p-ISSN 2548-8716 Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol. 9 No. 1 Jan 2025 e-ISSN 2599-2791 Halaman 126 Ae 133 https://jurnal-d3fis. id/index. php/akfis/article/view/514 DOI: 10. 33660/jfrwhs. Penerapan Karakter Jujur Sejak Dini di Sekolah Dasar Application Honest Character from an Early Age in Elementary School Kuswardani. Masfufatun Jamil Universitas Widya Husada Semarang dani2wh@gmail. com, masfufatunjamil@gmail. Diterima: 4 Jan 2025 Ditinjau: 6 Jan 2025 Disetujui: 11 Jan 2025 Publikasi Online: 20 Jan 2025 ABSTRAK Latar Belakang: pemahaman dan penerapan karakter jujur sangat urgensi untuk diterapkan sejak dini, karena merupakan upaya yang strategis dalam menanamkan salah satu nilai sembilan integritas yang kuat pada siswa sekolah dasar. Tujuan: Mengetahui cara dan keberhasilan penerapan karakter kejujuran pada siswa sekolah dasar negeri Krapyak. Metode: Penelitian ini menggunakan metode yuridis sosiologis dengan cara peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dalam mengumpulkan data, seperti observasi dan wawancara kepada, guru, dan siswa sekolah dasar negeri krapyak. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa upaya pemahaman dan penanaman karakter jujur dengan cara memberlakukan kantin kejujuran, integrase nilai dan etika jujur di setiap tugas dan matapelajaran sangat berperan penting dalam menumbuhkan karakter jujur pada siswa sekolah dasar negeri Krapyak. Kesimpulan : Pendidikan kejujuran dapat dimasukkan ke dalam pembinaan karakter siswa, kegiatan ekstrakurikuler, dan program Oleh karena itu, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis tetapi juga memperoleh pengalaman dalam kehidupan nyata yang membangun fondasi untuk hidup jujur. Jika karakter jujur diterapkan di perguruan tinggi, itu akan menghasilkan lingkungan belajar yang bersih, jelas, dan penuh dengan nilai-nilai positif. Kata kunci : Penanaman. Karakter. Jujur. Siswa SD. ABSTRACT Background: understanding and application honest character is very urgent to be implemented from an early age, because it is a strategic effort to instill one of the nine strong values of integrity in elementary school students. Objective: Knowing how and successfully implementing the character of honesty in Krapyak state elementary school Method: This research uses a sociological juridical method by using a qualitative approach in collecting data, such as observations and interviews with teachers and students at the Krapyak state elementary school. Results: Research shows that efforts to understand and cultivate honest character by implementing an honesty canteen, integration of honest values and ethics in each task and subject matter will play a crucial very important role in developing honest character in elementary school students in Krapyak. Conclusion: Honesty education can be included in student character development, extracurricular activities, and academic programs. Therefore, students not only gain theoretical knowledge but also gain real-life experiences that build the foundation for honest living. an honest character is applied in higher education, it will produce a learning environment that is clean, clear, and full of positive values. Keywords: Application. Character. Honest. Elementary School Students. PENDAHULUAN Di era zaman yang semakin maju, semua bangsa di tuntut untuk meningkatkan mutu kualitas sumber daya manusianya dengan cara memperbaiki mutu pendidikan di tengah maraknya issue degredasi moral. Penyebab adanya degredasi moral sumber daya manusia salah satunya adalah karena budaya globalisasi, yaitu dengan cara meniru hal yang tidak sesuai moral dan norma yang baru trend di sosial media. Dan hal ini dapat menghancurkan nilai-nilai moral, hilangnya rasa