Open Journal System UNES Journal of Education. Vol 1. Issue 3. June 2017 ISSN Print: 2549-4201 ISSN Online: 2549-4791 HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP BIDAN DENGAN CAKUPAN PEMBERIAN VITAMIN A PADA IBU NIFAS DI KOTA BUKITTINGGI RELATIONSHIP KNOWLEDGE AND ATTITUDE OF BIDAN WITH COVERAGE OF VITAMIN A IN MOTHERS IN NIFAS BUKITTINGGI CITY Desriana Dosen Kopertis Wilayah X dpk FKIP Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat desriana@gmail. ABSTRAK Salah satu nutrisi yang dibutuhkan ibu nifas adalah vitamin A. Ibu nifas sering tidak mendapat perlakuan yang baik dan benar sehingga dampak negatif yang dirasakan oleh ibu adalah terjadi penurunan kesehatan terutama kesehatan mata. Jika ibu telah mengalami gangguan maka bayi yang dilahirkan pun diduga akan mengalami hal yang Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap bidan dengan cakupan pemberian vitamin A pada ibu nifas di Kota Bukittinggi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian bersifat Deskriptif Analitik. Populasi penelitian ini adalah bidan praktek di Kota Bukittinggi sejumlah 148 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan rumus Solvin. Teknik pengumpulan datadilakukan dengan menggunakan bantuan kuisioner. Teknik analisis data dengan menggunakan teknik statistik deskriptif dan statistik inferensial. Dari analisis data diperoleh . nilai koefisien hubungan antara pengetahuan bidan tentang vitamin A dengan pemberian vitamin A pada ibu nifas . sebesar 0,584, . nilai koefisien hubungan antara sikap bidan dalam memberikan vitamin A dengan pemberian vitamin A pada ibu nifas . sebesar 0,319. Kata kunci: Pengetahuan. Sikap. Nifas. Vitamin ABSTRACT One of the nutrients needed for postpartum mothers is vitamin A. Postpartum mothers often do not get a good treatment and correct so that the negative impacts felt by the mother is a decline in health, especially eye health. If the mother has been disturbed then the baby who was born was allegedly going to experience the same thing. The purpose of this study was to determine the relationship of knowledge and attitude of midwife with coverage of vitamin A in puerperal mother in Bukittinggi City. This research use quantitative method with research type is Descriptive Analytic. The population of this research is midwife practice in Kota Bukittinggi number 148 people. The sampling technique uses the Solvin formula. The data collection techniques are conducted using the help of questionnaires. Data analysis technique using descriptive statistics and inferential statistic. From the data analysis, . the coefficient value of the relationship between midwife knowledge about vitamin A and vitamin A in the puerperal mother . Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat-Universitas Ekasakti Open Journal System UNES Journal of Education. Vol 1. Issue 3. June 2017 ISSN Print: 2549-4201 ISSN Online: 2549-4791 rh. 584, . the coefficient value of the relationship between attitude Midwife in providing vitamin A with vitamin A in the puerperium . Keywords: Knowledge. Attitude. Babies. Vitamins PENDAHULUAN Asuhan masa nifas bertujuan untuk menjaga kesehatan ibu dan bayinya, baik fisik maupun psikologis serta memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan kesehatan Ibu nifas mempunyai kebutuhan dasar yaitu minum vitamin A . 