SHIBYAN : JURNAL PENDIDIKAN ISLAM ANAK USIA DINI Vol 1 No 3 Tahun 2024 Pola Asuh Orang Tua Dalam Membentuk Kepribadian Anak Usia Dini Di Desa Akacipong Kab. Bombana Herlianti. Pairin. lnstitut Agama lslam Negeri Kendari herluantiherli@gmail. Abstracts This research aims to describe: . the form of parenting patterns in Akacipong village, district. Bombana, . early childhood personality forms in Akacipong village, district. Bombana, . forms of parenting in shaping the personality of early childhood in Akacipong village, district. Bombana. This research uses qualitative research methods with a descriptive approach. The type of data in this research is classified into primary and secondary data. The researchers used interview, observation and documentation methods by collecting data which was then analyzed using a data reduction model, presenting and drawing conclusions. Researchers use data triagulation as a technique for checking the validity of the The results of this research are: . the form of parenting patterns of parents in Akacipong village shows various kinds of parenting patterns that are applied to their children, of the 10 parents of children who are informants, there are 7 parents who apply democratic parenting patterns and there are 3 parents who apply authoritarian parenting style. the form of personality of early childhood in Akacipong village. Of the 10 children who were the data in this study, there were 7 children who had sanguine personalities which were marked when the children played with their friends. The children looked active, enthusiastic and could make their environment happy and happy. Then there are also parents who adopt a phlegmatic personality, there are 3 children who researchers found were marked when the parents ordered their children to do something, when their mother asked for help and the children obeyed their parents and looked calm. Keywords : parenting patterns in shaping the personality of early childhood Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: . bentuk pola asuh orang tua di desa akacipong kab. Bombana, . bentuk kepribadian anak usia dini di desa akacipong kab. Bombana, . bentuk pola asuh orang tuadalam membentuk kepribadian anak usia dini di desa akacipong kab. Bombana. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Jenis data dalam penelitian ini di klasifikasi menjadi data primer dan sekunder. Metode wawancara, observasi dan dokumentasi digunakan peneliti dengan cara mengumpulkan data yang selanjutnya dianalisis dengan menggunakan model reduksi data, penyajian dan penarikan kesimpulan. Triagulasi data digunakan peneliti sebagai tehnik pengecekan keabsahan data. Hasil penelitian ini adalah: . bentuk pola asuh orang tua di desa akacipong menunjukan berbagai macam pola asuh yang di terapkan pada anaknya, dari 10 orang tua anak yang menjadi iforman terdapat 7 orang tua yang menerapkan pola asuh demokratis dan ada 3 orang tua yang menerapkan pola asuh otoriter. bentuk kepribadian anak usia dini di desa akacipong dari 10 orang anak yang menjadi data dalam penelitian ini terdapat 7 orang anak yang memiliki kepribadian sanguine di tandai ketika anak bermain dengan temannya anak terlihat aktif, bersemangat dan dapat membuat lingkungannya gembira dan senang. Kamudian adapula orangtua yang merapkan kepribadian plegmatis terdapat 3 orang anak yang peneliti temukan ditandai ketika orang tua memerintahkan anaknya untuk melakukan sesuatu, ketika dimintai tolong pada ibunya dan anak tersebut menuruti orang tua dan terlihat tenang. Kata Kunci: pola asuh orang tua dalam membentuk kepribadian anak usia dini PENDAHULUAN Locke dalam (Wijayanto, 2. mengatakan bahwa setiap anak yang lahir diibaratkan seperti kertas putih bersih yang dimaksudkan bahwa anak secara pengetahuan dan emosional belum mempunyai suatu apapun. Melalui indra selanjutnya anak mulai mempunyai pengetahuan dengan cara berinteraksi dengan dunia luar. Orang tua dalam hal ini adalah sosok yang penting dan menjadi guru pertama bagi anak untuk memberikan coretan-coretan pertama bagi anak. SHIBYAN : JURNAL PENDIDIKAN