LISTRA Jurnal Linguistik Sastra Terapan Vol. No. Bulan Juni 2025, pp. https://e-jurnal. id/index. php/LISTRA/index || CITRA PEREMPUAN IDEAL DALAM NOVEL HATI SUHITA KARYA KHILMA ANIS (ANALISIS FEMINISME LIBERAL NAOMI WOLF) Khoirun Nisak 1. Sutardi 2. Ida Sukowati 3 *1-3 Universistas Islam Darul AoUlum Lamongan. Indonesia 1 khoirunisak85@yahoo. 2 sutardi@unisda. 3 idasukowati@unisda. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep patriarki modern Naomi Wolf, menguraikan implikasi materialisme terhadap perempuan dan menganalisis konsep perempuan ideal menurut Naomi Wolf. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Hati Suhita karya Khilma Anis. Wujud data dalam penelitian ini berupa kata, frasa, klausa dan kalimat yang berkaitan dengan topik penelitian. Teknik penyediaan data dalam penelitian ini menggunakan Teknik simak dan Teknik catat. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis kualitatif. Teknik penyajian hasil analisis pada penelitian ini adalah metode informal. Hasil penelitian ini terdapat hal positif bagaimana kita mengintegrasikan nilai-nilai tradisional pada novel Hati Suhita karya Khilma Anis yang di ajarakan oleh keluarga tentang kebebasan dan pilihan pribadi, namun masih tetap menghormati tradisi dan juga berusaha mencari cara untuk beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa mengorbankan nilai-nilai yang di anut Kata kunci: Citra Perempuan Ideal. Feminisme Liberal. ABSTRACT This study aims to describe the image of women according to the modern patriarchy concept of Naomi Wolf, to examine the implications of materialism of women, and to analyze the concept of the ideal woman according of Naomi Wolf. The method used in this research is qualitative descriptive. The data source for this study is the novel Hati Suhita by Khilma Anis. The form of the data in this study consists of words, phrases, clauses, and sentences related to the research topic. The data collection techniques used in this research are the observation technique and the write technique. The data analysis technique used in this study is qualitative analysis. The presentation of the results of the analysis in this study employs an informal method. The findings of this study highlight the positive aspects of how traditional values in the novel Hati Suhita by Khilma Anis taught by the family about freedom and personal choices can be integrated, while still respecting traditions and adapting to changes in the era without sacrificing the values they uphold. Kata Kunci: Development. Media Smart Card. Write Poetry. This is an open-access article under the CCAeBY-SA license. Pendahuluan Perempuan dan keberadaannya adalah hal yang sangat menarik untuk dibicarakan. Isu tentang perempuan selalu hangat diperbincangkan. Banyak sekali platform-platform digital yang membahas tentang hal tersebut. Mulai dari isu yang menjunjung tinggi martabat perempuan sampai isu-isu yang mendiskreditkan perempuan. Banyak juga literatur-literatur akademik yang mulai menggunakan perempuan sebagai objek kajiannya. Bukan hanya itu, karya-karya sastra pun sekarang juga mulai ramai menggunakan perempuan sebagai objek dalam pembahasan. Dalam novel misalnya, pengarang seringkali memaparkan tokoh perempuan dalam ceritanya dengan berbagai karakteristiknya. Mulai dari sikapnya ketika menghadapi sebuah https://e-jurnal. id/index. php/LISTRA/index listra@unisda. problem, bentuk-bentuk problem solving yang akan diambil hingga kebiasaan-kebiasaannya ketika problem itu datang. Pada akhirnya paparan-paparan inilah yang membentuk sebuah citra ataupun penggambaran diri sosok perempuan pada umumnya. Nurgiyantoro . 