000 uni. , agar bisa memberikan vitamin A kepada bayinya melalui ASI (Sarwono, 2. Pemberian kapsul vitamin A bagi ibu nifas dapat menaikkan jumlah kandungan vitamin A dalam ASI, sehingga meningkatkan status vitamin A pada ibu dan pada bayi yang disusuinya. Sumatera Barat cakupan pemberian vitamin A pada ibu nifas masih belum mencukupi dengan presentase 61,71 % dan khususnya dapat juga kita lihat asupan pemberian vitamin A di wilayah kerja Dinas Kesehatan kota Bukittinggi masih kurang. Distribusi vitamin A untuk ibu nifas di Kota bukittinggi belum mencapai target 74,4 %. Secara umum diseluruh Puskesmas Kota Bukittinggi belum mencapai target, hanya Puskesmas Perkotaan dan Nilam Sari yang sudah mencapai target (DKK, 2. Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi . di Kota Bukittinggi terdapat 148 bidan praktek tersebar di rumah sakit, rumah bersalin, puskesmas dan puskeskel. Berdasarkan hasil survai awal yang dilakukan di bidan praktek di Bukittinggi sebanyak 15 bidan praktek hanya 8 orang yang memberikan vitamin A pada ibu nifas. Berarti masih banyak bidan praktek yang tidak memberikan vitamin A pada ibu nifas. Ibu hamil yang bersalin di bidan praktek kotamadya Bukittinggi ternyata tidak semua mendapatkan vitamin A yang disebabkan karena kurangnya sosialisasi dari Dinas Kesehatan Kotamadya Bukittinggi yang ditandai dengan bidan yang bertugas di rumah sakit swasta dan pemerintah tidak tahu tentang pemberian vitamin A pada ibu nifas. Untuk itu petugas kesehatan sudah seharusnya memberikan vitamin A pada saat melakukan praktek pelayanan bersalin di rumah. Namun hal ini banyak tidak dilakukan oleh bidan praktek pada ibu nifas sebagaimana survei awal yang peneliti lakukan. Untuk itu peneliti tertarik mengadakan penelitian tentang AuHubungan Pengetahuan dan Sikap Bidan Dengan Cakupan Pemberian Vitamin A Pada ibu nifas di Bidan Praktek Kota Bukittinggi Tahun 2016. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengalisis hubungan pengetahuan dan sikap bidan dengan cakupan pemberian vitamin A pada masa nifas oleh Bidan Praktek di Kota Bukittinggi Tahun 2016. Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat-Universitas Ekasakti Open Journal System UNES Journal of Education. Vol 1. Issue 3. June 2017 ISSN Print: 2549-4201 ISSN Online: 2549-4791 KAJIAN PUSTAKA Pengetahuan Pengetahuan adalah hasil AutahuAy dan ini terjadi setelah orang menggunakan panca indra manusia yakni indra penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba sebagian dasar karena pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga (Noetoatmadjo. Pengetahuan pada dasarnya terdiri dari jumlah fakta dari teori yang memungkinkan seseorang untuk dapat memecahkan masalah yang dihadapinya, pengetahuan tersebut diperoleh baik dari pengetahuan langsung maupun dari pengalaman orang lain (Noetoatmodjo, 2. Menurut teori Lowren Greence dalam Notoadmodjo 2008 bahwa perilaku seseorang atau masyarakat tentang kesehatan dipengaruhi oleh pengetahuan, sikap, kepercayaan dan tradisi sebagai faktor predisposisi disamping faktor pendukung seperti lingkungan fisik, prasarana dan faktor pendukung yaitu sikap dan prilaku petugas kesehatan sangat mempengaruhinya. Sikap (Attitud. Sikap merupakan reaksi atau respon yang masih tertutup dari seseorangt atau terhadap stimulus atau objek. Sikap merupakam evaluasi umum yang dibuat manusia terhadap dirinya sendidri, orang lain, objek atau issue (Syaifudin A, 2. Ciri-ciri sikap menurut Syaifudin 2007 adalah : sikap bukan dibawa seja lahir melainkan dibentuk atau dipelajari sepanjang perkembangan itu dalam hubungan dengan objeknya. Sifat ini membedakan dengan sifat motif-motif biogenis seperti lapar, haus, kebutuhan akan Sikap dapat berubah-ubah karena itu sikap dapat dipelajari dan sikap