Nur Arofah TisAoina JURNAL STUDI. SOSIAL. DAN EKONOMI Vol. 5 No. Januari 2024 Hal. TEORI HERBERMAS DENGAN PANDANGAN SOSIAL PADA RUANG LINGKUP PENCEGAHAN PRILAKU BULLYING Nur Arofah TisAoina (Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah. STAI Sabilul Muttaqi. Abstrak pentingnya kontribusi Jyrgen Habermas dalam mengembangkan teori hermeneutika, khususnya dalam menyeimbangkan antara obyektifitas dan subyektifitas, idealitas dan realitas, serta teoritis dan praktis. Habermas melanjutkan perjalanan hermeneutika dengan menarik konsep subyektifitas dan obyektifitas ke wilayah yang lebih radikal, mempertahankan prinsip ketidak-terpisahan antara kebenaran dan kebaikan, kenyataan dan nilai, teori dan praktik. Dalam upayanya menentang positivisme dan menolak kembali ke pandangan ontologis dan epistemologis klasik. Habermas fokus pada konstruksi teori kritis dengan orientasi pada wilayah praktis, terutama dalam wujud emansipasi manusia. Metode yang digunakan adalah library research. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Habermas telah menguraikan kondisi ideal yang memungkinkan proses-belajar masyarakat berjalan dengan baik, di Indonesia masih ada jalan yang harus ditempuh untuk mencapai kondisi tersebut. Upaya untuk mengurangi represi terhadap kebebasan berpendapat dan menggeser dominasi kultur paternalistik dapat membantu masyarakat Indonesia menuju kondisi di mana dialog yang saling menghormati dan berimbang dapat terwujud kata kunci : Jurgen Habermas. Teori Hermeneutika. pandangan sosial PENDAHULUAN pentingnya kontribusi Jyrgen Habermas dalam mengembangkan teori hermeneutika, khususnya dalam menyeimbangkan antara obyektifitas dan subyektifitas, idealitas dan realitas, serta teoritis dan praktis. Hermeneutika, yang pada awalnya terfokus pada wilayah idealisme, dikembangkan oleh Habermas untuk memahami lapangan realisme-empiris. Sebelumnya, hermeneutika banyak berfokus pada wilayah teks, tetapi dengan pengaruh Dilthey, hermeneutika ditarik ke wilayah sosial untuk menafsirkan sejarah dan fenomena Arif Fahruddin. Hermeneutika Transendental (Yogyakarta: IRCISOD, 2. Hal 202 Jurnal Study. Sosial, dan Ekonomi Vol 5 No 2. Januari 2024 Nur Arofah TisAoina Dilthey memperhitungkan aspek subyektifitas dan obyektifitas dalam menafsirkan realitas sosial, sebagai respons terhadap dominasi ilmu eksakta dalam ilmu-ilmu sosial dan Habermas melanjutkan perjalanan hermeneutika dengan menarik konsep subyektifitas dan obyektifitas ke wilayah yang lebih radikal, mempertahankan prinsip ketidak-terpisahan antara kebenaran dan kebaikan, kenyataan dan nilai, teori dan praktik. Dalam upayanya menentang positivisme dan menolak kembali ke pandangan ontologis dan epistemologis klasik. Habermas fokus pada konstruksi teori kritis dengan orientasi pada wilayah praktis, terutama dalam wujud emansipasi manusia2. Pentingnya komunikasi intersubyektif dalam ranah praktis menjadi pusat perhatian dalam teori kritis Habermas, di mana tidak hanya obyektifitas yang diunggulkan, tetapi juga melibatkan peran aktif subyek. Prinsip ini mengarah pada pemahaman bahwa teori kritis tidak hanya tentang kebenaran objektif, tetapi juga melibatkan peran penting para subyek dalam proses komunikasi dan emansipasi manusia3. Biografi Jurgen Habermas Jyrgen Habermas merupakan seorang filsuf dan teoritisi sosial yang paling berpengaruh pada saat ini. Ia dilahirkan di kota Dusseldorf. Jerman pada tanggal 18 Juni 1927. Seorang anak dari keluarga kelas menengah yang agak tradisonal. Sang Ayah pernah menjabat sebagai direktur Kamar Dagang di kota kelahirannya4. Jerman dengan keunikannya tersendiri telah menjadi saksi bisu lahirnya sejumlah filsuf besar dan berpengaruh pada zamannya. Sebut saja. Immanuel Kant. Arthur Shopenhauer. Johann Wolfgang von Goethe. Johann Gottlieb Fichte. Friedrich Schelling. George Wilhelm Friedrich Hegel. Karl Marx. Friedrich Nietzsche. Wilhelm Dilthey. Edmund Husserl. Max Scheler. Karl Jaspers. Martin