2: . mengemukakan bahwa novel merupakan karya sastra yang berbentuk prosa. Salah satu ciri lainnya adalah adanya kesatuan makna dalam wujud paragraf- paragraf yang membentuk kesatuan yang disebut cerita. Novel merupakan reaksi yang dituangkan oleh penulis untuk menyampaikan reaksi pada peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam kehidupan di masyarakat. Hampir tidak mungkin seorang pengarang dapat membuat penggambaran terhadap seorang wanita tanpa hanya dengan penggambaran yang ada di pikirannya tanpa dipengaruhi oleh realitas sosial di sekitarnya. Sama halnya dengan penelitian yang akan dibahas erat kaitanya dengan adanya citra Citra perempuan adalah gambaran tentang peran perempuan dalam kehidupan Perempuan mempunyai peran aktif dalam dunia sosial, politik, dan ekonomi yang Sama derajat dengan laki-laki Citra perempuan adalah gambaran tentang peran perempuan dalam kehidupan sosial. Perempuan mempunyai peran aktif dalam dunia sosial, politik, dan ekonomi yang Sama derajat dengan laki-laki. Citra perempuan sangat menarik untuk diteliti. Terkadang apa yang disajikan oleh pengarang mengenai citra diri seorang perempuan akan menjadi sebuah pembenaran dalam masyarakat. Perempuan dalam karya sastra sering divisualisasikan sebagai tokoh yang mengalami diskriminasi. Sedangkan dalam masyarakat dianggap sebagai sosok yang penurut, tak berdaya dan juga tidak memiliki kekuatan ataupun hak yang sama dengan laki-laki. Apalagi di kalangan suku Jawa, sosok perempuan masih memiliki ruang lingkup yang sempit, hanya berbatas pada pekerjaan rumah saja atau istilah Jawanya sumur, dapur, dan kasur. Di kalangan masyarakat, di mana baik di dalam dunia pekerjaan maupun kehidupan sosial, perempuan dan laki-laki mempunyai peran yang berbeda. Sebagian masyarakat pendapat bahwa perempuan tidak bisa dibandingkan dengan laki-laki. Kedudukan perempuan tidak jarang dianggap berada di bawah laki-laki . Melalui kajian Feminisme inilah yang akan menjadi dasar teori pada penelitian yang akan dibahas oleh peneliti. Feminisme merupakan perspektif atau cara pandang, cara pikir, dan ideologi untuk mencapai keadilan gender (Maghfiroh & Zawawi, 2020: . Naomi Wolf adalah tokoh penggagas feminisme kekuasaan yang menyuarakan secara lantang daya kekuatan dan ketahanan perempuan serta menolak keras akan ketidakberdayaan perempuan dan penggebrak peran perempuan dalam segala bidang kehidupan. Naomi Wolf menyatakan bahwa kejujuran memandang sisi-sisi gelap perempuan adalah sesuatu yang memberdayakan dan baik secara moral. Naomi Wolf menyatakan perempuan memiliki kuasa bukan berarti perempuan adalah monster dengan senjata tempur yang berat, tetapi aksi agresif yang bersifat positif bagi dirinya dan orang lain (Maghfiroh & Zawawi, 2020: . Kajian feminisme menggali, mengkaji, serta menilai peran perempuan dari karya-karya sastra, realita pada masa kini maupun masa-masa silam. Feminisme memperjuangkan kesempatan bagi perempuan untuk merekonstruksi dunia perempuan dan menawarkan prospek kebebasan di masa depan. Wolf menghadirkan dua tradisi feminis, yaitu feminisme korban dan feminisme kekuasaan. Feminisme korban dengan prinsip Aointisari kebaikan perempuanAo yang memposisikan perempuan dalam ketidakberdayaan guna mendapat kekuasaan, feminisme ini menurut Wolf bersifat regresif yang memperlambat kemajuan, seharusnya prinsip yang jauh lebih baik adalah Aokejujuran seorang perempuan dalam memandang sisi-sisi gelap dalam