dapat berubah pada orang-orang bila terdapat keadaan-keadaan dan syarat-syarat tertentu yang mempermudah sikap orang itu. Sikap tidak berdiri sendiri, tetapi senantiasa mempunyai hubungan tertentu terhadap suatu objek, dengan kata lain sikap itu terbentuk, dipelajari, atau berubah senantiasa berkenan dengan suatu objek tertentu yang dapat dirumuskan dengan jelas. Objek sikap itu merupakan suatu hal tertentu tetapi dapat juga merupakan kumpulan dari hal-hal tersebut. Pemberian Vitamin A oleh Bidan Vitamin A adalah suatu suplemen gizi yang digunakan untuk pertumbuhan jaringan gigi,tulang, perkembangan syaraf penglihatan, dan meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi. Kekurangan Vitamin A dapat menyebabkan menurunnya kelangsungan hidup ibu,hingga 2 tahun setelah melahirkan kerena berhubungan erat dengan kejadian anemia pada ibu,kekurangan berat badan, dan kurang gizi (Andriani,2. Masa setelah melahirkan hinga pulihnya rahim dan organ kewanitaan dan umumnya diiringi dengan keluarnya darah nifas. (Reihan. word press. com/2009/02/03/kenali- Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat-Universitas Ekasakti Open Journal System UNES Journal of Education. Vol 1. Issue 3. June 2017 ISSN Print: 2549-4201 ISSN Online: 2549-4791 perubahan-pada-masa-nifa. Berarti pemberian vitamin A pada masa ibu nifas dapat membantu meningkatkan kesehatan ibu nifas dan anaknya sehingga setiap bidan wajib memberikan vitamin A pada ibu nifas. Peran Bidan dibagi menjadi 4 bagian yaitu : Peran bidan sebagai pelaksana tugas mandiri, pelaksana tugas kolaborasi atau kerja sama, pelaksana tugas ketergantungan atau merujuk. Peran bidan sebagai pelaksana tugas mandiri meliputi : . Menetapkan manajemen kebidanan pada setiap asuhan kebidanan yang diberikan. Mengkaji rencana yang telah disusun. Membuat rencana tindak lanjut kegiatan. Membuat catatan dan laporan kegiatan yang mancakup dalam berbagai pelayanan. Memberikan asuhan pelayanan Klien dalam masa Persalinan, masa nifas dengan melibatkan klien dan keluarga. Memberikan asuhan kebidanan pada wanita usia subur yang membutuhkan pelayanan keluarga berencana. Peran bidan sebagai pelaksana tugas Kalaborasi atau Kerja sama meliputi : . Menerapkan manajemen kebidanan pada setiap asuhan kebidanan sesuai jumlah kalaborasi dengan melibatkan klien dan keluarga. Mengkaji masalah yang berkaitan dengan komplikasi keadaan gawat yang dibutuhkan kalaborasi. Menentukan diagnosa prognosa dan prioritas kegawatan yang memestikan tindakan . Mengevaluasi hasil tindakan yang telah diberikan. Peran bidan sebagai pelaksana tugas ketergantungan atau merujuk meliputi : . Menerapkan manajemen kebidanan pada setiap asuhan dengan fungsi keterlibatan klien dan keluarga. Mengkaji kebutuhan kebidanan yang memerlukan tindakan diluar lingkup kewenangan bidan dan memerlukan rujukan. Menentukan diagnosa prognosa dan prioritas serta sumber sumber dan fasilitas untuk kebutuhab intervensi pelayanan kesehatan yang berwenang dengan dokumentasi yang . Membuat laporan serta mendokumentasikan seluruh kejadian inventaris kesehatan yang berwenang (Eny, 2. Peran bidan sebagai pengelola meliputi : . Menyusun rencana kerja. Mengelola kegiatan pelayanan kesehatan ibu dan anak. Mengkoordinirkan, mengawali, membimbing kader dalam melaksanakan program kegiatan pelayanan kesehatan ibu dan anak serta KB. Mengembangkan strategi untuk meningkatkan kesehatan . Mengarahkan, mengembangkan kemampuan ibu dan keluarga dalam memelihara kesehatan. Mempertahankan,meningkatkan mutu dan keamanan praktek profesional. Mendokumentasikan seluruh kegiatan yang telah . Mempartisipasikan dalam tim untuk melaksanakan program kesehatan dan sektor lain di wilayah kerjanya melalui peningkatan kemampuan. Bekerja sama dengan puskesmas. Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat-Universitas Ekasakti Open Journal System UNES Journal of Education. Vol 1. Issue 3. June 2017 ISSN Print: 2549-4201 ISSN Online: 2549-4791 . Peran bidan sebagai pendidik meliputi: . Memberikan pendidikan dan penyuluhan kesehatan masyarakat. Bersama klien pengkajian kebutuhan akan pendidikandan peyuluhan kesehatan masyarakat khususnya dalam bidang kesehatan ibu dan anak serta KB. Melaksanakan program, pendidikan dan penyuluhan kesehatan . Mendokumentasikan semua kegiatan dan hasil pendidikan dan penyuluhan kesehatan ibu nifas secara lengkap dan sistematis. Melatih dan membimbing kader dalam peningkatan ibu dan anak serta KB . Peran bidan sebagai peneliti meliputi : . Melakukan investigasi atau penelitian harapan dalam bidang kesehatan baik secara modern maupun secara kelompok. Mengidentifikasi kebutuhan investigasi yang akan dilakukan. Memanfaatkan hasil investagasi untuk meningkatkan kerja tau kesehatan penelitian. Kerangka Berpikir Penelitian Kerangka berpikir penelitian hubungan pengetahuan dan sikap Bidan dengan cakupan pemberian kapsul vitamin A pada ibu nifas dapat dilihat pada skema di bawah ini : Variabel independent Variabel dependent Pengetahuan bidan Cakupan pemberian vitamin A pada Ibu Nifas Sikap bidan Hipotesis Ha: Terdapat Hubungan Pengetahuan dan Sikap Bidan Dengan Cakupan Pemberian Vitamin A pada Ibu Nifas. Ho: Tidak terdapat Hubungan Pengetahuan dan Sikap Bidan Dengan Cakupan Pemberian Vitamin A pada Ibu Nifas. METODOLOGI PENELITIAN Jenis penelitian ini bersifat Deskriptif Analitik yang merupakan penelitian hubungan antara dua variabel pada suatu situasi atau kelompok subjek. Tempat penelitian ini dilaksanakan diseluruh bidan praktek di Kota Bukittinggi. Waktu penelitian dilakukan bulan September sampai Oktober 2016. Populasi dalam penelitian ini adalah Bidan Praktek di Kota Bukittinggi sebanyak 148 yang tersebar di rumah sakit swasta, rumah sakit negeri, rumah bersalin, puskemas, dan puskeskel. Untuk menentukan jumlah/besar sampel, peneliti menggunakan taraf kepercayaan 95% dan nilai presesi 5% kemudian dihitung dengan rumus Solvin. Berdasarkan teknik penarikan sampel tersebut, maka didapat responden penelitian sebanyak 108 orang, yang terdistribusi pada Bidan Praktek Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat-Universitas Ekasakti Open Journal System UNES Journal of Education. Vol 1. Issue 3. June 2017 ISSN Print: 2549-4201 ISSN Online: 2549-4791 Negeri sebanyak 80 orang, dan pada Bidan Praktek Swasta sebanyak 28 orang sebagaimana yang tertera pada tabel di bawah ini. Analisis ini untuk melihat hubungan antara 2 variabel yaitu variable independent dengan dependent. Untuk melihat ada tidaknya hubungan ke 2 variabel tersebut digunakan uji Kendal Tau atau Rank Spearman karena data yang dianalisis mempunyai skala ordinal. Analisis dilakukan dengan menggunakan taraf kebermaknaan . alpha 0,05. Ketentuan apabila P > 0,05 artinya secara statistik tidak bermakna dan apabila nilai P O 0,05 berarti secara statistik Analisis statitistik dilakukan dengan menggunakan bantuan komputer program SPSS seri 15. HASIL PENELITIAN Analisis Univariat Gambaran Pengetahuan Bidan dalam Memberikan Vitamin A Tabel 1. DistribusiFrekuensiRespondenBerdasarkan Pengetahuan Bidan tentangVitamin A di Bidan Praktek Kota BukittinggiTahun 2016 No. Pengetahuan Frekuensi Presentase (%) Rendah 56,48 Tinggi 43,52 Jumlah Berdasarkan tabel 4. 