ISLAM ANAK USIA DINI Vol 1 No 3 Tahun 2024 Menurut Edward dalam (Muslima, 2. pola asuh merupakan interaksi antara anak dan orang tua, mendidik, membimbing, dan mendisiplinkan serta melindungi anak untuk mencapai kedewasaan sesuai dengan norma-norma yang ada dalam masyrakat. Dalam membina kepribadian anak perlu sebuah sistem, apapun metodenya tepat agar proses pembentukan karakter anak dapat berjalan dengan baik. Lebih penting adalah anak mampu menerima konsep kepribadian dengan baik serta mampu mewujudkan dalam kehidupan keseharian. Pembentukan karakter kepribadian yang mulia membutuhkan perhatian besar berbagai pihak dalam rangka mewujudkan manusia yang memiliki skill, kreatif, sehat jasmani dan rohani serta berkepribadian mulia. Di dalam membimbing dan membesarkan anak, tidak selamanya orang tua mampu memahami perasaan, sifat dan tingkah lakunya. Keterbatasan orang tua dalam memahami tingkah laku, sifat dan perasaan anaknya itulah sehingga dalam kehidupan di dunia ini tidak jarang orang tua salah mengerti terhadap anak-anaknya. Perlu disadari bahwa semakin banyaknya anak berhubungan dengan kawan sebayanya, maka semakin besar dorongan baginya pembiasaan yang ditiru dan diketahuinya tetapi hal ini tidak menjamin bahwa secara kualitatif pembiasaan itu lebih baik karena didalam pembiasaan dengan temannya anak dapat menggunakan kata-kata yang tidak tepat atau salah ucap bahkan anak membawa kata-kata kotor Ludwig Klages dalam (Suryabrata, 2. mengatakan bahwa kepribadian adalah keseluruhan dari prilaku seseorang dengan sistem. Kecenderungan yang berinteraksi atau berhubungan dengan serangkain situasi. Jadi kepribadian adalah suatu perpaduan yang utuh antara sifat, sikap, pola pikir, emosi, serta juga nilai-nilai yang mempengaruhi individu tersebut agar berbuat sesuatu yang benar sesuai dengan lingkunganya. Kepribadian menurut (Sjarkawi, 2. adalah ciri-ciri atau karakteristik atau gaya atau sifat khas dari diri seseorang yang bersumber dari bentuk-bentuk yang diterima dari lingkungan, misalnya, dan juga bawaan seseorang sejak lahir. Kepribadian adalah ciri-ciri atau karakteristik atau gaya atau sifat khas dari diri seseorang yang bersumber dari bentuk-bentuk yang diterima dari lingkungan, misalnya, dan juga bawaan seseorang sejak lahir. Pembentukan karakter menurut (Nuraeni & Lubis, 2. anak cenderung disebabkan oleh bentuk pola asuh orangtua, dimana orangtua, sehingga orang tua perlu memperhatikan kondisi dan keadaan anak setiap waktu agar dapatmemberikan pola asuh sesuai dengan kebutuhan anak. Pola asuh yang paling tepat adalah menyesuaikan dengan situasi kondisi Seperti selalu memberikan perhatian terhadap anak, selalu meluangkan waktu untuk bercengkrama dengan anak, terbuka dengan anak, mengarahkan anak agar dapat bertingkah laku secara rasional, dengan memberikan pola asuh demikian maka kepribadian anak akan berkembang dengan baik. Namun ketika perhatian terhadap anak kurang baik, orang tua sibuk dengan pekerjaan, jarang bercengkrama dengan anak, tentu bagi anak akan merasa kesepian, menjadi pendiam, bingung, cemas, gelisah dan sulit dalam proses pembentukan pribadi anak. Kesuksesan dalam menanamkan jiwa berkarakter pada anak tergantung pada pola asuh yang diterapkan orang tua. Pola asuh meliputi pola interaksi orang tua dengan anak dalam rangka pendidikan karakter. Menurut (Ambariani & Rakimahwati, 2. dimana keluarga juga merupakan tempat pendidikan yang sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan potensi anak. Oleh karena itu, pendidikan anak tidak dapat dipisahkan dalam keluarga, karena keluarga merupakan tempat pertama anak belajar mengekspresikan dirinya sebagai makhluk sosial dalam berinteraksi dengan anggota keluarga dan orang lain. Orang tua berperan penting dan utama dalam membesarkan anak dengan mengasuh, dan mendidik anak. Apakah itu otoriter, demokratis, atau permisif. Orang tua diharapkan dapat memilih pola asuh yang tepat dan ideal untuk anak agar bisa mengoptimalkan perkembangan anak. Diantara tugas orang tua dalam mengoptimalkan perkembangan anak adalah dengan menanamkan ketauhidan