tolak dari struktur kekeluargaan yang ada pada masa itu. Untuk memper-satukan keluarga itu nabi Muhammad saw berusaha untuk mengikatnya menjadi satu Zuhairini Muchtarom. Sejarah Pendidikan Islam (Jakarta: Bumi Aksara, 2. , hal. Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 kesatuan yang terpadu. Mereka dipersaudarakan karena Allah bukan karena yang Iain-lain. Sesuai dengan isi konstitusi Madinah pula, bahwa antara orang yang beriman, tidak boleh membiarkan saudaranya menanggung beban hidup dan utang yang berat di antara sesama mereka. Antara orang yang beriman satu sama lainnya haruslah saling bantu membantu dalam menghadapi segala persoalan hidup. Mereka harus bekerja sama dalam mendatangkan kebaikan, mengurus kepentingan bersama, dan menolak kemudaratan atau kejahatan yang akan menimpa. Pendidikan kesejahteraan sosial. Terjaminnya kesejahteraan sosial, tergantung pertama-tama pada terpenuhinya kebutuhan pokok daripacla kehidupan Untuk itu, setiap orang harus bekerja mericari nafkah. Untuk mengatasi masalah pekerjaan tersebut, nabi Muhammad Saw memerintahkan kepada kaum Muhajirin yang telah dipersaudarakan dengan kaum Ansor, agar mereka bekerja bersama dengan saudara-saudaranya tersebut. Mereka kaum Muhajirin yang biasa bertani silakan mengikuti pertanian, yang biasa berdagang silakan mengikuti saudara yang berdagang. Untuk pengamanan, nabi Muhammad Saw membentuk satuan-satuan pengamat yang mendapat tugas untuk menjaga kemungkinan-kemungkinan terjadinya serangan dan gangguan terhadap kehidupan kaum muslimin. Satuan-satuan ini adalah merupakan embrio dari pasukan yang bertugas untuk mengamankan dan mempertahankan serta mendukung tugas-tugas dawah Islam lebih lanjut. Pendidikan kesejahteraan keluarga kaum kerabat. Yang dimaksud dengan keluarga adalah suami, istri, dan anak-anaknya. Nabi Muhammad Saw berusaha untuk memperbaiki keadaan itu dengan memperkenalkan dan sekaligus menerapkan sistem kekeluargaan kekerabatan baru, yang berdasarkan takwa kepada Allah. Diperkenalkannya sistem kekeluargaan dan kekerabatan yang berdasarkan pada pengakuan hak-hak individu, hak-hak keluarga dan kemurnian keturunannya dalam kehidupan kekerabatan dan kemasyarakatan yang adil dan seimbang, seperti yang terlihat dalam surat al-Hujarat Ayat 13: AuHai manusia sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 kamu saling kenal rnengenai Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Ay Pendidikan hankam . ertahanan dan keamana. dakwah Islam. Masyarakat kaum muslimin merupakan satu state . di bawah bimbingan nabi Muhammad saw yang mempunyai kedaulatan. Ini merupakan dasar bagi usaha dakwahnya untuk menyampaikan ajaran Islam kepada seluruh umat manusia secara bertahap. Oleh karena itu, setelah masyarakat kaum muslimin di Madinah berdiri dan berdaulat, usaha nabi Muhammad Saw berikutnya adalah kabilahkabilah sekitar Madinah untuk mengakui konstitusi Madinah. Ajakan tersebut disampai-kan dengan baik-baik dan bijaksana. Tidak terlalu berbeda metode yang digunakan Nabi Muhammad Saw dalam dakwah ketika berada di kota Mekkah hampir sama Rasul gunakan juga untuk berdakwah di Kota Madinah. Kendatipun cakupan ruang lingkup pendidikan di kota Madinah memiliki ranah yang luas seperti mencakup masalah sosial-politik. Najib dalam buku al-Hasyimi19 menjelaskan beberapa metode pendidikan Islam yang digunakan oleh Nabi Muhammad Saw ialah sebagai berikut : Metode teguran langsung, pernah Nabi Muhammad Saw memberikan pelajaran saat mengajarkan tata cara makan yang baik. Metode sindiran, pernah Nabi Muhammad Saw memberikan amalan yang baik agar bisa diikuti oleh sahabat. Metode perbandingan. Nabi Muhammad Saw sering menceritakan orang-orang terdahulu dan orang-orang masa sekarang dengan cara dibandingkan. Metode pemukulan . emberikan nilai pendidika. Rasulullah Saw saat ingin membiasakan anak-anak agar terbiasa shalat di usia-usia tertentu. Metode kata isyarat, saat mengajar pernah Rasulullah Saw menunjukkan tangan Beliau ketika memberikan pelajaran kepada sahabat. Metode ceramah, ini sangat sering digunakan Rasulullah Saw kepada para sahabat baik ketika khutbah ataupun ketika berkumpul dengan sahabat. Abdul Hamid. Mendidik Ala Rasululloh (Jakarta: Pustaka Azam, 2. Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 Metode keteladanan. Rasulullah Saw memberikan contoh nyata kepada para sahabat agar bisa diikuti. Dalam riwayat lain ditemukan bahwa metode Pendidikan yang dilakukan oleh Rasulullah ketika memecahkan berbagai masalah yang sering muncul di tengah Masyarakat dengan metode diskusi atau dialog. Hal ini sangat efektif sebagai problem solving jika terjadi kesalahpahaman antara satu dengan yang lainnya. Baik mengenai masalah Agama, sosial, ekonomi dan sampai politik. Pada tahap berikutnya metode Pendidikan Islam yang sudah diimplementasikan mengalami perkembangan, salah satunya dengan metode halaqah-halaqah . yang dilakukan beberapa pusat Pendidikan Islam yaitu Mesjid as-Suffah dan Mesjid Quba. Metode halaqah adalah metode Pendidikan di mana peserta didik yang lebih tinggi pengetahuannya duduk dengan Syekh, sedangkan peserta didik yang tingkatan ilmu pengetahuannya rendah secara otomatis akan duduk sedikit lebih jauh, sementara berjuang belajar keras agar dapat mengubah posisinya dalam perjalanan Pendidikannya. PENUTUP Pendidikan islam telah dimulai sejak Nabi Muhammad Saw Diangkat menjadi Rasul. Sebelum kedatangan islam masyarat Arab masih tergolong kedalam kaum jahiliyah, meskipun mereka memiliki kecerdasan dan budaya yang cukup berkembang dalam bidang sastra dan solidaritas kesukuan. Sistem pendidikan Pra-Islam bersifat tradisional, lisan, dan belum terstruktur secara formal. Pada periode Makkah. Pendidikan Islam difokuskan pada penanaman aqidah dan tauhid, pembinaan akhlak, serta pembentukan karakter dasar umat melalui metode dakwah secara sembunyi-sembunyi dan kemudian secara terang-terangan. Tempat yang menjadi pusat pertama pendidikan Islam yaitu dirumah Al-Arqam bin Al-Arqam. Metode yang digunakan Rasulullah SAW meliputi ceramah, dialog, diskusi, keteladanan, pembiasaan, kisah, dan hafalan. Sedangkan pada periode Madinah, pendidikan Islam mengalami perkembangan yang lebih luas dan sistematis. Fokus pendidikan tidak hanya pada aspek keimanan, tetapi juga mencakup pembinaan sosial, politik, ekonomi, ukhuwah Islamiyah, serta pertahanan dan keamanan. Masjid menjadi pusat pendidikan, pemerintahan, dan pembinaan Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 DAFTAR PUSTAKA