I-Robot Jurnal. Vol 9. No 2 . : September ISSN 2356-3974 Sistem Informasi Penjualan di Kafe Kilas Balik Kotamobagu Berbasis Web dan Mobile 1Ritham Tuntun,1Syadina A. Prasetya,1Virginia Tamuntuan 1STMIK Multicom Bolaang Mongondow ritham@stmikmulticom. id, syadinaprasetya@stmikmulticom. com, virginia@stmikmulticom. ABSTRAK Pemanfaatan teknologi informasi penting bagi UMKM untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi pengelolaan penjualan. Coffee Shop Kilas Balik masih mengalami kendala pada pencatatan transaksi, pengelolaan stok, dan pemesanan pelanggan karena proses penjualan dilakukan secara manual dan belum terintegrasi untuk transaksi online maupun offline, sehingga berpotensi menimbulkan kesalahan pencatatan dan keterlambatan laporan. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun Sistem Informasi Penjualan berbasis website yang mengintegrasikan pemesanan, pengelolaan produk, transaksi penjualan, dan pembayaran digital. Metode pengembangan menggunakan waterfall melalui tahapan analisis kebutuhan, perancangan, implementasi, dan pengujian, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka. Hasilnya berupa sistem berbasis web dengan fitur manajemen produk, pemesanan, pencatatan transaksi, laporan penjualan, serta integrasi pembayaran QRIS. Pengujian fungsional menunjukkan sistem berjalan sesuai kebutuhan dan meningkatkan efektivitas pengelolaan penjualan. Keyword: Sistem Informasi Penjualan. UMKM. Coffee Shop. Website. Waterfall 1 PENDAHULUAN Perkembangan teknologi informasi telah membawa perubahan signifikan dalam cara pelaku usaha menjalankan proses bisnis, termasuk pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pemanfaatan sistem informasi berbasis teknologi digital terbukti mampu meningkatkan efisiensi operasional, akurasi pencatatan data, serta kualitas pengambilan keputusan manajerial (Laudon & Laudon, 2. Di tengah persaingan usaha yang semakin ketat. UMKM dituntut untuk mampu mengelola data penjualan, stok, dan transaksi secara cepat dan terintegrasi agar dapat mempertahankan keberlangsungan usaha. Namun, pada praktiknya masih banyak UMKM yang menjalankan proses penjualan secara manual atau semimanual. Pencatatan transaksi yang dilakukan menggunakan buku atau aplikasi terpisah sering kali menimbulkan berbagai permasalahan, seperti kesalahan pencatatan, duplikasi data, keterlambatan penyusunan laporan, serta sulitnya memantau kondisi stok secara real-time (Susanto & Andriana, 2. Kondisi ini berpotensi menghambat efektivitas operasional dan menurunkan kualitas pelayanan kepada pelanggan. Coffee Shop Kilas Balik merupakan salah satu UMKM di bidang kuliner yang menghadapi permasalahan Proses penjualan yang berlangsung di coffee shop tersebut masih belum sepenuhnya terintegrasi, baik untuk transaksi langsung di tempat maupun pemesanan secara online. Pemesanan online dilakukan melalui media sosial dan aplikasi pesan instan, sementara pencatatan transaksi dan stok dilakukan secara manual. Selain itu, penggunaan pembayaran digital berbasis QRIS tanpa dukungan sistem informasi yang terstruktur berisiko menimbulkan ketidaksesuaian antara data pembayaran dan laporan penjualan. Permasalahan ini menyebabkan pemilik usaha mengalami kesulitan dalam memantau kinerja Copyright A 2025 Penulis http://e-jurnal. penjualan serta pengelolaan stok secara akurat. Penerapan sistem informasi penjualan berbasis website menjadi salah satu solusi yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Sistem berbasis web memungkinkan integrasi antara data produk, pemesanan pelanggan, transaksi penjualan, dan laporan keuangan dalam satu platform terpusat yang dapat diakses secara fleksibel (Pressman & Maxim, 2. Selain itu, integrasi sistem informasi dengan pembayaran digital seperti QRIS dapat membantu meningkatkan akurasi pencatatan transaksi serta mempercepat proses pelayanan kepada pelanggan (Bank Indonesia, 2. Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa penerapan sistem informasi penjualan pada UMKM mampu meningkatkan efisiensi operasional dan (Kurniawan et al. , 2. , (Ihramsyah et al. , 2. Sistem informasi yang dirancang dengan baik juga dapat membantu pemilik usaha dalam memantau stok, menganalisis penjualan, serta menyusun strategi bisnis berdasarkan data yang akurat (Candra et al. , 2. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun Sistem Informasi Penjualan berbasis website pada Coffee Shop Kilas Balik. Sistem mengintegrasikan proses pemesanan online dan offline, pengelolaan produk dan stok, pencatatan transaksi, laporan penjualan, serta pembayaran digital berbasis QRIS. Diharapkan sistem yang dibangun dapat membantu meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan penjualan serta mendukung pengambilan keputusan pemilik usaha secara lebih akurat. 2 LITERATUR REVIEW 1 Sistem Informasi Penjualan Sistem informasi penjualan merupakan sistem berbasis I-Robot Jurnal. Vol 9. No 2 . : September teknologi informasi yang dirancang untuk mendukung proses pencatatan, pengolahan, dan penyajian data transaksi penjualan secara terintegrasi. Sistem ini membantu pelaku usaha dalam mengelola data produk, transaksi pelanggan, serta laporan penjualan secara akurat dan sistematis (Laudon & Laudon, 2. Penerapan sistem informasi penjualan dapat menggantikan proses manual yang rentan terhadap kesalahan pencatatan dan keterlambatan informasi (Pressman & Maxim, 2. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem informasi penjualan berbasis web pada UMKM mampu meningkatkan efisiensi operasional serta mempermudah pemantauan transaksi dan stok secara real-time (Kurniawan et al. , 2. Oleh karena itu, sistem informasi penjualan menjadi komponen penting dalam mendukung keberlanjutan usaha kecil dan menengah. 2 Sistem Informasi Berbasis Website Sistem informasi berbasis website merupakan sistem yang dapat diakses melalui jaringan internet menggunakan peramban tanpa memerlukan instalasi khusus pada perangkat pengguna. Sistem ini memungkinkan pengelolaan data secara terpusat serta memberikan fleksibilitas akses bagi pengguna dari berbagai lokasi (Pressman & Maxim, 2. Keunggulan sistem berbasis website terletak pada kemudahan pemeliharaan, skalabilitas sistem, dan kemampuan integrasi dengan layanan pihak ketiga (Ihramsyah et al. , 2. Dalam konteks pengembangan sistem informasi penjualan, penggunaan platform berbasis web dinilai efektif karena dapat menekan biaya pengembangan dan memudahkan proses distribusi sistem, khususnya bagi UMKM yang memiliki keterbatasan sumber daya (Candra et al. , 2. (Prayitno et al. , 2025. Sutha et al. , 2025. Hidayat et al. 3 Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan sektor usaha yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional, namun sering menghadapi kendala dalam pemanfaatan teknologi Keterbatasan dalam pencatatan transaksi dan pengelolaan data penjualan menyebabkan proses bisnis berjalan kurang optimal (Susanto & Andriana, 2. Pemanfaatan sistem informasi penjualan pada UMKM dapat membantu meningkatkan akurasi data, mempercepat penyusunan laporan, serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data (Candra et al. Digitalisasi proses penjualan juga berperan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan dan daya saing usaha. 