solidaritas, dan kejujuran pada diri . Pemberitaan di Indonesia tentang korupsi tiada henti dan selalu muncul di social media. Berbagai media menginformasikan tindak korupsi dari tingkat bawah sampai dengan tingkat pemerintahan seperti dari pemerintahan desa sampai dengan pemerintah pusat. Pada tahun 2022 Indonesia menjadi peringkat 110 dari 180 negara, dan sekarang pada tahun 2024 Indonesia turun menjadi peringkat 115, dan hal ini membuktikan di Indonesia tingkat korupsi masih sangat tinggi. Melihat fenomena ini pemerintah perlu mencari strategi untuk memberantas kebiasaan karakter korupsi tersebut . Penerapan Karakter Jujur Sejak Dini di Sekolah Dasar | Kuswardani p-ISSN 2548-8716 Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol. 9 No. 1 Jan 2025 e-ISSN 2599-2791 Halaman 126 Ae 133 https://jurnal-d3fis. id/index. php/akfis/article/view/514 DOI: 10. 33660/jfrwhs. Perilaku tidak jujur dapat terjadi di tingkat sekolah misalnya menyontek pada saat ujian, kejadian tidak jujur seperti menyontek ini masih banyak ditemui, sehingga menjadi hal biasa ditemui dilingkungan sekolah. Perilaku tidak jujur seperti ini harus segera dihentikan demi peningkatan kualitas sumberdaya manusia di Indonesia. Sikap atau karakter jujur sangat penting diterapkan di usia dini, karena sikap jujur merupakan nilai moral yang mendasar yang akan membekas hingga anak tersebut dewasa. Dengan karakter yang jujur, maka sianak kelak dapat menjadi orang dewasa yang dapat dipercaya, dan mudah menjalin hubungan baik denga orang lain. Karakter jujur dapat diartikan hati yang lurus, tidak berbohong, tidak curang, dan selalu berprilaku baik sesuai aturan yang berlaku . Karakter jujur pada saat ini pada kondisi yang sangat memprihatinkan, pada saat ini banyak ditemukan manusia yang tidak dapat berkata jujur baik pada orang dewasa maupun anak kecil. Karakter jujur sudah dianggap tidak penting dan tidak menguntungkan diri sendiri. Sekarang orang yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kesuksesan diri sendiri, walaupun yang dilakukan adalah perbuatan curang, korupsi, dan merugikan orang lain . Menurut penelitian dari An Najmun Nuri Rokhim tahun 2024 menyatakan bila semakin medesaknya urgensi pendidikan karakter jujur sejak dini ditengah maraknya issue penurunan moral . Dan belakangan ini masyarakat sangat memperhatikan pentingnya pendidikan karakter, karena adanya keresahan krisis moral dan etika di kalangan anak muda sebagai generasi penerus pemimpin bangsa. Pendidikan etika, moral, dan kejujuran, adalah fakor utama pembentuk karakter dan kepribadian anak bangsa yang perlu dikembangkan dan dipertahankan baik pada pendidikan formal maupun non formal di sekolah ataupun di lingkungan rumah. Penerapan pendidikan kebiasaan selalu jujur pada anak di lingkungan rumah, merupakan awal pondasi dasar pembentukan kepribadian dan karakter yang baik . Penanaman karakter jujur sejak dini pada siswa sekolah dasar, merupakan salah satu upaya penting untuk menumbuhkan kepribadian jujur sejak kecil, agar dewasanya menjadi sumber daya bangsa yang bermanfaat, beretika, bermoral, dan anti korupsi. Karakter jujur di terapkan melalui kegiatan rutinitas sehari-hari di sekolah baik pada mata pelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler . Bagi pihak sekolah mengetahui tingkat kejujuran siswa merupakan hal yang sangat penting, karena dengan mengetahui tingkat kejujuran siswanya maka pihak sekolah dapat menentukan tindak lanjut yang tepat untuk meningkatkan keberhasilan pendidikan karakter jujur sejak dini pada siswa sekolah dasarnya . Penanaman karakter jujur di sekolah dasar dapat dilakukan dengan memberikan kegiatan spontan, rutin, pengkondisian, dan keteladanan. Kegiatan tersebut dapat diterapkan dengan salah satu