At-TaAodib Vol 5. No. Jurnal At-TaAodib: Jurnal Pendidikan Agama islam https://ejurnal. id/index. php/at-tadib/index Implementasi Kelas Tahfidz dalam Peningkatan Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Al-Qur'an Hadis di MTSN 2 Mojokerto Agil Husaini Universitas KH. Abdul Chalim agilhusaini12@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi kelas tahfidz dalam meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Al-QurAoan Hadis di Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Mojokerto, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan pengumpulan data, penyajian data, serta verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program kelas tahfidz dilaksanakan empat kali dalam seminggu. Senin hingga Kamis, dengan durasi 07. 00Ae09. 00 pagi dan tambahan satu jam setelah pulang sekolah. Pelaksanaan program didukung oleh koordinator tahfidz dan seorang guru pembimbing khusus yang profesional. Setiap siswa diwajibkan menambah hafalan baru minimal satu ayat per hari, dengan evaluasi mingguan melalui murojaAoah dan ujian tasmiAo setiap semester. Program tahfidz terbukti berpengaruh positif terhadap prestasi belajar AlQurAoan Hadis, terlihat dari tingkat ketuntasan dan kecepatan penyelesaian materi yang lebih tinggi dibanding kelas reguler. Faktor pendukung utama meliputi peran guru, dukungan keluarga, dan struktur program tahfidz. Adapun hambatan muncul dari perbedaan tingkat kecerdasan siswa serta keterbatasan kerjasama orang tua. Kata Kunci: Tahfidz. Prestasi Belajar. Al-QurAoan Hadis. Pendidikan Islam. ABSTRACT This study aims to examine the implementation of the tahfidz class in improving studentsAo achievement in the subject of QurAoan Hadith at Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Mojokerto, as well as to identify the supporting and inhibiting factors influencing studentsAo performance. The research employed a descriptive qualitative approach with a case study design. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and were analyzed using data collection, presentation, and verification stages. The findings reveal that the tahfidz class is conducted four times a week, from Monday to Thursday, between 07. 00Ae09. 00 a. , with an additional one-hour session after school. The program is supported by a tahfidz coordinator and a professional supervising teacher. Each student is required to memorize at least one new verse daily, with weekly review sessions and a semester evaluation in the form of a tasmiAo test. The tahfidz class has shown a significant positive effect on studentsAo achievement in QurAoan Hadith, demonstrated by higher mastery levels and faster completion of learning materials compared to regular classes. The key supporting factors include the role of teachers, family support, and the structured tahfidz program, while challenges arise from variations in studentsAo cognitive abilities and limited parental involvement. Keyword: Tahfidz. Academic Achievement. QurAoan Hadith. Islamic Education. Agil Husaini PENDAHULUAN Pendidikan Islam yang berkualitas menitikberatkan pada internalisasi nilai-nilai moral yang bersumber dari Al-QurAoan dan Sunnah. Al-QurAoan dipandang sebagai pedoman utama bagi umat Islam yang harus dipelajari, dipahami, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari agar mampu membentuk karakter manusia yang religious (Daryanto & Ernawati, 2. Oleh karena itu, upaya memperkenalkan dan menanamkan pemahaman terhadap Al-QurAoan dan Hadis sejak dini menjadi sangat penting, sehingga generasi muda memiliki fondasi spiritual yang kuat. Hal ini sejalan dengan kebutuhan pendidikan modern yang tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga pembinaan akhlak dan pembentukan karakter(Mohamad dkk. Dalam literatur pendidikan, konsep sekolah unggulan merupakan salah satu bentuk strategi peningkatan mutu pendidikan. Istilah sekolah unggulan pertama kali dikenalkan oleh Wardiman Djojonegoro pada tahun 1994, yang menekankan bahwa keberadaan sekolah unggul bukanlah bentuk diskriminasi, melainkan sebuah wadah untuk menyiapkan generasi yang memiliki keunggulan akademik, keterampilan, serta karakter (Solikah, 2. Sekolah unggul diakui bukan hanya dari segi fisik dan fasilitas, tetapi juga dari proses pembelajaran