4 Pembayaran Digital QRIS Copyright A 2025 Penulis http://e-jurnal. ISSN 2356-3974 Pembayaran digital merupakan metode transaksi nontunai yang memanfaatkan teknologi informasi untuk mempermudah proses pembayaran. Di Indonesia. Bank Indonesia menetapkan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai standar nasional pembayaran berbasis kode QR (Bank Indonesia, 2. QRIS memungkinkan integrasi berbagai layanan pembayaran dalam satu standar yang seragam dan Integrasi sistem informasi penjualan dengan pembayaran QRIS dapat meningkatkan akurasi pencatatan transaksi serta mengurangi risiko perbedaan data antara pembayaran dan laporan penjualan (Bank Indonesia, 2. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa penggunaan pembayaran digital yang terintegrasi mampu meningkatkan efisiensi operasional dan transparansi transaksi pada UMKM (Candra et al. (Andriyani et al. , 2. 5 Metode Waterfall Metode waterfall merupakan metode pengembangan perangkat lunak yang bersifat sekuensial dan terstruktur, dimulai dari analisis kebutuhan hingga tahap pengujian sistem (Pressman & Maxim, 2. Setiap tahap harus diselesaikan secara berurutan untuk memastikan hasil pengembangan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Metode waterfall banyak digunakan dalam pengembangan sistem informasi dengan kebutuhan yang jelas dan stabil, termasuk pada sistem informasi penjualan berbasis web (Kurniawan et , 2. Pendekatan ini memudahkan pengembang dalam mendokumentasikan proses pengembangan dan meminimalkan kesalahan pada tahap implementasi. 3 METODOLOGI 1 Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian rekayasa perangkat lunak dengan pendekatan pengembangan sistem informasi. Fokus penelitian diarahkan pada perancangan dan pembangunan Sistem Informasi Penjualan berbasis website yang disesuaikan dengan kebutuhan operasional Coffee Shop Kilas Balik. Pendekatan ini dipilih karena penelitian bertujuan menghasilkan sebuah sistem yang dapat digunakan secara langsung untuk mendukung proses bisnis penjualan UMKM. 2 Metode Pengembangan Sistem Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah metode waterfall. Metode ini bersifat sekuensial dan terstruktur, sehingga setiap tahap pengembangan dilakukan secara berurutan dan terdokumentasi dengan baik (Pressman & Maxim, 2. Metode waterfall dipilih karena kebutuhan sistem pada objek penelitian relatif jelas dan stabil, serta sesuai untuk pengembangan sistem informasi skala kecil hingga menengah seperti pada UMKM. Tahapan pengembangan sistem dalam I-Robot Jurnal. Vol 9. No 2 . : September penelitian ini dapat dilihat pada Gambar 1. Waterfall Gambar 1. Waterfall . Analisis Kebutuhan (Requiremen. Pada tahap ini dilakukan identifikasi kebutuhan sistem dengan cara menganalisis proses bisnis penjualan yang berjalan di Coffee Shop Kilas Balik. Analisis difokuskan pada kebutuhan pengguna, permasalahan sistem lama, serta fungsi-fungsi yang diperlukan dalam sistem . Perancangan Sistem (Desig. Tahap perancangan meliputi perancangan alur sistem, struktur basis data, dan antarmuka Perancangan dilakukan untuk memastikan sistem yang dibangun mampu mengintegrasikan pemesanan, pengelolaan produk, transaksi penjualan, laporan, dan pembayaran digital. Implementasi Sistem (Implementatio. Pada diimplementasikan ke dalam bentuk aplikasi berbasis website menggunakan teknologi yang telah ditentukan. Implementasi dilakukan sesuai dengan hasil perancangan pada tahap . Pengujian Sistem Tahap pengujian dilakukan untuk memastikan seluruh fungsi sistem berjalan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Pengujian difokuskan pada pengujian fungsional untuk memverifikasi bahwa setiap fitur sistem dapat digunakan dengan baik. 3 Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: Observasi Observasi dilakukan dengan mengamati secara langsung proses penjualan, pencatatan transaksi, dan pengelolaan stok yang berjalan di Coffee Shop Kilas Balik. Observasi ini bertujuan untuk memahami alur kerja sistem lama serta mengidentifikasi permasalahan yang muncul. Wawancara