IMPLEMENTASI PRODUKSI PROGRAM ACARA AuTEKNOTANIAy DI LPP TVRI YOGYAKARTA Susilawati1. Ade Wahyudin2 Program Studi Manajemen Teknik Studio Produksi. Sekolah Tinggi Multi Media Yogyakarta Jl. Magelang No. KM. Mlati. Sleman. Yogyakarta 55284 Email: susiedit@yahoo. Abstract: The TEKNOTANI program produced by TVRI Yogyakarta is still a mainstay broadcast program for farmers in the Yogyakarta region. As a mainstay broadcast program. TEKNOTANI is produced with collaboration outside the studio and inside the studio, where producers are concurrently acting as screenwriters, creative, and broadcast continuity personnel. The purpose of this study was to determine the production process of the TEKNOTANI program at LPP TVRI Yogyakarta. This research method uses a qualitative approach, which is a research procedure that produces descriptive data in the form of written or oral words and observed behavior from four sources. Data collection techniques in this study include interviews, observing certain behaviors, studying written documents, or checking visual images. The results achieved in this study include three stages, namely the pre-production stage begins with the search for program material that can be obtained from print media, electronic media, or from online media, as well as from the network of previous sources. Next, a field survey was conducted to find out whether or not the land would be filmed and coordinate with the resource person, who would be the resource person. At the production, the stage is the implementation of In this TEKNOTANI program, filming is done in two stages, namely the shooting stage for visualization in the field as insert material during production in the studio and shooting in the studio. The results from shooting in the studio are already worthy results to be broadcast. In the post-production process is done to edit images and sounds that have been produced outside the studio or in the field. The editing process is done through two stages, namely offline editing, then online editing. Keywords: TEKNOTANI. Television Program Production. TVRI. Agriculture. Abstrak: Program TEKNOTANI produksi TVRI Yogyakarta, masih menjadi siaran andalan bagi warga tani di wilayah Yogyakara. Sebagai program siaran andalan. TEKNOTANI diproduksi dengan kolaborasi di luar studio . dan di dalam studio . , dimana produser merangkap sebagai penulis naskah, tenaga kreatif serta tenaga kontinuitas siaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses produksi program TEKNOTANI di LPP TVRI Yogyakarta. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dan perilaku yang teramati dari empat narasumber. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi wawancara, observasi perilaku tertentu, mempelajari dokumen tertulis, atau memeriksa visual image. Hasil yang di capai dalam penelitian ini meliputi tiga tahap, yaitu tahap pra-produksi diawali dengan pencarian materi program yang bisa didapatkan dari media cetak, media elektronik maupun dari media online, serta dari jaringan narasumber Selanjutnya dilakukan survey di lapangan untuk mengetahui tepat tidaknya lahan yang akan di shooting serta melakukan koordinasi dengan narasumber, siapa saja yang akan dijadikan narasumber. Pada tahap produksi merupakan pelaksanaan shooting. Pada program TEKNOTANI ini shooting dilakukan dengan dua tahap yaitu tahap shooting untuk visualisasi di lapangan . sebagai bahan insert saat produksi di studio serta shooting di studio . Hasil dari shooting di studio sudah merupakan hasil yang layak untuk Pada proses pasca produksi dilakukan untuk menyunting gambar dan suara yang telah diproduksi di luar studio atau di lapangan. Proses editing dilakukan melalui dua tahap yaitu editing offline, kemudian editing online. Kata Kunci: TEKNOTANI. Produksi Acara Televisi. TVRI. Pertanian. PENDAHULUAN masih memiliki warga yang berprofesi Daerah Istimewa Yogyakarta walaupun sebagai petani. Pada tahun 2019, di terkenal sebagai Kota pelajar dan pusatnya Provinsi D. I Yogyakarta terdapat 111. kaum intelekual, namun di sisi yang lain Ha area lahan panen dan 62 ribu penduduk bekerja disektor pertanian (Yogyakarta, produksi melakukan riset dan survey Sehingga terhadap tema yang akan