1 di atas, terlihat sebanyak 61 orang . ,48 %) responden mempunyai pengetahuan yang rendah tentang vitamin A. Dengan demikian dapat dikatakan lebih dari separuh pengetahuan bidan tentang vitamin A masih rendah. Gambaran Sikap Bidan tentang Vitamin A Tabel 2. DistribusiFrekuensiRespondenBerdasarkanSikap Bidan tentang Vitamin A di Bidan Praktek Kota BukittinggiTahun 2016 No. Sikap Bidan Frekuensi Presentase (%) Negatif 50,00 Positif 50,00 Jumlah Berdasarkan tabel 4. 2 di atas, terlihat sebanyak 54 orang . %) responden mempunyai sikap negatif dalam memberikan vitamin A. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa separuh responden mempunyai sikap negatif terhadap vitamin A, dan separuh lainnya menyatakan positif. Gambaran Pemberian Vitamin A pada Ibu Nifas Tabel 3. DistribusiFrekuensiRespondenBerdasarkan Pemberian Vitamin A pada Ibu Nifas di Bidan Praktek Kota Bukittinggi Tahun2016 Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat-Universitas Ekasakti Open Journal System UNES Journal of Education. Vol 1. Issue 3. June 2017 No. Pemberian Tidak baik Baik Jumlah ISSN Print: 2549-4201 ISSN Online: 2549-4791 Frekuensi Presentase (%) 58,30 41,70 Berdasarkan tabel 4. 3 di atas, terlihat sebanyak 63 orang . ,30 %) responden tidak baik dalam memberikan vitamin A pada ibu nifas. Dengan demikian lebih dari separuh responden dapat dinyatakan tidak baik dalam memberi vitamin A pada ibu Analisis Bivariat Hubungan Pengetahuan Bidan dalam Memberikan Vitamin A dengan Pemberikan Vitamin A pada Ibu Nifas Berdasarkan hasil uji Rank Spearman . ihat lampira. diperoleh nilai koefisien hubungan antara pengetahuan bidan tentang vitamin A dengan pemberian vitamin A pada ibu nifas . sebesar 0,584 dengan nilai p = 0,000 kurang dari p = 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima artinya terdapat hubungan secara bermakna antara pengetahuan bidan dalam memberikan vitamin A dengan pemberian vitamin A pada ibu nifas. Maka semakin tinggi pengetahuan bidan tentang vitamin A akan semakin baik dalam memberikan vitamin A pada ibu nifas. Berdasarkan besarnya koefisien hubungan maka tingkat hubungan kedua variabel termasuk dalam kategori cukup kuat. Hubungan Sikap Bidan dalam Memberikan Vitamin A dengan Pemberian Vitamin A pada Ibu Nifas Berdasarkan hasil uji Rank Spearman . ihat lampira. diperoleh nilai koefisien hubungan antara sikap bidan dalam memberikan vitamin A dengan pemberian vitamin A pada ibu nifas . sebesar 0,319 dengan nilai p = 0,001 kurang dari p = 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima artinya terdapat hubungan secara bermakna antara sikap bidan dalam memberikan Vitamin A dengan pemberian vitamin A pada ibu nifas. Maka semakin positif sikap bidan dalam memberikan vitamin A akan semakin baik dalam pemberian vitamin A pada ibu nifas. Berdasarkan besarnya koefisien hubungan maka tingkat hubungan kedua variabel termasuk dalam kategori lemah. PEMBAHASAN Analisa Univariat Pengetahuan Bidan tentang Vitamin A Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat-Universitas Ekasakti Open Journal System UNES Journal of Education. Vol 1. Issue 3. June 2017 ISSN Print: 2549-4201 ISSN Online: 2549-4791 Berdasarkan tabel 4. 