cara pihak sekolah menerapkan antikorupsi berbasis kantin kejujuran. Kantin kejujuran diberlakukan di sekolah dasar negeri Krapyak guna membiasakan siswanya untuk dapat menerapkan anti korupsi dengan bertindak jujur dalam proses pengambilan barang yang di beli, proses pembayaran, dan mengambil pengembalian secara mandiri tanpa pengawasan. Sesuai dengan penelitian dari Arrum Bunga Restuningtyas tahun 2023 menyatakan bahwa jika proses kegiatan kantin kejujuran dapat berjalan dengan lancar dan tidak merugi, maka berarti penerapan kantin kejujuran berjalan sesuai harapan yang menandakan siswanya berkarakter jujur dan anti Dan bila ternyata kantin kejujuran merugi, maka perlu adanya evaluasi dan mencari solusi untuk keberhasilan penanaman karakter jujur secara dini pada tingkat sekolah dasar . Dua peran penting seorang guru adalah mendidik dan mengajar. Guru juga mempunyai kewajiban melaksanakan kedua tugas tersebut secara bersamaan . Guru sebagai pendidik dan pengajar mempunyai peran penting untuk membentuk karakter jujur pada siswa sekolah dasar negeri Krapyak. Dari sini, akan dapat ditemukan seberapa signifikan penguruh guru dalam menanamkan karakter jujur sejak dini pada siswa sekolah dasar negeri Krapyak? Dan seperti apa peran orang tua dalam penerapan karakter jujur pada anak mereka? Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat keberhasilan penanaman karakter jujur secara dini pada sekolah dasar negeri Krapyak, dan diharapkan dari hasil penelitian ini di Penerapan Karakter Jujur Sejak Dini di Sekolah Dasar | Kuswardani p-ISSN 2548-8716 Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol. 9 No. 1 Jan 2025 e-ISSN 2599-2791 Halaman 126 Ae 133 https://jurnal-d3fis. id/index. php/akfis/article/view/514 DOI: 10. 33660/jfrwhs. dapatkan berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan dapat peningkatkan wawasan masyarakat tentang pentingnya penanaman karakter jujur sejak dini untuk memberantas antikorupsi dengan mempraktikkan kantin kejujuran dan penerapan etika, moral yang baik. METODE PENELITIAN Metode dan Instrumen Pengumpulan Data Metode dalam pengumpulan data penelitian ini adalah menggunakan data deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus tunggal, yaitu dengan menggunakan metode pendekatan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen dalam penelitian ini yaitu peneliti sendiri melakukan observasi dan wawancara kepada guru dan siswa sekolah dasar negeri Krapyak secara langsung . Penelitian kualitatif mempunyai ciri khas yaitu selalu menekankan pada kualitas daripada kuantitas dari hasil observasi dan wawancara. Penelitian ini lebih mengutamakan pada proses penanaman karakter jujur sejak dini di sekolah dasar dari pada hasil yang didapatkan, hal seperti ini diutamakan karena proses hubungan bagian yang diteliti akan tampak terlihat lebih jelas. Pendekatan penelitian dengan metode kualitatif tidak menggunakan populasi atau sampel, karena penelitian yang dilakukan oleh dosen Uniersitas Widya Husada dengan latar belakang pendidikan hokum kesehatan ini hanya melakukan penilaian situasi social di sekolah dasar negeri Krapyak. Subyek penelitian tersebut akan menjadi variable yang akan diamati. Sumber data sebagai subyek sehingga data penelitian di dapatkan. Penelitian kualitatif sumber data utama di dapatkan dari hasil observasi dan wawancara, selebihnya dari dokumen lainnya. Sumber data di dapatkan dari sumber data primer dan sekunder . Cara mengumpulkan data primer dengan cara melakukan wawancara pada 1 guru penanggungjawab dan 3 orang siswa sekolah dasar negeri Krapyak. Untuk data sekunder didapatkan dengan cara menganalisis dokumen pendukung dan leteratur yang sesuai dengan penelitian ini. Jenis penelitian seperti ini digunakan