di angkat. Selanjutnya, proses produksi dan pasca produksi lakukan dengan cukup rumit. Hal diwilayah suburban dan rural. ini dikarenakan proses produksi dilakukan Menyadari secara indoor maupun outdoor, sehingga selain diperlukan koordinasi yang baik masyarakat dibidang pertanian, maka LPP juga kompetensi pengarah acara dan TVRI Yogyakara membuat program acara produser dalam merencanakan program AuTEKNOTANIAy. acara ini. Program Televisi berasas dari kata AuteleAy yang kepentingan masyarakat tani. Selain itu, berarti jauh dan AuvisiAy . yang berarti TEKNOTANI Sedangkan informasi masyarakat terhadap teknologi jelasnya, televisi merupakan media dari pertanian terbaru. jaringan dengan ciri-ciri yang dimiliki Sebagai salah satu program siaran andalan, komunikasi massa. Televisi merupakan produksi program acara TEKNOTANI penggabungan antara radio dan film. Sebab dilaksanakan secara profesional dengan televisi dapat meneruskan suatu peristiwa tim produksi yang berkompetensi. Selain dalam bentuk gambar yang begerak atau itu, peran produser cukup penting dalam video dengan suara (Arifin et al. , 2. proses produksi program acara ini. Karena Orang yang duduk di depan pesawat selain perperan sebagai penanggungjawab televisi dirumahnya seringkali memperoleh dan perencanaan, juga merangkap sebagai pandangan yang lebih jelas daripada penulis naskah, tenaga kreatif serta tenaga orang-orang yang hadir di tempat peristiwa kontinuitas siaran. Dengan demikian televisi memiliki Proses produksi televisi merupakan sebuah sifat aktualitas yang melebihi surat kabar proses pembuatan program yang nantinya dan radio (Luthfi, 2. ditayangkan di televisi dan memerlukan Dibandingkan perjalanan panjang dan melewati berbagai lainnya, televisi mempunyai sifat yang tahapan, dan melibatkan banyak sumber Televisi merupakan gabungan daya manusia. Proses produksi program dari media dengar atau suara dan gambar, acara TEKNOTANI, secara umum sama bisa bersifat informatif, hiburan, maupun seperti program televisi lainnya. Diawali pendidikan, bahkan gabungan dari ketiga dengan tahapan pra-produksi, dimana tim unsur diatas. Selain itu, televisi merupakan sumber citra dan pesan tersebar . hared televisi dan mengaksesnya pada saat waktu images and messag. yang sangat besar luang. Pada kawasan ini kehidupan pada dalam sejarah, dan ini telah menjadi bidang pertanian masih sangat kental dan berjalan berdampingan dengan kemajuan (Wulandari lingkungan simbolik Wahyudin, teknologi yang merupakan imbas dari Selain itu, televisi merupakan Melihat siaran melalui media televisi sama Saat ini Televisi telah seperti media massa yang lainnya yaitu menjadi bagian tidak terpisahkan dari sebagai media untuk menyampaikan pesan yang berupa informasi kepada khalayak, menghabiskan waktunya lebih lama di namun dalam hal ini televisi memiliki tiga depan televisi (Kustanto, 2. fungsi pokok yaitu (Latief & Utud, 2. Siaran televisi adalah pemancaran sinyal . Fungsi penerangan . he information listrik yang membawa muatan gambar dan suara yang terbentuk pada sistem lensa dan mendapatkan perhatian yang besar di Menurut Peter Herford, setiap kalangan masyarakat, karena dirasa media televisi dianggap sebagai media yang beberapa acara hiburan seperti, film, mampu menyiarakan sebuah informasi musik, kuis, talk show atau dialog dan yang sangat memuaskan bagi pemirsa di Melalui karakter audio visual yang dimilikinya, media televisi memiliki educational fuctio. , sebagai salah satu daya tarik dan kekuatan khusus serta media massa yang dianggap ampuh dalam untuk menyiarkan sebuah program yang . tory-tellin. Banyak Dalam . (Afifi. Fungsi . he jangkauannya luas (Subroto, 1. bertujuan untuk memberikan edukasi atau Hal ini menjadi salah satu alasan yang pendidikan kepada pemirsa di rumahnya mendorong masyarakat untuk memilih berupa meningkatkan sebuah pengetahuan media televisi sebagai media sumber dan penalaran kepada masyarakat. informasi dibandingkan dengan media Fungsi massa lainnya. Masyarakat di daerah Functio. Televisi sebagai media hiburan, perkotaan dan pedesaan untuk saat ini mempunyai akses yang baik terhadap melekat pada media televisi, dan lebih media televisi (Purwanto et al. , 2. dominan ketimbang dengan