Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 KARAKTERISTIK KLINIS DAN POLA PENYAKIT KARDIOVASKULAR PADA PASIEN LANSIA DI RSUP DR. MOHAMMAD HOESIN PALEMBANG Afifah Zulfa Salsabila1. Taufik Indrajaya2. Yudhie Tanta3. Muhammad Baharul Iman4 Program Studi Pendidikan Dokter. Universitas Sriwijaya1 Departemen Kardiovaskular Ilmu Penyakit Dalam. RSUP Dr. Moh. Hoesin2,3 Magister Kesehatan Masyarakat. STIK Bina Husada4 Email: afifahzss22@gmail. tfk_indrajaya@yahoo. yudhietanta@gmail. baharuliman@gmail. ABSTRAK Latar Belakang: Penyakit kardiovaskular merupakan penyebab utama kematian di dunia dan lebih sering terjadi pada populasi lanjut usia akibat perubahan fisiologis yang menyertai proses penuaan. Hingga saat ini, data mengenai pola penyakit kardiovaskular pada populasi lanjut usia di Palembang masih terbatas. Tujuan: Mengetahui pola penyakit kardiovaskular pada pasien lanjut usia yang berobat di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang. Metode: Penelitian deskriptif observasional dengan desain potong lintang dilakukan di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang pada periode Januari 2020 - Desember 2021. Sebanyak 144 pasien lanjut usia dengan penyakit kardiovaskular dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Data diperoleh dari rekam medis dan kuesioner, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan IBM SPSS Statistics versi 25. Hasil: Mayoritas pasien berusia 60Ae69 tahun . ,7%), berjenis kelamin laki-laki . ,4%), dan menjalani perawatan rawat inap . ,1%). Penyakit kardiovaskular yang paling banyak ditemukan adalah penyakit jantung koroner . ,1%), diikuti gagal jantung . ,5%) dan aritmia . ,3%). Hipertensi . ,9%) dan dislipidemia . ,2%) merupakan faktor risiko tersering, sedangkan diabetes mellitus . ,3%) menjadi komorbid yang paling banyak ditemukan. Intervensi yang paling sering diberikan adalah terapi medikamentosa dan angioplasti. Saran: Deteksi dini dan pengendalian faktor risiko kardiovaskular pada lansia perlu ditingkatkan serta menjadi dasar penguatan program skrining dan pencegahan, dan selanjutnya diperlukan penelitian lebih luas untuk menganalisis hubungan faktor risiko, komorbiditas, dan kejadian penyakit kardiovaskular pada lansia. Kata Kunci: Diabetes mellitus. Hipertensi. Lansia. Penyakit jantung koroner. Penyakit kardiovaskular ABSTRACT Background: Cardiovascular disease is the leading cause of mortality worldwide and occurs more frequently in the elderly population due to age-related physiological changes in the cardiovascular system. To date, data regarding the pattern of cardiovascular disease among the elderly population in Palembang remain limited. Objective: To determine the pattern of cardiovascular disease among elderly patients treated at Dr. Mohammad Hoesin Hospital Palembang. Methods: A descriptive observational study with a cross-sectional design was conducted at Dr. Mohammad Hoesin Hospital Palembang from January 2020 to December 2021. A total of 144 elderly patients with cardiovascular disease were selected using proportional random sampling. Data were collected from medical records and questionnaires and analyzed descriptively using IBM SPSS Statistics version 25. Results: The majority of patients were aged 60Ae69 years . 7%), male . 4%), and hospitalized . 1%). Coronary heart disease was the most common cardiovascular disease . 1%), followed by heart failure . 5%) and arrhythmia . 3%). Hypertension . 9%) and dyslipidemia . were the most prevalent risk factors, while diabetes mellitus . 