Heidegger. Max Horkheimer. Theodor Wiesengrund Adorno. Herbert Marcuse. Dari sederet nama di atas. Jyrgen Habermas merupakan salah satunya yang masih hidup. Pengalaman pahitnya sewaktu masih remaja yang ditandai dengan dua peristiwa besar Thomas Mc. Charthy. Dalam Krisis Legitimasi Jurgen Habermas, 1975. Paul Ricour. Hermeneutika Ilmu Sosial (Yogyakarta: Kreasi Wacana, 2. Franz Magnis Suseno. Au75 Tahun Jyrgen HabermasAy, 2004. Hal 203 Jurnal Study. Sosial, dan Ekonomi Vol 5 No 2. Januari 2024 Nur Arofah TisAoina yaitu Perang Dunia (PD) ke II dan pengalaman hidupnya di bawah rezim nasionalis-sosialis Adolf Hitler, turut andil dalam membentuk konstruksi pemikirannya dikemudian hari. Tak heran kiranya jika Thomas McCarty, seorang intelektual dari Inggris dan seorang AyHabermasianAy mengomentari ketokohan Jyrgen Habermas. Menurutnya, sebagaimana dikutip Ibrahim Ali Fauzi, bahwasanya Habermas adalah seorang tokoh intelektual terkemuka dalam iklim akademis di Jerman dewasa ini, sebagaimana yang dialami sendiri. Hampir tidak ada seseorang yang bergelut dalam bidang ilmu humaniora . dan ilmu-ilmu sosial yang tidak merasakan pengaruh pemikiran Jyrgen Habermas. Ia adalah raja, dengan keluasan dan kedalaman ilmunya, ia memberikan kontribusinya dalam filsafat, psikologi, ilmu politik dan Habermas membangun kerangka teorinya secara holistik dalam kerangka kesatuan Kesatuan perspektif disini berasal dari sebuah visi kemanusian yang berakar dan membentang dari tradisi Immanuel Kant hingga Karl Marx. Tradisi kemanusiaan tersebut merupakan sebuah upaya menggambarkan akan dirinya dan semua orang yang mempunyai intensi moral-politik. Hal ini tergambar secara jelas dari bentuk gagasan-gagasan sistematis di mana ia artikulasikan5. Pendidikan tingginya berawal dari sebuah univesitas di kota Gottingen. Di Gottingen Jurgen Habermas belajar kesusasteraan Jerman, sejarah dan filsasat. Ia juga mempelajari bidang-bidang lain seperti, psikologi, dan ekonomi. Selang beberapa tahun setelah ia pindah ke Zurich. Jyrgen Habermas kemudian melanjutkan studi filsafatnya di Universitas Bonn di mana ia memperoleh gelar doktor dalam bidang filsafat setelah ia mempertahankan desertasinya yang berjudul Audas Absolut und die GeschichteAy . ang Absolut dan Sejara. , suatu studi tentang pemikiran Friedrich Schelling. ( K. Bertens. Filfasat Barat Kontemporer Inggri. Di samping itu, ia juga terlibat aktif dalam diskusi-diskusi politik, diantaranya perdebatan hangat tentang masalah persenjataan kembali . di Jerman setelah kalah dalam perang dunia ke II. Dari aktivitas inilah ia menggabungkan dirinya dalam partai National Socialist Germany. Pada usianya yang ke 25 tahun. Jyrgen Habermas bergabung dengan Institut fyr Sozialforschung (Institut Penelitian Sosia. di Frankfurt yang biasa disebut dengan Mazhab Frankfurt dan Jyrgen Habermas terlibat aktif dalam mempopulerkan megaproyek teori kritis . ritische theori. Menurut Franz Magnis Suseno, filsafat kritis berdiri dalam tradisi pemikiran yang mengambil inspirasi dari Karl Marx. Ciri khas dari filsafat kritis adalah selalu berkaitan Ibrahim Ali Fauzi. Habermas. Jurgen Biography Philosophy (Jakarta: Teraju, 2. Hal 204 Jurnal Study. Sosial, dan Ekonomi Vol 5 No 2. Januari 2024 Nur Arofah TisAoina erat dengan kritik terhadap hubungan-hubungan sosial yang nyata6. Dua tahun berikutnya, tepatnya pada tahun 1956, ia telah dipercaya sebagai asisten dari Theodor Wiesengrund Adorno. Peristiwa ini merupakan sebuah pertualangan yang mengharubiru, karena di lembaga inilah Jyrgen Habermas menemukan identitas intelektualnya. Begitu juga dengan sang guru . aca: Theodor Wiesengrund Adorn. , ia merasa senang dan puas atas kinerja Jyrgen Habermas, seorang penulis yang berbakat dan memberikan sumbangsih yang signifikan terhadap lembaga . aca: Institut Penelitian Sosial Frankfur. Hal ini juga dialami dengan rasa yang sama oleh Jyrgen Habermas. Peristiwa ini terjadi ketika ia menerima gajian Ia merasa