Samhadi Dkk: Penerapan Metode Lima Jari sebagai Inovasi Pembelajaran Tahfidz…. | 89 ABDINA: Jurnal Sosial Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 3, No. 2, Juli – Desember 2024 ISSN: 2962-2646 (online) https://ejournal.unia.ac.id/index.php/abdina/index PENERAPAN METODE LIMA JARI SEBAGAI INOVASI PEMBELAJARAN TAHFIDZ AL-QURAN UNTUK MENINGKATKAN DAYA HAFALAN SANTRI TAMAN PENDIDIKAN AL-QUR’AN Samhadi1, Nana Suciana2 1,2, Universitas Al-Amien Prenduan muhammadsamhadi@gmail.com 1, nanasuciana@gmail.com 2, Abstract: This community service activity was motivated by the problem of low memorization ability among students at the Al-Qur'an Education Park, which was caused by monotonous and uninteractive tahfidz learning methods. Many students have difficulty remembering and retaining long-term memorization because there is no strategy that combines visual, auditory, and kinesthetic aspects in the process of memorizing the Qur'an. To address this issue, the community service team applied the Five Finger Method as an innovation in Qur'an memorization learning that is easy to understand and enjoyable for children. The community service method was implemented in three stages, namely (1) socialization and training for TPA teachers on the concept and steps of implementing the Five Finger Method, (2) intensive assistance in the tahfidz learning process using this method, and (3) evaluation of students' memorization abilities through observation, interviews, and memorization tests. The approach used was participatory and collaborative, involving teachers, students, and parents as part of the learning community. The results of the community service showed a significant increase in the students' memorization abilities and motivation to learn. The students became more active, able to easily remember the order of verses, and more confident in reciting their memorization. Teachers also experienced an increase in their competence in applying creative and communicative learning methods. Overall, the application of the Five Finger Method proved to be effective as a pedagogical innovation that can improve the quality of Al-Qur'an memorization learning at TPA and strengthen the spirit of love for the Al-Qur'an among students. Keywords: Five Finger Method, Learning Innovation, Memorization of the Qur'an, Al-Quran Education Park. Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh permasalahan rendahnya daya hafalan santri di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), yang disebabkan oleh metode pembelajaran tahfidz yang masih monoton dan kurang interaktif. Banyak santri mengalami kesulitan dalam mengingat dan mempertahankan hafalan jangka panjang karena belum adanya strategi yang memadukan aspek visual, auditori, dan kinestetik dalam proses menghafal Al-Qur’an. Untuk menjawab permasalahan tersebut, tim pengabdian menerapkan Metode Lima Jari sebagai inovasi pembelajaran tahfidz Al-Qur’an yang mudah dipahami dan menyenangkan bagi anak-anak. Metode pengabdian dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu (1) sosialisasi dan pelatihan kepada ustaz dan ustazah TPA mengenai konsep dan langkah-langkah penerapan Metode Lima Jari, (2) 90 | ABDINA: Jurnal Sosial Dan Pengabdian Kepada Masyarakat | Vol. 3 No. 2, 2024 pendampingan intensif dalam proses pembelajaran tahfidz menggunakan metode tersebut, dan (3) evaluasi kemampuan hafalan santri melalui observasi, wawancara, dan tes hafalan. Pendekatan yang digunakan bersifat partisipatif dan kolaboratif, dengan melibatkan guru, santri, serta wali santri sebagai bagian dari komunitas belajar. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam daya hafalan dan motivasi belajar santri. Santri menjadi lebih aktif, mudah mengingat urutan ayat, dan lebih percaya diri dalam menyetorkan hafalan. Guru juga mengalami peningkatan kompetensi dalam menerapkan metode pembelajaran kreatif dan komunikatif. Secara keseluruhan, penerapan Metode Lima Jari terbukti efektif sebagai inovasi pedagogis yang mampu meningkatkan kualitas pembelajaran tahfidz Al-Qur’an di TPA serta memperkuat semangat cinta Al-Qur’an di kalangan santri. Kata Kunci: Metode Lima Jari, Inovasi Pembelajaran, Hafalan Al-Qur’an, Taman Pendidikan Al-Qur’an. Pendahuluan Dalam konteks pendidikan agama, metode pembelajaran yang efektif sangat penting untuk mencapai keberhasilan dalam hafalan Al-Qur'an. Berbagai pendekatan dalam menghafal Al-Qur'an telah dibahas dalam literatur, menjelaskan tentang keperluan untuk mengadaptasi metode pembelajaran sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik santri, terutama di TPA yang memiliki santri dengan beragam kemampuan.1 Metode Lima Jari, sebagai inovasi baru dalam pendidikan tahfidz, dapat dilihat sebagai respons terhadap tantangan yang dihadapi oleh banyak lembaga pendidikan Islam dalam meningkatkan kemampuan hafalan. Penerapan metode ini berpotensi untuk memperkuat konsentrasi dan memudahkan proses penghafalan dengan melibatkan fisik (jari) dan mental secara bersamaan. Hal ini sejalan dengan temuan yang menunjukkan bahwa penggunaan metode interaktif dan partisipatif dalam pembelajaran agama dapat meningkatkan keterlibatan dan motivasi santri.2 Pembelajaran yang melibatkan aktivitas fisik terbukti dapat meningkatkan daya ingat siswa.3 Dengan demikian, metode Lima Jari tidak hanya dianggap sebagai teknik menghafal tetapi juga sebagai alat untuk meningkatkan kualitas pengalaman belajar santri. Di sisi lain, penting untuk mempertimbangkan konteks sosial dan budaya dari santri di TPA. Pendidikan agama tidak hanya tentang penguasaan teks tetapi juga penanaman nilai-nilai moral dan karakter yang diharapkan dapat membentuk individu yang lebih baik.4 Dengan menerapkan metode Lima Jari, diharapkan santri dapat merasakan pembelajaran yang lebih menyenangkan dan tidak monoton, sehingga meningkatkan daya ingat mereka serta memperkuat pemahaman terhadap isi Al-Qur'an yang mereka hafalkan.5 1 Nadia et al., “Program Tahfidz Al-Quran Di Pondok Pesantren Al-Hikmah Muhammadiyah Sukoharjo Dan Dampaknya Terhadap Pendidikan Karakter Santri,” 1075. 2 Rahmansyah, “Pendampingan Program Pengembangan Generasi Madani Melalui Pendidikan Agama Islam Kepada Anak-Anak TPA Masjid as-Sajadah,” 52. 3 Latifah, “Pembelajaran Al Qur’an Pada Program Tahfidz Balita Dan Anak Usia Dini,” 43. 4 Taklimudin and Saputra, “Metode Keteladanan Pendidikan Islam Dalam Persfektif Quran,” 4–5. 5 Nurohman et al., “Inovasi Dalam Pendidikan Islam Untuk Mengembangkan Kurikulum Nasional Menuju Konsep Local Genius 6.0 Internet of Things (IoT).,” 100. Samhadi Dkk: Penerapan Metode Lima Jari sebagai Inovasi Pembelajaran Tahfidz…. | 91 Adalah krusial bagi para pendidik untuk terus mencari dan menerapkan metode yang responsif terhadap perubahan kebutuhan santri dan tantangan dalam pendidikan Al-Qur'an. Penerapan metode yang benar tidak hanya berkata dalam teori tetapi juga harus diimplementasikan secara efektif di lapangan. Disinilah metode Lima Jari berperan penting, sebagai langkah inovatif yang diharapkan mampu menjawab tantangan tersebut dan berkontribusi positif terhadap keberhasilan pendidikan Al-Qur'an di tingkat dasar hingga lanjutan.6 Penerapan metode Lima Jari sebagai inovasi dalam pengajaran Tahfidz Al-Qur'an menawarkan harapan baru untuk meningkatkan daya hafalan santri. Penggunaan metode yang memadukan antara fisik dan mental serta mempertimbangkan konteks budaya dan moral diharapkan dapat menghasilkan santri dengan pemahaman Al-Qur'an yang lebih baik serta kemampuan hafal yang memadai. Hasil dan Pembahasan Penguatan Kompetensi Guru dan Santri TPQ dalam Penerapan Metode Lima Jari Penguatan kompetensi guru dan santri di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dalam penerapan metode Lima Jari merupakan upaya strategis yang dapat mendorong peningkatan kemampuan belajar mengajar di lembaga pendidikan non-formal ini. Metode Lima Jari ini tidak hanya berfungsi dalam membantu santri menghafal Al-Qur'an tetapi juga berperan penting dalam mengurangi kecemasan yang sering dialami oleh santri menghadapi proses pembelajaran, terutama dalam menghafal. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Muliani dan Lestari, penggunaan hipnosis Lima Jari terbukti efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan santri.7 Hasil penelitian menunjukkan bahwa santri yang terlibat dalam kelompok intervensi mengalami penurunan kecemasan yang signifikan, berbeda dengan kelompok kontrol yang menunjukkan peningkatan kecemasan. Pendekatan ini memberikan dorongan mental yang diperlukan agar santri lebih percaya diri dalam belajar, terutama dalam konteks menghafal ayat-ayat Al-Qur'an yang sering kali menjadi tantangan bagi mereka. Selanjutnya, penguatan kompetensi guru sangat penting terutama dalam penerapan metode inovatif seperti ini. Dany dan Hasanah dalam penelitian mereka menyoroti peran guru dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.8 Kegiatan belajar mengajar yang menyenangkan tidak hanya meningkatkan minat guru tetapi juga santri. Pendekatan interaktif melalui teknik mengajarkan dengan cara yang variative seperti integrasi antara storytelling dan penggunaan media pembelajaran yang menarik dapat mengoptimalkan daya serap santri terhadap materi yang diajarkan.9 Menerapkan metode yang berbeda-beda, termasuk Lima Jari, berpotensi besar untuk meningkatkan keaktifan santri dalam belajar. Metode Lima Jari yang diterapkan oleh para guru di TPQ memiliki relevansi dengan pembelajaran yang melibatkan pendekatan multidimensional. Misalnya, pengajaran yang dilakukan di TPQ Al-Fallah menerapkan variasi metode untuk 6 Parhan et al., “Problematika Penerapan Metodologi Barat Pada Pendidikan Dasar Dalam Perspektif Islam,” 20. 7 Muliani and Lestari, “Pengaruh Hipnosis Lima Jari Terhadap Kecemasan Santri Menghafal Al Qur’An,” 345. 8 Dany and Hasanah, “Peran Guru Dalam Upaya Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an Di TPQ AlFallah Rembun,” 124. 9 Maulidah, “Pendampingan Guru Dalam Menerapkan Metode Pembelajaran Variatif Sebagai Upaya Dalam Meningkatkan Minat Belajar Santri TPQ Masjid Al-Baiturrahman Desa Biting Kecamatan Arjasa Kabupaten Jember,” 78. 92 | ABDINA: Jurnal Sosial Dan Pengabdian Kepada Masyarakat | Vol. 3 No. 2, 2024 meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an, yang mendukung literasi santri dengan cara yang lebih kreatif dan inovatif. Hasanah menekankan pentingnya disiplin serta keikhlasan dalam proses belajar mengajar, yang juga diimplementasikan melalui metode Lima Jari untuk mengasah konsentrasi dan memori santri.10 Kesuksesan metode ini juga terletak pada dukungan dari orang tua dan masyarakat. Penelitian menunjukkan bahwa dukungan komunitas berperan penting dalam kesuksesan pendidikan, termasuk pendekatan yang inklusif dan persiapan teknis yang adekuat.11 Dengan melibatkan semua pihak, baik guru, santri, walimurid, dan masyarakat sekitar, proses pendidikan ini akan semakin efektif dan berkesinambungan. Dalam konteks ini, penting bagi para pendidik untuk memperhatikan tidak hanya aspek kognitif tetapi juga emosi santri melalui penerapan metode yang dapat menjadikan pengalaman belajar sebagai sesuatu yang menyenangkan dan produktif. Di era modern saat ini, integrasi teknologi dan metode pembelajaran yang inovatif juga turut berperan dalam meningkatkan kualitas pengajaran di TPQ. Lirizki menunjukkan bagaimana kualitas layanan dalam pendidikan Al-Qur'an harus menghadapi tantangan zaman dengan tertib dan terencana.12 Penggunaan teknologi yang tepat misalnya, aplikasi pembelajaran berbasis ponsel untuk mendukung metode Lima Jari dapat membawa perubahan signifikan dalam pengalaman belajar santri, yang pada gilirannya dapat meningkatkan kompetensi mereka dalam membaca Al-Qur'an. Dalam rangka mendukung penguatan kompetensi ini, pelatihan bagi guru dalam menerapkan metode baru seperti Lima Jari tidak hanya berguna untuk meningkatkan prestasi santri tetapi juga memperkaya pengalaman profesional untuk para pengajar itu sendiri.13 Program pelatihan yang tepat bagi guru dapat membantu mereka memahami lebih dalam teknik pengajaran yang inovatif, termasuk pengintegrasian metode pengajaran yang sudah