1 di atas, terlihat sebanyak 61 orang . ,5 %) responden mempunyai tingkat pengetahuan rendah tentang vitamin A, sedangkan sebagian lainnya mempunyai tingkat pengetahuan yang tinggi. Pengetahuan merupakan faktor dominan sangat penting terbentuknya tindakan seseorang (Notoatmodjo, 2005: p. Dengan pengetahuan yang tinggi maka perilaku seseorang akan lebih langgeng, sehingga seorang bidan yang ingin mendapatkan perhatian pasiennya maka akan melakukan tindakan yang baik bagi pasiennya termasuk layanan tentang pemberian vitamin A yang memang sangat dibutuhkan bagi pasien yang baru menjalani masa nifas. Hasil penelitian di atas menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan bidan tentang Vitamin A di bidan praktek di Kota Bukitinggi rata-rata . ,5 %) masih tergolong rendah. Dengan demikian bidan praktek di Bukittinggi dapat dinyatakan mempunyai pengetahuan tentang pemberian vitamin A yang lebih rendah jika dibandingkan dengan hasil penelitian Muliana . yang menyimpulkan bahwa rata-rata . %) pengetahuan ibu tentang pemberian kapsul vitamin A pada Balita Di Posyandu Aron Bunot Gogo Kecamatan Padang Tiji Kabupaten Pidie masih tergolong sedang. Hasil penelitian ini juga lebih buruk jika dibandingkan dengan hasil penelitian Ernita . yangmenyatakan bahwa hanya 66 % penolong persalinan tidak mengetahui pemberian dan manfaat kapsul vitamin A untuk ibu nifas yang diberikan dua kali Menurut peneliti, pengetahuan bidan yang rendah tentang Vitamin A perlu Dengan pengetahuan yang tinggi tentang vitamin A diharapkan pemberian Vitamin A terhadap ibu nifas oleh bidan swasta akan meningkat. Untuk itu perlu adanya pembinaan atau sosialisasi yang lebih baik lagi tentang vitamin A untuk ibu nifas. Sikap Bidan tentang Vitamin A Berdasarkan tabel 4. 2 di atas, terlihat 54 orang . ,00 %) responden mempunyai sikap negatif tentang vitamin A dan sebagian lainnya mempunyai sikap positif. Sikap merupakan reaksi atau respon yang masih tertutup dari seseorangt atau terhadap stimulus atau objek. Sikap merupakam evaluasi umum yang dibuat manusia terhadap dirinya sendidri, orang lain, objek atau issue (Syaifudin A, 2. Melalui respon atau reaksi bidan praktek yang masih tertutup diharapkan nanti membawa dampak yang baik didalam pemberian vitamin A pada ibu nifas. Karena sikap dapat berubah pada orang-orang atau objek bila terdapat keadaan-keadaan dan syarat-syarat tertentu yang mempermudah sikap orang itu. Dengan demikian adanya perhatian petugas kesehatan maupun ketersediaan vitamin A dapat merubah sikap bidan praktek menjadi positif dalam memberikan vitamin A. Hasil penelitian di atas menunjukkan bahwa sikap bidan praktek di Kota Bukittinggi cenderung negatif. Hasil penelitian ini tidak lebih baik jika dibandingkan hasil penelitian Yennita . yang menyatakan bahwa 53,9% responden bidan praktek mempunyai Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat-Universitas Ekasakti Open Journal System UNES Journal of Education. Vol 1. Issue 3. June 2017 ISSN Print: 2549-4201 ISSN Online: 2549-4791 sikap positif terhadap pencegahan infeksi Nosokomial di Bandar Khalipah Kecamatan Percut Sei Tuan. Dengan demikian sikap bidan praktek dalam memberikan vitamin A di Kota Bukittinggi termasuk tidak baik. Menurut peneliti, sikap negatif bidan praktek tentang vitamin A ini perlukan diperbaiki karena sikap negatif ini menunjukkan kurang perdulinya BPS terhadap kesehatan dan keselamatan ibu nifas dan bayinya. Perbaikan sikap dapat dilakukan melalui peningkatan sosialisasi dan pengawasan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan melalui petugas kesehatan. Selain itu juga dapat dilakukan melalui peningkatan keperdulian masyarakat dalam hal ini ibu nifas untuk meminta vitamin A kepada bidan praktek sehingga mereka sadar akan perlunya vitamin A guna memberikan pelayanan yang baik kepada pasiennya. Pemberian Vitamin A pada Ibu Nifas Berdasarkan tabel 4. 