dan pembinaan akhlak atau karakter, sehingga dapat mencegah anak melakukan segala bentuk perbuatan menyimpang dikemudian hari. Tanggung jawab orang tua mengenai pendidikan anak dihadapan Allah SWT begitu besar. Menurut (Rimawati & Nafiqah, 2. Pola asuh yang ditanamkan oleh orang tua terhadap anaknya sangat berpengaruh terhadap semua aspek terutama pada aspek kemandirian anak. Pola asuh orang tua merupakan hal yang paling utama dalam membentuk dan mengembangkan kemandirian pada anak agar anak mampu memecahkan setiap permasalahan yang dihadapinya dan menyelesaikan setiap tantangan dalam hidupnya. Desa Akacipong merupakan Desa yang terletak di Kecamatan Poleang Selatan dengan tingkat pendidikan orang tua lulusan SD adalah 165 orang. Lulusan SMP 63 orang, lulusan SMA 47 dan lulusan S1 adalah 13 orang, dan jumlah anak usia 0-6 tahun berjumlah 92 anak. Sebagian besar orang tua berprofesi sebagai Petani. Tingkat pendidikan dan pekerjaan tentunya mempengaruhi pola asuh orang tua di Desa Akacipong. Pekerjaan orang tua yang sebagian besar adalah petani mengharuskan orang tua bekerja sampai sore di kebun. Aktivitas yang terjalin seperti mengajarkan anak membaca, menulis, menonton televisi atau hanya sekedar bercerita tentang aktivitas yang dilakukan ketika siang hari. Adapun jumlah anak usia dini di Desa Akacipong 5-6 tahun berjumlah 10 orang. SHIBYAN : JURNAL PENDIDIKAN ISLAM ANAK USIA DINI Vol 1 No 3 Tahun 2024 Berdasarkan observasi awal pada tanggal 20 Februari yang di temukan di Desa Akacipong kecamatan Poleang Selatan Kabupaten Bombana, bahwa ditemukan beberapa anak yang memiliki kepribadian yang mudah marah saat mainanya diambil oleh temannya, selain itu anak tidak juga mendengar perintah orang tuanya atau orang lain, dan tidak meminta maaf ketika melakukan Dan ada juga anak yang memiliki kepribadian yang mudah di atur lemah lembut dan bersabar ketika menunggu giliran. Pengaruh pola asuh orang tua terhadap anak akan mempengaruhi kepribadian anak. Berdasarkan permasalahan-permasalahan yang ada, maka Pola Asuh Orang tua dalam Membentuk Kepribadian Anak Usia Dini perlu di bahas, sehingga penulis tertarik untuk mengkaji tentang AuPola Asuh Orang Tua dalam Membentuk Kepribadian Anak Usia Dini di Desa Akacipong Kab. BombanaAy METODOLOGI Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian deskriptif kualitatif bertujuan untuk mengungkap kejadian atau fakta, keadaan, fenomena yang terjadi saat penelitian berlangsung dengan menyuguhkan apa yang sebenarnya terjadi (Sugiyono, 2. Menurut (Nugrahani, 2. mengatakan bahwa penelitian kualitatif adalah penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari objek yang akan diteliti. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yaitu jenis penelitian yang temuan-temuannya tidak diperoleh melalui prosedur statistik atau bentuk hitungan lainnya. Alasan peneliti memilih penelitian deskriptif kualitatif karena peneliti akan menganilis dan menguraikan mengenai pola asuh orang tua dalam membentuk Kepribadian Anak Usia Dini di Desa Akacipong Kab. Bombana. Dalam penelitian ini, tehnik pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Pada observasi yang dilakukan peneliti di rumah orang tuayang memiliki anak usia 5-6 tahun di desa Akacipong yang memiliki pola asuh yang bervariasi, peneliti telah melakukan pengamatan kepada orang tua dan anak serta mencatat secara sistematis tentang pola asuh orang tua dalam membentuk kepribadian anak usia dini, peneliti melakukan observasi partisipasi dirumah dengan mengobservasi 10 anak usia 5-6 tahun berserta orang tuanya. Dalam penelitian ini, peneliti telah melakukan wawancara terstruktur, dengan menyiapkan pedoman wawancara tertulis dalam mengumpulkan data dari orang tua yang memiliki anak dan pola asuh orang dalam membentuk kepribadian anak usia dibi di desa akacipong kec. Poleang selatan kab. Bombana. Informan di beri pertanyaan yang sama dengan instrument penelitian yang telah di siapkan. Pada kegiatan wawancara, peneliti telah melakukan wawancara dengan mengajukan pertanyaan sebayak 20 pertanyaan secara lisan dan secara langsung