diri mereka adalah sesuatu yang memberdayakan dan baik secara moralAo. Feminisme kekuasaan menjadikan pengalaman perempuan sebagai refleksi kekuatan dari dalam diri dan menyetarakan kekuasaan yang sama antara laki-laki dan perempuan (Maghfiroh & Zawawi, 2020: . Objek kajian penelitian ini bersumber pada novel yang merupakan karya sastra, di mana karya sastra memuat tentang kehidupan masyarakat pada umumnya, bisa berupa kritikan, motivasi, pengalaman hidup, kesetaraan gender, bahkan bisa juga berupa citra kehidupan Salah satu novel yang membahas tentang perempuan sebagai objek pencitraan adalah novel Hati Suhita karya Khilma Anis. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka Pada penelitian ini peneliti berminat untuk mengkaji dan menganalisis novel Hati Suhita. Menggunakan Analisis feminisme liberal hanya dibatasi mengenai citra perempuan ideal berdasarkan analisis feminis liberal Naomi Wolf. Implikasi modern terhadap perempuan yang dan citra perempuan ideal menurut Naomi Wolf. Melalui tinjauan feminisme liberal Naomi wolf peneliti bisa mengetahui bagaimana sebuah karya sastra dapat menggambarkan pencitraan perempuan dalam novel. Perempuan menggunakan kekuasaan serta kebebasan untuk dapat tampil. Hal ini bukan semata-mata membuat kedudukan perempuan berada di atas laki-laki melainkan Citra perempuan merupakan semua wujud gambaran mental spiritual dan tingkah laku keseharian perempuan yang menunjukan wajah dan ciri khas perempuan (Sugihastuti 2000:. Citra perempuan bahkan kehidupan pada umumnya kerap sekali digambarkan dalam karya sastra berbentuk Mempunyai kedudukan yang sama dengan laki-laki. Penelitian citra perempuan ideal dengan teori feminisme terhadap karya sastra mengisahkan tentang seorang atau beberapa perempuan yang ada dalam novel, seperti novel Hati Suhita karya Khilma Anis yang ditulis oleh pengarang Hal ini merupakan sesuatu yang menarik, karena menggambarkan perempuan yang penuh kesabaran. Hal ini menunjukkan bahwa sastra dapat menjadi wadah yang halus dalam mengungkapkan gagasan-gagasan, mengenai sosok peran, dan berbagai macam karakter seorang perempuan. Kita bisa melihat hal ini dalam novel Hati Suhita karya Khilma Anis Pengarang mengangkat citra perempuan melalui tokoh utama bernama Alina Suhita. Novel Hati Suhita adalah novel yang menjadi buah pembicaraan di media sosial, terutama Tulisan yang begitu menyita perhatian ini membuat khazanah sastra kembali ramai dan tentu digandrungi oleh pembaca. Sebuah tulisan sederhana yang mengundang penasaran, haru, dan gairah pembaca ini ditulis oleh Khilma Anis, alumnus Pondok Pesantren AssaAoidiyyah Bahrul Ulum Tambak beras Jombang. Selain itu novel Hati Suhita, perempuan yang lama berpengalaman di dunia jurnalistik ini telah menulis novel Wigati dan Jadilah Purnamaku Ning. Novel Hati Suhita berawal dari tulisannya yang dishare pada halaman facebook Khilma Anis. Tulisan yang ia anggap sederhana itu, ternyata menuai banyak komentar positif pembaca, dan ingin segera mengetahui kelanjutan kisah Alina Suhita dan Gus Birru, novel yang menceritakan kisah kehidupan rumah tangga yang dipenuhi haru biru, di mana Alina Suhita sedari remaja sudah dianggap menjadi menantu kiai. Namun Gus Biru yang senang menjadi aktivis kampus memiliki kisah masa lalu bersama Ratna Rengganis yang membuatnya belum sepenuhnya menerima Suhita. Tokoh Rengganis dalam novel ini bukanlah tokoh antagonis. Rengganis sangat menjunjung tinggi keberadaan perempuan, sehingga bagi orang-orang yang menilai Rengganis itu pelakor, itu tidak benar. Rengganis