3%) was the most common comorbidity. The most frequently performed interventions were medical therapy and angioplasty. Conclusion: Early detection and management of cardiovascular risk factors in older adults should be strengthened to support screening and prevention programmes, while further large-scale studies are needed to examine the associations between risk factors, comorbidities, and cardiovascular disease occurrence in this population. Keywords: Cardiovascular disease. Coronary heart disease. Diabetes mellitus. Elderly. Hypertension | 42 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 PENDAHULUAN Seiring Lanjut usia . ialah seseorang masyarakat akan dihadapkan pada berbagai yang telah mencapai usia 60 tahun ke atas tantangan dalam hal kesehatan dan kualitas (Kementrian Republik hidup, salah satu penyumbang kematian Indonesia, 2. Saat ini negara di dunia tertinggi ialah penyakit kardiovaskular mengalami pertumbuhan baik dalam ukuran (Basrowi et al. , 2021. WHO, 2020, 2021. maupun proporsi penduduk lanjut usia. Penyakit Meningkatnya angka harapan hidup dan penyebab utama kematian di seluruh dunia. menurunnya angka kematian menyebabkan Diperkirakan 17,9 juta orang meninggal peningkatan proporsi penduduk lanjut usia pada tahun 2019, mewakili 32% dari semua (WHO, 2021. kematian global. Lebih dari tiga perempat Kesehatan Pergeseran dalam distribusi populasi kematian akibat penyakit kardiovaskular suatu negara menuju usia yang lebih tua terjadi di negara-negara berpenghasilan dimulai dari negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah (WHO, n. , 2021. tinggi ke negara-negara berpenghasilan Populasi lanjut usia lebih rentan rendah dan menengah. Pada tahun 2050 terhadap penyakit kardiovaskular karena diperkirakan dua pertiga dari populasi dunia usia memiliki peran penting dalam sistem di atas 60 tahun akan tinggal di negara- menyebabkan menurunnya fungsi fisiologis menengah, salah satunya Indonesia (WHO, sehingga kejadian penyakit kardiovaskular banyak muncul pada lanjut usia, 1,3% Proses Sebagai negara berpenduduk terbesar terjadi pada usia antara 55-64 tahun dan keempat di dunia, saat ini Indonesia sedang 8,4% pada usia 75 tahun. Data dari The terjadi peningkatan populasi, terutama pada American Heart Perkembangan Association (AHA) jumlah lansia di Indonesia mengalami kardiovaskular di Amerika Serikat adalah lonjakan dua kali lipat dalam waktu lima 35-40% pada usia 40-59 tahun, 75-78% dekade terakhir . Saat ini, pada usia 60-79 tahun, sedangkan pada Indonesia memasuki periode negara dengan pasien di atas usia 80 tahun kejadiannya struktur penduduk tua . geing populatio. , dimana 10% penduduk berusia 60 tahun ke penyakit kardiovaskular terbanyak yang atas (Badan Pusat Statistik, 2. menyerang usia produktif maupun usia Secara | 43 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 lanjut adalah penyakit jantung koroner METODE PENELITIAN (Benjamin et al. , 2019. CiumErnean et al. Penelitian ini merupakan penelitian Hu et al. , 2022b. Rodgers et al. deskriptif observasional dengan desain . ross-sectiona. Meskipun berbagai penelitian telah dilakukan di RSUP Dr. Mohammad Hoesin melaporkan pola penyakit kardiovaskular Palembang. Data penelitian diambil dari pada populasi umum maupun lansia di rekam medis pasien lanjut usia dengan penyakit kardiovaskular yang berobat pada kardiovaskular pada populasi lanjut usia di periode Januari 2020-Desember 2021. Sampel dipilih menggunakan teknik Indonesia, khususnya di Sumatera Selatan dan Kota Palembang, masih sangat terbatas. diperoleh sebanyak 144 pasien . umus Sebagian besar penelitian sebelumnya lamesho. yang memenuhi kriteria inklusi, berfokus pada prevalensi faktor risiko atau yaitu pasien berusia Ou60 tahun dengan diagnosis penyakit kardiovaskular dan memiliki data rekam medis yang lengkap. komprehensif mengenai distribusi jenis Data primer diperoleh menggunakan penyakit kardiovaskular, faktor risiko, kuesioner terstruktur untuk melengkapi komorbiditas, serta pola intervensi pada informasi yang tidak tersedia pada rekam pasien lanjut usia. Oleh