kepada orang tua anak yang berusia 5-6 tahun yang dianggap dapat memberikan informasi secara akurat tentang data-data yang Adapun nama-nama orang tua anak yang peneliti telah wawancara. Dokumentasi yang dilakukan oleh penelitian ini berupa data pendukung terhadap hasil pengamatan dan wawancara seperti dokumentasi pada saat anak melakukan kegiatan. Data dalam studi dokumenyang telah dilakukan peneliti juga berupa pengambilan foto bersama orang tua pada saat di wawancara. Proses analisis data terus di lakukan dalam proses pengumpulan data selama penelitian Oleh karena itu, analisis pengolahan data oleh peneliti dilakukan dengan tiga tahap yaitu. Reduksi data digunakan peneliti pada saat penelitian dilakukan untuk merangkum dan memilih data yang penting yang berkaitan dengan pola asuh orang tua dalam membentuk kepribadian anak usia dini di desa akacipong kab. Bombana. Data yang akan di reduksi yaitu data yang diperoleh dari ibservasi, wawancara dan dokumentasi yang telah dikumpulkan oleh peneliti yaitu data-data tentang pola asuh orang tua dalam membentuk kepribadian anak usia dini di desa akacipong kab. Bombana. Setelah data direduksi, maka langkah selanjutnya peneliti melakukan display data. Data tentang pola asuh orang tua, kepribadian anak usia dini dan pola asuh orang dalam membentuk kepribadian anak usia dini yang kemudia di saring secara keseluruhan dalam bentuk kalimat seperti observasi, wawancara dan kutipankutipansebagai bentuk penyajian data. Berdasarkan kesimpulan dalam penelitian ini tentunya berdasarkan hasil penyajian data yang berasal dari observasi, wawancara, cacatan lapangan dan halhal yang di dapatkan pada saat melakukan kegiatan di lapangan. Kesimpulan yang telah di buat berisi tentang Pola Asuh Orang Tua Dalam Membentuk Kepribadian Anak Usia Dini Di Desa Akacipong Kab. Bombana. Ketiga alur analisis data kualitatif tersebut dilakukan pada saar sebelum, selama, dan sesudah pengumpulan data. HASIL DAN PEMBAHASAN Pola Asuh Orang Tua pada Anak Usia Dini . -6 Tahu. di Desa Akacipong yang di temukan oleh Peneliti tentang bentuk pola asuh orang tua pada anak usia 5-6 tahun di desa akacipong pada tanggal SHIBYAN : JURNAL PENDIDIKAN ISLAM ANAK USIA DINI Vol 1 No 3 Tahun 2024 11-20 Juni 2023. Perolehan data ini diperoleh melalui pengamatan observasi dan wawancara serta dokumentasi kepada 10 orang tua yang menjadi informan dan telah ditetapkan oleh peneliti yaitu Nasira. Murna. Upe. Herna. Wanti. Masni. Harnida. Sidar. Jusni dan Wali yang ada di Desa Akacipong Kabupaten Bombana. Berikut ini adalah hasil wawancara yang peneliti lakukan pada 10 narasumber yang ada di desa akacipong kabupaten bombana: Harnida pada tanggal 11 juni 2023 pukul 10:30-12:00, yang dimana ibu Harnida pada saat itu sedang melakukan pekerjaan rumah yaitu membersihkan rumahnya, kemudian pada saat yang bersamaan ibu Harnida memanggil Alif yang saat itu sedang nonton di hpnya, ketika di panggil harus menggunakan nada yang agak sedikit besar karena berkali-kali di panggil enggan untuk menyahuti ibunya kemudian ibunya mengancam akan memukulnya jika tidak menghampiri ibunya, dan berapa saat kemudian Alif pun mendatangi ibunya. Hasil observasi juga di dukung oleh hasil wawancara yang peneliti lakukan oleh Ibu Harnida. Harnida,AuSelama ini juga saya sudah memberikan perhatian dan kasih sayang penuh kepada anak saya, dan mengikuti kemauannya tapi sering juga melawan kalau di kasi tau jadi sering juga saya cubit apa lagi kalau lagi banyak orang kaya pareare begitu jadi saya cubitmi dan kalau lagi banyak orang biasa di nakal suka ganggu anak-anak kadang juga kasi menangis anaknya orang jadi biasa saya kasi cubitan AyIbu harnida secara langsung menerapkan pola asuh otoriter dalam membentuk kepribadian anak dalam kehipan sehari-har yang dimana berdasarkan hasil wawancara dapat disimpulkan bahwa ia selalu mengontrol aktivitas anak ketika berada di rumah dan di dampigi dan dipantau dalam beraktivitas. Nasira pada minggu tanggal 12 Juni 2023 pada jam 08:20-10:45, pada saat itu peneliti melakukan obsevasi kepada ibu Nasira yang saat itu sedang duduk di