juga memiliki hati, dia pernah ditinggal oleh kekasihnya. Jadi, semua memiliki latar belakang tersendiri. Cerita lika-liku kehidupan tokoh utama dalam novel Hati Suhita sangatlah menarik untuk diteliti. Citra seorang perempuan ideal yang mampu menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Ideal berasal dari kata dalam bahasa Yunani yaitu idea, yang memiliki arti dalam Bahasa Indonesia sebagai sebuah visi atau kontemplasi (Lorens Bagus, 1996: 299 wikipedia. Dengan mengambil tokoh utama pada novel Hati Suhita karya khilma Anis, feminisme liberal sangat cocok untuk penelitian ini. Teori feminisme liberal menawarkan pandangan kebebasan dan kajian sosial yang melibatkan tokoh perempuan untuk mendapatkan kedudukan sosial, ekonomi, dan kebebasan menentukan dirinya sendiri serta mencapai kesetaraan karena adanya kuasa dalam diri sendiri. Peneliti memilih novel Hati Suhita karena novel ini sangat menarik serta banyak menginspirasi pembaca melalui alur cerita yang diangkat oleh pengarang. Novel Hati Suhita ini sangat menarik perhatian masyarakat, khususnya perempuan muda dalam proses pencarian jati diri. Alur dalam cerita ini mengangkat citra perempuan yang sangat sabar. Peneliti menganalisis kajian-kajian ini melalui teks yang ada dalam novel Hati Suhita. Karena hal ini juga. Peneliti tertarik untuk membuat penelitian dengan judul Citra Perempuan Ideal dalam Novel Hati Suhita Karya Khilma Anis: Tinjauan Feminisme Liberal. Penelitian ini dimulai dengan menetapkan objek yaitu Citra Perempuan pada novel Hati Suhita. Setelah membaca Novel Hati Suhita peneliti menetapkan tiga masalah yang akan dibahas yaitu pertama menganalisis citra perempuan menurut konsep patriarki modern dalam novel Hati Suhita Karya Khilma Anis mengunakan kajian feminis liberal Naomi Wolf. Yang kedua menguraikan implikasi materialisme terhadap perempuan dan yang ketiga mendeskripsikan konsep perempuan ideal menurut Naomi wolf dalam novel Hati Suhita Karya Khilma Anis. Berdasarkan rumusan masalah tersebut tujuan peneliti dalam membuat penelitian ini untuk menganalisis citra perempuan menurut konsep patriarki modern Naomi wolf dalam novel AuHati SuhitaAy karya Khilma Anis. Menguraikan impilkasi materialisme terhadap perempuan menurut Naomi wolf dalam novel Hati Suhita Karya Khilma Anis dan Mendeskripsikan konsep perempuan ideal menurut Naomi wolf dalam novel Hati Suhita Karya Khilma Anis Beberapa penelitian menjadi bahan bacaan dan perbandingan buat penelitian ini dan penelitian sebelumnya. Peneliti memberikan perempuan pada novel Hati Suhita sehingga penulis dapat memahami, mengamati, perbedaan dan persamaan dari pada setiap penelitian. Pertama Penelitian yang dilakukan oleh Antonia . yang berjudul Citra Perempuan Ideal dalam Novel Suti karya Sapardi Djoko Damono. Kedua Yuliastuti . meneliti Citra Perempuan Dalam Novel Hayuri Karya Maria EttyAn. Ketiga penelitian Bulan Rara Yangsen . yang berjudul Citra Perempuan Makassar Dalam Novel Natisha Persembahan Terakhir Karya Khrisna Pabichara Analisis Kekuasaan Naomi Wolf. Masing-masing karya relevansi di atas memiliki persamaan dan perbedaan. Perbedaan mulai dari segi sumber data yang digunakan, teori pendekatan yang digunakan dalam penelitian tersebut. Persamaan yang nampak pada peneliti terdahulu membahas tentang citra perempuan dan penokohan yang ada dalam sebuah novel. Serta sama-sama menggunakan Metode deskriptif kualitatif. METODE Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Pendekatan bersifat deskriptif yang berarti peneliti berusaha untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang fenomena yang diteliti. Data yang dikumpulkan dalam penelitian kualitatif sering berupa teks atau narasi, yang memungkinkan peneliti untuk menggambarkan dan menjelaskan kompleksitas fenomena dengan detail (Sukowati dkk, 2023:. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Hati Suhita karya Khilma Anis. Wujud data dalam penelitian ini berupa kata, frasa, klausa dan kalimat yang berkaitan dengan topik Data yang diperoleh berupa tulisan atau kata-kata tersebut, kemudian dianalisis dengan pendekatan objektif, yaitu menghubungkan data dengan nilai-nilai sosial dan dikaitkan dengan landasan teori yang dikemukakan oleh para ahli. Teknik penyediaan data dalam penelitian ini menggunakan Teknik simak dan Teknik catat. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis kualitatif. Teknik penyajian hasil analisis pada penelitian ini adalah metode informal. Teknik Pemeriksan Keabsahan Data yaitu melalui Pengulangan pembacaan, triangulasi. Deskripsi karya secara mendalam. HASIL DAN PEMBAHASAN Citra Perempuan Ideal Konsep Patriarki Modern Naomi Wolf Konsep patriarki modern menurut Naomi Wolf menyoroti perjuangan perempuan dalam menghadapi ekspektasi sosial dan industri yang sering kali merugikan, serta pentingnya membangun citra diri yang sehat dan memberdayakan. Dalam novel "Hati Suhita" terdapat beberapa tema yang sejalan dengan pemikiran Naomi Wolf tentang citra perempuan dan Salah satu aspek penting cerita dalam novel "Hati Suhita" adalah perjalanan karakter utama yang berusaha menemukan jati dirinya dan menghadapi berbagai ekspektasi yang ditetapkan oleh keluarganya dan masyarakat. Karakter Alina Suhita menggambarkan perjuangan perempuan dalam menghadapi tekanan sosial, termasuk untuk memenuhi perannya sebagai seorang istri yang patuh, standar kecantikan dan peran yang telah ditetapkan oleh patriarki. Standar Kecantikan Patriarki modern menempatkan perempuan dalam kerangka ekspektasi yang dipaksakan, baik melalui standar kecantikan maupun peran gender tradisional. Menurut Naomi Wolf dalam bukunya The Beauty Myth. Naomi Wolf mengkritik bagaimana kapitalisme dan budaya konsumsi menciptakan standar kecantikan yang tidak realistis untuk perempuan. Kaitannya dengan tokoh Alina Suhita dalam novel Hati Suita karya khilma Anis, meskipun konsep patriarki modern tidak begitu eksplisit dalam komodifikasi fisik atau kecantikan dalam novel ini, namun kita bisa melihat dampak dari ekspektasi sosial terhadap perempuan dalam peran tradisional yang dijalani oleh tokoh utama. Alina Suhita. Berikut kutipan yang relevan. (Data FL1-KPMs. "Alina suhita di kenal semua orang sebagai calon menantu Kiai Hanan, dia sangat baik menjalankan peran itu, sampai orang mengatakan betapa beruntungnya Kyai Hanan punya menantu yang cantik dan gilang gemilang. " (Anis, 2019:. Dalam kutipan ini. Alina dipaksa untuk menjadi gambaran ideal dari perempuan yang sempurna dalam pandangan patriarki, bahwasanya cantik, patuh dan selalu siap memenuhi ekspektasi masyarakat. Kebebasan Individu Citra perempuan dibentuk untuk menjadi objek yang dinilai hanya berdasarkan penampilan fisik mereka, yang sering kali dipaksakan oleh standar kecantikan yang tidak realistis dan terus berubah. (Wolf. Hal ini menciptakan ketidakamanan dan ketergantungan pada industri kecantikan, yang akhirnya mengalihkan perhatian perempuan dari potensi diri mereka yang sesungguhnya dan membatasi kebebasan serta perkembangan mereka sebagai individu. Ekspektasi patriarki yang dialami oleh tokoh utama. Alina Suhita, tercermin