Wawancara dilakukan dengan pemilik dan pegawai Coffee Shop Kilas Balik untuk Copyright A 2025 Penulis http://e-jurnal. ISSN 2356-3974 memperoleh informasi mengenai kebutuhan sistem, kendala yang dihadapi, serta harapan terhadap sistem yang akan dibangun. Wawancara dilakukan secara langsung dan terstruktur agar data yang diperoleh relevan dengan tujuan penelitian. Studi Pustaka Studi pustaka dilakukan dengan mempelajari buku, jurnal ilmiah, dan penelitian terdahulu yang berkaitan dengan sistem informasi penjualan. UMKM, metode waterfall, serta pembayaran digital. Studi pustaka ini digunakan untuk memperkuat landasan teori dan mendukung proses perancangan sistem (Pressman & Maxim, 2. 4 Teknik Analisis Data Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif, yaitu dengan menganalisis hasil observasi dan wawancara untuk merumuskan kebutuhan sistem. Data yang diperoleh dianalisis untuk menentukan fitur-fitur utama sistem informasi penjualan yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. Hasil analisis ini kemudian digunakan sebagai dasar dalam perancangan dan pengembangan sistem. 5 Pengujian Sistem Pengujian sistem dilakukan menggunakan pengujian fungsional . lack box testin. Pengujian ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap fungsi dalam sistem dapat berjalan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan tanpa melihat struktur kode program (Pressman & Maxim, 2. Hasil pengujian digunakan untuk menilai kesesuaian sistem dengan kebutuhan pengguna serta memastikan sistem siap digunakan (Kapoh et al. , 2. 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Hasil 1 Sistem yang Sedang Berjalan Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada Coffee Shop Kilas Balik, sistem penjualan yang berjalan masih bersifat manual dan belum terintegrasi. Proses pemesanan pelanggan dilakukan secara langsung di lokasi atau melalui media sosial, sedangkan pencatatan transaksi penjualan dan pengelolaan stok masih dilakukan secara terpisah. Kondisi ini menyebabkan pemilik usaha mengalami kesulitan dalam memantau transaksi penjualan, ketersediaan stok, serta penyusunan laporan penjualan secara tepat waktu. visualisasi sistem yang sedang berjalan dapat dilihat pada Gambar 2. Sistem yang Sedang Berjalan I-Robot Jurnal. Vol 9. No 2 . : September Gambar 2. Sistem yang Sedang Berjalan Pada sistem berjalan, alur penjualan dimulai dari pelanggan melakukan pemesanan, kemudian kasir mencatat pesanan dan menerima pembayaran secara tunai atau non-tunai. Data transaksi selanjutnya direkap secara manual untuk kebutuhan laporan. Proses ini berpotensi menimbulkan kesalahan pencatatan, keterlambatan laporan, serta ketidaksesuaian antara data pembayaran dan laporan penjualan. Alur proses sistem berjalan digambarkan dalam bentuk flowchart untuk menunjukkan keterbatasan sistem lama yang masih bergantung pada pencatatan manual 2 Sistem yang Diusulkan (Rancagan Siste. Untuk mengatasi permasalahan pada sistem berjalan, dirancang sistem informasi penjualan berbasis website yang terintegrasi. Gambaran rancangan sistem yang diusulkan dapat dilihat pada Gambar 3. Sistem yang Diusulkan ISSN 2356-3974 time oleh pemilik usaha. Flowchart pada Gambar 3 menggambarkan alur pemesanan dan pembayaran pelanggan pada Sistem Informasi Penjualan berbasis Proses dimulai dari login pelanggan yang diverifikasi oleh sistem, lalu pelanggan menginput pesanan dan sistem menyimpan data serta menampilkan notifikasi pesanan berhasil. Selanjutnya pelanggan memilih metode pembayaran, yaitu E-Wallet atau Cash on Delivery (COD). Jika memilih E-Wallet, sistem menampilkan kode pembayaran untuk dipindai dan menampilkan status pembayaran setelah transaksi sedangkan pada COD sistem langsung menyimpan data pembelian dan memperbarui status Pelanggan