halamanan rumahnya bersama dengan ibu-ibu tetangganya yang sedang memakan mangga mudah, tidak lama Anisa lewat depan ibu-ibu tanpa meminta . permisi dan anisa pun di beritahu pada ibunya agar sopan kepada orang yang lebih tua, kemudia anisa kembali untuk bermain bersama temannya. Hasil observasi juga di dukung oleh hasil wawancara yang peneliti lakukan ibu Nasira. (Nasir. AuSaya selalu memberikan perhatian penuh kepada anak saya apa lagi tentang menghormati orang lain dan terlebih lagi saya juga selalu menasehatinya tentang perbuatan yang baik dan perbuatan yang salah, dan memberikan yang terbaik untuk anak saya. Apapun selama saya mampu, sebisa akan saya penuhi keinginanya pula. Misalnya kalau dia mau pergi bermain saya tidak pernah batasi asal mainya dekat tidak terlalu jauh dari rumah itu saja Murna pada hari senin tanggal 13 juni 2023 pada jam 15:30-16:50, pada saat itu ibu Murna sedang memebersihkan di depan rumahnya mencabut rumput-rumput yang ada di depan rumahnya, dan tidak lama ibu Murna memanggil anaknya yaitu Fikar untuk di ambilkan pemotong rumput yang ada di belakang pintu untuk memotong rumput yang sangat besar dan ketika di panggil Fikar tidak mendengar panggilan dari ibunya yang ternayata sedang asyik menonton TV, ibunya mengeluarkan suara yang kencang sampai akhirnya fikar keluar dan menanyakan apa yang di perintahkan oleh ibunya setelah selesai kembali menonotn TV Hasil observasi juga di dukung oleh hasil wawancara oleh ibu murna: AuMurna, saya selalu memberikan yang terbaik untuk anak saya memberikan perhatian, mengikuti kemauannya selagi itu yang terbaik untuk dia intinya sebagai orang pasti ,melakukan yang terbaik untuk anaknya itu sajaA. Upe pada hari selasa 14 Juni 2023 pada jam 10:45-11:20, pada saat itu ibu upe sedang merapikan rambut Aqila setelah selesai ibu Upe menyuruh Aqila untuk di belikan rinso karna ingin mencuci ternyata sabun habis dan Aqila pun bergeas pergi membelikan ibunya, setelah sampai Aqila pun memberikan sabun itu kepada ibunya, setelah itu aqila bermain di halaman rumahnya dengan teman-temannya dan tidak lama kemudia aqila mendengar teriakan ibunya yang meminta tolong untuk di ambilkan baju kotor yang ada di kamar dan aqila pun pergi membawakan baju kotor itu kepada ibunya. Setelah selesai aqila pun melanjutkan bermain bersama temannya dengan penuh gembira. Hasil observasi juga di dukung oleh hasil wawancara yang peneliti lakukan dengan orang tua anak: AuUpe, selama ini aqila kalau di suruh dia pasti menurut sama ibunya itupun kalau mengeluh jarang-jarang ji kasian. Aqila itu anaknya dia tenang, mudah bergaul sama temannya. Ay Jusni pada hari rabu 15 Juni 2023 pada jam 09:45-11:35, pada saat itu peneliti melihat ibu jusni yang ingin mengantarkan anaknya Dirga kerumah neneknya, dan terlihat sedang menurunkan motor dari teras rumahnya, dan sebelum berangkat ibu Jusni menyuruh anaknya Dirga untuk mengambilkan kunci motor yang adadi atas meja dan mengunci pintu rumannya. Hal ini di dukung berdasarkan hasil wawancara antara peneliti dan orang tua anak. AuJusni, kalau untuk mainnya SHIBYAN : JURNAL PENDIDIKAN ISLAM ANAK USIA DINI Vol 1 No 3 Tahun 2024 saya jarang batasi tapi kalau waktu tidur siang saya suruh pulang atau misalnya sudah sore saya panggil untuk pulang terus kadang juga kalau ada di suruhkan lama sekali merespon jadi sa sering ancam saya larang keluar main. Ay Herna pada hari kamis tanggal 16 juni 2023 pada jam 10:11-12:34, pada saat itu ibu Herna sedang berada di dapur sedangkan anaknya Aldi sedang bermain bersama ayahnya di ruang tengah terlihat Aldi sangat bahagia, tidak lama Aldi menghapiri ibunya di dapur dan menanyakan apakah masakannya telah masak karna Aldi sudah merasa lapar namun ibunya menjawab jika masakannya belum selesai dan Aldi pun kembali ke ayahnya untuk melanjutkan bermain Hal ini di dukung berdasarkan hasil wawancara antara peneliti dan orang tua anak: Herna. Au kalau saya sebagai orang tua pastinya yang terbaik untuk anak saya, kalau untuk mainnya itu saya tidak terlalu batasi di mana pun asal saya tau dimana perginya. Aldi ini anaknya penurut