fungsi lainnya. Kawasan peri-urban merupakan kawasan Dimana melalui media televisi manusia yang sebagian masyarakatnya mempunyai cenderung mencari kesibukan atau hiburan Hiburan (The Entertainment setelah Standard Operation Pra-Produksi seharian ini (Sunarsa et al. , 2. Procedure Lebih jauh tentang televisi, (Morissan, (Perencanaa. , 2. menyatakan bahwa televisi memiliki Pasca Produksi. beberapa karakteristik, sebagai beikut: . Program siaran secara keseluruhan dapat Audiovisual. Televisi memiliki kelebihan diartikan sebagai segmen atau satu bagian dalam hal audio visual, yang dapat dari isi siaran radio ataupun televisi. memberikan gambar serta suara sekaligus Sehingga dapat memberi pengertian bahwa . dalam siaran keseluruhan pada satu stasiun Berpikir dalam gambar. Ada dua tahap televisi terdapat beberapa program siaran yang dilakukan dalam proses ini. Pertama yang ditayangkan (Kurniawati, 2. adalah visualisasi, yaitu menterjemahkan Program siaran dapat dikatakan dalam kata-kata yang mengandung gagasan yang siaran keseluruhan pada satu stasiun menjadi gambar-gambar, dan kedua adalah televisi tersusun dari berbagai program penggambaran, yakni kegiatan merangkai Untuk masing-masing program gambar-gambar siaran ini menempati slot waktu yang rupa sehingga kontinuitasnya mengandung sudah ditentukan dengan durasi tayang makna tertentu. Pengoprasian atau cara kerja yang kompleks. Pengoprasian atau program hiburan, program berita, dan (SOP) Produksi (Pelaksanaa. Masing-masing karena dalam satu produksi program, slot waktu akan dirancang sesuai televisi harus melibatkan banyak orang dan dengan tema program itu sehingga menjadi juga alat-alat teknis. jadwal siaran tiap harinya (N. Nasution. Untuk televisi, dibutuhkan sebuah proses waktu Program talkshow atau program dialog yang tidak sesaat. Sebab suatu produksi menurut Fred Wibowo dalam bukunya Teknik Produksi Televisi (Wibowo, 2. Kerja Tim Produksi, biaya yang besar dan banyak peralatan maka perlu pengorganisasian yang rapi dan perlu suatu tahapan produksi yang jelas (Fahruddin & AsyAoari, 2. program ini masing-masing tokoh yang Tahapan produksi terdiri dari tiga bagian yang lazim di industri televisi dikenal mengemukakan pendapat dan presenter suatu permasalahan. Dalam bertindak sebagai moderator yang kadang- Camera kadang juga melontarkan pendapat atau bertanggung jawab untuk pengoperasian membagi pembicaraan. kamera televisi selama rehearsal dan Untuk Person (Kamerawa. , produksi program televisi. Editor, televisi, dibutuhkan sebuah kerabat kerja memotong, menymbung gambar dan suara sesuai tuntutan naskah. Audio Person (Raharjo & Anisti, 2. : . Produser, (Penata Suar. Penata terhadap perencanaan suatu program siaran terhadap pengoperasian audio atau suara dan harus mempunyai kemampuan berpikir (Hastuti et al. , 2. dan menuangkan ide dalam suatu tulisan Pada atau proposal untuk suatu program acara Supadiyanto, yang berjudul AuImplementasi Program Siaran Lokal Pada Stasiun mempunyai kemampuan untuk memimpin Televisi di Daerah Istimewa YogyakartaAy dan bekerja sama dengan seluruh kerabat pada jurnal An-nida, menyimpulkan bahwa kerja dan unsur-unsur produksi terkait. implementasi program siaran lokal pada Penulis berbagai stasiun televisi yang bersiaran di pekerjaannya membuat naskah untuk mata DIY masih cukup rendah. Karena dari 15 acara siaran. Seorang penulis naskah harus stasiun televisi yang bisa diakses di DIY, memiliki kemampuan menulis baru sebanyak 4 lembaga penyiaran yang drama dan non drama. Pengarah Acara, menyiarkan program siaran lokal dengan seseorang yang bertanggung jawab secara durasi lebih dari 10 persen dari total waktu (Supadiyanto. Kemudian, pada penelitian yang berjudul lapangan untuk mengendalikan produksi AuPerencanaan Televisi Pendidikan di Televisi EdukasiAy pengarah acara memilki peranan yang oleh Herry Kuswita, menyimpulkan bahwa sangat strategis dalam sebuah produksi acara televisi. Technical Director pendidikan di Televisi Edukasi, dilakukan (Pengarah Tekni. , sesuai dengan teori yang ada mulai dari Produksi Program saat pra produksi sampai pasca produksi, bertanggung jawab terhadap kualitas video sehingga program yang ditayangkan benar- dan audio saat produksi