telah menjadi laki-laki sungguhan . isa mencari uang sendir. Peristiwa di atas membuatnya semakin bergairah untuk meminang seorang kekasihnya yaitu Ute Wesselhoeft, dan melanjutkannya pada jenjang pernikahan pada bulan Agustus 1955, dari hasil pernikan ini, ia dikaruniai tiga . Tilmann. Rebekka, dan Judith. Akan tetapi, lebih dari itu. Sang murid . aca: Jyrgen Haberma. sangat mengagumi dan senang bekerja sama dengan Theodor Wiesengrund Adorno, akan karyanya dan olehnya ia dikenalkan dengan beragam tulisan dan pemikiran yang belum ia kenal sebelumnya7. Kesibukannya di Institut fyr Sozialforschung (Institut Penelitian Sosia. di Frankfurt dan sebagai asisten dari Theodor Wiesengrund Adorno tidak menghalanginya untuk mendapatkan gelar post doktoral dari Universitas Marburg. Tidak berhenti di sini, kurang lebih dari sepuluh buah gelar kehormatan yang ia raih dari beragam Universitas diantaranya adalah. New School for Social Research. New York. Universitas Hebrew Jerusalem. Universitas Buenos Aires. Universitas Hamburg. Reichsuniversitat Utrecht. Universitas Northwestern. Universitas Evanston. Universitas Athens. Universitas Tel Aviv. Universitas Bologna, dan Universitas Paris. Pada tahun 1961, ia juga mempersiapkan sebuah Habilitationsschrift yang berjudul Srukturwandel der Oefenttlichkeit (Perubahan dalam Struktur Pendapat Umu. Yang merupakan sebuah studi tentang sejauh mana demokrasi masih mungkin dalam masyarakat industri modern dan secara khusus membahas berfungsi tidaknya pendapat umum dalam masyarakat umum. Sembari belajar sosiologi kepada Theodor Wiesengrund Adorno. Jyrgen Habermas juga mengambil bagian dalam sebuah proyek penelitian mengenai sikap politik mahasiswa di Universitas Frankfurt yang dikemudian hari dipublikasikan dalam buku Student und Politik (Mahasiswa dan Politi. , yang ditulis bersama dengan L. Friedeberg. Ch. Listiyono dan Ketut Wisarja Santoso. Epistemologi Kiri (Jogjakarta: Ar-Ruzz Media, 2. Maulidin Al-Maula. AuTeori Kritis Civil Society Gerbang,Ay Gerbang 13 . : 242Ae45. Hal 205 Jurnal Study. Sosial, dan Ekonomi Vol 5 No 2. Januari 2024 Nur Arofah TisAoina dan F. Weltz, dan pada saat bersamaan ia diundang menjadi profesor filsafat di Heidelberg. Ketika menjabat sebagai profesor filsafat di Heidelberg, yang mana salah satu koleganya adalah dedengkot hermeneutika terkondang pada waktu itu yaitu. Hans-Georg Gadamer, empat tahun kemudian ia menerima tawaran untuk mengajar dan mengabdi sebagai guru filsafat dan sosiologi di Universitas Frankfurt. Sesaat setelah tiba di Frankfurt, ia kemudiaan terpilih sebagai pengganti dari seniornya (Max Horkheime. sebagai Direktur Institut fyr Sozialforschung. Tatkala terjadi peristiwa demontrasi yang dilakukan oleh Kelompok Mahasiswa Sosialis Jerman (Sozialistischer Deutsche Studentenbun. pada gugusan tahun 1968-1969,(Berten. Habermas menunjukkan sikap dukungannya pada demontrasi yang digelar oleh mahasiswa tersebut. Hal ini berdampak pada dipecatnya sebagai birokrat kampus, akan tetapi keyakinan bahwasanya kebenaran tidak akan tenggelam selamanya membuatnya harus memilih jalan tersebut . aca: dipecat sebagai birokrat kampu. Ia sangat dekat dengan kelompok kiri ini, bahkan Jyrgen Habermas dianggapnya sebagai ideolog dari gerakan tersebut. Akan tetapi, hubungan mesra ini tidak berjalan mulus, aksi-aksi gerakan mahasiswa ini kemudian tidak membuatnya merasa simpatik, hal ini diakibatkan oleh model gerakan yang sudah mulai di luar batas kewajaran . , melihat hal ini Habernas juga tidak tinggal diam, ia mulai dengan kritiknya atas model gerakan tersebut, konflik . aca: konfrontas. dengan mahasiswa tak dapat dielakkan lagi, karena Habermas beranggapan bahwasanya gerakan yang dilakukan oleh Kelompok Mahasiswa Sosialis Jerman sebagai bentuk dari Aurevolusi palsuAy bentuk-bentuk pemerasan yang diulang kembali dan conterproductive8. Akibat dari konfrontasi dengan mahasiswa, ia meninggalkan Universitas Frankfurt dan menerima tawaran