kalau di larang pasti mendengar anaknya juga pendiam dan juga selalu saya ajarkan berbicara yang sopan kepada yang lebih tua. Ay Wali pada hari jumat tanggal 17 Juni 2023 pada jam 09:45-11:22, pada saat itu ibu wali sedang berada di rumah saudaranya yang tidak jauh dari rumahnya hanya beberapa langkah, terlihat anaknya yang bernama Arka yang bermain di depan rumahya bermain bersama sepupunya terlihat sangat senang bermain bersama dan tanpa adanay pengawasan terlihat Arka sedang mendekati jalan dan tante Arka yang melihatnya langsung meneriakinya karna di jalan sangat berbahaya ada banyka kendaraan yang lalu lalang. Hal ini di dukung berdasarkan hasil wawancara antara peneliti dengan orang tua anak. Wali,Ay kalau bermain biasanya saya jarang membatasi ketika bermain apa lagi kalau hanya main di bagian halaman rumah, saya selalu menuruti kemauan anak saya dan sebagai orang tua saya hanya ingin yang terbaik untuk anak Ay Wanti pada hari sabtu tanggal 18 Juni 2023 pada jam 09:12-11:11, pada saat itu ibu wanti sedang duduk santai di dalam rumahnya sambil jaga warung sembako, saat itu anaknya winda yang sedang bermain lego sendiri, saat yangbersamaan winda di panggil sepupunya untuk menemaninya pergi mengaji tanpa ada jawaban winda pun bergegas pergi menemani sepupunya tersebut, dan ibunya tidak melarang sama sekali. Hal ini di dukung berdasarkan hasil wawancara antara peneliti dan orang tua anak: Wanti,Ay anak saya ini orang pendiam dan penurut jadi biasanya kalau dia minta izin untuk bermain di luar saya tidak terlalu membatasi ketika anak saya ingin bermain di luar dan tidak terlalu jauh dari rumah, setiap orang tua pasti mau yang terbaik untuk anaknya jadi saya selalu memberikan yang terbaik memenuhi keinginan anak saya mungkin itu saja. Ay Masni pada hari minggu tanggal 19 juni 2023 pada jam 09:21-11:32, pada saat itu ibu masni berada di rumah saudaranya dan sedang berbincang bersama dan terlihat anaknya Digar sedang bermain di sekitaran rumah tantenya, terlihat digar bermain dengan sangat ceria. ketika di ajak untuk pulang digar langsung mendegarkan perkataan orang tuanya tanpa mengeluarkan katakata dan selalu menurut pada orangtuanya. Hal ini di dukung berdasarkan hasil wawancara antara peneliti dengan orang tua anak: Masni,Ay anak saya ini orangnya penurut ketika saya suruh, jadi ketika anak saya izin untuk bermain saya juga tidak pernah larang dan langsung mengzinkan tapi kadang juga saya Tanya dulu mainnya di mana tapi kalau dekat tidak ji, setiap orang tua pasti melakukan yang terbaik untuk anaknya dan kalau kasi sayang sudah pasti namanya anak pasti di sayang. Ay Sidar pada hari senin tanggal 20 juni 2022 pada jam 08:45-10:15 pada saat itu ibu Sidar sedang menjaga anaknya yang kedua yang baru-baru lahir, tidak lama rupanya anaknya kencing dan meminta Ferdi untuk mengambilkan popok untuk adiknya, namun di panggil berkali-kali enggan untuk menyahit dan seketika ibunya mengeluarkan nada suara yang kencang karna Ferdi yang asyik bermian hp, dan kemudia Ferdi bergegas ke ibunya dan mengambil yang di suruhkan oleh ibunya dan ferdi kembali ke kamar untuk bermain hp. Hal ini di dukung berdasarkan hasil wawancara antara peneliti dan orang tua anak. Sidar. AuFerdi ini tipe anak kalau di suruh harus berkali-kali baru dia dengar jadi biasa saya bentak atau marahi dulu baru dia mau datang, sebenarnya baik tapi itu mau di marahi dulu baru mau di kerjakan. Ay Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, peneliti menemui kepribadian anak usia . -6 Tahu. di Desa Akacipong yang sangat bervariasi dari 10 sumber data anak. Hal ini dapat dilihat pada hasil observasi pada tanggal 21 Juni sampai 20 Juli 2023 menunjukkan ada yang bertipe Sanguin yaitu terlihat penuh keaktifan, bersemangat, memiliki gaira hidup dan dapat membuat lingkungannya gembira dan sedang. Selain itu ada yang tipe Plegmatis yaitu anak cenderung tenang, gejolak emosinya tidak tanpak baik senang maupun sedih, egoisentis dan pengkritik. SHIBYAN : JURNAL PENDIDIKAN ISLAM ANAK USIA DINI Vol 1 No 3 Tahun 2024 Setelah peneliti mengumpulkan data dari hasil