karena itu, penelitian ini memiliki nilai kebaruan sosiodemografi dan faktor risiko pasien. dengan menyajikan gambaran menyeluruh Data yang terkumpul dilakukan proses mengenai pola penyakit kardiovaskular pada pasien lanjut usia yang berobat di sebelum dianalisis menggunakan IBM RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang SPSS Statistics versi 25. sebagai rumah sakit rujukan tersier terbesar Analisis dilakukan secara deskriptif di Sumatera Selatan. Hasil penelitian ini dan disajikan dalam bentuk frekuensi serta diharapkan dapat menjadi data dasar bagi Penelitian ini telah memperoleh pengembangan strategi pencegahan dan persetujuan etik dari Komite Etik Penelitian pelayanan kardiovaskular yang lebih tepat Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas pada populasi lanjut usia. Sriwijaya/RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang dan telah menerapkan prinsip | 44 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 etik penelitian sehingga kerahasiaan data karakteristik pasien lansia dengan penyakit menggunakan kode identitas dan data hanya kardiovaskular disajikan dalam Tabel 1. digunakan untuk kepentingan penelitian. Pada penelitian ini, pasien usia lanjut Distribusi dengan PKV terbanyak ialah responden HASIL PENELITIAN kelompok usia 60-69 tahun yakni sebanyak Karakteristik Pasien Lansia dengan 96 orang . ,7%), berjenis kelamin laki- Penyakit Kardiovaskular di RSUP Dr. atau 60,4%), riwayat pekerjaan Mohammad Hoesin kerah biru 78 orang . ,2%), pendidikan Didapatkan 144 pasien lansia dengan SMA . orang atau 55,6%), dan pasien penyakit kardiovaskular yang berobat di berada di ruang layanan rawat inap RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang sebanyak 98 orang . ,1%). yang dijadikan sebagai sampel dalam penelitian dan 40 orang di antaranya Tabel 1. Distribusi karakteristik pasien lansia dengan penyakit kardiovaskular di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Karakteristik Pasien Usia A 60-69 tahun A 70-79 tahun A C80 tahun Jenis Kelamin A Laki-laki A Perempuan Riwayat Pekerjaan A Kerah putih dan abu-abu A Kerah biru Pendidikan A Tidak Sekolah A SD A SMP A SMA A Perguruan Tinggi Ruang Jenis Layanan A ICU/CICU A Rawat Inap A Rawat Jalan Jumlah . Persentase (%) | 45 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Faktor Risiko pada Pasien Lansia faktor risiko yang ada. Jumlah faktor risiko dengan Penyakit Kardiovaskular di tertinggi hingga terendah yaitu hipertensi RSUP Dr. Mohammad Hoesin sebanyak 36,9% . , diikuti oleh Distribusi frekuensi faktor risiko pada dislipidemia sebanyak 29,2% . , pasien lansia dengan PKV disajikan dalam obesitas sebanyak 17,5% . , dan Tabel 2. Penelitian ini menunjukkan dari 4 merokok sebanyak 16,3% . jenis faktor risiko, ditemukan 325 macam Tabel 2. Distribusi frekuensi faktor risiko pada pasien lansia dengan penyakit kardiovaskular di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Diagnosis Jumlah . Persentase (%) Hipertensi Merokok Dislipidemia Obesitas Total Penyakit Kardiovaskular kalangan lansia adalah penyakit jantung Pasien Lansia di RSUP Dr. Mohammad koroner, mencapai 56,1% . Hoesin diikuti oleh gagal jantung sebesar 24,5% Tabel . , aritmia sebesar 12,3% . frekuensi PKV pada pasien lansia. Pada oran. , penyakit pembuluh darah sebesar tabel 2 didapatkan hasil bahwa dari 5 jenis 5,7% . , dan terakhir penyakit katup jantung sebesar 1,4% . macam diagnosis penyakit kardiovaskular. Penyakit Tabel 3. Distribusi frekuensi penyakit kardiovaskular pada pasien lansia di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Diagnosis Penyakit Jantung Koroner Gagal Jantung Penyakit Pembuluh Darah Aritmia Penyakit Katup Jantung Jumlah . Persentase (%) | 46 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Total Penyakit Komorbid pada Pasien Usia