di Stanberg. Bayern yakni terhitung sejak 1971 sampai 1981 untuk menjadi Max-Planck Institut Erfoschung Lebensbendingungen Wissenschaftichtechischen Welt (Institut Max-Planck untuk Penelitian Kondisi-Kondisi Hidup dari Dunia Teknis-Ilmia. , dalam lembaga ini Jyrgen Habermas bermitra dengan O. F von Weizsacker, dan pada tahun 1972, ia akhirnya meraih posisi puncak . aca: Direktu. dalam lembaga ini. Pada lembaga inilah Jyrgen Habermas pengembaraan . aca: aktivita. intelektualnya banyak dihabiskan. Setelah kurang lebih sepuluh tahun di Bagi karier ilmiah Max-Planck Institut zut Erfoschung der Lebensbendingungen der Wissenschaftichtechischen Santoso. Epistemologi Kiri. Hal 206 Jurnal Study. Sosial, dan Ekonomi Vol 5 No 2. Januari 2024 Nur Arofah TisAoina Welt (Institut Max-Planck untuk Penelitian Kondisi- Kondisi Hidup dari Dunia Teknis-Ilmia. , menjadi suatu periode yang subur dalam mensistematisir aktivitas intelektualanya. Dan akhirnya pada tahaun 1981 pusat penelitian ini terpaksa bubar, setelah stafnya tidak berhasil mencapai kesepakatan tentang arah perkembangan selanjutnya9. Beragam penghargaan banyak ia raih, pada tahun 1979. Der Spiegel menganugrahinya sebagai Aoilmuwan paling berpengaruhAo di Jerman. Bahkan terhitung sejak 1994 sampai sekarang ia menjadi guru besar emeritus bidang filsafat di Johann Wolfgang Goethe-Universitat. Frankfurt. Klaim Hermeneutik Terhadap Universalitas Secara etimologis, "hermeneutika" berasal dari bahasa Yunani yang berarti 'menafsirkan'. Dalam sebuah artikel yang membahas konsep Hermeneutika Kritis Habermas oleh Ahmad Atabik, dijelaskan bahwa hermeneutika secara harfiah dapat diartikan sebagai penafsiran atau interpretasi. Namun, secara terminologis, hermeneutika merujuk pada proses mengubah sesuatu dari ketidaktahuan menjadi pengetahuan atau pemahaman. Meskipun Habermas tidak secara langsung berkutat pada hermeneutika, namun konsep-konsepnya mendukung prinsip-prinsip hermeneutik. Gagasan-gagasan tersebut terutama tercermin dalam tulisannya yang berjudul "Pengetahuan dan Minat Manusia". Dalam konteks ini. Hermeneutika Habermas membentuk beberapa metode pemahaman dan jenis pemahaman, seperti perbedaan antara pemahaman dan penjelasan. Habermas menekankan bahwa kita tidak selalu dapat sepenuhnya memahami makna suatu fakta, karena ada fakta-fakta yang tidak dapat diinterpretasikan sepenuhnya. Bahkan, ada makna yang tidak terjangkau oleh interpretasi karena bersifat tidak teranalisis atau bahkan di luar pemahaman kita. Istilah Hermeneutika dalam bahasa Yunani mengingatkan pada tokoh mitologis Hermes yang bertugas menyampaikan pesan dari dewa kepada manusia. Hermeneutika Habermas membahas pemahaman monologis atas makna, yang melibatkan bahasa-bahasa 'murni' seperti bahasa simbol. Dengan demikian, proyek hermeneutika Habermas dapat dipahami sebagai proyek hermeneutik sosio-kritis yang diberangkatkan dari sisi epistemologis pemahaman manusia serta pendekatan komunikatif dalam teks, tradisi, maupun institusi masyarakat. Hermeneutik Kritis Bertens. Filfasat Barat Kontemporer Inggris-Jerman (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2. Hal 207 Jurnal Study. Sosial, dan Ekonomi Vol 5 No 2. Januari 2024 Nur Arofah TisAoina Sebelum menjelajahi kompleksitas pemikiran Habermas tentang teori kritisnya, penting untuk memahami latar belakang intelektualnya yang memberikan pengaruh besar terhadap konstruksi pemikirannya. Habermas dikenal sebagai seorang pemikir ilmu sosial dan merupakan salah satu tokoh terkemuka dari aliran Frankfurt School. Filsafat kritis atau teori kritis lahir dari madzhab Frankfurt School, dan Habermas terlibat dalam fase kedua dari perkembangan madzhab ini. Madzhab kritis ini dapat dibagi menjadi dua fase, dengan fase pertama diisi oleh tokohtokoh seperti Marx. Horkheimer. Marcuse, dan Adorno. Habermas terlibat pada fase kedua ini, dimana madzhab kritis mulai didengungkan oleh Horkheimer melalui karyanya yang terkenal, "Traditional