juga dapat melihat riwayat pembelian yang ditampilkan sistem berdasarkan data pada basis data. 3 Rancangan Basis Data Sistem Perancangan basis data dilakukan untuk mendukung kebutuhan sistem informasi penjualan yang terintegrasi. Basis data dirancang untuk menyimpan data produk, kategori, pelanggan, transaksi penjualan, detail transaksi, serta pembayaran. Struktur basis data ini memastikan bahwa setiap data saling terhubung dan dapat dikelola secara konsisten. Gambar struktur basis data rancangan sistem dapat dilihat pada Gambar 4. Entity Relationship Diagram. Gambar 4. Entity Relationship Diagram Hubungan antar tabel digambarkan dalam Entity Relationship Diagram (ERD) yang menunjukkan relasi antar entitas utama dalam sistem. ERD ini menjadi dasar dalam pembangunan basis data serta memastikan integritas dan konsistensi data selama proses transaksi penjualan berlangsung Gambar 3. Sistem yang Diusulkan Sistem ini dirancang untuk mendukung proses pemesanan online dan offline, pengelolaan produk dan stok, transaksi penjualan, serta pembayaran digital berbasis QRIS. Seluruh data penjualan disimpan dalam basis data terpusat sehingga dapat diakses secara realCopyright A 2025 Penulis http://e-jurnal. 2 Pembahasan 1 Implementasi Sistem Informasi Hasil dari penelitian ini berupa implementasi sistem informasi penjualan berbasis website yang digunakan oleh admin dan kasir dalam mengelola proses I-Robot Jurnal. Vol 9. No 2 . : September Sistem menyediakan halaman login sebagai akses awal pengguna, diikuti dengan dashboard yang menampilkan menu sesuai dengan hak akses pengguna. Gambar 5. Halaman Login Karyawan Gambar 5 menampilkan halaman login pegawai yang digunakan sebagai akses awal bagi pengguna internal Pegawai diminta memasukkan username dan password untuk diverifikasi oleh sistem sebelum dapat mengakses menu dan fitur sesuai dengan hak akses yang dimiliki. ISSN 2356-3974 Gambar 7 menampilkan halaman dashboard admin yang berfungsi sebagai pusat pengelolaan sistem. Pada halaman ini ditampilkan ringkasan informasi seperti jumlah pelanggan, pesanan, dan data penjualan, serta menu navigasi untuk mengelola data produk, transaksi, dan laporan Selain itu. Fitur utama sistem meliputi manajemen data produk, pengelolaan stok, pemesanan pelanggan, pencatatan transaksi, pembayaran digital QRIS, serta laporan penjualan. Antarmuka sistem dirancang sederhana dan mudah digunakan agar dapat dioperasikan oleh pengguna tanpa memerlukan pelatihan khusus 2 Pembayaran Digital dan Laporan Penjualan Sistem informasi penjualan yang dibangun telah terintegrasi dengan pembayaran digital berbasis QRIS. Integrasi ini memungkinkan pencatatan pembayaran non-tunai dilakukan secara otomatis dan tercatat langsung ke dalam sistem. Dengan demikian, risiko kesalahan pencatatan pembayaran dapat diminimalkan. Selain itu, sistem menyediakan fitur laporan penjualan yang menyajikan informasi transaksi dan stok dalam bentuk rekapitulasi. Laporan ini dapat digunakan oleh pemilik usaha sebagai bahan evaluasi kinerja penjualan dan pengambilan keputusan bisnis. Tampilan halaman pembayaran digital dan halaman laporan penjualan dapat dilihat pada Gambar 8. Halaman Checkout. Gambar 9. Halaman Pembayaran menggunakan QRIS dan Gambar 10. Gambar 6. Halaman Login Pelanggan Gambar 6 menunjukkan halaman login pelanggan pada Sistem Informasi Penjualan. Halaman ini digunakan oleh pelanggan untuk masuk ke sistem dengan memasukkan username dan password, serta menyediakan fitur lupa password dan pembuatan akun bagi pelanggan baru Gambar 8. Halaman Checkout halaman ini berisi detail pesanan yang berisi informasi nomor pesanan, waktu pemesanan, status pesanan, metode pembayaran, daftar item yang dipesan, serta total pembayaran. Halaman ini memungkinkan pelanggan untuk