dalam kutipan-kutipan yang menunjukkan bagaimana peran perempuan diatur dan dipaksakan oleh norma sosial dan budaya patriarki. Berikut beberapa kutipan yang relevan. Perempuan Tunduk pada Peran Tradisional Data FL1-KPMki "Lihatlah aku. Alina Suhita, perempuan yang sejak MTs sudah di tembung Kiai dan Bu Nyai Hanan untuk menjadi menantu tunggal mereka. " (Anis, 2019:. Kutipan ini menunjukkan bagaimana Alina merasa dibatasi oleh norma patriarki yang mengharapkan perempuan untuk tunduk perjodohan yang sudah di atur oleh keluarga, tanpa memberi ruang untuk kebebasan berpendapat atau menentukan pilihan hidup sendiri. Tekanan untuk Memenuhi Peran Stereotip Perempuan Data FL1-KPMki AuSejak kecil, ayah dan ibuku sudah mendoktrin bahwa segalaku, cita citaku, tujuan hidupku, adalah kupersembahkan untuk pesantren Al-Anwar, pesantren mertuaku ini. Maka, aku tidak boleh punya cita cita lain selain berusaha keras menjadi layak memimpin di sana. Aku dipondokkan di pesantren Tahfidz sejak kecil. Kiai dan Bu nyai Hannan lah yang mengusulkan bahwa aku harus kuliah di jurusan tafsir hadis meski aku sangat ingin kuliah di jurusan sastra. Ayah ibuku setuju saja asal itu keinginan mereka. Ay (Anis, 2019: . Kutipan ini menunjukkan bagaimana tokoh utama Suhita mengintegrasikan nilainilai tradisional yang diajarkan oleh keluarganya dengan pemahamannya tentang kebebasan dan pilihan pribadi. dia menghormati tradisi, tetapi juga berusaha mencari cara untuk beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa mengorbankan nilai-nilai yang Implikasi Materialisme Terhadap Perempuan Menurut teori Naomi Wolf, dalam bukunya The Beauty Myth . , materialisme memiliki dampak yang signifikan terhadap perempuan, terutama terkait dengan persepsi diri dan identitas mereka. Materialisme, dalam konteks ini, mengacu pada gagasan bahwa nilai seorang perempuan seringkali diukur berdasarkan penampilan fisiknya dan konsumsi barangbarang yang dianggap dapat meningkatkan penampilan tersebut. Kontrol Sosial Dalam novel Hati Suhita karya Khilma Anis dan gagasan Naomi Wolf tentang materialisme dalam konteks perempuan, terdapat hubungan yang dapat dianalisis melalui cara keduanya menggambarkan perjuangan perem- puan dalam masyarakat yang seringkali menempatkan mereka dalam posisi yang terbatas, baik secara sosial maupun emosional. Kaitannya dengan Tokoh Alina Suhita dalam novel Hati Suhita karya Khilma Anis, meskipun tema materialisme tidak begitu eksplisit dalam bentuk komodifikasi fisik atau kecantikan, kita bisa melihat dampak dari ekspektasi sosial terhadap perempuan dalam peran tradisional yang dijalani oleh tokoh utama. Alina Suhita. Suhita, meskipun tidak terobsesi dengan penampilan fisiknya, menghadapi konflik antara peran tradisional yang diharapkan oleh masyarakat . ebagai istri yang patuh, ibu yang baik, dan anggota keluarga yang penuh pengorbana. dan peran yang ingin dia ambil dalam hidupnya, termasuk keinginan untuk dicintai dan dihargai dalam pernikahannya. Seperti kutipan berikut ini Data FL2-IMks AuAku tau dia butuh waktu, tapi tidak bisakah dia berbicara lebih halus tanpa menyakiti perasaanku, kalau dia menolakku sebagai seorang istri, tidak bisakah dia menghormatiku sebagai seorang perempuan?Ay (Anis. 2019: . Kehidupan Suhita dipengaruhi oleh tekanan sosial dan budaya yang menuntut perempuan untuk memenuhi standar tertentu . isalnya pernikahan yang terstruktur, menjaga kehormatan keluarga, dan berperan sebagai istri yang seti. , meskipun dia sering merasa tidak sepenuhnya bebas dalam membuat