maupun siaran. benar sudah memenuhi standar program televisi layak tayang (Kuswita, 2. Sedangkan, pada publikasi yang berjudul AuAnalisis Produksi Program Berita Indonesia Morning Show di News And Entertainment TelevisionAy oleh Kemal Metode Penelitian Aqwam Jenis Penelitian ini adalah penelitian Maulana Fatmawati, menyimpulkan bahwa Dalam pelaksanaan Morning Show di NET. TV melalui tiga tahap utama (Sugiyono, yaitu pra- produksi, produksi dan pasca- produksi yang dimana dalam tahapannya dipergunakan untuk meneliti pada kondisi memiliki proses yang berbeda. Kemudian ditinjau dari teori hirarki pengaruh yang berperan sebagai instrumen kunci dan hasil berfokus pada level media rutin, dimana Indonesia . Sedangkan obyek penelitian Indonesia Morning Show bahwasannya tim manajerial memilih berita mana yang akan Adapun subyek dalam penelitian ini dipilih naik dilihat dari unsur audiens sebagai secara purposive, yaitu teknik pengambilan target utamanya. Selanjutnya Analisis yang sampel sumber data dengan pertimbangan didapatkan dalam proses produksi program tertentu (Sugiyono, 2. berita Indonesia Morning Show (Maulana Sumber Data dari penelitian ini meliputi & Fatmawati, 2. data primer merupakan data yang langsung Atas dasar latar belakang dan referensi diperoleh dari pengamatan dan wawancara yang telah disajikan, penulis tertarik untuk mengkaji implementasi produksi program Sedangkan data sekunder diperoleh dari acara televisi AuTEKNOTANIAy di LPP hasil dokumentasi dari kantor di LPP TVRI TVRI Yogyakarta. Dokumentasi tersebut mendorong peneliti untuk mengetahui seperti kearsipan surat, program kegiatan, lebih mendalam tentang produksi acara photo kegiatan dan majalah serta bahan televisi TEKNOTANI, sehingga tujuan terbitan di LPP TVRI Yogyakarta. dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Adapun narasumber dipilih berdasarkan proses produksi program TEKNOTANI di kompetensi dan pengetahuan terkait topik LPP TVRI Yogyakarta. Penelitian ini Yogyakarta. Hal LPP TVRI Selain Yogyakarta. memiliki jabatan dan wewenang terkait (Patton, 2. bahwa observasi sistematis program acara dan setepat-tepatnya melibatkan lebih jauh AuTEKNOTANIAy. Oleh narasumber yang terdiri dari . Budi Silistyo. Kepala dari hanya sekedar hadir dan melihat-lihat Bidang Pemberitaan LPP TVRI Yogyakarta. Riskananta Dewaja. Produser AoTEKNOTANIAy. Mutiara. Pengarah Acara LPP TVRI Yogyakarta. Tri Wiyanto, selaku Camera Person sekaligus Editor di LPP TVRI Yogyakarta. Pada teknik pengumpulan data dilakukan Gambar 1. Kegiatan Wawancara Dengan secara trianggulasi yang meliputi kegiatan Narasumber wawancara mendalam, observasi langsung. Untuk dan dokumentasi. Dokumentasi adalah diperlukan teknik pemeriksaan, penelitian setiap bahan yang tertulis atau film, baik Triangulasi dalam pengujian kredibilitas pengujian suatu peristiwa atau record ini diartikan sebagai pengecekan data dari (Moleong, 2. , maupun yang tidak berbagai sumber dengan berbagai cara dan dipersiapkan untuk itu. Sedangkan teknik berbagai waktu. Menurut Susan Stainback wawancara digunakan terutama untuk mengkonstruksi kegiatan dan kejadian di tujuan dari triangulasi bukan sekitar produksi program TEKNOTANI dari LPP TVRI Yogyakarta. Teknik (Sugiyono, wawancara yang dipergunakan adalah dengan menggunakan petunjuk umum terhadap hasil temuan dari penelitian. Teknik pengolahan data dalam penelitian (Bungin, petunjuk wawancara hanya berisi petunjuk secara garis besar tentang proses dan memasuki lapangan, selama di lapangan isinya, agar terjaga pokok-pokok dan yang dan setelah di lapangan. Menurut (S. direncanakan dapat tercapai (Moleong. Nasution, 1. dalam (Sugiyono, 2. menyatakan AuAnalisis telah mulai sejak Teknik observasi sebagaimana dikemukakan oleh merumuskan dan menjelaskan masalah. Proses TEKNOTANI berlangsung terus sampai penulisan hasil Selanjutnya (Miles Pra-Produksi dapat dilihat pada blok diagram berikut. Huberman, 1. dalam (Sugiyono, 2. Pencarian Materi mengemukakan bahwa aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus Survey / Observasi / Wawancara Pra-Produksi Treatment /Naskah menerus sampai tuntas. Aktivitas dalam analisis data, yaitu: data reduction, data drawing/verifying. Gambar 3. Proses Pra