meninjau pesanan dan melanjutkan proses pembayaran atau membatalkan pesanan. Gambar 7. Manajemen Data (Admi. Copyright A 2025 Penulis http://e-jurnal. I-Robot Jurnal. Vol 9. No 2 . : September ISSN 2356-3974 Gambar 9. Halaman Pembayaran Menggunakan QRIS halaman pembayaran menggunakan QRIS yang menampilkan kode QR beserta informasi jumlah tagihan dan batas waktu pembayaran. Pelanggan dapat melakukan pembayaran dengan memindai kode QR menggunakan aplikasi pembayaran digital yang Gambar 10. Halaman Laporan Penjualan Halaman ini menampilkan halaman laporan transaksi yang digunakan oleh admin untuk memantau data Informasi yang ditampilkan meliputi ID transaksi, tanggal, jenis transaksi, metode pembayaran, status pembayaran, menu yang dipesan, jumlah, dan subtotal, sehingga memudahkan proses evaluasi dan rekapitulasi penjualan. 3 Pengujian Sistem Pengujian sistem dilakukan menggunakan metode pengujian fungsional . lack box testin. untuk memastikan seluruh fitur sistem berjalan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Pengujian meliputi fungsi login, pengelolaan produk, pemesanan, transaksi penjualan, pembayaran QRIS, dan pembuatan laporan (Kapoh et , 2. N Fitur o yang Diuji 1 Login Skenario Uji Data Uji (Inpu. Login data valid Username & password Copyright A 2025 Penulis http://e-jurnal. Hasil yang Diharapka Sistem n dashboard sesuai hak Hasil Aktua Sesuai Stat Lulus Login Login data tidak Username Pengelola Produk Tambah Nama, stok valid Pengelola Produk Edit Ubah harga/stok Pengelola Produk Pemesana Hapus Pilih Buat Pilih menu & jumlah Transaksi Penjualan Simpan Konfirmasi Pembayar an QRIS Generate QRIS Pilih bayar QRIS Pembayar an QRIS Cek Klik status/refres Pembuata Laporan Tampilka n laporan Buka menu Sistem login dan Data produk dan tampil pada daftar Perubahan Produk dari sistem Pesanan dan sistem Transaksi tercatat dan pada basis Sistem Code/halam QRIS Status AuDibayarAy Sistem sesuai data Sesuai Lulus Sesuai Lulus Sesuai Lulus Sesuai Lulus Sesuai Lulus Sesuai Lulus Sesuai Lulus Sesuai Lulus Sesuai Lulus Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh fungsi sistem dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Dengan demikian, sistem informasi penjualan yang dibangun dinilai layak digunakan untuk mendukung operasional Coffee Shop Kilas Balik. 5 KESIMPULAN Berdasarkan hasil perancangan dan implementasi Sistem Informasi Penjualan berbasis website pada Coffee Shop Kilas Balik, dapat disimpulkan bahwa sistem yang dibangun mampu mengintegrasikan proses pemesanan online dan offline, pengelolaan produk, transaksi penjualan, serta pembayaran digital berbasis QRIS dalam satu platform terpusat. Sistem ini dirancang untuk menggantikan proses pencatatan manual yang sebelumnya digunakan, sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan akurasi pengelolaan data I-Robot Jurnal. Vol 9. No 2 . : September Hasil pengujian fungsional menggunakan metode black box testing menunjukkan bahwa seluruh fitur utama sistem, meliputi fungsi login, pengelolaan produk, pemesanan, transaksi penjualan, pembayaran QRIS, dan pembuatan laporan, dapat berjalan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Dengan adanya sistem ini, pemilik usaha dapat memantau penjualan dan ketersediaan stok secara real-time serta memperoleh laporan penjualan secara otomatis (Kapoh et al. , 2. Secara keseluruhan. Sistem Informasi Penjualan berbasis website yang dikembangkan dinilai layak untuk diterapkan dan mampu mendukung operasional Coffee Shop Kilas Balik secara lebih efektif dan Untuk pengembangan selanjutnya, sistem ini dapat ditingkatkan dengan penambahan fitur analisis penjualan, notifikasi otomatis, serta pengembangan aplikasi berbasis mobile guna meningkatkan kemudahan akses bagi pengguna. REFERENCES