pilihan-pilihannya. Seperti halnya dengan kritik Wolf terhadap materialisme. Suhita berjuang dengan ide-ide sosial dan ekspektasi yang mengekang kebebasan pribadi dan identitasnya sebagai perempuan. Aspek Pendidikan Di kehidupan dalam masyarakat, meskipun ada kemajuan dalam akses pendidikan, perempuan masih sering dibatasi oleh ekspektasi sosial yang berkaitan dengan penampilan Citra perempuan ideal seringkali berfungsi untuk membatasi ruang gerak perempuan, baik dalam hal karir, pendidikan, maupun kebebasan pribadi. Pendidikan, yang seharusnya memberikan kesempatan setara untuk mengembangkan potensi diri. Wolf tidak hanya mengkritik, tetapi juga menawarkan solusi untuk mengatasi masalah ini. Ia menyarankan pentingnya pendidikan yang lebih berfokus pada pemberdayaan perempuan, yang membantu mereka melihat diri mereka lebih dari sekadar penampilan fisik. Pendidikan harus mendorong perempuan untuk mengejar karir, ilmu pengetahuan, dan bidang Istilah kanca wingking yang biasanya melekat pada perempuan pada zaman sekarang mungkin sudah tidak berguna lagi karena perempuan zaman sekarang juga selalu memperhatikan pendidikannya supaya tidak dianggap bodoh oleh para laki-laki. Kanca wingking adalah istilah yang biasa digunakan masyarakat Jawa yang mana memiliki arti teman belakang atau secara modern dapat diartikan sebagai orang yang hanya mengurusi pekerjaan dapur saja ketika sudah dewasa. Data FL2-IMap AuAku dipondokkan di pesantren Tahfidz sejak kecil. Kiai dan Bu nyai Hannan lah yang mengusulkan bahwa aku harus kuliah di jurusan tafsir hadis meski aku sangat ingin kuliah di jurusan sastra. Ayah ibuku setuju saja asal itu keinginan mereka. Ay (Anis, 2019: . Dari kalimat kutipan yang tertulis di atas menggambarkan bahwa Alina Suhita sebagai perempuan modern dituntut untuk memiliki pendidikan yang tinggi sehingga dapat memimpin pesantren milik mertuanya. Konsep Perempuan Ideal Konsep perempuan ideal adalah perempuan yang memiliki kekuatan, keberanian dan kebebasan untuk membuat pilihan dalam hidupnya. Dia tidak hanya berperan sebagai istri, tetapi juga sebagai sosok wanita berpendidikan yang mandiri dan cerdas. Mereka memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan dan mempertahankan diri dalam menghadapi tantangan hidup. Perempuan Cantik Paras cantik Cantik adalah apapun yang secara fisik menarik untuk pria: fitur tubuh molek, bibir yang terlihat AopenuhAo, dagu yang lancip, dan mata yang besar. Kecantikan yang kasat mata seperti ini, kerap membuat mata terpana, dan secara tidak sadar orang pada umumnya punya ekspektasi yang lebih tinggi pada perempuan yang terlihat cantik. Hal ini sebagaimana kutipan berikut Data FL3-KPIpc AuKamu itu cantik. Lin. Dalam teori perempuan Jawa, kamu itu menjangan ketawan,Ay dia bicara penuh semangat di balik kemudi. Aku terekeh. Dia selalu sok tahu. Seolaholah dialah yang paling ilmiah di muka bumi ini, padahal dia hanya membaca novel dan majalah,bukan jurnal-jurnal. (Anis, 2019: . Kutipan di atas menggambarkan bahwa sosok Alina Suhita menurut sahabatnya adalah sosok perempuan yang cantik. Kecantikan Alina Suhita dalam kutipan tersebut digambarkan sebagai menjangan ketawan. Gigi Gingsul dan Bulu Mata Lentik Meskipun dilihat dari ilmu estetik gigi tidak termasuk kategori standar kecantikan, tapi gigi gingsul tetap memberikan berkah bagi pemiliknya. Menurut para laki-laki, perempuan yang memiliki gigi gingsul adalah pemilik senyum terbaik karena bagi mereka itu manis. Data FL3-KPIpc AuKalau kamu malah ditambah gigi gingsul dan bulu mata lentikAKamu nggak