and Critical Theory". Keseluruhan madzhab kritis menciptakan landasan bagi pemikiran Habermas dan menginspirasi konstruksi teori kritisnya yang lebih lanjut10. Fase kedua dari perkembangan teori kritis diisi oleh tokoh-tokoh seperti Habermas. Lukacs. Karl Korsch, dan Gramsci. Habermas menjadi tokoh sentral dalam memajukan teori kritis, dan pada periode ini, teori kritis mencapai puncak kinerjanya. Misi dari gerakan madzhab kritis adalah untuk secara rasional mengklarifikasi struktur masyarakat industri saat ini dan menganalisis dampak-dampak struktur tersebut dalam kehidupan manusia dan budaya11. Madzhab Frankfurt, dalam penjelasannya, mengambil titik tolak dari pemahaman rasio yang bersifat teknikalis-instrumentalis. Mereka mengkritik pandangan masyarakat industri yang keliru dalam memahami rasio, menyatakan bahwa rasio teknikalis-instrumental, yang membentuk struktur masyarakat industri, merupakan penyimpangan dari makna sejati rasio. Madzhab ini berusaha merumuskan ide tentang rasio yang lebih orisinal, rasional, dan fundamental, sebagai acuan untuk mengidentifikasi kelemahan masyarakat industri dan merekonstruksi struktur kehidupan masyarakat yang baru. Untuk menjelaskan asal usul rasio instrumental yang mendominasi masyarakat industri, madzhab Frankfurt melacaknya kembali ke era Aufklyrung. Hasil diagnosa mereka menunjukkan bahwa rasio instrumental menjadi cita-cita dan tujuan masyarakat Aufklyrung, yang bertujuan untuk membebaskan manusia dari ancaman alam dan membangun tatanan politik-sosial yang mewujudkan cita-cita kebebasan dan keadilan. Dalam hubungannya dengan generasi pertama madzhab Frankfurt. Habermas terfokus Bagus Laksono. Theori Kritis Dan Teori Tradisional. Program Teori Kritis Menurut Max Horkheimer, 1997. Tom Bottomore. The Frankfurt School and Its Critic (London: Routledge, 2. Hal 208 Jurnal Study. Sosial, dan Ekonomi Vol 5 No 2. Januari 2024 Nur Arofah TisAoina pada kajian bahasa sebagai pendekatan kritis dan mampu berkomunikasi dengan budaya sosial. Meskipun madzhab Frankfurt merupakan gerakan neo-Marxis. Habermas menunjukkan orientasi kritis yang lebih luas. Teori kritis sendiri tidak bisa lepas dari teori konflik yang diperkenalkan oleh Marx, dan Habermas juga terpengaruh oleh dialektika Hegel, di mana dialektika ini dianggap benar jika dilihat dari totalitas hubungannya. Lebih lanjut. Habermas melihat bahwa generasi pertama madzhab Frankfurt tidak berhasil mengatasi reduksionisme Marx, yang mereduksi aspek kehidupan manusia. Marx mereduksi manusia dengan latar belakang dan struktur multi menjadi makhluk material. Habermas mengkritik kecenderungan ini dengan menilai bahwa madzhab Frankfurt generasi pertama gagal mengatasi reduksionisme Marx, terutama dalam merubah filsafat praktis menjadi filsafat kerja yang menganggap produksi material sebagai paradigma dasar untuk menganalisis tindakan manusia12. Marx mengartikan kerja sosial sebagai aktivitas produktif manusia yang terjadi dalam kerangka institusional yang dihubungkan secara simbolik. daya produktif yang diterapkan pada alam hanya berlangsung dalam hubungan produksi tertentu. Walaupun demikian. Marx tidak memisahkan produksi materi dan interaksi sosial sebagai dua dimensi praktik manusia yang tidak dapat direduksi. Dalam pandangan materialisme Marx, aspek kehidupan yang paling vital adalah kerja, karena melalui kerja manusia dapat menciptakan produk teknologi dan Namun, pandangan pekerjaan Marx hanya mencakup manusia sebagai pembuat alat dan meniadakan peran manusia sebagai alat simbolis. Akibat reduksionisme Marx ini, rasio instrumental yang awalnya digunakan oleh generasi pertama dari madzhab Frankfurt untuk memahami dimensi pemberdayaan sejarah, termasuk transformasi dalam wilayah eksternal . eknologi dan industr. dan wilayah internal masyarakat . , pada kenyataannya tetap menolak dimensi internal-batin. Hal ini menyebabkan terabaikannya nilai-nilai subyektifisme-praksis-emansipatoris. Dalam