untuk mendapatkan penafsiran dan pemahaman mengenai nilai karakter kejujuran secara mendalam bagi siswa di lingkungan sekolah dasar. Data dikumpulkan dengan cara tringulasi, jadi peneliti mengumpulkan data sekaligus dapat menguji kredibililas datanya dengan berbagai tehnik pengumpulan dan sumber data . Analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data dan kesimpulan, untuk mempertajam hasil penelitian juga diperlukan proses reduksi data yang tepat, dengan membuang beberapa data yang dianggap tidak diperlukan sehingga dapat mempermudah penarikan kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan penelitian ini didapatkan dengan cara menganalisis tingkat efisiensi penerapan karakter jujur sejak dini pada siswa sekolah dasar negeri Krapyak. HASIL DAN PEMBAHASAN Pendidikan Karakter Pendidikan merupakan proses perubahan tingkah laku dan sikap sekelompok orang atau individu untuk pendewasaan melalui pelatihan dan pengajaran. Beberapa penopang aktivitas pendidikan yaitu individu dan nilai moral sosial yang berkaitan, penedidikan karakter bertujuan untuk membangun sikap atau karakter jujur pada anak. Pendidikan karakter yang sudah ditanamkan dari anak usia dini, akan menjadi karakter dasar pada saat dewasa kelak. Karakter secara etimologis disebut budi pekerti atau ahlak, atau sifat-sifat baik yang membedakan manusia satu dengan lainnya. Manusia yang berkarakter berarti manusia yang mempunyai watak dan kepribadian yang baik dan jujur . Prioritas pembangunan nasional bangsa Indonesia seperti yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Nasional Tahun 2005 Ae 2025 (UU No. 17 Tahun 2. yaitu mewujudkan masyarakat yang berakhlak mulia, bermoral, beretika, berbudaya, dan beradab berdasarkan falsafah Pancasila. Salah satu cara untuk mewujudkannya yaitu dengan cara menguatkan karakter dan jati diri dengan Pendidikan. Pendidikan karakter ini bertujuan untuk Penerapan Karakter Jujur Sejak Dini di Sekolah Dasar | Kuswardani p-ISSN 2548-8716 Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol. 9 No. 1 Jan 2025 e-ISSN 2599-2791 Halaman 126 Ae 133 https://jurnal-d3fis. id/index. php/akfis/article/view/514 DOI: 10. 33660/jfrwhs. menjadikan sumber daya manusia bangsa Indonesia yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan menerapkan aturan sesuai legalitas bangsa Indonesia . Pendidikan karakter dapat diterapkan sejak dini dan dilakukan secara terpadu dengan menerapkan manajemen sekolah, proses pembelajaran, pembinaan budaya sekolah, dan ekstrakulikuler baik di dalam dan diluar kelas. Pendidikan karakter dapat diterapkan dengan membuat kegiatan seperti dengan mengadakan kantin kejujuran, membuat tata tertib yang harus dipatuhi, penyediaan kotak saran, dan kegiatan positif lainnya . Sekolah dasar memberikan pendidikan karakter dengan cara sebagai berikut: Menanamkan dan Menguatkan kebiasaan hidup jujur dalam keseharian baik di sekolah maupun dilingkungan rumah, diharapkan siswa sekolah dasr akan mempunyai kepribadian yang selalu jujur. Menerapkan kebiasaan jujur dan memberikan sanksi yang sesuai bagi siswa yang tidak mematuhi nilai-nilai kejujuran yang di terapkkan di sekolah. Membangun keharmonisan dan keselarasan bersama keluarga siswa dan masyarakat sekitar untuk menerapkan pendidikan karakter jujur secara bersama-sama, guna keberhasilan pembentukan karakter jujur pada siswa sekolah dasar. Keberhasilan penanaman karakter pada siswa sekolah dasar diperlukannya pembiasaan dan keteladanan yang kesinambungan, karena bembentukan karakter tidak dapat dilakukan secara Pendidikan karakter tidak dapat hanya dilaksanakan di tingkat sekolah saja, tapi juga harus di terapkan dilingkungan rumah, karena penerapannya bersifat holistic-integratif dan multichannel yang