didominasi oleh pasien dengan penyakit Lanjut dengan Penyakit Kardiovaskular komorbid diabetes mellitus . ,3%), diikuti di RSUP Dr. Mohammad Hoesin pasien yang tidak memiliki penyakit Tabel komorbid . ,9%), pasien dengan penyakit frekuensi penyakit komorbid pada pasien ginjal kronik . ,0%), pasien dengan usia lanjut dengan penyakit kardiovaskular. ,7%), pasien dengan komorbid Penelitian ini menunjukkan hasil dari 144 lainnya . ,7%), pasien dengan komorbid pasien ditemukan 175 macam penyakit kanker . ,0%), dan sisanya penyakit paru obstruktif kronik . ,4%). Hasil Tabel 4. Distribusi frekuensi penyakit komorbid pada pasien usia lanjut dengan penyakit kardiovaskular di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Komorbid Jumlah . Persentase (%) Tidak ada Diabetes mellitus Kanker Penyakit Paru Obstruktif Kronik Arthritis Penyakit Ginjal Kronik Komorbid Lainnya Total Intervensi pada Pasien Usia Lanjut sebanyak 44,9% . , pasien yang dengan Penyakit Kardiovaskular di melakukan angioplasti sebanyak 25,9% . RSUP Dr. Mohammad Hoesin pasie. CAG sebanyak 14,3% . Tabel pacemaker sebanyak 4,8% . , frekuensi intervensi pada pasien usia lanjut ESMR sebanyak 3,4% . CABG dengan penyakit kardiovaskular. Hasil sebanyak 2,7% . , masing-masing penelitian ini menyatakan dari 144 pasien sebanyak 1,4% . pada EVAR, ablasi, dan EVLA, serta operasi katup Mayoritas pasien lansia hanya diberi obat jantung 0%. | 47 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Tabel 5. Distribusi frekuensi intervensi pada pasien usia lanjut dengan penyakit kardiovaskular di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Diagnosis Jumlah . Persentase (%) Hanya diberi obat Angioplasti Coronary Angiography Coronary Artery Bypass Graft Operasi Katup Jantung Pacemaker Endovascular Aneurysm Repair Extracorporeal Shockwave Myocardial Revascularisation Ablasi Endovenous Laser Ablation Total PEMBAHASAN berjenis kelamin laki-laki. Hasil ini sejalan Pasien lansia pada penelitian ini dengan penelitian yang dilakukan oleh didominasi pada rentang usia 60-69 tahun. Yazdanyar. Hasil penelitian ini sejalan dengan data memiliki persentase yang lebih tinggi Badan Pusat Statistik tahun 2020 yang Indonesia dibandingkan perempuan dari berbagai didominasi oleh lansia muda . -69 tahu. kelompok usia. Pada rentang usia 65-74 sejumlah 64,29%, disusul lansia madya . - tahun, persentase laki-laki mencapai 34,6% 79 tahu. berjumlah 27,23%, dan terakhir dan perempuan 20%, sedangkan pada usia lansia tua (C80 tahu. sebanyak 8,49% 75-84 tahun, persentase laki-laki mencapai (Badan 2% dan perempuan 40,2% (Yazdanyar Pusat Statistik. Hasil yang dilakukan di Malaysia oleh Sazlina, pemerintah Australia juga menunjukkan penyakit kardiovaskular mayoritas terjadi hasil yang sama. Lansia laki-laki dengan pada lansia usia 60-69 tahun . ,7%), penyakit kardiovaskular mencapai 20%, diikuti oleh kelompok usia 70-79 tahun sedangkan wanita sebesar 13%. Sementara . ,1%), dan sisanya berusia Ou80 tahun lansia berusia di atas 75 tahun pada laki-laki . ,2%) (Sazlina et al. , 2. dan perempuan berturut-turut adalah 32% besar lansia dengan PKV di antaranya laki-laki penelitian ini juga sejalan dengan penelitian Penelitian ini menunjukkan sebagian Newman. Penelitian dan 20% (Australian Institute of Health and Welfare, 2. | 48 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Namun, data dari AHA . Buring juga menyatakan pekerja kerah melaporkan kejadian PKV pada laki-laki putih mengalami penurunan risiko PJK sebesar 30% secara statistik dibandingkan 77,2% 78,2% perempuan dalam rentang usia 60-79 tahun, serta 89,3% pada laki-laki dan 91,8% pada lingkungan kerja merupakan salah satu perempuan yang berusia di atas 80 tahun faktor yang berkontribusi terkait ini. (Rodgers et al. , 2. Perbedaan ini Selanjutnya, penelitian yang