konteks ini. Habermas menyimpulkan bahwa Marx dan generasi awal madzhab Frankfurt telah mengabaikan satu dimensi praksis, yaitu komunikasi. Dengan demikian. Habermas menghadirkan konsep komunikatif dan instrumental sebagai dua konsep yang Distinguishing ini memperkuat esensi ranah praksis, bahwa ranah praksis adalah Thomas Mc. Charthy. Dalam Krisis Legitimasi Jurgen Habermas. Hal 209 Jurnal Study. Sosial, dan Ekonomi Vol 5 No 2. Januari 2024 Nur Arofah TisAoina ranah komunikasi intersubjektif13. Secara fungsional. Habermas memasukkan hermeneutika ke dalam ilmu-ilmu sosial untuk melawan objektivisme dari pendekatan ilmiah terhadap dunia sosial. Eksistensi dan keberhasilan hubungan, yang diobjektivikasikan oleh metode-metode tertentu, pada saat yang sama menunjukkan batasan interpretasi subjektif atas makna yang dimaksud: eksistensi sosial tidak hanya dicirikan oleh kecenderungan tindakan, tetapi juga konteks "obyektif" yang menghapuskan batasan kesadaran dan pencapaian tujuan14. Sifat yang demikian, seakan-akan realitas tidak dapat dikonstruksi, benar-benar bersifat obyektif dan berada di luar pengetahuan subyek. Realitas ini ada sebelum subyek menemukan atau menginterpretasinya. Kedua, karena realitas sudah ada sebelum ditemukan oleh subyek, pengetahuan maksimal tentang makna fakta di masa sekarang dapat terbentuk tanpa intervensi Ketiga, meskipun makna fakta sudah ada, bukan berarti itu merupakan hal final. Harus diakui bahwa setiap kebenaran memiliki sisi kekurangan dan kesalahannya. Teori kritis, menurut Habermas, bertujuan untuk menemukan dan mengungkap sisa-sisa kekurangan dan kesalahan tersebut. Teori kritis Habermas dapat dipahami sebagai suatu program integratif-komunikatif di bidang sosiologis. Tujuannya adalah menggabungkan elemen-elemen hermeneutik, refleksi emansipatoris, dan analisis pengetahuan kausal untuk memberikan dasar baru bagi teori kritis, sambil menetapkan batasan kritis pada absolutisme ilmu-ilmu kemasyarakatan. Disebut sebagai teori kritis karena salah satu tindakannya adalah melakukan kritik ideologis terhadap rasio instrumental yang erat kaitannya dengan paradigma ilmu pengetahuan alam yang sangat mempengaruhi paradigma ilmu pengetahuan sosial. Beberapa ciri khas dari teori kritis ini mencakup: Krisis terhadap dinamika masyarakat, yang mencakup kritik terhadap ekonomi dan politik sejak zaman Marx, serta pertanyaan terhadap sebab-sebab penyelewengan dalam masyarakat oleh Madzhab Frankfurt. Pendekatan berpikir secara historis dan berakar pada masyarakat yang historis. Orientasi pada dimensi kritik internal, di mana teori kritis terbuka untuk dikritik sendiri dan berusaha menghindari menjadi ideologi. Ricour. Hermeneutika Ilmu Sosial. Josef Bleicher. Hermeneutika Kontemporer (Yogyakarta: Fajar Pustaka Baru, 2. Hal 210 Jurnal Study. Sosial, dan Ekonomi Vol 5 No 2. Januari 2024 Nur Arofah TisAoina Integrasi antara teori dan praktik, menunjukkan bahwa teori atau ilmu yang bebas nilai dianggap palsu. Terkait dengan teori kritisnya. Paul Ricour15 membandingkannya dengan teori hermeneutik Gadamer. Perbedaan antara keduanya mencakup: Gadamer menggunakan konsep prasangka dari filsafat romantis dan menafsirkannya ulang melalui pemikiran Heidegger, sementara Habermas mengembangkan konsep kepentingan dari tradisi Marxisme seperti yang ditafsir ulang oleh Lucaks dan Madzhab Frankfurt. Gadamer tertarik pada ilmu kemanusiaan, fokusnya pada upaya interpretasi hari ini terhadap berbagai tradisi budaya, sedangkan Habermas menekuni ilmu sosial kritis dengan tujuan menolak reifikasi institusional. Gadamer melihat kesalahpahaman sebagai tantangan bagi pemahaman, sementara Habermas penyelewengan sistematis atas komunikasi oleh kekuatan tersembunyi. Gadamer mengakar tugas hermeneutika pada ontologi dialog sebagai hakekat kita, sedangkan Habermas memandang komunikasi tanpa batas dan hambatan sebagai ideal regulatif yang mengarahkan kita ke depan. Dasar-dasar teori kritis Habermas