Produksi Hasil dan Pembahasan Program TEKNOTANI TEKNOTANI program yang diproduksi dan disiarkan secara live delay atau taping, sehingga dahulu melalui rekaman atau taping. Managemen Produksi Dalam Program TEKNOTANI tahap Pra Produksi merupakan tahap yang penting, karena jika tahap ini dilaksanakan dengan rinci dan baik, maka hasil produksinya juga akan lebih baik. Tahapan Pencarian Materi melalui 3 tahapan yaitu: Proses PraProduksi. Produksi dan Pasca Produksi. Pada tahapan pra-produksi diawali dengan pencarian materi yang dilakukan oleh produser acara. Materi dari program Tahap PraProduksi Tahap Produksi Tahap Pasca Produksi TEKNOTANI dapat berasal dari berbagai sumber, mulai media cetak, elektronik hingga online untuk mendapatkan tema acara berdasarkan isu yang sedang menjadi pembicaraan atau viral di bidang teknologi Gambar 2. Proses Produksi TEKNOTANI dan bisnis pertanian. Selain berasal dari media, pencarian materi dan tema program Tahap Pra-Produksi TEKNOTANI didapatkan dari berbagai pihak yang menjadi narasumber pada paket-paket dilahan sempit didapatkan dari narasumber paket sebelumnya yang memberi tahu TEKNOTANI sebelumnya. tentang adanya daerah perkampungan yang Setelah mendapatkan beberapa materi, kemudian materi tersebut akan diseleksi sejuk, karena di setiap gangnya ditanami sayuran, sehingga udaranya segar. untuk mendapatkan tema dan materi yang dan cocok untuk setiap paket TEKNOTANI tema yang dipilih lagi aktual juga ada karena dalam setiap bulannya tujuan dan harapan agar tema yang pogram TEKNOTANI disiarkan sebanyak ditayangkan sesuai dengan misi TVRI dua kali tayang, yaitu Jumat minggu pertama, kedua dimana setiap tayang memberikan informasi dan juga inovasi temanya berbeda beda. Apabila minggu kepada masyarakat, dalam hal ini tentang Dalam pemilihan tema tersebut, disamping TVRI pertanian, maka minggu ketiga, akan informasi mengenai pertanian melalui mengambil tema lain misalnya tentang program TEKNOTANI , masyarakat atau perikanan, sehingga hasil tayangannya pemirsa TVRI dapat memetik manfaatnya. selalu bertema variatif. Dalam merancang sebuah bahan materi Survey / Observasi / Wawancara produser sangat penting, karena produser Tahap lah yang sangat berperan menentukan ide bagi materi tayang. survey lapangan. Pada episode Budidaya Pada Program TEKNOTANI Budidaya Tanaman di Lahan Sempit yang rencananya disiarkan tanggal 18 Oktober 2019, menceritakan tentang pemanfaatan lahan sempit untuk ditanami berbagai macam tanaman, di lokasi Kelurahan Rejowinangun. Kecamatan Kotagede. Kota Yogyakarta. Diawali dengan ide produser Tanaman pra-produksi TEKNOTANI Lahan Sempit, lapangan dilakukan dua kali. Survey lokasi yang tepat. Kemudian melihat dilibatkan dalam proses shooting. Pada survey yang kedua, produser sekaligus penulis naskah menentukan narasumber yang akan diwawancarai. pertanian, karena tema sebelumnya tentang Komposisi peternakan burung tekukur warna. Adapun TEKNOTANI memiliki 3 narasumber, informasi mengenai budidaya tanaman yaitu narasumber praktisi, narasumber ahli dan detailnya. terakhir di RW 12, footage dan narasumber pendukung. Narasumber yang akan di shooting meliputi Landscape praktisi dalam hal ini lorong sempit yang ditanami sayuran dan seorang petani yang juga ketua kelompok detailnya, rumah-rumah dengan tanaman tani Kelurahan Rejowinangun. Kemudian footage mengenai bagaimana narasumber kedua adalah seorang tenaga ahli selaku Penyuluh Pertanian Kecamatan kegiatan pembibitan serta Kotagede. Dinas Pertanian Dan Pangan Kota Yogyakarta. Terakhir. Narasumber adalah narasumber pendukung, dimana narasumber ini tidak harus selalu orang yang terlibat langsung di dunia pertanian, tetapi merpakan narasumber yang mendukung kegiatan itu, dalam hal Rejowinangun. Kepala Kelurahan sebagai pemangku gelar dalam mensukseskan program tersebut. Gambar 4. Proses Pengambilan Gambar Proses survey lapangan dilakukan pada 3 Panen Sayuran RW di Kelurahan Rejowinangin. Dimana masing-masing RW memiliki karakteristik Masing masing lahan mempunyai jenis dan ciri khas materi yang berbeda. Pada tanaman yang berbeda beda serta masing RW 06 ditampilkan footage Landscape masing RW mempunyai kegiatan yang berbeda pula. Dengan banyaknya materi