mengikutsertakan semua pihak . Karakter Jujur Kejujuran merupakan tindakan yang sangat sederhana, namun pada zaman ini menjadi suatu tindakan yang sangat tinggi harganya dan langka. Jujur adalah perilaku atau karakter yang sangat baik, namun pada saat ini bangsa Indonesai sedang krisis sumber daya manusia yang berkarakter jujur, hal ini terbukti Indonesia masih belum dapat mengendalikan korupsi. Maka sekarang pelajaran anti korupsi pada mata pelajaran kewrganegaraan menjadi mata pelajaran yang wajib di ajarkan dari tingkat sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Menurut Daviq Chairilsyah pada tahun 2016, maka sikap atau karakter nilai jujur menjadi hal yang mendasar dalam kehidupan. Karakter jujur wajib dan harus diajarkan sejak usia dini, agar nilai kejujuran akan tertanam dengan baik dan menjadi dasar kehidupan keseharian . Secara umum pendidikan penerapan karakter jujur merupakan tantangan pendidikan yan Keberhasil pendidikan karakter jujur pada siswa sekolah dasar tidak dapat dilihat secara kasat mata, melainkan pendidikan psikologis yang mendasar pada jiwa seseorang. Pendidikan karakter jujur sangat urgen, walaupun banyak tantangan dan susah di terapkan, tapi tetap harus dibiasakan pada peserta didik. Oleh sebab itu orang tua siswa dan guru harus bahu-menbahu mendidik siswa menjadi pribaji yang jujur dan berbudi luhur. Menurut Umi Nur Kholifatun dalam penelitiannya menyatakan bahwa pembentukan karakter jujur pada anak tidak bisa hanya dilakukan secara pengetahuan kognitif saja, tapi juga harus dengan pengaplikasian dalam perilaku keseharian sehingga menjadi kebiasaan, misalnya dengan cara . Memberikan kebiasaan hidup disiplin secara suka rela tanpa paksaan, kebiasaan hidup disiplin akan membentuk karakter anak menjadi anak yang jujur dalam kegiatan Memberikan nasehat dan arahan kepada anak tentang pentingnya kejujuran sesuai hati nurani, sehingga anak akan menerapkan karakter jujur dalam kehidupan kesehariannya tanpa paksaan dan akan menjadi basic dalam hidupnya. Memberikan contoh dan kebiasaan hidup jujur dalam keseharian, sehingga anak dapat mencoh perilaku jujur tersebut secara sadar dan tanpa paksaan. Meneladani kebiasaan orang Penerapan Karakter Jujur Sejak Dini di Sekolah Dasar | Kuswardani p-ISSN 2548-8716 Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol. 9 No. 1 Jan 2025 e-ISSN 2599-2791 Halaman 126 Ae 133 https://jurnal-d3fis. id/index. php/akfis/article/view/514 DOI: 10. 33660/jfrwhs. tua yang selalu hidup jujur, maka dapat memberikan contoh ke anak secara langsung. Karakter jujur merupakan prinsip dan nilai yang harus diterapkan dan ditanamkan sejak usia dini di sekolah dasar sebagai pendidikan dasar. Menurut beberapa ahli menyatakan pendidikan karakter jujur sebaiknya diterapkan dari anak masih kecil atau usia balita, dan diterapkan pada pendidikan awal kelas terendah seperti paud dan TK, agar mereka dapat bertumbuh menjadi manusia yang berkarakter jujur, rendah hati, dapat dipercaya baik tindakan dan perkataan. Orang yang jujur dan dapat dipercaya pasti akan disenangi banyak orang, jika prinsip hidup jujur tidak dapat diterapkan maka akan berakibat fatal bagi manusia, maka korupsi akan merajalela di dalam struktur kehidupan. Contoh kejujuran dalam kehidupak adalah: Berkata jujur dan tidak bohong Kebohongan merupakan proses melakukan memanipulasi data atau informasi, sehingga data atau informasi tersampaikan tidak sesuai sebagaimana mestinya. Tindakan kebohongan dapat menimbulkan ketidaksesuaian persepsi atau informasi. Tidak memfitnah dan memutar balikan fakta Fitnah atau memutar balikan fakta dapat meperkeruh suasana dan menyebabkan suasana yang tidak harmonis suatu hubungan social, sehingga menyebabkan orang baik dan jujur akan tampak