Didasarkan pada pendekatan komunikatif-integratif, yang mempertimbangkan aspek psikoanalisis Freud sebagai landasan utama. Habermas menekankan pentingnya komunikasi dalam konteks ini, yang membutuhkan pemahaman kondisi psikologis sebagai faktor fundamental yang dapat mengungkapkan aspek komunikatif manusia, bahkan di alam bawah Psikoanalisis menjadi batu pijak bagi Habermas dalam merumuskan teori tentang bahasa dan struktur komunikasi yang sesungguhnya. Psikoanalisis memberikan model kerangka teoritis yang memungkinkan kita melampaui konsensus komunikatif secara metahermeneutik, menguraikan bentuk-bentuk komunikasi terprivatisasi melalui pemahaman tentang adegan . cenic understandin. Dalam dunia komunikasi. Habermas mencatat bahwa banyak faktor dapat Ricour. Hermeneutika Ilmu Sosial. Hal 211 Jurnal Study. Sosial, dan Ekonomi Vol 5 No 2. Januari 2024 Nur Arofah TisAoina menyebabkan distorsi dalam proses komunikasi, disebutnya sebagai "Pseudo komunikasi". Fenomena ini terjadi ketika pelaku komunikasi tidak menyadari adanya gangguan dalam proses komunikasi mereka, menyebabkan kesalahpahaman yang mendasar. Habermas menggunakan interpretasi psikoanalisis sebagai komponen dalam teori kecakapan komunikatif untuk mempertemukan pandangan Gadamer dan Freud, serta menolak klaim hermeneutika tentang Selain itu. Habermas menyoroti konsep penjelasan dan pemahaman, dengan karakteristik penjelasan yang bersifat teoritis, monologis, dan definitif, sedangkan pemahaman bersifat eksperiential, subjektif, dan melibatkan aktifitas subyek dalam menemukan makna. Dengan menggabungkan dialektika antara konsep penjelasan dan pemahaman. Habermas berusaha menghubungkan subyektifitas dengan obyektifitas, otentik dengan akulturatif, serta saintis dengan filosofis. Upaya ini menciptakan pembumian makna dari sudut pandang saintis, agar dapat dipahami oleh otak manusia, sementara dari sudut pandang filosofis. Habermas berusaha melakukan dialogisasi makna antara bahasa murni dan bahasa tak murni . Kajian Teori Herbermas dengan Pandangan Sosial pada Ruang lingkup pencegahan prilaku Bullying Interaksi sosial merupakan elemen krusial dalam kehidupan manusia. Menurut pandangan Soekanto, interaksi sosial merupakan pondasi dari segala aspek kehidupan sosial. Tanpa adanya interaksi sosial, kehidupan bersama tidak mungkin terwujud. Namun, interaksi sosial tidak selalu berjalan harmonis. terkadang, proses ini dapat menghasilkan disosiasi dan Interaksi sosial melibatkan hubungan dinamis antara individu maupun kelompok. Bentuknya dapat beragam, mulai dari kerjasama, persaingan, hingga pertentangan. Melalui berbagai bentuk interaksi ini, pemikiran-pemikiran yang berakar pada realitas sosial yang selalu berubah dapat berkembang17. Proses perkembangan masyarakat dapat dijelaskan melalui berbagai teori, termasuk evolusi dan revolusi, seperti yang dikemukakan oleh Soekanto pada tahun 198218. Teori-teori ini membantu dalam memahami bagaimana masyarakat berkembang dari waktu ke waktu. Bleicher. Hermeneutika Kontemporer Suseno. Berfilsafat Dari Konteks (Jakarta:Gramedia. , 1. S Soekanto. Sosiologi Suatu Pengantar (Jakarta: CV Rajawali, 1. Hal 212 Jurnal Study. Sosial, dan Ekonomi Vol 5 No 2. Januari 2024 Nur Arofah TisAoina Habermas adalah seorang filsuf yang sangat memperhatikan dinamika perkembangan Menurutnya, evolusi sosial terjadi melalui proses-belajar masyarakat yang memungkinkan transformasi sosial. Proses-belajar masyarakat terbagi dalam dua dimensi: kognitif-teknis dan moral-praktis, yang harus diperhatikan secara seimbang. Namun, di Indonesia, realisasi kondisi-kondisi tersebut masih terhalang oleh adanya represi terhadap kebebasan berpendapat dan dominasi kultur paternalistik. Kultur paternalistik di Indonesia cenderung menempatkan hubungan sosial dalam pola vertikal . op-dow. , di mana pemimpin memiliki peran dominan dan inisiatif serta kewenangan berasal dari mereka. Hal ini menyebabkan komunikasi yang lebih bersifat