Profil sayuran, kegiatan penyulaman tanaman, kegiatan penyemprotan hama tanaman, mempermudah petugas Editor untuk saat penyiraman tanaman serta panen tanaman melakukan pasca produksi, karena gambar sayur sawi dan terong. Sedangkan di RW gambarnya bervariasi, sehingga sesuai apa 08 footage yang akan diambil meliputi yang menjadi pembicaraan narasumber landscape dan profil aneka tanaman di-shooting tanaman, panen sayuran tomat dan cabai, pengecatan pot dari barang bekas. Treatment dan Naskah juga profil pot tanaman dari barang bekas Treatment adalah kerangka alur cerita Pada TEKNOTANI edisi Budidaya tanaman di Produser sekaligus penulis naskah. Jadi treatmentt dibuat sebagai pedoman saat akan melakukan shooting, serta pedoman TEKNOTANI. Tabel 1. Treatment Program Acara TEKNOTANI Parameter Treatment Siaran Jumat, 18 Oktober 2019 Visualisasi Kamis, 03 Oktober 2019 Rekaman Selasa, 08 Oktober 2019 Studio Mata Acara TEKNOTANI Judul BUDIDAYA TANAMAN DI LAHAN SEMPIT Tujuan Memberikan informasi Program dan penerangan tentang pemanfaatan lahan sempit untuk pertanian. Memberikan informasi dan penerangan tentang cara melakukan persiapan budidaya tanaman sayur untuk kebutuhan rumah tangga di lahan sempit. Memberikan informasi dan penerangan tentang teknis budidaya tanaman sayur di lahan sempit dari mulai persiapan, pra-tanam, tanam, panen sampai pasca panen. Menggugah masyarakat untuk melakukan optimalisasi penggunaan lahan sempit di area perkotaan dengan kegiatan bertani. Menyampaikan tujuan optimalisasi lahan sempit Parameter Treatment dengan bertani dilihat dari aspek sosial dalam Isi Program Talkshow dengan interaktif yang dipandu oleh presenter: ID Tune Program TEKNOTANI Opening presenter: - Salam sapa pemirsa dan introduksi - Menyampaikan tema, - Mengenalkan kedua Visualisasi tema Dialog dengan kedua narasumber sekaligus memanfaatkan meja Commercial Break-1 Dialog dengan narasumber pendukung/ narasumber ahli Commercial Break-2 - Pembacaan pesan whatsapp dari pemirsa - Dialog lanjutan dengan ketiga narasumber Commercial Break-3 - Dialog akhir/ closing statement oleh ketiga - Penulisan kata mutiara oleh ketiga narasumber sambil membacakan pesan whatsaapp - Penyerahan sertifikat kepada ketiga - Menutup acara dan - Penayangan segmen TIPS - Credit Titel kerabat kerja produksi - Logo TVRI Stasiun Yogyakarta Narasumber 1. SURYADI (Penyuluh Treatment Pertanian Lapangan Kotaged. WULAN PURWANDARI. STP. (Lurah Rejowinangun. Kec. Kotaged. ZUKRI SISWOYO (Petan. Sumber: TVRI Yogyakarta, 2019 Stasiun televisi adalah tempat kerja yang Dari treatment diatas dapat diketahui komunikasi dan kerjasama yang baik bahwa tujuan program disesuaikan dengan adalah hal yang diperlukan tema acara. pembuatan produksi program televisi. Parameter Berhubung tema acaranya kompleks, kerena melibatkan dengan berbagai Suasana kerjanya khususnya saat kesigapan dan kecepatan kerja. Untuk itu tentang pertanian dengan judul Budidaya Membahas Tanaman Di Lahan Sempit, maka tujuan acara televisi, dibutuhkan suatu proses programnya juga memberikan informasi produksi yang terencana dengan baik, dan penerangan tentang pemanfaatan lahan sehingga jalannya suatu proses produksi sempit untuk pertanian. Kemudian tentang program acara tersebut dapat menghasilkan teknis budidaya tanaman sayur di lahan tayangan yang baik. sempit tersebut mulai dari persiapan, pratanam, tanam, panen sampai pasca panen. Semuanya penggunaan lahan sempit di area perkotaan dengan kegiatan bertani. dilihat dari aspek Pada tahap manajemen produksi, seorang produser akan menyiapkan berbagai hal tentang kelengkapan sebuah produksi. Diawali dari koordinasi dengan atasan, sosial masyarakat. SOP, kemudian penentuan crew atau kerabat Disamping membuat treatmentt, penulis kerja yang terlibat. Serta menyiapkan naskah juga membuat sarana dan prasarana, dalam hal ini pedoman atau konsep melakukan shooting, baik untuk peralatan pendukung shooting. visualisasi atau shooting di lapangan . , maupun shooting di studio . Manajemen Produksi Proses shooting outdoor program acara TEKNOTANI dilakukan setiap hari kamis Kemudian untuk crew yang terlibat di TEKNOTANI ada beberapa orang dengan personal yang berganti-ganti. Khusus untuk shooting