seperti penghianat, dan orang tidak jujur akan tampak seperti orang baik. Proses pembentukan karakter jujur pada anak siswa sekolah dasar memerlukan keteladanan dan ketelatenan sampai tujuan menjadikan anak berkarakter jujur tercapai. Keberhasil penerapan karakter jujur dapat dilihat kebiasaan kesehariannya dan kelak dewasa akan menjadi pribadi jujur dan tidak korupsi. Kunci utama keberhasilan penanaman karakter jujur adalah pihak sekolah dan keluarga, karena merekalah yang selalu berinteraksi dalam keseharian anak. Implementasi Penanaman Karakter Jujur Sejak Dini Di Sekolah Dasar Negeri Krapyak Memang sulit membiasakan karakter hidup jujur dilingkungan sekolah, apalagi di Indonesia masih mengutamakan pendidikan ilmu pengetahuan dari pada atika, moral, dan karakter jujur. Sebenarnya kunci kesuksesan dalam hidup adalah beretika, bermoral yang baik dan menerapkan karakter jujur dalam kehidupan keseharian. Di Indonesia masih mengutamakan prestasi akademik, mengabaikan etika kejujuran, dan sebenarnya keberhasilan pendidikan bukan hanya terpacu dalam nilai saja tapi juga menjunjung tinggi kejujuran. Perilaku yang masih banyak di temukan di lingkungan pendidikan adalah perilaku tidak jujur dalam mengerjakan soal ujian dengan cara mencontek, membuang sampah sembarangan, dan tidak disiplin. Perilaku yang menyimpang dari aturan tersebut masih dianggap wajar dilingkungan sekolah, sehingga dibiarkan dan tidak ditanggapi dengan baik. Berdasarkan hasil pengamatan dan wawancara dengan guru dan siswa sekolah dasar negeri krapyak, peneliti mendapatkan data bahwa guru selalu berusaha menanamkan karakter jujur dengan cara: Berilaku jujur dalam mengerjakan tugas dan soal ujian dari guru. Dalam memberikan tugas, pekerjaan rumah, dan soal ujian, guru sekolah dasar negeri Krapyak selalu memberikan instruksi untuk selalu menerapkan karakter jujur tanpa curang dalam Guru akan tetap memberikan nilai yang sangat baik walaupun jawaban atau hasil kerja kurang sesuai asal si anak selalu menerapkan perilaku jujur dalam mengerjakannya dan meminta siswa memperbaikinya sesuai arahan dari guru. Hasil pengamatan dari peneliti, siswa sekolah dasar negeri Krapyak selalu mengerjakan tugas dengan jujur tidak menyontek dan mengumpulkan tepat waktu sesuai perjanjian. Apabila siswa menemukan kesulitan maka akan bertanya kepada guru yang memberikan tugas atau soal Untuk mengadapi kesulitas siswa, guru selalu dengan sabar mengarahkan siswa dalam memecahkan kesulitan masalah mereka. Penerapan Karakter Jujur Sejak Dini di Sekolah Dasar | Kuswardani p-ISSN 2548-8716 Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol. 9 No. 1 Jan 2025 e-ISSN 2599-2791 Halaman 126 Ae 133 https://jurnal-d3fis. id/index. php/akfis/article/view/514 DOI: 10. 33660/jfrwhs. Guru selalu menyakinkan para siswa untuk selalu tampil percaya diri dalam menerapkan karakter jujur dan selalu berbuat baik kepada siapapun tanpa pilih-pilih. guru juga membiasakan siswa untuk selalu berani mengutarakan pendapat baik pada proses pembelajaran maupun kegiatan ekstrakurikuler. Dalam menanamkan karakter jujur guru selalu memotivasi siswa untuk berani tampil jujur dalam berbuat baik kepada siapun, guna mencetak generasi penerus yang anti Menerapkan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Sejak dari awal, pendidikan di Indonesia diarahkan untuk dapat mencetak generasi bangsa yang berwawasan kognitif cerdas dan terampil. Pendidikan tersebut bertujuan mendapatkan generasi penerus pemimpin bangsa yang mempunyai pribadi karakter yang luhur sesuai marwah nilai-nilai dalam Pancasila. Upaya ini untuk mencegah warga negara Indonesia terpengaruh dengan budaya luar yang tidak sesuai dengan karakter kewarganegaraan Indonesia . Sesuai dengan UU nomor 30 