ngapangapain aja orang udah tertarik. Ay (Anis,2019:. Kutipan di atas menunjukkan bahwa sosok Alina Suhita sebagai tokoh utama dalam novel ini memiliki gigi gingsul dan bulu mata lentik. Dalam kutipan tersebut menurut sahabatnya mesikpun Alina Suhita tidak melakukan apa-apa, laki-laki akan tetap tertarik Hidung Mancung Hidung mancung sering kali dianggap sebagai salah satu ciri fisik yang ideal dalam standar kecantikan yang dipromosikan oleh media dan masyarakat. Dalam konteks citra perempuan ideal, seringkali ada tekanan untuk memenuhi ekspektasi fisik tertentu, seperti memiliki hidung mancung, yang dianggap lebih "cantik" atau "menarik" dalam beberapa budaya. Namun, hal ini juga menciptakan standar kecantikan yang tidak realistis, karena setiap individu memiliki ciri fisik yang berbeda-beda dan keunikan masing-masing yang seharusnya dihargai, bukan diukur dengan satu ukuran kecantikan yang sempit. Data FL3-KPIpc AuHidungmu juga lebih mancung. Lin. Pokoknya aura kecantikanmu itu kuatA Saking ae kamu jalan nya menunduk. Aku yang tahu. Lin. Kamu banyak yang ngeliatin. Ay (Anis,2019: . Kutipan di atas menunjukan bahwa sosok Alina Suhita memiliki hidung yang lebih mancung daripada perempuan pada umumnya. Hidung mancung yang dimiliki Alina Suhita tersebut menambah aura kecantikannya. Hal ini mengakibatkan banyak laki-laki yang memperhatikannya meskipun sang tokoh utama Alina Suhita tidak Pintar Perempuan yang pintar, menawan dan cantik selalu menarik di mata laki-laki. Perempuan yang pintar juga memiliki nilai plus tersendiri di mata setiap laki-laki. Salah satu ciri perempuan pintar adalah memiliki wawasan yang cukup luas. Sama halnya tokoh utama Alina Suhita dalam cerita novel Hati Suhita karya Khilma Anis diakui oleh temannya yang bernama kang Darma sebagai sosok perempuan yang pintar, berikut ini kutipannya Data FL3-KPIc AuMungkin sebab tirakat kyai Hanan, ia menemukan calon menantu yang persisi seperti doAoa nya , perempuan yang santun ,pintar dan matang ilmunyaAy. (Anis,2019: . Dari kutipan di atas menggambarkan bahwa Alina merupakan sosok perempuan yang pintar dan mumpuni serta matang ilmunya. Jika dihubungkan dari kutipan tersebut bahwasanya tokoh utama yang bernama alina suhita merupakan seorang perempuan selain cantik juga pintar. SIMPULAN Berdasarkan temuan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan, dapat disimpulkan bahwa citra perempuan ideal pada novel Hati Suhita karya Khilma Anis analisis Feminisme Liberal Naomi wolf adalah sebagai berikut. Novel Hati Suhita karya Khilma Anis terdapat citra perempuan yang terdiri dari konsep patriarki modern, gambaran yang dibentuk oleh masyarakat mengenai standar kecantikan yang tidak realistis dan digambarkan juga melalui tokoh utama Alina Suhita yang merasa di batasi oleh norma patriarki yang mengharapkan perempuian tunduk pada perjodohan yang sudah di atur oleh keluarga, tanpa memberi ruang kebebasan untuk berpendapat atau menentukan pilihan hidupnya. Implikasi materialisme terhadap perempuan di gambarkan pada tokoh Alina Suhita sebagai perempuan yang berdaya, meskipun terdapat kontrol sosial dan banyak tantangan yang dihadapinya baik dalam pernikahan maupun dalam peranannya di pesantren dan Dia tidak hanya berperan sebagai istri, tetapi juga sebagai sosok wanita berpendidikan yang mandiri dan cerdas. Citra perempuan ideal menurut Naomi wolf digambarkan oleh tokoh utama Alina Suhita yang memiliki wajah yang cantik, gigi gingsul, bulu mata lentik, hidung mancung, serta merupakan sosok perempuan yang pintar. DAFTAR PUSTAKA