satu arah, dan masyarakat tidak kepentingan, dan kekhawatiran mereka tanpa merasa tertekan. Kultur ini tidak mendukung suasana berbincang yang terbuka dan saling menghormati antara individu-individu dalam Jadi, meskipun Habermas telah menguraikan kondisi ideal yang memungkinkan prosesbelajar masyarakat berjalan dengan baik, di Indonesia masih ada jalan yang harus ditempuh untuk mencapai kondisi tersebut. Upaya untuk mengurangi represi terhadap kebebasan berpendapat dan menggeser dominasi kultur paternalistik dapat membantu masyarakat Indonesia menuju kondisi di mana dialog yang saling menghormati dan berimbang dapat Tidak mengherankan jika dalam beberapa lingkungan, budaya kritik atau interupsi masih dianggap sebagai perilaku yang kurang sopan. Namun, sebenarnya, menyatakan bahwa masyarakat Indonesia tidak memiliki budaya dialogis secara keseluruhan tidak sepenuhnya Sebenarnya, masyarakat Indonesia telah familiar dengan konsep "musyawarah-mufakat", yang seharusnya menjadi sarana untuk mencapai kesepakatan dalam pengambilan keputusan. Namun, seringkali konsep ini hanya berhenti pada tingkat retorika yang indah dan gagal direalisasikan dalam praktik sehari-hari. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, menurut Habermas, transformasi sosial terjadi melalui proses pembelajaran sosial yang memungkinkan individu untuk berkomunikasi secara Melalui proses ini, struktur-struktur rasionalitas dapat dibangun. Struktur-struktur rasionalitas ini kemudian menjadi dasar bagi proses pembelajaran yang lebih maju21. Hasil dari Hardiman. Kritik Ideologi (Yogyakarta: Kanisius, 1. Panuju. Sistem Komunikasi Indonesia (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1. I Ketut Sudarsana. AuPEMIKIRAN TOKOH PENDIDIKAN DALAM BUKU LIFELONG LEARNING: Hal 213 Jurnal Study. Sosial, dan Ekonomi Vol 5 No 2. Januari 2024 Nur Arofah TisAoina proses pembelajaran ini akan membentuk norma-norma dan pemahaman yang dapat diterapkan ketika masyarakat menghadapi masalah-masalah yang kompleks dan tidak dapat diatasi dengan kerangka sosial yang ada. Dengan demikian, masyarakat dapat terus berkembang menuju kemajuan secara evolusioner. KESIMPULAN Jyrgen Habermas, seorang tokoh berpengaruh dalam dunia akademis, terutama di Jerman, diketahui memiliki kontribusi besar dalam berbagai bidang, seperti filsafat, psikologi, ilmu politik, dan sosiologi. Pengalaman masa remajanya di bawah rezim Nazi dan dampak Perang dunia II memengaruhi pemikirannya, yang tercermin dalam kerangka teorinya yang holistik dan kritis terhadap hubungan sosial. Studi dan pengajarannya meliputi berbagai bidang, dan peranannya di Institut fyr Sozialforschung di Frankfurt mengangkat namanya sebagai salah satu intelektual terkemuka di Jerman. Meskipun kontroversi mengelilingi hubungannya dengan gerakan mahasiswa kiri pada 1960-an. Habermas tetap teguh pada pandangan kritisnya dan prinsip kebenaran serta integritas Dalam mengembangkan teori kritisnya. Habermas mengintegrasikan elemen-elemen hermeneutik, refleksi emansipatoris, dan analisis pengetahuan kausal. Dia menekankan pentingnya komunikasi sebagai dimensi praksis yang terabaikan, serta membedakan antara konsep komunikatif dan instrumental. Dalam pengembangan teorinya. Habermas menggunakan pendekatan komunikatifintegratif, mengintegrasikan psikoanalisis Freud sebagai landasan utama. Pentingnya komunikasi dan pemahaman kondisi psikologis ditekankan, serta konsep penjelasan dan pemahaman dijelaskan untuk menghubungkan subyektifitas dengan obyektifitas. Dengan demikian, pemikiran Habermas tentang teori kritis memberikan pendekatan komprehensif terhadap pemahaman masyarakat modern, mendorong refleksi kritis, dan transformasi sosial. POLICIES. PRACTICES. AND PROGRAMS (Perspektif Peningkatan Mutu Pendidikan Di Indonesi. ,Ay Jurnal Penjaminan Mutu 2, no. : 44, https://doi. org/10. 25078/jpm. Hal 214 Jurnal Study. Sosial, dan Ekonomi Vol 5 No 2. Januari 2024 Nur Arofah TisAoina DAFTAR PUSTAKA