dilakukan disebabkan karena menurut penelitian Nakamura juga menyatakan pekerja kerah Horodinschi, biru baik laki-laki dan perempuan memiliki kardiovaskular meningkat pada laki-laki lebih banyak lemak intra-abdomen, yang setelah usia 65 tahun, sedangkan pada perempuan meningkat pada usia 75 tahun Perbedaan (Horodinschi et al. , 2. Selain itu, angka dihubungkan dengan gaji lebih rendah harapan hidup di Indonesia juga berkisar sehingga terkait dengan gaya hidup yang pada usia 73 tahun, serta pada penelitian ini tidak sehat dan kehidupan yang lebih buruk mayoritas lansia berada dalam rentang usia dibandingkan dengan pekerja kerah putih 60-69 tahun. Faktor risiko juga mendukung (Nakamura et al. , 2. Paparan laki-laki mendominasi dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini didominasi oleh salah satunya adalah merokok. Menurut pasien yang tamat SMA. Hasil ini sejalan Salsabila, perokok di Indonesia sebagian dengan penelitian yang dilakukan oleh besar berjenis kelamin laki-laki . %) Schultz, individu dengan pendidikan dasar (Salsabila et al. , 2. Berdasarkan riwayat pekerjaan, pada penelitian ini kerah biru mendominasi hasil individu dengan pendidikan tinggi . (Schultz et al. , 2. Studi di Belanda oleh penelitian dari American Heart Association. Kershaw juga menunjukkan bahwa risiko bahwa risiko penyakit kardiovaskular lebih PJK sebagian besar . ,6%) pada individu tinggi pada pekerjaan dengan status lebih dengan pendidikan rendah. Penyebabnya rendah . erah bir. dibandingkan dengan pekerjaan dengan status lebih tinggi . erah merokok, obesitas, dan kurangnya aktivitas abu-abu dan puti. (Zaitsu et al. , 2. fisik (Kershaw et al. , 2. Selain itu. Penelitian sebelumnya yang dilakukan Hasil | 49 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Individu kesehatan rendah cenderung tidak patuh penyakit jantung koroner, mencapai 29% (Gady et al. , 2. Studi oleh Altaleb juga Sehingga menunjukkan hasil yang sama, penyakit pendidikan memiliki efek tidak langsung kardiovaskular tertinggi ialah penyakit jantung koroner . ,5%) dan diikuti 7,2% (Schultz et al. , 2. menderita aritmia (Altaleb et al. , 2. Ruang jenis layanan pada penelitian Menurut Opitasari, jumlah kasus terbanyak ini didominasi oleh pasien yang dirawat di rawat inap, disusul rawat jalan dan kardiovaskular adalah penyakit jantung ICU/CICU. Sebagian besar pasien lansia koroner diikuti dengan gagal jantung dengan penyakit kardiovaskular berada di (Opitasari & RifAoati, 2. Dominannya ruang jenis layanan rawat inap karena penyakit jantung koroner pada populasi lanjut usia dapat dijelaskan oleh proses aterosklerosis progresif yang berlangsung Sementara Rodgers Penuaan kardiovaskular cukup tinggi pada lansia peningkatan kekakuan arteri, akumulasi yang dirawat di ICU, seperti gagal jantung, aritmia, dan penyakit katup jantung. proses inflamasi kronis tingkat rendah Hasil penelitian ini menunjukkan . bahwa penyakit kardiovaskular tertinggi terhadap terjadinya penyakit arteri koroner. adalah penyakit jantung koroner diikuti Secara klinis, kondisi ini menyebabkan gagal jantung serta aritmia. Hasil ini sejalan lansia menjadi kelompok dengan risiko dengan penelitian oleh Yazdanyar. Penyakit tinggi mengalami sindrom koroner akut maupun penyakit jantung iskemik kronis tertinggi di kalangan lansia, mencapai (Hu et al. , 2022. 