ada dengan pendekatan baru yang lebih efektif. Sebagai kesimpulan, penerapan metode Lima Jari di TPQ merupakan salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kompetensi guru dan santri. Dengan pendekatan yang menyeluruh yang mencakup aspek kognitif, emosional, dan sosial, serta dukungan dari berbagai pihak, diharapkan ke depannya dapat meningkatkan kualitas pendidikan di TPQ menjadikan pembelajaran Al-Qur'an lebih efektif dan menyenangkan. Peningkatan Daya Hafalan dan Motivasi Santri dalam Menghafal Al-Qur’an Menghafal Al-Qur’an merupakan aktivitas penting di banyak lembaga pendidikan Islam, terutama bagi santri. Dalam konteks ini, banyak penelitian menunjukkan bahwa metode pengajaran, motivasi, dan regulasi diri berkontribusi pada peningkatan daya hafalan Al-Qur’an serta motivasi santri dalam proses penghafalan tersebut. Salah satu metode yang terbukti efektif dalam meningkatkan daya ingat adalah One Day One Ayat (ODOA). Mawarni dan Ashadi menunjukkan bahwa penerapan metode ODOA di PAUD Aster meningkatkan kemampuan menghafal santri secara signifikan, dengan peningkatan persentase dari 70,30% setelah siklus pertama hingga setelah siklus kedua.14 Hal serupa juga ditunjukkan oleh Masquri dan Maruddani, yang menemukan 10 Dany and Hasanah, “Peran Guru Dalam Upaya Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an Di TPQ Al-Fallah Rembun,” 128. 11 Syarifah and Sa’idah, “Analisis Metode Yanbu’a Dalam Meningkatkan Baca Tulis Al-Qur’An,” 53. 12 Lirizki, “Mutu Layanan Taman Pendidikan Al Quran (TPQ) Di Era Modern: Service Quality TPQ Daarut Taubah,” 76. 13 Maulidah, “Pendampingan Guru Dalam Menerapkan Metode Pembelajaran Variatif Sebagai Upaya Dalam Meningkatkan Minat Belajar Santri TPQ Masjid Al-Baiturrahman Desa Biting Kecamatan Arjasa Kabupaten Jember,” 80. 14 Mawarni and Ashadi, “Upaya Meningkatkan Daya Ingat Anak Dalam Menghafal Al-Qur’an Melalui Metode One Day One Ayat (ODOA) Di PAUD Aster 23 Jember,” 30. Samhadi Dkk: Penerapan Metode Lima Jari sebagai Inovasi Pembelajaran Tahfidz…. | 93 bahwa metode ODOA dalam konteks siswa kelas VII di MTs Al-Jauharen Kota Jambi menghasilkan peningkatan yang signifikan pada hasil hafalan murid.15 Metode ini meningkatkan pengalaman belajar dengan menyajikan hafalan secara rutin dan terstruktur, sehingga membantu santri memahami dan menjaga konsistensi hafalan mereka. Selain metode, motivasi juga merupakan faktor kunci dalam menghafal Al-Qur’an. Marza meneliti tentang alasan motivasi yang mendorong remaja untuk berusaha keras dalam menghafal, di antaranya niat, tujuan, dan sumber motivasi yang kuat seperti dukungan keluarga dan lingkungan.16 Karimah menekankan pentingnya peran pengasuh yang aktif memberikan motivasi kepada santri agar lebih bersemangat dalam proses penghafalan.17 Di samping itu, pengasuhan yang baik dan dukungan dari orang tua memberikan dampak positif pada semangat belajar anak dalam menghafal Al-Qur’an. Penerapan strategi dan metode yang tepat dalam pengajaran Al-Qur’an juga sangat berpengaruh. Misalnya, di Pondok Tahfidz Darul Itqon, pendekatan pengulangan diikuti oleh penggunaan metode wahdah dan sima’i sangat mendukung proses hafalan siswa.18 Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan metode yang melibatkan penguasaan berulang dan teknik bervariasi tidak hanya dapat meningkatkan daya hafalan, tetapi juga menjaga minat santri untuk terus belajar. Hal ini sejalan dengan penelitian yang menyoroti pentingnya kombinasi teknik hafalan dan motivasi interpersonal dalam meningkatkan hasil hafalan.19 Regulasi diri juga merupakan elemen penting dalam proses ini. Menurut Murtadlo et al., proses penghafalan yang melibatkan disiplin diri, ketekunan, dan konsistensi sangat penting untuk mencapai tujuan hafalan yang diinginkan.20 Di sisi lain, penelitian Suhendra menunjukkan bahwa pengelolaan yang baik dalam pembelajaran menggunakan metode takmili sangat berkontribusi pada motivasi dan hasil belajar.21 Dalam rangka menjalankan proses ini, penting juga untuk melibatkan evaluasi berkala agar santri dapat mengetahui