3 di atas, terlihat lebih dari separuh . ,3 %) responden tidak baik dalam memberikan vitamin A pada ibu nifas, sedangkan sisanya . ,7 %) baik dalam memberikan vitamin A pada ibu nifas. Asuhan masa nifas diperlukan pada masa nifas . -42 har. karena merupakan masa kritis bagi ibu maupun bayi diperkirakan 60% kematian akibat kehamilan terjadi setelah persalinan dalam 24 jam pertama (Ambarwati, 2. Untuk itu, perhatian bidan sangat diperlukan guna membantu menyalamatkan ibu pada masa nifas. Salah satu perhatian yang penting bagi ibu masa nifas adalah pemberian vitamin A karena pemberian 1 kapsul Vitamin A merah cukup untuk meningkatkan kandungan Vitamin A dalam ASI selama 60 hari, pemberian 2 kapsul Vitamin A merah diharapkan cukup menambah kandungan Vitamin A dalam ASI sampai bayi berusia 6 bulan, kesehatan ibu cepat pulih setelah melahirkan, dan mampu mencegah infeksi padaibu nifas (Depkes RI, 2. Berdasarkan hasil penelitian di atas 58,3 % bidan praktek di Kota Bukittinggi tidak memberikan vitamin A pada ibu nifas. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat dinyatakan lebih baik jika dibandingkan hasil penelitian Muliana . bahwa 62,5 % responden ibu-ibu di Posyandu Aron Bunot Gogo tidak diberikan kapsul vitamin A. Menurut peneliti, pemberian vitamin A oleh bidan praktek di Kota Bukittinggi masih perlu ditingkatkan karena lebih dari separuh yang belum memberikan vitamin A pada ibu nifas. Apabila tidak dilakukan nantinya dapat memperburuk kesehatan ibu nifas dan kualitas anak yang dilahirkan. Untuk itu perhatian dan pengawasan pemerintah khususnya petugas kesehatan perlu ditingkatkan agar dapat meningkatkan kepedulian bidan praktek untuk memberikan vitamin A pada ibu nifas. Analisa Bivariat Hubungan Pengetahuan bidan dalam memberikan vitamin A dengan pemberian vitamin A pada ibu nifas. Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat-Universitas Ekasakti Open Journal System UNES Journal of Education. Vol 1. Issue 3. June 2017 ISSN Print: 2549-4201 ISSN Online: 2549-4791 Berdasarkan tabel 4. 1 di atas 56,5 % responden yang mempunyai tingkat pengetahuan rendah yang tidak memberikan vitamin A. Berdasarkan hasil uji Rank Spearman diperoleh nilai koefisien hubungan antara pengetahuan bidan tentang vitamin A dengan pemberian vitamin A pada ibu nifas . sebesar 0,584 dengan nilai p = 0,000 kurang dari p = 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima artinya terdapat hubungan secara bermakna antara pengetahuan bidan dalam memberikan vitamin A dengan pemberian vitamin A pada ibu nifas. Maka semakin tinggi pengetahuan bidan tentang vitamin A akan semakin baik dalam memberikan vitamin A pada ibu nifas. Berdasarkan besarnya koefisien hubungan maka tingkat hubungan kedua variabel termasuk dalam kategori cukup kuat. Temuan di atas sesuai dengan pendapat yang menyatakan bahwa pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang . ver behavio. Penelitian Rogers . mengungkapkan bahwa perilaku yang didasari oleh pengetahuan biasanya akan lebih langgeng daripada perilaku yang tidak didasari oleh pengetahuan. (Notoatmodjo, 2. Dengan demikian semakin tinggi pengetahuan bidan semakin baik dalam pemberian vitamin A pada ibu nifas. Temuan di atas sesuai dengan hasil penelitian Vonny dkk . , yang menyimpulkan bahwa terdapat hubungan secara signifikan antara peran bidan dengan pemberian vitamin A pada ibu nifas di wilayah Tapin. Propinsi Kalimantan Selatan. Dengan demikian semakin baik pengetahuan