55,5%, diikuti oleh gagal jantung sebesar Faktor risiko yang berperan dalam 23,8%, dan aritmia 11% (Yazdanyar & kejadian penyakit kardiovaskular pada Newman. National penelitian ini ialah hipertensi, diikuti oleh Council on Aging menunjukkan hal serupa, dislipidemia, obesitas, dan merokok. Data Data | 50 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 dari American Heart Association juga kronik (CiumErnean et al. , 2. menunjukkan hasil yang serupa. Hipertensi Pada penelitian ini urutan komorbid merupakan faktor risiko utama penyakit tertinggi pada penyakit kardiovaskular ialah kardiovaskular khususnya pada lansia, diabetes mellitus, penyakit ginjal kronik, arthritis, kanker, dan PPOK. Menurut studi 70,8- 85,6% (Rodgers et al. , 2. Hasil penelitian ini juga sejalan dengan penelitian kardiovaskular . %), diikuti oleh kanker yang dilakukan oleh Azizi di Iran. %), arthritis . %), dan PPOK . %) Dikatakan faktor risiko tertinggi ialah (Buddeke et al. , 2. Terdapat perbedaan 65,6%, urutan komorbid tertinggi pada penelitian 40,1%, obesitas . ,75%), dan merokok . %) menunjukkan hasil yang sama bahwa (Azizi et al. , 2. Sedangkan penelitian diabetes mellitus merupakan komorbid oleh Hussain di Indonesia menunjukkan tertinggi dari penyakit kardiovaskular. hasil bahwa faktor risiko yang paling Tingginya proporsi diabetes mellitus pada berperan adalah hipertensi . ,1%), diikuti dislipidemia . ,7%), merokok . ,6%), hubungan antara gangguan metabolik dan dan obesitas . ,3%) (Hussain et al. , 2. Kedua penelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan urutan antara merokok dan disfungsi endotel, dan percepatan proses obesitas, namun faktor risiko tertinggi tetap Hipertensi Hiperglikemia menjadi faktor risiko tersering karena komplikasi kardiovaskular lainnya pada proses penuaan menyebabkan penurunan lansia (Cosentino et al. , 2. Penelitian elastisitas pembuluh darah dan peningkatan ini juga memiliki hasil yang berbeda dengan kekakuan arteri besar sehingga tekanan penelitian dari AHA. Urutan komorbid darah sistolik cenderung meningkat pada tertinggi pada pasien PKV ialah artritis Secara sebesar 42,6%, diikuti diabetes mellitus aterosklerosis, hipertrofi ventrikel kiri, mencapai 36,5, dan PPOK sebesar 25,2% gagal jantung, stroke, dan penyakit ginjal (Arnett et al. , 2. Perbedaan ini dapat | 51 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Oleh karena itu, diperlukan penelitian karakteristik sampel dan perbedaan dalam analitik dengan cakupan populasi yang metode pengambilan data. lebih luas untuk mengevaluasi hubungan Hasil penelitian ini menunjukkan faktor risiko, komorbiditas, dan kejadian bahwa mayoritas lansia dengan penyakit penyakit kardiovaskular pada populasi kardiovaskular mendapatkan 1 macam lanjut usia. intervensi, dan yang tertinggi adalah Hasil ini sejalan dengan KESIMPULAN penelitian Saada, dimana intervensi yang Penelitian ini menunjukkan bahwa paling banyak dilakukan ialah angioplasti pola penyakit kardiovaskular pada pasien atau PCI . %) dan CABG sebesar 5,6% lanjut usia yang berobat di RSUP Dr. (Saada et al. , 2. Menurut penelitian Mohammad Hoesin Palembang didominasi Rana, dari 294 pasien lansia dengan penyakit jantung koroner, 114 di antaranya Karakteristik pasien umumnya merupakan menjalani PCI . ,8%) (Rana et al. , 2. lansia usia muda . Ae69 tahu. , berjenis Penelitian ini memiliki beberapa kelamin laki-laki, dan memiliki latar Pertama, desain penelitian belakang pekerjaan kerah biru. Hipertensi deskriptif potong lintang tidak dapat merupakan faktor risiko yang paling menjelaskan hubungan sebab-akibat antara banyak ditemukan, sedangkan diabetes mellitus menjadi komorbid tersering pada Kedua, dilakukan pada satu rumah sakit rujukan Temuan ini menunjukkan tersier sehingga hasil penelitian belum tentu populasi lansia di Palembang masih erat sebagian data diperoleh dari rekam medis komorbid kardiometabolik yang bersifat Oleh karena itu, upaya pencegahan, deteksi dini, dan pengendalian faktor risiko kemungkinan bias informasi. Keempat, kardiovaskular perlu menjadi prioritas dalam pelayanan kesehatan lansia. populasi lanjut usia di Indonesia. Ketiga, menggunakan kuesioner relatif terbatas dibandingkan jumlah sampel keseluruhan. | 52 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 SARAN