progres mereka. Hal ini tidak hanya mendorong siswa untuk lebih disiplin tetapi juga memberikan gambaran tentang keberhasilan metode yang diterapkan, sebagaimana ditunjukkan oleh banyak penelitian sebelumnya yang mencatat hasil positif dari evaluasi yang realistis dan teratur.22 Peningkatan daya hafalan dan motivasi santri dalam menghafal Al-Qur’an dapat dicapai melalui kombinasi metode yang tepat, dukungan motivasional dari lingkungan, dan regulasi diri yang kuat. Penting bagi pengasuh dan pendidik untuk merancang pendekatan belajar yang menyeluruh, sehingga santri tidak hanya mampu menghafal tetapi juga memahami makna dan pentingnya Al-Qur’an dalam kehidupan mereka seharihari. 15 Masquri and Maruddani, “Penerapan Metode ODOA Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Menghafal Siswa Kelas VII B MTs Al-Jauharen Kota Jambi,” 267. 16 Marza, “Regulasi Diri Remaja Penghafal Al-Qur’an Di Pondok Pesantren Al-Qur’an Jami’atul Qurro’ Sumatera Selatan,” 145. 17 Karimah, “Peran Pengasuh Dalam Memotivasi Menghafal Al-Qur’an Terhadap Santri Pesantren Ekselensia,” 282. 18 Arini and Widawarsih, “Strategi Dan Metode Menghafal Al-Qur’an Di Pondok Tahfidz Darul Itqon Lombok Timur,” 173. 19 Mardhiyah and Imran, “Motivasi Menghafal Al-Qur’an Pada Anak Melalui Komunikasi Interpersonal,” 97. 20 Murtadlo et al., “Manifestasi Qur’an Surat Al-Ahqaf (13-14) Pada Upaya Membangun Perilaku Istiqomah Pada Proses Menghafal Al-Qur’an Di SD Takhassus Al-Qur’an Wonosobo,” 109. 21 Suhendra, “Manajemen Pembelajaran Menggunakan Metode Takmili Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca, Menulis Dan Menghafal Al-Qur’An,” 1039. 22 Rohim et al., “Hubungan Profesionalisme Guru Dan Motivasi Dalam Menghafal Ayat Al-Qur’an Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadis,” 5. 94 | ABDINA: Jurnal Sosial Dan Pengabdian Kepada Masyarakat | Vol. 3 No. 2, 2024 Pengembangan Media dan Modul Pembelajaran Tahfidz Al-Qur’an berbasis Metode Lima Jari Dalam konteks perkembangan media dan modul pembelajaran Tahfidz Al-Qur'an yang berbasis Metode Lima Jari, penelitian ini menemukan pentingnya pendekatan yang sistematis dan terencana dalam pengembangan program pembelajaran. Penggunaan teknologi dan media terkini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengajaran kepada siswa, terutama untuk mata pelajaran yang sangat krusial seperti Tahfidz AlQur'an. Salah satu aspek penting dalam pengembangan media pembelajaran adalah bagaimana lembaga pendidikan merancang kurikulum dan modul yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Di SMAN 2 Pare, misalnya, digunakan pendekatan yang melibatkan berbagai metode pembelajaran, dan hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan belajar yang mendukung, visi dan misi yang jelas, serta pengelolaan program tahfidz secara efektif menjadi kunci keberhasilan program tersebut.23 Penelitian di Al-Hikamus salafiyah menunjukkan bahwa manajemen pembelajaran Tahfidz berbasis metode talaqqi mencakup perencanaan, pengorganisasian, serta jadwal pembelajaran yang efektif, yang juga menjadi faktor pendorong keberhasilan.24 Dengan mengatur strategi dan metode secara tepat, santri dapat mendapatkan pengalaman belajar yang lebih berarti, yang tidak hanya terbatas pada hafalan tetapi juga pemahaman terhadap isi AlQur'an. Metode Lima Jari yang dikembangkan dalam konteks ini merujuk pada strategi taktis yang bertujuan untuk mempermudah santri dalam menghafal dan memahami AlQur'an. Metode ini dapat diintegrasikan dengan metode lain seperti Talaqqi dan Murojaah, yang telah terbukti efektif di beberapa institusi pendidikan Al-Qur'an.25 Melalui pendekatan ini, santri tidak hanya diarahkan untuk menghafal, tetapi juga diharapkan mampu menginternalisasi nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur'an, yang sangat penting dalam membentuk karakter yang baik. Gambar 1: Suasana Pembelajaran Al-Qur’an menggunan Metode Lima Jari Lebih lanjut, pengalaman di lembaga pendidikan lain seperti Pondok Pesantren Daarul Qur'an Cikarang menunjukkan bahwa pelaksanaan program Tahfidz yang terstruktur, termasuk dalam pengorganisasian kelompok halaqoh dan evaluasi berkala, 23 Kunaenih et al., “Model Pembelajaran Tahfidz Di SMAN 2 Pare (Studi Kasus Di SMAN 2 Pare),” 443. 