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang pada intinya menyatakan bahwa pendidikan kewarganegaraan diupayakan untuk mencetak generasi penerus bangsa yang manusiawi mempunyai rasa cinta tanah air dan rasa kebangsaan yang mendarah daging. Pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan diwajibkan di terapkan dan menjadi pelajaran wajib dari sekolah dasar sampai tingkat perguruan tinggidari tahun 2022 sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 4 tahun 2022 dengan tujuan dapat menciptakan warga negara yang paham dan mengerti hak dan kewajiban, serta mempunyai rasa nasionalisme dan cinta terhadap bangsa Indonesia. Maraknya pembahasan tentang pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan menjadi tema yang menarik untuk dikaji, karena sangat aktualnya issue krisis moralitas pada generasi pemuda bangsa pada saat ini. Penerapan pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan di sekolah dasar negeri Krapyak diharapkan dapat mencetak generasi muda yang mempunyaik karakter Pancasilais. Mengadakan kantin kejujuran Hasil wawancara dengan salah satu guru di sekolah dasar negeri krapyak, penerapan kantin kejujuran dengan cara menyajikan alat tulis, minuman dan makanan dengan menampilkan label harga yang jelas, kantin kejujuran mempunyai konsep tanpa ada penjual dan penawasan sehingga siswa dapat mengambil barang sendiri, memasukan uang pembayaran ke dalam kotak uang, dan mengambil kembalian secara mandiri, untuk membiasakan siswa untuk berperilaku jujur dan menyakinkan bahwa kepada siswa bahwa Tuhan selalu mengawasi perilaku kita. Kantin kejujuran diadakan guna melatih siswa sekolah dasar negeri krapyak untuk membiasakan berperilaku jujur pada diri sendiri dan orang lain, dan dampak dari kantin kejujuran ini siswa secara tidak langsung menerapkan perilaku jujur tadak berbohong dan tidak berperilaku curang dengan tidak mengambil barang yang bukan miliknya. Dari hasil observasi kantin kejujuran selalu ramai dan kantin kejujuran tidak pernah merugi, hal ini membuktikan keberhasilan penerapan karakter jujur di sekolah dasar negeri Krapyak tersebut. Menerapkan tata tertib dan kedisiplinan Menyusunan tata tertib dan kedisiplinan di sekolah dasar negeri Krapyak dilakukan dengan musyawarah dan kesepakatan bersama dari pihak sekolah dan orang tua wali agar siswa dengan sukarelan mentaanti aturan tersebut. Tata tertib di terapkan untuk mengatur perilaku siswa di lingkungan sekolah, dan proses pembelajaran dapat terlaksana dengan baik dan lancar . Tata tertib diterapakan untuk mendisplinkan siswa sekolah dasar negeri Krapyak, adapun proses penerapannya adalah sebagaiberikut: Menjalankan kewajiban-kewajiban sebagai siswa sekolah dasar negeri Krapyak. Memenuhi hak-hak sebagai siswa sekolah dasar negeri Krapyak. Penerapan Karakter Jujur Sejak Dini di Sekolah Dasar | Kuswardani p-ISSN 2548-8716 Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol. 9 No. 1 Jan 2025 e-ISSN 2599-2791 Halaman 126 Ae 133 https://jurnal-d3fis. id/index. php/akfis/article/view/514 DOI: 10. 33660/jfrwhs. Mematuhi larangan-larangan selama menjadi siswa sekolah dasar negeri Krapyak. Menerima sanksi secara suka rela apabila melakukan pelnggaran. SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa Upaya guru dalam menanamkan karakter jujur menuai keberhasilan, upaya tersebut dilakukan dengan cara mengajar, membimibing untuk selalu konsisten menerapkan karakter jujur dalam proses pembelajaran, kantin kejujuran, kegiatan ekstrakurikuler dan dilingkungan rumah. Setelah mendapatkan pendidikan karakter jujur, mereka selalu termotivasi dan berani berperilaku jujur dimanapun mereka berada, baik dilingkungan sekolah maupun lingkungan rumah tanpa rasa takut di intimidasi. DAFTAR PUSTAKA