dan kualitas lulusannya (Setiawan, t. Dalam konteks lembaga pendidikan Islam, sekolah unggulan sering kali ditandai dengan adanya program keagamaan yang khas, salah satunya program tahfidz Al-QurAoan (Kafid, 2. Fenomena penerapan program tahfidz Al-QurAoan di sekolah formal saat ini telah menjadi tren dan dianggap sebagai salah satu program unggulan yang membedakan lembaga tersebut dari sekolah lainnya (Fitri, 2. Program ini tidak hanya ditemukan di pondok pesantren atau lembaga pendidikan Islam tradisional, melainkan juga di sekolah negeri maupun swasta. Program tahfidz diharapkan mampu mencetak generasi yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki kekuatan spiritual dan akhlak QurAoani (Putri Khanana Salsabila, 2. Dalam praktiknya, setiap sekolah menetapkan target hafalan yang berbeda, disesuaikan dengan kurikulum dan kemampuan peserta didik. Di Indonesia, upaya pemberantasan buta huruf Al-QurAoan dan pembinaan generasi QurAoani telah dilakukan secara luas (Bustanur dkk. , 2. Pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat mendirikan berbagai lembaga seperti Taman Pendidikan Al-QurAoan (TPA), madrasah diniyah, hingga pondok pesantren. Selain itu, metode pembelajaran Al-QurAoan yang bervariasi terus dikembangkan agar lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan zaman (Hidayat. Salah satu cara paling ditekankan dalam menjaga kesucian Al-QurAoan adalah dengan Menghafal Al-QurAoan memiliki keutamaan yang tinggi, sebagaimana At-TaAodib Vol 5. No. 2 Oktober 2025 Agil Husaini ditegaskan dalam hadis Rasulullah SAW. Namun demikian, proses menghafal bukanlah hal yang mudah (Sumpena dkk. , 2. Diperlukan strategi, metode, serta program yang mendukung agar peserta didik dapat menghafal dengan baik sekaligus menjaga hafalannya (Agustina dkk. , 2. MTsN 2 Mojokerto merupakan salah satu lembaga pendidikan yang menerapkan program unggulan dalam bentuk kelas peminatan, antara lain kelas multimedia, olahraga, sains, dan tahfidz. Program kelas tahfidz dimulai sejak tahun 2021 dan telah berjalan hingga saat ini. Program tersebut tidak diposisikan sebagai kegiatan ekstrakurikuler, melainkan bagian dari kurikulum pembelajaran di dalam kelas. Target yang ditetapkan adalah lima juz selama tiga tahun, yang menjadi salah satu syarat kelulusan siswa kelas tahfidz. Proses pembelajaran dilengkapi dengan evaluasi berkala setiap semester melalui tes kelancaran dan ketepatan hafalan siswa. Selain itu, koordinator tahfidz juga menyelenggarakan bimbingan tambahan di luar jam sekolah sebanyak empat kali seminggu. Kehadiran program tahfidz ini memberikan dampak positif terhadap pembelajaran AlQurAoan Hadis. Siswa kelas tahfidz mampu menyelesaikan materi lebih cepat dibandingkan kelas lain, serta memiliki kemampuan lebih baik dalam menghafal hadis. Hal ini menunjukkan adanya keterkaitan erat antara keterampilan menghafal Al-QurAoan dengan pemahaman serta capaian akademis pada mata pelajaran Al-QurAoan Hadis. Namun demikian, dalam praktiknya masih terdapat sejumlah tantangan. Proses menghafal membutuhkan konsistensi, kesabaran, serta dukungan lingkungan yang kondusif. Faktor internal seperti motivasi dan daya ingat siswa, serta faktor eksternal seperti bimbingan guru dan ketersediaan waktu, sangat berpengaruh terhadap keberhasilan program. Oleh karena itu, diperlukan penelitian yang mengkaji secara mendalam bagaimana implementasi program tahfidz di sekolah formal, khususnya dalam hubungannya dengan peningkatan pencapaian akademis siswa pada mata pelajaran Al-QurAoan dan Hadis. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini difokuskan pada penerapan program tahfidz di MTsN 2 Mojokerto, khususnya kelas VII B, untuk mengetahui bagaimana program tersebut dirancang, dilaksanakan, serta dampaknya terhadap capaian akademis siswa. Kajian ini diharapkan dapat memberikan gambaran komprehensif mengenai strategi pengembangan program tahfidz di lembaga pendidikan formal, sekaligus menjadi kontribusi dalam memperkuat pendidikan Islam berbasis Al-QurAoan dan Hadis. II. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus (Sumilih , 2. Studi kasus dipilih karena memungkinkan peneliti untuk menggali data secara At-TaAodib Vol 5. No. 2 Oktober 2025 Agil Husaini intensif, mendalam, dan rinci mengenai implementasi program kelas tahfidz dalam peningkatan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Al-QurAoan dan Hadis di MTsN 2 Mojokerto. Pendekatan kualitatif ini menekankan pada pemahaman fenomena secara holistik, di mana data dikumpulkan dalam bentuk naratif melalui interaksi langsung dengan responden dan pengamatan kondisi nyata di lapangan. Dalam hal ini, peneliti berperan sebagai instrumen utama yang hadir secara langsung, berinteraksi, sekaligus melakukan pencatatan fenomena yang terjadi. Subjek penelitian ini meliputi kepala madrasah, koordinator tahfidz, guru Al-QurAoan Hadis, serta siswa kelas VII B MTsN 2 Mojokerto. Adapun objek penelitian difokuskan pada implementasi program kelas tahfidz sebagai upaya meningkatkan prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran Al-QurAoan Hadis. Penelitian dilakukan di MTsN 2 Mojokerto yang berlokasi di Jalan Raya Sambiroto No. Kabupaten Mojokerto. Jawa Timur, pada bulan Mei 2024. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi dilakukan secara partisipatif, di mana peneliti hadir langsung dan menempatkan diri sebagai bagian dari situasi yang diteliti, khususnya pada kegiatan program tahfidz. Wawancara dilakukan dengan dua bentuk, yaitu wawancara terstruktur menggunakan pedoman pertanyaan yang sudah disiapkan dan wawancara tidak terstruktur melalui dialog bebas yang tetap berfokus pada topik penelitian. Informan wawancara terdiri atas kepala madrasah, koordinator tahfidz, guru Al-QurAoan Hadis, dan siswa kelas tahfidz. Teknik dokumentasi dilakukan dengan mengumpulkan bukti berupa catatan, arsip, foto, maupun laporan hasil evaluasi kegiatan tahfidz yang relevan. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri, sedangkan pedoman observasi, pedoman wawancara, dan format dokumentasi digunakan sebagai instrumen bantu. Analisis data dilakukan secara bertahap sejak peneliti memasuki lapangan hingga seluruh data terkumpul, menggunakan model analisis Miles dan Huberman. Proses analisis meliputi tiga tahap, yaitu reduksi data dengan cara memilih dan memfokuskan data pada halhal penting, penyajian data dalam bentuk naratif maupun tabel untuk memudahkan pemahaman, serta penarikan kesimpulan yang diverifikasi secara terus-menerus hingga diperoleh temuan yang valid. Untuk menjaga keabsahan data, penelitian ini menggunakan teknik triangulasi yang mencakup triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi waktu. Data yang diperoleh dari hasil wawancara kemudian dibandingkan dengan hasil observasi dan dokumentasi sehingga dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. At-TaAodib Vol 5. No. 2 Oktober 2025 Agil Husaini i. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Hasil penelitian menunjukkan bahwa program kelas tahfidz di MTsN 2 Mojokerto telah terlaksana dengan baik sejak tahun ajaran 2021Ae2022. Program ini diawali dengan seleksi bacaan Al-QurAoan, dilanjutkan dengan pembinaan hafalan yang ditargetkan satu juz setiap Kegiatan dilaksanakan empat kali per minggu dengan durasi tiga jam per pertemuan dan didampingi guru pembimbing tahfidz. Setiap siswa diwajibkan melakukan ziyadah . enambah hafalan bar. dan murajaAoah . engulang hafalan lam. , dengan target minimal satu ayat per hari dan satu halaman per minggu. Metode hafalan yang digunakan siswa bervariasi, di antaranya metode wahdah, talaqqi, dan takrir (Rusyd, 2. Guru memberikan keleluasaan kepada siswa untuk memilih metode sesuai dengan kemampuan masing-masing. Evaluasi program dilakukan secara mingguan dan per semester melalui ujian tasmiAo, di mana siswa yang berhasil mencapai target mendapatkan sertifikat penghargaan. Dari sisi prestasi belajar, siswa kelas tahfidz memiliki nilai lebih tinggi dibandingkan siswa kelas reguler pada mata pelajaran Al-QurAoan Hadis. Mereka lebih mudah dalam membaca, menghafal, dan memahami ayat maupun hadis baru, serta menunjukkan motivasi belajar yang lebih tinggi. Faktor pendukung keberhasilan program meliputi peran guru yang profesional, dukungan orang tua, dan adanya kelas tahfidz sebagai program unggulan Sementara itu, faktor penghambat antara lain perbedaan tingkat kecerdasan siswa dan kurangnya kerjasama antara guru dan orang tua dalam mendampingi siswa belajar di Pembahasan Temuan penelitian