24 Kartika, “Manajemen Pembelajaran Tahfidz Al-Qur’an Berbasis Metode Talaqqi,” 247. 25 Nurlailita, “Metode Pembelajaran Tahfidz Camp Di SMAIT As-Syifa Boarding School Subang,” 168. Samhadi Dkk: Penerapan Metode Lima Jari sebagai Inovasi Pembelajaran Tahfidz…. | 95 dapat meningkatkan kualitas hafalan santri secara signifikan.26 Hal ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara berbagai metode pembelajaran dapat memperkuat proses pembelajaran Tahfidz. Pentingnya evaluasi juga tidak dapat diabaikan dalam pengembangan kurikulum. Penelitian tentang program tahfidz di MA Tahfidz Nurul Iman Karanganyar mengindikasikan bahwa evaluasi yang baik dapat memberikan umpan balik yang konstruktif untuk perbaikan berkelanjutan dalam proses pengajaran.27 Melalui analisis yang terstruktur, baik pada aspek perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi, lembaga pendidikan dapat memastikan bahwa metode yang digunakan tidak hanya berfokus pada hasil akhir tetapi juga pada proses yang mendukung perkembangan karakter, disiplin, dan spiritual siswa.28 Lebih jauh, penggunaan teknologi digital untuk mendukung program Tahfidz, seperti yang ditunjukkan dalam penelitian di Pondok Tahfidz Milenial Ashqaf & Maryam College, memiliki peranan strategis dalam adaptasi pembelajaran di era modern. Dengan kemampuan untuk memanfaatkan media sosial dan platform online, program-program tersebut dapat memperluas jangkauan dan aksesibilitas pembelajaran Al-Qur'an bagi siswa.29 Pendekatan ini sejalan dengan kebutuhan akan inovasi dalam pendidikan yang mampu mengakomodasi perkembangan zaman, serta memberikan pengalaman belajar yang interaktif. Dalam konteks yang lebih luas, pengembangan metode pembelajaran Tahfidz AlQur'an harus mempertimbangkan keterlibatan masyarakat dan orang tua dalam proses pendidikan. Sinergi antara guru dan orang tua penting dalam mendukung motivasi siswa serta penanaman karakter yang religius melalui kegiatan pembelajaran.30 Hal ini menunjukkan bahwa keberhasilan program tidak hanya bergantung pada metode yang digunakan tetapi juga pada dukungan lingkungan sekitar, termasuk peran aktif orang tua dan masyarakat dalam pendidikan karakter anak. Penerapan Metode Lima Jari dalam konteks ini harus berorientasi pada pengembangan holistik siswa sebagai generasi Qur'ani yang tidak hanya mampu menghafal Al-Qur'an tetapi juga memahami dan menerapkan ajaran-ajarannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan perpaduan yang tepat antara metode pengajaran yang tradisional dan modern, serta dukungan dari berbagai pihak, program pembelajaran Tahfidz Al-Qur'an diharapkan mampu menjawab tantangan pendidikan di era global saat ini. Kesimpulan Dan Saran Penerapan Metode Lima Jari sebagai inovasi pembelajaran tahfidz Al-Qur’an terbukti efektif dalam meningkatkan daya hafalan santri di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA). Metode ini memberikan pendekatan yang lebih menyenangkan, sistematis, dan mudah diingat bagi anakanak dalam menghafal ayat-ayat Al-Qur’an. Melalui keterpaduan unsur visual, auditori, dan kinestetik, santri dapat mengoptimalkan fungsi daya ingat dengan mengaitkan setiap jari pada 26 Amalia et al., “Implementasi Program Tahfidz Camp Dalam Meningkatkan Kualitas Hafalan Santri Di Pondok Pesantren Daarul Qur’an Putri Cikarang,” 349. 27 Muslimah et al., “Evaluasi Pembelajaran Tahfidz Metode Talaqqi Di MA Tahfidz Nurul Iman Karanganyar,” 710. 28 Suryana et al., “Manajemen Program Tahfidz Al-Quran,” 105. 29 Luthfan and Wahab, “PERAN PONDOK TAHFIDZ MILENIAL ASHQAF &Amp; MARYAM COLLEGE DALAM MEMPROMOSIKAN PEMBELAJARAN AL-QUR’AN DI ERA DIGITAL,” 605. 30 Feranina and Komala, “Sinergitas Peran Orang Tua Dan Guru Dalam Pendidikan Karakter Anak,” 3–4. 