di lapangan saat Tahap produksi adalah seluruh kegiatan pembuatan visualisasi, crew camera person pengambilan gambar . baik yang merangkap Editor dilaksanakan oleh satu Sedangkan untuk jabatan pengarah maupun di luar studio . Program acara dilakukan beberapa orang secara TEKNOTANI TVRI Stasiun Yogyakarta Khusus untuk produser dan adalah sebuah acara yang ditayangkan penulis naskah dijabat oleh satu orang secara live delay taping, yaitu Riskananta Dewaja. produksi yang dilakukan adalah melalui . maka proses beberapa tahapan. Dengan komposisi kerabat kerja yang tidak mempunyai Tim Kreatif serta terjadi Tahap Produksi kekurangan Sumber Daya Manusia, maka akan terjadi kekacauan Produksi Visualisasi (Syuting Outdoo. Produksi di Studio ( Syuting Indoor ) Manusia di TVRI Yogyakarta, maka Gambar Tahap Produksi masing masing crew atau kerabat kerja TEKNOTANI Visualisasi (Shooting beberapa crew sedang menangani program produksi yang lain secara bersamaan. Hal ini karena keterbatasan Sumber Daya tidak hanya menangani satu acara saja. Proses Produksi tetapi beberapa acara serta merangkap Outdoo. beberapa jabatan. Akibatnya, terkadang jika terjadi benturan pekerjaan paket Proses produksi visualisasi merupakan program yang lain atau kendala teknis, proses produksi di lapangan, dalam hal ini maka diatasi dengan siaran ulang paket Kecamatan Kotagede. Kodya Yogyakarta. disiarkan sebelumnya. Sehingga akibat Proses Produksi dilakukan sesuai dengan tumpang tindih atau rangkap jabatan dalam Treatment dan Naskah yang telah dibuat TEKNOTANI Pra Kalurahan Produksi. Rejowinangun. Pada Program pemirsa atau penggemar acara tersebut TEKNOTANI episode Budidaya Tanaman hanya bisa menikmati siaran ulang, atau di Lahan sempit, maka proses shooting penayangan paket TEKNOTANI yang visualisasi dilakukan satu hari dari pagi telah disiarkan sebelumnya. 00 WIB hingga petang jam 17. WIB. Tahap Produksi non teknis dapat menghasilkan produk tayangan yang kurang baik, sehingga dapat mengurangi kualitas tayangan dan hasilnya tidak maksimal. Pada tahap ini segala ide yang telah dituangkan ke dalam kertas rundown acara pada tahap pra produksi diubah menjadi bentuk konkret. Gambar 6. Proses Pengambilan Gambar Landscape Gambar 7. Proses Pengambilan Gambar Detail Sayuran Sawi Dan Terong. Tujuan pengambilan footage ini adalah untuk menunjukkan suasana lorong yang penuh dengan tanaman sehingga suasana menjadi sejuk dan udaranya juga segar, serta pengambilan berbagai detail dari Gambar 8. Rundown acara TEKNOTANI (Sumber: TVRI Yogyakarta, 2. Rundown acara merupakan urutan kegiatan atau urutan segmen yang akan diproduksi. Pada episode Budidaya Tanaman di Lahan Sempit, terlihat bahwa awal segmen berupa tune acara TEKNOTANI dengan durasi 50 detik. Segmen selanjutnya adalah pembawa acara atau host, dalam hal ini dipandu oleh Artika Amelia membuka Shooting di Studio (Indoo. acara dengan memperkenalkan tema acara Shooting di studio dilaksanakan sesuai jadwal yang telah ditentukan, sehingga ketika produksi acara di studio telah melibatkan banyak kerabat kerja. Bila ada TEKNOTANI, yaitu Budidaya Tanaman di Lahan Sempit. Artika Amelia juga mengenalkan ke tiga narasumber dan kesalahan sedikit saja baik teknis maupun Gambar 9. Suasana di Studio Saat Produksi Indoor Gambar 11. Crew di Ruang Master Control Gambar Gambar memperlihatkan bahwa saat shooting di studio, kerabat kerja yang terlibat lebih Mulai Switcher, penata suara, penata cahaya. Gambar 10. Presenter memandu acara kemudian penata kamera, asisten pengarah TEKNOTANI acara . loor directo. dan masih banyak Gambar 9, menampilkan suasana di studio Gambar 10. Presenter memandu jalannya acara selama satu jam kedepan. Presenter membuka acara kemudian tema apa yang akan diangkat, yaitu budidaya tanaman di lahan sempit. Disini terlihat bahwa ada 3 narasumber dan Saat proses produksi di studio inilah letaknya beda tempat. Untuk itulah konsep pra-produksi seorang pembawa acara di studio. Lahan Sempit dilakukan untuk membuat Jadi materi yang diedit hanya hasil syuring di lapangan sebagai bahan Saat visualisasi, didalamnya sudah termasuk segmen yang berisi visual dan narasi. Gambar 12. Camera Person Ketika Editing Pengarah Acara, berbeda-beda. Tahap Pasca