bidan semakin baik pula pemberian vitamin A pada ibu nifas. Menurut peneliti, pengetahuan bidan yang tinggi dapat meningkatkan perilaku seseorang menjadi lebih baik. Dalam pemberian vitamin A, diperlukan pengetahuan yang cukup tentang dampak pemberian vitamin A bagi ibu nifas dan bayinya, sehingga dengan pengetahuan ini bidan merasa perlu memberikan vitamin A pada ibu nifas. Peningkatan pengetahuan ini dilakukan dengan memberikan sosialisasi bagi bidan praktek tentang pedoman manajemen suplemen vitamin A. Hubungan Sikap Bidan dalam memberikan Vitamin A dengan Pemberian Vitamin A Berdasarkan tabel 4. 2 di atas 50 % responden yang mempunyai sikap negatif dalam memberikan vitamin A tidak melakukan pemberian vitamin A. Berdasarkan hasil uji Rank Spearman diperoleh nilai koefisien hubungan antara sikap bidan dalam memberikan vitamin A dengan pemberian vitamin A pada ibu nifas . sebesar 0,319 dengan nilai p = 0,001 kurang dari p = 0,05 yang ditetapkan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima artinya terdapat hubungan secara bermakna antara sikap bidan dalam memberikan Vitamin A dengan pemberian vitamin A pada ibu nifas. Berdasarkan besarnya koefisien hubungan maka tingkat hubungan kedua variabel termasuk dalam kategori lemah. Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat-Universitas Ekasakti Open Journal System UNES Journal of Education. Vol 1. Issue 3. June 2017 ISSN Print: 2549-4201 ISSN Online: 2549-4791 Temuan di atas sesuai dengan pendapat bahwa sikap merupakan reaksi atau respon yang masih tertutup dari seseorang atau terhadap stimulus atau objek(Syaifudin A, 2. Dengan demikian respon dalam memberikan vitamin A dapat dilakukan dengan baik jika sikap seseorang itu baik atau sebaliknya. Hasil penelitian di atas sesuai dengan hasil penelitian Daryati . , yang menyatakan bahwa terdapat hubungan secara signifikan antara sikap bidan praktek swasta dengan praktik bidan dalam inisiasi menyusui dini pada ibu bersalin di Sanggau Kalimantan Baratdengan nilai p=0,002 kurang dari p = 0,05. Menurut peneliti, sikap bidan praktek di Kota Bukittinggi masih perlu di tingkatkan karena masih tinggi kecenderungan sikap negatif bidan praktek dalam memberikan vitamin A. Sikap yang cenderung negatif ini berarti memungkinkan rendahnya kepedulian bidan praktek dalam memberikan vitamin A. Jika bidan tidak memberikan vitamin A akan berdampak negatif terhadap ibu nifas dan bayinya sebagaimana disampaikan Depkes RI . yang telah diuraikan di atas. Untuk itu sikap bidan praktek dalam memberikan vitamin A perlu ditingkatkan. Hal ini dapat dilakukan dengan meningkatkan sosialisasi dan pengawasan yang lebih baik lagi oleh Dinas Kesehatan melalui petugas kesehatan. KESIMPULAN Terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan bidan tentang vitamin A dengan pemberian vitamin A pada ibu nifas di bidan praktek Kota Bukittinggi tahun 2016 sebesar 58,4 %. Terdapat hubungan yang bermakna antara sikap bidan tentang Vitamin A dengan pemberikan vitamin A pada ibu nifas di bidan praktek Kota Bukittinggi tahun 2016 sebesar 31,9 %. SARAN Bagi petugas kesehatan Puskesmas atau DKK diharapkan lebih meningkatkan pemberian informasi terhadap bidan praktek dalam memberikan Vitamin A. Hal ini dapat menggunakan alat bantu seperti media leaflet, poster, buku panduan manajemen suplemen vitamin A dan lain-lain. Bagi bidan praktek, agar meningkatkan pengetahuan dan sikap dalam memberikan vitamin A melalui bahan bacaan dan mengikuti kegiatan sosialisasi atau seminar tentang pemberian vitamin A. DAFTAR PUSTAKA