96 | ABDINA: Jurnal Sosial Dan Pengabdian Kepada Masyarakat | Vol. 3 No. 2, 2024 tangan sebagai simbol atau pengingat ayat yang dihafal. Dengan demikian, proses menghafal menjadi lebih konkret, interaktif, dan tidak membosankan. Kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa inovasi dalam metode pembelajaran tahfidz sangat diperlukan agar para santri mampu memahami sekaligus menginternalisasi nilai-nilai Al-Qur’an secara mendalam. Pelatihan dan pendampingan yang diberikan kepada para ustaz dan ustazah berhasil meningkatkan kemampuan mereka dalam menerapkan strategi mengajar yang kreatif dan komunikatif. Selain itu, keterlibatan aktif orang tua turut memperkuat keberlanjutan proses hafalan di rumah. Dari hasil evaluasi, terlihat peningkatan signifikan baik dalam jumlah hafalan maupun kualitas pelafalan dan pemahaman ayat oleh para santri. Mereka menjadi lebih antusias, percaya diri, serta memiliki rasa cinta yang lebih besar terhadap Al-Qur’an. Dengan demikian, penerapan Metode Lima Jari tidak hanya berkontribusi pada peningkatan hafalan, tetapi juga menumbuhkan karakter religius, disiplin, dan semangat belajar yang tinggi. Program ini diharapkan dapat menjadi model pembelajaran tahfidz yang inovatif dan aplikatif untuk TPA lainnya di masa mendatang. Daftar Pustaka Amalia, Umamah R., Sobar A. Ghazal, and Arbanur Rasyid. “Implementasi Program Tahfidz Camp Dalam Meningkatkan Kualitas Hafalan Santri Di Pondok Pesantren Daarul Qur’an Putri Cikarang.” Bandung Conference Series Islamic Education 2, no. 2 (2022): 349–53. https://doi.org/10.29313/bcsied.v2i2.3458. Arini, Junita, and Winda W. Widawarsih. “Strategi Dan Metode Menghafal Al-Qur’an Di Pondok Tahfidz Darul Itqon Lombok Timur.” Jurnal Penelitian Keislaman 17, no. 2 (2022): 170–90. https://doi.org/10.20414/jpk.v17i2.4578. Dany, Amhar, and Fatmawati N. Hasanah. “Peran Guru Dalam Upaya Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an Di TPQ Al-Fallah Rembun.” At-Tabayyuun 5, no. 2 (2023): 122–35. https://doi.org/10.47766/atjis.v5i2.2349. Feranina, Tresna M., and Cucu Komala. “Sinergitas Peran Orang Tua Dan Guru Dalam Pendidikan Karakter Anak.” Jurnal Perspektif 6, no. 1 (2022): 1. https://doi.org/10.15575/jp.v6i1.163. Karimah, Fatimah I. “Peran Pengasuh Dalam Memotivasi Menghafal Al-Qur’an Terhadap Santri Pesantren Ekselensia.” Jurnal Iman Dan Spiritualitas 3, no. 2 (2023): 279– 86. https://doi.org/10.15575/jis.v3i2.27171. Kartika, Tika. “Manajemen Pembelajaran Tahfidz Al-Qur’an Berbasis Metode Talaqqi.” Jurnal Isema Islamic Educational Management 4, no. 2 (2019): 245–56. https://doi.org/10.15575/isema.v4i2.5988. Kunaenih, Kunaenih, Firdaus Firdaus, Nadiah Nadiah, et al. “Model Pembelajaran Tahfidz Di SMAN 2 Pare (Studi Kasus Di SMAN 2 Pare).” Sap (Susunan Artikel Pendidikan) 7, no. 3 (2023): 443. https://doi.org/10.30998/sap.v7i3.14240. Samhadi Dkk: Penerapan Metode Lima Jari sebagai Inovasi Pembelajaran Tahfidz…. | 97 Latifah, Nur. “Pembelajaran Al Qur’an Pada Program Tahfidz Balita Dan Anak Usia Dini.” Journal of Instructional and Development Researches 1, no. 1 (2021): 41–47. https://doi.org/10.53621/jider.v1i1.17. Lirizki, Riza. “Mutu Layanan Taman Pendidikan Al Quran (TPQ) Di Era Modern: Service Quality TPQ Daarut Taubah.” Inteleksia - Jurnal Pengembangan Ilmu Dakwah 7, no. 1 (2025): 73–92. https://doi.org/10.55372/inteleksiajpid.v7i1.360. Luthfan, Muhammad A., and Wahab Wahab. “PERAN PONDOK TAHFIDZ MILENIAL ASHQAF &Amp; MARYAM COLLEGE DALAM MEMPROMOSIKAN PEMBELAJARAN AL-QUR’AN DI ERA DIGITAL.” Jurnal Impresi Indonesia 2, no. 7 (2023): 600–605. https://doi.org/10.58344/jii.v2i7.3184. Mardhiyah, Annisa N., and Ayub I. Imran. “Motivasi Menghafal Al-Qur’an Pada Anak Melalui Komunikasi Interpersonal.” Nyimak Journal of Communication 3, no. 2 (2019): 97. https://doi.org/10.31000/nyimak.v3i2.1204. Marza, Suci E. “Regulasi Diri Remaja Penghafal Al-Qur’an Di Pondok Pesantren Al-Qur’an Jami’atul Qurro’ Sumatera Selatan.” Jurnal Intelektualita Keislaman Sosial Dan Sains 6, no. 1 (2017): 145. https://doi.org/10.19109/intelektualita.v6i1.1306. Masquri, Nanang Q. A., and Raoda T. J. Maruddani. “Penerapan Metode