ini membuktikan bahwa pelaksanaan program tahfidz di MTsN 2 Mojokerto sejalan dengan tujuan madrasah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran AlQurAoan Hadis sekaligus membentuk kecintaan siswa terhadap Al-QurAoan. Target hafalan lima juz selama tiga tahun bukan hanya berorientasi pada kuantitas hafalan, tetapi juga kualitas bacaan yang sesuai tajwid melalui proses talaqqi bersama guru pembimbing. Hal ini sesuai dengan teori Ahsin Wijaya yang menekankan pentingnya metode wahdah, talaqqi, dan takrir sebagai strategi efektif dalam menghafal Al-QurAoan (Anam, 2. Keberhasilan siswa tahfidz dalam mata pelajaran Al-QurAoan Hadis menunjukkan adanya transfer keterampilan . ransfer of learnin. (Wakhid Ichsanto & Retno Wahyuningsih. Kebiasaan menghafal ayat setiap hari membuat mereka lebih siap menerima materi baru, sehingga hafalan bukan menjadi beban, melainkan kebiasaan. Kondisi ini berbeda At-TaAodib Vol 5. No. 2 Oktober 2025 Agil Husaini dengan siswa reguler yang belum terbiasa, sehingga proses belajar terasa lebih berat. Fakta ini sejalan dengan pendapat Slameto bahwa motivasi, sikap, dan kebiasaan belajar termasuk faktor internal yang memengaruhi prestasi siswa (Mappaompo, 2. Dukungan guru dan orang tua juga terbukti sebagai faktor eksternal yang signifikan. Guru berperan dalam menciptakan pembelajaran yang variatif dan menyenangkan, sementara orang tua memberikan motivasi di rumah. Hal ini memperkuat teori Abu Ahmadi Widodo Supriyono bahwa lingkungan sosial dan keluarga berpengaruh langsung terhadap capaian belajar siswa (Umar, 2. Namun demikian, terdapat hambatan berupa perbedaan kecerdasan antar siswa yang menyebabkan capaian hafalan tidak merata. Beberapa siswa membutuhkan bimbingan lebih intensif, sehingga kerjasama antara guru, siswa, dan orang tua menjadi kunci keberhasilan. Hambatan ini menegaskan bahwa faktor fisiologis dan psikologis, seperti daya ingat dan minat, turut menentukan keberhasilan program tahfidz. Secara keseluruhan, program tahfidz di MTsN 2 Mojokerto bukan hanya berhasil meningkatkan hafalan Al-QurAoan siswa, tetapi juga terbukti mendukung prestasi akademik khususnya pada mata pelajaran Al-QurAoan Hadis. Temuan ini memperlihatkan bahwa pembiasaan membaca dan menghafal Al-QurAoan sejak dini dapat menjadi strategi pendidikan efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran agama di madrasah. IV. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai AuImplementasi Kelas Tahfidz dalam Peningkatan Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Al-QurAoan Hadis di MTsN 2 MojokertoAy, dapat disimpulkan bahwa program kelas tahfidz dilaksanakan empat kali dalam sepekan, yakni pada hari Senin sampai Kamis mulai pukul 07. 00Ae09. 00 pagi, ditambah satu jam setelah kegiatan belajar mengajar selesai. Program ini berjalan dengan dukungan penuh pihak sekolah melalui penunjukan koordinator serta guru pembimbing khusus yang profesional di bidang tahfidz. Setiap siswa diwajibkan menambah hafalan . minimal satu ayat per hari, disertai murajaAoah secara mandiri setelah shalat fardhu maupun bersama guru setiap pekan. Metode hafalan tidak dibatasi, sehingga siswa dapat memilih sesuai kemampuan masingmasing, dengan kecenderungan menggunakan metode wahdah, talaqqi, dan takrir. Evaluasi hafalan dilakukan setiap semester melalui ujian tasmiAo dengan penilaian pada aspek kelancaran, makhraj, tajwid, dan penguasaan hafalan. Dari segi hasil belajar, program kelas tahfidz terbukti berkontribusi positif terhadap At-TaAodib Vol 5. No. 2 Oktober 2025 Agil Husaini prestasi siswa dalam mata pelajaran Al-QurAoan Hadis. Hal ini tampak dari capaian nilai ketuntasan yang lebih tinggi dibanding kelas reguler serta penyelesaian materi yang lebih Faktor pendukung keberhasilan meliputi peran guru, dukungan orang tua, serta keberadaan program tahfidz itu sendiri sebagai program unggulan sekolah. Sementara itu, faktor penghambat yang ditemui adalah perbedaan tingkat kecerdasan siswa serta kurangnya kerjasama orang tua dalam mendampingi anak di rumah. Dengan demikian, implementasi kelas tahfidz tidak hanya berhasil meningkatkan hafalan Al-QurAoan siswa, tetapi juga berpengaruh nyata dalam meningkatkan prestasi belajar pada mata pelajaran Al-QurAoan Hadis. DAFTAR PUSTAKA