Produksi Tahapan Masing-masing biasanya juga merangkap tanggung jawab Tahapan terakhir dalam melaksanakan masing crew mempunyai kesibukan yang Shooting Indoor TEKNOTANI pada program acara lain. Evaluasi Proses Produksi Program Acara TEKNOTANI merupakan suatu kerja pada tahapan terakhir dari bahan yang telah diproduksi. Tahapan penyutingan atau editing gambar dan suara, pengisian grafik, baik berbentuk tulisan maupun berbentu foto-foto, dan pengisian narasi serta pencarian ilustrasi. Pelaksanaan tahapan produksi program acara TEKNOTANI di LPP TVRI berjalan dengan baik dan sesuai dengan kaidah Setiap menjalankan tugasnya dan baik serta semua pihak mendukung terlaksananya proses shooting baik di outdoor maupun Langkah-langkah yang dilakukan pada Demikian juga dengan pemilihan tahapan editing diantaranya adalah proses tema dan materi, telah sesuai dengan ekspektasi dan target pemirsa serta mampu Editor memilih dan menyambung gambar secara kasar sesuai tuntutan naskah. Kemudian, editing online yaitu penyuntingan gambar Yogyakarta secara halus atau tepat. Sambungansambungan setiap shoot dan adegan dibuat tepat berdasarkan tuntutan naskah. Walaupun demikian terdapat beberapa hal Editing yang dilakukan pada program pengaturan tugas personil produksi acara. TEKNOTANI edisi Budidaya Tanaman di Karena banyak personil yang mengemban tugas lebih dari satu pekerjaan serta lebih lewat internet dan juga melalui jaringan dari satu program acara secara bersamaan. Sehingga dengan beban kerja yang besar TEKNOTANI menimbulkan stress bagi masing-masing Setelah materi didapat dilanjutkan dengan Selain itu, pengentahuan produser akan dunia pertanian tidak mendalam. Hal kepastian lahan yang tepat sebagai visual ini mempengaruhi kualitas acara yang disajikan dan informasi serta pesan tidak wawancara dilanjut dengan pembuatan Setelah Treatment dan naskah sebagai pedoman untuk produksi baik untuk shooting di Oleh karena itu, perlu adanya pengurangan beban kerja dan pengaturan tugas yang lebih baik. Salah satu solusinya adalah memberikan pelatihan atau sertifikasi bagi kompetensi di bidang produksi seperti penulisan naskah atau pengarah acara. Sehingga mampu mengisi posisi yang memiliki beban lebih. dan shooting di Studio . Produser membuat manajemen Produksi dengan melakukan koordinasi dengan atasan, untuk membuat jadwal SOP pedoman shooting, pembuatan rundown acara serta menentukan nama kerabat kerja yang terlibat. Proses Produksi merupakan proes kelanjutan dari proses Pra Produksi Kesimpulan dan Saran berupa pelaksanaan shooting. Dalam hal Kesimpulan Dalam visualisai di TEKNOTANI edisi Budidaya Tanaman di Lahan Sempit dengan lokasi Kalurahan Rejowinangun, gambar pada saat narasumber menjelaskan Kodya Kecamatan Yogyakarta. Kotagede. Sedangkan, produksi indoor atau produksinya melalui beberapa tahapan produksi di studio dilakukan dengan yaitu pra-produksi, produksi dan pasca pasca produksi merupakan tahapan terakhir Pada . pra-produksi. Proses Diawali dengan pencarian materi melalui beberapa cara, yaitu melalui media, baik Kegiatan yang dilakukan pada proses media cetak maupun media elektronik, pasca produksi meliputi editing offline melaksanakan proses produksi. yang dilanjutkan dengan editing online. Fahruddin. , & AsyAoari. Dalam tahap pasca produksi ini pengisian Kajian Teori Strategi Programming narasi untuk segmen visualisasi dilakukan. Sydney W. Head pada Program Acara Saran Dakwah ADiTV. ProTVF, 3. , 1. Dalam TEKNOTANI dapat memberikan https://doi. org/10. 24198/ptvf. interaksi terhadap pemirsa secara Hastuti. Purwanto. , & Wahyudin. langsung seperti panggilan telpon . Implementasi Teknik Penyutradaraan Acara Ketoprak di memberikan kesan yang yang dekat RRI Purwokerto. Komunika Jurnal, terhadap masyarakat. Dalam https://doi. org/10. 31504/komunika. Kurniawati. Implikasi standar program teknotani jika dilihat dari program siaran pada tayangan edukasi sudut pandang masyarakat terutama dan artistik TVRI Jawa Barat. ProTVF, 3. , 141. Penelitian pada program acara TEKNOTANI dapat dikaji dari sisi gambar yang digunakan. https://doi. org/10. 24198/ptvf. Kustanto. Analisis Naratif: Kemiskinan Dalam Program Reality Tv AuPemberian MisteriusAy Di Stasiun Referensi