penelitian yang di peroleh dari hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi, selanjutnya data yang di peroleh dan di paparkan oleh peneliti akan menganalisis oleh peneliti sesuai dengan hasil penelitian yang mengacu pada rumusan masalah, dibawah ini adalah hasil analisis peneliti sebagai berikut. Pola Asuh Orang Tua Terhadap Anak 5-6, di Desa Akacipong Kabupaten Bombana, hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua dalam Membentuk Kepribadian Anak ada 4bentuk pola asuh yaitu pola asuh demokratis, pola asuh otoriter, pola permisif, dan pola asuh penelantaran. Berdasarkan hasil analisis data yang telah diuraikan maka di perlukan pembahasan berdasarkan hasil temuan Berdasarkan hasil observasi yang peneliti lakukan, dari 10 orang tua anak yang adadi desa akacipong menunjukan bahwa masing-masing orang tua menunjukan sikap yang bervariasi dalam mengasuh anak. Dimana ada orang tua yang keras terhadap anaknya da nada pula orang tua yang berperilaku lembut terhadap anaknya. Kepribadian Anak Usia Dini 5-6 Tahun Di Desa Akacipong Kabupaten Bombana, berdasarkan hasil observasi dan wawancara data yang peneliti peroleh ada beberapa tipe Keperibadian Anak Usia Dini yaitu tipe kepribadian sanguine, tipe plegmatis, tipe koleris dan tipe melankolis. Berdasarkan hasil observasi yang peneliti lakukan pada anak usia 5-6 tahun, dari 10 orang anak yang menjadi sumber data dalam penelitian ini ada 7 orang anak yang menujukan tipe kepribadian sanguine yaitu seperti: Indikator kepribadian yang di sebutkan oleh teori Florance, enerjik, ramah memberikan kesan ceria dalam kondisi apapun, dan suka memotifasi orang lain. Para sanguine memiliki kecenderungan untuk mencari perhatian, kasih sayang, dukungan, dan pangkuan dari orang-orang sekitar mereka. Anak dengan tipe sanguin juga biasanya akan memulai pembicaraan, bersifat optimis, dan dapat dengan mudah berteman dengan siapa pun. Namun, mereka biasanya memiliki pola yang tidak teratur dalam menjalankan aktivitas, emosional, dan sangat sensitive terhadap apa yang orang lain fikirkan tentang diri mereka. Selanjutnya, 3 orang anak yang menunjukan tipe kepribadian plegmatis, di mana anak terlihat kurang lincah, anak cenderung berjiwa tenang, kurang ekspresif, namun masih mampu berkomunikasi dengan lingkungannya. Hal ini di sebutkan oleh teori Florance adalah anak yang kepribadian ini biasanya memiliki pembawaan yang selalu merasa cukup apa yang di miliki, sederhana, mencari kedamaian dengan lebih banyak diam, tidak mudah bergaul walaupun sesungguhnya mereka menyukai berada di dekat orang banyak, dan mampu menyeimbangi diri mereka sendiri. Pola Asuh Orang Tua Dalam Membentuk Kepribadian Anak Usia Di di Desa Akacipong. Menurut Edward dalam (Muslima, 2. pola asuh merupakan interaksi antara anak dan orang tua, mendidik, membimbing, dan mendisiplinkan serta melindungi anak untuk mencapai kedewasaan sesuai dengan norma-norma yang ada dalam masyrakat. Berdasarkan observasi yang peneliti lakukan pada 10 orang tua anak yang menunjukan 6 orang tua yang menerapkan pola asuh demokratis seperti orang tua yang royal memberikan dan memenuhi kebutuhan anak, jarang memberikan hukuman kepada anaknya, menasehati ketika anak berbuat salah, dan memberikan kasih sayang sepenuhnya kepada anaknnya dan ada pula orang tua yang memberikan hukuman secara fisik kepada anaknya mencubit anak, memarahi, memerinntahkan anak dengan suara yang keras dan ada orang tua cuek terhadap aktivitas Dari pola asuh demokratis ini telah membentuk kepribadian 7 orang anak yang memiliki kepribadian Sanguin dan 3 orang anak yang berkepribadian Plegmatis, dan 3 orang tua yang menerapkan pola asuh otoriter dan 7 orang tua yang menerapkan pola asuh demokratis. Berdasarkan hasil penelitian yang di lakukan pola asuh demokratis yang paling banyak yang di terapkan oleh orang tua di Desa Akacipong. Hal tersebut juga di dukung berdasarkan hasil wawancara yang peneliti lakukan dengan orang tua anak dimana 7 orang tua yang menerapkan pola asuh demokratis menjelaskan ketika anak melakukan kesalahan orang tua akan menasehati anaknya, tidak