Media Pertanian Vol. No. November 2020, pp. ISSN : 2085-4226 e-ISSN : 2745-8946 PENGARUH KETERSEDIAAN KALIUM TANAH TERHADAP RESIDU TEH KOMPOS KULIT PISANG PADA BAWANG MERAH THE EFFECT OF SOIL POTASSIUM AVAILABILITY ON THE RESIDUES OF BANANA PEEL COMPOS TEA IN ONION Raudha Anggraini Tarigan *Program Studi Agroteknologi. Fakultas Pertania. Universitas Medan Area Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate Korespondensi : anggataritarigan@gmail. ABSTRAK Tidak semua unsur hara yang terdapat dalam tanah dapat diserap oleh tanaman, sehingga dimungkinkan terdapat sisa unsur hara di dalam tanah yang disebut dengan Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Plastik Kebun Percobaan Ngijo. Karangploso. Malang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2016 sampai Juni Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh pada residu teh kompos kulit pisang dengan dosis 125% Teh Kompos dan 25% KCl dan dengan aplikasi kalium humat terhadap berat basah umbi. Sementara itu, peningkatan K tertinggi terdapat pada residu 125% Teh Kompos dan 25% KCl dengan peningkatan 56,90% jika dibandingkan dengan kontrol. Kata kunci: Residu teh kompos. Kalium. Bawang Merah ABSTRACT Not all nutrients found in the soil can be absorbed by plants, so it is possible that there are nutrient residues in the soil called residues. This research was conducted at the Ngijo Experimental Garden Plastic House. Karangploso. Malang. The study was conducted from March 2016 to June 2016. This study used a completely randomized design with 4 treatments and 3 replications. The results showed that there was a significant effect of banana peel compost tea residue with the application of potassium humate on the 125% residue of compost tea and 25% KCl on fresh weight. Meanwhile, the highest K increase was found in the residue of 125% compost tea and 25% KCl with an increase of 56. 90% when compared to the control. Key words: Residue of compost tea. Potassium. Onion Received November 23, 2020. Revised November 25, 2020. Accepted November 27, 2020 ISSN : 2085-4226 e-ISSN : 2745-89456 PENDAHULUAN Kemandirian dan ketahanan pangan merupakan dua kompenen penting ditengah pandemi Covid-19 yang dapat mempengaruhi perdagangan Terutama pada komoditas hortikultura yaitu pada tanaman bawang Pentingnya tanaman bawang merah karena masyarakat Indonesia selalu menggunakannya sebagai bahan utama untuk memasak makanan seharihari. Berdasarkan data statistik Tahun 2020 Provinsi Sumatera mengalami peningkatan produksi Bawang merah 103 ton . peningkatan produktivitas tidak optimal meskipun adanya peningkatan luas area Hal ini dikarenakan beberapa faktor diantaranya adalah kurang tepat dalam pengelolaan budidaya salah budidaya yang kurang tepat terutama dalam aplikasi pupuk organik dan Teh kompos merupakan ekstrak yang berbahan dasar air, yang disusun dari berbagai macam kompos. Teh kompos dapat mempengaruhi sifat biologi, fisika dan kimia (Scheuerell dan Mahaffee, 2002 dalam Pant et al. Hasil penelitian Aprilio . menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap aplikasi teh kompos kulit pisang pada parameter pH. C-organik, ketersediaan K, tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah umbi, berat kering umbi dan serapan K umbi bawang merah. Ketersediaan K tertinggi terdapat pada dosis 150% KCl yaitu sebesar 0,92 cmol kg-1, sedangkan serapan K terbesar Media Pertanian. Vol. No. November 2020, 91-96 pada umbi bawang merah juga terdapat pada dosis 150% yaitu sebesar 209,66 mg tanaman-1 . Sutedjo. Kartasapoetra dan Sastroadmodjo . menyatakan, bahwa tidak semua unsur hara yang terdapat dalam tanah dapat diserap oleh terdapat sisa unsur hara di dalam tanah yang disebut dengan residu. Residu unsur hara dalam tanah dapat dimanfaatkan kembali untuk musim tanam selanjutnya. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ketersediaan unsur hara K terhadap pertumbuhan bawang merah. BAHAN DAN METODE Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Plastik Kebun Percobaan Ngijo. Karangploso. Malang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2016 sampai Juni 2016. Tanah yang digunakan dalam penelitian adalah tanah pasca penanaman bawang merah dengan perlakuan aplikasi teh kompos kulit pisang. Bibit tanaman bawang merah (Allium cepa L. ) yang digunakan adalah varietas Tuk-tuk Filipina. Residu pupuk teh kompos kulit pisang sesuai dengan dosis yang telah ditentukan oleh Aprilio . Dosis rekomendasi pemupukan berdasarkan Dierolf. Fairhurst dan Mutert . yaitu N sebanyak 150 kg ha-1 . P 120 kg kg ha-1, dan S sebanyak 20 kg kg ha-1. Aplikasi asam humat dilakukan pada waktu 1 minggu sebelum tanam dengan cara disiramkan pada tanah dalam polibag yang terlebih dahulu diencerkan dengan air. Aplikasi asam humat diberikan sebanyak 20,73 ml polibag-1 Tarigan. , 2020 ISSN : 2085-4226 e-ISSN : 2745-89456 dengan dosis rekomendasi Siagian . yaitu 0,4%. Panen dilakukan pada umur 85 HST dengan kriteria panen, 60-70% dari seluruh perlakuan. Berat basah didapatkan dengan cara kering angin selama 1 hari. Untuk pengamatan pertumbuhan tanaman dilakukan pada 14 HST, 28 HST dan 42 HST yang tanaman/panjang tanaman yang diukur dari permukaan Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan, sebagai berikut: A0 = control A1 = Residu Teh Kompos 150% A2 = Residu teh kompos 125% KCl A3= Residu teh kompos 50% KCl A4 = Residu pupuk KCl 150% Analisis ragam dilakukan untuk mengetahui pengaruh pada setiap perlakuan terhadap parameter yang diukur dengan uji F 5% HASIL DAN PEMBAHASAN pH Tanah Reaksi tanah mempunyai peran penting terhadap proses penyediaan unsur hara. Aplikasi kalium humat pada residu teh kompos kulit pisang menunjukkan peningkatan dan termasuk kriteria netral jika dibandingkan dengan perlakuan A0 . yang disajikan pada Tabel 1. Tabel 1. Pengaruh residu teh kompos kulit pisang dengan aplikasi kalium humat pada pH tanah Media Pertanian. Vol. No. November 2020, 91-96 Perlakuan Peningkatan dikarenakan aplikasi kalium humat yang dapat meningkatkan pH tanah melalui pertukaran kation dan adanya residu teh kompos kulit pisang. Hasil penelitian tersebut didukung oleh Pan et al. yang menunjukkan bahwa teh kompos yang berasal dari pupuk kandang ayam dan kompos limbah juga dapat menetralkan pH yang bekisar antara 7,3 Ae 7,9. Sebagai tambahan aplikasi kalium humat sebanyak 100 kg dan 70 kg P2O5 ha-1 secara signifikan memberikan pengaruh pada EC, pH dan Effective Cation Exchange Capacity (ECEC), nilai maximum untuk total karbon terdapat pada perlakuan 100 kg KH ha-1 (Shujrah et al. Ketersediaan K Kalium berperan penting dalam aktivitas enzim dan dapat meningkatkan translokasi asimilasi. Defisiensi kalium dapat mengurangi akumulasi berat kering