ODOA Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Menghafal Siswa Kelas VII B MTs Al-Jauharen Kota Jambi.” PTK Jurnal Tindakan Kelas 4, no. 2 (2024): 265–79. https://doi.org/10.53624/ptk.v4i2.325. Maulidah, Evi. “Pendampingan Guru Dalam Menerapkan Metode Pembelajaran Variatif Sebagai Upaya Dalam Meningkatkan Minat Belajar Santri TPQ Masjid AlBaiturrahman Desa Biting Kecamatan Arjasa Kabupaten Jember.” Al-Ijtimā Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 3, no. 1 (2022): 77–87. https://doi.org/10.53515/aijpkm.v3i1.50. Mawarni, Muzayyana I., and Firman Ashadi. “Upaya Meningkatkan Daya Ingat Anak Dalam Menghafal Al-Qur’an Melalui Metode One Day One Ayat (ODOA) Di PAUD Aster 23 Jember.” Jecie (Journal of Early Childhood and Inclusive Education) 4, no. 1 (2021): 28–34. https://doi.org/10.31537/jecie.v4i1.492. Muliani, Nuria, and Arena Lestari. “Pengaruh Hipnosis Lima Jari Terhadap Kecemasan Santri Menghafal Al Qur’An.” Jurnal Keperawatan Jiwa 11, no. 2 (2023): 345. https://doi.org/10.26714/jkj.11.2.2023.345-354. Murtadlo, Muhammad K. A., Nasokah, and Hidayatu Munawaroh. “Manifestasi Qur’an Surat Al-Ahqaf (13-14) Pada Upaya Membangun Perilaku Istiqomah Pada Proses Menghafal Al-Qur’an Di SD Takhassus Al-Qur’an Wonosobo.” Indonesian Journal of Islamic Elementary Education 3, no. 2 (2023): 107–18. https://doi.org/10.28918/ijiee.v3i2.1209. Muslimah, Mutiah, Muthia Rafifah, Mahdiani Z. Nabighah, and Nurul L. Inayati. “Evaluasi Pembelajaran Tahfidz Metode Talaqqi Di MA Tahfidz Nurul Iman Karanganyar.” Journal of Law, Education and Business 2, no. 1 (2024): 708–14. https://doi.org/10.57235/jleb.v2i1.1973. 98 | ABDINA: Jurnal Sosial Dan Pengabdian Kepada Masyarakat | Vol. 3 No. 2, 2024 Nadia, Zidni F., Sukari Sukari, and Sugiyat Sugiyat. “Program Tahfidz Al-Quran Di Pondok Pesantren Al-Hikmah Muhammadiyah Sukoharjo Dan Dampaknya Terhadap Pendidikan Karakter Santri.” Rayah Al-Islam 7, no. 3 (2023): 1075–84. https://doi.org/10.37274/rais.v7i3.799. Nurlailita, Dea. “Metode Pembelajaran Tahfidz Camp Di SMAIT As-Syifa Boarding School Subang.” Journal of Education and Teaching 2, no. 2 (2021): 168. https://doi.org/10.24014/jete.v2i2.9862. Nurohman, Muhammad A., Wakib Kurniawan, and Dedi Andrianto. “Inovasi Dalam Pendidikan Islam Untuk Mengembangkan Kurikulum Nasional Menuju Konsep Local Genius 6.0 Internet of Things (IoT).” CRJ, 2024, 99–117. https://doi.org/10.61402/crj.v1i4.178. Parhan, Muhamad, Adilla T. I. D, Ajeng I. H. S, Arnis Susnita, and Eva F. K. “Problematika Penerapan Metodologi Barat Pada Pendidikan Dasar Dalam Perspektif Islam.” AlAdabiyah Jurnal Pendidikan Agama Islam 1, no. 1 (2020): 17–32. https://doi.org/10.35719/adabiyah.v1i1.8. Rahmansyah, M I. “Pendampingan Program Pengembangan Generasi Madani Melalui Pendidikan Agama Islam Kepada Anak-Anak TPA Masjid as-Sajadah.” Jurnal Pendidikan Dan Teknologi Indonesia 4, no. 2 (2024): 51–55. https://doi.org/10.52436/1.jpti.399. Rohim, Abd., Benny Prasetya, and Ulil Hidayah. “Hubungan Profesionalisme Guru Dan Motivasi Dalam Menghafal Ayat Al-Qur’an Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadis.” Jurnal Pendidikan Islam Al-Ilmi 5, no. 1 (2022): 1. https://doi.org/10.32529/al-ilmi.v5i1.1252. Suhendra, Suhendra. “Manajemen Pembelajaran Menggunakan Metode Takmili Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca, Menulis Dan Menghafal Al-Qur’An.” Jurnal Educatio Fkip Unma 8, no. 3 (2022): 1038–45. https://doi.org/10.31949/educatio.v8i3.2813. Suryana, Yaya, Dian Dian, and Siti Nuraeni. “Manajemen Program Tahfidz Al-Quran.” Jurnal Isema Islamic Educational Management 3, no. 2 (2019): 103–13. https://doi.org/10.15575/isema.v3i2.5014. Syarifah, Lu’luil M., and Nusrotus Sa’idah. “Analisis Metode Yanbu’a Dalam Meningkatkan Baca Tulis Al-Qur’An.” At-Ta Dib Jurnal Ilmiah Prodi Pendidikan Agama Islam, 2024, 51–64. https://doi.org/10.47498/tadib.v16i1.3148. Taklimudin, Taklimudin, and Febri Saputra. “Metode Keteladanan Pendidikan Islam Dalam Persfektif Quran.” Belajea Jurnal Pendidikan Islam 3, no. 1 (2018): 1. https://doi.org/10.29240/bjpi.v3i1.383.