menghukum anak jika melakukan kesalahan dan ada pula orang tua yang memberikan hukuman kepada anak dengan cara mendidik tanpa menyakiti anak secara fisik, memberikan pengertian terhadap anak, dan memberikan kebebasan kepada anak untuk beraktivitas. Pemilihan pola asuh yang yang di terapkan oleh orang tua akan berdampak pada masa depan anak, kecuali pada pribadinya sendiri. Di Desa Akacipong pola asuh yang paling dominan saat ini adalah pola asuh demokratis, ini menunjukan jika orang tua di desa akacipong adalah orang tua yang royal dan elasitas dalam mendidik anaknya, walaupun demikian adapun ketidaksempurnaan pola asuh demokratis yaitu memiliki kekurangan yang bisa menjadikan anak longgar dengan aturan, kurang disipklin dan akan terbiasa untuk tidak mandiri. Hal tersebut di dukung berdasarkan pendapat dari Bjorklun dalam (Fitriyani, 2. juga menjelaskan kekurangan dari pola asuh demokratis yaitu SHIBYAN : JURNAL PENDIDIKAN ISLAM ANAK USIA DINI Vol 1 No 3 Tahun 2024 menjadikan seorang anak cenderung mendorong kewibawaan otoritas orang tua, bahwa segala sesuatu harus di pertimbangkan antara anak dan orang tua. Temuan dari hasil penelitian ini yaitu berdasarkan judul penelitian Pola Asuh Orang Tua Dalam Membentuk Kepribadian Anak Usia Dini di Desa Akacipon Kab. Bombana adalah kita dapat mengetahui dari pola asuh yang di terapkan orang tua secara tidak kita ketahui bahwa itu dapat mempengaruhi dan membentuk sebuah karakter atau kepribadian pada diri anak yang akan di bawahnya ketika anak dewasa nanti. Selain itu faktor genetika dan lingkungan juga sangat berpengaruh berdasarkan teori dari para tokoh pola asuh yaitu Edwerd dalam muslimah dan Bjorklund dalam Fitriyani. Kemudian secara garis besar perbedaan penelitian ini dengan penelitian yang relevansi sebelumnya yaitu terdapat pada perbedaan data dan objek penelitian yang di teliti. Sala satunya penelitian yang dilakukan oleh Puji Arum Listyorini dengan penelitian yang berjudul AuPola Asuh Wanita Karir Dalam Membentuk Kepribadian Anak Usia Dini di Desa Kupangan Kecematan Sukoharji Kabupaten WonosoboAy. PENUTUP Berdasarkan hasil penelitian yang di temukan oleh peneliti dengan mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, maka peneliti menyimpulkan hasil dari rumusan masalah Pola asuh orang tua dalam membentuk kepribadian anak bervariasi yaitu pola asuh demokratis, pola asuh permisif, pola asuh otoriter dan pola asuh penelantaran. Dari ke-4 pola asuh yang di terapkan oleh orang tua di desa akacipong kec. Poleang selatan kab. Bombana, dari 10 orang tua anak yang menjadi sumber data dalam penelitian ini yang paling mendominasi adalah pola asuh demokratis yaitu sebanyak 7 orang. , kemudian 3 orang tua yang menerapkan pola asuh Hal ini berdasarkan observasi dan wawancara dengan orang tua yang mengatakan bahwa, ketika anak melakukan kesalahan orang tua jarang memberikan hukuman fisik, namun ada juga orang tua memberikan hukuman dengan cara menasehati ketika anak berbuat salah, dan adapula yang memberikan hukuman secara fisik seperti mencubit namun tidak sampai ada bekasnya, memberikan kebebasan anak bermain namun tetap dalam pengawasan, dan memenuhi kebutuhan anak walaupun tidak semuanya. Sedangkan yang menerapkan pola asuh penelantaran tidak ada. Bentuk kepribadian pada anak usia 5-6 tahun di desa akacipong kab. Bombana secara keseluruhan menujukan dari 10 orang anak yang menjadi data dalam penelitian ini ada 7 orang anak yang berkepribadian sanguin dan 3 orang anak yang memiliki kepribadian plegmatis. Deskripsi dari keseluruhan kesimpulan berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian, jenis pola asuh dan kepribadian yang ada di Desa Akacipong kab. Bombana adalah dari 10 anak yang menjadi data penelitan. Terdapat 7 orang anak yang berkepribadian sanguine dan 3 orang anak yang berkepribadian Plegmatis. Hasil dari pola asuh orang tua yang menerapkan pola asuh demokratis adalah 7 orang dan 3 orang tua yang menerapkan pola asuh otoriter dan belum terdapat orang tua yang menerapkan pola asuh permisif dan pola asuh penelantaran kepada DAFTAR PUSTAKA