dan dapat mempengaruhi jaringan tanaman pada bagian asimilasi (Zhao et al. , 2001. Bolandnazar. Mollavali. Tabatabaei, 2. Kalium dapat dibedakan menjadi 3 bentuk, yaitu: . Kalium tersedia, merupakan kalium yang dapat segera diserap oleh tanaman, dalam bentuk K . Kalium tidak tersedia, merupakan kalium yang berada di dalam tanah dalam bentuk senyawa organik atau anorganik yang tidak larut, dan tidak tersedia sampai Tarigan. , 2020 ISSN : 2085-4226 e-ISSN : 2745-89456 senyawa organik dimineralisasi atau senyawa anorganik dilapuk. Kalium lambat tersedia, 5 merupakan kalium yang ketersediannya diantara tersedia dan tidak tersedia, . ermasuk kalium yang dapat difiksasi dan dilepaskan secara bergantian oleh mineral liat tipe 2:1, terutama Illi. (Handayanto, 1. Tabel 2. Pengaruh Residu Teh Kompos Kulit Pisang Penambahan Kalium Humat Terhadap Ketersediaan Kalium Ketersediaan K --------ppm------Perlakuan HST HST HST HST 32R 1. Hasil penelitian menunjukkan bahwasanya aplikasi kalium humat pada residu teh kompos kulit pisang menunjukkan pengaruh yang signifikan dan mengalami peningkatan sebesar 50, 86% pada A2, sementara pada A4 hanya meningkat sebsar 37,93% (Tabel Peningkatan ketersediaan K pada residu teh kompos kulit pisang disebabkan aplikasi asam humat yang dapat mengurangi fiksasi kalium dikarenakan adanya mineralisasi K. Hasil penelitian Siddiqui et al. menunjukkan, bahwa aplikasi teh Media Pertanian. Vol. No. November 2020, 91-96 kompos dengan dosis 1L . %) dan N. K dengan dosis 50, 25, 25 kg ha-1 ,secara signifikan dapat meningkatkan N. P dan K pada tanaman pak choi. Hal ini dikarenakan, bahwa penggunaan kompos, teh kompos atau pupuk hayati dapat meningkatkan kandungan unsur hara makro. Di lain sisi terdapat hubungan positif antara teh kompos dan meningkatkan luas permukaan akar sehingga dapat mempengaruhi proses fisiologis tanaman. Tinggi tanaman dan Bobot basah Bawang Merah Pengamatan tinggi tanaman dilakukan selama masa vegetatif, pengukuran tinggi tanaman dilakukan pertumbuhan antar tanaman akibat aplikasi asam humat pada residu teh Pengaruh aplikasi kalium humat tidak signifikan pada setiap perlakuan dan waktu pengamatan baik pada kontrol maupun dengan perlakuan, akan tetapi dapat meningkatkan pertumbuhan tinggi tanaman. Hasil penelitian ini sama dengan hasil Suwardi. Dewi Hermawan . yang menunjukkan, bahwa perlakuan asam humat dan zeolit tidak signifikan terhadap tinggi tanaman Kalium memiliki peran penting pada kualitas umbi, hal ini dikarenakan kalium berperan untuk pembentukan dan transfer karbohidrat tanaman, fotosintesis serta sintesis protein (Handayanto, 1. Putra . menambahkan bahwa kalium memliki peran penting dalam meningkatkan kualitas umbi yang berupa bobot umbi. Tarigan. , 2020 jumlah umbi, dan besar umbi. Pengaruh residu teh kompos dengan aplikasi asam humat pada perlakuan A2. A3 dan A4 menunjukkan hasil yang signifikan terhadap parameter berat basah tanaman jika dibandingkan dengan perlakuan A0 . ISSN : 2085-4226 e-ISSN : 2745-89456 KESIMPULAN Residu teh kompos kulit pisang 125% KCl 25% dengan penambahan kalium humat dapat meningkatkan ketersediaan kalium sebesar 56,90% jika dibandingkan dengan kontrol. Serta juga dapat meningkatkan berat basak UCAPAN TERIMAKASIH Ucapan terimakasih disampaikan kepada pihak yang membantu baik secara material dan non material. DAFTAR PUSTAKA